Search Header Logo
Kls. 8 PA. Buddha - Meneladan Siswa Utama Buddha sesi 5

Kls. 8 PA. Buddha - Meneladan Siswa Utama Buddha sesi 5

Assessment

Presentation

Religious Studies

8th Grade

Easy

Created by

Rukaman Rukaman

Used 3+ times

FREE Resource

12 Slides • 11 Questions

1

Kls. 8 PA. Buddha - Meneladan Siswa Utama Buddha sesi 5

YA. Upali dan YA. Rahulla

Slide image

2

Namo sanghyang Adi Buddhaya


Namo Buddhaya

3

Vandana

“NAMO SANGHYANG ADI BUDDHAYA”

Artinya: Terpujilah Sanghyang Adi Buddha Tuhan Yang Maha Esa


“NAMO TASSA BHAGAVATO ARAHATO SAMMASAMBUDDHASA”

Artinya: “Terpujilah Bhagava, Yang Maha Suci, Yang telah mencapai Penerangan Sempurna”


“NAMO SABBE BODHISATTVAYA MAHASATTVAYA”

Artinya: “Terpujilah semua Bodhisattva Mahasatta”


4

YA. UPALI

5

YA. Upali

Moralitas (s͂ila) sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Dengan moralitas yang baik, seseorang dapat menghindari segala bentuk kejahatan. Kejahatan yang terjadi di mana-mana, termasuk di kalangan remaja khususnya pelajar SMP. Kenakalan dan kejahatan di kalangan pelajar SMP masih marak di Indonesia. Hal ini terjadi karena moralitasnya rapuh sehingga mudah terkena pengaruh pergaulan buruk antarteman.


Pelajar yang moralnya baik tidak akan terkena pengaruh buruk dari temannya. Oleh karena itu, mereka tidak akan melakukan kejahatan sekecil apa pun. Mereka malu berbuat jahat dan takut akibat perbuatan jahat.


Yang Ariya Upali adalah siswa utama Buddha yang sangat terkenal menjaga aturan moralitas (s͂ila). Upali selalu rendah hati dan melaksanakan semua aturan kebhikkhuan dengan baik melebihi bhikkhu lainnya. Suatu ketika Upali memohon izin tinggal di hutan untuk berlatih meditasi, tetapi tidak diizinkan oleh Buddha. Upali harus tetap berada dalam Sangha, Penjaga vinaya yang merupakan untunan bagi bhikkhu-bhikkhu lainnya di bawah bimbingan Buddha.


Akhirnya, Upali bertemu seorang bhikkhu tua yang sedang sakit lalu menyembuhkannya dengan minuman anggur. Buddha mengizinkan bahwa orang sakit dikecualikan dari aturan yang melarang minum-minuman yang difermentasi.


Upali dihormati karena kebijaksanaannnya dalam menyelesaikan perselisihan dalam Sangha. Setelah Buddha mencapai Parinibbana, Upali memberikan sumbangan besar dalam melestarikan ajaran Buddha, yaitu mengulang peraturan kebhikkhuan (Vinaya) dalam konsili I di Rajagaha

yang dipimpin oleh Y.A. Mahakassapa.

6

Open Ended

Mengapa YA. Upali menjadi salah satu siswa utama Buddha?

7

Open Ended

Keunggulan apa yang dimiliki oleh Y.A. Upali?

8

Open Ended

Mengapa Buddha mengizinkan Y.A Upali untuk menyembuhkan bhikkhu yang sakit dengan minuman anggur?

9

Open Ended

Jelaskan sumbangan besar Y.A Upali dalam melestarikan ajaran Buddha!

10

Open Ended

Keteladanan apa yang patut kamu terapkan dalam kehidupanmu?

11

YA. RAHULLA


12

Slide image

YA. Rahulla

13

YA. Rahulla

Pangeran Rahula terkenal dalam melaksanakan kebaikan. Ia adalah putra

Pangeran Siddharta dan Putri Yasodhara. Ia menjadi petapa mengikuti jejak ayahnya sejak umur tujuh tahun. Pada hari ketujuh Buddha di Kapilavatthu, Putri Yasodhara mengajak Pangeran Rahula untuk melihat Buddha dari

teras istana. Mereka melihat Buddha sedang berpindapata. Putri Yasodhara tidak dapat menahan tetesan air mata yang menitik

keluar, lalu berkata:

“Sayang, petapa yang kulitnya kuning emas itu dan kelihatannya sebagai Brahma dikelilingi oleh ribuan siswanya adalah ayahmu. Beliau punya banyak harta pusaka. Setelah ayahmu meninggalkan istana, tidak lagi diketahui apa yang terjadi dengan harta tersebut. Pergilah kepada-Nya dan mintalah hadiah.


sambil berkata: ‘Ayah, aku adalah Pangeran Rahula. Kalau aku kelak menjadi raja, aku akan menjadi raja diraja. Aku mohon diberi harta pusaka karena anak adalah pewaris dari apa yang menjadi milik ayahnya”.



14


Pangeran Rahula yang masih lugu dan belum tahu apa-apa itu langsung pergi mendekati Buddha. Ia memegang jari tangan Buddha dan menatap wajah-Nya. Selanjutnya, Rahula mengatakan apa yang dipesankan ibunya,

seraya menambahkan:

“Ayah, bahkan bayangan Ayah membuat hatiku senang.”

Setelah makan siang, Buddha meninggalkan istana dan Rahula mengikuti sambil terus merengek:

“Ayah, berikan aku harta pusaka; aku kelak menjadi raja; aku ingin memiliki harta pusaka; Ayah, aku mohon berikanlah kepadaku warisan.”

Slide image

15

Tidak ada satu orang yang dapat menghalang-halanginya dan Buddha pun membiarkan Rahula terus mengikuti berjalan di samping-Nya.

Setelah tiba di taman, Buddha berpikir:

“Rahula minta warisan harta pusaka, tetapi semua harta dunia penuh dengan penderitaan. Lebih baik aku memberinya warisan berupa Tujuh Faktor Penerangan Agung yang pernah aku peroleh di bawah pohon Bodhi.

Dengan demikian, ia akan memiliki harta pusaka yang paling mulia.”


Setelah tiba di vihara, Buddha meminta kepada Sariputta untuk menahbiskan Rahula menjadi samanera. Mendengar berita bahwa Pangeran Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera, Raja Suddhodana menjadi sangat marah. Raja lalu pergi menemui Buddha dan dengan sopan menegur dengan kata-kata:

“Walau dulu anakku meninggalkan istana membuatku sedih, sedih dan sakit sekali. Waktu Nanda meninggalkan istana, hatiku menjadi hancur dan menderita sekali. Kemudian, aku mencurahkan cinta dan perhatianku kepada cucuku Rahula dan mencintai melebihi cintaku kepada siapa pun

juga. Sekarang Rahula telah ditahbiskan menjadi samanera. Aku sangat menyesal dan tidak senang akan apa yang telah terjadi. Aku mohon dengan sangat agar mulai hari ini tidak ada lagi ada seorang bhikkhu atau

samanera yang ditahbiskan tanpa izin dari orang tua.

Buddha menyetujui permohonan Raja Suddhodana. Mulai hari itu, tidak menahbiskan bhikkhu atau samanera tanpa terlebih dulu mendapat izin dari orang tuanya. Keesokan harinya, setelah mendengarkan khotbah Buddha, Raja Suddhodana mencapai tingkat kesucian Anagami.

16

Pada usia duapuluh tahun, Rahula ditahbiskan menjadi bhikkhu dengan

pembimbing (upajjhaya) Y.A. Sariputta dan guru penahbisan adalah Y.A. Moggallana.

Ketika Buddha mengetahui bahwa pikiran Pangeran Rahula sudah matang, lalu mengajaknya ke hutan Andhra dan menguraikan ajaran yang dikenal sebagai Nasihat Kecil untuk bhikkhu Rahula (Cullarahulovada Sutta, Majjhima Nikaya). Ia merasakan kegembiraan setelah mendengar

nasihat Buddha dan mencapai tingkat kesucian Arahat. Sejak itulah, bhikkhu

Rahula bergelar Yang Ariya (Y.A.), artinya Yang Suci.

Delapan tahun setelah mencapai tingkat Arahat, terdapat para bhikkhu yang datang memakai tempat tidur Y.A. Rahula. Karena tidak menemukan tempat untuk beristirahat, Y.A. Rahula tidur di ruang terbuka di depan

tempat Buddha. Y.A. Rahula Parinibbana setelah parinibbana Buddha.

Diperkirakan Y.A Rahula parinibbana pada usia limapuluh tahun. Sebuah stupa dibangun untuk menyimpan relik Rahula.

Slide image

17

Open Ended

Mengapa Y.A. Rahula menjadi salah satu siswa utama Buddha?

18

Open Ended

Jelaskan keunggulan yang dimiliki oleh . Y.A. Rahula !

19

Open Ended

Mengapa Buddha memberi warisan Dharma kepada Y.A. Rahula, bukan

warisan harta kekayaan?

20

Open Ended

Mengapa keluarga istana tidak senang setelah Y.A. Rahula ditahbiskan

menjadi samanera?

21

Open Ended

Jelaskan pelajaran dari Y.A. Rahula yang dapat kalian terapkan dalam kehidupanmu!

22

Slide image

23

Open Ended

Jelaskan keunggulan yang dimiliki oleh . Y.A. Rahula !

Kls. 8 PA. Buddha - Meneladan Siswa Utama Buddha sesi 5

YA. Upali dan YA. Rahulla

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 23

SLIDE