Search Header Logo
Sejarah Tipografi Kls 7 Genap

Sejarah Tipografi Kls 7 Genap

Assessment

Presentation

Arts

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Nyoman Sri Rizayanti

Used 69+ times

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

SEJARAH TIPOGRAFI DI INDONESIA

Sebelum penjajahan Belanda dan kedatangan tamu bangsa barat, sejarah tipografi
di Indonesia dimulai dari penggunaan berbagai aksara di masing masing daerah
di Indonesia, seperti: Aksara Jawa, Bali, Bugis Makasar dan Batak. Mari kita bagi
fase ini menjadi dua bagian.
Fase sebelum penjajah datang, sejarah tipografi dimulai dengan adanya tulisan
aksara.

1. Penggunaan Aksara
a. Aksara Jawa
Aksara Jawa Hanacaraka termasuk ke dalam kelompok turunan aksara Sansekerta
yang berasal dari Hindustan. Huruf ini dibawa oleh Raja Aji Saka yang datang ke
Jawa pada tahun 78 Masehi. Huruf yang diperkenalkan pada waktu itu sebenarnya
bukan huruf tetapi suku kata, yang terdiri atas suku kata: Ha, na, ca, ra, ka, ga, ta,
ma, nga, ba, sa, wa, la, pa, da, ja, ya, nya. Kedelapan belas aksara ini dapat
dirangkaikan menjadi suatu kalimat untuk memudahkan menghafalkannya.
Contoh Aksara Jawa.

2

media

b. Aksara Bali
Aksara Bali berkembang dari huruf Pallawa yang dikenal dengan nama huruf Bali
Kuno. Huruf ini berkembang pada sekitar abad ke-9 sampai abad ke-10. Sistem
yang digunakan yaitu sistem silabik. Artinya, satu commit to user tanda mewakili
satu suku kata yang diambil dari huruf awal suku kata yang diambil dari huruf
awal suku kata dimaksud. Tiap suku kata dibentuk dari satu konsonan dan satu
vokal. Contoh Aksara Bali
c. Aksara Bugis
Suku bugis merupakan salah satu suku yang terdapat di sumatera selatan. Suku
bugis menggunakan dialek yang dikenal dengan Bahasa Ugi dan mempunyai
tulisan huruf bugis yang disebut dengan Aksara Lontara Bugis. Aksara ini telah
ada sejak abad ke-12 sejak melebarnya pengaruh Hindu di Indonesia.Aksara bugis
berjumlah 23 huruf yang semuanya disusun berdasarkan aturan tersendiri. Kata
Lontara berasal dari bahasa Bugis yang berarti Daun Lontar karena awalnya ditulis
dalam daun lontar dan cara membacanya dari kiri ke kanan.
d. Aksara Batak
Suku Batak merupakan salah satu suku yang berada di kawasan tanah tinggi
sumatera utara dan berpusat di danau toba. Sistem penulisan aksara Batak Toba
telah ada sejak abad ke-13, diperkirakan aksara tersebut berasal dari aksara Jawa
Kuna, melalui aksara Sumatera Kuno. Aksara ini bersifat silabis artinya tanda
untuk menggambarkan satu suku katasilaba atau silabis.

3

media

Setiap aksara aksara tersebut digunakan untuk masing masing daerah asalnya
saja, sehingga untuk sistem penulisan dalam komunikasi mengalami kendala
antara daerah satu dengan daerah lainnya.

2. Masa penjajahan Belanda
Masuknya bangsa Belanda ke Indonesia membawa banyak perubahan dalam
sistem penulisan huruf. Bangsa Belanda memperkenalkan sistem penulisan huruf
sesuai dengan sistem huruf Roman. Sistem huruf Roman tersebut dapat mudah
diterima oleh masyarakat Indonesia sebagai sistem penulisan yang baru karena
sifatnya lebih general, dan dapat di pakai sebagai sarana komunikasi secara luas.
Tipografi pada masa penjajahan Belanda awal mulanya digunakan dalam
penyiaran berita dan iklan dalam persaingan perdagangan oleh bangsa Belanda.
Pada tahun 1621, Jan Pieterszoon Coen seorang gubernur jenderal Hindia Belanda
mengirimkan lembaran informasi ke pemerintah setempat di commit to user
Ambon dengan judul Memorie De Nouvelles. Surat tersebut ditulis dengan tulisan
tangan yang indah dengan merefleksikan naluri bersaing antara pemerintah
Belanda dengan Portugis.
Pada tahun 1744 surat tersebut diterbitkan dalam surat kabar Bataviasche
Nouvelles, sebuah surat kabar yang diperuntukkan untuk mengiklankan produk
Persatuan Perusahaan Periklanan Indonesia. Di era perang bangsa Indonesia
melawan penjajah tipografi banyak juga digunakan dalam iklan iklan

4

media

propaganda namun keberadaannya dalam desain saat itu masih menggunakan
bentuk bentuk yang sederhana karena lebih menitik beratkan pada fungsinya
sebagai informasi dan propaganda untuk berjuang melawan penjajahan.

3. Era komputer grafis
Perkembangan tipografi setelah era penggunaan komputer grafis tidak jauh beda
dengan perkembangan tipografi modern di dunia. Perkembangan tipografi modern
di Indonesia didukung oleh kesadaran desainer untuk memakai desain font secara
eksklusif dalam desainnya. Sehingga tipografinya tidak asal mengambil dari
komputer atau font yang sudah ada. Meskipun sampai sekarang belum ada
perusahaan di Indonesia yang mengkhususkan diri dalam pembuatan font namun
banyak perusahaan perusahaan desain lokal Indonesia maupun desainer secara
pribadi yang membuat sendiri font-nya secara eksklusif.

Elemen Penting Tipografi
Tipografi memiliki dua elemen penting, diantaranya adalah:

1. Huruf teks
Pemilihan huruf teks menjadi elemen penting dalam tipografi yang harus
diperhatikan. Usahakan untuk memilih huruf teks yang mudah dibaca dengan jenis
font yang jelas. Misalnya jangan terlalu tebal dalam memiliki jenis font. Selain

5

media

itu, perhatikan pula ukuran huruf yang digunakan. Jangan terlalu kecil dan jangan
terlalu besar.
2. Huruf judul
Pemilihan huruf judul juga menjadi elemen penting dalam tipografi. Usahakan
untuk memilih jenis font yang indah, tetapi tetap bisa dibaca dengan mudah.
Perhatikan pula ukuran huruf judul, biasanya huruf judul lebih besar dibanding
huruf teks.

Klasifikasi Rupa Huruf
Diambil dari beberapa literatur, jenis huruf tipografi dapat digolongkan menjadi
beberapa klasifikasi. Berdasarkan klasifikasi umum ditinjau dari sejara dan
fungsinya, berikut ini pembagiannya.

1. Blackletter atau Inggris Kuno atau Textura
Blackletter yaitu sebuah tulisan tangan berdasarkan (script) yang populer pada
Abad Pertengahan (sekitar abad ke-17) di Jerman (gaya gothic) dan Irlandia
(Celtic gaya).
2. Humanis atau Venetian
Humanis yakni sebuah tulisan tangan berdasarkan (script) gaya Romawi di Italia.
Humanis ini disebut karena stroke seperti tulisan tangan manusia.

6

media

3. Old Style
Merupakan seni serif font yang memiliki suatu bentuk jenis logam, gaya ini telah
mendominasi industri percetakan selama 200 tahun.
4. Transitional
Transitional rupa pada huruf serif, pertama kali muncul sekitar 1692 oleh Philip
Grandjean, bernama Roman du Roi atau “jenis huruf raja”, karena dibuat atas
perintah Raja Louis XIV.
5. Modern atau Didone
Modern yaitu sebuah rupa huruf serif, muncul sekitar akhir abad ke-17, sebelum
era modern.
6. Slab Serif atau Egytian Arts Serif
Yang muncul sekitar abad ke-19, kadang-kadang juga disebut Egyptian karena
bentuknya yang mirip dengan gaya seni Mesir kuno dan arsitektur.
7. Sans Serif
Sans adalah sebuah rupa huruf tanpa kait.
8. Grotesque Sans Serif
Grotesque yaitu sebuah rupa hurf yang muncul sebelum abad 20.
9. Geometris Sans Serif
Geometris merupakan dalam bentuk huruf tersebut berdasarkan sebuah bentuk
geometris, seperti lingkaran persegi panjang dan segitiga.

7

media

10. Sans Serif Humanis
Yaitu sebuah bentuk huruf seperti tulisan tangan manusia.
11. Display atau Dekoratif
Yang muncul sekitar abad ke-19, untuk dapat mengatasi kebutuhan di dunia
periklanan. Karakternya yaitu ukurannya yang besar.
12. Script dan Kursif
Yaitu huruf yang menyerupai tulisan tangan-tulisan tangan manusia. Script, yaitu
huruf kecil dan terhubung satu sama lain, sementara Cursive tidak.

Jenis-Jenis Tipografi
Terdapat beberapa jenis tipografi ditinjau dari bentuknya. Berikut ini beberapa
jenis huruf berdasarkan klasifikasi yang dilakukan oleh James Craig.

1. Serif (Berkaki)
Serif (Berkaki) adalah jenis huruf tipografi yang memiliki kaki pada setiap
ujungnya contoh huruf serif adalah : Times New Roman , Georgia , Book Antiqua,
dan Garamond huruf ini memiliki kesan tegas dan mewah digunakan untuk huruf
di majalah , koran berita karena mudah dibaca dan diingat.
2. Sans serif
Tipografi sans serif ini lebih simple dan paling banyak digunakan pada era ini.
Kesan yang ditimbulkan dari jenis tipografi ini modern, kontemporer, dan efisien.

8

media
media

Jenis font yang ada di kategori Sans Serif yaitu Arial, Century Gothic, dan
Verdana.
3. Dekoratif
Tipografi dekoratif tidak memiliki ciri khas yang spesifik seperti jenis-jenis yang
lainnya. Huruf ini merupakan kategori pengembangan dari bentuk yang sudah ada,
hanya ditambahkan hiasan atau ornamen. Contoh font dekoratif asalah Font
Disney, Joker, dan Magneto.
4. Script
Huruf Script menyerupai goresan tangan yang dikerjakan dengan pena, kuas atau
pensil tajam dan biasanya miring ke kanan. Kesan yang ditimbulkannya adalah
sifat pribadi dan akrab.
5. Miscellaneous / Dekoratif
Huruf jenis ini merupakan pengembangan dari bentuk-bentuk yang sudah ada.
Ditambah hiasan dan ornamen, atau garis-garis dekoratif. Kesan yang dimiliki
adalah dekoratif dan ornamental
Demikian penjelasan lengkap seputar tipografi dari pengertian hingga

media

SEJARAH TIPOGRAFI DI INDONESIA

Sebelum penjajahan Belanda dan kedatangan tamu bangsa barat, sejarah tipografi
di Indonesia dimulai dari penggunaan berbagai aksara di masing masing daerah
di Indonesia, seperti: Aksara Jawa, Bali, Bugis Makasar dan Batak. Mari kita bagi
fase ini menjadi dua bagian.
Fase sebelum penjajah datang, sejarah tipografi dimulai dengan adanya tulisan
aksara.

1. Penggunaan Aksara
a. Aksara Jawa
Aksara Jawa Hanacaraka termasuk ke dalam kelompok turunan aksara Sansekerta
yang berasal dari Hindustan. Huruf ini dibawa oleh Raja Aji Saka yang datang ke
Jawa pada tahun 78 Masehi. Huruf yang diperkenalkan pada waktu itu sebenarnya
bukan huruf tetapi suku kata, yang terdiri atas suku kata: Ha, na, ca, ra, ka, ga, ta,
ma, nga, ba, sa, wa, la, pa, da, ja, ya, nya. Kedelapan belas aksara ini dapat
dirangkaikan menjadi suatu kalimat untuk memudahkan menghafalkannya.
Contoh Aksara Jawa.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE