Search Header Logo
Kls. 6 Pelajaran III - Kisah Rumah Terbakar

Kls. 6 Pelajaran III - Kisah Rumah Terbakar

Assessment

Presentation

Religious Studies

6th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 1+ times

FREE Resource

19 Slides • 12 Questions

1

Kls. 6 Pelajaran III - Kisah Rumah Terbakar

Sesi 1

Slide image

2

Namo sanghyang Adi Buddhaya

Namo Buddhaya

3

Vandana

“NAMO SANGHYANG ADI BUDDHAYA”

Artinya: Terpujilah Sanghyang Adi Buddha Tuhan Yang Maha Esa


“NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASA”

Artinya: “Terpujilah Bhagava, Yang Maha Suci, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna”


“NAMO SABBE BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”

Artinya: “Terpujilah semua Bodhisattva Mahasatta” 3X

4

Meditasi sejenak

Ayo kita melakukan duduk hening lebih kurang 5 sampai dengan 10 menit.

Duduklah dengan santai, amati diri kita, atur pernapasan dan lakukan hal berikut.

“Napas masuk . . . semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas keluar . . . semoga semua makhluk berbahagia”

“Napas masuk . . . tercapailah cita-citaku”

“Napas keluar . . . tercapailah cita-citaku”

5

Perumpamaan Kisah Rumah Terbakar

6

Tahukah Kamu?

Buddha telah mengajarkan kita untuk membersihkan diri dari kekotoran, baik dari berpikir, berbicara, maupun dalam perbuatan badan jasmani. Kita haruslah tekun membuat kemajuan bagi usaha-usaha kita mencapai Nirvana, sesuai dengan kemampuan kita masing-masing yang telah menanamkan akar dari perbuatan-perbuatan baik. Sebagai putra-putra Buddha, kita pasti dapat memperolehnya.


Untuk lebih jelasnya, mari kita simak dan lakukan tiap kegiatan dalam materi ini!

7

Slide image

8

Poll

Apa yang terjadi dari Gambar 3.1 tersebut?

Apa yang dapat kamu lakukan dari peristiwa tersebut?

Menyiram dengan air

Menutup dengan karung basah

Minta tolong

Menelepon pemadam kebakaran

Menyelamatkan diri

9

Open Ended

Berdasarkan pilihan tindakan yang ada lakukan, mengapa anda melakukan hal itu?

10

Simaklah peristiwa kebakaran yang terjadi di sekitar lingkunganmu!

11

Open Ended

Pernahkah kamu melihat peristiwa kebakaran terjadi?

12

Open Ended

Dari manakah kamu mengetahui terjadinya peristiwa kebakaran?

13

Open Ended

Apa yang menjadi sebab terjadinya kebakaran?

14

Open Ended

Ayo diskusikan dengan teman-temanmu atau orang tuamu apa saja yang dapat menjadi penyebab terjadinya kebakaran!

15

Open Ended

Barang apa saja yangmudah terbakar?

16

Open Ended

Apa sajakah yang dapatmenjadi penyebab terjadinya kebakaran?

17

Open Ended

Bagaimana caranya mencegah terjadinya kebakaran?

18

Slide image

Perumpamaan Kisah Rumah Terbakar

19

Perumpamaan Kisah Rumah Terbakar

Di masa lalu, di suatu kerajaan, yang berada dalam dusun di suatu kota, terdapat sebuah keluarga, dengan seorang kepala keluarga yang sangat tersohor. Kepala keluarga tersebut sudah tua renta, tetapi sangat kaya raya. Ia memiliki banyak ladang, rumah, pembantu, maupun pekerja. Rumahnya luas dan besar, tetapi pintunya hanya satu. Rumah itu ditempati banyak orang. Serambi dan ruangannya telah usang dan rusak, dindingnya melengkung, tiang dasar serta penyangga atapnya rapuh dan sangat membahayakan.

20


Tiba-tiba rumah itu terbakar. Secara bersamaan api berkobar dari tiap sisinya. Melihat api yang berkobar, kepala keluarga itu terkejut, karena semua anak-anaknya sedang

asyik bermain dengan mainannya. Mereka bermain tanpa menghiraukan sekelilingnya, sehingga tidak tahu terhadap bahaya yang sedang mengancamnya.


Seandainya orang tua itu hanya berpikir untuk dirinya, maka dia cukup mudah untuk penyelamatkan dirinya. Selanjutnya, orang tua tadi merenung, untuk dapat membawa anak-anaknya keluar dari rumah yang terbakar. Rumah itu hanya memiliki satu pintu, sempit dan kecil, yang tidak mungkin dapat dilewati secara bersamaan. Setelah merenung, ia berseru, “Keluarlah cepat, kamu semua!” Dengan suara lembut, orang tua itu membujuk dan menegur anak-anaknya, namun mereka tetap asyik bermain dan tetap tidak menghiraukannya. Anak-anaknya tidak takut dan tidak berniat lari. Mereka tidak mengerti bahaya api, tidak mengerti apa artinya rumah terbakar. Mereka tidak mengerti apa yang dimaksud dengan cidera. Mereka tetap berlari ke sana ke mari, bermain-main dan kadang-kadang memandang ayah mereka.

21

Karena anak-anaknya tidak menghiraukan seruan ayahnya, maka sang ayah menggunakan cara yang lain agar mereka segera keluar dari rumah. Anak-anak tidak berkeinginan segera keluar rumah, karena mereka sangat terikat dengan kesenangan, yaitu mainan. Dengan mengetahui kesukaan anaknya terhadap bermacam-macam

permainan, sang ayah lalu berkata, “Barang-barang yang kamu gemari untuk mainan, begitu mahal dan bagus, sekarang ada padaku. Bila kamu tidak segera mendapatkannya, kamu akan menyesal kemudian. Lihatlah bermacam-macam kereta domba, kereta rusa dan kereta lembu, tersedia di luar rumah untuk kamu pakai bermain. Kamu semua harus segera keluar dari rumah terbakar ini, akan kuberikan mana yang kamu sukai.”

22

Demikianlah, setelah anak-anak itu mendengar adanya permainan menarik seperti yang disebutkan ayah mereka, semuanya menjadi bersemangat. Anak-anak itu keluar rumah sambil mendorong dan saling mendahului, dan dengan susah payah akhirnya mereka berhasil keluar dari rumah terbakar itu. Sang ayah yang melihat anaknya selamat semua, duduk di pinggir lapangan. Sang ayah tidak lagi merasa bingung, hatinya tenteram dan gembira sekali.

23

Anak-anak datang kepadanya, “Ayah, manakah barang mainan yang indah itu, seperti Ayah janjikan tadi: kereta domba, kereta rusa, dan kereta lembu?” Sang ayah kemudian memberikan kepada tiap anak sebuah kereta besar, indah dan menarik. Setiap kereta dihiasi dengan barang berharga, yang diberi tempat duduk dan sandaran, dan

digantungi genta pada keempat sisinya. Selain itu, semua kereta diliputi dengan tabir serta dihiasi barang mahal dan bagus. Tali kekang untuk kudanya disambung dengan tali temali penuh batu permata, dan digantungi bunga rampai di atas tikar indah serta dibubuhi bantalan merah.

24

Kereta-kereta itu ditarik oleh lembu yang putih bersih, tampan dan kuat. Kereta-kereta tersebut berjalan dengan langkah secepat angin, dengan pembantu dan pengiring untuk menjaganya. Mengapa sang ayah berbuat demikian? Karena ia sangat kaya dan harta benda serta lumbungnya melimpah. Ia berpikir, “Kekayaanku tak terbatas, tidak pantas kuberi anak-anakku kendaraan kecil yang kurang berharga. Anak-anakku, aku sayangi tanpa perbedaan. Aku memiliki kereta besar, tak terbatas jumlahnya, mampu kuberikan kepada semua orang, dan sisanya tak akan berkurang apalagi bila hanya kuberikan kepada anakku saja.” Sementara itu, setiap anak telah mengendarai kereta besar, mendapatkan sesuatu yang belum pernah mereka miliki dan belum pernah diharapkan sebelumnya.

25

Demikianlah dengan Tathagata, karena Ia adalah pelindung bagi semua dunia. Ia adalah pelindung bagi setiap umat yang telah bebas dari rasa takut, putus asa, cemas, kurang pengertian dan kegelapan. Selain itu, Ia juga pelindung bagi setiap umat yang telah sempurna dalam pengetahuan, kekuatan batin dan tanpa rasa takut. Ia adalah

pelindung bagi setiap umat yang memiliki kemampuan batin dan kebijaksanaan, serta orang-orang yang telah mencapai kesempurnaan. Dan sebagai tambahan pula, Ia adalah pelindung bagi umat yang bermurah hati dan berwelas asih, tak kenal jemu, serta selalu mencari apa yang baik dan menguntungkan bagi segenap makhluk.

26

Open Ended

Berdasarkan cerita tersebut

Buatlah tiga pertanyaan!

27

Open Ended

Keteladanan apa yang perlu ditiru dalam kisah rumah terbakar?

28

Open Ended

Apa pesan moral yang kamu dapat dalam kisah rumah terbakar?

29

Slide image

Ayo Bernyanyi

Link yautube: https://www.youtube.com/watch?v=sDsCnzDxY5w

30

Pandita Vagga, 76

Nidhīnaṃ va pavattāraṃ yaṃ passe vajjadassinaṃ niggayhavādiṃ medhāviṃ tādisaṃ paṇḍitaṃ bhaje tādisaṃ bhajamānassa seyyo hoti na pāpiyo


Seandainya seseorang bertemu orang bijaksana yang mau menunjukkan dan memberitahukan kesalahan-kesalahannya, seperti orang menunjukkan harta karun, hendaklah ia bergaul dengan orang bijaksana itu. Sungguh baik dan tidak tercela bergaul dengan orang yang bijaksana.

31

Sabbe satta bhavantu sukhitatta

semoga semua makhluk hidup berbahagia

Saddhu... saddhu... saddhu...

Kls. 6 Pelajaran III - Kisah Rumah Terbakar

Sesi 1

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 31

SLIDE