Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

•

Science

•

7th Grade

•

Practice Problem

•

Hard

Created by

AHMAD MUZAKI FIRDAUS

FREE Resource

25 Slides • 0 Questions

1

media

SESI K203

WAWASAN PROGRAM AKMI

Kementerian Agama Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah

90 Menit

Komponen 2

2

media

TUJUAN MATA PELATIHAN

Memahami wawasan AKMI dalam bentuk brainstorming,

diskusi tentang alur program, macam-macam literasi

termasuk konten, konteks literasi, dan capaian kompetensi

3

media

Silakan menulis di kertas (maksimum lima kata)
→ 2 menit :
“Apa yang Anda ketahui tentang AKMI?”

Tempelkan tulisan tersebut di tempat yang
disediakan.

BRAINSTORMING 1

4

media

BRAINSTORMING 2

Silakan menulis kembali di kertas (maksimum lima OPSI)
: 2 menit
“Apa saja jenis-jenis literasi yang dikembangkan

Program AKMI ?”

Tempelkan tulisan tersebut di tempat yang disediakan.

5

media

BRAINSTORMING 3

Silakan menulis kembali di kertas : 2 menit
“Siapakah yang menjadi sasaran pelaksanaan AKMI di

madrasah?”

Tempelkan tulisan tersebut di tempat yang disediakan.

6

media

ELABORASI

Silakan bpk-ibu membaca tulisan teman-temannya (15 menit)

Lanjut ...

Tulislah simpulan dalam kerja kelompok → 5 menit :

“Uraikan lengkap yang Anda pahami tentang AKMI!”

Silakan paparkan dengan singkat uraian yang ditulis, masing-masing
kelompok dengan durasi 2 menit

7

media

AKMI dirancang sebagai instrumen penilaian untuk menghasilkan informasi
yang bermanfaat bagi perbaikan sistem pembelajaran di madrasah, mulai
dari kelas madrasah, tingkat kabupaten/koa, tingkat provinsi, dan tingkat
nasional,

Hasil AKMI dijadikan referensi akademik dalam mendiagnosa dan
mengintervensi proses pembelajaran, penyusunan atau perbaikan buku
ajar, maupun intervensi kebijakan lainnya, termasuk kebijakan moderasi
beragama.

TUJUAN

8

media

Framework

Item Spec

Visitasi

Madrasah

Pengujian

Hasil dan

Pemanfaatan

Bimtek Tindak

Lanjut

▪ Literasi
▪ Terintegrasi
▪ Kebijakan

Penulisan

Modul

Rekrutmen

Penulis

Rekrutmen

Penulis

Pelaksanaan

AKMI

Intepretasi

Data

Rekrutmen
Instruktur

Rekrutmen
Instruktur

S o s i a l i s a s i

Pelaksanaan
Penyusunan

Seminar
Nasional

PROGRAM AKMI

Cek ricek

Pelaksanaan

Pengelolaan

Data

Penulisan
Instrumen

Rapor
Hasil

9

media

SASARAN AKMI

Responden

AKMI menyelenggarakan empat jenis instrument yang akan diasesmen, dengan tujuan:
❖ mengukur kemampuan literasi (membaca, numerasi, sains, dan sosbud) yang mencerminkan kebiasaan

belajar dan cara berpikir dan kecakapan hidup sesuai pengalaman yang diperoleh.

❖ mengukur kebiasaan yang mencerminkan perilaku dan profil keunggulan peserta didik

Informasi hasil belajar kognitif dan sosial emosional diperlukan untuk merumuskan kondisi madrasah terkait
kemungkinan murid di kelas tertentu memiliki hasil belajar yang baik atau buruk.

Tindak Lanjut akan diberikan kepada madrasah sesuai analisis hasil asesmen dari murid di kelas.

Instrumen

Informasi

Murid : 5, 8, 11

(sensus)

Madrasah yang terlibat
sejumlah random dari

setiap Provinsi

Literasi membaca

Diagnosis hasil belajar dan

sosial emosional, serta

rekomendasi hasil

diagnosis pembelajaran

Literasi Numerasi

Literasi sains

Literasi sosial budaya

siCerdik

10

media

APA YANG DIDIAGNOSIS ?

Asesmen Kompetensi Madrasah Indonesia mendiagnosis kelebihan dan kelemahan siswa

pada beberapa literasi sebagaimana ilustrasi berikut ini:

Kemampuan untuk
memahami, menggunakan,
mengevaluasi, merefleksi-
kan berbagai jenis teks
dengan tujuan mengem-
bangkan kapasitas
pengetahuan dan potensi
siswa dalam masyarakat
dan berpartisipasi sebagai
warga Indonesia yang
dapat memberikan
kontribusi nilai-nilai
kehidupan.

Kemampuan untuk
merumuskan,
menggunakan, dan
menafsirkan matematika
dalam berbagai konteks,
mengembangkan daya
nalar matematis
menggunakan konsep,
prosedur, fakta dan alat
matematika untuk
menggambarkan,
menjelaskan dan
memprediksi fenomena
yang relevan pada
masyarakat Indonesia.

Kemampuan menggunakan
pengetahuan sains, dan
dengan gagasan sains
sebagai warga yang
reflektif, serta
mengembangkan IPTEK
melalui kompetensi
memahami fenomena
secara ilmiah,
mengevaluasi, dan
merancang inkuiri ilmiah,
serta menafsirkan data dan
bukti ilmiah yang relevan
dengan kejadian-kejadian
lokal, dan global.

Kemampuan mengetahui, meres-
pon, merefleksi, mengevaluasi,
dan mencipta pengetahuan,
rencana sikap, dan rencana
tindakan yang terkait dengan
komitmen kebangsaan, toleransi,
anti kekerasan, akomodatif dan
inklusif, yang didesain berlandas-
kan pada isu-isu strategis yang
relevan, serta dikaitkan dengan
konteks lokal, nasional maupun
global sehingga dapat digunakan
untuk meningkatkan pengeta-
huan dan berpartisipasi dalam
kehidupan masyarakat dan
berbudaya di era globalisasi

Literasi

Membaca

Literasi
Numerasi

Literasi Sains

Literasi Sosial

Budaya

Si cerdik

Kapasitas individu untuk
memiliki keyakinan, sikap
dan perilaku moral
kebajikan dalam hal
keberagamaan,
nasionalisme, integritas
dan jiwa pembelajar pada
kehidupan sehari-hari di
lingkungan madrasah
maupun masyarakat
sebagai hasil perkem-
bangan peserta didik dari
proses belajarnya.

11

media

Membaca

Numerasi

Sains

Sosial Budaya

SiCerdik

Teks

Tools

Isu-isu

Sikap

Karakter

Sastra

Bilangan

Kesehatan dan Penyakit

Komitmen Kebangsaan

Keberagamaan

Informasi

Aljabar

Sumber daya alam

Toleransi

Komitmen Kebangsaan

Geometri dan
Pengukuran
Kualitas lingkungan

Akomodatif & Inklusif

Integritas

Statistika dan Peluang

Bahaya

Sikap Moderat

Pegiat IPTEK

Pribadi Unggul

Personal

Personal

Personal

Personal

Madrasah

Sosial

Pekerjaan

Lokal/Nasional

Masyarakat

Masyarakat

Religius

Sosial

Global

Religius

Ilmiah

Konten

Konteks

Apa saja muatan KONTEN & KONTEKS ?

12

media

Hasil Diagnosis dapat memberikan informasi peta individu siswa
berdasarkan tingkat kemahiran yang dimiliki siswa.

Hasil diagnosis dapat menjadi dasar dalam mengembangkan
perencanaan pembelajaran dan perbaikan mutu di madrasah.

Hasil diagnosis berupa rapor yang berisi deskripsi capaian dan
rekomendasi tindak lanjut.

HASIL DIAGNOSIS AKMI

13

media

Apakah Anda penasaran dengan bentuk

INSTRUMEN AKMI ?

Yuk, kita tiru gayanya ....

14

media

Bagaimana struktur Instrumen AKMI ?

Menulis soal sesuai

dengan kaidah
penulisan soal

Kaidah Soal

Stimulus

Menggunakan

stimulus

Konteks

Menggunakan

konteks

Memperhatikan tingkat

kesulitan dan

kompleksitas proses

berpikir

Proses Berpikir

1

2

3

4

15

media

CONTOH KONSTRUKSI INSTRUMEN

• Stem (Pokok Soal): Bersifat AUTENTIK
• Narasi/Teks/Tulisan/cerita pendek/komik/tabel/grafik/ infografis yang berasal dari

sumber ilmiah/artikel yang dapat dipertang-gungjawabkan, fenomena sekitar,
kejadian sehari-hari, pendapat ahli, dan sumber lainnya yang dikemas dalam
narasi kekinian.

Stimulus

• Pertanyaan harus mengacu pada narasi stimulus dan proses kognitifnya
• Letak pada paragraf baru

Pertanyaan/
Pernyataan

• Pilihan Ganda.
• Pilihan Ganda Kompleks
• Benar – Salah
• Menjodohkan
• Isian Singkat / Pertanyaan singkat (mengisi hanya satu kata saja)

Pola Jawaban

16

media

Dapat digunakan untuk
berbagai level kognitif
dan beragam soal

Ciri

Stimulus

Bagamana KONTEKS yang menarik

Sesuai dengan
konteks

Problematis (dari

berbagai sudut

pandang)

Memiliki potensi (tersirat)

untuk peserta didik
melakukan prediksi,

menduga asumsi,

menafsirkan, mencipta

Stimulus menjadi bagian pengalaman hidup siswa

Ungkapan – motivasi – dapat diingat sepanjang hayat

Menghindari: kata negatif, kebencian, berpihak, dan yang dapat melunturkan semangat.

17

media

CONTOH INSTRUMEN 1

Berikut gambar interaksi bunga dan kupu-kupu.

Apa bentuk Interaksi yang terjadi antara bunga dan
kupu-kupu?
A.

Saling merugikan

B.

Tumbuhan merugi

C.

Saling menguntungkan

D.

Tidak saling mempengaruhi

E.

Kupu-kupu beruntung, tumbuhan tidak
dirugikan

Kalimat ini tidak bercerita apapun, hanya
menunjukkan gambar saja

Untuk obat penasaran

18

media

CONTOH INSTRUMEN 2

Untuk obat penasaran

Keanekaragaman Hayati Adalah Kunci Untuk Mengelola

Lingkungan

Ekosistem menjadi tolok-ukur mempertahankan keaneka-

ragaman hayati (yaitu, berbagai macam makhluk hidup),
Adaptasi perubahan lingkungan yang disebabkan oleh manusia,
dapat mempengaruhi keberadaan makhluk hidup yang menjadi
penghuninya.

Diagram menunjukkan dua proses makan-memakan yang

berbeda. Tanda panah menunjukkan organisme yang dimakan
dan yang memakannya. Jaring-jaring makanan lebih sederhana
dibandingkan jaring-jaring makanan di ekosistem nyata. Kedua
diagram dapat menggambarkan kunci perbedaan antara
ekosistem yang lebih beragam dan ekosistem yang kurang
beragam.

Gambar A mewakili situasi jaring lebih sederhana, umumnya

setiap organisme hanya memakan satu atau dua jenis
organisme lainnya. Gambar B mewakili jaring-jaring makan
dengan ekosistem yang lebih beragam, tampak satu organisme
dapat memakan lebih dari satu atau dua makanan alternatif.

Pada umumnya, kepunahan atau menurunnya populasi

keanekaragaman hayati harus dianggap serius, setiap
organisme selalu saling bergantung terhadap organisme yang
lain. Hilang satu jenis organisme di sebuah ekosistem
merupakan kerugian bagi ekosistem tersebut, selanjutnya
organisme yang lain yang masih ada menjadi lebih rentan akan
punah juga di masa mendatang.

Gambar A

Gambar B

Elang

Ular
piton

Katak

Semut

Belalang

Rumput

Ular
piton

Elang

Srigala

Tikus

Katak

Capung

Kutilang

Lalat Buah

Kupu-kupu

Jagung

Tanaman berbunga

Lavender

Mangga

Belalang

jwb

Pernyataan – premis

Respon

C
Rumput adalah produsen sebagai
penyedia utama energi.
A
Hewan herbivora sebagai
konsumen 1 berenergi tinggi

D
Pada ekosistem A dan B, taraf trofi
tertinggi adalah burung elang
B
Penyedia energi terbesar ada
kelompok taraf 2.

A
Semut, belalang, kupu-kupu, lalat buah
mengkonsumsi tumbuh-tumbuhan
C
Organisme bersifat autotrof

D
Organisme dengan ukuran
energi rendah

E
Ekosistem A lebih stabil
dibandungkan ekosistem B

Tentukanlah respon yang tepat dari pernyataan yang tersedia!

19

media

CONTOH INSTRUMEN 2

Untuk obat penasaran

Keanekaragaman Hayati Adalah Kunci Untuk Mengelola

Lingkungan

Ekosistem menjadi tolok-ukur mempertahankan keaneka-

ragaman hayati (yaitu, berbagai macam makhluk hidup),
Adaptasi perubahan lingkungan yang disebabkan olehmanusia,
dapat mempengaruhi keberadaan makhluk hidup yang menjadi
penghuninya.

Diagram menunjukkan dua proses makan-memakan yang

berbeda. Tanda panah menunjukkan organisme yang dimakan
dan yang memakannya. Jaring-jaring makanan lebih sederhana
dibandingkan jaring-jaring makanan di ekosistem nyata. Kedua
diagram dapat menggambarkan kunci perbedaan antara
ekosistem yang lebih beragam dan ekosistem yang kurang
beragam.

Gambar A mewakili situasi jaring lebih sederhana, umumnya

setiap organisme hanya memakan satu atau dua jenis
organisme lainnya. Gambar B mewakili jaring-jaring makan
dengan ekosistem yang lebih beragam, tampak satu organisme
dapat memakan lebih dari satu atau dua makanan alternatif.

Pada umumnya, kepunahan atau menurunnya populasi

keanekaragaman hayati harus dianggap serius, setiap
organisme selalu saling bergantung terhadap organisme yang
lain. Hilang satu jenis organisme di sebuah ekosistem
merupakan kerugian bagi ekosistem tersebut, selanjutnya
organisme yang lain yang masih ada menjadi lebih rentan akan
punah juga di masa mendatang.

Gambar A

Gambar B

Elang

Ular
piton

Katak

Semut

Belalang

Rumput

Ular
piton

Elang

Srigala

Tikus

Katak

Capung

Kutilang

Lalat Buah

Kupu-kupu

Jagung

Tanaman berbunga

Lavender

Mangga

Belalang

Pada gambar jaring-jaring makanan A dan B berada di habitat berbeda.
Bayangkan jika belalang punah pada kedua habitat. Manakah kemungkinan
prediksi dan penjelasan terbaik yang memiliki dampak terhadap jaring-jaring
makanan?
A. Efek pada jaring makanan A lebih besar, karena tikus hanya memakan satu

sumber makanan

B. Efek pada jaring makanan A lebih besar, karena tikus menjadi mangsa bagi

dua predator

C. Efek jaring makanan B lebih besar, karena hanya belalang hanya memakan

satu sumber makanan.

D. Efek jaring makanan B lebih besar, karena tikus hanya memakan satu

sumber makanan

20

media

CONTOH INSTRUMEN 2

Untuk obat penasaran

Waktu Dekomposisi

Setiap material sampah akan mengalami penguraian. Material
sampah dapat berupa sampah organik dan sampah anorganik.
Waktu yang diperluka untuk mengurai sempurna disebut
waktu dekomposisi. Berikut waktu dekomposisi berdasarkan
jenis material sampah

Pertanyaan 1.

Sampah

anorganik

lebih

lama

terurai

dibandingkan

dengan

sampah organik. Waktu dekom-
posisi popok sekali pakai lebih
lama dari plastik, namun kurang
dari kulit sintetis.
Berapa waktu dekomposisi yang
mungkin dari popok sekali pakai?
A. 100 tahun
B. 250 tahun
C. 375 tahun
D. 475 tahun
E.575 tahun

Pembahasan:
Dekomposisi plastik = 400 tahun
Dekomposisi kulit sintetis 500 tahun.
Simpulan : waktu dekomposisi antara 400 s.d 500 tahun.

21

media

PENYEDIAAN CONTOH INSTRUMEN

Buka laman: https://portal-akmi.kemenag.go.id/

22

media

PENYEDIAAN CONTOH INSTRUMEN

Buka laman: https://portal-akmi.kemenag.go.id/

Yuk, dicoba buka portal AKMI …

23

media

AKMI adalah alat diagnostik yang HARUS dikelola sepanjang hayat anak-anak
belajar di kelas – di lingkungan – di rumah.

AKMI – TIDAK DAPAT diperkaya melalui Bimbingan Belajar Instan yang
dipersiapkan dalam tempo singkat.

File Instrumen AKMI hanya untuk kepentingan peningkatan
pengetahuan berliterasi di madrasah atau forum resmi Kemenag RI

AKMI memiliki logo resmi:

KOMITMEN

24

media

25

media
pattern-tertiary
media

SESI K203

WAWASAN PROGRAM AKMI

Kementerian Agama Republik Indonesia
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Direktorat Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan Madrasah

90 Menit

Komponen 2

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 25

SLIDE