Search Header Logo
Gerak Harmonik Sederhana

Gerak Harmonik Sederhana

Assessment

Presentation

Physics

11th Grade

Hard

Created by

Citra Wulandari

Used 1+ times

FREE Resource

17 Slides • 5 Questions

1

Gerak Harmonik Sederhana

Slide image

2

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan gerak harmonik sederhana

  • Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan kecepatan GHS

  • Untuk mengetahui apa yang dimaksud dengan percepatan GHS

  • Untuk mengetahui beberapa contoh dari Gerak Harmonik Sederhana

3

Gerak Harmonik Sederhana


  • Gerak Harmonik Sederhana (GHS) Adalah, gerak periodik dengan lintasan yang ditempuh selalu sama (tetap). GHS mempunyai persamaan gerak dalam bentuk sinusodial dan digunakan untuk menganalisis suatu gerak periodik tertentu.

  • Gerak Periodik adalah, gerak yang terjadi secara berulang/berisolasi melalui titik setimbang dalam interval waktu tetap.



4

Gerak Harmonik sederhana,

gerak harmonik sederhana dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:


  • GHS Linear, adalah penghisap dalam silinder gas, gerak osilasi air. air raksa /s= air dalam pipa U, gerak horizontal/vertikal dari pegas, dan sebagainya.

  • GHS Angular, misalnya gerak bandul /bandul fisis, osilasi ayunan torsi, dan sebagainya.

5

Kinematika GHS


  •  simpangan(t)simpangan\propto\left(t\right) = Am sin (wt= θ0\theta0  ) dimana x= simpangan,  Am= Amplitudo, W=frekuensi angular dan  θ0 sudut fasa awal\theta0\ sudut\ fasa\ awal  


6

Kecepatan GHS

Kecepatan GHS adalah turunan dari simpangan GHS

  •  v(t) = dvdt=wAm cos ((wt+θ0))v\left(t\right)\ =\ \frac{dv}{dt}=wAm\ \cos\ \left(\left(wt+\theta0\right)\right)   =±wAm 1sin2((wt+θ0))=\pm wAm\ \sqrt{1-\sin^2\left(\left(wt+\theta0\right)\right)}  

  •  =±wA2mA2m sin2((wt+θ0))=\pm w\sqrt{A^2m-A^2m\ \sin^2\left(\left(wt+\theta0\right)\right)}  

7

Percepatan GHS

Perccepatan GHS adalah turunan kedua dari simpangan atau turuna kecepatan GHS

  •  rumus :rumus\ :   at=d2dt2=dvdt   =w2Am sin (wt+θ0)at=\frac{d^2\propto}{dt^2}=\frac{dv}{dt\ \ \ }=w^2Am\ \sin\ \left(wt+\theta0\right)  

  •  = w2(t)=\ -w^2\propto\left(t\right)  

8

Dinamika dan Energi GHS
Energi kinetik



  •  Ek= 12mv2=12m (wAm cos ((wt+θ0)))Ek=\ \frac{\text{1}}{\text{2}}mv^2=\frac{1}{2}m\ \left(wAm\ \cos\ \left(\left(wt+\theta0\right)\right)\right)  

  •  =12A2m mw2cos2((wt=θ0))=\frac{1}{2}A^2m\ mw^2\cos^2\left(\left(wt=\theta0\right)\right)  

  •  =12A2m K cos2(wt+θ0)=\frac{1}{2}A^2m\ K\ \cos^2\left(wt+\theta0\right)  

9

Energi mekanik

  • Energi mekanik adalah Em =Ek+Ep yaitu :

  •  Em=Em=   12k2 + 12 mv2\frac{1}{2}k\propto^2\ +\ \frac{1}{2\ }mv^2  

  •  =12KA2m=\frac{1}{2}KA^2m  

10

Beberapa contoh GHS

  • Bandul matematis

  • adalah sebuah bandul dengan panjang / dan garis miring m yang membuat GHS dengan sudut kecil.

  •  ((θ<<))\left(\left(\theta<<\right)\right)  gaya yang menyebabkan bandul  ke posisi kesetimbangan dinamika gaya pemulih yaitu: 

  •  mg sinθ dan panjang busur adalah s=10 mg\ \sin\theta\ dan\ panjang\ busur\ adalah\ s=10\   

  • kesetimbangan gayanya  adalah

  •  ΣF =mg sinθ=mg sin θ=m d2sdt2\Sigma F\ =mg\ \sin\theta=m\text{g sin }\theta=m\ \frac{d^2s}{dt^2}  

11

Bandul Fisis

  • bandul fisis menghitung momen inersia yaitu kecendurungan benda tegar melakukan gerak rotasi. bandul fisis memberikan torka pemulih sebesar.




  •  τ=I\tau=I\propto  =I  =I d2θdt2\propto=I\ \frac{d^2\theta}{dt^2}  

  •  mgh sin θ =I d2θdt-mgh\ \sin\ \theta\ =I\ \frac{d^2\theta}{dt^{ }}  

12

Bandul matematis

  • GHS bnadul dapat dinyatakan :


  •  d2sdt2+gsin θ=0\frac{d^2s}{dt^2}+g\sin\ \theta=0  

  •  d2sdt2+gθ=0\frac{d^2s}{dt^2}+g\theta=0  

  •  d2sdt2+ gls=0w2=gl\frac{d^2s}{dt^2}+\ \frac{g}{l}s=0\rightarrow w^2=\frac{g}{l}  

13

Ayunan Puntir

  • ayunan puntir (GBr4) benda yang digantungkan dengan kawat akan diputar dengan sudut


  •  θ\theta  . kawat  akan mengerjakan momen gaya (torka) pemulih sebanding dengan 

  •  θ yaitu τ=kθ\theta\ yaitu\ \tau=-k\theta  

  • dimana k=konstanta puntir

14

Ayunan puntir

  • sistem GHS-nya


  •  τ=kθ=I d2θdt2\tau=-k\theta=I\ \frac{d^2\theta}{dt^2}  

  •  d2θdt2+kl= 0w2=kl\frac{d^2\theta}{dt^2}+\frac{k}{l}=\ 0\rightarrow w^2=\frac{k}{l}  

15

GHS Teredam

  • secara umum gerak osilasi sebenarnya teredam, energi mekanik terdispasi (berkurang) karena adanya gaya gesek maka jika dibiarkan maka osilasi akan berhenti, artinya GHS-nya teredam.

  • gaya gesekan biasanya dinyatakan sebagai F=-bv arah berlawanan dan b adalah konstanta menyatakan besarnya redaman.

16

Persamaaan GHS Teredam



  •  m d2dt2+ b ddt+k=0m\ \frac{d^2\propto}{dt^2}+\ b\ \frac{d\propto}{dt}+k\propto=0  

17

Multiple Choice

sebuah partikel  bergetar harmonik sederhana dengan periode 6,28 sekon dan amplitudo 10 cm. kelajuan partikel pada saat berada sejauh 6 cm dari titik setimbangnya adalah .....

1

a. 7 cm/s

2

b. 8 cm/s

3

c. 9 cm/s

18

Multiple Choice

sebuah pegas yang panjangnya 20cm digantungkan secara vertikal. kemudian, ujung bawahnya diberi beban 200 gram sehingga panjang pegas bertambah 10 cm. beban ditarik 5 cm kebawah, kemudian dilepas sehingga beban bergetar harmonik. frekuensi getaran pegs tersebut adalah....

1

a. 0,5 Hz

2

b. 1,6 Hz

3

c. 5,0 Hz

4

d. 18 Hz

19

Multiple Choice

pada sebuah getaran harmonik pegas, jika massa beban yang digantung pada ujung bawah poegas 300 g, frekuensi getaran 2 Hz, besar massa benda yang harus ditambahkan agar frekuensi getaran pegas menjadi 1,5 Hz adalah....

1

a. 150 gram

2

b. 233 gram

3

c. 348 gram

4

d. 418 gram

20

Multiple Choice

pada benda yang mengalami getaran harmonik maka saat simpangannya maksimum, benda akan memiliki.......

1

a. kecepatan dan percepatan maksimum

2

b. kecepatan dan percepatan minimum

3

c. kecepatan nol dan percepatan maksimum

4

d.kecepatan maksimum dan percepatan nol

21

Open Ended

jelaskan secara spesifik bagaimana benda bisa dikatakan sebagai benda yang bergerak secara harmonik sederhana...

22

SEKIAN DAN TERIMAKASIH

Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

pattern-tertiary

Gerak Harmonik Sederhana

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 22

SLIDE