Search Header Logo
Belum Berjudul

Belum Berjudul

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Firmansyah Adit

Used 1+ times

FREE Resource

15 Slides • 0 Questions

1

media

Kesalaha

n

-

kesalah

an

Memulai

Bisn

is di Duni

a Maya
E-Commerce

2

media

7 kesalahan utama

“Field of Dreams” Syndrome

Inadequate Architecture

Putting Lipstick on a Bulldog

Islands of Webification

Me too” Strategies

One-Time-Effort-Mentality

Thingking too small

3

media

Kesalahan-kesalahan utama

Melakukan bisnis di dunia maya (e-commerce) sama sekali

berbeda dengan mengelola perusahaan konvensional.
Selain dibutuhkan ketekunan dan kreativitas yang terus-
menerus, strategi yang tepat perlu disusun dan
dikembangkan agar keunggulan kompetitif yang dimiliki
dapat terus dipelihara dan ditingkatkan.

Statistik mencatat bahwa dari seluruh perusahaan berbasis

internet yang tumbuh, hanya sekitar 20% yang mampu
bertahan untuk beroperasi dalam periode waktu yang
cukup panjang

4

media

Field of Dreams” Syndrome

Yang dimaksud dengan Sindrom “Field of Dreams”

adalah keyakinan para pendiri dan pengelola situs
bahwa jika sebuah model bisnis e-commerce
tertentu diperkenalkan, maka pelanggan akan
datang dengan sendirinya (otomatis) karena daya
tarik produk atau servis yang ada.

Keyakinan yang cenderung bersifat over

confidence ini berakibat tidak adanya keinginan
untuk melakukan usaha-usaha semacam studi
kelayakan atau market testing terlebih dahulu

5

media

Inadequate Architecture

Tidak jarang suatu bisnis model e-

commerce yang berpeluang besar untuk
sukses harus kandas karena tidak adanya
fasilitas atau spesifikasi arsitektur teknologi
informasi yang memadai

6

media

Putting Lipstick on a Bulldog

Terlepas dari berbagai jenis atau kategori e-

commerce seperti B-to-B atau B-to-C, secara
konseptual arsitektur teknologi informasi yang
dipergunakan dapat dibagi menjadi dua sistem
besar, yaitu sistem front office (SFO) dan sistem
back office (SBO)

7

media

Islands of Webification

Konsep pengembangan situs yang berbasis obyek,

selain memudahkan perancang dan pengembang
sistem aplikasi untuk menambah dan mengurangi
modul, menimbulkan pula permasalahan
tersendiri di kemudian hari.

Kebanyakan perancang situs biasanya lebih

memilih pendekatan “tambal sulam”
dibandingkan dengan melakukan perencanaan
yang matang mengenai konsep situs untuk jangka
pendek, menengah, dan panjang.

8

media

Me too” Strategies

Dalam bahasa Indonesia, strategi “ee too” sering

diistilahkan dengan “latah” atau “ikut-ikutan”.
Lihatlah bagaimana seluruh perusahaan ikut-
ikutan untuk terjun ke e-commerce tanpa
mengetahui dasar-dasar pemikiran dan filosofi
yang melatarbelakanginya.

9

media

One-Time-Effort-Mentality

Tidak semua perusahaan e-commerce merupakan a start

up company. Kebanyakan justru merupakan anak
perusahaan atau bahkan salah satu divisi dari perusahaan-
perusahaan yang telah lama berkembang.

Terhadap jenis perusahaan yang terakhir ini, biasanya

berkembang suatu “penyakit” turunan yaitu kepuasan yang
timbul setelah situsnya berhasil diluncurkan ke internet
(launching). Mereka cenderung menganggap remeh atau
enteng proses setelah itu, karena bagi mereka tidak lebih
dari urusan operasional atau administratif biasa.

10

media

Thingking too small

Berbisnis di dunia maya berarti berinteraksi

dengan seluruh konsumen yang ada di seluruh
dunia, sehingga pola pikir sempit harus segera
diubah.

Mungkin peribahasa yang tepat dalam menekuni

bisnis ini adalah “think globally, act globally”
karena di dalam dunia maya dikenal konsep
“sebuah perusahaan tidak perlu besar untuk
menjadi besar”, yang artinya bahwa nilai aset tidak
memiliki relevansi yang tinggi terhadap tingkat
keberhasilan bisnis

11

media

Memulai Bisnis didunia Maya

Arena Ekonomi Digital

Langkah Awal

Mencari Sumber Daya

12

media

Arena Ekonomi Digital

untuk dapat berhasil memulai dan

mengembangkan suatu aktivitas yang baik
sehingga tercapai obyektif yang diinginkan,
para pelaku atau praktisi bisnis harus
memahami karakteristik arena
permainannya terlebih dahulu, yang oleh
sebagian pakar diistilahkan sebagai
ekonomi digital (Evans, 1997).

13

media

Langkah Awal

Memutuskan untuk memulai sebuah aktivitas baru

biasanya terjadi karena adanya suatu ide, baik hasil
permenungan individual maupun kelompok (Indrajit,
2000).

Ide ini kemudian berkembang menjadi sebuah niat

untuk melakukan sebuah proses penciptaan produk
atau jasa yang siap ditawarkan kepada masyarakat
(bisnis).

Secara informal, pada tahap awal ini ada baiknya

kelayakan ide tersebut diuji melalui beragam cara
seperti

melalui diskusi, berbagi pengalaman, analisa

studi kasus, benchmarking, dan lain sebagainya. Ide
yang buruk akan gugur dengan sendirinya karena
kurangnya dukungan, sementara ide yang dianggap
layak untuk ditindaklanjuti, akan berkembang secara
natural (Rayport, 1994).

14

media

Mencari Sumber Daya

Setelah yakin dengan kehandalan model

bisnis

yang

ada,

barulah

langkah

selanjutnya

menentukan

sumber

daya-

sumber

daya

yang

dibutuhkan

serta

mencarinya. Paling tidak ada tiga sumber
daya inti, yaitu finansial, manusia, dan
teknologi.

15

media

WAHYU = KEBAHAGIAAN = KETAATAN

NAFSU = KEHANCURAN = KEMAKSIATAN

media

Kesalaha

n

-

kesalah

an

Memulai

Bisn

is di Duni

a Maya
E-Commerce

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 15

SLIDE