Search Header Logo
BAB 5 - MASA KEJAYAAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN

BAB 5 - MASA KEJAYAAN KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN

Assessment

Presentation

Special Education, Religious Studies

KG

Medium

Created by

Sᴜʜᴀʀɪ ᴍᴜʜᴀʀʀᴀᴍ

Used 7+ times

FREE Resource

10 Slides • 7 Questions

1

BAB 5

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA KEJAYAAN KHULAFAUR RASYIDIN

by Sᴜʜᴀʀɪ ᴍᴜʜᴀʀʀᴀᴍ

2

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA KEJAYAAN UTSMAN BIN AFFAN

menjadi khalifah 644-655 M

Khalifah yang memiliki kedermawanan Nama lengkap Beliau adalah ‘Utsman bin Affan bin Abi Ash bin Umayah bin Abdi Syams bin Abdi Manaf al Umawy al Qurasy.

​Dan juga ia digelari dengan sebutan “Dzunnuraini”, dikarenakan beliau menikahi dua puteri Rasulullah shallallahu ‘alaihi wassalam yaitu Ruqayah dan Ummu Kaltsum.

3

​Kemajuan yang telah dicapai pada masa pemerintahan Utsman bin Affan antara lain:

a. pembukuan Al-Qur'an;

b. penyatuan qiraat Quraisy;

c. ekspansi wilayah Islam;

d. perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

4

a. pembukuan Al-Qur'an;

kebutuhan umat Islam yang telah menyebar di berbagai penjuru negeri terhadap kajian Al-Qur’an mengharuskan kerja-kerja kodifikasi Al-Qur’an di era Utsman bin Affan RA. Sedangkan setiap penduduk mengambil qiraah dari sahabat rasul yang cukup terkenal di daerah tersebut dan sering kali telah mengalami kekeliruan karena faktor geografis.

Kondisi darurat mendorong Khalifah Utsman bin Affan RA untuk mengatasi situasi sosial yang semakin memburuk. Dengan Mushaf Utsmani, khalifah Utsman RA mengatasi konflik sosial, menyudahi pertikaian, dan melakukan perlindungan terhadap orisinalitas dan otentisitas Al-Qur’an dari penambahan dan penyimpangan seiring dengan peralihan zaman dan pergantian waktu.

5

b. penyatuan qiraat Quraisy;

Wilayah negara Islam yang kian meluas, membuat banyak orang-orang non Arab masuk agama Islam dan berniat untuk mendalami ajaran Islam, termasuk Alquran, dari sahabat-sahabat yang berada di wilayah tersebut. Orang Kufah membaca qira’at Ibnu Mas’ud (w. 652 M), orang Bashrah membaca qira’at Abu Musa al-Asy’ari (w. 52 H) dan seterusnya. Akhirnya, muncul perbedaan bacaan di kalangan murid-murid sahabat, diperparah dengan egoisme membanggakan masing-masing bacaannya, bahkan ada yang saling meng-kafirkan hanya karena beda qira’at.

6

​b. lanjutan

Pada akhirnya, sahabat Usman membentuk tim kodifikasi Alquran yang beranggotakan, antara lain: Zaid bin Tsabit, ‘Abdullah bin al-Zubair, Sa’id bin al-‘Ash dan Abdurrahman bin Haris bin Hisyam.

​lalu memerintahkan mereka agar menyalin dan memperbanyak mushaf, Khalifah Utsman sendirilah yang mengawasi proses kodifikasi Alquran ini. Utsman berkata pada tim panitia, “Jika kalian berbeda pendapat dengan Zaid bin Tsabit dalam hal apapun pada Alquran, maka tulislah dengan lisan Quraisy. Kerena Alquran diturunkan dengan lisan Quraisy.”

7

 c. ekspansi wilayah Islam;

Khalifah Utsman bersifat lebih otonom karena ia mendelegasikan begitu banyak wewenang militer kepada orang-orang yang dipercayanya seperti Abdullah bin Aamir, Muawiyah dan Abdullāh bin Sa’ad bin Abi as-Sarâḥ, tidak seperti pada masa khalifah Umar memimpin, di mana pasukan militer yang melakukan ekspansi pada umumnya terpusat pada kebijakan Umar radhiyallahu anhu.

Terbukti bahwa ekspansi yang lebih independen ini berhasil memperluas dan menyeluruh sampai di Afrika Utara, Spanyol, Azerbaijan, Armenia juga beberapa daerah di Asia Tengah, semisal Sindh dan Pakistan serta beberapa daerah yang tidak tersentuh selama masa pemerintahan Umar.

8

d. perluasan Masjid Nabawi dan Masjidil Haram.

Pada masa khalifah Ustman bin Affan ra, yakni pada tahun 29 H, daya tampung masjid kembali tidak mencukupi. Para sahabat mengadukan hal tersebut pada sang khalifah. Setelah diadakan musyarawah, masjid sepakat untuk diperluas. Dari sisi selatan (kiblat masjid) ditambah 10 hasta, sisi barat 10 hasta, dan sisi utara 20 hasta. Sisi utara tetap tidak dilakukan penambahan area, dibiarkan sama seperti pada masa khalifah Umar, karena keberadaan makam para istri Nabi. 

9

Open Ended

sebelum kesimpulan apakah ada pertanyaan ? silahkan ditanyakan jangan sampai malu bertanya tersesat di hutan :)

10

​KESIMPULAN

Khulafa ar-Rasyidin yang ketiga Utsman bin Affan memiliki ciri khusus mulai dari kepribadian yang dikenal orang sebagai seorang yang pemalu tapi bukan berarti lemah namun tetap semangat terbukti dengan beberapa prestasi yang dikhususkan dari khalifah sebelumnya maupun sesudahnya, antara lain telihat dari keberanian dalam menjadikan standarisasi bacaan Al Qur`an. Dan tetap melanjutkan perluasan daerah keberbagai tempat yang sebelumnya dikuasai oleh kekuasaan besar yaitu Romawi dan Persia.

11

Multiple Choice

Utsman bin Affan adalah khalifah ke ....

1

satu

2

dua

3

tiga

4

empat

12

Multiple Choice

Di bawah ini Khalifah yang mendapat gelar as-Siddiq adalah ...

1

Utsman bin Affan

2

Abdullah bin Abi Quhafah

3

Ali bin Abi Thalib

4

Umar bin Khattab

13

Multiple Choice

Di bawah ini Khalifah yang mendapat gelar Dzunnuraini adalah ...

1

Utsman bin Affan

2

Abu Bakar Ash Shiddiq

3

Umar bin Khattab

4

Ali bin Abi Thalib

14

Multiple Choice

ekspansi wilayah Islam yang berhasil ditaklukan khalifah Utsnman bin Affan antara lain ..

1

Afrika Utara, Spanyol, Azerbaijan, Armenia dan Asia Tengah

2

Arab Saudi, Palestina, Israel dan Pakistan

3

Pakistan, Spanyol dan Turki

4

Konstantinopel, Azerbaijan dan Asia Tengah

15

Multiple Choice

Utsman bin Affan digelari dengan "Dzunnuraini" karena menikahi dua putri nabi Muhammad Shallahu 'Alaihi Wasallam yaitu ..

1

Ruqayyah dan Ummu Kaltsum

2

Fatimah dan Ruqayyah

3

Ummu Kaltsum dan Aisyah

4

Zainab dan Ummu Kaltsum

16

Open Ended

silahkan Absensi!

Nama Lengkap

17

media

BAB 5

PERKEMBANGAN ISLAM PADA MASA KEJAYAAN KHULAFAUR RASYIDIN

by Sᴜʜᴀʀɪ ᴍᴜʜᴀʀʀᴀᴍ

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 17

SLIDE