Search Header Logo
Obyek IPA dan Pengamatannya

Obyek IPA dan Pengamatannya

Assessment

Presentation

Science

7th Grade

Hard

Created by

SMPN1NGARIBOYO TIM4

Used 2+ times

FREE Resource

13 Slides • 25 Questions

1

Obyek IPA dan Pengamatannya

Bersama LUKY RUKMINI, S.Si

SMP Neegeri 1 Ngariboyo, Jatim

Slide image

2

Tujuan Pembelajaran

Setelah membaca teks dan diskusi bersama guru siswa dapat

1.        Peserta didik dapat menjelaskan tiga komponen ketrampilan prses / metode ilmiah penyelidikan IPA

2.        Peserta didik dapat menjelaskan kegunaan mempelajari IPA

3.        Peserta didik dapat menyebutkan objek yang dipelajari dalam IPA

4.        Peserta didik dapat menjelaskan pengertian pengukuran

5.        Peserta didik dapat menjelaskan pengertian besaran pokok

6.        Peserta didik dapat menyebutkan macam – macam besaran pokok beserta satuannya

7.        Peserta didik dapat menjelaskan pengertian besaran turunan

8.        Peserta didik dapat menyebutkan macam – macam besaran turunan beserta satuannya

3

Objek IPA dan Pengamatannya

Pengertian IPA adalah ilmu yang mempelajari segala sesutu yang berada di sekitar kita baik yang hidup maupun yang mati.

Di dalam menemukan konsep-konsep IPA, maka para ilmuwan melakukan kegiatan penyelidikan yang disebut observasi (pengamatan). IPA berkembang melalui proses penelitian yang dilakukan oleh ilmuwan.

Penelitian yang dilakukan ilmuwan harus melalui langkah-langkah yang terencana dan sistematis untuk memperoleh informasi yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah.

Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam melakukan penelitian tersebut dinamakan metode ilmiah.

Metode ilmiah merupakan proses keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan (dari pemecahan masalah dan mengetahui penyebabnya) secara sistematis sehingga dapat diperoleh simpulan yang dapat dipercaya (valid).

Langkah-langkah Metode Ilmiah1. Melakukan observasi awal

Obervasi dilakukan untuk mengamati keadaan awal objek penelitian, menganalisis sifat-sifat objek yang diteliti.

2. Merumuskan masalah

Merumuskan masalah adalah kegiatan menemukan dan menentukan permasalahan yang akan diangkat dalam penelitian.

3. Merumuskan hipotesis (dugaan sementara)

Hipotesis adalah membuat rumusan awal (prediksi) terhadap hasil dari permasalahan yang diangkat.

4. Melakukan eksperimen

Eksperimen adalah melakukan percobaan untuk membuktikan hipotesis, dengan mengendalikan variabel-variabel penelitian.

5. Melakukan analisis hasil

Analisis hasil dikembangkan dari rumusan hipotesis yang telah dibuat, untuk mengetahui apakah hipotesis yang dibuat dapat menjelaskan fenomena permasalahan yang terjadi atau tidak.

6. Menarik simpulan

Setelah hasil dianalisis dan dihubungkan dengan hipotesis, peneliti dapat menarik simpulan yang menjelaskan hubungan-hubungan tersebut dengan singkat dan jelas.

B.

Proses Penyelidikan IPAProses penyelidikan IPA meliputi tiga tahap, yaitu pengamatan, membuat inferensi, dan mengkomunikasikan.

1. Pengamatan

Pengamatan adalah proses mengumpulkan data dan informasi tentang benda yang sedang diselidiki.

Pengamatan dapat dilakukan dengan bantuan indera manusia maupun alat. Misalnya mengamati perubahan warna larutan dapat dilakukan dengan indera penglihatan (mata), atau melakukan pengamatan terhadap bakteri menggunakan bantuan mikroskop.

2. Membuat Inferensi

Membuat inferensi artinya adalah merumuskan penjelasan berdasarkan data dan informasi yang telah dikumpulkan pada saat pengamatan.

Penjelasan tersebut digunakan untuk menemukan hubungan antar aspek yang diamati dan membuat hipotesis (dugaan sementara).

3. Mengkomunikasikan

Setelah semua penjelasan dirumuskan dengan baik, langkah berikutnya adalah mengkomunikasikan hasil penyelidikan baik dalam bentuk tulisan maupun lisan.

Data-data pendukung yang dapat dikomunikasikan, misalnya tabel, grafik, bagan atau gambar.

C. Objek IPA

Objek yang dipelajari dalam IPA adalah seluruh benda di alam dengan segala interaksinya untuk dipelajari pola- pola keteraturannya.

Objek IPA dapat berupa benda berukuran sangat kecil (mikroskopis), misalnya bakteri, virus, dan atom atau benda yang berukuran sangat besar seperti lautan, bumi, dan tata surya.


D.

Bagian-Bagian IPAIlmu Pengetahuan Alam (IPA) dikelompokkan menjadi empat bagian sebagai berikut.

1. Fisika

Fisika adalah ilmu yang mempelajari tentang aspek mendasar alam, seperti materi, energi, cahaya, gerak panas dan berbagai gejala fisik alam lainnya.

2. Kimia

Kimia adalah ilmu yang mempelajari segala sesuatu mengenai materi dan perubahannya serta interaksi antar materi yang satu dengan materi yang lain.

3. Biologi

Biologi adalah cabang IPA yang mempelajari sistem kehidupan mulai dari ukuran yang kecil sampai dengan lingkungan yang sangat luas.

4. Ilmu Bumi dan Antariksa

Ilmu Bumi dan Antariksa merupakan cabang IPA yang mempelajari tentang asal mula bumi, perkebangan dan keadaannya saat ini, bintang, planet dan berbagai benda langit lainnya.

E.

Pengukuran IPAPengukuran dapat diartikan sebagai kegiatan mengukur suatu besaran dari objek atau benda. Pengertian pengukuran tersebut menunjukkan bahwa dalam kegiatan mengukur dibutuhkan alat ukur yang sesuai dengan besarannya.

Sedangkan mengukur adalah membandingkan nilai besaran yang diukur dengan alat ukur yang sesuai, misalnya mengukur lebar meja dengan mistar, mengukur kecepatan lari dengan stopwacth, atau mengukur massa benda dengan neraca.

Besaran merupakan segala sesuatu yang dapat diukur dan dinyatakan dengan nilai dan satuan. Satuan adalah pembanding dalam sebuah pengukuran.

Di dalam melakukan kegiatan pengukuran terhadap suatu benda, yang terpenting adalah menggunakan alat ukur yang sesuai dan standar.

Syarat pengukuran tersebut harus dipenuhi untuk mendapatkan nilai ukur yang tepat. Pengukuran yang teliti akan menghasilkan nilai yang akurat. Semakin tinggi tingkat ketelitian sebuah alat ukur, maka nilai pengukuran semakin baik.

F. Besaran Pokok dan Besaran TurunanBerdasarkan jenis satuanya, maka besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan.

Besaran pokokBesaran pokok merupakan besaran yang satuannya telah didefinisikan terlebih dahulu, terdiri atas tujuh besaran.

Berikut ini tujuh besaran pokok besarta satuannya berdasarkan Satuan Internasional (SI).


Besaran turunanBesaran turunan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok. Misalnya : Luas adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang, kecepatan adalah besaran yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu.

Beberapa contoh besaran turunan yang lain dapat dilihat pada tabel berikut.


G. Satuan Baku dan Tidak BakuSatuan baku adalah satuan yang telah disepakati pemakaiannya secara internasional atau disebut juga Sistem Internasional (SI).

Syarat satuan baku adalah berlaku internasional, mudah ditiru, dan tidak berubah. Satuan dalam Sistem Internasional dibagi menjadi dua sistem, yaitu sistem MKS (meter – kilogram – sekon) dan sistem CGS (centimeter – gram – sekon).

Satuan tidak baku adalah satuan yang tidak diakui secara internasional, hanya digunakan pada wilayah tertentu saja.

Sebelum ditemukannya alat ukur, maka penduduk pada jaman dahulu menggunakan satuan tidak baku untuk pedoman pengukuran. Contoh satuan tidak baku, antara lain hasta, depa, kaki, lengan, dan tumbak.

H. Alat UkurAlat ukur digunakan dalam pengukuran sesuai dengan besaran yang akan diukur. Setiap alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang berbeda-beda, tergantung pada skala yang ada. Semakin kecil skala yang digunakan, maka alat ukur memiliki tingkat ketelitian yang tinggi.

Penggunaan suatu alat ukur tertentu ditentukan oleh beberapa faktor, antara lain ketelitian hasil ukur, ukuran besaran yang diukur, dan bentuk benda yang akan diukur.

Berikut ini beberapa alat ukur panjang, massa, dan waktu yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Alat Ukur Panjang1. Mistar


Mistar atau penggaris adalah alat ukur panjang yang biasa digunakan untuk mengukur panjang dan lebar benda.

Alat ukur ini memiliki skala terkecil 1 mm atau 0,1 cm. Mistar memiliki ketelitian pengukuran setengah dari skala terkecilnya, yaitu 0,5 mm.

2. Jangka Sorong


Jangka sorong sering digunakan untuk mengukur diameter bola kecil, tebal uang logam, maupun diameter dalam tabung.

Terdapat dua jenis skala pada Jangka sorong, yaitu skala utama yang terdapat pada rahang tetap jangka sorong dan skala nonius, yaitu skala pada rahang yang dapat digeser. Tingkat ketelitian jangka sorong sampai dengan 0,01 cm atau 0,1 mm.

3. Mikrometer Sekrup


Mikrometer sekrup adalah alat ukur yang difungsikan untuk mengukur diameter benda tipis, misalkan plat.

Mikrometer sekrup terdiri atas dua bagian, yaitu selubung (poros tetap) dan selubung luar (poros ulir).

Skala panjang pada poros tetap merupakan skala utama, sedangkan pada poros ulir merupakan skala nonius.

Skala utama mikrometer sekrup mempunyai skala dalam mm, sedangkan skala noniusnya terbagi dalam 50 bagian.

Satu bagian pada skala nonius mempunyai nilai 1/50 × 0,5 mm atau 0,01 mm. Jadi, mikrometer sekrup memiliki ketelitian 0,01 mm atau 0,001 cm

Alat Ukur Massa1. Neraca O’hauss Tiga Lengan


Sesuai dengan namanya, neraca Ohaus tiga lengan mempunyai lengan berjumlah tiga dan satu cawan tempat benda. Neraca ini adalah alat ukur massa yang memiliki tingkat ketelitian 0,1 gram.

2. Neraca Digital


Neraca digital merupakan alat ukur massa yang sering ada di dalam laboratorium untuk menimbang bahan yang akan digunakan dalam praktikum.

Neraca digital mempunyai tingkat ketelitian lebih besar daripada neraca Ohaus, yaitu 0,01 gram.

3. Neraca Analitis Dua Lengan


Neraca jenis ini akan banyak terlihat di toko-toko emas, karena digunakan untuk mengukur massa emas. Pada neraca analitis dua lengan, terdapat dua lengan dengan wadah kecil dari logam untuk menimbang.

Lengan satu digunakan untuk meletakkan benda/logam yang akan ditimbang, lengan dua untuk meletakkann bobot timbangan. Neraca ini memiliki tingkat ketelitian 0,001 gram.

4. Neraca Pasar


Neraca pasar sering disebut juga sebagai neraca mekanik meja. Neraca pasar dimanfaatkan oleh para pedagang kelontong untuk menimbang barang dagangan mereka.

Ketelitian neraca pasar sangat rendah, yaitu 50 gram. Anak timbangan pada neraca ini adalah 50 gram, 100 gram (1 ons), 200 gram, 500 gr dan 1 kg. Massa yang terukur sama dengan jumlah massa anak timbangan yang digunakan.

Alat Ukur Waktu1. Arloji


Arloji atau jam tangan merupakan alat penunjuk waktu yang dipakai di pergelangan tangan manusia. Jam tangan pertama kali diperkenalkan pada abad ke-16.

Pada saat itu, semua jam tangan dan alat penunjuk waktu lainnya menggunakan mesin penggerak mekanik manual (hand winding). Arloji mempunyai tingkat ketelitian 1 sekon

2. Stopwatch


Stopwatch merupakan alat ukur yang digunakan untuk mengukur lamanya waktu yang diperlukan dalam sebuah kegiatan, misalnya mengukur kecepatan pelari dan perenang dalam sebuah lomba olahraga. Stopwatch memiliki tingkat ketelitian 0,1 sekon

3. Jam Matahari


Jam matahari atau sundial adalah alat yang mengunakan matahari untuk menentukan waktu. Sebelum ada alat ukur waktu yang modern seperti saat ini, orang-orang pada jaman dahulu memanfaatkan jam matahari sebagai penunjuk waktu.


4

Slide image

5

Slide image

6

Slide image

7

Slide image

8

Slide image

9

Slide image

10

Slide image

11

Slide image

12

Slide image

13

Kuis / Evaluasi

  • Pilihlah jawaban yang paling benar di antara pilihan jawaban yang diberikan

  • Silahkan bekerja.

14

Multiple Choice

Besaran turunan yang diturunkan dari besaran pokok panjang dan waktu adalah ….

1

gaya

2

volume

3

berat

4

kecepatan

15

Multiple Choice

Benda yang paling tepat diukur menggunakan jangka sorong adalah ….

1

panjang meja

2

tinggi kursi

3

diameter kelereng

4

diameter bola kaki

16

Multiple Choice

Alat ukur yang paling tepat digunakan untuk mengukur ketebalan plat adalah ….

1

meteran

2

penggaris

3

jangka sorong

4

mikrometer sekrup

17

Multiple Choice

Question image

Perhatikan gambar berikut!Supaya neraca setimbang, maka nilai anak timbangan x yang harus ditambahkan ke piring B adalah ….

1

250 gram

2

500 gram

3

750 gram

4

1000 gram

18

Multiple Choice

Question image

Perhatikan gambar! hasil pengukuran menggunakan jangka sorong adalah....

1

5,70 cm

2

5,75 cm

3

5,80 cm

4

5,85 cm

19

Multiple Choice

Question image

Perhatikan gambar!Volume batu adalah......

1

10 ml

2

20 ml

3

30 ml

4

40 ml

20

Multiple Choice

Berikut ini yang termasuk kelompok besaran pokok adalah ….

1

panjang, massa, dan volume

2

panjang, waktu, dan suhu

3

massa, luas, dan waktu

4

volume, luas, dan berat

21

Multiple Choice

Besaran yang satuannya sudah didefinisikan terlebih dahulu disebut besaran ….

1

turunan

2

pokok

3

tersier

4

sekunder

22

Multiple Choice

Massa cabe yang dibeli ibu dari pasar adalah 2,5 kg. Apabila diubah menjadi satuan gram, maka massa cabe tersebut adalah ….

1

25 gram

2

250 gram

3

2.500 gram

4

25.000 gram

23

Multiple Choice

Panjang meja makan 2 meter. Sesuai pernyataan tersebut, yang merupakan besaran adalah ….Panjang meja makan 2 meter. Sesuai pernyataan tersebut, yang merupakan besaran adalah ….

1

panjang

2

meja makan

3

2

4

meter

24

Multiple Select

Dibawah ini yang termasuk besaran pokok adalah . . . .

1

massa

2

kecepatan

3

jumlah zat

4

berat

5

massa jenis

25

Multiple Choice

Kamu ingin membuat larutan gula dengan cara mencampurkan 20 gram air ke dalam segelas air yang bervolume 125 ml, berapakan konsentrasi larutan gula tersebut dalam g/ml

1

0,50

2

0,25

3

0,16

4

0,08

26

Multiple Choice

Apa yang dimaksud dengan besaran turunan....

1

besaran yang satuannya didapatkan dari besaran pokok

2

besaran yang satuannya baku

3

besaran yang satuannya berlaku universal di semua negara

4

besaran yang satuannya sesuaim standard internasional

27

Multiple Choice

Pengertian inferensi dalam penyelidikan IPA adalah ….

1

A. mengumpulkan data dan informasi melalui pengamatan

2

B. merumuskan penjelasan berdasarkan pengamatan

3

C. membuat laporan tertulis tentang kesimpulan akhir dari hasil pengamatan

4

D. melakukan pengamatan menggunakan panca indera

28

Multiple Choice

Massa cabai yang dibeli ibu dari passar adalah 2,5 kg. Jika diubah menjadi satuan gram hasilnya adalah ....

1

25 gram

2

250 gram

3

2500 gram

4

25.000 gram

29

Multiple Choice

Objek pengamatan IPA adalah...

1

Matahari, bulan, bumi dan isinya

2

Benda hidup dan mati di alam dan segala isinya.

3

Bumi dan isinya

4

Seluruh benda di alam dan segala interaksinya

30

Multiple Choice

Yang bukan merupakan langkah-langkah Penyelidikan Ilmiah IPA adalah

1

Pengamatan

2

Membuat Inferensi

3

Mengkomunikasikan

4

Mendiskusikan

31

Multiple Choice

Besaran adalah....

1

Segala sesuatu yg dapat diukur

2

Segala sesuatu sebagai satuan

3

Segala sesuatu yang dapat dibawa

4

Segala sesuatu untuk mengukur besaran pokok dan turunan

32

Multiple Choice

Objek pengamatan IPA adalah... .

1

Hanya makhluk hidup saja

2

Hanya bumi dan makhluk hidup

3

Ruang angkasa dan tata surya

4

Seluruh benda di alam dan segala interaksinya

33

Multiple Choice

Dibawah ini adalah bagian dari ilmu IPA, Kecuali... .

1

Fisika

2

Geografi

3

Biologi

4

Kimia

34

Multiple Choice

Yang bukan manfaat mempelajari IPA adalah... .

1

Berpikir kritis dan logis

2

Meningkatkan kualitas hidup

3

Memahami berbagai hal di sekitar kita

4

Memanfaatkan kekayaan alam sebanyak-banyaknya

35

Multiple Choice

Seorang ilmuan sedang meneliti suatu zat untuk mengetahui jenis zat tersebut. Bidang IPA yang sedang dipelajari oleh ilmuan tersebut adalah... .

1

Kimia

2

Fisika

3

Biologi

4

Astronomi

36

Multiple Choice

Langkah awal yang harus dilakukan dalam sebuah penyelidikan IPA adalah... .

1

Mengamati

2

Mengkomunikasikan

3

menanyakan

4

mempresentasikan

37

Multiple Choice

Yang dimaksud dengan ilmu IPA adalah... .

1

Ilmu yang mempelajari makhluk hidup di sekitar kita

2

Ilmu yang mempelajari benda – benda mati yang berada di lingkungan sekitar

3

Ilmu yang mempelajari semua benda yang ada disekitar kita baik benda hidup maupun benda mati

4

Ilmu yang mempelajari manusia, hewan dan tumbuhan

38

Multiple Choice

Perhatikan sikap-sikap berikut ini!

1) Jujur

2) Subyektif

3) Obyektif

4) Ingin menang sendiri

5) Teliti

Sikap ilmiah yang harus dimiliki siswa dalam melakukan pengamatan adalah ….

1

1 dan 2

2

1 dan 3

3

3 dan 4

4

4 dan 5

Obyek IPA dan Pengamatannya

Bersama LUKY RUKMINI, S.Si

SMP Neegeri 1 Ngariboyo, Jatim

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 38

SLIDE