Search Header Logo
Ruang lingkup Kehumasan 1

Ruang lingkup Kehumasan 1

Assessment

Presentation

•

Other

•

11th Grade

•

Hard

Created by

Endah Finatariani

FREE Resource

7 Slides • 0 Questions

1

​

1.    Definisi Humas

Frank Jefkins mengatakan bahwa humas adalah segala bentuk dari komunikasi terencana, antara suatu organisasi dengan pihak lain yang bertujuan untuk meraih tujuan-tujuan yang berkaitan dengan kesepahaman yang menguntungkan kedua belah pihak.

Menurut Efendy, humas dapat dibedakan ke dalam dua pengertian, yaitu sebagai berikut.

a.       Humas sebagai teknis komunikasi, humas dilakukan sendiri oleh pimpinan organisasi.

b.       Humas sebagai metode komunikasi, humas dilakukan secara melembaga (public relation of being), dimana wahana humas berupa biro, bagian, seksi, urusan bidang, dan lain sebagainya.

Menurut Seidel, humas adalah proses kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh good will (kemauan baik) dan pengertian dari para pelanggannya, pegawainya, dan publik umumnya kedalam: menganalisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar: dengan mengadakan pertanyaan-pertanyaan.

​

media

2

​

​Menurut organisasi praktisi humas sedunia, The International Public Relations Associaton (IPRA), hubungan masyrakat adalah manajemen dari sikap budi yang berencana dan berkesinambungan yang dengan itu organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang bersifat umum dan pribadi berupaya membina pengertian, simpati dan dukungan dari mereka yang ada kaitannya atau mungkin ada hubungannya dengan nilai pendapat umum diantara mereka, yang dengan informasi yang berencana dan tersebar luas mencapai kerja sama yang lebih produktif dan pemenuhan kepentingan bersama yang lebih efisien. Definisi tersebut dinilai sebagai yang lengkap dengan menunjukan ciri khas dan meliputi faktor-faktor yang memang harus ada pada humas.

media

3

​

Sejarah Perkembangan Humas

Dalam sejarahnya istilah Public Relations sebagai sebuah teknik menguat dengan adanya aktivitas yang dilakukan oleh pelopor Ivy Ledbetter Lee yang tahun 1906 berhasil menanggulangi kelumpuhan industri batu bara di Amerika Serikat dengan sukes. Atas upayanya ini ia diangkat menjadi The Father of Public Relations.

​

Berikut gambaran kronologis PR di dunia:

Abad ke-19         : PR di Amerika dan Eropa merupakan program studi yang mandiri   didasarkan pada perkembangan  Ilmu pengetahuan dan teknologi.

1865-1900            :  Publik masih dianggap bodoh

1900-1918            :  Publik diberi informasi dan dilayani

1918-1945            :  Publik diberi pendidikan dan dihargai

1925                     :  Di New York, PR sebagai pendidikan tinggi resmi

1928                     :  Di Belanda memasuki pendidikan tinggi dan minimal difakultas sebagai mata kuliah wajib.  Disamping itu banyak diadakan kursus-kursus yang bermutu

1945-1968            :  Publik mulai terbuka dan banyak mengetahui

1968                     : Di Belanda mengalami perkembangan pesat. Ke arah ilmiah karena penelitian yang rutin dan kontinyu. Di Amerika perkembangannya lebih ke arah bisnis.

1968-1979           :  Publik dikembangkan di berbagai bidang, pendekatan tidak hanya satu aspek saja

1979-1990           :  Profesional/internasional memasuki globalisasi dalam perubahan mental dan kualitas

1990-sekarang     : 

a. perubahan mental, kualitas, pola pikir, pola pandang, sikap dan  pola perilaku secara nasioal/internasional

                               b. membangun kerjasama secara lokal, nasional,  internasional

                               c. saling belajar di bidang politik, ekonomi, sosial, Iptek, sesuai dengan kebutuhan era global/informasi

media

4

 Karakteristik Humas

​1. Adanya Upaya Komunikasi yang Bersifat Dua Arah

             Hakikat humas adalah komunikasi. Namun, tidak semua komunikasi dikatakan humas. Komunikasi yang menjadi ciri kehumasan adalah komunikasi dua arah yang memungkinkan terjadinya arus informasi timbal balik.

2.Bersifat Terencana

            Sifat humas yang terencana mengandung pengertian bahw kerja/aktivitas humas merupakan kerja/aktivitas yang berkesinambungan, memiliki metode terintegrasi dengan bagian lain dan hasilnya tangibel (nyata). Syarat terencana dan berkesinambungan ini merupakan salah satu syarat yang dinilai dalam kompetisi tertinggi program humas internasional, yaitu Golden World Award For Excellence ini PR (GWA).

3.Berorientasi pada Organisasi/Lembaga

            Dengan mencermati orientasi tersebut, maka syarat mutlak dalam kerja humas adalah pemahaman yang tinggi terhadap visi, misi, dan budaya organisasi/lembaga. Visi, misi, dan budaya organisasi/lembaga inilah yang menjadi materi utama humas, sehingga dapat mencapai tujuan humas dan mendukung tujuan manjemen lainnya, termasuk tujuan marketing. 

4.sarannya Adalah Publik

           Sasaran humas yaitu suatu kelompok dalam masyarakat yang memiliki karakteristik kepentingan yang sama. Jadi, sasaran humas bukanlah perorangan. Hal ini perlu disampaikan sebab masih ada orang yang mengistilahkan PR sebagai personal relation.

​

media

5

​

1)      Konsep Tradisional Tertutup

Pada konsep tradisional tertutup, seseorang/perusahaan/lembaga selalu menutupi peristiwa yang menimpanya, jika peristiwa tersebut dianggap sebagai peristiwa yang buruk atau yang bersifat negatif. Pada masa itu tidak terpikirkan bahwa hal yang ditutu-tutupi cepat atau lambat akan terbongkar juga dan akan diketahui oleh masyarakat luas. Orang/perusahaan/lembaga kurang memperhitungkan proses komunikasi yang timbul dalam masyarakat.

2)      Konsep Tradisional Terbatas

 Pada konsep tradisional terbatas, ditandai dengan keterbatasan dalam hal memasarkan produk atau jasa. Orang/perusahaan/lembaga jika membuka perusahaan, meskipun diperhitungkan dengan pasarannya, tetapi hsil produksinya hanya disesuaikan dengan kebutuhan daerahnya saja.

3)      Konsep Tradisional Eksternal

Kehumasan sekarang ini konsepnya lebih mengarah pada kegiatan yang bersifat eksternal atau hanya untuk masyarakat diluar organisasi/perusahaan saja.

4)      Konsep Modern Terbuka

Pada konsep modern terbuka, orang/perusahaan/lembaga pada umumnya sudah menyadari pentingnya informasi yang diberikan kepada masyarakat secara benar, jelas, terbuka, jujur berdasarkan fakta yang terjadi. Hal ini bertujuan agar masyarakat dapat mengetahui secara jelas tentang kegiatan dan kejadian yang menimpa seseorang/perusahan/lembaga secara apa adanya.

5)      Konsep Modern Tersebar Luas

Pada konsep ini, orang/perusahaan/lembaga saat membuka perusahaan berusaha agar barang-barang yang di produksi dapat dipasarkan didaerahnya sendiri dan ke luar daerah. Jadi perusahaan memperhitungkan bagaimana agar barang dan jasa sebagai sumber usaha tersebut dapat tersebar luas sehingga masyarakat yang awalnya tidak mengenal menjadi mengenal.

6)      Konsep Modern Internal dan Eksternal

Pada konsep ini, aplikasi kehumasan diarahkan pada dua sasaran, yaitu publik internal dan eksternal. Oleh karena itu, jika ada permasalahan yang berkaitan dengan bawahan dimana semua ini menyangkt masalah publik internal, maka tugas humas adalah harus dapat mempertemukan kedua keinginan/motivasi/kebutuhan dari setiap kelompok dimana kedua macam publik tersebut tentu saja mempunyai keinginan yang satu sama lain belum tentu sama. Dengan kata lain, pada konsep ini, humas harus bisa menjadi penghubung dari publik internal dan eksternal.

​

6

​

Tujuan Humas

a.       Terpelihara dan Terbentuknya Saling Pengertian (Aspek Kognisi)

Agar publik dan organisasi/perusahaan/lembaga saling mengenal. Baik mengenal kebutuhan, kepentingan, harapan, maupun budaya masing-masing. Dengan demikian aktivitas kehumasan sebaiknya menunjukkan adanya usaha komunikasi untuk mcapai saling kenal dan mengerti. Komunikasi yang dapat digunakan cukup bersifat informatif.

b.       Menjaga dan Membentuk Saling Percaya (Aspek Afektif)

Untuk mencapai saling percaya, prinsip-prinsip persuasif dapat diterapkan. Sikap saling percaya keberadaannya masih berisfat laten ( tersembunyi), yaitu pada keyakinan seseorang atau publik terhadap kebaikan atau ketulusan orang lain (organisasi/perusahaan/lembaga terhadap kebaikan atau ketulusan publiknya).

c.       Memelihara dan Menciptakan Kerja Sama (aspek Psikomotoris)

Tujuan dari ini yaitu dengan komunikasi yang diharapkan akan ada bantuan dan kerja sama nyata. Artinya, bantuan dan kerja sama dalam bentuk perilaku atau termanifestasikan dalam bentuk tindakan tertentu.

​

7

​

​

Tugas dan Fungsi Humas

a.       Tugas Humas

1)      Menginterpetasikan, menganalisis dan mengevaluasi kecenderungan perilaku publik, kemudian direkomendasikan kepada manajemen untuk merumuskan kebijakan organisasi/lembaga.

2)      Mempertemukan kepentingan organisasi atau lembaga dengan kepentingan publik. Kepentingan organisasi/lembaga dapat jadi jauh berbeda dengan kepentingan publik dan sebaliknya. Namun dpaat juga kepentingan ini jauh berbeda bahkan dapat juga kepentingannya sama.

3)      Mengevaluasi program-program organisasi/lembaga, khususnya yang berkaitan dengaan publik. Tugas mengevaluasi program manajemen ini mensyaratkan kedudukan dan wewenang humas yang tinggi dan luas. Karena tugas ini dapat berarti humas memiliki wewenang untuk memberi nasehat apakah suatu program sebaiknya diteruskan ataukah ditunda/dihentikan.

pattern-tertiary

​

1.    Definisi Humas

Frank Jefkins mengatakan bahwa humas adalah segala bentuk dari komunikasi terencana, antara suatu organisasi dengan pihak lain yang bertujuan untuk meraih tujuan-tujuan yang berkaitan dengan kesepahaman yang menguntungkan kedua belah pihak.

Menurut Efendy, humas dapat dibedakan ke dalam dua pengertian, yaitu sebagai berikut.

a.       Humas sebagai teknis komunikasi, humas dilakukan sendiri oleh pimpinan organisasi.

b.       Humas sebagai metode komunikasi, humas dilakukan secara melembaga (public relation of being), dimana wahana humas berupa biro, bagian, seksi, urusan bidang, dan lain sebagainya.

Menurut Seidel, humas adalah proses kontinyu dari usaha-usaha manajemen untuk memperoleh good will (kemauan baik) dan pengertian dari para pelanggannya, pegawainya, dan publik umumnya kedalam: menganalisa dan perbaikan terhadap diri sendiri, keluar: dengan mengadakan pertanyaan-pertanyaan.

​

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 7

SLIDE