Search Header Logo
Diklatbang

Diklatbang

Assessment

Presentation

Education, Special Education, Other

KG

Hard

Created by

gpanshor singosari

Used 3+ times

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

DIKLATBANG

Mengulas kemampuan diri

Slide image

2

DIKLATBANG

  • Pendidikan (Education): suatu aktifitas pengembangan Sumber Daya Manusia yang dirancang untuk meningkatkan kompetensi pegawai di luar pekerjaan yang sedang dihadapi.

  • Pelatihan (Training): perubahan sistematis dari Knowledge, Skill, Attitude, dan Behavior yang terus mengalami peningkatan dan Dimiliki oleh setiap personal. Di mana, pelatihan ini dapat mewujudkan sasaran yang ingin dicapai oleh suatu organisasi dalam memenuhi standar SDM yang diinginkan.

  • Pengembangan (Development): sebuah usaha dalam peningkatan kapasitas personal maupun organisasi karena ada pengembangan, perubahan atau pertumbuhan dalam organisasi.

3

Metode efektif dalam Diklatbang SDM

a. Refleksi Diri

Sebagai tahap awal dalam pengembangan dan pelatihan SDM, refleksi diri akan menjadi acuan bagi jajaran Personalia Instruktur dalam memberikan pelatihan dan pengembangan SDM. Instruktur dapat memberikan edukasi mengenai pemahaman kepribadian dan karakter dalam diri setiap individu. Menyediakan Personal Development Plan dan Personal Goal Setting dapat dijadikan sebagai acuan pribadi seorang kader dalam proses pembelajaran dan tujuan yang ingin dituju dalam organisasi, juga menjadi acuan bagi Personalia Instruktur dalam membuat sebuah pelatihan maupun konsultasi bagi para kader.

4


b. Pengalaman Tim

Interaksi dua orang atau lebih akan memberikan pengembangan dan pelatihan tersendiri bagi SDM dalam sebuah organisasi. Mengapa hal ini dibutuhkan? Tim dituntut untuk dapat melakukan kerja sama, kreatif dalam mengembangkan ide, problem solving, dan hal-hal lain yang dapat memberikan pembelajaran dalam sebuah tim. Di mana dalam sebuah tim bekerja dengan berbagai latar belakang skill, karakter, dan kepribadian yang berbeda sehingga dapat menimbulkan tantangan dan pengembangan diri seseorang dalam bersosialisasi, interpersonal, komunikasi, dan lain sebagainya.

5


c. Lingkaran Belajar 
Forum group discussion, rapat, maupun pemecahan masalah bersama akan menjadi salah satu metode yang efektif dan efisien bagi kader dalam membahas maupun menyelesaikan berbagai permasalahan dan tugas. Di mana dalam lingkaran belajar ini menuntut para kader untuk menghadapi dan berbagai risiko permasalahan yang memungkinkan terjadi. Di sini akan terbentuk SDM yang memiliki karakter lebih bijak dalam menyikapi sesuatu. Sehingga memberikan keuntungan bagi organisasi tersebut.

6

d. Seminar
Anda juga bisa memberikan seminar mengenai skill terkait, knowledge, kapasitas dengan melibatkan banyak pihak, seperti expertise yang andal dalam bidangnya. Seminar ini dapat dibuat secara bertahap, misalnya quarter maupun memfokuskan pada 1 skill dan knowledge, seperti contohnya pelatihan IT, pelatihan kepemimpinan, dan sebagainya.

7


e. Mentoring
Memberikan pelatihan secara personal dengan memberikan feedback, motivasi, membagi pengalaman, maupun proses pembelajaran dengan cara yang lebih intensif. Dalam proses ini lebih pada mengembangkan personal individu dan kapasitasnya.

f. Resources Sharing
Dalam era digital saat ini, sangat penting penggunaan media-media virtual sebagai sumber pembelajaran bagi Humas di sebuah organisasi.

8

Yang harus diperhatikan

Dalam mewujudkan metode pelatihan yang dipilih hendaknya disesuaikan dengan jenis pelatihan yang akan dilaksanakan dan yang dapat dikembangkan oleh suatu organisasi.


Metode dengan penyesuaian Jenis Pelatihan diantaranya:

9

On the Job Training

On the Job Training (OT) atau disebut juga dengan pelatihan dengan instruksi pekerjaan sebagai suatu metode pelatihan dengan cara para kader ditempatkan dalam kondisi riil (lapangan), di bawah bimbingan dan supervisi dari kader yang telah berpengalaman atau seorang pendamping.


Salah satu pendekatan On the Job Training yang sistematis adalah Job Instruction Training (JIT). Melalui sistem ini, instruktur pertama kali memberikan pelatihan kepada pendamping, dan selanjutnya pendamping memberikan pelatihan kepada kader.

10

Rotasi

Untuk pelatihan silang (cross-train) bagi kader agar mendapatkan variasi berkhidmat, para pengajar memindahkan para peserta pelatihan dari tempat pelatihan yang satu ke tempat pelatihan yang lainnya. Setiap perpindahan umumnya didahului dengan pelatihan pemberian instruksi kerja. Disamping memberikan variasi kerja bagi kader, pelatihan silang (crossing training) turut membantu organisasi ketika ada kader yang cuti, tidak hadir, perampingan atau terjadi pengunduran diri. Partisipasi para peserta dan tingkat transfer pekerjaan yang tinggi menjadi sarana belajar untuk menghadapi rotasi khidmat.

11

Magang

Magang melibatkan pembelajaran dari kader yang lebih berpengalaman, dan dapat ditambah pada teknik Off the Job Training. seperti satuan khusus, dilatih melalui program resmi Asistensi dan Administrasi.

12

Ceramah Kelas dan Presentasi Video

Ceramah dan teknik lain dalam Off the Job Training tampaknya mengandalkan komunikasi daripada memberi model. Ceramah adalah pendekatan terkenal karena menawarkan sisi ekonomis dan material organisasi, tetapi partisipasi, umpan balik, transfer dan repetisi sangat rendah. Umpan balik dan partisipasi dapat meningkat dengan adanya diskusi selama ceramah, serta minat audiens.

13

Pelatihan Vestibule

Agar pembelajaran tidak mengganggu operasional rutin, beberapa organisasi menggunakan pelatihan vestibule. Wilayah atau vestibule terpisah dibuat dengan peralatan yang sama dengan yang digunakan dalam tugas. Cara ini memungkinkan adanya transfer, repetisi, dan partisipasi serta material organisasi bermakna dan umpan balik.

14

Permainan Peran dan Model Perilaku

Permainan peran adalah alat yang mendorong peserta untuk membayangkan identitas lain. Misalnya, seorang kader dapat membayangkan peran pendamping dan sebaliknya. Kemudian keduanya ditempatkan dalam situasi kerja tertentu dan diminta memberikan respon sebagaimana harapan mereka terhadap lainnya. Idealnya meraka harus dapat melihat diri mereka sebagaimana orang lain melihat mereka. Tehnik ini juga digunakan untuk mengubah sikap, misalnya untuk meningkatkan pemahaman rasial, juga membantu mengembangkan keterampilan interpersonal.

15

Case Study

Metode kasus adalah metode pelatihan yang menggunakan deskripsi tertulis dari suatu permasalahan riil yang dihadapi oleh organisasi atau organisasi lain. Manajemen diminta mempelajari kasus untuk mengidentifikasi menganalisis masalah, mengajukan solusi, memilih solusi terbaik dan mengimplementasikan solusi tersebut. Peranan instruktur adalah sebagai katalis dan fasilitator. Seorang instruktur yang baik adalah instruktur yang dapat melibatkan setiap orang untuk mengambil bagian dalam pengambilan keputusan.

16

Sekian

semoga bermanfaat

DIKLATBANG

Mengulas kemampuan diri

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE