Search Header Logo
YUTRI DARMAWITA

YUTRI DARMAWITA

Assessment

Presentation

Social Studies

9th - 12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Yutri Darmawita

FREE Resource

10 Slides • 0 Questions

1

media

2023

2

media

KELAS

: X IPS

MATA PELAJARAN

: SOSIOLOGI

SEMESTER

: GENAP

KOMPETENSI DASAR

: 3.3. Menganalisis berbagai gejala social dengan menggunakan

konsep-konsep dasar sosiologi untuk memahami hubungan

social di masyarakat.

4.3. Melakukan kajian, diskusi dan mengaitkan konsep-konsep

dasar sosiologi untuk mengenali berbagai gejala social dalam

memahami hubungan social di masayarakat.

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI :

1)Menjelaskan definisi perilaku menyimpang

2)Menjelaskan ciri-ciri penyimpangan

3)Menjelaskan teori-teori penyimpangan

4)Menjelaskan faktor penyebab penyimpangan social

5)Menjelaskan bentuk-bentuk penyimpangan social

6)Menjalaskan jenis-jenis penyimpangan social

3

media

PENGERTIAN PERILAKU

MENYIMPANG

Perilaku menyimpang merupakan perilaku yang tidak sesuai dengan norma sosial yang ada di

masyarakat maupun di suatu kelompok atau bahkan aturan yang telah diinstitusikan, yaitu

peraturan yang telah disepakati bersama dalam sistem sosial.

Ada beberapa definisi perilaku menyimpang menurut beberapa tokoh sosiologi, antara lain

sebagai berikut:

James Vender Zender, Perilaku menyimpang adalah perilaku yang dianggap sebagai hal tercela

dan di luar batas-batas toleransi oleh sejumlah besar orang.

Bruce J Cohen, Perilaku menyimpang adalah setiap perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan

diri dengan kehendak-kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

Robert M.Z. Lawang, Perilaku menyimpang adalah semua tindakan yang menyimpang dari

norma-norma yang berlaku dalam suatu sistem sosial dan menimbulkan usaha dari mereka

yang berwenang dalam sistem itu untuk memperbaiki perilaku tersebut.

CIRI-CIRI PERILAKU MENYIMPANG

Terdapat beberapa ciri, perilaku seseorang itu dikategorikan sebagai perilku menyimpang.

Menurut Paul B Horton penyimpangan memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

4

media

1.Penyimpangan harus dapat didefinisikan, artinya penilaian menyimpang tidaknya suatu

perilaku harus berdasar kriteria tertentu dan diketahui penyebabnya.

2.Penyimpangan bisa diterima bisa juga ditolak.

3.Penyimpangan relatif dan penyimpangan mutlak, artinya perbedaannya ditentukan oleh

frekuensi dan kadar penyimpangan.

4.Penyimpangan terhadap budaya nyata ataukah budaya ideal, artinya budaya ideal adalah

segenap peraturan hukum yang berlaku dalam suatu kelompok masyarakat. Antara budaya

nyata dengan budaya ideal selalu terjadi kesenjangan.

5.Terdapat norma-norma penghindaran dalam penyimpangan. Norma penghindaran adalah

pola perbuatan yang dilakukan orang untuk memenuhi keinginan mereka, tanpa harus

menentang nilai-nilai tata kelakuan secara terbuka.

6.Penyimpangan sosial bersifat adaptif, artinya perilaku menyimpang merupakan salah satu

cara untuk menyesuaikan kebudayaan dengan perubahan sosial.

TEORI-TEORI PERILAKU MENYIMPANG

Teori-teori yang menjelaskan tentang perilaku menyimpang, antara lain sebagai berikut:

1. Teori fungsi oleh Durkheim Menurut teori fungsi, bahwa keseragaman dalam kesadaran

moral semua warga masyarakat tidak mungkin ada, karena setiap individu berbeda dengan

yang lain. Bahkan menurut Durkheim kejahatan perlu bagi masyarakat, sebab dengan adanya

kejahatan maka moralitas dan hukum akan berkembang secara normal. Dengan demikian

perilaku menyimpang memiliki fungsi yang positif.

2. Teori merton oleh K. Merton. Menurut teori merton, bahwa struktur sosial bukan hanya

menghasilkan perilaku yang konformis (sesuai dengan norma) melainkan juga menghasilkan

perilaku yang menyimpang. Struktur sosial dapat menghasilkan pelanggaran terhadap aturan

sosial dan juga menghasilkan anomie yaitu pudarnya kaidah.

5

media

3. Teori labelling oleh Edwin M. Lement Menurut teori labelling, bahwa seseorang menjadi

menyimpang karena proses labelling yang diberikan masyarakat kepada dirinya. Labelling

adalah pemberian nama atau konotasi buruk, misalnya si pemabuk, si pembolos, si perokok,

sehingga meskipun ia tidak lagi melakukan penyimpangan tetap diberi gelar sebutan pelaku

menyimpang. Dari hal tersebut ia akan tetap melakukan penyimpangan karena terlanjur dicap

oleh masyarakat.

4. Teori konflik oleh Karl Marx. Menurut teori konflik, bahwa kejahatan terkait erat dengan

perkembangan kapitalisme. Perilaku menyimpang diciptakan oleh kelompok-kelompok

berkuasa dalam masyarakat untuk melindungi kepentingan sendiri. Hukum merupakan

cerminan kepentingan kelas yang berkuasa dan sistem peradilan pidana mencerminkan

kepentingan mereka. Orang miskin yang melakukan pelanggaran dihukum sedangkan

pengusaha besar yang melakukan pelanggaran tidak diba- wa ke pengadilan. Demikian

menurut pendapat Karl Marx.

5. Teori pergaulan berbeda oleh Edwin H. Sutherland. Menurut teori pergaulan berbeda,

bahwa penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan kelompok yang telah menyimpang.

Penyimpangan diperoleh melalui proses alih budaya (cultural transmission). Melalui proses

tersebut seseorang mempelajari penyimpangan, maka lama-kelamaan ia pun akan tertarik dan

mengikuti pola perilaku yang menyimpang tersebut.

PENYEBAB TERJADINYA PERILAKU MENYIMPANG

Nah, setelah mengetahui pengertian perilaku menyimpang, kamu tentu sudah mencari tahu

apa sih yang menyebabkan perilaku menyimpang di masyarakat?

Menurut Kartono Kartini dalam buku Patologi Sosial 2: Kenakalan Remaja (2014), perilaku

menyimpang yang terjadi di masyarakat disebabkan oleh beberapa faktor, antara lain:

a.Faktor Internal

6

media

Faktor ini terjadi dari dalam individu itu sendiri, misalnya gangguan emosional, gangguan jiwa,

hingga tingkat religiusitas yang rendah. Orang dengan tingkat pengendalian emosi yang

rendah umumnya tidak dapat menentukan tindakan terbaik dari masalah yang dihadapinya.

Hal ini juga terjadi pada individu dengan tingkat religiusitas yang kurang, mereka cenderung

tidak mengindahkan aturan dan norma yang berlaku tanpa memikirkan akibatnya.

b.Faktor Eksternal

Faktor eksternal berasal dari luar individu, satu di antara fenomena pemicu penyimpangan

sosial yang paling sering ditemui adalah anak yang mengalami broken home, pendidikan yang

kurang tepat sasaran, atau kondisi lingkungan yang buruk. Misalnya seseorang yang hidup

dalam keluarga broken home.

Seseorang dengan latar belakang seperti ini, cenderung memiliki perangai yang negatif,

perilaku yang kasar dan sering melanggar aturan. Hal ini dilakukan demi melupakan atau

melampiaskan permasalahan yang sedang dihadapinya.

PENYEBAB PERILAKU MENYIMPANG DIBAGI MENJADI DUA, YAITU:

1.Sosialisasi tidak sempurna

Jadi, sistem ini pembelajaran normanya tidak utuh. Contohnya, pembelajaran pertama

anak pada umumnya adalah dari orang tua, tapi ada anak yang tidak mendapatkan

pembelajaran sosialisasi yang utuh dari kedua orang tuanya.

Next, misalnya di sekolah elo dapat pelajaran tentang sikap yang disiplin dan teratur, tapi

pas di rumah elo nggak perlu menggunakan sikap teratur itu, karena elo lebih ditekankan

7

media

untuk santai dan bebas. Beda kan pelajarannya? Jadi, salah satu pembelajaran norma itu

tidak tercapai.

2.Sub-kebudayaan menyimpang

Jadi, ada satu kelompok yang nilai normanya tidak sesuai dengan masyarakat pada

umumnya. Contohnya, di Jakarta ada peraturan tentang judi yang dilarang. Nah, kalo elo

mainnya di lingkungan orang yang suka main judi, ya berarti elo berinteraksi dengan

kelompok yang normanya menyimpang dan elo bisa terpengaruh untuk melanggar norma

yang ada.

SIFAT-SIFAT PENYIMPANGAN

Penyimpangan sebenarnya tidak selalu berarti negatif, melainkan ada yang positif. Dengan

demikian, penyimpangan sosial dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu penyimpangan

positif dan penyimpangan negatif.

a.Penyimpangan positif, Penyimpangan positif merupakan penyimpangan yang terarah

pada nilai-nilai sosial yang didambakan, meskipun cara yang dilakukan menyimpang dari

norma yang berlaku. Contoh seorang ibu yang menjadi tukang ojek untuk menambah

penghasilan keluarga.

b.Penyimpangan negatif, Penyimpangan negatif merupakan tindakan yang dipandang

rendah, melanggar nilai-nilai sosial, dicela dan pelakunya tidak dapat ditolerir masyarakat.

Contoh pembunuhan, pemerkosaan, pencurian dan sebagainya.

JENIS-JENIS PERILAKU MENYIMPANG

Menurut Lemert (1951) Penyimpangan dibagi menjadi dua bentuk yaitu penyimpangan primer

dan sekunder.

8

media

a.Penyimpangan Primer, Penyimpangan yang dilakukan seseorang akan tetapi si pelaku

masih dapat diterima masyarakat. Ciri penyimpangan ini bersifat temporer atau

sementara, tidak dilakukan secara berulang-ulang dan masih dapat ditolerir oleh

masyarakat. Contohnya: pengemudi yang sesekali melanggar lalu lintas.

b.Penyimpangan Sekunder, Penyimpangan yang dilakukan secara terus menerus sehingga

para pelakunya dikenal sebagai orang yang berperilaku menyimpang. Misalnya orang

yang mabuk terus menerus. Contoh seorang yang sering melakukan pencurian,

penodongan, pemerkosaan dan sebagainya.

Sedangkan menurut pelakunya, penyimpangan dibedakan menjadi penyimpangan individual

dan penyimpangan kelompok.

a.Penyimpangan individual, Penyimpangan individual adalah penyimpangan yang dilakukan

oleh seseorang atau individu tertentu terhadap norma-norma yang berlaku dalam

masyarakat. Contoh: seseorang yang sendirian melakukan pencurian.

b.Penyimpangan kelompok, Penyimpangan kelompok adalah penyimpangan yang dilakukan

oleh sekelompok orang terhadap norma-norma masyarakat. Contoh geng penjahat.

JENIS-JENIS PERILAKU MENYIMPANG

Batasan perilaku menyimpang ditentukan oleh norma- norma masyarakat. Jenis

penyimpangan sosial (perilaku menyimpang), antara lain sebagai berikut.

1. Penyimpangan seksual adalah perilaku seksual yang tidak lazim dilakukan. Penyimpangan

seksual dapat dibedakan menjadi beberapa jenis, antara lain sebagai berikut.

a)Perzinaan adalah hubungan seksual yang dilakukan oleh pria dengan wanita di luar

pernikahan, baik mereka yang sudah pernah melakukan pernikahan yang sah atau

belum.

b)Suka terhadap sesama jenis (homoseksualitas) Dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai

berikut.

oLesbian adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama wanita.

9

media

oHomoseks adalah hubungan seksual yang dilakukan sesama pria. Tindakan ini

bertentangan dengan norma-norma sosial dan agama sehingga dianggap sebagai

perilaku menyimpang.

c)Hubungan seksual di luar nikah (kumpul kebo) adalah hubungan suami istri tanpa

ikatan perkawinan.

d)Pemerkosaan adalah tindakan pemaksaan dengan kekerasan pada orang lain untuk

melakukan hubungan seksual.

3. Penyalahgunaan Narkotika

Penggunaan narkotika di bidang kedokteran, penelitian, dan pengembangan ilmu

pengetahuan dapat memberikan manfaat bagi manusia. Sebaliknya jika narkotika

digunakan tidak sesuai dengan norma agama dan masyarakat maka akan mengakibatkan

perilaku menyimpang.

4. Perkelahian pelajar

Perkelahian pelajar atau tawuran selalu diawali dengan adanya suatu konflik antara dua

pelajar atau lebih yang berlainan sekolah. Akibat tawuran mendatangkan bentuk

penyimpangan lain seperti perusakan, penganiayaan, dan bahkan pembunuhan.

5. Alkoholisme

Minuman alkohol mempunyai efek negatif terhadap saraf. Alkohol dapat mengakibatkan

mabuk dan tidak dapat berpikir secara normal. Akibatnya seorang pemabuk mudah

melakukan tindakan yang tidak terkendali baik secara fisik, sosial, maupun psikologis

sehingga merugikan dirinya maupun orang lain.

6. Tindakan kriminal atau tindakan kejahatan

Merupakan suatu bentuk pelanggaran norma hukum, khususnya yang menyangkut

pidana dan perdata yang pada dasarnya merupakan tindakan yang merugikan orang lain.

Tindakan kriminal antara lain adalah pencurian, pemerkosaan, dan perampokan.

10

media

7. Penyimpangan dalam gaya hidup yang lain dari biasanya, misalnya berikut ini.

a. Sikap arogansi adalah kesombongan terhadap sesuatu yang dimilikinya seperti

kekayaan, kekuasaan, dan kepandaian. Sikap arogansi bisa saja dilakukan oleh seseorang

yang ingin menutupi kekurangan yang dimilikinya.

b. Sikap eksentrik adalah perbuatan yang menyimpang dari biasanya sehingga dianggap

aneh, seperti anak laki-laki memakai anting-anting, perempuan memakai anting di

lidahnya, gaya rambut modern (berdiri ke atas), dan seniman berambut gondrong.

UNJUK KERJA

1)Buatlah kelompok yang terdiri dari 5-6 orang

2)Carilah kliping tentang perilaku menyimpang (sumbernya dapat berupa surat kabar,

majalah, Koran, atau berita online dari internet).

3)Gunting dan tempelkan kliping tersebut pada kertas karton dengan rapi.

4)Buatlah penjelasan dari kliping yang sudah ditempel.

5)Setelah selesai, masing-masing kelompok mengumpulkan dan dipresentasikan di

depan kelas.

media

2023

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE