
Materi IKM
Presentation
•
Professional Development
•
Professional Development
•
Practice Problem
•
Hard
Dwi Pristiwanto
Used 1+ times
FREE Resource
72 Slides • 0 Questions
1
Penyusunan Perencanaan
Pembelajaran
Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
2
√
3
Fokus SKL Pada Pendidikan Dasar dan Menengah.
a.
persiapan Peserta Didik menjadi anggota masyarakat yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa serta berakhlak mulia;
b.
penanaman karakter yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila; dan
c.
penumbuhan kompetensi literasi dan numerasi Peserta Didik untuk (hidup mandiri – Menengah)
mengikuti pendidikan lebih lanjut.
Peraturan Terkait Implemetasi Kurikulum Merdeka
4
Muatan wajib yang dimuat dalam kurikulum Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah yang meliputi:
pendidikan agama;
matematika
pendidikan jasmani dan olahraga
pendidikan Pancasila;
ilmu pengetahuan alam
keterampilan/kejuruan
pendidikan kewarganegaraan;
ilmu pengetahuan sosial
muatan lokal
bahasa
seni dan budaya
5
5
Standar Proses
Perencanaan
Paling Sedikit memuat : tujuan pembelajaran; langkah atau kegiatan pembelajaran; dan penilaian
atau asesmen pembelajaran.
Pelaksanaan
Diselenggarakan dalam suasana belajar yang: interaktif; inspiratif; menyenangkan; menantang;
memotivasi Peserta Didik untuk berpartisipasi aktif; dan memberikan ruang yang cukup bagi
prakarsa, kreativitas, kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik, serta
psikologis Peserta Didik.
Penilaian Proses
Pembelajaran
Penilaian dilakukan dengan cara:
• refleksi diri terhadap pelaksanaan perencanaan dan proses pembelajaran; dan
• refleksi diri terhadap hasil asesmen yang dilakukan oleh sesama Pendidik, kepala Satuan
Pendidikan, dan/atau Peserta Didik
√
6
Pengembangan kurikulum satuan pendidikan mengacu pada:
a.
Kurikulum 2013 untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah
dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar secara utuh;
b.
Kurikulum 2013 untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah
dengan kompetensi inti dan kompetensi dasar yang disederhanakan; atau
c.
Kurikulum Merdeka untuk pendidikan anak usia dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah
secara utuh.
6
7
Profil Pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan
Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan
global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.
7
√
8
8
9
Panduan dalam Implemetasi Kurikulum Merdeka
Panduan
Pengembangan
Kurikulum
Operasional di
Satuan
Pendidikan
Panduan
Pembelajarn dan
Asesmen
Panduan
Penguatan Projek
Profil Pancasila
10
Perencanaan
Pembelajaran
dan Penilaian
(Asesmen)
Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
01
Memahami dan Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP)
02
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan
Pembelajaran
03
√
11
Sebelum melangkah pada strategi perencanaan dan pelaksanaan Pembelajaran dan Penilaian,
mari sejenak kita bahas Konsep Capaian Pembelajaran,
“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi
pembelajaran yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase,
dimulai dari Fase Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar
dan menengah, CP disusun untuk setiap mata pelajaran.”
Konsep Capaian Pembelajaran
Pemerintah hanya menetapkan tujuan akhir per fase (CP) dan waktu
tempuhnya
(fase). Satuan pendidikan memiliki
keleluasaan
untuk
menentukan
strategi
dan
cara
atau
jalur
untuk
mencapainya. Agar bisa menentukan strategi yang sesuai, kita
perlu tau titik awal keberangkatan para peserta didik.
√
12
FASE
Pondasi
A
B
C
D
E
F
PAUD/RA
SD/MI/Paket
A Kelas 1-2
SD/MI/Paket
A Kelas 3-4
SD/MI/Paket
A Kelas 5-6
SMP/Mts/Paket
B
Kelas 7-9
SMA/MA/Paket
C
Kelas 10
SMA/MA/Paket
C
Kelas 11-12
Pengertian Fase:
Tingkatan Capaian pembelajaran, setiap fase mempunyai waktu pencapaian
antara 1-3 tahun
√
13
Dibuat dalam bentuk matriks.
Setiap elemen dipetakan menurut
perkembangan peserta didik
Kompetensi pembelajaran yang
harus dicapai peserta didik pada
setiap fase. Dibuat dalam bentuk
pernyataan yang disajikan dalam
paragraf yang utuh.
Kemampuan yang perlu dicapai
peserta didik setelah mempelajari
mata pelajaran tersebut
●Alasan mempelajari mapel
tersebut
●Keterkaitan antara Mapel
dengan salah satu (atau lebih)
Profil Pelajar Pancasila
Komponen Capaian Pembelajaran Kelompok Umum
Rasional Mata Pelajaran
Tujuan Mata Pelajaran
Karakteristik Mata
Pelajaran
Capaian dalam Setiap
Fase Secara Keseluruhan
Capaian dalam Setiap
Fase menurut Elemen
●Deskripsi umum tentang apa
yang dipelajari dalam mata
pelajaran
●Elemen-elemen (strands) atau
domain mata pelajaran serta
deskripsinya
14
Prinsip penyusunan CP
menggunakan pendekatan
konstruktivisme yang
membangun pengetahuan dan
berdasarkan pengalaman nyata
dan kontekstual. Menurut teori
belajar konstruktivisme
(constructivist learning theory),
pengetahuan bukanlah
kumpulan atau seperangkat
fakta-fakta, konsep, atau
kaidah untuk diingat.
Konsep “Memahami” dalam
CP dalam konstruktivisme
adalah proses membangun
pengetahuan melalui
pengalaman nyata.
Pemahaman tidak bersifat
statis, tetapi berevolusi dan
berubah secara konstan
sepanjang peserta didik
mengonstruksikan
pengalaman-pengalaman baru
yang memodifikasi
pemahaman sebelumnya.
Perlu diketahui
Bentuk “Pemahaman” dalam CP
Apabila merujuk pada
Taksonomi Bloom, pemahaman
dianggap sebagai proses
berpikir tahap yang rendah
(C2). Namun demikian, konteks
Taksonomi Bloom
sebenarnya digunakan
untuk perancangan
pembelajaran dan asesmen
kelas yang lebih operasional,
bukan untuk CP yang lebih
abstrak dan umum. Taksonomi
Bloom lebih sesuai digunakan
untuk
menurunkan/menerjemahkan
CP ke tujuan pembelajaran
yang lebih konkret.
15
Setiap
CP
suatu
mata
pelajaran
memiliki
beberapa
elemen
atau
kelompok
kompetensi
esensial yang berlaku sama
untuk semua fase pada mata
pelajaran tersebut.
Masing-masing
elemen
tersebut memiliki capaian per
fasenya sendiri yang saling
menunjang untuk mencapai
pemahaman yang dituju.
Elemen sebuah mata pelajaran
mungkin saja sama atau
berbeda dengan mata pelajaran
lainnya, hal tersebut disesuaikan
dengan karakteristik pada
masing-masing mata pelajaran.
Perlu diketahui
Arti “Elemen” dalam CP
Contoh:
●Dalam CP Matematika terdapat
elemen Bilangan, Aljabar, Pengukuran,
Geometri, dan Analisis Data dan
Peluang
●Dalam CP IPA terdapat elemen
Pemahaman IPA dan Keterampilan
Proses
●Dalam CP Bahasa Indonesia terdapat
elemen Menyimak, Membaca dan
Memirsa, Berbicara dan
Mempresentasikan, Menulis
√
16
Perencanaan
Pembelajaran
dan Penilaian
(Asesmen)
Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
01
Memahami dan Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP)
02
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan
Pembelajaran
03
√
17
Pemerintah menetapkan Capaian Pembelajaran (CP) sebagai
kompetensi yang ditargetkan. Namun demikian, CP tidak cukup konkret
untuk memandu kegiatan pembelajaran sehari-hari.
CP perlu diurai menjadi tujuan-tujuan pembelajaran yang lebih
operasional dan konkret, yang dicapai satu persatu oleh peserta didik
hingga mereka mencapai akhir fase
Proses Perancangan
Kegiatan
Pembelajaran dapat
dipahami melalui
skema berikut:
√
18
Dalam
merancang
pembelajaran
Pendidik
dapat:
Menggunakan contoh yang disediakan
Mengembangkan alur tujuan pembelajaran dan/atau
rencana pembelajaran berdasarkan contoh-contoh
yang disediakan Pemerintah
Mengembangkan sepenuhnya alur tujuan
pembelajaran dan/atau perencanaan pembelajaran,
1
2
3
Pilihan Pendidik dalam Merancang Kegiatan Pembelajaran dapat
dipahami melalui skema berikut:
Tutor menentukan pilihan
tersebut berdasarkan
kemampuan masing-
masing
√
19
Kompetensi
kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang dapat didemonstrasikan
oleh peserta didik yang menunjukkan telah
berhasil mencapai tujuan pembelajaran.
Tujuan pembelajaran yang dikembangkan perlu dicapai peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran,
hingga akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP. Oleh karena itu, untuk CP dalam satu
fase, pendidik perlu mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.
Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang tersusun secara sistematis dan logis
menurut urutan dari awal hingga akhir fase.
Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (ATP)
Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan
pembelajaran. Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang dipetakan memenuhi kriteria berikut ini:
Tujuan
Pembelajaran
(TP)
terdiri atas:
Lingkup materi
ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang
perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran
Kriteria
Alur Tujuan
Pembelajaran
(ATP)
Menggambarkan urutan pengembangan
kompetensi yang harus dikuasai secara utuh
dalam satu fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan
pembelajaran yang linear dari awal hingga
akhir fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan
pembelajaran yang menggambarkan tahapan
perkembangan kompetensi dalam satu fase
√
20
Perlu
diketahui
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Pendidik diberikan keleluasaan dalam
menggunakan rujukan teori untuk
merumuskan tujuan pembelajaran,
diantaranya:
Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson
dan Krathwohl (2001)
6 Aspek Pemahaman
yang dikembangkan oleh
Tighe dan Wiggins
(2005)
6 Level Taksonomi Marzano (2000)
Pendidik diharapkan untuk
tidak fokus pada satu teori
saja, melainkan dapat
menggunakan teori atau
pendekatan lain dalam
merancang tujuan
pembelajaran, selama teori
tersebut dinilai relevan
dengan karakteristik mata
pelajaran serta konsep/topik
yang dipelajari, karakteristik
peserta didik, serta konteks
lingkungan pembelajaran.
√
21
mengingat kembali
informasi yang telah
dipelajari, termasuk
definisi, fakta-fakta,
daftar urutan, atau
menyebutkan
kembali suatu materi
yang pernah
diajarkan
kepadanya.
menjelaskan ide atau
konsep seperti
menjelaskan suatu
konsep
menggunakan
kalimat sendiri,
menginterpretasikan
suatu informasi,
menyimpulkan, atau
membuat parafrasa
dari suatu bacaan.
menggunakan
konsep,
pengetahuan, atau
informasi yang telah
dipelajarinya pada
situasi berbeda dan
relevan
kemampuan untuk
membuat
keputusan, penilaian,
mengajukan kritik
dan rekomendasi
yang sistematis
merangkaikan
berbagai
elemen menjadi satu
hal baru yang utuh,
melalui proses
pencarian ide, evaluasi
terhadap hal/ide/benda
yang ada sehingga
kreasi yang diciptakan
menjadi salah satu
solusi terhadap
masalah yang ada.
termasuk memberikan
nilai tambah terhadap
suatu produk yang
sudah ada.
Anderson dan Krathwohl mengelompokkan kemampuan kognitif menjadi tahapan-tahapan berikut
ini, dengan urutan dari kemampuan yang paling dasar ke yang paling tinggi sebagai berikut:
Perlu diketahui
Taksonomi Bloom versi Revisi
Anderson dan Krathwohl
(2001)
(C1)
Mengingat
(C2)
Memahami
(C3)
Mengaplikasikan
(C4)
Menganalisis
(C5)
Mengevaluasi
(C6)
Menciptakan
memecah-mecah
informasi menjadi
beberapa bagian,
kemampuan untuk
mengeksplorasi
hubungan/korelasi /
membandingkan
antara dua hal atau
lebih, menentukan
keterkaitan antar
konsep, atau
mengorganisasikan
beberapa ide
dan/atau konsep.
√
22
6 Aspek/Facet Pemahaman
ini merupakan modal untuk
menentukan Tujuan
Pembelajaran (TP),
menyusun Alur Tujuan
Pembelajaran (ATP),
menentukan asesmen, dan
instruksi yang tepat.
Perlu diketahui
6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan
cara untuk mengkonfirmasi
pemahaman peserta didik atas apa yang
telah mereka pelajari dan tidak
hirarkis/bukan merupakan siklus.
Jika peserta didik melakukan salah satu
dari keenam Aspek/Facet Pemahaman
(mampu menjelaskan, menginterpretasi,
menerapkan/mengaplikasikan, berempati,
memiliki sebuah sudut pandang, atau
memiliki pengenalan diri), berarti mereka
telah mendemonstrasikan sebuah
tingkat pemahaman.
6 Aspek Pemahaman
Tighe dan Wiggins
(2005)
23
6 Aspek Pemahaman (6 facet of understanding) (Wiggins and Tighe, 2005)
Merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak
harus hirarkis.
Perlu
diketahui
Penjelasan
Explanation
Mendeskripsikan suatu ide dengan kata-kata sendiri, membangun hubungan antar topik, mendemonstrasikan
hasil kerja, menjelaskan alasan/cara/prosedur , menjelaskan sebuah teori menggunakan data, berargumen dan
mempertahankan pendapatnya.
Interpretasi
Interpretation
Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan atau
sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model. Melihat makna
dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.
Aplikasi
Application
Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata dalam
kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi (menyerupai kenyataan)
Perspektif
Perspective
Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi,
melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.
Empati
Empathy
Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/atau memahami pikiran
yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu
Pengenalan diri
Self-Knowledge
Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan emosi
yang terjadi secara internal.
24
Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP Bahasa Indonesia Fase D
elemen Menyimak
Perlu
diketahui
Peserta didik memahami
informasi berupa
gagasan, pikiran,
pandangan, arahan atau
pesan dari teks deskripsi,
narasi, puisi, eksplanasi
dan eksposisi dari teks
visual dan audiovisual
untuk menemukan
makna yang tersurat dan
tersirat.
Interpretasi
Interpretation
Mendeskripsikan makna dari puisi serta emosi yang ditangkap
dari puisi tersebut
Aplikasi
Application
Membacakan/mendeklamasikan atau membuat karya untuk
merespons puisi
Perspektif
Perspective
Melakukan bedah puisi melalui diskusi dari sudut pandang
yang berbeda.
Empati
Empathy
Menaruh diri di posisi penulis puisi dan mencoba merasakan
emosi yang dirasakan penulis dan dituangkan dalam media
yang berbeda.
√
25
Tingkat 5:
metakognisi
Marzano menggunakan tiga sistem dalam domain pengetahuan yaitu sistem
kognitif, sistem metakognitif, dan sistem diri (self-system). Terdapat 6 level
taksonomi yaitu:
mengingat kembali
(retrieval) informasi
dalam batas
mengidentifikasi
sebuah informasi
secara
umum.
Perlu diketahui
6 Level Taksonomi Marzano
(2000)
Tingkat 1:
mengenali dan
mengingat
kembali (retrieval)
Pemahaman yang
dimaksud melibatkan
dua proses
yang saling berkaitan
yaitu integrasikan dan
simbolisasi.
Tingkat 2:
pemahaman
Cakupan analisis disini
berupa kemampuan
menggenerasi informasi
baru yang belum
diproses oleh seseorang.
Ada lima proses analisis:
(1) mencocokan,
(2) mengklasifikasikan,
(3) menganalisis
kesalahan,
(4) menyamaratakan
(5) menspesifikasikan.
Tingkat 3:
analisis
Pemanfaatan
pengetahuan
digunakan saat seseorang
ingin menyelesaikan
tugas tertentu.
Ada empat kategori
umum pemanfaatan
pengetahuan:
(1) pengambilan
keputusan,
(2) penyelesaian masalah,
(3) percobaan,
(4) penyelidikan.
Tingkat 4:
pemanfaatan
pengetahuan
Sistem metakognisi
berfungsi untuk
memantau, mengevaluasi
dan mengatur fungsi dari
semua jenis
pemikiran lainnya.
Ada empat fungsi dari
metakognisi:
(1) menetapkan tujuan,
(2) memantau proses,
(3) memantau kejelasan,
(4) memantau ketepatan.
Tingkat 6:
sistem diri
Menentukan apakah
seseorang akan
melakukan atau tidak
melakukan sesuatu
tugas.
Ada empat jenis dari
sistem diri:
(1) memeriksa kepentingan,
(2) memeriksa kemanjuran,
(3) memeriksa respon
emosional,
(4) memeriksa motivasi
secara keseluruhan.
26
Merumuskan TP Lintas Elemen CP
Merumuskan TP dengan Menganalisis ‘Kompetensi’ dan ‘Lingkup Materi’
pada CP.
Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP
Pendidik harus melakukan analisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk kemudian disusun
menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (TP). Merumuskan
tujuan pembelajaran dari CP dapat dilakukan melalui beberapa teknik:
Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan
pembelajaran yang efektif?
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Teknik 1
Teknik 2
Teknik 3
√
27
Teknik 1
Merumuskan
tujuan
pembelajaran
secara langsung
dari CP
√
28
Teknik 2
Merumuskan TP
dengan
Menganalisis
‘Kompetensi’
dan ‘Lingkup
Materi’ pada CP
√
29
Teknik 3
Merumuskan TP
Lintas Elemen
CP
√
30
Menyusun
Alur Tujuan
Pembelajaran
√
31
Bagaimana cara menyusun alur tujuan pembelajaran yang efektif?
Dalam menyusun alur tujuan pembelajaran, pendidik dapat mengacu pada berbagai cara yang diuraikan pada tabel di
bawah ini:
Pengurutan dari yang
Konkret ke yang Abstrak
Metode pengurutan dari konten yang konkret dan berwujud ke konten yang lebih abstrak dan simbolis.
Contoh : memulai pengajaran dengan menjelaskan tentang benda geometris (konkret) terlebih dahulu sebelum mengajarkan aturan
teori objek geometris tersebut (abstrak).
Pengurutan Deduktif
Metode pengurutan dari konten bersifat umum ke konten yang spesifik.
Contoh : mengajarkan konsep database terlebih dahulu sebelum mengajarkan tentang tipe database, seperti hierarki atau relasional.
Pengurutan dari Mudah ke
yang lebih Sulit
Metode pengurutan dari konten paling mudah ke konten paling sulit.
Contoh: mengajarkan cara mengeja kata-kata pendek dalam kelas bahasa sebelum mengajarkan kata yang lebih panjang.
Pengurutan Hierarki
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan keterampilan komponen konten yang lebih mudah terlebih dahulu sebelum
mengajarkan keterampilan yang lebih kompleks.
Contoh : siswa perlu belajar tentang penjumlahan sebelum mereka dapat memahami konsep perkalian.
Pengurutan Prosedural
Metode ini dilaksanakan dengan mengajarkan tahap pertama dari sebuah prosedur, kemudian membantu siswa untuk
menyelesaikan tahapan selanjutnya.
Contoh : dalam mengajarkan cara menggunakan t-test dalam sebuah pertanyaan penelitian, ada beberapa tahap prosedur yang
harus dilalui, seperti menulis hipotesis, menentukan tipe tes yang akan digunakan, memeriksa asumsi, dan menjalankan tes dalam
sebuah perangkat lunak statistik.
Scaffolding
Metode pengurutan yang meningkatkan standar performa sekaligus mengurangi bantuan secara bertahap.
Contoh : dalam mengajarkan berenang, guru perlu menunjukkan cara mengapung, dan ketika siswa mencobanya, guru hanya butuh
membantu. Setelah ini, bantuan yang diberikan akan berkurang secara bertahap. Pada akhirnya, siswa dapat berenang sendiri.
(Creating Learning Materials for Open and Distance Learning, 2005; Doolittle, 2001; Morrison, Ross, & Kemp, 2007; Reigeluth & Keller, 2009)
32
Perencanaan
Pembelajaran
dan Penilaian
(Asesmen)
Merencanakan Pembelajaran dan Penilaian (Asesmen)
01
Memahami dan Menganalisis Capaian Pembelajaran (CP)
02
Menyusun Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan
Pembelajaran
03
√
33
Merencanakan pembelajaran ini dapat berupa RPP dan Modul Ajar
Perbandingan Antara Komponen Minimum dalam Rencana Pelaksanaan Pembelajaran dan Modul Ajar
Merencanakan Pembelajaran
Komponen minimum RPP
Komponen minimum Modul Ajar
●Tujuan pembelajaran (salah satu dari tujuan
dalam alur tujuan pembelajaran).
●Langkah-langkah
atau
kegiatan
pembelajaran. Biasanya untuk satu atau
lebih pertemuan.
●Asesmen pembelajaran: Rencana asesmen
untuk di awal pembelajaran dan rencana
asesmen
diakhir
pembelajaran
untuk
mengecek
ketercapaian
tujuan
pembelajaran.
●Tujuan
pembelajaran
(salah
satu
daritujuan
dalam
alurtujuan
pembelajaran).
●Langkah-langkah atau kegiatan pembelajaran. Biasanya untuk satu
tujuan pembelajaran yang dicapai dalam satu atau lebih pertemuan.
●Rencana asesmen untuk di awal pembelajaran beserta instrumen dan
cara penilaiannya.
●Rencana asesmen di akhir pembelajaran untuk mengecek ketercapaian
tujuan pembelajaran beserta instrumen dan cara penilaiannya.
●Media pembelajaran yang digunakan, termasuk, misalnya bahan bacaan
yang digunakan, lembar kegiatan, video, atau tautan situs web yang perlu
dipelajari peserta didik.
√
34
Komponen Modul Ajar Versi Lebih Lengkap
Informasi Umum
Komponen Inti
Lampiran
●Identitas penulis modul
●Kompetensi awal
●Profil pelajar Pancasila
●Sarana dan prasarana
●target peserta didik
●Model
pembelajaran
yang
digunakan
●Tujuan pembelajaran
●Asesmen
●Pemahaman bermakna
●Pertanyaan pemantik
●Kegiatan pembelajaran
●Refleksi
peserta
didik
dan
pendidik
●Lembar kerja peserta didik
●Pengayaan dan remedial
●Bahan bacaan pendidik dan
peserta didik
●Glosarium
●Daftar pustaka
Pendidik memiliki keleluasaan untuk memilih dan memodifikasi contoh-
contoh modul ajar yang tersedia atau mengembangkan modul ajar sendiri,
sesuai dengan konteks, kebutuhan, dan karakteristik satuan pendidikan,
peserta didik dan lingkungan belajar.
Perlu
diketahui
√
35
Hal penting penusunan RPP/Modul Ajar
Penyusunan
RPP/Modul Ajar,
pendidik harus
memperhatikan
beberapa hal
sebagai berikut
Jumlah Jam
Pelajaran
Memperhatikan jumlah jam (JP)
Mata Pelajaran yang
diampu
Hasil Analisis
Konteks
Pembelajaran yang dilakukan peserta didik harus
sesuai dengan karakteristik peserta didik, satuan
pendidikan dan lingkungan
Menentukan
Dimensi Profil
Pelajar
Pancasila
Mengembangkan karakter yang terdapat pada Profil
Pelajar Pancasila melalui aktivitas pembelajaran.
Waktu
Pembelajaran
Memperhatikan minggu efektif dan waktu yang
diperlukan untuk menyelesaikan satu RPP/Modul
ajar
√
36
Asesmen Pembelajaran
√
37
38
√
39
Menentukan
Indikator
Ketercapaian
Tujuan
Pembelajaran
Pendekatan dalam menentukan indikator ketercapaian
tujuan pembelajaran:
1.Menggunakan deskripsi kriteria
40
Menentukan
Indikator
Ketercapaian
Tujuan
Pembelajaran
2. Menggunakan rubrik
41
Menentukan
Indikator
Ketercapaian
Tujuan
Pembelajaran
3. Menggunakan interval nilai
42
TERIMA
KASIH
43
Contoh
Pengembangan Bahan Ajar
Pada Kurikulum Merdeka
Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus
Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
© 2022 Direktorat Pendidikan Masyarakat dan Pendidikan Khusus
44
PENGERTIAN
BAHAN AJAR
●Bahan ajar adalah segala bentuk bahan yang digunakan untuk
membantu guru/instruktur dalam melaksanakan kegiatan
belajar mengajar di kelas. Bahan yang dimaksud bisa berupa
bahan tertulis maupun bahan tidak tertulis, (Ahmadi, 2010 :
159).
●Bahan ajar adalah seperangkat materi pelajaran yang mengacu
pada kurikulum yang digunakan dalam rangka mencapai
standar kompetensi dan kompetensi dasar yang telah
ditentukan, (Lestari, 2013: 2).
●Bahan ajar merupakan segala bahan (baik informasi, alat,
maupun teks) yang disusun secara sistematis, yang
menampilkan sosok utuh dari kompetensi yang akan dikuasai
peserta didik dan digunakan dalam proses pembelajaran
dengan tujuan perencanaan dan penelaahan implementasi
pembelajaran. Misalnya, buku pelajaran, modul, handout, LKS,
model atau maket, bahan ajar audio, bahan ajar interaktif, dan
sebagainya (Prastowo, 2014: 17).
45
LANGKAH-
LANGKAH
PENYUSUNAN
BAHAN AJAR
1.Alur Pengembangan Bahan Ajar
2.Menganalisis Capaian Pembelajaran (Cp)
3.Menentukan Elemen Capaian Pembelajaran
4. Menentukan Tujuan Pembelajaran
5.Menentukan Dimensi Kunci Profil Pelajar Pancasila (P3)
6. Menentukan Jenis Bahan Ajar
7.Mengumpulkan Referensi
8. Membuat Kerangka Bahan Ajar
9. Mengembangkan Bahan Ajar
46
2
Menentukan
Elemen
4
Menentukan
Dimensi
Kunci P3
6
Mengumpulkan
Referensi
1
Menganalisis
CP
3
Menentukan
Tujuan
Pembelajaran
5
Menentukan
Jenis Bahan
Ajar
7
Membuat
Kerangka
Bahan Ajar
8
Mengembangkan
Bahan Ajar
9
Melakukan
Evaluasi
ALUR PENGEMBANGAN BAHAN AJAR
Untuk mengembangkan bahan ajar, seorang tutor perlu memperhatikan langkah-langkah atau alur
penyusunannya. Berikut alur pengembangan bahan ajar:
47
Langkah selanjutnya, setelah menganalisis Capaian
Pembelajaran yaitu menentukan Elemen yang dipilih dalam
mengembangkan bahan ajar.
menekankan
pada
kemampuan
membentuk
keterampilan
berbahasa
reseptif
(menyimak, membaca dan memirsa) dan keterampilan berbahasa produktif (berbicara
dan mempresentasikan, serta menulis).
Contoh
Bahasa Indonesia
48
Elemen pembelajarannya pada mata pelajaran Bahasa Indonesia Fase E
Kelas X meliputi mencakup 4 elemen :
Menulis
Berbicara dan
mempresentasikan
Membaca dan Memeriksa
Menyimak
ELEMEN
49
Capaian Pembelajaran Tiap Elemen untuk Bahan Ajar Pelajaran Bahasa
Indonesia Fase E Kelas X
Elemen
CP Elemen
B. Membaca
dan Memirsa
Peserta
didik
mampu
mengevaluasi
informasi
berupa
gagasan,pikiran,
pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks, misalnya deskripsi,
laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi, dari teks visual dan
audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik
menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan
simpati, peduli, empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks visual dan
audiovisual secara kreatif. Peserta didik menggunakan sumber lain untuk
menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan isi teks.
50
Elemen
CP Elemen
C. Berbicara
dan
Mempresen-
tasikan
Peserta didik mampu mengolah dan menyajikan gagasan, pikiran, pandangan,
arahan atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, perumusan masalah dan solusi
dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara secara logis, runtut, kritis, dan
kreatif. Peserta didik mampu mengkreasi ungkapan sesuai dengan norma
kesopanan dalam berkomunikasi. Peserta didik `berkontribusi lebih aktif dalam
diskusi dengan mempersiapkan materi diskusi, melaksanakan tugas dan fungsi
dalam diskusi. Peserta didik mampu mengungkapkan simpati, empati, peduli,
perasaan, dan penghargaan secara kreatif dalam bentuk teks fiksi dan nonfiksi
multimodal.
51
Elemen
CP Elemen
D. Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan
tertulis untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks
informasional dan/atau fiksi. Peserta didik mampu menulis teks eksposisi hasil
penelitian
dan
teks
fungsional
dunia
kerja.
Peserta
didik
mampu
mengalihwahanakan satu teks ke teks lainnya untuk tujuan ekonomi kreatif.
Peserta didik mampu menerbitkan hasil tulisan di media cetak maupun digital.
52
MENENTUKAN
TUJUAN
PEMBELAJARAN
(TP)
Tujuan Pembelajaran dilakukan setelah
menganalisis
Capaian
Pembelajaran
dan
menentukan
elemen
yang
sesuai.
Tutor
menentukan Tujuan Pembelajaran ini yang akan
dikembangkan pada bahan ajar.
Dalam
tahap
merumuskan
tujuan
pembelajaran ini, pendidik belum mengurutkan
tujuan tersebut, cukup merancang tujuan belajar
yang lebih operasional dan konkret saja terlebih
dahulu. Urutan tujuan Pembelajaran akan disusun
pada
tahap
berikutnya.
Dengan
demikian,
pendidik dapat melakukan proses pengembangan
rencana pembelajaran langkah demi langkah.
53
Tujuan pembelajaran yang dikembangkan perlu dicapai
peserta didik dalam satu atau lebih jam pelajaran, hingga
akhirnya pada penghujung Fase mereka dapat mencapai CP.
Oleh karena itu, untuk CP dalam satu fase, pendidik perlu
mengembangkan beberapa tujuan pembelajaran.
Merupakan rangkaian tujuan pembelajaran yang
tersusun secara sistematis dan logis menurut urutan
dari awal hingga akhir fase.
Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur
Tujuan Pembelajaran (ATP)
54
Pendidik dan satuan pendidikan dapat menggunakan berbagai strategi
untuk menyusun tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran.
Harus dipastikan tujuan pembelajaran dan alur tujuan pembelajaran yang
dipetakan memenuhi kriteria berikut ini:
Kompetensi
kemampuan yang mencakup sikap, pengetahuan,
dan keterampilan yang dapat didemonstrasikan
oleh peserta didik yang menunjukkan telah berhasil
mencapai tujuan pembelajaran.
Tujuan
Pembelajaran
(TP)
terdiri atas:
Lingkup materi
ilmu pengetahuan inti atau konsep utama yang
perlu dipahami di akhir satu unit pembelajaran
55
Kriteria
Alur Tujuan
Pembelajaran
(ATP)
Menggambarkan
urutan
pengembangan
kompetensi yang harus dikuasai
secara utuh
dalam satu fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan
pembelajaran yang linear dari awal hingga
akhir fase.
ATP menggambarkan cakupan dan tahapan
pembelajaran yang menggambarkan tahapan
perkembangan kompetensi dalam satu fase
56
Perlu
diketahui
Merumuskan Tujuan Pembelajaran
Pendidik diberikan keleluasaan dalam
menggunakan rujukan teori untuk
merumuskan tujuan pembelajaran,
diantaranya:
Taksonomi Bloom versi Revisi Anderson
dan Krathwohl (2001)
6 Aspek Pemahaman
yang dikembangkan oleh
Tighe dan Wiggins
(2005)
6 Level Taksonomi Marzano (2000)
Pendidik diharapkan untuk
tidak fokus pada satu teori
saja, melainkan dapat
menggunakan teori atau
pendekatan lain dalam
merancang tujuan
pembelajaran, selama teori
tersebut dinilai relevan
dengan karakteristik mata
pelajaran serta konsep/topik
yang dipelajari, karakteristik
peserta didik, serta konteks
lingkungan pembelajaran.
57
Merumuskan TP Lintas Elemen CP
Merumuskan TP dengan Menganalisis ‘Kompetensi’ dan ‘Lingkup Materi’
pada CP.
Merumuskan tujuan pembelajaran secara langsung dari CP
Pendidik harus melakukan analisis Capaian Pembelajaran (CP) untuk kemudian disusun
menjadi Tujuan Pembelajaran (TP) dan Alur Tujuan Pembelajaran (TP). Merumuskan
tujuan pembelajaran dari CP dapat dilakukan melalui beberapa teknik:
Bagaimana strategi menyusun tujuan pembelajaran dalam alur tujuan
pembelajaran yang efektif?
Sumber: Panduan Pembelajaran dan Asesmen
Teknik 1
Teknik 2
Teknik 3
58
Contoh Tujuan Pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Indonesia
Fase E Kelas X semester 2 dengan jumlah 4 SKK
Elemen
Tujuan Pembelajaran (Semester 2)
B. Membaca dan
Memirsa
B.1 Peserta didik mampu memahami dan menganalisis (makna tersurat dan tersirat) berupa gagasan,pikiran,
pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks Audiovisual (deskripsi, laporan, narasi, rekon,
eksplanasi, eksposisi dan diskusi).
B.2 Peserta didik menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan perasaan simpati, peduli,
empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks Audiovisual (deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi,
eksposisi dan diskusi)
B.3 Peserta didik mampu mengevaluasi dengan menggunakan sumber lain untuk menilai akurasi dan kualitas
data serta membandingkan isi teks AudioVisual (deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan
diskusi)
C. Berbicara dan
Mempresen- tasikan
Peserta didik mampu mengolah dan menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan untuk tujuan
pengajuan usul, perumusan masalah dan solusi dari dari berbagai jenis teks Audiovisual (deskripsi, laporan,
narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi) yang dilihatnya dalam bentuk Diskusi.
D. Menulis
Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis untuk berbagai tujuan
secara logis, kritis, dan kreatif dalam bentuk teks informasional dan/atau fiksi. Peserta didik mampu menulis
teks eksposisi hasil penelitian dan teks fungsional dunia kerja. Peserta didik mampu mengalihwahanakan satu
teks ke teks lainnya untuk tujuan ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan hasil tulisan di media
cetak maupun digital.
59
MENENTUKAN
DIMENSI KUNCI
PROFIL
PELAJAR
PANCASILA (P3)
Setelah
menentukan
Tujuan
Pembelajaran,
selanjutnya
menentukan
dimensi
kunci
Profil
Pelajar Pancasila (P3). Penentuan dimensi kunci
Profil Pelajar Pancasila (P3) ini bertujuan untuk
menentukan arah pembelajaran yang mengacu
pada 6 dimensi kunci Profil Pelajar Pancasila (P3).
Dimensi kunci tidak harus seluruhnya dipakai atau
dipilih,
tetapi
yang
sesuai
dengan
tujuan
pembelajaran.
60
PROFIL
PELAJAR
PANCASILA
6
DIMENSI
KUNCI
61
Berikut ini contoh pemilihan dimensi kunci Untuk Bahan Ajar Pelajaran Bahasa Indonesia Fase E
Kelas X Semester 2 : Menentukan Dimensi Kunci Profil Pelajar Pancasila (P3) Untuk Bahan Ajar
Pelajaran Bahasa Indonesia Fase E Kelas X Semester 2
Elemen
Tujuan Pembelajaran (Semester 2)
Dimensi Kunci
B. Membaca dan
Memirsa
B.1 Peserta didik mampu memahami dan menganalisis (makna tersurat dan tersirat)
berupa gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan dari berbagai jenis teks
Audiovisual (deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi).
B.2 Peserta didik menginterpretasi informasi untuk mengungkapkan gagasan dan
perasaan simpati, peduli, empati dan/atau pendapat pro/kontra dari teks Audiovisual
(deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi)
B.3 Peserta didik mampu mengevaluasi dengan menggunakan sumber lain untuk
menilai akurasi dan kualitas data serta membandingkan isi teks AudioVisual
(deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi dan diskusi)
1. Bernalar Kritis
2. Kreatif
3. Mandiri
C. Berbicara dan
Mempresen-
tasikan
Peserta didik mampu mengolah dan menyajikan gagasan, pikiran, pandangan, arahan
atau pesan untuk tujuan pengajuan usul, perumusan masalah dan solusi dari dari
berbagai jenis teks Audiovisual (deskripsi, laporan, narasi, rekon, eksplanasi, eksposisi
dan diskusi) yang dilihatnya dalam bentuk Diskusi.
D. Menulis
Peserta didik mampu mengalihwahanakan satu teks ke teks lainnya untuk tujuan
ekonomi kreatif. Peserta didik mampu menerbitkan hasil tulisan di media cetak
maupun digital.
62
JENIS
BAHAN
AJAR
Jenis bahan ajar yang akan digunakan oleh
pendidik, sebaiknya disesuaikan dengan kondisi
satuan pendidikan, mulai dari SDM, SDA, kondisi
peserta
didik,
lingkungan
lembaga,
maupun
sosiokultural masyarakat setempat. Tidak semua
bahan
ajar
dapat
digunakan
pada
satuan
pendidikan. Oleh sebab itu, pendidik harus
dapat memilih jenis bahan ajar yang paling
tepat
untuk
digunakan
pada
satuan
lembaganya.
63
Jenis-jenis Bahan
Ajar Yang Biasa
Digunakan Dalam
Pembelajaran
Bahan Ajar Cetak
Bahan ajaran untuk mengajar berupa lembaran
buku kertas yang dapat dipegang dan dibaca
secara langsung. Seperti modul, handout, dan
lembar kerja.
Bahan Ajar Noncetak
Bahan ajaran untuk mengajar dengan
menggunakan media elektronik. Seperti : Video ,
Kaset Radio, Dsb.
1
2
64
MEDIA CETAK
Handsout
Lembar kerja peserta
didik
Bahan belajar mandiri
Bahan untuk belajar
kelompok
Flipchart
Poster
Foto
65
Bahan Ajar Display Diam yang
Diproyeksikan
Bahan Ajar Audio
Bahan Audio yang dihungkan dengan
bahan visual diam
Bahan Ajar Video
Bahan Ajar Komputer
66
Dari berbagai jenis bahan ajar yang dapat digunakan oleh
pendidik dalam mengajar, pendidik juga bisa melakukan
modifikasi dari berbagai bahan ajar menjadi bahan ajar
yang sesuai dengan kebutuhan serta kondisi peserta didik.
Berikut
ini
contoh
sumber
belajar
yang
dipakai
untuk
mengembangkan bahan ajar pada mata pelajaran Bahasa
Indonesia Fase E Kelas X Semester 2.
1.
https://www.ruangguru.com/ruangbelajar
2.
https://youtu.be/o8-5wMS-eE4
67
Referensi dipilih sebagai acuan untuk
menyusun materi yang akan dituangkan
dalam bahan ajar. Referensi bisa diperoleh
pada media seperti video, internet, jurnal,
majalah, Koran, modul dan buku. Sangat
banyak referensi dari berbagai sumber yang
dapat dimanfaatkan oleh pendidik dalam
mengembangkan bahan ajar, termasuk
modul Pendidikan Kesetaraan yang
diterbitkan oleh Dit PMPK.
MENGUMPULKAN
REFERENSI
68
1.
https://buku.kemdikbud.go.id/
2.
https://emodul.kemdikbud.go.id/
3.
https://sma.kemdikbud.go.id/ebook
4.
https://video.pendidikan.id/
5.
https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id
6.
https://pijarsekolah.id
7.
https://id.pinterest.com
8.
https://id.wikipedia.org
9.
https://brainly.co.id
10. https://academia.edu
Perlu
diketahui
Berikut contoh
berbagai
referensi yang
dapat di unduh
dari berbagai
tautan:
69
Kerangka
Bahan
Ajar
KEGIATAN PEMBELAJARAN
1.Membaca dan memirsa Teks Eksposisi bentuk audiovisual
2.Berbicara dan mempresentasikan Teks Eksposisi bentuk
audiovisual
3.Menulis Teks Eksposisi bentuk audiovisual
KERANGKA BAHAN AJAR
Unit 1: Nasib Hutan Kita Semakin Suram
Pengertian, kaidah kebahasaan, dan struktur Teks Eksposisi
Penilaian
Penugasan: Merangkum tayangan audiovisual (dari youtube) 10
Ledakan Ekonomi dan Kehidupan
MATERI
Teks Eksposisi Bentuk Audiovisual
70
SISTEMATIKA BAHAN AJAR
2
Kata Pengantar
Ulasan buku dan ucapan terima kasih
penulis
4
Capaian & Tujuan Pembelajaran
Mengacu pada capaian pembelajaran
setiap mata pelajaran
6
Penugasan
Tugas mandiri/kelompok yang bersifat
kontekstual
1
Sampul
3
Petunjuk Penggunaan
Rincian arahan penggunaan modul
5
Materi Ajar
Unit atau pembahasan materi yang akan
dibahas
7
Penilaian
Penilaian untuk mengukur capaian
pembelajaran
Daftar Rujukan
Berisi rujukan yang digunakan sebagai
referensi penyusunan bahan ajar
8
Saran Referensi
Berisi link atau saran literatur tambahan
untuk mendalami materi
Judul dan Identitas
9
71
LINK CONTOH BAHAN AJAR
BAHASA INDONESIA
FASE E SEMESTER 2
bit.ly/contohbahanajarbindox
72
TERIMA
KASIH
Penyusunan Perencanaan
Pembelajaran
Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar dan Pendidikan
Menengah
Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 72
SLIDE
Similar Resources on Wayground
70 questions
Sekolah Layanan Terbaik
Lesson
•
Professional Development
71 questions
NPDM-CRITICAL THINKING & REFLECTIVE PRACTICE
Lesson
•
Professional Development
67 questions
Pembelajaran Tuntas dan Bermakna
Lesson
•
Professional Development
68 questions
Quality Battle
Lesson
•
Professional Development
69 questions
Gemini untuk pendidik
Lesson
•
Professional Development
66 questions
Konsep Dasar IPA (Besaran dan Pengukurannya)
Lesson
•
University
68 questions
Pembelajaran Mendalam
Lesson
•
Professional Development
74 questions
Pengenalan Quizizz
Lesson
•
Professional Development
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade
Discover more resources for Professional Development
20 questions
Black History Month Trivia Game #1
Quiz
•
Professional Development
20 questions
90s Cartoons
Quiz
•
Professional Development
12 questions
Mardi Gras Trivia
Quiz
•
Professional Development
7 questions
Copy of G5_U5_L14_22-23
Lesson
•
KG - Professional Dev...
12 questions
Unit 5: Puerto Rico W1
Quiz
•
Professional Development
42 questions
LOTE_SPN2 5WEEK2 Day 4 We They Actividad 3
Quiz
•
Professional Development
15 questions
Balance Equations Hangers
Quiz
•
Professional Development
31 questions
Servsafe Food Manager Practice Test 2021- Part 1
Quiz
•
9th Grade - Professio...