Search Header Logo
NILAI LUHUR PEMIKIRAN KHD DALAM BUDAYA SEKOLAH

NILAI LUHUR PEMIKIRAN KHD DALAM BUDAYA SEKOLAH

Assessment

Presentation

Education

12th Grade

Hard

Created by

Faryanti Faryanti

FREE Resource

22 Slides • 0 Questions

1

media
media

RUANG KOLABORASI MODUL 1.1

Penugasan Kelompok

media

2

PRESENTASI DISKUSI KELOMPOK

NILAI LUHUR KEARIFAN BUDAYA DAERAH ASAL YANG RELEVAN DENGAN PENGUATAN KARAKTER MURID DAN PEMIKIRAN KHD

media

3

​Kelas B Kelompok 2:

1. Hani Erlytasari (SMAN 11 Tebo : Penanggap)

2. Faryanti (SMAN 10 Tebo : Presenter)

3. Siti Ariska (SMAN 11 Tebo : Penanya)

4. Erni Yanti (SMAN 5 Tebo : Notulen)

5. Evi Novalia (SMKN 2 Tebo : Penjawab)​

media
media
media
media
media

4

Materi Diskusi:

  1. Apa​ kekuatan konteks sosio-kultural di daerah Anda yang sejalan dengan pemikiran Ki Hajar Dewantara?

  2. Bagaimana pemikiran Ki Hajar Dewantara dapat dikontekstualkan sesuai dengan nilai-nilai luhur kearifan budaya daerah asal yang relevan menjadi penguatan karakter murid sebagai individu sekaligue sebagai anggota masyarakat pada konteks lokal sosial budaya di daerah Anda?​

  3. Sepakati satu kekuatan pemikiran Ki Hajar Dewantara yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah anda sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah Anda yang dapat diterapkan?​

5

​Secara umum kultural atau budaya yang tumbuh dan berkembang pada masyarakat Kabupaten Tebo dibedakan menjadi 2 macam, yaitu budaya asli masyarakat Tebo dan budaya masyarakat pendatang yang pada umumnya merupakan penduduk transmigrasi dari Pulau Jawa. Kedua budaya tersebut terus tumbuh pada masyarakat Tebo dan berkembang hingga sekarang dan keduanya menjadi faktor penyebab keragaman budaya masyarakat Tebo.

Jadi adanya budaya baru yang masuk pada masyarakat Tebo bukan berarti menghilangkan budaya asli namun budaya baru justru menambah keragaman budaya yang ada di Kabupaten Tebo.

6

ATRAKSI/ TARIAN LUKAH GILO

​Atraksi Lokah Gilo yang merupakan budaya masyarakat Desa Semabu Kecamatan Tebo Tengah yang biasa dimainkan untuk hiburan saat hendak panen padi atau pesta pernikahan. Berupa tarian dan atriksi menggunakan media lukah(alat untuk menangkap ikan) yang akan bergerak sendiri secara tidak terkontrol seperi orang gila.

https://www.youtube.com/watch?v=bistc00SKlI

media
media

7

media
media

TRADISI MANDI KE AEK

Mandi ke aek atau turun mandi adalah tradisi masyarakat asli Kabupaten Tebo ​yang dilakukan dalam menyambut bayi yang baru lahir dimana pada hari ketujuh setelah kelahiran anak akan dibawa turun ke sungai Batanghari dengan digendong menggunakan kain oleh seorang dukun bayi. diiringin bacaan shalawat nabi dan doa-doa. Tujuannya adalah sebagai rasa syukur dan memberitahukan kepada masyarakat tentang kelahiran bayi serta mngenalkan bayi terhadap alam.

media

8

TARIAN NEK PUNG

Nek Pung adalah sebuah tari tradisi dari Desa Sungai Keruh Kabupaten Tebo yang sering ditampilkan saat acara penting seperti upacara adat atau pernikahan . Tari Nek Pung menceritakan tentang seorang ibu yang bernama Nek Pung sedang menghibur Pinang Gading (nama anaknya), karena Pinang Gading bersedih hati disebabkan percintaannya dengan seorang pemuda yang tidak berbalas. Selain sebagai hiburan tarian ini berfungsi sebagai bentuk ekspresi komunal masyarakay setempat.

media

9

TRADISI BEKARANG DI TEBAT

Tradisi "Bekarang di Tebat" merupakan tradisi yang ada pada masyarakat Desa Jati belarik Kecamatan Tebo Tengah Kabupaten Tebo, yaitu tradisi memanen ikan di sawah dengan menggunakan peralatan tradisional yang disebut tebat. Tradisi ini dilakukan setelah panen padi usai dimana sejak pagi masyarakat berkumpul membawa alat tebat masing-masing. Tradisi ini menyimbolkan kebersamaan dan kekeluargaan.

media
media

10

BAJU KURUNG MELAYU DAN TENGKULUK

Tengkuluk merupakan penutup kepala yang dahulunya digunakan oleh para wanita istri tokoh adat di Kabupaten Tebo saat upacara adat tertentu atau para wanita saat ke kebun. Namun saat ini tengkuluk bisa digunakan oleh siapa saja terutama pada saat perayaan tertentu seperti acara adat maupun peringatan HUT Provinsi Jambi dan Kabupaten Tebo atau saat perlombaan pemilihan Bujang Gadis dan Duta Pelajar Pelopor Keselamatan Berlalu Lintas di Kabupaten Tebo. Tengkuluk ini memiliki bentuk yang beragam sesuai dengan daerah masing-masing. Beberapa tengkuluk yang ada di Kabupaten Tebo antara lain tengkuluk rebung terpancung, tengkuluk rebung ngenyum, tengkuluk aur cino dan tengkuluk rambahan

11

Macam-macam Model Tengkuluk

media

12

TRADISI ASLI MASYARAKAT TEBO LAINNYA

Tradisi lainnya yang hidup dan berkembang hingga saat ini pada masyarakat Kabupaten Tebo antara lain :

  1. Tradisi tutur daok merupakan salah satu kearifan lokal budaya yang ada di Desa Teluk Kayu Putih yang berisi petuah atau nasehat.

  2. Tradisi mengambil orang tua angkat bagi pemuda dari luar daerah yang akan menikah dengan gadis setempat.

  3. Tradisi dimana sebelum upacara pernikahan keluarga sahibul hajat tidak boleh melakukan pembentukan panitia resepsi sebelum dilakukan antar adat besar oleh keluarga calon penganting pria.​

  4. Tradisi mengantarkan seserahan dan mengisi kamar kosong ​dari mempelai pria untuk calon penganting wanitanya.

  5. Tradisi arisan sembako bagi orang yang akan melakukan pesta pernikahan.​

13

TRADISI DAN BUDAYA MASYARAKAT PENDATANG

media
media
media

​Upacara Adat Temu Manten

Merupakan saat dimana dipertemukannya mempelai pria dan wanita setelah dilaksanakannya ijab qabul pernikahan.​

14

​TRADISI MITONI

Merupakan upacara adat yang dilakukan saat usia kandungan ibu hamil memasuki 7 bulan yang mencerminkan rasa syukur dan permohonan doa kepada Tuhan YME supaya ibu serta bayi sehat dan lahir dengan selamat.

media
media

15

​TRADISI TURUN TANAH

Merupakan upacara adat yang dilakukan saat usia anak berusia 7 bulan dimana saat itu anak pertama kali bisa menginjakkan kakinya ke tanah. Anak akan masukkan ke dalam kurungan dari bambu dengan beberapa benda di dalamnya. benda yang pertama kali dipilih oleh anak mencerminkan bakat dan minatnya kelask setelah dia besar dan dewasa.

media
media

16

​TRADISI MULUDAN

Merupakan upacara agama peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang diisi dengan pengajian dan ceramah agama yang diakhiri dengan bersama-sama menikmati makanan yang dibawa oleh masyarakat dengan saling berbagi bekal makanan.

media
media

17

​REWANGAN

Merupakan tradisi yang dilakukan saat ada salah satu keluarga yang akan menyelenggarakan acara besar seperti pernikahan atau khitanan maka warga sekitarnya akan datang untuk membantu melakukan kegiatan seperti memasak, memasang tenda atau mengantarkan "punjungan" atau hantaran bagi keluarga besar sohibul hajat maupun warga sekitar.

media
media

18

​GOTONG ROYONG

Merupakan tradisi rutin yang dilaksnakan masyarakat saat melakukan pekerjaan di lingkungan sekitar tempat tinggalnya seperti memperbaiki jalan, membersihkan selokan dan membantu saat ada salah satu keluarga atau anggota masyarakat yang terkena musibah.

media
media

19

Pemikiran KHD dapat dikontekstualkan di sekolah sesuai dengan nilai- nilai kearifan lokal antara lain :

  1. Kegiatan-kegiatan pembiasaan anak didik seperti gotong royong dan kegiatan" Jumat Mengaji" (SMAN 11 Tebo)

  2. Kegiatan ​"Jumat Berkah" yang terdiri dari membaca yasin dan tahlil, Kultum dan Pembiasaan bersedekah (SMAKN 2 Tebo)

  3. ​Kegitaan yasinan yang dipimpin oleh perwakilan siswa masing-masing kelas dilanjutkan dengan kegiatan S3 "Sedekah Seribu Seminggu" dimana dana yang dihasilkan digunakan untuk melengkapi sarana ibadah/ mushollah (SMAN 10 Tebo)

20

  1. Kegitaan tentang gotong royong yg bisa diterapkan dilingkungan sekolah dan masyarakat itu ada progrm "Daring (sadar lingkungan)" yg dilaksanakan rutin tiap pagi ada kaplingan perlokal dan secara besar sebulan sekali hari jumat diseling dengan kegiatan rohis, dan olahraga (SMAN 5 Tebo).

21

​​​Berdasarkan diskusi dari 5 orang anggota kelompok 2 kami sepakat bahwa satu kekuatan pemikiran KHD yang menebalkan laku murid di kelas atau sekolah kami sesuai dengan konteks lokal sosial budaya di daerah kami adalah " Gotong Royong"

media
media
media

22

media

S e k i a n

media
media

RUANG KOLABORASI MODUL 1.1

Penugasan Kelompok

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 22

SLIDE