
Rotasi dan Revolusi Bumi
Presentation
•
Fun
•
1st Grade - University
•
Hard
Pipa 20k
Used 4+ times
FREE Resource
22 Slides • 0 Questions
1
by Syafa Salsabila
NIM. 2097204018
2
Rotasi Bumi adalah perputaran Bumi pada porosnya. Sedangkan kala rotasi Bumi adalah waktu yang diperlukan Bumi untuk sekali berputar pada porosnya, yaitu 23 jam 56 menit.
Bumi berotasi dari barat ke timur berlawanan dengan arah jarum jam
3
Gerak Semu Harian Matahari
Perbedaan Zona Waktu
Pembelokan Arah Angin
Pembelokan Arah Arus Air Laut
4
Matahari seolah-olah bergerak mengelilingi Bumi dengan terbit dan terbenam, peristiwa ini biasa disebut gerak semu harian matahari.
5
Penduduk dunia menggunakan sistem penanggalan berdasarkan perhitungan waktu rotasi bumi, yakni dimulai dari matahari terbit hingga terbit kembali di esok harinya. Terdapat perbedaan waktu matahari terbit di setiap tempat, maka zona waktu di setiap wilayah dibagi menjadi beberapa zona waktu berdasarkan garis bujurnya
6
Bumi berbentuk bulat dan berotasi, maka kecepatan linier bumi di bagian khatulistiwa akan relatif lebih cepat dibandingkan dengan bagian kutub bumi. Hal tersebut dapat menimbulkan pembelokan arah angin.
7
Akibat efek Coriolis, pembelokan arah angin diikuti juga oleh pembelokan arah arus di lautan.
8
Revolusi Bumi adalah perputaran (peredaran) Bumi mengelilingi Matahari. Kala revolusi Bumi adalah waktu yang diperlukan oleh Bumi untuk sekali berputar mengelilingi Matahari, yaitu 365,25 hari atau 1 tahun. Bumi berevolusi dengan arah yang berlawanan dengan arah perputaran jarum jam. . Kemiringan bumi antara kutub utara/selatan (sumbu rotasi) dengan kutub ekliptika sejauh 23,5°. Lintassan planet bumi berbentuk elpis.
9
Gerak Semu Tahunan Matahari
Perbedaan lamanya siang dan lamanya malam
Pergantian Musim
10
Gerhana terjadi ketika posisi Bulan dan Bumi menghalangi sinar Matahari, sehingga Bumi atau Bulan tidak mendapatkan sinar Matahari.Gerhana juga merupakan akibat dari pergerakan Bulan. Ada dua jenis gerhana, yaitu gerhana Matahari dan gerhana Bulan.
11
Gerhana Matahari terjadi ketika bayangan Bulan bergerak menutupi permukaan Bumi. Dimana posisi Bulan berada di antara Matahari dan Bumi, dan ketiganya terletak dalam satu garis.
12
Gerhana Matahari total (total solar eclipse), terjadi pada daerah-daerah yang berada di bayangan inti (umbra), sehingga cahaya Matahari tidak tampak sama sekali. Gerhana Matahari total terjadi hanya sekitar 6 menit.
Gerhana Matahari cincin (annular solar eclipse), terjadi pada daerah yang terkena lanjutan, sehingga Matahari kelihatan seperti cincin.
Gerhana Matahari sebagian (partial solar eclipse), terjadi pada daerah yang terletak diantara umbra dan penumbra (bayangan kabur), sehingga Matahari kelihatan sebagian.
13
Gerhana bulan terjadi karena bumi menghalangi cahaya matahari yang menyinari bulan. Dimana posisi bumi berada di antara matahari dan juga bulan. Gerhana Bulan hanya dapat terjadi pada saat Bulan purnama
14
Pada waktu seluruh bagian Bulan masuk dalam daerah umbra Bumi, maka terjadi gerhana bulan total. Proses Bulan berada dalam penumbra dapat mencapai 6 jam, dan dalam umbra hanya sekitar 40 menit.
Pada gerhana bulan sebagian, Bumi tidak seluruhnya menghalangi bulan dari sinar matahari. Sedangkan sebagian permukaan bulan yang lain berada di daerah penumbra. Sehingga masih ada sebagian sinar Matahari yang sampai ke permukaan bulan.
Pada gerhana bulan penumbra, seluruh bagian bulan berada di bagian penumbra. Sehingga bulan masih dapat terlihat dengan warna yang suram.
15
Bulan adalah benda langit yang terdekat dengan Bumi sekaligus merupakan satelit Bumi. Karena Bulan merupakan satelit, maka Bulan tidak dapat memancarkan cahaya sendiri melainkan memancarkan cahaya Matahari. Sebagaimana dengan Bumi yang berputar dan mengelilingi Matahari, Bulan juga berputar dan mengelilingi Bumi. Bulan melakukan tiga gerakan sekaligus, yaitu rotasi, revolusi, dan bergerak bersama-sama dengan Bumi untuk mengelilingi Matahari.
Fase-fase Bulan merupakan perubahan kenampakan Bulan yang terlihat di Bumi. Hal ini dikarenakan posisi relatif antara Bulan, Bumi, dan Matahari.
16
17
1) Bulan baru terjadi ketika posisi Bulan berada di antara Bumi dan Matahari. Gerhana matahari tidak selalu terjadi pada posisi ini karena kemiringan bidang orbit bulan terhadap bidang ekliptika sebesar 5°.
2) Bulan sabit terjadi ketika bagian Bulan yang terkena sinar Matahari sekitar seperempat, sehingga permukaan Bulan yang terlihat di Bumi hanya seperempatnya.
3) Bulan separuh terjadi ketika bagian Bulan yang terkena sinar Matahari sekitar separuhnya, sehingga yang terlihat dari Bumi juga separuhnya (kuartir pertama dan ketiga).
18
4) Bulan cembung terjadi ketika bagian Bulan yang terkena sinar Matahari tiga perempatnya, yang terlihat dari Bumi hanya tiga perempat bagian Bulan. Akibatnya, kita dapat melihat Bulan cembung.
5) Bulan purnama terjadi ketika semua bagian Bulan terkena sinar Matahari, begitu juga yang terlihat dari Bumi. Akibatnya, kita dapat melihat Bulan purnama (kuartir kedua).
19
Pasang adalah peristiwa naiknya permukaan air laut, sedangkan surut adalah peristiwa turunnya permukaan air laut. Pasang surut air laut terjadi akibat pengaruh gravitasi Matahari dan gravitasi Bulan. Akibat Bumi berotasi pada sumbunya, maka daerah yang mengalami pasang surut bergantian sebanyak dua kali. Ada dua jenis pasang air laut, yaitu pasang purnama dan pasang perbani.
20
Pasang Purnama dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan terjadi ketika Bulan purnama. Pasang ini menjadi maksimum ketika terjadi gerhana Matahari. Hal ini karena dipengaruhi oleh gravitasi Bulan yang menyebabkan pasang bulan dan gravitasi Matahari yang menyebabkan pasang Matahari mempunyai arah yang sama atau searah. Pasang Purnama ini terjadi pada saat bulan mengalami fase bulan baru atau pada saat fase bulan purnama (titik A atau B). Pada saat pasang di titik A atau titik B terjadi, di titik C dan D mengalami surut pada titik terendah.
21
Pasang Perbani, yaitu ketika permukaan air laut turun serendah-rendahnya. Pasang ini terjadi pada saat Bulan kuartir pertama dan kuartir ketiga. Pasang perbani dipengaruhi oleh gravitasi Bulan dan Matahari yang saling tegak lurus (titik C atau titik D).
22
Waktu yang dibutuhkan bulan untuk satu kali berevolusi sekitar 27,3 hari yang disebut kala revolusi sideris (satu bulan sideris).
Bulan untuk melakukan satu putaran penuh menjadi lebih panjang dari kala revolusi sideris, yaitu sekitar 29,5 hari yang disebut kala revolusi sinodis (satu bulan sinodis).
Kala revolusi sinodis dapat ditentukan melalui pengamatan dari saat terjadinya Bulan baru sampai Bulan baru berikutnya. Satu bulan sinodis digunakan sebagai dasar penanggalan Komariyah (penanggalan Islam).
by Syafa Salsabila
NIM. 2097204018
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 22
SLIDE
Similar Resources on Wayground
15 questions
gaya benda 3
Presentation
•
KG - University
20 questions
Interaksi Sosial
Presentation
•
KG - University
20 questions
Ramadan
Presentation
•
KG
14 questions
Untitled lesson
Presentation
•
KG
14 questions
peradaban mesopotamia
Presentation
•
KG
14 questions
Presentasi Materi Sampah
Presentation
•
KG - University
17 questions
Iman kepada Malaikat
Presentation
•
KG - University
18 questions
REVISION SAINS TING 2
Presentation
•
KG - University
Popular Resources on Wayground
10 questions
Safety Day 2026 – Student Review
Quiz
•
9th Grade
21 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Parts of Speech
Quiz
•
5th Grade
16 questions
Subject & Predicate
Quiz
•
5th Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
Map Skills
Quiz
•
3rd Grade
22 questions
Continents and Oceans
Quiz
•
5th Grade
15 questions
Rounding Decimals
Quiz
•
5th Grade
Discover more resources for Fun
28 questions
SMS Staff by the Numbers
Quiz
•
6th - 8th Grade
26 questions
SLIME!!!!!
Quiz
•
KG - 12th Grade
9 questions
Halloween Candy Quiz
Quiz
•
3rd Grade
13 questions
Halloween Trivia
Quiz
•
9th Grade
10 questions
Disney Characters
Quiz
•
2nd Grade
10 questions
Disney
Quiz
•
7th Grade
20 questions
FAST FOOD Fun!!!
Quiz
•
6th - 8th Grade
18 questions
candy
Quiz
•
8th Grade