Search Header Logo
PPn (Pajak Pertambahan Nilai)

PPn (Pajak Pertambahan Nilai)

Assessment

Presentation

•

Social Studies

•

11th Grade

•

Hard

Created by

Hendra Kusuma Dewi

Used 1+ times

FREE Resource

6 Slides • 0 Questions

1

PPn (Pajak Pertambahan Nilai)

By Hendra Kusuma Dewi

2

Undang-undang yang mengatur PPN​

​

1.Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1983

2.Undang-undang Nomor18 tahun2000

3.Undang-undang  Nomor 42 tahun 2009

3

​1. Pengertian PPN

​PPN adalah pajak yang dikenakan atas konsumsi dalam negeri oleh Wajib Pajak Orang Pribadi, Badan, dan Pemerintah.Pajak Pertambahan Nilai bersifat objektif, tidak kumulatif, dan merupakan pajak tidak langsung.

4

​Mekanisme PPN di Indonesia

​Mekanisme PPN di Indonesia

Secara teknis, mekanisme yang berlaku terhadap PPN di Indonesia adalah sebagai berikut:

PKP yang melakukan penyerahan BKP/JKP wajib memungut PPN dari pembeli/penerima BKP/JKP yang bersangkutan sebesar 10% dari Harga Jual atau penggantian, dan membuat Faktur Pajak sebagai bukti pemungutannya.

PPN yang tercantum dalam Faktur Pajak tersebut merupakan Pajak Keluaran bagi PKP Penjual BKP/JKP, yang sifatnya sebagai pajak yang harus dibayar (utang pajak).

Pada waktu PKP di atas melakukan pembelian/perolehan BKP/JKP yang dikenakan PPN, PPN tersebut merupakan Pajak Masukan yang sifatnya sebagai pajak yang dibayar di muka, sepanjang BKP/JKP yang dibeli tersebut berhubungan langsung dengan kegiatan usahanya.

Untuk setiap Masa Pajak (setiap bulan), apabila jumlah Pajak Keluaran lebih besar daripada Pajak Masukan, maka selisihnya harus disetor ke Kas Negara paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak dan sebelum Surat Pemberitahuan Masa Pajak Pertambahan Nilai disampaikan. Dan sebaliknya, apabila jumlah Pajak Masukan lebih besar daripada Pajak Keluaran, maka selisih tersebut dapat dikompensasi ke masa pajak berikutnya. Restitusi hanya dapat diajukan pada akhir tahun buku. Hanya PKP yang disebutkan dalam Pasal 9 ayat (4b) UU Nomor 42 Tahun 2009 saja yang dapat mengajukan restitusi untuk setiap Masa Pajak.

PKP di atas wajib menyampaikan SPT Masa PPN setiap bulan ke Kantor Pelayanan Pajak terkait paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya Masa Pajak.

5

​Objek PPN (Pajak Pertambahan Nilai)

​

​Barang atau Jasa yang Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

Barang atau Jasa yang Tidak Dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN)

6

​Dasar pengenaan pajak

​

1. Harga jual

2.penggantian

3. Nilai impor

4.nilai ekspor

5. Nilai lain

pattern-tertiary
PPn (Pajak Pertambahan Nilai)

By Hendra Kusuma Dewi

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 6

SLIDE