
KISI-KISI SAS PAH fase E 2024
Presentation
•
Religious Studies
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Medium
Harmonita Yani
Used 5+ times
FREE Resource
14 Slides • 24 Questions
1
KISI-KISI SUMATIF AKHIR SEMESTER FASE E
PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI
Oleh: Luh Seri Harmonitra Yani, S.Pd.
2
3
Pengertian Yajna
Suatu perbuatan yang dilakukan dengan penuh keikhlasan dan kesadaran untuk melakukan persembahan kepada Hyang Widhi Wasa dan semua ciptaanya secara universal disebut dengan yajña. Dengan demikian, definisi yajña sangat luas tidak terbatas pada satu konsep, karena semua bentuk pemberian, pengorbanan, dan persembahan baik spiritual maupun sosial terkait gerakan kemanusiaan merupakan yajña.
unsur-unsur yang terkandung di dalam yajña
1. Karya (adanya perbuatan).
2. Sreya (ketulus ikhlasan).
3. Budhi (kesadaran).
4. Bhakti (persembahan)
Semua perbuatan yang berdasarkan dharma dan dilakukan dengan tulus ikhlas dapat disebut yajña. Memelihara alam lingkungan juga disebut yajña. Mengendalikan hawa nafsu dan panca indria adalah yajña. Demikian pula membaca kitab suci Weda, sastra agama yang dilakukan dengan tekun dan ikhlas adalah yajña. Saling memelihara, mengasihi sesama makhluk hidup juga disebut yajña. Menolong orang sakit, mengentaskan kemiskinan, menghibur orang yang sedang ditimpa kesusahan adalah yajña
4
Latar belakang manusia melakukan yajña adalah adanya ṛṇa (utang). Dari tri ṛṇa kemudian menimbulkan pañca yajña, yaitu dari dewa ṛṇa menimbulkan dewa yajña dan catur asrama. Dari ṛsī ṛṇa menimbulkan ṛsī yajña, dan dari pitra ṛṇa menimbulkan pitra yajña dan manusa yajña. Semuanya itu memiliki tujuan untuk mengamalkan ajaran agama Hindu sesuai dengan petunjuk Weda, meningkatkan kualitas kehidupan, pembersihan spiritual dan penyucian, serta merupakan suatu sarana untuk dapat menghubungkan diri dengan Tuhan
Ajaran bhakti dalam agama Hindu dimuat pada Atharvaveda XII.1.1. Yajña adalah salah satu penyangga bumi seperti yang tercantum dalam mantra berikut.
Satyaṁ bṛhadṛtamugram dīkṣã tapo brahma Yajñaḥ pṛthīviṁ dhãrayanti,
sã no bhutãsya bhavyasya patyuruṁ lokaṁ pṛthivī naḥ kṛṇotu
Terjemahannya:
Sesungguhnya kebenaran (satya) hukum yang agung,
yang kokoh dan suci (rta), diksa, tapa brata,
Brahma dan juga yajña yang menegakkan dunia semoga dunia ini,
memberikan tempat yang lega bagi kami dan ibu kami sepanjang masa. (Atharvaveda XII.1.1)
5
TIGA KOMPONEN YAJNA
Tri Manggalaning Yadnya adalah tiga kelompok penyelenggara upacara yadnya yang dilaksanakan agar berdasarkan satvika yadnya yaitu dengan hati yang tulus iklas dan tanpa pamrih serta dalam pelaksanaannya dapat dibagi menjadi tiga kelompok yang saling bekaitan yaitu :
Sulinggih sebagai pemimpin upacara,
Sarati yaitu tukang banten yang membuat tetandingan banten sebagai penyedia upakara;
Dan pada saat membuat reringgitan dalam belajar membuat upakara disebutkan hendaknya posisi duduk tidak boleh metajuh masuku tunggal karena merupakan sikap drati krama yang dapat menyebabkan kecuntakan;
Sang Yajamana, yaitu yang punya kerja atau hajatan.
6
Multiple Choice
Dalam melaksanakan Yadnya ada tiga komponen penting yang menentukan sukses tidaknya suatu yadnya yaitu: Sadhaka,Sarati,dan yajamana.Ketiga komponenitu di sebut dengan istilah….
Tri Pramana
Tri Pitaka
Tri Sadhana
Tri Manggalaning Yadnya
Tri Kaya Parisudha
7
Isi dari Bhagavadgītā III.10 secara tegas menjelaskan bahwa dengan karena yajña engkau akan mengembang dan akan menjadi kāmandhuk dari keinginanmu.Sahayajñaḥ prajãḥ sṣṛtvã
Puro’vãca prajãpatiḥ aneṇa
prasaviṣyadhvam eṣa
vo ‘stv iṣṭakãmandhuk
Terjemahannya:
Pada zaman dahulu kala Prajāpati menciptakan manusia
dengan yajña dan bersabda: “dengan ini engkau akan mengembang dan akan menjadi kāmandhuk dari keinginanmu”. (Bhagavadgītā III.10)
8
Multiple Choice
Dalam Kitab Bhagawadgita di sebutkan Pada zaman dahulu kala Prajāpati menciptakan manusia dengan yajña dan bersabda: “dengan ini engkau akan mengembang dan akan menjadi kāmandhuk dari keinginanmu”. pernyataan ini terdapat dalam Kitab Bhagawadgita bab III sloka…
10
11
12
13
14
9
Multiple Choice
Secara Kodrat manusia lahir kedunia di ikat oleh tiga hutang yang di sebut Tri Rna dan dari Tri Rna ini menimbulkan pelaksanaan panca Yadnya dari rsi Rna maka muncullah…
Dewa Yadnya dengan Rsi Yadnya
Rsi Yadnya
Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya
Rsi Yadnya dan Manusia Yadnya
Manusia Yadnya dan Pitra Yadnya
10
KWALITAS YAJNA
Uraian sloka Bhagavad Gita XVII. 11, 12, 13 menguraikan tiga kualitas yajña, yaitu
1. Satwika yajña adalah yajña yang dilaksanakan berdasarkan sradha, lascarya, sastra agama, daksina, mantra, gita, annasewa, dan nasmita;
2. Rajasika yajña adalah yajña yang dilakukan dengan mengharap ganjaran, dan semata-mata untuk kemegahan belaka; dan
3. Tamasika yajña adalah yajña yang dilakukan tanpa aturan (bertentangan), di mana makanan tidak dihidangkan, tanpa mantra dan sedekah, serta tanpa keyakinan dinamakan.
11
Multiple Choice
Yadnya Yang Baik hendaknya di laksanakan sesuai sastra yang ada apabila Yadnya tersebut di laksanakan tanpa mengindahkan petunjuk –petunjuk sastra,mantra,kidung ,suci,daksina dan sradha di sebut…
Satwika Yadnya
Rajasika Yadnya
Tamasika Yadnya
Sradha Yadnya
Lascarya Yadnya
12
SYARAT PELAKSANAAN YAJNA
ada tujuh syarat yang wajib dilaksanakan masyarakat Hindu untuk mendapatkan yajña yang sattwika, yaitu
1. Sradha artinya melaksanakan yajña dengan penuh keyakinan;
2. Lascarya artinya yajña yang dilaksanakan dengan penuh keikhlasan;
3. Sastra artinya melaksanakan Yajña dengan berlandaskan sumber sastra, yaitu sruti, smrti, sila acara, dan atmanastusti;
4. Daksina, yaitu pelaksanaan yajña dengan sarana upacara (benda dan uang);
5. Mantra dan gita, yaitu yajña yang dilaksanakan dengan melantunkan lagu-lagu suci untuk pemujaan;
6. Annasewa adalah yajña yang dilaksanakan dengan persembahan jamuan makan kepada para tamu yang menghadiri upacara (atiti yajña); dan
7. Nasmita adalah yajña yang dilaksanakan dengan tujuan bukan untuk memamerkan kemewahan dan kekayaan.
13
Multiple Choice
Yadnya yang di laksanakan dengan penuh keyakinan akan memberikan kepuasan tersendiri di bandingkan dengan tanpa keyakinan, Melaksanakan Yadnya dengan penuh keyakinan di sebut…
Sradha
Lascarya
Sastra
Daksina
Mantra dan Gita
14
Multiple Choice
Menurut Kitab Bhagawadgita III.13 di sebutkan “makanan yang kita makan, terlebih dahulu di persembahkan kepada Tuhan”. salah satu bentuknya adalah banten saiban ,yang pelaksanaanya di lakukan secara…
Naimitika Yadnya.
Nitya Yadnya
Nitya Yadnya
Rajasika Yadnya
Waktu waktu tertentu
15
JENIS YAJNA DALAM KITAB SUCI
1. Kitab Sathapata Brahmana.
Kitab ini merupakan bagian dari Reg Weda, menjelaskan panca yadnya sebagai berikut :
Bhuta Yadnya, yaitu yadnya untuk para bhuta
Manusa Yadnya, yaitu persembahan makanan untuk sesama manusia.
Pitra Yadnya, yaitu persembahan yang ditujukan untuk leluhur ( disebut swadha).
Dewa Yadnya, yaitu persembahan kepada para dewa ( disebut swaha ).
Brahma yadnya, yaitu yang dilaksanakan dengan mempelajari pengucapan mantram cusi weda.
2. Kitab Manawa Dharmasastra
Kitab Manawa Dharmasastra memberikan penjelasan tentang Panca Yadnya sebagai berikut :
Brahma Yadnya, adalah persembahan yang dilaksanakan dengan belajar dan mengajar secara tulus ikhlas.
Pitra Yadnya, adalah persembahan tarpana dan air kepada leluhur.
Dewa yadnya, adalah persembahan minyak dan susu kepada para dewa.
Bhuta Yadnya, adalah pelaksanaan upacara bali untuk butha.
Nara Yadnya , adalah penerimaan tamu dengan ramah-tamah.
16
Multiple Choice
Ada berbagai cara dan bentuk persembahan yang di persembahkan kehadapan Ida Hyang Widhi Wasa.Dalam Kitab Sathapata Brahmana di sebutkan, persembahan yang di laksanakan dengan mempelajari pengucapan ayat-ayat kitab suci Weda di sebut…
Bhuta Yadnya
Manusia Yadnya
Dewa Yadnya
Pitra Yadnya
Brahma Yadnya
17
Multiple Choice
Upacara Melaspas, Ngenteg linggih dan Pecaruan merupakan contoh pelaksanaan upacara Panca Yadnya yaitu upacara ….
Rsi Yadnya dan Manusa Yadnya
Dewa Yadnya dan Manusa Yadnya
Rsi Yadnya dan Dewa Yadnya
Dewa Yadnya dan Bhuta Yadnya.
Pitra Yadnya dan Manusa Yadnya.
18
Multiple Choice
Sebagai salah satu syarat Yadnya yang kita lakukan agar bernilai baik secara kualitas hendaknya kita memberikan persembahan atau sesari kepada Pandita atau Pinandita pemimpin upacara Yadnya. Penghormatan dengan pemberian sesari kepada pemimpin upacara Yadnya disebut dengan ….
Daksina.
Annasewa.
Nasmita.
Mantra.
Sradha.
19
Multiple Choice
Ramayana berasal dari bahasa Sansekerta, Ramayana berasal dari kata Rama dan Ayana yag berarti…
Perjalanan Rama
Perbuatan Rama
Perlakuan Rama
Pengorbanan Rama
Kesetiaan Rama
20
Multiple Choice
Ayah Rama adalah Raja Dasaratha dari negeri Ayodya, Sedangkan ibunya adalah Kausalya.Dalam Ramayana di ceritakan bahwa Raja Dasaratha merindukan putranya mengadakan upacara para dewa yang di sebut…
Persemedian
Korban Suci
Putrakama Yadnya
Putrasoma Yadnya
Persembahyangan
21
Multiple Choice
Nama Sita dalam Ramayana kemungkinan dari Dewi Sita yang pernah di sebutkan dalam Rg Veda sebagai dewi bumi yang memberkati ladang dengan hasil panen yang bermutu, Kata Sita berasal dari bahasa…
Bali
Jawa
Sansekerta
Sunda
Portugis.
22
Multiple Choice
Cermati penggalan cerita Ramayana di bawah ini!
Dikisahkan Sang Rama, Laksmana, Hanoman, Sugriwa dan bala tentara pasukan keranya menyerang kerajaan Alengka tempat dimana Dewi Sita disembunyikan oleh raja raksasa Rahwana.Terjadilah kemudian peperangan besar antara Rama yang dibantu oleh Hanoman dan pasukan kera dengan Pasukan Raksasa yang dipimpin oleh Rahwana. Dalam pertempuran yang sangat sengit antara Rama dengan raja raksasa Rahwana, akhirnya Rahwana dapat dikalahkan dan tewas dalam peperangan itu terkena panah sakti Sang Rama. Penggalan cerita Ramayana di atas terdapat dalam bagian …..
Kiskinda Kanda.
Utara Kanda.
Sundara Kanda.
Yudha Kanda.
Aranyaka kanda
23
Cerita Ramayana
Masyarakat Hindu menerapkan ajaran Weda dengan berbagai cara, baik melalui praktik dalam kehidupanya sebagai bentuk pengamalan ajaran Weda melalui berbagai bentuk simbol-simbol atau niyasa. Simbol-simbol yang terdapat dalam pelaksanaan yajña merupakan realisasi dari ajaran agama Hindu (Weda). Simbol-simbol yang terdapat dalam yajña dapat meningkatkan keheningan hati dan kemantapan keyakinan masyarakat Hindu untuk melaksanakan kegiatan agama yang dianutnya dan terus berkarma tanpa pamrih. Nilai ajaran tersebut dimuat dalam Kitab Rāmāyana melalui tokoh Lakṣmaṇa, Satrughna, dan Śrī Rāmā dalam 7 (tujuh) kanda
Balakanda.
Ayodhyakanda.
Aranyakanda.
Kiskindhakanda.
Sundarakanda.
Yuddhakanda.
Uttarakanda.
24
Multiple Choice
Atas permintaan Bhagawan Wismamitra, prabu Dasarata memerintahkan Rama dan laksamana untuk menjaga pertapaan para Rsi di hutan, akhirnya Sang rama dan Laksamana memenuhi permintaan Bhagawan Wiswamitra sebagai wujud bhaktinya kepada para rsi. Hal ini mencerminkan pelaksanan …
Dewa Yajna
Manusa Yajna.
Rsi Yajna.
Pitra Yajna.
Bhuta Yajna.
25
Multiple Choice
Penggalan mantra di bawah ini merupakan bagian mantram Tri Sandya bait ....
OM TWAM SIWAH TWAM MAHADEWAH,
ISWARAH PARAMESWARA,
BRAHMA WISNUSCA RUDRASCA,
PURUSAH PARIKIRTITAH,
I
II
III
IV
V
26
Multiple Choice
Om anugraha amrtadi sanjiwani ya namah swaha” mantran tersebut merupakan mantram....
Menghadapi Makanan
Yadnya sesa
Mulai makan
Sesudah makan
Persiapan makanan
27
Multiple Choice
Diantara pendapat dan teori yang berkaitan dengan teori-teori masuknya agama Hindu ke Indonesia, teori Brahmana yang paling dapat diterima kebenarannya. Hal ini dilandasi dengan asumsi dan pemikiran bahwa ….
Brahmana telah menerima wahyu Tuhan.
Brahmana menguasai dan memonopoli segala urusan bidang keagamaan.
Brahmana merupakan golongan masyarakat yang ahli dalam bidang keagamaan.
Ksatrya, Wesya, dan Sudra tidak tahu menahu urusan keagamaan.
Urusan keagamaan hanya menjadi hak dan tanggungjawab golongan Brahmana.
28
Teori Masuknya Hindu di Indonesia
1. Teori Brahmana
Teori ini menyatakan bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh para pendeta dan pemimpin agama, atau kasta Brahmana. Teori ini dikemukakan oleh Jacob Cornelis (JC) Van Leur. Teori ini dilandasi dengan penemuan prasasti beraksara Pallawa, dan kaum Brahmana sebagai kaum berpendidikan adalah mereka yang memiliki kemampuan menulis aksara ini. Brahmana juga merupakan kelompok yang mengerti ajaran kitab-kitab suci agama Hindu.
2. Teori Ksatria
Teori ini menyatakan bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh para bangsawan dan pemimpin kerajaan, atau kasta Ksatria. Teori ini dikemukakan oleh C. Berg dan L. Moens. Menurut teori ini para Ksatria ini berperan dalam pendirian kerajaan-kerajaan di Indonesia.
3. Teori Waisya
Teori ini menyatakan bahwa agama Hindu dibawa ke Indonesia oleh para pedagang yang berdagang di Indonesia, atau kasta Waisa. Teori ini dikemukakan oleh Nicolaas Johannes (N.J.) Krom, seorang ahli sejarah Belanda. Teori ini menyatakan bahwa para pedagang menggunakan angin muson tropis tiap 6 bulan untuk berlayar dari dan ke India. Bukti dari teori adalah adanya Kampung Keling (kampung pedagang India, diambbil dari nama kerajaan Kalinga di India timur), yang ditemukan di kota-kota pesisir.
4. Teori Sudra
Teori ini dikemukakan oleh Van Faber. Ia mengatakan bahwa Agama Hindu dibawa oleh golongan sudra, yangterdiri dari para budak atau kalangan bawah. Kelompok ini diduga melakukan migrasi karena ingin merubah nasib mereka dan akhirnya menyebarkan agama Hindu. Orang-orang Sudra yang merupakan golongan terbawah dalam strata kasta Hindu masuk ke Indonesia untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik
5. Teori Arus Balik
Teori ini menyatakan peran bangsa Indonesia sendiri yang ikut membawa ajaran agama Hindu dari India. Teori ini dikemukakan oleh Georges Coedes. Teori ini menyatakan pedagang dan orang Indonesia lain yang datang ke India kemudian mempelajari ajaran agama Hindu dan menyebarkannya di India.
29
Multiple Choice
Dalam perkembangan sejarah hindu istilah sebutan nama Hindu diambil dari…
Nama para Maha Rsi sebagai penulis kitab Suci Weda
Nama sungai yang ada di India Barat Daya
Nama kitab Suci yang tersebar di India
Nama pendiri Agama Hindu.
Nama penerima Wahyu
30
Multiple Choice
Pada zaman Brahmana di India aktifitas hidup beragama lebih menonjolkan pada bidang….
Filsafat Agama
Tattwa Agama
Ithiasa
Upacara Korban
Hukum Rta
31
Multiple Choice
Bukti peninggalan sejarah Hindu di Indonesia yang ada di pulau Kalimantan Timur dengan ditemukannya 7 buah prasasti yang berbentuk tiang batu/tugu peringatan untuk melaksanakan upacara kurban yang disebut dengan Yupa. Yupa tersebut merupakan peninggalan kerajaan … dengan rajanya yang paling terkenal bernama ….
Kutai, rajanya Kudungga
Kutai, rajanya Punawarman
Kutai, rajanya Mulawarman
Taruma Negara, rajanya Mulawarman
Mataram, rajanya Raja Sima
32
Multiple Choice
Menurut data sejarah, bahwa agama Hindu mulai berkembang di indonesia sejak abad…di kerajaan kutai
1
2
3
4
5
33
Multiple Choice
Peninggalan sejarah agama Hindu dalam bentuk karya sastra seperti pada kakawin sutasoma menguraikan tentang sebuah kekawin dalam bahasa jawa kuno. Kekawin ini terkenal dan nilai ajarannya sampai saat ini masih relevan untuk diterapkan. Nilai yang terkandung dalam kekawin tersebut adalah….
Nilai Religius
Nilai Bhineka Tunggal Ika
Nilai Kreatif
Nilai Proaktif
Nilai Sensitif
34
Nilai-nilai Peninggalan Sejarah Hindu di Asia
Nilai Religius
Setiap orang dapat memanfaatkan peninggalan sejarah untuk kepentingan agama dalam hal ini sebagai media untuk memuja kemahakuasaan Hyang Widi seperti melalui peninggalan sejarah berupa kuil, candi, dan beberapa bukti peninggalan lainya.
Nilai Binneka Tunggal Ika
Peninggalan sejarah agama Hindu dalam bentuk karya sastra seperti pada Kakawin Sutasoma menguraikan tentang sebuah kakawin dalam bahasa Jawa Kuno. Kakawin ini terkenal dan nilai ajaranya sampai saat ini masih relevan untuk diterapkan, setengah bait dari kakawin ini menjadi motto Nasional Indonesia, yaitu Bhinneka Tunggal Ika (Bab 139.5). Motto atau semboyan Negara Kesatuan Republik Indonesia dikutip dari kitab kakawin Sutasoma.
Nilai Kreatif
Nilai kreatif yang dimaksud adalah setiap orang berperan aktif dan memiliki kemampuan untuk merawat, menjaga, dan melestarikan peninggalan sejarah
35
Multiple Choice
Upaya pelestarian peninggalan sejarah menjadi tanggung jawab semua pihak. Cara untuk menghargai peninggalan bersejarah agar tetap lestari, kecuali....
memelihara peninggalan sejarah dengan sebaik-baiknya.
melestarikan peninggalan sejarah agar tidak rusak.
mencorat-coret benda peninggalan bersejarah.
menjaga kebersihan dan keutuhannya.
wajib menaati tata tertib yang ada di setiap tempat peninggalan bersejarah.
36
Melestarikan Peninggalan Sejarah Hindu di Asia
a. Upaya pelestarian
Upaya pelestarian peninggalan sejarah menjadi tanggung jawab semua pihak.
Cara untuk menghargai peninggalan bersejarah agar tetap lestari, antara lain:
1. memelihara peninggalan sejarah dengan sebaik-baiknya;
2. melestarikan peninggalan sejarah agar tidak rusak;
3. tidak mencoret-coret benda peninggalan bersejarah;
4. menjaga kebersihan dan keutuhanya;
5. wajib menaati tata tertib yang ada di setiap tempat peninggalan bersejarah;
6. wajib menaati peraturan pemerintah dan tata tertib yang berlaku;
7. menjaga kebersihan dan keindahan sebagai bentuk perlindungan terhadap peninggalan bersejarah.
b. Contoh Upaya Melestarikan
Pelestarian berbagai peninggalan sejarah agama Hindu dapat dilakukan sesuai dengan bentuk dan jenis peninggalanya, yaitu sebagai berikut.
1) Contoh bentuk peninggalan bangunan atau dalam bentuk fisik, cara melestarikannya sebagai berikut
a) menjaga kebersihan bangunan baik di dalam maupun di luar;
b) menjaga dan merawat peninggalan berupa peralatan; dan
c) menjaga dan merawat agar tidak rusak dari kerusakan-kerusakan karena alam atau tangan manusia.
2) Contoh cara melestarikan bentuk peninggalan berupa kesenian, sebagai berikut:
a) ikut berperan aktif dalam kegiatan kesenian dimaksud;
b) menjadikan acara kebanggaan masyarakat setempat;
c) ikut berperan aktif untuk ikut menjadikan ikon wisata;
d) mempromosikan kesenian sebagai muatan lokal di sekolah;
e) ikut mengadakan atau mengikuti festival atau lomba membina kelompok kesenian; dan
f. mendokumentasikan kegiatan kesenian dalam bentuk buku atau rekaman.
37
Multiple Choice
Dinasti Maurya di perkirakan berdiri sekitar tahun 320 SM.peninggalan agama Hindu pada masa kerajaan Maurya kehidupan sangat sejahtera dan harmonis,kerajaanMaurya di dirikan oleh….
Candragupta
Samudragupta
Krisna
Mahapatih Gajah Mada
Dinasti Han
38
Semoga sukses pada Sumatif Akhir Semester nanti.
Sekian dan
Terimakasih
Om Santhi,Santhi,Santhi Om
KISI-KISI SUMATIF AKHIR SEMESTER FASE E
PENDIDIKAN AGAMA HINDU DAN BUDI PEKERTI
Oleh: Luh Seri Harmonitra Yani, S.Pd.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 38
SLIDE
Similar Resources on Wayground
32 questions
elemen BK
Presentation
•
10th Grade
33 questions
Pengantar Kewirausahaan
Presentation
•
10th Grade
32 questions
Sistem Informasi Geografis
Presentation
•
10th Grade
30 questions
Media Sosialisasi
Presentation
•
10th Grade
34 questions
Wafatnya Nabi Muhammad Saw
Presentation
•
11th Grade
33 questions
ZAKAT FITRAH
Presentation
•
10th Grade
30 questions
Bab 2 Berpkaian dalam Islam
Presentation
•
10th Grade
31 questions
PAI KELAS 10 SEMESTER 1 SMAI NB
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
20 questions
"What is the question asking??" Grades 3-5
Quiz
•
1st - 5th Grade
20 questions
“What is the question asking??” Grades 6-8
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
Fire Safety Quiz
Quiz
•
12th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
34 questions
STAAR Review 6th - 8th grade Reading Part 1
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
“What is the question asking??” English I-II
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
47 questions
8th Grade Reading STAAR Ultimate Review!
Quiz
•
8th Grade
Discover more resources for Religious Studies
20 questions
“What is the question asking??” English I-II
Quiz
•
9th - 12th Grade
10 questions
Fire Prevention
Quiz
•
9th - 12th Grade
50 questions
STAAR English 2 Review
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
10th Grade
20 questions
Grammar
Quiz
•
9th - 12th Grade
16 questions
AP Biology: Unit 1 Review (CED)
Quiz
•
9th - 12th Grade
20 questions
verbos reflexivos en español
Quiz
•
9th - 12th Grade
11 questions
Expectations Review
Quiz
•
9th - 12th Grade