Search Header Logo
Sejarah Indonesia X_Berpikir Diakronik & Sinkronik _ Pert-1

Sejarah Indonesia X_Berpikir Diakronik & Sinkronik _ Pert-1

Assessment

Presentation

History

10th Grade

Practice Problem

Medium

Created by

I Putra

Used 14+ times

FREE Resource

6 Slides • 5 Questions

1

Sejarah Indonesia X_Berpikir Diakronik & Sinkronik _ Pert-1

Kegiatan pembelajaran 1

Slide image

2

SELAMAT PAGI

Sebelum kita memulai pembelajaran, mari kita berdoa terlebih dahulu.

"Om Purwe Jato Brahmano Brahmacari

Dharmam Wasanas Tapasodatistat

Tasmajjatam Brahmanam Brahma

Iyestham Dewasca Sarwe Amrttna Sakama"

ARTINYA

"Ya Tuhan, murid-Mu hadir di hadapan-Mu, Oh Brahman yang berselimutkan kesaktian dan berdiri sebagai pertama. Tuhan, anugerahkanlah pengetahuan dan pikiran yang terang. Brahman Yang Agung, setiap mahkluk hanya dapat bersinar berkat cahaya-Mu yang senantiasa memancar"

3

TUJUAN PEMBELAJARAN

  • Menyebutkan ciri-ciri berpikir diakronis dalam sejarah

  • Menyebutkan ciri-ciri berpikir sinkronis dalam sejarah

  • Memahami konsep ruang dan waktu dalam sejarah

4

Ciri-ciri berpikir diakronik dalam sejarah

  • Dalam mempelajari kehidupan sosial secara memanjang berdimensi waktu

  • Memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak dan memiliki hubungan kausalitas atau sebab akibat

  • Mengurangi proses transformasi yang terus berlansung dari waktu ke waktu kehidupan masyarakt secara berkesinambungan

  • Mengurangi kehidupan masyarakt secara dinamis

  • digunakan dalam ilmu sejarah

5

Ciri-ciri berpikir sejarah secara sinkronis yaitu :

  • Mengamati kehidupan sosialnya secara meluas berdimensi ruang

  • Memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistem yang terstruktur

  • Dalam menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif dengan menjelaskan bagian demi bagian

  • Menjelaskan strutur dan fungsi dari masing-masing unit dalam kondisi statis

  • Digunakan oleh ilmu-ilmu sosial seperti geograf, sosilogi, politik, ekonomi, antropologi, dan arkeologi

6

Multiple Choice

Cara berpikir sejarah dimana peristiwa diungkapkan memanjang dalam waktu, terbatas dalam ruang disebut....

1

Ruang

2

Waktu

3

Kronologis

4

Sinkronik

5

Diakronik

7

Multiple Choice

Cara berpikir sejarah dimana peristiwa diungkapkan meluas dalam ruang, terbatas dalam waktu disebut....

1

Ruang

2

Waktu

3

Kronologis

4

Sinkronik

5

Diakronik

8

Multiple Choice

Untuk dapat memahami persitiwa sejarah yang telah lampau maka digunakan berbagai pendekatan dan cara, salah satunya seperti yang dilakukan oleh seorang guru sejarah berikut ini :


Bu Veni akan membahas materi tentang sejarah tanam paksa dengan meminta peserta didik untuk membuat urut urutan waktu berlangsungnya sistem Tanam Paksa secara kronologis sejak dimulainya sampai berakhirnya program tanam paksa ( rentang waktu dari tahun 1830 – 1870 ) .


Hal yang dilakukan oleh bu Veni dalam mengungkapkan sejarah Tanam Paksa

diatas menggunakan pendekatan ….

1

diakronis

2

sinkronis

3

causalitas

4

pengulangan

5

keberlanjutan

9

Multiple Choice

Perhatikan petikan peristiwa Sejarah Lokal Bekasi berikut ini :


Peranan K.H. Noer Ali muncul ketika terjadi Agresi Militer Juli 1947. Beliau menghadap Jenderal Oerip Soemohardjo di Yogyakarta, dan diperintahkan untuk bergerilya di Jawa Barat terutama antara wilayah Karawang dan Bekasi dengan tidak menggunakan nama TNI. Di lapangan politik, peran K.H Noer Ali sangat menonjol. Saat negara Republik Indonesia Serikat kembali ke negara kesatuan, beliau menjadi Ketua Panitia Amanat Rakyat Bekasi untuk bergabung ke dalam NKRI, menjadi Ketua Lasykar Rakyat Bekasi, menjadi Komandan Batalyon III Hisbullah Bekasi. Dengan sepak terjangnya yang sulit ditangkap musush K.H. Noer Ali digelari “Singa Karawang-Bekasi”, ada juga yang menyebutnya sebagai “Belut Putih” . Atas jasanya dalam perjuangan selama masa kemerdekaan , pada tahun 2006 K.H. Noer Ali berhasil mendapat predikat sebagai pahlawan nasional


Pendekatan konsep ruang yang berhubungan dengan sejarah lokal Kota Bekasi tampak pada pernyataan dibawah ini , yaitu …. .

1

ketika terjadi Agresi Militer bulan Juli 1947 , K.H. Noer Ali memimpin perang gerilya di Jawa Barat terutama antara wilayah Karawang dan Bekasi

2

K.H. Nur Ali pernah menjadi Ketua Panitia Amanat Rakyat Bekasi untuk bergabung ke dalam NKRI.

3

selama masa perang kemerdekaan beliau menjadi Ketua Lasykar Rakyat Bekasi, selanjutnya menjadi Komandan Batalyon III Hisbullah Bekasi.

4

K.H. Noer Ali digelari “Singa Karawang-Bekasi”, ada juga yang menyebutnya

sebagai “Belut Putih” karena sulit ditangkap musuh.

5

atas jasanya dalam perjuangan selama masa kemerdekaan , pada tahun 2006

K.H. Noer Ali berhasil mendapat predikat sebagai pahlawan nasional

10

Multiple Choice

Konsep waktu dalam sejarah mencakup 4 hal, yaitu...

1

Perkembangan, Kesinambungan, Pengulangan, dan Perubahan

2

Masa Lalu, Perkembangan, Masa Kini, dan Masa Depan

3

Lampau, Terbatas, Kisaran Tahun, dan Peradaban

4

Primitif, Nomaden, Semi Nomaden, dan Tinggal Menetap

5

Anak anak, Remaja, Dewasa, Tua

11

KESIMPULAN

  • Peristiwa sejarah tidak akan lepas dalam konsep ruang dan waktu. Ruang merupakan tempat suatu peristiwa itu terjadi sedangkan waktu adalah saat terjadinya peristiwa sejarah. Dalam konsep berpikir sejarah baik secara diakronik maupun sinkronik akan menguraikan ruang dan waktu saat suatu peristiwa sejarah itu tejadi sehingga akan membantu proses interpretasi yang tepat dalam merekonstruksi pembuktian sejarah. Konsep berpikir diakronik menekankan sifatnya yang kronologis, sedangkan konsep berpikir sinkronik cenderung menguraikan masalah-masalah atau pembahasan pada satu peritiwa. Diakronik cenderung memanjang, sedangkan sinkronik cenderung meluas.

  • Cara berpikir sejarah itu bersifat Diakronis yakni memanjang dalam waktu, dan mengutamakan proses terjadinya suatu peristiwa. Sedangkan, berpikir ilmu sosial itu bersifat Sinkronik, memanjang dalam ruang serta mengutamakan struktur dalam suatu peristiwa. Perbedaan keduanya terletak pada cara memahami dan mempelajari hal – hal yang ada di peristiwa atau kejadian tertentu.

  • Sejarah merupakan pengetahuan yang akan bermakna penting dalam membentuk sikap nasionalis dan patriotis apabila dengan interpretasi yang kritis kita menggunakan konsep berpikir sejarah secara diakronik dan sinkronik.


Sejarah Indonesia X_Berpikir Diakronik & Sinkronik _ Pert-1

Kegiatan pembelajaran 1

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 11

SLIDE