
Evaluasi 2_Teks Cerita Sejarah_Kelas 12
Presentation
•
Social Studies
•
3rd Grade
•
Hard
Syamsul qomar
Used 11+ times
FREE Resource
0 Slides • 20 Questions
1
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Di dalam kemarahan dan kekecewaan, Adipati Ronggo Lawe masih ingat untuk menghaturkan sembahnya, tetapi setelah semua salam tata susila ini selesai, serta merta Ronggo Lawe menyembah dan berkata dengan suara lantang, “Hamba sengaja datang menghadap Paduka untuk mengingatkan Paduka dari kekhilafan yang paduka lakukan di luar kesadaran Paduka!” Semua muka para penghadap raja menjadi pucat mendengar ucapan ini, dan semua jantung di dalam dada berdebar tegang. Mereka semua mengenal belaka sifat dan watak Ronggo Lawe, banteng Majapahit yang gagah perkasa dan selalu terbuka, polos dan jujur, tanpa tedeng aling-aling lagi dalam mengemukakan suara hatinya, tidak akan mundur setepak pun dalam membela hal yang dianggap benar.
Unsur intrinsik yang dominan dalam penggalan novel sejarah tersebut yaitu ...
Tema
Alur
Latar
Penokohan
Amanat
2
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Setelah Raden Wijaya berhasil menjadi Raja Majapahit pertama bergelar Kertarajasa Jayawardhana, beliau tidak melupakan jasa-jasa para senopati (perwira) yang setia dan banyak membantunya semenjak dahulu itu membagi-bagikan pangkat kepada mereka.
Kata yang digunakan di awal kalimat termasuk dalam kaidah kebahasaan ...
Dialog
Kata kerja mental
Kata kerja material
Kaliamat bermakna lampau
konjungsi kronologis, temporal
3
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Adipati Ronggo Lawe bangkit dan berdiri, membiarkan kedua tangannya dicuci oleh kedua istrinya yaitu Dewi Mertorogo dan Tirtowati yang berusaha menghiburnya. “Aku harus pergi sekarang juga!” katanya. “Pengawal lekas suruh persiapkan si Mego Lamat di depan! Aku akan berangkat ke Majapahit sekarang juga!” Mego Lamat adalah satu di antara kuda-kuda kesayangan Adipati Ronggo Lawe, seekor kuda yang amat indah dan kuat, warna bulunya abu-abu muda. Semua cegahan kedua istrinya sama sekali tidak didengarkan oleh adipati yang sedang marah itu.
Dalam penggalan tersebut yang banyak dideskripsikan yaitu ...
Tirtowati
Pengawal
Mego lamat
Dewi Mertorogo
Adipati Ronggo Lawe
4
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Hebat buka main ucapan Ronggo Lawe ini! Seorang adipati, tanpa dipanggil, berani datang menghadap Sang Prabu dan melontarkan teguran-teguran seperti itu. Muka Patih Nambi sebentar pucat sebentar merah, kedua tangannya dikepal dan dibuka dengan jari-jari gemetar. Senopati Kebo Anabrang mukanya menjadi merah seperti udang direbus, matanya yang lebar itu seperti mengeluarkan api ketika dia mengerling ke arag Ronggo Lawe. Lembu Sora yang sudah tua itu menjadi pucat mukanya, tak mengira dia bahwa keponakannya itu akan seberani itu. Senopati-senopati Gagak Sarkoro dan Mayang Mekar juga memandang dengan mata terbelalak.
Kaidah kebahasaan yang dominan dari penggalan novel di atas yaitu ....
Dialog
Kata kerja mental
Kata kerja material
Deskripsi suasana
Konjungsi kronologis
5
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Hebat buka main ucapan Ronggo Lawe ini! Seorang adipati, tanpa dipanggil, berani datang menghadap Sang Prabu dan melontarkan teguran-teguran seperti itu.
Kaidah kebahasaan pada kata yang digaris bawah dari penggalan novel di atas yaitu ...
kata kerja mental
deskripsi suasana
kalimat langsung
kalimat bermakna lampau
kata kerja yang menunjukkan kalimat tidak langsung
6
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
“Hamba sengaja datang menghadap Paduka untuk mengingatkan Paduka dari kekhilafan yang paduka lakukan di luar kesadaran Paduka!”
“Kakang Ronggo Lawe, apakah maksudmu dengan ucapan itu?”
“Yang hamba maksudkan tidak lain adalah pengangkatan Nambi sebagai pepatih paduka! Keputusan yang paduka ambil ini sungguh-sungguh tidak tepat, tidak bijaksana dan hamba yakin bahwa Paduka tentu telah terbujuk dan dipengaruhi oleh suara dari belakang! Pengangkatan Nambi sebagai patih hamangkubumi sungguh merupakan kekeliruan yang besar sekali, tidak tepat dan tidak adil, padahal Paduka terkenal sebagai seorang Maharaja yang arif bijaksana dan adil!”
Kaidah kebahasaan yang dominan dari penggalan novel di atas yaitu ...
dialog
kata kerja mental
kata kerja material
deskripsi suasana
konjungsi kronologis
7
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Gajah Mada menyatakan sependapat dengan Senopati Gajah Enggon.
Kaidah kebahasaan pada kata yang digaris bawah dari penggalan novel di atas yaitu ...
kata kerja mental
deskripsi suasana
kalimat langsung
kalimat bermakna lampau
kata kerja yang menunjukkan kalimat tidak langsung
8
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Semua orang berpikir Patih Daha Gajah Mada memang mampu dan layak berada di tempat yang sekarang ia pegang.
Kaidah kebahasaan pada kata yang digaris bawah dari penggalan novel di atas yaitu ...
dialog
kata kerja mental
kata kerja material
deskripsi suasana
konjungsi kronologis
9
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Di dalam kemarahan dan kekecewaan, Adipati Ronggo Lawe masih ingat untuk menghaturkan sembahnya, tetapi setelah semua salam tata susila ini selesai, serta merta Ronggo Lawe menyembah dan berkata dengan suara lantang, “Hamba sengaja datang menghadap Paduka untuk mengingatkan Paduka dari kekhilafan yang paduka lakukan di luar kesadaran Paduka!” Semua muka para penghadap raja menjadi pucat mendengar ucapan ini, dan semua jantung di dalam dada berdebar tegang. Mereka semua mengenal belaka sifat dan watak Ronggo Lawe, banteng Majapahit yang gagah perkasa dan selalu terbuka, polos dan jujur, tanpa tedeng aling-aling lagi dalam mengemukakan suara hatinya, tidak akan mundur setepak pun dalam membela hal yang dianggap benar.
Jenis alur dalam cerita tersebut adalah....
maju
sorot balik
rapat
renggang
absurd
10
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
“Ditemukan mayat lagi, Kakang Gajah,” Gajah Enggon melaporkan. Gajah Mada memandangi wajah samar-samar di depannya.
“Mayat siapa?”
“Prajurit bernama Klabang Gendis mati dengan anak panah menancap tepat di tenggorokannya. Tak ada jejak perkelahian apa pun, sasaran menjadi korban tanpa menyadari arah bidikan anak panah tertuju kepadanya.”
Latar suasana penggalan novel sejarah tersebut adalah ….
mencekam
keprihatinan
kekecewaan
kekosongan
kemarahan
11
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
“Ditemukan mayat lagi, Kakang Gajah,” Gajah Enggon melaporkan. Gajah Mada memandangi wajah samar-samar di depannya.
“Mayat siapa?”
“Prajurit bernama Klabang Gendis mati dengan anak panah menancap tepat di tenggorokannya. Tak ada jejak perkelahian apa pun, sasaran menjadi korban tanpa menyadari arah bidikan anak panah tertuju kepadanya.”
Kaidah kebahasaan yang dominan dari penggalan novel di atas yaitu ...
dialog
kata kerja mental
kata kerja material
deskripsi suasana
konjungsi kronologis
12
Multiple Choice
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Empu Barada benar-benar sakti. Empu itu menebas pelepah daun keluwih yang meyang terbang ketika dibacakan japa mantra. Beralaskan pelepah daun itulah Empu Barada terbang membubung ke langit dan memperhatikan seberapa luas kabut pembawa tenung dan penyakit. Empu Barada melihat, ampak-ampak pedhut itu memang sangat luas dan menelan luas negara dari ujung ke ujung. Untungnya cahaya Hyang Bagaskara yang datang di pagi harinya mampu mengusir kabut itu menjauh tanpa tersisa jejaknya sedikit pun.
Unsur ektrinsik yang dominan dalam penggalan novel di atas adalah ....
nilai sosial
nilai budaya
nilai religius
nilai moral
nilai pendidikan
13
Multiple Choice
Perhatikan penggalan cerita berikut!
Gagak Bongol dan Senopati Gajah Enggon tidak segera menjawab dan memberikan kesempatan kepada Patih Gajah Mada untuk menemukan sendiri jawabnya. Nama pembunuh yang mati dipatuk ular itu tentu berada di barisan yang tersisa dari nama-nama prajurit Bhayangkara yang pernah dipimpinnya. Nama-nama itu adalah Bhayangkara Lembu Pulung, Panjang Sumprit, Gajah Geneng, Gajah Enggon, Macan Liwung, dan Gagak bongol.
Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan novel sejarah tersebut adalah…
sudut pandang orang pertama
sudut pandang orang kedua
sudut pandang orang ketiga
sudut pandang orang keempat
sudut pandang orang kelima
14
Multiple Choice
Perhatikan penggalan cerita berikut!
Panji Saprang yang berkhianat dan menjadi kaki tangan Rakrian kuti mati dibunuh Gajah Mada di terowongan bawah tanah ketika pontang-panting menyelamatkan Sri Jayanegara.
Kaidah kebahasaan pada kata yang digaris bawah dari penggalan novel di atas yaitu ...
dialog
kata kerja mental
kata kerja material
deskripsi suasana
konjungsi kronologis
15
Multiple Choice
Perhatikan penggalan cerita berikut!
“Sejak sekarang kau sudah boleh membuat rancangan yang harus kau kalukan, Gagak Bongol. Sementara itu, di mana ada pencandian akan dilakukan, aku usahakan malam ini sudah diketahui jawabnya.”
Kata yang digunakan di awal kalimat termasuk dalam kaidah kebahasaan ...
dialog
kata kerja mental
kata kerja material
kalimat bermakna lampau
konjungsi kronologis, temporal
16
Multiple Choice
Manakah di bawah ini yang termasuk ke dalam contoh judul teks cerita sejarah, kecuali …
Operasi Trikora
Ken Arok dan Ken Dedes
Kancil dan Buaya
Bandung Lautan Api
Pertempuran Surabaya 10 November 1945
17
Multiple Choice
Teks cerita sejarah dapat dikategorikan sebagai teks naratif apabila …
Menceritakan asal usul suatu daerah
Menceritakan fakta sejarah
Disajikan dengan simbolisasi verbal
Mengangkat peristiwa penting
Menggunakan urutan peristiwa
18
Multiple Choice
Bagian awal dalam struktur novel sejarah yaitu …
Resolusi
Menuju konflik
Pengenalan situasi cerita
Pengungkapan peristiwa
Konflik cerita
19
Multiple Choice
Novel sejarah dibentuk dengan struktur teks yang terdiri dari …
Abstraksi – Orientasi – Komplikasi – Evaluasi – Koda
Orientasi – Urutan peristiwa – Kehidupan Tokoh – Reorientasi – Penutup
Pernyataan umum – Pernyataan khusus – Penjelasan
Orientasi – Pengungkapan peristiwa – Rising Action –Komplikasi – Resolusi – Koda
Sampiran – Isi – Kompleks – Koda
20
Multiple Choice
Struktur teks cerita sejarah yang memuat informasi pembuka mengenai suatu kejadian sejarah yang hendak diceritakan disebut …
Reorientasi
Abstrak
Komplikasi
Orientasi
Insiden
Perhatikan penggalan teks cerita berikut!
Di dalam kemarahan dan kekecewaan, Adipati Ronggo Lawe masih ingat untuk menghaturkan sembahnya, tetapi setelah semua salam tata susila ini selesai, serta merta Ronggo Lawe menyembah dan berkata dengan suara lantang, “Hamba sengaja datang menghadap Paduka untuk mengingatkan Paduka dari kekhilafan yang paduka lakukan di luar kesadaran Paduka!” Semua muka para penghadap raja menjadi pucat mendengar ucapan ini, dan semua jantung di dalam dada berdebar tegang. Mereka semua mengenal belaka sifat dan watak Ronggo Lawe, banteng Majapahit yang gagah perkasa dan selalu terbuka, polos dan jujur, tanpa tedeng aling-aling lagi dalam mengemukakan suara hatinya, tidak akan mundur setepak pun dalam membela hal yang dianggap benar.
Unsur intrinsik yang dominan dalam penggalan novel sejarah tersebut yaitu ...
Tema
Alur
Latar
Penokohan
Amanat
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 20
MULTIPLE CHOICE
Similar Resources on Wayground
14 questions
cuaca
Presentation
•
3rd Grade
16 questions
Quis Ipa
Presentation
•
3rd Grade
13 questions
Pecahan Setara
Presentation
•
3rd Grade
15 questions
Job Application Letter
Presentation
•
3rd Grade
15 questions
Internet
Presentation
•
2nd Grade
14 questions
Mengartikan Hadits tentang Keutamaan Shalat berjamaah
Presentation
•
3rd Grade
11 questions
Pengamalan Pancasila
Presentation
•
3rd Grade
15 questions
Sinau Paugerane Crita
Presentation
•
3rd Grade
Popular Resources on Wayground
25 questions
The Ultimate College Knowledge Quiz
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade