

Kelas 9 peran tokoh Islam
Presentation
•
History
•
9th - 12th Grade
•
Medium
Haji Romlah
Used 4+ times
FREE Resource
23 Slides • 29 Questions
1
Big concept
Peran Tokoh Penyebar Islam
di Indonesia
1
Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas IX
2
2
Biografi tokoh penyebar
Islam di Indonesia
1. Muhammad Arsyad al-Banjari
2. Syekh Abdus Samad
al-Palimbani
3. Syekh Nawawi al-Bantani
4. K.H. Soleh Darat
5. Syekh Kholil Bangkalan
3
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari
putra Banjar kelahiran Desa Lok Gabang, 19
Maret 1710 M, itu telah meninggal sejak 1812 M
silam. Ia meninggalkan banyak jejak dalam bentuk
karya tulis di bidang keagamaan.
Ia sempat menuntut ilmu-ilmu agama Islam di
Mekkah. Sekembalinya ke kampung halaman, hal
pertama yang dikerjakannya adalah membuka
tempat pengajian (semacam pesantren) bernama
Dalam Pagar.
4
Menurut riwayat, selama belajar di Mekkah dan Madinah,
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari belajar bersama tiga
orang Indonesia lainnya: Syekh Abdul Shomad al Palembani
(Palembang), Syekh Abdul Wahab Bugis, dan Syekh Abdul
Rahman Mesri (Betawi). Mereka berempat dikenal dengan
‘Empat Serangkai dari Tanah Jawi’ yang sama-sama menuntut
ilmu di al Haramain al Syarifain. Belakangan, Syekh Abdul
Wahab Bugis kemudian menjadi menantunya karena kawin
dengan anak pertama Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari.
5
5
Setelah lebih dari 30 tahun menuntut ilmu, timbul
hasratnya untuk kembali ke kampung halaman. Sebelum
sampai di tanah kelahirannya, Syekh Arsyad singgah di
Jakarta. Ia menginap di rumah salah seorang temannya
waktu belajar di Mekkah. Bahkan, menurut kisahnya,
Syekh Muhammad Arsyad Al Banjari sempat memberikan
petunjuk arah kiblat Masjid Jembatan Lima di Jakarta
sebelum kembali ke Kalimantan.
6
6
Ramadhan 1186 H bertepatan dengan 1772 M, Syekh
Arsyad tiba di kampung halamannya di Martapura, pusat
Kerajaan Banjar masa itu. Raja Banjar, Sultan Tamjidillah,
menyambut kedatangannya dengan upacara adat kebesaran.
Segenap rakyat mengelu-elukannya sebagai seorang ulama
‘Matahari Agama’ yang cahayanya diharapkan menyinari seluruh
Kerajaan Banjar.
Syekh Arsyad aktif melakukan penyebaran agama Islam di
Kalimantan. Tak hanya dalam bidang pendidikan dengan
mendirikan pesantren lengkap sarana dan prasarananya,
termasuk sistem pertanian untuk menopang kehidupan para
santrinya, tapi juga berdakwah dengan mengadakan
pengajian, baik di kalangan istana maupun masyarakat
kelas bawah.
7
Al-Banjari ulama besar yang berpengaruh dan berperan penting dalam
sejarah Islam. Beliau mendapat julukan sebagai “Matahari Agama”.
Dari berbagai buku-buku fikih yang ada, salah satunya adalah kitab Sabil
al-Muhtadin li al-Tafaqquh fi Amr Al-Din (Jalan bagi orang-orang yang
mendapat petunjuk agar menjadi faqih (alim) dalam urusan agama.
Kitab ini ditulis dalam bahasa Arab-Melayu dan merupakan salah satu
karya utama dalam bidang fikih bagi masyarakat Melayu
8
8
Syekh Abdus Samad al-Palimbani.
Menurut sumber dari berbagai manuskrip Melayu,
tokoh itu bernama lengkap Abdus Samad bin
Abdullah al-Jawi al-Palimbani. Adapun
sumber-sumber Arab menamakannya Sayyid
Abdus Samad bin Abdurrahman al-Jawi. Merujuk
pada kitab Tarikh Salasilah Negri Kedah, ulama
tersebut lahir pada sekitar tahun 1116 Hijriyah
atau bertepatan dengan 1704 Masehi.
9
9
Masa kecil Abdus Samad dihabiskan di Palembang. Ia gemar
mempelajari ilmu tasawuf dari buku-buku karangan Syekh Abdur
Rahman bin Abdul Aziz al-Magribi.
Selain itu, dua ulama Nusantara menjadi rujukannya dalam
menuntut ilmu. Keduanya adalah Syekh Abdurrauf as-Singkili dan
Syamsuddin as-Sumatrani. Ilmu suluk dipelajarinya dari Syekh
Muhammad as-Samman. Sementara itu, ilmu tauhid dikajinya dari
tulisan-tulisan Syekh Mustafa al-Bakri.
Beranjak remaja, al-Palimbani memutuskan untuk pergi ke Makkah
al-Mukarramah. Tujuannya bukan hanya haji, tetapi juga meneruskan
perjalanan intelektual. Di kota kelahiran Nabi Muhammad SAW itu, dia
berguru pada seorang ulama Mesir, Ahmad bin Abdul Mun'im
ad-Damanhuri.
10
10
Pada masanya, al-Palimbani juga dikenal sebagai seorang penulis produktif. Ia
menulis banyak buku. Beberapa di antaranya adalah Nasihah al-Muslimin, Syarh
Lubab Ihya 'Ulum ad-Din, dan Syarh Bidayah al-Hidayah. Kitab-kitab yang juga
disusunnya ialah Zuhrah al-Murid fi Bayan Kalimah at-Tauhid dan Zad al-Muttaqin fi
Tauhid Rabb al-Alamin.
Yang pertama itu berisi uraian tentang makna kalimat tauhid, sedangkan yang
kedua adalah ringkasan ajaran tauhid menurut Syekh Muhammad as-Samman.
Karya-karya berikutnya dari dai Palembang itu ialah Al-'Urwah al-Musqa wa Silsilah
Uli al-Ittiqa serta Ratib 'Abd as-Samad.
Dia juga mengarang kitab Hidayah as-Salikin fi Suluk Maslak al-Muttaqin.
Isinya membicarakan tentang petunjuk untuk mencapai tingkat muttaqin. Di samping
itu, ada pula Sair as-Salikin ila Ibadah Rabb al-Alamin.
11
11
Sejarah mencatat, Syekh al-Palimbani merupakan dai yang menaruh kepedulian tinggi
pada perkembangan sosio-religius umat Islam, khususnya kaum Muslimin Nusantara.
Saat itu, masyarakat umumnya merasakan pahitnya masa penjajahan. Untuk itu, sang
syekh sering kali mengobarkan semangat mereka untuk tidak takut dalam memberikan
perlawanan.
Selain masalah keagamaan di Tanah Air, perhatiannya juga tertuju pada masalah
kolonialisme Barat di negeri-negeri Islam. Perhatian dan keprihatinannya ini ia tuangkan
dalam kitab berjudul Nasihah al-Muslimin wa Tazkirah al-Mu'minin fi Fada'il al-Jihad fi
Sabil Allah wa Karamah al-Mujahidin.
Karya itu berarti, ‘Nasihat bagi Muslimin dan Peringatan bagi Mukminin mengenai
Keutamaan Jihad di Jalan Allah'. Kitab itu ditulisnya dalam bahasa Arab pada tahun
1772 M.
12
12
Syekh Nawai al-Bantani
Syekh Nawai lahir pada tahun 1813 di
Kampung Tanara, Desa Tanara, Kecamatan
Tirtayasa, Kabupaten Serang, Banten. Ia
memiliki nama Muhammad Nawawi bin
'Umar bin 'Arabi al-Bantani yang merupakan
anak sulung dari tujuh bersaudara. Ayahnya,
Syekh Umar bin Arabi al-Bantani merupakan
ulama di Banten, sedangkan ibunya
bernama Zubaedah.
13
13
Syekh Nawawi al-Bantani adalah seorang ulama
Indonesia yang mendunia karena menjadi pengajar di
Masjidil Haram, Mekkah. Ia adalah seorang ulama yang
sangat produktif menulis kitab dan menghasilkan ratusan
karya. Karya tersebut meliputi bidang ilmu fiqih, tafsir,
tauhid, tasawuf, dan hadis. Syekh Nawawi al-Bantani juga
berperan dalam sejarah perjuangan melawan penjajahan
kolonial Belanda di Indonesia.
14
14
Syekh Nawawi hanya bertahan selama kurang lebih dua
tahun mengajar di pondok pesantren, Tanara. Ia kemudian
pergi ke Mekkah untuk belajar agama Islam di pusat
pengajarannya langsung, yaitu di Masjidil Haram.
Di Mekkah, Syekh Nawawi belajar kepada banyak ulama
ternama di Arab, seperti Sayyid Ahmad An-Nahrawi, Syekh
Muhammad Khatib Al-Hanbali, Sayyid Ahmad Zaini, dan
Sayyid Ahmad Ad-Dimyati. Di Mekkah, Syekh Nawawi hanya
bertahan selama tiga tahun untuk belajar. Ia kemudian
kembali ke Tanara dan mengajar di pondok pesantren
ayahnya. Begitu sampai di Banten, Syekh Nawawi sangat
geram melihat kondisi masyarakat berada di bawah
belenggu penjajahan Belanda.
15
15
Menjadi ulama di Mekkah Setelah
tinggal di Mekkah untuk kedua
kalinya, ilmu yang didapatkan oleh
Syekh Nawawi berkembang. Ia
menjadi seorang ulama terkemuka
yang menguasai ajaran Islam. Ia
bahkan disegani oleh para penuntut
ilmu Islam dari seluruh penjuru
dunia. Syekh Nawawi dipercaya
menjadi pengajar di Masjidil Haram,
Mekkah kurang lebih selama 10
tahun, dari tahun 1860 hingga 1870.
Di samping kesibukannya sebagai
ulama, Syekh Nawawi juga aktif
menulis kitab dalam berbagai bidang
keislaman, seperti:
●Al-'Aqd As-Samin Syarah Fath
Al-Mubîn Sullam Al-Munâjah
Syarah Safînah As-Shalâh
●Al-Munir
● Ats-Tsamar Ay-Yani'ah Syarah
Ar-Riyadl Al-Badi'ah
16
16
KH Sholeh Darat, lahir di Desa Kedung Jumbleng,
Kecamatan Mayong, Kabupaten Jepara pada 1235 Hijriyah
(1820) dengan nama lengkap Muhammad Sholeh bin Umar
al-Samarani. Ayahnya, Kiai Umar merupakan pejuang
kemerdekaan dan kepercayaan Pangeran Diponegoro di
pesisir utara Jawa Tengah.
Masa kecil hingga remaja KH Sholeh Darat dihabiskan
dengan belajar Alquran serta ilmu agama dari ayahnya.
Seperti ilmu nahwu, shorof, akidah, akhlak, hadis dan fiqih.
Setelah lepas masa remaja KH Sholeh Darat menimba ilmu
ke sejumlah ulama di Jawa maupun ulama di luar negeri.
KH Sholeh Darat
17
17
Kiai Sholeh Darat banyak menimba ilmu agama dari berbagai pemuka
agama waktu itu. Guru-gurunya mengajari Sholeh muda kitab-kitab
yang berisi berbagai macam ilmu agama seperti tafsir, ilmu falak,
nahwu sharaf, tasawuf, dan lain sebagainya.
Tak puas sampai di situ, setelah menikah Kiai Soleh Darat merantau
ke Mekkah. Di sana ia berguru pada para ulama besar seperti Syekh
Muhammad al Muqri, Syekh Ahmad Nahrawi, Sulaiman Hasbullah
al-Makki, dan Sayyid Ahmad ibn Zaini Dahlan.
18
Beberapa kitab karya Shaleh Darat
●Majmu' Syariah al-Kafiyat lil Awam (280 hlm)
●Tarjamah Sabilul Abid ala Jauharotut Tauhid (400 hlm)
●Kitab Munjiyat, Methik Saking Ihya Ulumiddin (196 hlm)
●Matan Al-HIkam (152 hlm)
●Lathoifut Thoharoh wa Asrorus Sholat (96 hlm)
●Tafsir Faidhur Rohman (580 hlm)
●Minhajul Atqiya fi syarhi Ma'rifatil Adzkiya (516 hlm)
19
19
Syekh Kholil Bangkalan Lahir lahir Bangkalan, Madura, 7
Januari 1820 dari pasangan KH Abdul Latif dan Syarifah Khadijah.
Dari pasangan ulama itu pula, Cholil kecil mendapatkan ajaran
agamanya. Ia punya silsilah dengan dengan ulama-ulama di tanah
Jawa dan memiliki pertalian darah dengan Sunan Gunung Jati.
Sedari kecil, ia belajar dari para kiai dan pesantren di Pula Jawa. Ia
belajar dari Kiai Muhammad Nur, kiai kharimastik asal Pesantren
Langitan, Tuban.
Lantas KH Kholil Bangkalan pindah ke beberapa pesantren hingga
di usia 24 tahun, ia belajar ke Mekkah-Medinah ke beberapa ulama
seperti Syekh Nawawi Al-bantani, Syaikh Mustafa bin Ahmad
Al-Afifi Al-Makki di Mekkah dan sebagainya.
20
20
dikisahkan, setelah pulang dari Makkah, ia tidak lantas mendirikan
pesantren, tapi bekerja di kadipaten Bangkalan pada malam hari.
Ketika berjaga itu, waktunya dipakai untuk membaca hingga akhirnya
terdengar oleh Adipati Bangkalan waktu itu, Ludra Putih, yang kemudian
mengangkatnya sebagai menantu.
Syekh Kholil Bangkalan akhirnya mendirikan pesantren yang akhirnya memiliki
banyak murid-murid yang juga menjadi ulama-ulama di tanah Jawa.
Beberapa di antaranya adalah, Hadratussyaikh KH Hasyim Asy’ari dan KH
Wahab Wasbullah, tokoh ulama yang mendirikan Nahdatul Ulama tahun 1926.
“Ia dikenal sebagai seorang pakar fiqih, tata bahasa, arab nahwu, dan searang
mursyid tarekat,” tulis buku tersebut.
21
Selain itu beliau dikenal sebagai seorang penulis kitab
yang produktif sejak di Mekkah. Karyanya menjadi rujukan
di pesantren-pesantren di Indonesia, antara lain:
●Kitab Silah fi Bayin Nikah
●Kitab Tarjamah Alfiyah ibn Malik
●Kitab Asma’ul Husna
●Ijazah Barzakhiyah
●Taqrirat ala Mandhumah Nuzhatit Thullab. dll
Pada 29 Ramadan 1341 Hijriah atau 14 Mei 1923 M sosok
ini berpulang pada usia lebih dari 100 tahun. Beliau
dikebumikan di Martajesa, Kecamatan Bangkalan.
22
Selain itu beliau dikenal sebagai seorang penulis kitab
yang produktif sejak di Mekkah. Karyanya menjadi rujukan
di pesantren-pesantren di Indonesia, antara lain:
●Kitab Silah fi Bayin Nikah
●Kitab Tarjamah Alfiyah ibn Malik
●Kitab Asma’ul Husna
●Ijazah Barzakhiyah
●Taqrirat ala Mandhumah Nuzhatit Thullab. dll
Pada 29 Ramadan 1341 Hijriah atau 14 Mei 1923 M sosok
ini berpulang pada usia lebih dari 100 tahun. Beliau
dikebumikan di Martajesa, Kecamatan Bangkalan.
23
Multiple Choice
9. Tembang ciptaan Sunan Muria yang terkenal dikalangan masyaraakat
Asmaradana
Ilir-ilir
Linglung
Sinom dan Kinanti
24
Multiple Choice
Sebuah perkampungan Islam yang didirikan al-Banjari di Kalimantan Selatan dinamakan ....
pagar tanda
bambu pagar
pagar betis
dalam pagar
25
Multiple Choice
Syekh Arsyad Al-Banjari adalah nama ulama terkemuka dan karismatik di daerah...
Sulawesi Utara
Banda Aceh
Kalimantan Selatan
Minangkabau
26
Multiple Choice
10. Salah satu strategi dakwah Sunan Gresik
pertunjukan wayang
mendekati masyarakat melalui pergaulan
kursus-kursus keagamaan
mengajarkan berbagai keterampilan
27
Multiple Choice
5. Salah satu contoh suluk ciptaan sunan kalijaga
kinanti
kalimasodo
linglung
padhang bulan
28
Multiple Choice
Pembawa Agama islam ke Indonesia adalah...
Bangsa Belanda dan Portugis
Pedagang dari Arab dan Gujarat
Penjajah Jepang dan Belanda
Wali Songo
29
Multiple Choice
Pada usia 30 tashun, Muhammad Arsyad al-Banjari melanjutkan pendidikannya ke ...
Mesir
Turki
Mekkah
Madinah
30
Multiple Choice
Salah satu metode wali songo dalam menyebarkan Islam sehingga mudah diterima oleh masyarakat adalah....
Melalui perdagangan
melalui kesenian
melalui penampilan
melalui kebiasaan
31
Multiple Choice
Aliran tasawuf yang bertujuan untuk membangkitkan kesadaran kehadiran Allah SWT dalam batin manusia dengan mengamalkan berbagai macam zikir disebut dengan aliran...
Naqsabandiyah
Syatariyah
Ahlu Sunnah wal Jamaah
Qadariyah
32
Multiple Choice
Sabilul Muhtadin , kitab karya Syekh Muhammad Arsyad al-Banjari berisi...
akidah akhlak
muamalah
Fiqih ibadah
Munakahat
33
Multiple Choice
Abdurrauf As-Singkil dikenal sebagai ulama yang produktif dalam menulis. Sejumlah 21 buku dalam bidang tafsir, hadis, fikih, dan tasawuf berhasil beliau buat. Kitab tafsir pertamanya yang menggunakan bahasa Melayu adalah ...
Turjuman al-Mustafid
Daqaiq al-Huruf
Kifayat al-Muhtajin
Umdat al-Muhtajin
34
Multiple Choice
Abdurrauf As-Singkil adalah seorang ulama besar Aceh yang disegani karena mengembangkan ilmu pengetahuan. Perilaku yang dapat kita teladani sebagai seorang pelajar adalah ...
Belajar dengan sungguh-sungguh
Selalu berbuat baik terhadap orang tua
Mau menyisihkan uang saku untuk bersedekah
Menuntut ilmu jika diberi uang saku
35
Multiple Choice
Ada lebih dari 21 kitab yang berhasil diterbitkan oleh Abdurrauf A-Singkil. Hal ini menunjukkan bahwa beliau termasuk ulama yang ...
Jujur
Santun
Pemberani
Produktif
36
Multiple Choice
Ajaran tarekat yang dibawa al-Palembani setelah pulang menimba ilmu dari Haramain adalah...
Naqsabandiyah
Samaniyah
Syatariah
Qodariya
37
Multiple Choice
Abdur Rauf As-Singkil merupakan sosok yang patut diteladani oleh para pelajar muslim utamanya dalam menuntut ilmu. Berikut ini adalah gambaran dari sikap beliau, kecuali...
Pelajar yang sangat produktif dengan karya-karyanya
Semangat belajar yang tinggi sampai ke luar negeri
Belajar sesuai dengan keinginan hati
Menguasai berbagai bidang ilmu
38
Multiple Choice
Dimasa mudanya, syekh Khalil pernah berguru kepada Kyai Muhammad Nur ketika beliau sedang menimba ilmu di pesantren ...
Sangaan
Sidogiri
Keboncandi
Langitan
39
Multiple Choice
Sunan kalijaga
Sunan Kudus
Sunan Muria
Sunan Gunung jati
40
Multiple Choice
Siapakah nama tokoh wali sanga yang menyebarkan islam melalui kesenian, yaitu menciptakan tembang islami dan dolanan (permainan) anak-anak?
Sunan Giri
Sunan Ampel
Sunan Bonang
Sunan Muria
41
Multiple Choice
Salah satu metode wali sanga dalam menyebarkan agama islam yaitu dengan pertunjukan wayang. Siapakah nama wali menggunakan metode tersebut?
Sunan Muria
Sunan Gunung Jati
Sunan Kudus
Sunan Kalijaga
42
Multiple Choice
Nama Asli dari Sunan Gresik adalah .....
Radem Makdum Ibrahim
Maulana Malik Ibrahim
Raden Qasim
Raden Rhmat
43
Multiple Choice
Diantara ajaran Sunan Ampel adalah ....
Cublak-cublak Suweng
Mo Limo
Suluk Wijil
catur piwulang
44
Multiple Choice
Salah satu metode wali sanga dalam menyebarkan agama islam yaitu dengan pertunjukan wayang. Siapakah nama wali menggunakan metode tersebut?
Sunan Muria
Sunan Gunung Jati
Sunan Kudus
Sunan Kalijaga
45
Multiple Choice
Wali Songo terdiri dari ...
9 Orang
7 Orang
6 orang
10 orang
46
Multiple Choice
Berikut pernyataan yang benar mengenai peran Sunan Gunung Jati dalam proses islamisasi adalah...
Mendirikan pondok pesantren ampel yang terletak di Surabaya
Mendirikan masjid-masjid yang ada diseluruh wilayah Cirebon
Tokoh yang menitikberatkan pada bidang pendidikan
Menciptakan falsafah Moh Limo
47
Multiple Choice
Kakek Bantal adalah sebutan dari ...
Sunan Giri
Sunan Bonang
Sunan Ampel
Maulana Malik Ibrohim
48
Multiple Choice
Salah satu wali sanga yang memiliki pesan Moh Limo adalah...
Sunan Gresik
Sunan Kudus
Sunan Muria
Sunan Ampel
49
Multiple Choice
Wali Sanga yang menyusun kitab undang-undang dalam proses berdirinya Kesultanan Islam Demak adalah ...
Sunan Bonang
Sunan Ampel
Sunan Giri
Sunan Bonang
50
Multiple Choice
Masjid tersebut merupakan peninggalan dari...
Sunan Muria
Sunan Gunung Jati
Sunan Ampel
Sunan Kudus
51
Multiple Choice
Sunan Ampel menikah dengan putri dari seorang adipati di wilayah ....
Lamongan
Kediri
Tuban
Gresik
52
Sampai jumpa
Semoga bermanfaat!
22
Big concept
Peran Tokoh Penyebar Islam
di Indonesia
1
Sejarah Kebudayaan Islam
Kelas IX
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 52
SLIDE
Similar Resources on Wayground
49 questions
Spring Final Review 2023_Culinary Arts ONE. (INTRODUCTION)
Presentation
•
9th - 12th Grade
47 questions
Review Chemical Reactions
Presentation
•
9th - 12th Grade
46 questions
Preguntas interpersonales - Todo sobre mi
Presentation
•
9th - 12th Grade
47 questions
عقيقة
Presentation
•
9th - 12th Grade
51 questions
Caperucita Roja
Presentation
•
8th - 12th Grade
45 questions
2.1 De2 - Review of tú commands
Presentation
•
9th - 12th Grade
44 questions
Introduction to Moles
Presentation
•
9th - 12th Grade
48 questions
The verb "ir" (to go) Intro
Presentation
•
9th - 12th Grade
Popular Resources on Wayground
19 questions
Naming Polygons
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Prime Factorization
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
Discover more resources for History
29 questions
US History - EOC Review
Quiz
•
11th Grade
10 questions
Exploring the American Civil War: Key Events and Figures
Interactive video
•
6th - 10th Grade
34 questions
Intro to Government and Economics
Quiz
•
11th Grade
40 questions
Q1 CFE WORLD HISTORY REVIEW
Quiz
•
9th - 12th Grade
35 questions
Spring Final Exam
Quiz
•
10th Grade
75 questions
2026 Spring Exam: Review
Quiz
•
11th Grade
20 questions
The Great Depression & WWII review
Quiz
•
7th - 12th Grade
30 questions
Spring 2026 Final Practice Exam
Quiz
•
10th Grade