Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Other

11th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Yefta Liunima

FREE Resource

18 Slides • 0 Questions

1

media

2

media

KATA PENGANTAR

Puji syukur saya panjatkan kepada Allah SWT, Tuhan YME karena hanya atas karunia-Nya penulis dapat

menyelesaikan proposal Project Based Learning yang berjudul “Budidaya Ayam Broiler dengan Kandang Open

House

Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang berbasis pada pemberian tugas berupa

proyek yang dapat mengarahkan peserta didik untuk mengalami proses penyelidikan sehingga peserta didik mampu

mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang menjadi basis penilaian bagi guru (Thomas, 2000).

Proposal ini merupakan tindak lanjut dari hasil pembelajaran di BBPPMPV Pertanian Cianjur dan industri

yang kemudian diimplementasikan di sekolah. Besar harapan saya, semoga pihak sekolah dapat mendukung projek

ini sebagai bahan evaluasi program dalam mengukur ketercapaian sasaran kegiatan, untuk selanjutnya dapat

digunakan sebagai salah satu komponen kajian dalam mengambil keputusan dan kebijakan yang tepat sesuai dengan

harapan.

Dalam kesempatan ini penyusun juga ingin mengucapkan terimakasih kepada :

1.Dr. Yusuf, S.T.,M.T., selaku Kepala BBPPMPV Pertanian Cianjur

2.Drh. K. Udy Pramono, M.M., selaku Widyaiswara di Departemen Peternakan BBPPMPV Pertanian Cianjur

3.Sunaryo, S.TP., M.Si, selaku Widyaiswara di Departemen Peternakan BBPPMPV Pertanian Cianjur

4.Ir. Tutik Nuryati, MP selaku Widyaiswara di Departemen Peternakan BBPPMPV Pertanian Cianjur

5.Elis Juarriyah, S.Pt., M.Si selaku Widyaiswara di Departemen Peternakan BBPPMPV Pertanian Cianjur

6.Jusniati V. Tasoin, S.Pd selaku Kepala SMK Negeri Polen

7.Rekan guru kejuruan (peternakan) di SMK Negeri Polen

8.Peserta didik kelas XI Agribisnis Ternak Unggas.

Saya menyadari proposal ini tidak luput dari berbagai kekurangan. Oleh karena itu saya mengharapkan saran

dan kritik demi kesempurnaan dan perbaikannya sehingga akhirnya proposal ini dapat memberikan manfaat.

Polen, 23 Mei 2024

Penyusun

3

media

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR…………………………………………………………............... i

DAFTAR ISI…………………………………………………………............................ ii

BAB I PENDAHULUAN

A.Latar Belakang …………………………………………………………...

1

B.Tujuan……………… …………………………………………………….. 1

C.Sasaran……………… …………………………………………………… 2

BAB II. GAMBARAN UMUM PENGEMBANGAN PROJEK

A.Perencanaan Produk …………………………………………………….

3

BAB III. IMPLEMENTASI PROJEK

A.Perencanaan Kegiatan …………………………………………………..

6

B.Persiapan Alat dan Bahan ………………………………………………

6

C.Proses Kegiatan …………………………………………………………

7

D.Pencatatan ……………………………………………………………….. 7

BAB IV. RENCANA ANGGARAN BIAYA

A.Anggaran Biaya …………………………………………………………. 10

B.Jadwal Piket …………………………………………………………….. 12

LAMPIRAN ……………………………….……………………………………………...17

4

media

BAB I

PENDAHULUAN

A.Latar Belakang

Pendidikan Menengah Kejuruan berupaya untuk mengembangkan kemampuan peserta didik dengan

menekankan pada penguasaan keterampilan, standar kompetensi. Pengembangan sikap kewirausahaan, serta

pengembangan kepribadian professional, sehingga peserta didiknya siap bekerja di Dunia Usaha, dunia industri, dan

dunia kerja.

Guru atau pendidik sebagai tenaga profesional memiliki peran penting dan strategis dalam proses

pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) untuk mengembangkan potensi peserta didik. Tugas dan

kewajiban guru adalah mengelola pembelajaran dengan baik mulai dari perencanaan, pelaksanaan, termasuk

melalukan evaluasi agar terorganisasi dengan baik.

Model pembelajaran project based learning mempunyai tujuan tercapainya kompetensi siswa dalam

softskill, hardskill dan Karakter. Model pembelajaran project based learning dapat diartikan sebagai model

pembelajaran yang berbasis pada proyek atau menghasilkan produk, project based learning mampu meningkatkan

kemampuan berpikir kritis siswa. Penggunaan project based learning diketahui mampu meningkatkan kemampuan

kognitif siswa. Penerapan metode proyek juga dapat meningkatkan prestasi belajar dan keterampilan siswa dalam

pembelajaran jika dibandingkan dengan metode ceramah dan diskusi.

Guru SMK perlu terus menerus mengupayakan agar kompetensi profesionalnya dapat mengikuti

perkembangan teknologi dan pemanfaatannya di dunia kerja. Dengan demikian, pendidikan yang dikelolanya akan

tetap relevan dan memenuhi kebutuhan masyarakat.

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru Kejuruan yang mengikuti upskilling dan reskilling berbasis Industri

Angkatan 2, Budidaya Ayam Broiler dengan Kandang Closed House telah selesai, maka hasil pembelajaran akan

diterapkan/diaplikasikan disekolah. Dengan mempertimbangkan kondisi sarana dan prasarana serta biaya disekolah

dipilihlah proyek Pemeliharaan Ayam Broiler dengan sistem Open House, Pemeliharaan Ayam Broiler dengan

sistem Open House mencakup serangkaian kegiatan, mulai dari persiapan kandang, persiapan DOC masuk,

Pemeliharaan Fase Starter, Pemeliharaan Fase Finisher dan Pemanenan. Kualitas Bibit, Pakan dan manajemen

pemeliharan sangat mempengaruhi keberhasilan usaha peternakan khususnya ternak ayam broiler.

Guru atau Pendidik merupakan tenaga profesional yang bertugas merencanakan dan melaksanakan

proses pembelajaran, menilai hasil pembelajaran, melakukan pembimbingan dan pelatihan (UU Nomor

20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional). Pendidik sebagai tenaga profesional memiliki peran

penting dan strategis dalam proses pembelajaran pada Sekolah Menengah Kejuruan/Madrasah Aliyah

Kejuruan (SMK/MAK) untuk mengembangkan potensi peserta didik.

5

media

Tugas dan kewajiban guru adalah mengelola pembelajaran dengan baik mulai dari perencanaan,

pelaksanaan, termasuk melakukan evaluasi agar terorganisasikan dengan baik. Pengelolaan pembelajaran

ini mendorong proses pembelajaran terlaksana dengan baik sehingga menciptakan pendidikan berkualitas

dalam pencapaian tujuan pembelajaran.

Penulis sebagai salah satu pendidik/guru Konsentrasi Keahlian Agribisnis Ternak Unggas “

Pemeliharaan Ayam Broiler Closed House di SMK Negeri Polen Kabupaten Timor Tengah Selatan telah

mengikuti Pelatihan Upskilling dan Reskilling Guru Kejuruan SMK Berstandar Dunia Kerja Angkatan

2 Tahun 2024 yang dilaksanakan oleh BBPPMPV Pertanian yang bekerja sama dengan mitra Industri

yang relevan antara Bidang Usaha Industri dengan program keahlian dan judul pelatihan yang

diselenggarakan. Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kemampuan Guru SMK yang berorientasi pada

dunia kerja untuk meningkatkan level kompetensi profesional kejuruan, kompetensi pedagogik, dan

kompetensi pendukung lainnya yang telah dimiliki.

Sebagai peserta pelatihan Budidaya Ayam Broiler Closed House, saya memiliki tanggung jawab

untuk mengimplementasikan rencana tindak lanjut yang akan dilakukan, agar manfaat pelatihan ini dapat

dirasakan di lingkungan sekolah pada umumnya dan peserta didik khususnya. Berdasarkan hal di atas

maka penulis menyusun proposal Implementasi Project Based Learning (PjBL) Pemeliharaan Ayam

Broiler yang akan dilaksanakan di SMK Negeri Polen Kabupaten Timor Tengah Selatan Provinsi Nusa

Tenggara Timur.

B. Tujuan dan Sasaran

Tujuan implementasi Project Based Learning adalah :

1.Untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam pemecahan masalah proyek.

2.Untuk memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru dalam pembelajaran.

3.Untuk membuat siswa lebih aktif dalam memecahkan masalah proyek yang kompleks dengan hasil

berupa produk nyata.

4.Untuk mengembangkan dan meningkatkan keterampilan siswa dalam mengelola alat dan bahan

untuk menyelesaikan tugas atau proyek.

5.Untuk meningkatkan kolaborasi antar siswa khususnya pada kegiatan yang bersifat kelompok.

Sasaran implementasi Project Based Learning adalah siswa kelas XI Agribisnis Ternak Unggas SMK

Negeri Polen Kabupaten Timor Tengah Selatan.

6

media

BAB II

GAMBARAN UMUM PENGEMBANGAN PROJEK

A.Perencanaan Projek

Seorang pendidik harus memahami konsep Project Based Learning (PJBL) dan

Teaching Factory (TEFA) agar dapat mengimplementasi kedua model tersebut untuk

memfasilitasi kegiatan pembelajaran kepada peserta didik. Project Based Learning

merupakan kegiatan Teaching Factory yang real/nyata yang tujuannya adalah produk dan

didalamnya terdapat pembelajaran. Untuk implementasi pembelajaran PJBL atau TEFA

dalam mendukung proses pembelajaran dan meningkatkan mutu belajar peserta diklat /

peserta didik dibuat rancangan kegiatan pembelajaran terlebih dahulu. Rancangan kegiatan

yang ingin dikembangkan adalah "Budidaya Ayam Broiler dengan Kandang Open

House ".

Proses budidaya ayam broiler dengan kandang Open house meliputi: penyiapan alat

dan bahan kandang, santitasi kandang, pembuatan brooding, penerimaan DOC, pemberian

pakan, air minum, Vaksinasi, Vitamin dan obat-obatan hingga pemanenan ayam boriler

dengan kandang Open house. Berikut ini adalah gambaran umum tentang tahapan

budidaya ayam broiler kandang Open house.

Penyiapan alat dan bahan kandang, sebelum memulai memelihara ayam broiler,

sebelumnya kita harus menyiapkan alat dan bahan. Alat dan bahan yang digunakan

diantaranya adalah :

No

Alat

Bahan

1 Feeder Trai

Sekam

2 Tempat Minum Ayam

Kapur

3 Karung

Air

4 Tirai

Pakan

5 Termometer

DOC

6 Ember

Vitamin

7 Gayung

Sorbitol

8 Meteran

Desinfektan/ Desgrin

9 Penyekat/Pembatas

Deterjen

10

Pemanas

Formalin

7

media

11

Tandon Air

Vaksin

12

Sekop

So Klin

Sikat

Tali rafia

14

Sapu

15

Alat Pel Lantai

16

Sprayer Gendong

17

Kandang

18

Timbangan

Setelah semua alat dan bahan disiapkan, selanjutnya melakukan sanitasi kandang

yaitu membersihkan atau mencuci kandang. Tahap awal dalam mencuci kandang adalah

mengeluarkan sisa litter dalam kandang, mencuci kandang dengan air sampai bersih,

mencuci lagi dengen deterjen (mencampurkan deterjen kedalam drum berisi air lalu

disemprotkan ke dalam kandang dengan menggunakan mesin spayer). Seluruh isi kandang

disemprot dari mulai atap, dinding, lantai hingga peralatan yang ada di kandang seperti

tempat pakan, tempat air minum, dan lainnya sampai bersih.

Kegiatan selanjutnya adalah melakukan pengapuran di dalam kandang, terutama

bagian lantai kandang. Kapur yang digunakan bisa berbentuk serbuk dan atau bisa

digunakana kapur padat, jika menggunakan kapur padat maka harus dilakukan

pencampuran dengan menggunakan air. Pengapuran ini dilakukan untuk membasmi bibit

penyakit mikroorganisme didalam kandang sebelum kedatangan DOC.

Selanjutnya dilakukan foging dalam kandang dengan tujuan membunuh

mikrorganisme yang ada dalam sela-sela kandang yang masih aktif.

Setelah semua kegiatan sanitasi selesai dilanjutkan dengan kegiatan pembuatan

brooding, peralatan yang digunakan dalam brooding harus disanitasi sebelum digunakan.

Kegiatan brooding dimulai dengan mengukur kebutuhan area untuk brooding sesuai

jumlah DOC yang akan diperlihara, menabur sekam dengan ketebalan minimal 5 cm,

memasang sekatan kandang, memasang alas litter menggunakan karung bekas, memasang

tempat pakan ayam dan tempat minum ayam, serta memasang termometer.

Sesaat sebelum penerimaan DOC, dipastikan suhu kandang sudah sesuai dengan

kebutuhan yaitu sekitar 32 -350C, pakan dan air minum sudah tersedia, air gula atau

sorbitol sudah disiapkan. Pada saat penerimaan, harus dipastikan jumlah DOC yang

8

media

diterima, berat badan rata-rata dan kondisi kesehatan DOC serta memastikan air gula atau

sorbitol diminum oleh DOC.

Kegiatan selanjutnya adalah pemeliharaan ayam broier dengan pemberiaan pakan

secara rutin, 2 jam sekali dengan jumlah pakan disesuaikan dengan kebutuhan ayam

broiler. Pemberian vitamin dan antibiotik, pengecekan kesehatan ayam, pengecakan suhu

kandang dan menimbang berat rata-rata aym broiler. Kegiatan tersebut dilakukan secara

rutin dan berkelanjutan, dari mulai awal hingga pemanenan.

PjBL ini akan dilakukan oleh peserta didik dengan beberapa tahapan, tahapan-

tahapan dalam mengerjakan PjBL ini disesuaikan dengan kompentensi yang ingin

diajarkan dan dicapai oleh peserta.yaitu :

Tahap I : Pembelajaran Teori

Pembelajaraan teori dilakukan untuk mengingat dan mendalami kompentensi dasar

tentang budidaya ayam broiler dengan kandang Open house dan memahmi tujuan

pembelajaran teori dan proyek ini. Misalnya, tujuan proyek ini adalah memahami proses

budidaya ayam broiler, langkah-langkah persiapan dan penerimaan DOC hingga kegiatan

pemeliharaan ayam broiler dengan kandang Open house.

Tahap II : Pembentukan Tim Proyek Peserta

Pembentukan tim proyek peserta dapat dibagi menjadi tim proyek kecil, terdiri dari

4 hingga 5 anggota. Pastikan bahwa setiap tim memiliki anggota dengan keterampilan dan

minat yang beragam untuk memperkaya kolaborasi.

Tahap III: Persiapan Fasilitas

Persiapan fasilitas meliputi penyiapkan ruang atau fasilitas yang sesuai untuk

kegiatan budidaya ayam broiler di kandang. Memastikan semua peralatan yang diperlukan

dalam kondisi baik dan dapat digunakan pada saat kegiatan budidaya ayam broiler.

Tahap IV : Pelatihan Keterampilan Praktis

Pelatihan praktik ini melibatkan peserta didik dalam kegiatan praktis budidaya

ayam broiler di fasilitas yang telah disiapkan. Keterampilan yang harus dimiliki

diantaranya keterampilan melakukan budidaya ayam broiler dengan diawali persiapan

peralatan, sanitasi kandang, penerimaan DOC hingga proses pemeliharaan ayam broiler.

9

media

Tahap V: Presentasi Hasil Proyek

Meminta setiap tim untuk membuat presentasi tentang proyek. Presentasi harus

mencakup laporan tentang apa yang telah dipelajari, hasil penelitian, temuan dari budidaya

ayam broiler (jika dilakukan), serta rekomendasi untuk praktik yang lebih baik di masa

depan.

Tahap VI: Refleksi dan Evaluasi

Melakukan sesi refleksi bersama peserta didik tentang pengalaman dalam proyek

ini. Diskusikan apa yang telah dipelajari, apa yang bisa ditingkatkan, dan keterampilan apa

yang telah mereka kembangkan melalui PjBL ini. Evaluasi keseluruhan proyek dan

berikan umpan balik konstruktif kepada semua peserta didik.

10

media

BAB III

IMPLEMENTASI PROJEK

A.Perencanaan Kegiatan

PjBL tentang budidaya ayam broiler menggunakan kandang Open house ini akan memberikan

kesempatan bagi peserta didik untuk mengembangkan pemahaman mendalam tentang industri ayam broiler

dan praktik yang relevan dalam proses budidaya ayam broiler. Hal ini juga dapat membantu peserta didik

untuk memahami pentingnya Analisis kondisi dan potensi berdasarkan aspek internal dan eksternal. Aspek-

aspek internal dalam analisis kondisi sekolah diantaranya Kurikulum, Sumber Daya Manusia, Fasilitas,

Pembiayaan, Manajemen. Sedangkan aspek eksternal meliputi Potensi Daerah dan Mitra Industri.

Dalam project based learning (PjBL) tentang budidaya ayam broiler, peserta didik menggunakan

berbagai alat dan bahan untuk memahami dan mengimplementasikan proses budidaya dengan benar. Berikut

adalah beberapa contoh alat dan bahan yang dapat digunakan dalam PjBL tersebut:

B.Persiapan Alat dan Bahan

Adapun alat dan bahan yang akan digunakan dalam pemeliharaan ayam pedaging dengan kandang

Open house adalah sebagai berikut :

Tabel 1. Alat dan Bahan

No

Alat

Bahan

1

Kandang Open house lengkap

dengan peralatannya

Bibit DOC 200 ekor

2

Feeder tray

Pakan

3

Tempat minum

Lampu

3

Brooding

Sekam

4.

Pemanas

Vaksin ND IB lasota live

5

Hand sprayer

Vitamin (vitachick & vitastress)

6

Tirai

7

Lux meter dan Higrometer

8

Thermometer

9.

Sekat

C.Proses Produksi

1.Clean & Desinfection (Sanitasi Kandang)

Pembersihan areal dalam dan luar kandang yaitu : Mengeluarkan tempat pakan dan tempat minum

dari dalam kandang :

a.Hal pertama yang dilakukan praktik sanitasi kandang ayam broiler di Sekolah adalah

menngeluarkan tempat pakan dan minum

11

media

b.Membersihkan kandang (menyapu lantai, dinding, atap).

c.Mengeluarkan kotoran:

d.Memasukkan litter yang bercampur dengan kotoran ke dalam karung dan keluarkan dari dalam

kandang

e.Mencuci tempat pakan dan tempat minum.:

f.Pencucian tempat pakan dan minum dilakukan dengan cara melarutkan 4 bungkus detergent +

air 200 liter ke dalam drum, setelah air dalam drum berkurang menjadi 100 liter, drum di aliri

air secara kontinyu

g.Melakukan penyemprot kandang secara menyeluruh

h.Langkah berikutnya melakukan desinfeksi kandang :

i.Melarutkan Desinfektan +formalin 3% dengan takaran sebagai berikut: Air dalam drum : 170

liter air dalam drum +1,5 liter desinfektan

j.Kemudian melakukan penyemprot kandang secara menyeluruh

k.Membersihkan peralatan kandang dengan menggunakan detergent atau desinfektan beserta

alat-alat praktek dan menyimpan kembali pada tempatnya.

l.Proses pengapuran

m.Pemasangan jaring pada lantai kandang

n.Pemasangan brooding ring dan penaburan sekam

2.Persiapan Chick In

Chick in merupakan kegiatan yang dilakukan saat kedatangan DOC. Sebelum itu, ada

beberapa hal yang harus diperhatikan terlebih dahulu, yaitu :

a.Memastikan semua peralatan sudah siap digunakan

b.Suhu dalam brooding harus sudah sesuai yaitu 33-34°C

c.Menyiapkan air minum yang ditambahkan gula

d.Menebar pakan di atas alas koran

3.Kegiatan Chick In

a.Menurunkan ayam dari truck

b.Menyebar DOC dalam brooding

c.Sampling bobot DOC

d.Setelah 8 jam chick in evaluasi terhadap tembolok (crop fill). Amati penyebaran dan

tingkah laku DOC dalam chick guard. Konsumsi ransum dikatakan baik bila minimal

75% sampel DOC temboloknya teraba kenyal dan lunak yang mengindikasikan bahwa

ayam sudah mengonsumsi cukup ransum dan juga air minum.

4.Pemeliharaan ayam broiler

Pemeliharaan ayam broiler umumnya dimulai dari umur 0 hari sampai panen, biasanya 35

hari dengan estimasi capaian bobot hidup ayam sebesar 1,5 – 1,7 kg.

12

media

Berikut tahapan pemeliharaan ayam broiler :

a.Pengaturan temperatur brooder.

Kontrol pada suhu brooder sebaiknya dilakukan secara terus menerus. Kenyamanan

ayam dapat dilihat pada aktivitas ayam dan penyebarannya. Suhu yang ideal akan

membuat anak ayam berkativitas secara normal dan menyebar rata ke seluruh area

brooding.

b.Pelebaran sekat.

Pelebaran pada brooder setelah ayam berumur 3 hari. Pelebaran sekat juga harus diikuti

dengan penambahan tempat pakan dan minum. Pelebaran sekat berfungsi untuk

memberikan kenyamanan ayam sesuai dengan tingkat pertumbuhannya.

c.Pemberian ransum dan air minum.

Pemberian ransum pada broiler harus disesuaikan dengan kebutuhan pertumbuhan

segingga ransum yang diberikan dapat optimal dimanfaatkan untuk pertumbuhan ayam.

Ransum broiler terdiri dari ransum starter (umur 0 - 4 minggu) dan ransum finisher (umur

3 - 5 minggu). Pemberian minum diberikan secara ad libitum (tersedia setiap saat).

Vitamin dapat diberikan dengan mencampurnya dengan air minum. Rata-rata pemberian

ransum per ekor per hari sesuai umur ayam adalah sebagai berikut.

Tabel 4. Rata-rata pemberian ransum

Umur Ayam (Hari)

Pemberian pakan (Gram/ekor/hari)

1 – 7

17

8 – 14

43

15 – 21

66

22 – 28

91

29 – 35

111

d.Pencatatan/Recording.

Pencatatan laporan kegiatan setiap harinya harus dilakukan semenjak DOC tiba di

kandang. Pencatatan tersebut meliputi jumlah ayam yang mati, pemberian pakan, vaksin,

obat dan pertambahan berat badan mingguan. Pencatatan dan Kontrol Berat Badan dan

Keseragaman. Pencatatan dan kontrol berat badan dan keseragaman dilakukan secara

rutin setiap minggu. Hal ini bertujuan agar pertumbuhan ayam dapat terpantau dengan

baik. Penimbangan dilakukan dengan cara melakukan sampling secara acak dan pada

pada waktu yang tetap.

13

media

BAB IV

RENCANA ANGGARAN BIAYA

A. Biaya

a. Biaya produksi

Biaya produksi merupakan sejumlah biaya yang dikeluarkan oleh peternak dalam kegiatan produksi

usaha peternakan ayam Boiler.

b. Biaya Tetap

Merupakan biaya yang besar kecilnya tidak tergantung produksi dan tidak mengalami perubahan

sebagai akibat perubahan jumlah hasil yang diperoleh oleh peternak. Meliputi biaya penyusutan peralatan dan

sewa lahan, biaya tersebut tetap keluarga meskipun produksi berhenti.

c. Biaya Penyusutan

Dalam menghitung biaya penyusutan dengan menggunakan metode garis lurus yaitu dengan cara

memanggil harga barang dengan lama pemakaian. Nilai sisa untuk semua peralatan ditetapkan 10% dari harga

awal barang.

Adapun biaya tetap dalam pemeliharaan ayam broiler dengan Open house yaitu sebagai berikut :

No.

Uraian

Jumlah

Satuan

Harga

satuan

Total harga

Keterangan

1 Kandang

1

Unit

-

-

Ukuran kandang

10 x 6 m

2 Tempat pakan

8

Buah

10.000

80.000

3 Tempat Minum

4

Buah

15.000

60.000

4 Tandon air

1

Buah

1.000.000

1.000.000

5 Pemanas

1

Buah

400.000

400.000

6 Sprayer gendong

1

Buah

250.000

250.000

10 Timbangan

1

Buah

500.000

500.000

11 Penyekat

4

Buah

10.000

40.000

12 Penjepit sekat

8

Buah

5.000

40.000

13 Sekop

1

Buah

100.000

100.000

14 Sikat

1

Buah

10.000

10.000

15 Sapu

2

Buah

10.000

20.000

16 Alat pel

1

Buah

50.000

50.000

14

media

Adapun rencana biaya-biaya untuk pemeliharaan ayam broiler dengan Open house yaitu

sebagai berikut :

Tabel biaya pemeliharaan ayam broiler dengan Open house

No

Uraian

Jumlah

Satuan

Harga Satuan

(Rp)

Total Harga

(Rp)

Keterangan

1 DOC

200

Ekor

12.000

2.400.000 CP. 707

2 Pakan Pre -Starter

1

Karung

560.000

650.000 HI-PRO-

VITE 511B

3 Pakan Starter

3

Karung

560.000

1.680.000 CP.11

4 Pakan Finisher

6

Karung

550.000

3.300.000 CP.12

5 Sekam

10

Karung

5.000

50.000

4 Vitamin

4

Saset

27.000

108.000

5 Biaya Listrik

1

Periode

100.000

100.000

6 Sorbitol

1

Bungkus

65.000

65.000

7 Koran / karung

2

Buah

4.000

8.000

8 Desinfektan

Agricid

1

botol

145.000

145.000

9 Detergen

4

Buah

5.000

20.000

10 Kapur

10

Bungkus

besar

5.000

50.000

11 Sunlight

1

bungkus

5.000

5.000

12 Tali rafia

1

Gulung

15.000

15.000

13 Formalin

0,375

ml

51.000

19.125

B.Jadwal Pemeliharaan

Adapun jadwal pemeliharaan ayam broiler dengan menggunakan kandang Open house selama

30 hari. Jadwal pemeliharaanya sebagai berikut :

No

Uraian Kegiatan

Nama Anggota

1 Sanitasi kering

Sanitasi basah

Desinfeksi kandang

Semua anggota kelompok

2 Pengapuran

Semua anggota kelompok

3 Pembuatan brooding area

Semua anggota kelompok

15

media

4 Penerimaan DOC

Semua anggota kelompok

5 Pemeliharaan ayam periode starter

Hari 1 :

Semua anggota kelompok ( Penerimaan DOC )

Hari 2 :

Pagi - Malam : Kelompok 1

Hari 3 :

Pagi – Malam : Kelompok 2

Hari 4 :

Pagi – Malam : Kelompok 3

Hari 5 :

Pagi - Malam : Kelompok 4

Hari 6 :

Pagi – Malam : Kelompok 1

Hari 7 : Semua anggota kelompok (

Penimbangan DOC Minggu I )

6 Pemeliharaan ayam periode starter

Hari 8 :

Pagi – Malam : Kelompok 2

Hari 9 :

Pagi - Malam : Kelompok 3

Hari 10 :

Pagi – Malam : Kelompok 4

Hari 11 :

Pagi – Malam : Kelompok 1

Hari 12 :

Pagi - Malam : Kelompok 2

Hari 13 :

Pagi – Malam : Kelompok 3

Hari 14 : Semua anggota kelompok (

Penimbangan Ayam Minggu II )

7 Pemeliharaan ayam periode grower

Hari 15 :

Pagi – Malam : Kelompok 4

Hari 16 :

Pagi - Malam : Kelompok 1

Hari 17 :

Pagi – Malam : Kelompok 2

Hari 18 :

16

media

Pagi – Malam : Kelompok 3

Hari 19 :

Pagi - Malam : Kelompok 4

Hari 20 :

Pagi – Malam : Kelompok 1

Hari 21 : Semua anggota kelompok (

Penimbangan Ayam Minggu III )

8 Pemeliharaan ayam periode finisher

Hari 22 :

Pagi – Malam : Kelompok 2

Hari 23 :

Pagi - Malam : Kelompok 3

Hari 24 :

Pagi – Malam : Kelompok 4

Hari 24 :

Pagi – Malam : Kelompok 1

Hari 26 :

Pagi - Malam : Kelompok 2

Hari 27 :

Pagi – Malam : Kelompok 3

Hari 28 : Semua anggota kelompok (

Penimbangan Ayam Minggu IV )

9 Pemeliharaan ayam periode finisher

Hari 29 :

Pagi – Malam : Kelompok 4

Hari 30 :

Pagi - Malam : Kelompok 1

Hari 31 :

Pagi – Malam : Kelompok 2

Hari 32 :

Semua anggota kelompok ( Pemanenan Ayam)

17

media

LAMPIRAN

RECORDING PEMELIHARAAN AYAM BROILER

Nama Farm/Kota

:

Tgl. Menetas

:

Penanggung Jawab

:

Tgl. Penerimaan

:

Kandang

:

Jumlah DOC

:

Periode

:

Rata2 BB DOC

:

Jenis Ternak

:

Minggu/
Hari Ke

Tgl.

Mati
(ekor)

Sisa
(ekor)

Ransum

Vitamin/

Obat2an/ Vaksinasi

Keterangan

Jenis

Zak




I

1

2

3

4

5

6

7

Total per minggu

Rata2 BB : ...... g/ek




II

8

9

10

11

12

13

14

Total per minggu

Rata2 BB : ...... g/ek




III

15

16

17

18

19

20

21

Total per minggu

Rata2 BB : ...... g/ek

IV

22

23

24

25

26

27

28

Total per minggu

Rata2 BB : ...... g/ek




V

29

30

31

32

33

34

18

media

35

Total per minggu

Rata2 BB : ........ g/ek

Total selama
pemeliharaan

BB : ........... g/ek

Hasil Penjualan :

Tahap Ke

Tanggal

Jumlah (ekor)

Jumlah (kg)

1

2

Jumlah ayam terjual

........... ekor

.......... kg

Perhitungan :

1. Total ayam hidup

: ......................................... ekor

2. % kematian ayam

: ......................................... %

3. Total pakan yang dihabiskan : ........................................ zak (.......... kg)
4. Total ayam terjual

: ....................................... ekor

5. Rata-rata konsumsi pakan

: ....................................... ekor = ......... kg/ekor

4. Total BB ayam terjual

: ....................................... kg

5. Rata-rata BB ayam terjual

: ...................................... kg/ekor = ............. g/ekor

Tanggal

: ..................................

Petugas,

...............................

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 18

SLIDE