Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

•

Other

•

8th Grade

•

Practice Problem

•

Medium

Created by

Halim Susanto

Used 1+ times

FREE Resource

9 Slides • 5 Questions

1

Kisah Zhuxi Guru Besar

2

media

Dikisahkan Zhuxi kecil sedang belajar berbicara. Ayahnya menujukan ke langit dan berkata, “Langit.” Anak itu melihat ke atas langit, lalu melihat Dikisahkan Zhuxi kecil sedang belajar berbicara. Ayahnya menujukan ke langit dan berkata, “Langit.” Anak itu melihat ke atas langit, lalu melihat ayahnya, dan berkata,” Apa yang ada di sebelah sananya langit?” Kaget dan senang terlihat memenuhi wajah sang ayah.

Tidak lama kemudian anak itu bertanya pula, “Matahari itu milik siapa?”

“Milik langit,” sang ayah menjawab. “Langit milik siapa?” si bocah mendesak

bertanya. Ayahnya kehilangan akal mencari jawaban lagi.

3

media

Dialah Zhuxi (1130-1200) sudah ke sekolah saat ia berusia empat tahun. Ia tidak sabar menanti untuk membuka bukunya dan membaca. Saat berusia tujuh tahun ia sudah mampu menghafal Kitab Bhakti (XiaoJing), dan menulis halaman kulit bukunya itu dengan kata-kata, “Yang tidak berlaku demikian, bukanlah manusia. “Ketika ia membaca Kitab Mengzi, ketika sampai pada kalimat, ”Nabi dan saya, sama daging dan darah,” matanya menjadi bersinar- sinar karena gembiranya dan bergumam, “Aku juga sama, aku dapat menjadi seperti Nabi. Zhuxi bukanlah seperti `si anak bebek yang jelek` dalam dongeng. Anak itu dalam segala hal telah menunjukkan tanda-tanda orang macam apa ia menjadi --- seorang yang selalu ingin tahu dan seorang yang sungguh-sungguh dalam mencari pengetahuan dan kebenaran, dengan kemampuan kerja yang luas/besar, dengan kekuatan kecerdasan yang luar

biasa.

4

Multiple Choice

Kitab apa yang dapat dihafal oleh Zhuxi pada usia tujuh tahun?

1

Kitab Mengzi

2

Kitab Si Shu

3

Kitab Xiaojing

4

Kitab Buddha

5

Multiple Choice

Umur berapa Zhuxi sudah bersekolah ?

1

4 tahun

2

5 tahun

3

3 tahun

4

6 tahun

6

Ketika Zhuxi berumur sepuluh tahun, ayahnya melepaskan kedudukannya

sebagai pejabat. Ayah dan anak menghabiskan waktu tiga tahun yang

bahagia untuk dengan seksama memperlajari tulisan para nabi dan para suci untuk menjelajahi dunia sastra, sejarah dan politik.


|Pada akhir tahun ketiga, ayahnya meninggal dunia dan menyerahkan

pendidikn anaknya kepada kawan-kawan baiknya, “Berlakulah sebagai

anak kepada mereka,” demikian ia berpesan kepada sang putera sebelum

menghembuskan nafasnya yang terakhir.

7

Multiple Choice

Di umur berapa ayah Zhuxi melepaskan kedudukannya

sebagai pejabat ?

1

umur 10 tahun

2

umur 5 tahun

3

umur 15 tahun

4

umur 13 tahun

8

Guru-guru Zhuxi adalah para sarjana Konfuciani dengan berbagai minat.

Hal ini cocok untuk dia, untuk otaknya yang cerdas dan tertarik kepada apa

saja yang berkaitan dengan ajaran Agama Khonghucu, Dao, Budha, sanjak,

prosa, pengetahuan militer, bahkan permainan judi.

Suatu hari Zhuxi pergi ke tempat perjudian untuk memperhatikan orang

bertaruh. Ia ingin melihat dan memperlajari bagaimana perasaan orang yang menang judi dan yang kalah bertaruh beratus tail perak dalam beberapa menit itu. Pada suatu ketika ia bertemu dengan seorang pendeta Bhudda dan Zen dan mengajukan pertanyaan-pertanyaan kepadanya. Terpesona oleh pendapat pendeta itu, ia melakukan penelitian dalam-dalam tentang Kitab Suci Bhudda. Ia sangat terkejut, ternyata ia terpilih.

9

media

Dalam usia 19 tahun , ia berhasil lulus dalam ujian yang bagi orang lain biasanya baharu berhasil setelah umur tiga puluhan. Tetapi ia tidak merasa bahagia. Ada sesuatu yang dirasakan kurang. Guru-gurunya tidak mampu memuaskannya. Minatnya sangat besar, dirinya tersentuh oleh suatu keinginan yang satu --- menjadi seperti Nabi. Dalam hal ini, ia merasa belum menemukan Dao (Jalan Suci). Pikirannya yang aktif dan gelisah terus bertanya, mencari dan mencari.

Lalu ia teringat kepada seseorang yang bernama Litong yang sering

disebut-sebut sang ayah sebagai seorang yang paling cerdas di antara teman belajar. Maka Zhuxi memutuskan untuk mengunjungi Litong.

10

Multiple Choice

Dari cerita diatas, apa yang ingin ditemukan dan dipahami oleh Zhuxi?

1

Makna Hidup

2

Jalan Suci

3

Rahasia Alam Semesta

4

Peran Takdir

11

Lalu ia teringat kepada seseorang yang bernama Litong yang sering

disebut-sebut sang ayah sebagai seorang yang paling cerdas di antara teman

belajar. Maka Zhuxi memutuskan untuk mengunjungi Litong.

Saat ia sampai di rumah Litong yang berada di atas gunung, ia melihat

seorang penduduk desa yang berumur kira-kira 60 tahun. Ia langsung memberi

hormat dan berkata dengan sopan, “Saya datang mencari pembimbing.”

“Biarlah aku mendengar apa yang pertama-tama engkau katakan”,jawab

Litong sambil tersenyum. Orang muda yang percaya diri itu mulai membica-

rakan cita-citanya sambil memperhatikan apakah ada tanda-tanda persetu-

juan orang tua itu, tetapi ia tidak melihat sesuatu.

12

Multiple Choice

Siapakah nama orang yang sering disebut sebut oleh ayah Zhuxi ?

1
Buddha
2

Litong

3

Kongzi

4

Mengzi

13

Setelah Zhuxi selesai mengungkapkan gagasannya. Litong menggerakkan

tangannya dan berkata,”Engkau tahu banyak dongeng-dongeng lama, bukan?

Tetapi engkau tidak mempedulikan kebenaran sederhana sehari-hari. Tidak

ada yang aneh-aneh tentang Jalan Suci para Nabi. Engkau akan mulai

mengerti dengan mempraktikkannya sungguh-sungguh dalam kehidupan

sehari-hari.”

“Dapatkah anda menjelaskannya?”, Zhuxi ingin tahu lebih banyak.

Litong bukanlah orang yang banyak bicara. Ia hanya berkata,”Pergilah dan

bacalah tulisan-tulisan nabi itu.”

“Orang tua ini agaknya lambat, ” pikir Zhuxi kepada diri sendiri,”Ia tidak

mengerti apa yang kukatakan.” Ia lalu pergi

14

Ketika ia telah pergi, ia mencoba dengan mengingat dan berpikir. Ia tidak dapat melupakan tatapan mata Litong yang tegas, sikapnya yang tenang, dan ketegasan suara dalam bicaranya. “Mungkin mengandung sesuatu dalam kata-katanya. Aku akan mencobanya.” Maka Zhuxi menyisihkan Kitab Suci Bhudda dan sebaliknya ia mulai membaca dan menekuni Kitab-Kitab Suci Konfucian. Ia segera kianbergairah tentang apa yang ditemukan dalam Kitab-Kitab suci kuno itu. Setelah beberapa tahun belajar dan berpikir, Zhuxi pergi menemui Litong lagi kali ini ia mencoba tinggal beberapa bulan, keduanya menjadi sering berbincang-bincang dan berdebat sampai pagi hari. Ternyata ia makin mengagumi kesucian sikap dan perilaku Litong dan ketegasannya dalam berpikir. Tetapi Zhuxi belum sepenuhnya yakin akan kebenaran kata- katanya.

Zhuxi kemudian pergi lagi dan mencoba kembali pula dua tahun kemudian tepatnya pada tahun 1160, ketika ia telah berusia 30 tahun. Pada saat pertemuan ketiga kalinya ini, keraguannya tentang bagaimana pendapat Litong dan agama Khonghucu telah sirna sama sekali. Lalu ia mempersembahkan kepada orang tua itu sebuah batu giok kecil. Sekali Zhuxi membuat suatu keputusan, ia tidak akan pernah menoleh lagi. segera tumbuh rasa cinta dan hormatnya kepada gurunya itu seperti kepada sang ayah.
Litong sangat bangga akan muridnya ini. “Kupikir gagasan-gagasanku

akan mati bersama aku. Kini aku mempunyai seorang penerus untuk

melanjutkannya, bahkan lebih besar dan tinggi, tanpa ragu. Ia bertabiat

baik dan pikirannya kuat yang mampu memasuki segala sesuatu, melewati

berbagai kesukaran untuk menuju yang dasar.

pattern-tertiary
Kisah Zhuxi Guru Besar

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE