Search Header Logo
SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA 1

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA 1

Assessment

Presentation

Other

9th Grade

Medium

Created by

Mira Purba

Used 1+ times

FREE Resource

11 Slides • 9 Questions

1

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA 1

Mira Novita Purba, S.Pd

Slide image

2

Materi

  • PEMBELAHAN SEL

  • ORGAN REPRODUKSI PADA LAKI-LAKI

3

Tujuan Pembelajaran

  • Siswa dapat menjelaskan tentang pembelahan sel

  • Siswa dapat menjelaskan organ reproduksi pada laki-laki beserta fungsinya

4

Pembelahan Sel

Pembelahan sel sangat penting bagi kelangsungan hidup semua makhluk hidup. Ada 3 alasan mengapa sel mengalami pembelahan, yaitu untuk pertumbuhan, perbaikan, dan reproduksi.

Berikut ini akan dijelaskan masing-masing alasan pentingnya sel mengalami pembelahan. Alasan pertama sel mengalami pembelahan adalah untuk pertumbuhan.

Mahluk hidup dapat tumbuh karena sel-selnya bertambah banyak. Semakin banyak sel dalam suatu makhluk hidup maka semakin besar ukuran mahkluk hidup itu.

Alasan selanjutnya adalah untuk perbaikan. Perbaikan jaringan yang rusak pada tubuh tersebut adalah hasil dari proses pembelahan sel.

Alasan terakhir sel mengalami pembelahan adalah untuk reproduksi. Reproduksi atau perkembangbiakan adalah ciri lain dari makhluk hidup.


5

1. Pembelahan Mitosi

Pembelahan mitosis merupakan tipe pembelahan sel yang menghasilkan dua sel anakan yang memiliki karakter identik dengan sel induk.

Artinya, kedua sel anakan yang terbentuk mempunyai susunan genetika yang sama dengan induk, termasuk jumlah kromosomnya.

Apabila sel induk memiliki kromosom diploid (2n), maka jumlah kromosom yang dimiliki oleh sel anakan juga diploid (2n).

Misalnya, sel induk memiliki jumlah kromosom 23 pasang atau 46 buah, maka sel anakan juga memiliki jumlah kromosom 23 pasang atau 46 buah. Sel diploid adalah sel-sel yang kromosomnya berpasangan.

Proses pembelahan mitosis terjadi pada semua sel tubuh makhluk hidup, kecuali pada jaringan yang menghasilkan gamet (sel kelamin).

Pembelahan sel secara mitosis merupakan proses pembelahan yang berkesinambungan, yang terdiri dari empat fase pembelahan, yaitu profase, metafase, anafase, dan telofase.

6

Proses pembelahan mitosis

a. Profase

Pada fase ini, terjadi proses dimana membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen).

Gelendong pembelahan mulai terbentuk dan benang-benang kromatin memadat menjadi kromosom. Kromosom tersebut mulai bergerak ke tengah atau ekuator dari sel.

b. Metafase 

Benang-benang gelendong pada fase ini mulai terlihat jelas. Kromosom berjejer pada bidang ekuator.

Beberapa benang gelendong mencapai kutub tanpa melekat pada sentromer. Sentromer membelah dan msing-masing kromatid menjadi kromosom tunggal.

c. Anafase

Pada tahap ini, kromosom yang awalnya berikatan tiba-tiba mulai memisah dan menjadi dua bagian yang sama dengan menuju ke arah kutub yang berlawanan. Akhir dari tahap ini adalah tiap ujung sel memiliki jumlah kromosom yang sama dan lengkap.

d. Telofase

Pada tahap ini posisi kromosom sudah berada pada kutub masing-masing, sehingga nukleous (anak inti) mulai terlihat lagi.

Kromatid mulai lenyap, sitoplasma mulai menebal dan membran sel mulai memisahkan kedua anak sel tersebut.

Tahap akhir dari mitosis adalah satu nukelous menghasilkan dua nukleus dan memiliki kesamaan yang identik.


Slide image

7

2. Pembelahan Meiosis

Pembelahan meiosis adalah pembelahan sel yang menghasilkan empat sel anakan, dimana masing-masing sel anakan tersebut hanya memiliki separuh dari junlah kromosom sel induk.

Jumlah kromosom yang dimiliki sel anakan adalah atau haploid, sehingga pembelahan meiosis disebut juga sebagi pembelahan reduksi.

Fase-fase pembelahan pada pembelahan meiosis hampir sama dengan pemelahan mitosis, hanya saja pada pembelahan meiosis terdapat tingkatan fase. Fase pada pembelahan meiosis terdiri dari meiosis I dan meiosis II.

8

Proses Pembelahan Meiosis

MEIOSIS 1

a. Profase I

Pada fase ini terjadi kerusakan pada membran inti menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan.

Benang-benang kromatin mulai memadat dan kemudian menjadi kromosom. Kromosom homolog selanjutnya berpasangan. Terjadi peristiwa pindah silang (crossing over) pada kromosommengakibatkan sel gamet yang terbentuk sama sekali tidak identik dengan susunan kromosom sel induknya.

b. Metafase I

Kromosom berjejer pada bidang ekuator, pada bidang tersebut benang-benang spindle melekatkan diri pada tiap sentromer kromosom.

Ujung benang spindle yang lainnya membentang melekat di kedua kutub pembelahan yang berlawanan.

c. Anafase I

Pada fase ini kromosom homolog mulai ditarik oleh benang spindle menuju ke arah yang berlawanan.

d. Telofase I

Tiap kromosom telah mencapai kutub pembelahan. Membran inti terbentuk kembali dan terbentuk dua sel anakan yang bersifat haploid (n).

MEIOSIS II 

a. Profase II

Pada fase ini membran inti mulai rusak menjadi bagian-bagian kecil (fragmen) dan terbentuk gelendong pembelahan kemudian kromatid mulai menuju ke bidang pembelahan.

b. Metafase II

Kromosom berjejer pada bidang pembelahan

c. Anafase II

Kromatid terpisah dan menuju ke kutub-kutub yang berlawanan

d. Telofase II

Nukleus terbentuk kembali. Terbentuk empat sel anakan yang bersifat haploid (n).


Slide image

9

Organ Reproduksi Pada Laki-laki

1. Penis berfungsi sebagai saluran kencing atau urine sekaligus tempat keluarnya sperma.

2. Skrotum berperan untuk menjaga suhu testis agar sesuai untuk memproduksi sperma. Pada skrotum terdapat dua buah testis.

3. Testis adalah alat kelamin bagian dalam. Fungsinya adalah untuk memproduksi sperma dan hormon testosteron.

4. Epididimis merupakan saluran yang keluar dari testis. Fungsinya adalah sebagai tempat penyimpanan sperma sementara.

5. Saluran uretra adalah saluran yang terdapat dalam penis dan merupakan akhir dari saluran reproduksi. Perannya adalah sebagai saluran keluarnya sperma dan urine.

6. Vesikula seminalis merupakan kelenjar yang menghasilkan zat yang berisi basa (alkali), fruktosa (gula monosakarida), hormon prostaglandin, dan protein pembekuan.

7. Kelenjar prostat terletak di bawah kandung kemih. Fungsinya adalah menghasilkan cairan yang bersifat asam.

8. Kelenjar Cowper menghasilkan lendir dan cairan bersifat basa. Fungsinya adalah untuk melindungi sperma dengan cara menetralkan urine yang memiliki pH asam yang tersisa dalam uretra. Cairan tersebut juga melapisi uretra untuk mengurangi kerusakan pada sperma selama ejakulasi.

Slide image

10

Spermatogenesis

Saat sistem reproduksi pada laki-laki telah matang, akan ditandai dengan keluarnya air mani dari penis.


Biasanya air mani ini keluar pada saat seorang laki-laki mengalami mimpi basah. Umumnya mimpi basah terjadi saat anak laki-laki berumur 10 – 14 tahun.


Air mani sendiri merupakan campuran antara sel sperma dengan getah-getah yang dikeluarkan oleh kelenjar reproduksi.


Spermatogenesis adalah proses pembentukan sperma pada laki-laki. Sel sperma dibentuk di dalam tubulus seminiferous.

11

Proses Pembentukan Sperma

Proses pembentukan sperma pada tubulus seminiferous terjadi secara bertahap. Diawali dari sel induk sperma (spermatogonium) yang bersifat diploid (2n). Selanjutnya, sel spermatogonium mengalami pembelahan secara mitosis maupun meiosis dan mengalami perkembangan sehingga terbentuk sel sperma (spermatozoa) yang memiliki ekor. Sel sperma yang terbentuk tersebut bersifat haploid (n).

Slide image

12

Multiple Choice

Uretra yang terdapat di dalam penis berfungsi untuk ….

1

penghasil sperma dan hormon

2

penghasil sperma dan urine

3

saluran sperma dan urine

4

saluran sperma dari testis ke kantong sperma

13

Multiple Choice

Organ reproduksi pria yang berfungsi dalam mematangkan sperma adalah ….

1

Epididimis

2

Testis

3

Vas deferens

4

Skrotum

14

Multiple Choice

Question image

Perhatikan organ reproduksi berikut!

Bagian yang ditunjuk oleh nomor 6 berfungsi ....

1

merangsang perkembangan kelamin sekunder

2

menghasilkan senyawa yang bersifat basa dan bahan makanan bagi sperma

3

menghasilkan hormon testosteron dan sperma

4

menyalurkan sperma dari testis ke penis

15

Multiple Choice

Remaja laki-laki yang telah mengalami pubertas akan mengalami perubahan suara dan bentuk tubuh. Perubahan ini dipengaruhi oleh hormon ….

A. testoteron

B. progesteron

C. adrenalin

D. tiroksin

1

testosteron

2

progesteron

3

adrenalin

4

tiroksin

16

Multiple Choice

Berikut ini merupakan ciri dari pembelahan secara mitosis adalah ... .

1

jumlah kromosom anak = jumlah kromosom induk

2

sel induk menghasilkan 2 sel anak

3

terdapat empat fase pembelahan pada setiap tahap pembelahan

4

terjadi pada sel tubuh

17

Multiple Choice

Question image

Hasil pembelahan mitosis yang memiliki krpmosom diploid ditunjukan oleh nomor ...

1

1

2

2

3

3

4

4

18

Multiple Choice

Tahapan pembelahan sel dimana membran inti mulai rusak adalah fase ... .

1

profase

2

metafase

3

anafase

4

telofase

19

Multiple Choice

Question image

Bagian yang ditunjukan oleh nomor 4 memberi nama dan fungsi ... .

1

testis : menghasilkan sperma dan hormon testosteron

2

epididimis : penampungan sementara dan mematangkan sperma

3

vesikula seminalis : menghasilkan zat nutrisi bagi sperma

4

kelenjar cowper : menghasilkan cairan bersifat basa

20

Open Ended

Tuliskan kesimpulanmu dari materi yang kita pelajari!

SISTEM REPRODUKSI PADA MANUSIA 1

Mira Novita Purba, S.Pd

Slide image

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

SLIDE