Search Header Logo
Belajar

Belajar

Assessment

Presentation

Computers

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Jajang Nurjaman

Used 1+ times

FREE Resource

8 Slides • 2 Questions

1

media

2

media

MODUL AJAR

A. Konsep Modul Ajar

Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang

secara sistematis dan menarik. Modul ajar merupakan implementasi dari Alur Tujuan Pembelajaran

yang dikembangkan dari Capaian Pembelajaran dengan Profil Pelajar Pancasila sebagai sasaran.

Modul ajar disusun sesuai dengan fase atau tahap perkembangan peserta didik, mempertimbangkan

apa yang akan dipelajari dengan tujuan pembelajaran, dan berbasis perkembangan jangka panjang.

Guru perlu memahami konsep mengenai modul ajar agar proses pembelajaran lebih menarik dan

bermakna.

Gambar 1. Konsep mengenai modul ajar

B. Komponen Modul Ajar

Komponen – komponen modul ajar terdiri dari Informasi umum, Komponen inti, dan Lampiran,

seperti terlihat pada Gambar 2. di bawah ini:

Gambar 2. Komponen – komponen modul ajar

3

media

Secara lengkap penjelasan terkait komponen – komponen modul ajar adalah sebagai berikut :

1.Informasi Umum

a.Identitas Modul

Informasi tentang modul ajar yang dikembangkan terdiri dari:

Nama penyusun, institusi, dan tahun disusunnya Modul Ajar.

Jenjang sekolah (SD/SMP/SMA)

Kelas

Alokasi waktu (penentuan alokasi waktu yang digunakan adalah alokasi waktu sesuai

dengan jam pelajaran yang berlaku di unit kerja masing-masing)

b.Kompetensi Awal

Kompetensi awal adalah pengetahuan dan/atau keterampilan yang perlu dimiliki siswa

sebelum mempelajari topik tertentu. Kompetensi awal merupakan ukuran seberapa dalam

modul ajar dirancang.

c.Profil Pelajar Pancasila

Merupakan tujuan akhir dari suatu kegiatan pembelajaran yang berkaitan erat dengan

pembentukan karakter peserta didik. Profil Pelajar Pancasila (PPP) dapat tercermin dalam

konten dan/atau metode pembelajaran.

Di dalam modul pembelajaran, Profil Pelajar Pancasila tidak perlu mencantumkan

seluruhnya, namun dapat memilih Profil Pelajar Pancasila yang sesuai dengan kegiatan

pembelajaran dalam modul ajar.

Enam dimensi Profil Pelajar Pancasila saling berkaitan dan terintegrasi dalam seluruh

mata pelajaran melalui (terlihat dengan jelas di dalam):

materi/isi pelajaran,
pedagogi, dan/atau
kegiatan projek atau
asesmen

Setiap modul ajar memuat satu atau beberapa unsur dimensi Profil Pelajar Pancasila yang telah

ditetapkan.

d.Sarana dan Prasarana

Merupakan fasilitas dan bahan yang dibutuhkan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.

Sarana merujuk pada alat dan bahan yang digunakan, sementara prasarana di dalamnya

termasuk materi dan sumber bahan ajar lain yang relevan yang digunakan dalam

4

media

e.kegiatan pembelajaran.

Ketersediaan materi disarankan mempertimbangkan kebutuhan peserta didik baik dengan

keterbatasan atau kelebihan. Teknologi, termasuk sarana dan prasarana yang penting untuk

diperhatikan, dan juga dimanfaatkan agar pembelajaran lebih dalam dan

bermakna.

f.Target Peserta Didik

Peserta didik yang menjadi target yaitu;

Peserta didik reguler/tipikal: umum, tidak ada kesulitan dalam mencerna dan memahami

materi ajar.

Peserta didik dengan kesulitan belajar: memiliki gaya belajar yang terbatas hanya satu gaya

misalnya dengan audio. Memiliki kesulitan dengan Bahasa dan pemahaman materi ajar,

kurang percaya diri, kesulitan berkonsentrasi jangka panjang, dsb.

Peserta didik dengan pencapaian tinggi: mencerna dan memahami dengan cepat, mampu

mencapai keterampilan berfikir aras tinggi (HOTS), dan memiliki keterampilan

memimpin.

f.Model Pebelajaran

Merupakan model atau kerangka pembelajaran yang memberikan gambaran sistematis

pelaksanaan pembelajaran. Model pembelajaran dapat berupa model pembelajaran tatap

muka, pembelajaran jarak jauh dalam jaringan (PJJ Daring), pembelajaran jarak

jauh luar jaringan (PJJ Luring), dan blended learning.

2.Komponen Inti

a.Tujuan Pembelajaran

Tujuan pembelajaran harus mencerminkan hal-hal penting dari pembelajaran dan harus bisa

diuji dengan berbagai bentuk asesmen sebagai bentuk dari unjuk pemahaman.

Tujuan pembelajaran menentukan kegiatan belajar, sumber daya yang digunakan, kesesuaian

dengan keberagaman murid, dan metode asesmen yang digunakan.

Tujuan pembelajaran bisa dari berbagai bentuk, yaitu pengetahuan yang berupa fakta dan

informasi, dan juga prosedural, pemahaman konseptual, pemikiran dan penalaran

keterampilan, dan kolaboratif dan strategi komunikasi.

5

media

b.Pemahaman Bermakna

Pemahaman bermakna adalah informasi tentang manfaat yang akan peserta didik peroleh

setelah mengikuti proses pembelajaran. Manfaat tersebut nantinya dapat peserta didik terapkan

dalam kehidupan sehari-hari. Contoh kalimat pemahaman bermakna:

Manusia berorganisasi untuk memecahkan masalah dan mencapai suatu tujuan.

Makhluk hidup beradaptasi dengan perubahan habitat.

c.Pertanyaan Pemantik

Pertanyaan pemantik dibuat oleh guru untuk menumbuhkan rasa ingin tahu dan kemampuan

berpikir kritis dalam diri peserta didik. Pertanyaan pemantik

memandu siswa untuk memperoleh pemahaman bermakna sesuai dengan tujuan

pembelajaran. Contohnya pada pembelajaran menulis cerpen, guru dapat mendorong

pertanyaan pemantik sebagai berikut:

Apa yang membuat sebuah cerpen menarik untuk dibaca?

Jika kamu diminta untuk membuat akhir cerita yang berbeda, apa yang akan kamu

usulkan?

c.Kegiatan Pembelajaran

Urutan kegiatan pembelajaran inti dalam bentuk langkah-langkah kegiatan pembelajaran yang

dituangkan secara konkret, disertakan opsi/pembelajaran alternatif dan langkah untuk

menyesuaikan dengan kebutuhan belajar siswa. Langkah kegiatan pembelajaran ditulis secara

berurutan sesuai dengan durasi waktu yang direncanakan, meliputi tiga tahap, yakni

pendahuluan, inti, dan penutup berbasis metode pembelajaran aktif.

d.Asesmen

Asesmen digunakan untuk mengukur capaian pembelajaran di akhir kegiatan. Kriteria

pencapaian harus ditentukan dengan jelas sesuai dengan tujuan

pembelajaran yang ditetapkan. Jenis asesmen yang bisa dilakukan ada 3, yaitu

1.Asesmen sebelum pembelajaran (diagnostik)

2.Asesmen selama proses pembelajaran (formatif)

3.Asesmen pada akhir proses pembelajaran (sumatif).

6

Multiple Choice

Logo kurikulum merdeka berwarna

1

merah

2

kuning

3

hijau

4

biru

7

media

Bentuk asesmen yang bisa dilakukan:

1.Sikap (Profil Pelajar Pancasila).

2.Observasi, penilaian diri, penilaian teman sebaya, dan anekdotal.

3.Performa (presentasi, drama, pameran hasil karya, jurnal, dsb.)

4.Tertulis (tes objektif: essay, pilihan ganda, isian, jawaban singkat, benar-salah).

f.Pengayaan dan Remedial

Pengayaan adalah kegiatan pembelajaran yang diberikan pada peserta didik dengan capaian

tinggi agar mereka dapat mengembangkan potensinya secara optimal. Remedial diberikan

kepada peserta didik yang membutuhkan bimbingan untuk memahami materi atau

pembelajaran mengulang. Saat merancang kegiatan pengayaan, perlu diperhatikan mengenai

diferensiasi contohnya lembar belajar/kegiatan yang berbeda dengan kelas.

3.Lampiran

a. Lembar Kerja Peserta Didik

Lembar kerja siswa ini ditujukan untuk peserta didik (bukan guru) dan dapat diperbanyak

sesuai kebutuhan untuk diberikan kepada peserta didik termasuk peserta didik nonreguler.

Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik

Bahan bacaan guru dan peserta didik digunakan sebagai pemantik sebelum kegiatan dimulai

atau untuk memperdalam pemahaman materi pada saat atau akhir

kegiatan pembelajaran.

b. Glosarium

Glosarium merupakan kumpulan istilah-istilah dalam suatu bidang secara alfabetikal yang

dilengkapi dengan definisi dan artinya. Glosarium diperlukan untuk kata atau istilah yang

memerlukan penjelasan lebih mendalam.

c. Daftar Pustaka

Daftar pustaka adalah sumber-sumber referensi yang digunakan dalam pengembangan modul

ajar. Referensi yang dimaksud adalah semua sumber belajar (buku siswa, buku referensi,

majalah, koran, situs internet, lingkungan sekitar, narasumber, dsb.)

8

media

C. Prinsip Penyusunan Modul Ajar

Dalam menyusun Modul Ajar ada beberapa hal yang perlu diperhitungkan yaitu :

1.Karakteristik, kompetensi dan minat peserta didik di setiap fase.

2.Perbedaan tingkat pemahaman, dan variasi jarak (gap) antar tingkat kompetensi yang bisa

terjadi di setiap fase.

3.Melihat dari sudut pandang pelajar, bahwa setiap peserta didik itu unik.

4.Bahwa belajar harus berimbang antara intelektual, sosial, dan personal dan semua hal

tersebut adalah penting dan saling berhubungan.

5.Tingkat kematangan setiap peserta didik tergantung dari tahap perkembangan yang dilalui

oleh seorang peserta didik, dan merupakan dampak dari pengalaman sebelumnya.

Selain hal di atas, ada 4 kriteria yang harus diiliki bahan ajar, yaitu

1.Esensial

Pemahaman konsep dari setiap mata pelajaran melaluipengalaman belajar dan lintas disiplin.

2.Menarik, Bermakna, dan Menantang

Menumbuhkan minat untuk belajar dan melibatkan peserta didik secara aktif dalam proses

belajar. Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya,

sehingga tidak terlalu kompleks, namun juga tidak terlalu mudah untuk tahap usianya.

3.Relevan dan Kontekstual

Berhubungan dengan pengetahuan dan pengalaman yang dimiliki sebelumnya, dan sesuai

dengan konteks di waktu dan tempat peserta didik berada.

4.Berkesinambungan

Keterkaitan alur kegiatan pembelajaran sesuai dengan fase belajar peserta didik.

D. Prosedur Penyusunan Modul Ajar

Untuk menyusun modul ajar, yang perlu dilakukan pertama kali adalah analisis kondisi dan

kebutuhan terkait guru, siswa, dan satuan pendidikan. Hal ini penting untuk membagi tugas

mengajar guru dalam melaksanakan struktur kurikulum Merdeka dan merancang pembelajaran

yang sesuai dengan kondisi siswa dalam rangka mewujudkan tujuan pendidikan yang ditetapkan

9

media

pemerintah dan satuan pendidikan. Selanjutnya, sekolah bersama guru mengidentifikasi dan

menentukan dimensi profil pelajar Pancasila yang akan dikembangkan, baik melalui projek

penguatan profil pelajar Pancasila maupun dalam pembelajaran. Guru merumuskan capaian

pembelajaran yang nantinya akan dikembangkan menjadi alur tujuan pembelajaran sebagai dasar

dalam menyusun bahan ajar. Setelah modul ajar disusun, guru melaksanakan pembelajaran sesuai

dengan modul ajar yang telah disusun. Apabila pembelajaran selesai dilakukan, guru melakukan

evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran dan memberikan tindak lanjut terkait hasil evaluasi

yang telah dilakukan. Prosedur penyusunan modul ajar dapat dilihat secara ringkas pada gambar

3. di bawah ini:

Gambar 3. Prosedur Penyusunan Modul Ajar

RANGKUMAN

1.Modul ajar adalah sejumlah alat atau sarana media, metode, petunjuk, dan pedoman yang dirancang secara

sistematis dan menarik.

2.Komponen modul ajar terdiri dari 3 bagian, yaiu informasi umum, kompetensi inti, dan lampiran
3.Kriteria modul ajar yang baik ada 4, yaitu (1) esensial, (2) Menarik, Bermakna, dan Menantang, (3) Relevan

dan Kontekstual, dan (4) berkesinambungan.

4.Prosedur penyusunan modul ajar dimulai dari analisis kebutuhan guru, siswa, dan sekolah, identifikasi

dimensi profil pelajar Pancasila yang akan dikembangkan, menentukan alur tujuan pembelajaran, menyusun
bahan ajar, pelaksanaan bahan ajar, hingga yang terakhir evaluasi dan tindak lanjut atas pelaksanaan
pembelajaran sesuai dengan modul ajar yang telah disusun.

10

Fill in the Blank

sma...tanjungpinang

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 10

SLIDE