Search Header Logo
Batik

Batik

Assessment

Presentation

Education

1st - 5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

MUHAMAD AKHSANI

FREE Resource

51 Slides • 1 Question

1

media

Batik ?

2

Fill in the Blanks

3

media

Etimologi

istilah

"batik" berasal dari
Jawa

yang berarti "lebar"
atau "luas" (merujuk
kepada kain),

yang berarti
"membuat titik"

ambathik

nithik

amba

4

media

menghubungkan titik-titik
menjadi gambar tertentu
pada kain yang luas atau
lebar

Bathik,

5

media

kain bergambar yang
pembuatannya secara
khusus dengan
menuliskan atau
menerakan lilin/ malam
pada kain itu, yang
kemudian
pengolahannya melalui
proses tertentu

Kamus Besar Bahasa Indonesia

"batik" dapat merujuk
kepada sebuah proses
maupun hasil.
jadi (bersifat bendawi)
dari proses tersebut.

"batik" didefinisikan sebagai

6

media

Batik adalah suatu teknik menghias
kain/ tekstil dengan menggunakan lilin
dalam proses pencelupan warna,
dimana semua proses tersebut
dilakukan dengan menggunakan
tangan.

Menurut Irwan Tirta

7

media

Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan
Nonbendawi Masterpieces of the Oral and
Intangible Heritage of Humanity)
pada 2 Oktober 2009

Sebagai keseluruhan teknik , teknologi
serta pengembangan motif dan budaya
yang terkait

UNESCO

ditetapkan sebagai

oleh

8

media

Sejak saat itu, 2 Oktober

ditetapkan sebagai
Hari Batik Nasional

9

media

Ciri-Ciri Batik ?

10

media

Kain batik memiliki karakteristik
yang unik dan tidak dimiliki oleh

jenis kain lainnya.

Berikut ini adalah ciri-ciri batik

secara umum:

11

media

Memiliki corak dengan makna simbolik.
Corak batik terdapat variasi hias motif

ular, pagoda, geometris, serta barong.

Warna batik cendrung gelap (coklat

kehitaman, warna hitam) dan putih.

Umumnya motif batik memiliki ciri khas

daerah asalnya.

1. Batik Tradisional

12

media

13

media

2. Batik Modern

Corak pada batik tidak

mengandung makna khusus.

Corak batik biasanya berbentuk

tumbuhan, rangkaian bunga, dan
lain-lain.

Warna batik cenderung bebas

(biru, merah, ungu, dan lain-
lain).

14

media

Jenis-Jenis
Batik

15

media

Batik Printing ?

16

media

Sesuai namanya, batik tulis adalah
jenis batik yang dibuat secara
manual menggunakan tangan
dengan bantuan alat canting untuk
menerakan malam ke corak batik

1. Batik Tulis

17

media

Canting merupakan alat utama yang
digunakan untuk membuat motif
batik dengan menorehkan malam (lilin
batik) di atas kain, kain yang biasa
digunakan adalah kain mori.

Canting berasal dari bahasa Jawa,
yaitu ‘canthing’ yang berarti alat
untuk melukis batik tulis

18

media

Bentuknya yang seperti cerutu
ini terbuat dari tembaga dan
kayu atau bambu,

memiliki 3 bagian.

19

media

1. Cucuk/ carat adalah bagian paling ujung
canting berbentuk seperti selang melengkung
berbahan tembaga yang berfungsi untuk
mengalirkan malam dari Nyamplung

Ukuran Cucuk inilah yang sering
mempengaruhi besar kecilnya hasil
goresan diatas ke kain.

2. Nyamplung adalah wadah kecil yang
digunakan untuk menampung malam
3. Gagang merupakan bagian
pangkal yang terbuat dari kayu
atau bambu

difungsikan sebagai
pegangan tangan.

20

media

Jenis – jenis

canting

21

media

canting isen untuk
mengisi pola yang telah
dibuat.

Canting

Canting rengrengan yaitu
canting bercucuk satu yang
digunakan saat menggambar
pola pertama,

22

media

Ciri - Ciri Batik Tulis

1. Punya Bau Khas

2. Tinta Batiknya Tembus Hingga ke Belakang

3. Punya Motif yang Tidak Monoton

4. Bagian Akhir Pola Selalu Lebih Tebal

5. Harganya Jauh Lebih Mahal

Tinta batik tulis tembus ke
belakang
Pada batik yang asli, bagian
depan dan belakang
memiliki warna, corak, dan
motif yang persis sama.

23

media

Batik cap adalah batik yang dibuat
dengan semacam stempel motif batik.
Stempel atau cap tersebut terbuat dari
tembaga yang fungsinya menggantikan
canting sehingga dapat mempersingkat
waktu pembuatan batik.

2. Batik Cap

24

media

Motifnya cenderung sederhana dan berulang
Memiliki aroma cairan malam yang khas
Pilihan motif cukup beragam. Bahkan ada

perajin batik cap yang menggunakan tokoh
kartun anak-anak sebagai motif di kain
buatannya.

Warna pada kain bagian depan lebih terang atau

pekat, sementara bagian belakang cenderung
lebih tipis

Ukuran kain yang dijual berukuran standar,

biasanya 2 x 1 meter.

Ciri-Ciri Batik Cap

25

media

26

media

Ada juga jenis batik yang merupakan kombinasi
batik tulis dan batik cap. Jenis batik ini dibuat
dalam rangka mengurangi kelemahan-
kelemahan pada produk batik cap.

3. Kombinasi Cap dan Tulis

27

media

Batik printing atau yang disebut juga
dengan batik sablon karena dalam
proses pembuatan jenis batik ini lebih
mirip dengan penyablonan.
Dalam pembuatan batik printing
menggunakan alat offset atau sablon.

4. Batik Printing

28

media

Motif batik print sangat rapi dan simetris, bahkan bisa

dibilang sempurna.

Tidak memiliki aroma lilin atau malam.
Warna batik lebih banyak dan meriah. Sebab,

pengusaha batik print dapat menggunakan pewarna
kimia tambahan untuk menghasilkan warna-warna
yang diinginkan.

Harganya tergolong murah, di kisaran 50-80 ribu

rupiah.

Warna kain bagian belakang putih dengan sedikit

warna yang tembus dari bagian depan.

Ciri-Ciri Batik Print

29

media

Bagaimana proses
pembuatan batik
printing?

30

media

pembuatan batik printing adalah
sebagai berikut :
1.Membuat desain (pola) batik.
2.Membuat klise (film)
3.Membuat plangkan master.
4.Proses penyablonan.
5.Finishing.

urutan langkah pokok

31

media

32

media

Pembuatan Batik Printing
Plangkan Batik Printing
adalah sebuah alat yang
menjadi dasar motif untuk
proses pembuatan batik
printing.

Plangkan Batik adalah sebuah alat yang
menjadi dasar pola motif untuk proses
pembuatan batik sablon printing.

terbuat dari bingkai
kayu dengan kain
kasa emulsi sebagai
screennya.

33

media

34

media

Motif batik print sangat rapi dan

simetris karena di buat dengan
teknik sablon.

Tidak memiliki aroma lilin atau

malam.

Warna batik lebih banyak dan

meriah

Harganya tergolong murah.

Ciri-Ciri Batik Print

35

media

Motif batik ?

36

media

Motif batik adalah corak atau pola yang
menjadi kerangka gambar pada batik
berupa perpaduan antara garis, bentuk
dan isen menjadi satu kesatuan yang
mewujudkan batik secara keseluruhan.

37

media

Motif-motif batik itu antara
lain adalah motif hewan,
manusia, geometris, dan
motif lain.

38

media

39

media

Motif Batik Tujuh Rupa (Pekalongan)

Batik Pekalongan memiliki ciri khas yang
didominasi oleh motif tumbuh-tumbuhan dan
juga hewan. Bukan hanya bermotif bunga yang
cerah, batik Pekalongan juga memiliki motif
garis dan titik yang memesona.

Motif-motif tersebut
diambil dari berbagai
campuran kebudayaan
lokal dan etnis cina.

40

media

Batik Parang Kusumo dari keraton surakarta

Batik ini mempunyai ragam hias
utama yang nyaris serupa
dengan ombak di lautan yang
senantiasa menghantam tebing
dan karang tanpa kenal lelah

41

media

Batik Garutan

Secara filosofis, warna-warna ini
mengungkapkan tentang kebahagiaan yang
senantiasa terpancar, misalnya warna merah,
hijau, hingga warna gading.

terinspirasi dari Flora dan faunadi Kawasan

Pegunungan

motif hewan dari
Merak Ngibing

42

media

43

media

44

media

o Nigeria
o Tiongkok
o India
o Malaysia
o Sri Lanka
o daerah-daerah lain

di Indonesia.

Teknik seni kain yang mirip batik
dapat ditemukan pada berbagai
kebudayaan di dunia seperti di

45

media

Mengutip laporan China
Highlight, budaya membatik
dan kerajinan batik juga ada di
Negeri Tirai Bambu.

Menurut laporan, budaya membatik telah
ada di China sejak awal Dinasti Qin (221-
207 sebelum masehi) atau Dinasti Han
awal (206 sebelum masehi).

46

media

Namun, pengetahuan yang luas tentang
keberadaan batik China sebagai produk jadi
pertama kali dikenal selama era Dinasti Tang
(tahun 618-907), ketika batik menjadi komoditas
"Jalur Sutra" lain yang diekspor ke Eropa dan
negara lain.

47

media

Batik Lasem dari Kecamatan Lasem
Kabupaten Rembang, Jawa
Tengah misalnya, dari tiap motif yang
tertuang di lembar kain merupakan
hasil akulturasi budaya Tiongkok-Jawa.
Tak heran jika melihat motif akan
terlihat corak Jawa dan Tiongkok

48

media

Ragam Hias Burung Hong /burung phoenix.

motif ragam hias pada saat dinasti
China. Dipergunakan pada ornamen dinding zaman
pemerintahan Kaisar Huang Ti (2698SM - 2598 SM).
Kemudian muncul kembali pada masa pemerintahan
dinasti Han (206 M - 220 M)

49

media

50

media

Dalam sejarahnya, Lasem menjadi kota strategis
dan memiliki pelabuhan sebagai gerbang keluar
masuknya orang asing (salah satunya orang-orang
Cina) pada masa kerajaan Majapahit.

Keberadaan Lasem yang terletak di
Pesisir Utara Jawa rupanya
meninggalkan jejak sejarah adanya
masyarakat Tionghoa di wilayah ini.

51

media

52

media
media

Batik ?

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 52

SLIDE