Search Header Logo
Tokoh

Tokoh

Assessment

Presentation

Other

1st - 5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Hasanudin Hasanudin

Used 1+ times

FREE Resource

110 Slides • 1 Question

1

media
media
media

Di sebuah sekolah dasar yang asri dan penuh
warna, ada empat sahabat karib yang selalu
bermain dan belajar bersama. Mereka adalah
Toni, Eka, Lukman, dan Danu. Meskipun mereka

berbeda dalam banyak hal, persahabatan

mereka tetap erat.

2

Fill in the Blank

Dalam gambar disamping, ada berapakh tokoh dalam gambar tersebut?

3

media
media

Toni adalah anak yang suka sekali membaca
buku dan mencari tahu tentang berbagai hal.
Eka sangat pandai dalam seni dan selalu
membuat gambar-gambar indah. Lukman
terkenal dengan keahliannya dalam olahraga,
sementara Danu adalah anak yang gemar
berkebun dan merawat tanaman.

4

media

Suatu hari, guru mereka, Bu Siti, mengajak seluruh kelas untuk berdiskusi tentang

keanekaragaman. Bu Siti menjelaskan bahwa keanekaragaman bukan hanya tentang
berbagai jenis tumbuhan dan hewan, tetapi juga tentang perbedaan minat, bakat,
dan latar belakang setiap orang. "Keanekaragaman membuat hidup kita lebih kaya
dan menarik," kata Bu Siti penuh semangat. Toni, Eka, Lukman, dan Danu pun mulai

berpikir tentang bagaimana perbedaan mereka selama ini justru membuat

persahabatan mereka lebih kuat.

5

media

Bu Siti sebagai guru memberikan tugas kelompok kepada mereka. Setiap
kelompok harus membuat sebuah proyek yang menunjukkan pentingnya
keanekaragaman. Toni mengusulkan agar mereka membuat buku cerita

bergambar tentang berbagai jenis tanaman di taman sekolah. Eka setuju dan
siap membantu dengan menggambar ilustrasi. Lukman menawarkan diri untuk
menulis cerita tentang petualangan mereka di taman, sementara Danu akan

memberikan informasi tentang masing-masing tanaman yang mereka temukan.
Kerja sama mereka menghasilkan sebuah buku cerita yang indah dan informatif,

yang kemudian dipamerkan di perpustakaan sekolah.

6

media

Melalui proyek ini, Toni, Eka, Lukman, dan Danu belajar bahwa setiap

perbedaan yang mereka miliki adalah kekuatan yang saling melengkapi.

Mereka menyadari bahwa dengan menjaga dan menghargai keanekaragaman,
mereka bisa menciptakan sesuatu yang luar biasa. Pesan moral yang mereka
dapatkan adalah bahwa dalam kehidupan sehari-hari, menghargai perbedaan

dan bekerja sama adalah kunci untuk menciptakan dunia yang lebih baik.

7

media

ALI SUNARKO, S.Pd., M.Pd.
S1 Pendidikan Bahasa Indonesia
S2 Teknologi Pendidikan
Koord. Pengawas Dinas Pendidikan Kab. Manokwari
Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan 2
HP. 0852-5458-6626
Alamat:
Jl. Pertanian Wosi ~ Manokwari, Provinsi Papua Barat

M. Rafi Iriawan Habib, S.Pd., M.M.Pd., C.PS.
S1 Pendidikan Geografi
S2 Manajemen Pendidikan
S2 Pendidiakan Luar Sekolah ( Master Student at UM)
Asesor BAN S/M Papua Barat
Fasilitator Sekolah Penggerak Angkatan 2
0822-3922-4511
Alamat:

Perumahan Green Tea Blok G. 20 Kel. Amban Distrik
Manokwari Barat, Kab. Manokwari, Papua Barat.

Jl. Pendidikan Ds. Udapi Hilir (SP4) Distrik Prafi, Kab.
Manokwari, Papua Barat.

8

media

Intruksi:
Gambarkan 2 buah persegi panjang Kecil
Gambarkan 1 buah persegi panjang sedang
Gambarkan 1 buah persegi panjang Besar
Gambarkan 1 buah segitiga Sama Kaki
Gambarkan 1 buah bentuk tabung

ICE BREAKING

9

media

Daftar Materi:

Regulasi

Pembelajaran Paradigma Baru

Struktur Kurikulum Merdeka

Profil Pelajar Pancasila (P3)

Memahami CP

Merumuskan TP

Menyusun ATP

Desain Modul Ajar

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

KKM/KKTP

IKM Mandiri

Asesmen

Pembelajaran Berdiferensiasi

Teaching at The Right Level (TaRL)

KOSP

10

media

REGULASI
01

11

media

Permendikbudristek No. 5 Tahun 2022
Permendikbudristek No. 7 Tahun 2022
Kepmendikbudristek No, 262/M/2022 Perubahan atas No. 56/M/2022
Kep. BSKAP No. 033 Perubahan SK No. 008 Tentang CP
Kep. BSKAP No. 009 Tentang Dimensi, Elemen, dan Sub Elemen-P3
Kep. BSKAP No. 24/H/KR/2022 Keahlian SMK/MAK
KMA No. 347 Tahun 2022 Tentang Pedoman IKM di Madrasah

Kep. Dirjend Pendis No. 3211 Tahun 2022. Tentang CP

PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 5 TAHUN 2022.pdf

PERMENDIKBUDRISTEK NOMOR 7 TAHUN 2022.pdf

Kepmen No 262 Perubahan 56_2022.pdf

BSKAP No 009 2022 DIMENSI, ELEMEN, DAN SUBELEMEN P3.pdf

024_H_KR_2022-SK Keahlian-SMK-MAK.pdf

KMA 347 2022.pdf

KEP DIRJEND PENDIS NO 3211 TAHUN 2022 TTG CAPAIAN PEMBELAJARAN PENDIDIKAN ISLAM DAN BAHASA ARAB ok (1).pdf

BSKAP 033_H_KR_2022 Perubahan SK 008 tentang CP.pdf

REGULASI

12

media

PEMBELAJARAN

PARADIGMA BARU

02

13

media

Menurut Bapak/Ibu apa yang seharusnya
menjadi alasan terhadap berubahnya
sebuah kurikulum?

14

media

Kurikulum 1968Kurikulum 1968Kurikulum 1968

Kurikulum 1994Kurikulum 1994Kurikulum 1994

Kurikulum 1975Kurikulum 1975Kurikulum 1975

Kurikulum 1964
(Rencana Pendidikan)
Kurikulum 1964
(Rencana Pendidikan)
Kurikulum 1964
(Rencana Pendidikan)

Kurikulum 1984Kurikulum 1984Kurikulum 1984

KBK 2004KBK 2004KBK 2004

Kurikulum 1947
(Rencana Pelajaran)
Kurikulum 1947
(Rencana Pelajaran)
Kurikulum 1947
(Rencana Pelajaran)

KTSP 2006KTSP 2006KTSP 2006

Kurikulum 1952
(Rencana Pelajaran Terurai)
Kurikulum 1952
(Rencana Pelajaran Terurai)
Kurikulum 1952
(Rencana Pelajaran Terurai)

K-13K-13K-13

KURIKULUM
MERDEKA
2022

15

media

Alasan perubahan kurikulum

“Kurikulum yang baik adalah kurikulum yang sesuai

dengan zamannya”.

Kurikulum bersifat dinamis dan terus dikembangkan atau diadaptasi sesuai

konteks dan karakteristik murid, demi membangun kompetensi sesuai

kebutuhan mereka Kini dan di Masa Depan.

16

media

STRUKTUR
KURIKULUM MERDEKA

03

17

media

Struktur Kurikulum Merdeka

Pembelajaran

dengan

Paradigma

Baru

merupakan

upaya

menumbuhkan

pembelajar
sepanjang hayat yang sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila.

Proses pembelajaran dengan paradigma baru dilaksanakan melalui Kurikulum Merdeka yang
memuat:
1. Program Intrakurikuler
2. Program Kokurikuler (Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila/P5).
3. Program Ekstrakurikuler

18

media

Struktur Kurikulum Merdeka

1. PROGRAM INTRAKURIKULER:

Intrakurikuler berisi muatan atau mata pelajaran dan muatan tambahan lainnya seperti
muatan lokal, jika memang ada di satuan pendidikannya. Kegiatan pembelajaran di dalam
kelas diharapkan dapat mengembangkan kompetensi murid sesuai dengan capaian
pembelajaran pada fasenya.

Program Intrakurikuler PAUD:

Pertama, pada fase pondasi yaitu, PAUD. Pada jenjang ini, murid akan belajar melalui
kegiatan bermain yang mencakup antara lain, jati diri, literasi, numerasi dan STEAM,
serta agama dan budi pekerti. Pendidikan PAUD mempersiapkan murid untuk jenjang
pendidikan berikutnya yaitu, Sekolah Dasar (SD).

19

media

Program Intrakurikuler SD/MI:

Selanjutnya, pada jenjang SD, mata pelajaran IPA dan IPS dilebur menjadi IPAS. Hal ini
didasarkan pada pertimbangan bahwa anak usia SD masih dalam tahap berpikir
konkrit/sederhana, holistik, komprehensif dan tidak detail. Meskipun IPAS belum
diajarkan secara spesifik di fase A, tapi bukan berarti mereka tidak belajar IPA dan IPS.
Pada fase A, muatan pelajaran IPAS terintegrasi pada mata pelajaran lain.

Program Intrakurikuler SMP/MTs:

Pada jenjang SMP, mata pelajaran informatika menjadi mata pelajaran wajib.

20

media

Program Intrakurikuler SMA:

Pada jenjang SMA murid lebih dipersiapkan kepada minat yang menunjang pilihan
pendidikan pada jenjang berikutnya. Sehingga, pembelajaran dibagi menjadi mata
pelajaran umum dan program peminatan. Program peminatan dimulai di kelas 11.

Pada program peminatan, murid diperbolehkan mengambil beberapa mata pelajaran
pilihan sesuai minat, bakat dan aspirasinya, meskipun pelajaran itu lintas jurusan. Artinya
murid di kelas IPA juga diperbolehkan mengambil mata pelajaran di kelas IPS.

Dalam program peminatan, apabila sumber daya memungkinkan, sekolah juga dapat
membuka kelas vokasi/mata pelajaran baru, misalnya kelas bahasa jerman, kelas tata boga,
kelas budidaya kopi, dll.

21

media

Program Intrakurikuler SMK:

Untuk jenjang SMK, sekolah dapat mengambil kelompok Mata Pelajaran Vokasi dan
Prakarya

yang

berkolaborasi

dengan

masyarakat/industri

sekitar.

Sehingga
pembelajaran

disesuaikan

dengan

kebutuhan

dunia

kerja

dan

industri

pada
lingkungannya.

Program Intrakurikuler SLB:

Terakhir, untuk Sekolah Luar Biasa atau SLB, penggunaan Capaian Pembelajaran akan
berbeda-beda karena bergantung pada hasil analisis usia mental murid. Karena
meskipun usia kronologisnya sama, tetapi bisa saja usia mentalnya berbeda.

22

media

2. PROJEK PENGUATAN PROFIL PELAJAR PANCASILA (P5):

Program ini merupakan pembelajaran berbasis projek yang ditujukan sebagai penguatan
profil pelajar pancasila melalui tema yang telah ditetapkan, yaitu:

1. Gaya Hidup Berkelanjutan

2. Kearifan Lokal

3. Bhinneka Tunggal Ika

4. Bangunlah Jiwa dan Raganya

5. Suara Demokrasi

6. Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKR

7. Kewirausahaan

Struktur Kurikulum Merdeka

23

media

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila:

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini mempunyai alokasi
waktu sendiri dan tidak terikat dengan mata pelajaran
apapun. Asesmen yang dilakukan pun berfokus pada
ke 6 dimensi Profil Pelajar Pancasila.

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan
pembelajaran yang kontekstual, mengasah kemampuan
berpikir, dan pemecahan masalah kepada murid. Murid
pun juga belajar mengaplikasikan ilmu lintas disiplin
pada program ini.

24

media

Struktur Kurikulum Merdeka

3. PROGRAM EKSTRAKURIKULER:
Untuk

kegiatan

ekstrakurikuler,

kegiatannya

tetap
diadakan pada pembelajaran dengan kurikulum merdeka.
Pelaksanaannya

dapat

dikembangkan

oleh

satuan
pendidikan

sesuai

dengan

kapasitas

dan

minat
karakteristik murid.

25

media

Struktur Kurikulum Merdeka
Alokasi Waktu

Satuan pendidikan juga memiliki keleluasaan untuk menentukan alokasi waktu pembelajaran. Ada
tiga alternatif model pembelajaran yang dapat diadaptasi, yaitu model reguler, blok, dan model
kolaborasi dengan mempertimbangkan sarana-prasarana, jam mengajar guru, atau strategi lainya
agar pengorganisasian kegiatan belajar berjalan lancar.

a. Model reguler adalah model pembelajaran yang paling umum digunakan. Setiap pembelajaran dilakukan
terpisah antara satu mapel dengan mapel lainnya

b. Pada model blok, waktu pelajaran dikelola dalam bentuk blok-blok waktu. Misalnya, dalam 1 semester mata
pelajaran IPA diajarkan dalam 3 bulan pertama, kemudian 3 bulan selanjutnya digunakan untuk mata
pelajaran IPS.

c. Pada model kolaborasi, guru berkolaborasi sedemikian rupa untuk merencanakan, melaksanakan, dan
melakukan asesmen untuk suatu pembelajaran yang terpadu. Misalnya kolaborasi antara Bahasa Indonesia
dan Seni Musik. Murid membuat lirik puisi dan membuat lagu dari lirik tersebut.

26

media

Struktur Kurikulum Merdeka

Perangkat Ajar

Selain keleluasaan dalam menentukan alokasi waktu, kita juga mempunyai keleluasaan
untuk memilih dan memberikan perangkat ajar kepada murid, selama masih ada dalam
prinsip Pembelajaran dengan Paradigma Baru.

Jadi, perangkat ajar bukan saja melalui buku teks, tetapi bisa menggunakan media lain
seperti,
1. Modul ajar
2. Modul projek
3. Buku teks
4. Video, dan
5. Media cetak/digital.

27

media

Struktur Kurikulum Merdeka

Struktur Kurikulum Merdeka didesain dengan
prinsip pendidikan yang berpusat pada murid,
sehingga dalam pelaksanaannya harap
diperhatikan bahwa masing-masing satuan
pendidikan dapat menyesuaikan kurikulum sesuai
dengan konteksnya.

*) Bapak/Ibu dapat mengunduh Kepmen N0 56/M/2022 (Perubahan No. 262/M/2022) Tentang
Pedoman Penerapan Kurikulum, untuk mengetahui secara detil struktur kurikulum Merdeka
dengan lengkap

28

media

PROFIL
PELAJAR PANCASILA (P3)

04

29

media

30

media

MEMAHAMI CAPAIAN
PEMBELAJARAN (CP)

05

31

media

Tujuan Pendidikan Indonesia adalah mengembangkan potensi
peserta

didik

agar

menjadi

manusia

yang

beriman

dan
bertakwa kepada Tuhan yang Esa, berakhlak mulia, sehat,
berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara
yang demokratis serta bertanggung jawab. Untuk mencapai
tujuan tersebut, pemerintah menetapkan kerangka dasar
kurikulum

yang

terdiri

dari

Struktur

Kurikulum,

prinsip
pembelajaran dan asesmen.

32

media

Pengertian CP

“Capaian Pembelajaran (CP) merupakan kompetensi pembelajaran
yang harus dicapai peserta didik pada setiap fase, dimulai dari Fase
Fondasi pada PAUD. Untuk Pendidikan dasar dan menengah, CP
disusun untuk setiap mata pelajaran.
Bagi peserta didik berkebutuhan khusus dengan hambatan intelektual
dapat menggunakan CP pendidikan khusus. Peserta didik
berkebutuhan khusus tanpa hambatan intelektual menggunakan CP
reguler dengan menerapkan prinsip modifikasi kurikulum.

Lihat:

Keputusan Menteri Republik Indonesia Nomor 262 tahun 2022 Tentang Capaian Pembelajaran
Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah.

Keputusan Kepala BSKAP Kemendikbudristek No. 033/H/KR/2022 tentang Perubahan atas
keputusan

Keputusan

Kepala

BSKAP

Kemendikbudristek

No.

008/H/KR/2022

Capaian
Pembelajaran Pada Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah

33

media

CP sifatnya terberi (given) dari pemerintah dan tidak dapat diubah. Satuan pendidikan diberikan keleluasaan
untuk menentukan Kurikulum Operasional Sekolah, Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran,
dan Modul Ajar berdasarkan CP. Setiap Perancangan pembelajaran harus berpusat pada siswa, bukan pada
ketuntasan materi

34

media

CP dirumuskan dalam bentuk Fase, bukan per tahun
CP selalu berpusat pada siswa, bukan pada ketuntasan materi

Jenjang PAUD
• Fase Fondasi (TK B)

Jenjang SD
• Fase A (Kelas 1-2 SD)
• Fase B (Kelas 3-4 SD)
• Fase C (Kelas 5-6 SD)

Jenjang SMP
• Fase D (Kelas 7-9 SMP)

Jenjang SMA/SMK
• Fase E (Kelas 10 SMA)
• Fase F (Kelas 11-12 SMA)

35

media

Elemen Dalam CP

Setiap CP suatu mata pelajaran memiliki beberapa elemen
atau kelompok kompetensi esensial yang berlaku sama
untuk semua fase pada mata pelajaran tersebut.
Masing-masing elemen tersebut memiliki capaian per
fasenya sendiri yang saling menunjang untuk mencapai
pemahaman yang dituju.

Elemen setiap mata pelajaran dapat memiliki
persamaan atau perbedaan karakteristik satu dengan
lainnya.

Contoh:

Dalam CP PAUD terdapat elemen Nilai Agama dan Budi Pekerti, Jati Diri,
dan Dasar-dasar Literasi dan STEAM

Dalam CP Matematika terdapat elemen Bilangan, Aljabar, Pengukuran,
Geometri, dan Analisis Data dan Peluang.

36

media

Bentuk Pemahaman Dalam CP

Prinsip

penyusunan

CP

menggunakan

pendekatan

konstruktivisme

yang

membangun pengetahuan dan berdasarkan pengalaman nyata dan kontekstual.
Menurut

teori

belajar

konstruktivisme(constructivist

learning

theory),
pengetahuan bukanlah kumpulan atau seperangkat fakta-fakta, konsep, atau
kaidah untuk diingat.
Konsep “Memahami” dalam Capaian Pembelajaran (CP) dalam konstruktivisme
adalah

proses

membangun

pengetahuan

melalui

pengalaman

nyata.
Pemahaman tidak bersifat statis, tetapi berevolusi dan berubah secara konstan
sepanjang

siswa

mengonstruksikan

pengalaman-pengalaman

baru

yang
memodifikasi pemahaman sebelumnya

Jika mengacu kepada teori konstruktivisme, kemampuan memahami ada di level

paling tinggi, berbeda jika mengacu pada Taksonomi Bloom yang menempatkan

kemampuan memahami di level C2.

37

media

Penjelasan

Explanation

Mendeskripsikan

suatu

ide

dengan

kata-kata

sendiri,

membangun

hubungan

antar

topik,
mendemonstrasikan

hasil

kerja,

menjelaskan

alasan/cara/prosedur,

menjelaskan

sebuah

teori
menggunakan data, berargumen dan mempertahankan pendapatnya.

Interpretasi

Interpretation

Menerjemahkan cerita, karya seni, atau situasi. Interpretasi juga berarti memaknai sebuah ide, perasaan
atau sebuah hasil karya dari satu media ke media lain, dapat membuat analogi, anekdot, dan model.
Melihat makna dari apa yang telah dipelajari dan relevansi dengan dirinya.

Aplikasi

Application

Menggunakan pengetahuan, keterampilan dan pemahaman mengenai suatu dalam situasi yang nyata
dalam kehidupan sehari-hari atau sebuah simulasi ( menyerupai kenyataan)

Perspektif

Perspective

Melihat suatu hal dari sudut pandang yang berbeda, siswa dapat menjelaskan sisi lain dari sebuah situasi ,
melihat gambaran besar, melihat asumsi yang mendasari suatu hal dan memberikan kritik.

Empati

Empathy

Menaruh diri di posisi orang lain. Merasakan emosi yang dialami oleh pihak lain dan/ atau memahami
pikiran yang berbeda dengan dirinya. Menemukan nilai (value) dari sesuatu

Pengenalan diri

Self-Knowledge

Memahami diri sendiri; yang menjadi kekuatan, area yang perlu dikembangkan serta proses berpikir dan
emosi yang terjadi secara internal.

6 aspek pemahaman (Wiggins and Tighe, 2005)

6 facet of understanding; merupakan bentuk-bentuk pemahaman yang digunakan dalam CP. Tidak harus hirarkis

38

media

6 Aspek/Facet Pemahaman merupakan cara untuk mengkonfirmasi pemahaman siswa
atas apa yang telah mereka pelajari dan tidak hirarkis/bukan merupakan siklus.
Jika siswa melakukan salah satu dari keenam Aspek/Facet Pemahaman ini (mampu
menjelaskan, menginterpretasi, menerapkan/mengaplikasikan, berempati, memiliki
sebuah sudut pandang, atau memiliki pengenalan diri), berarti mereka telah

mendemonstrasikan sebuah tingkat pemahaman.

6 Aspek/Facet Pemahaman ini merupakan modal untuk menentukan Tujuan
Pembelajaran (TP), menyusun Alur Tujuan Pembelajaran (ATP), menentukan
asesmen, dan instruksi yang tepat.

39

media

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP
PAUD (Fase Pondasi) elemen Nilai Agama dan Budi Pekerti

Pengenalan Diri

Self Knowledge

Mengenali

identitas

dirinya

dan

makhluk

hidup
lainnya sebagai ciptaan Tuhan. Mengenal anggota
keluarga intinya

Aplikasi

Application

Mengetahui

prosedur

perawatan

kebersihandiri
(cara mandi, menyikat gigi, menggunakan toilet dll),
adab makan dan minum, menggunakan kata “Terima
Kasih”, “Tolong” dan “Permisi”, terbiasa berdoa.

Perspektif

Perspective

Menceritakan harapannya atau apa yang disukai dari
sikap

orang

lain

terhadap

dirinya,

berdoa
menggunakan bahasanya sendiri

Empati

Empathy

Role Play,

Mengenal aturan dasar dalam sebuah
permainan,

mengantri,

bergantian

menggunakan
sesuatu, membantu orang lain, menyiram tanaman
atau memberi makan atau bermain dengan hewan

Peserta

didik

mengenali

dan
mempraktikkan

nilai

dan
kewajiban

ajaran

agamanya.
Anak

mengamalkan

nilai-nilai
ajaran agamanya dalam interaksi
dengan sesama dan lingkungan
(tumbuhan, hewan, lingkungan
hidup).

Anak

mengenal
keberagaman dan menunjukkan
sikap menghargai agama dan
kepercayaan orang lain.

40

media

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP
Matematika Fase B elemen Bilangan

Penjelasan

Explanation

Mendeskripsikan makna dari bilangan 10.000
dengan kata-kata sendiri, mengaitkan dengan
nilai tempat, mengurutkan dan membandingkan
bilangan 10.000 dengan bilangan lain

Interpretasi

Interpretation

Menerjemahkan makna 10.000 menggunakan
gambar

Aplikasi

Application

Menggunakan

pemahaman

10.000

untuk
memecahkan

masalah

dalam

dunia

nyata
(misalnya berbelanja di kantin dengan uang
Rp.10.000,00 atau soal cerita/ simulasi jual-beli)

Perspektif

Perspective

Menemukan

berbagai

cara

berbeda

untuk
mendapatkan nilai 10.000

Peserta

didik

menunjukkan
pemahaman

dan

intuisi

bilangan
(number sense) untuk bilangan cacah
sampai dengan 10.000. Mereka dapat
membaca, menulis, menentukan nilai
tempat,

membandingkan,
mengurutkan,

menggunakan

nilai
tempat,

melakukan

komposisi

dan
dekomposisi bilangan. Mereka juga
dapat

menyelesaikan

masalah
berkaitan dengan uang menggunakan
ribuan sebagai satuan.

41

media

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP
Bahasa Indonesia Fase D elemen Menyimak

Interpretasi

Interpretation

Mendeskripsikan makna dari puisi serta emosi
yang ditangkap dari puisi tersebut

Aplikasi

Application

Membacakan/mendeklamasikan atau
membuat karya untuk merespons puisi

Perspektif

Perspective

Melakukan bedah puisi melalui diskusi dari
sudut pandang yang berbeda.

Empati

Empathy

Menaruh diri di posisi penulis puisi dan
mencoba merasakan emosi yang dirasakan
penulis dan dituangkan dalam media yang
berbeda.

Peserta didik memahami informasi
berupa

gagasan,

pikiran,
pandangan, arahan atau pesan
dari teks deskripsi, narasi, puisi,
eksplanasi dan eksposisi dari teks
visual

dan

audiovisual

untuk
menemukan makna yang tersurat
dan tersirat.

42

media

Contoh Bentuk Pemahaman Dalam CP
Seni Tari Fase F elemen Menciptakan

Pengenalan Diri

Self Knowledge

Mengenali kemampuan dan keterampilan gerak
tubuhnya

dalam

membawakan

tarian

tradisi.
Memilih teknik, pola gerak tertentu, makna atau
simbol untuk menciptakan tari kreasi pribadi.

Aplikasi

Application

Menerapkan pilihan

teknik, pola gerak tertentu,
makna atau simbol untuk menciptakan tari kreasi
pribadi.

Perspektif

Perspective

Menyaksikan/menarikan berbagai tari tradisi dan
memahami perbedaan dan persamaan budaya dari
dua atau lebih daerah melalui tari tradisinya.

Empati

Empathy

Mencoba merasakan emosi yang dirasakan dalam
sebuah karya tari tradisi yang menginspirasinya
untuk

kemudian

mengekspresikannya

emosi
tersebut dengan gayanya sendiri ke dalam tari
kreasinya

Peserta

didik

mampu
menciptakan

tari

kreasi

yang
terinspirasi

dari

hasil
membandingkan

berbagai
pertunjukkan

tari

tradisi

dan
kreasi

berdasarkan

makna,
simbol, dan nilai estetis

dari
perspektif berbagai aspek seni.

43

media

MERUMUSKAN
TP dan ATP

06

44

media

Dalam Kurikulum Merdeka tujuan
akhirnya adalah Profil Pelajar Pancasila.
Tujuan akhir ini kemudian diturunkan
menjadi kalimat CP (yang dibagi ke
dalam beberapa fase), lalu didetailkan
menjadi TP dan ATP sebelum masuk ke
proses perancangan.

Memahami Kurikulum Menggunakan
Backward Design

45

media

Tujuan Pembelajaran (TP), terdiri dari:

KOMPETENSI

(kemampuan

yang

mencakup

sikap,

pengetahuan,

dan

keterampilan

yang

dapat

didemonstrasikan peserta didik)
KONTEN (ilmu pengetahuan inti / konsep utama)

46

media

Merumuskan TP dan ATP dari kalimat CP


Rumusan TP mengacu pada KOMPETENSI dan KONTEN pada CP


Rumusan kalimat TP dapat mengambil referensi dari berbagai

sumber → catatan penting: Kepek/Kamad/Guru mampu memahami

kalimat tersebut.


Identifikasi dimensi Profil Pelajar Pancasila yang dapat terkait dengan

kompetensi yang ingin dicapai.

47

media

Bidang Studi: IPAS

Di akhir fase A, peserta didik mengamati fenomena dan peristiwa secara
sederhana

dengan

menggunakan

pancaindera,

menyusun dan menjawab
pertanyaan tentang hal-hal yang ingin diketahui saat melakukan pengamatan.
Peserta didik juga mampu membuat prediksi mengenai objek dan peristiwa di
lingkungan sekitar.

Dengan panduan,

peserta

didik

berpartisipasi dalam
penyelidikan untuk

mengeksplorasi dan

menjawab

pertanyaan.

Melakukan
pengukuran dengan alat sederhana yang ada di sekitarnya untuk mendapatkan
data.

Selanjutnya

peserta

didik

menggunakan

berbagai

metode

untuk
mengorganisasikan informasi,

termasuk

gambar

dan

tabel.

Peserta

didik
mendiskusikan dan membandingkan antara hasil pengamatan dengan prediksi.
Dengan panduan, peserta didik membandingkan hasil pengamatan yang berbeda
dengan mengacu pada teori serta mengomunikasikan hasil penyelidikan secara
lisan dan tertulis dalam format sederhana.

48

media

KOMPETENSI

1. mengamati
2. menyusun pertanyaan
3. menjawab pertanyaan
4. membuat prediksi
5. melakukan penyelidikan
6. eksplorasi
7. melakukan pengukuran
8. mengorganisasi informasi
9. mendiskusikan hasil amatan
10.membandingkan hasil amatan dan
prediksi
11.mengomunikasikan secara lisan dan
tertulis

KONTEN

1. fenomena dan peristiwa di
lingkungan sekitar. Contohnya?
2. pancaindera. Apa yang spesifik
dibahas?
3. Alat sederhana (dalam konteks
pengukuran). contohnya?

49

media

KOMPETENSI

1. mengamati
2. menyusun pertanyaan
3. melakukan penyelidikan
4. membuat prediksi
5. mengorganisasi informasi
6. mendiskusikan hasil amatan
7. mengomunikasikan secara lisan dan
tertulis

KONTEN: Fenomena dan peristiwa di
lingkungan sekitar konsep waktu:
siang dan malam

Rumusan Tujuan Pembelajaran (TP):

50

media

Alur pembelajaran dari rumusan kalimat TP :

1. Peserta didik mengamati berbagai kegiatan yang dilakukan di
daerahnya pada siang hari dan malam hari.
2. Peserta didik mengorganisasi data dari hasil pengamatan.
3. Peserta didik menyusun pertanyaan dan melakukan penyelidikan,
bisakah rangkaian kegiatan itu dilakukan di waktu yang berbeda?
4. Peserta didik mendiskusikan hasil amatan dan menyajikan hasil
diskusi lewat media gambar.
5. Peserta didik mempresentasikan hasil diskusinya secara lisan

51

media

Bidang Studi: Bahasa Indonesia

Fase D - elemen Membaca dan Memirsa

Peserta didik memahami informasi berupa gagasan,pikiran, pandangan, arahan atau
pesan dari teks deskripsi, narasi, puisi, eksplanasi dan eksposisi dari teks visual dan
audiovisual untuk menemukan makna yang tersurat dan tersirat. Peserta didik
menginterpretasikan informasi untuk mengungkapkan simpati, kepedulian, empati
atau pendapat pro dan kontra dari teks visual dan audiovisual. Peserta didik
menggunakan sumber informasi lain untuk menilai akurasi dan kualitas data serta
membandingkan informasi pada teks. Peserta didik mampu mengeksplorasi dan
mengevaluasi berbagai topik aktual yang dibaca dan dipirsa.

52

media

KOMPETENSI

1.

memahami informasi

2.

menemukan makna tersurat dan
tersirat

3.

mengintepretasikan informasi

4.

mengungkapkan hasil intepretasi
informasi

5.

menggunakan sumber informasi lain
untuk menilai akurasi dan kualitas data

6.

mengevaluasi dan mengeksplorasi
topik

KONTEN
1. jenis teks: narasi, deskripsi,
puisi, eksplanasi, eksposisi,
dan argumentasi
2. penyajian teks: visual,
audiovisual
3. ekspresi simpati, kepedulian,
empati
4. pendapat pro dan kontra

53

media

Alur pembelajaran dari rumusan kalimat TP :

1. Peserta didik mengidentifikasi 20 kosa kata baru dari teks naratif yang dibaca.

2. Peserta didik mendiskusikan definisi dari kosa kata baru dan mencari
definisinya menggunakan KBBI.
3. Peserta didik membuat visualisasi dari teks naratif yang dibaca. Visualisasi
dapat berupa gambar, media presentasi, dsb.
4. Peserta didik merumuskan kerangka untuk melanjutkan dan mengembangkan
teks naratif, dengan bantuan beberapa topik pilihan.

54

media

Pada

akhir

fase

E

peserta

didik

dapat mengidentifikasi

pengaruh
keanggotaan kelompok lokal, regional, nasional, dan global terhadap
pembentukan identitas; serta memahami makna dan nilai dari keragaman;
dan

mengidentifikasi

perlunya

melakukan

pertukaran budaya

dan
kolaborasi dalam dunia yang saling terhubung; serta mengkaji makna dan
manfaat hidup dalam kebinekaan, kaya akan kearifan lokal, dan memilih
produk dalam negeri.

Bidang Studi: PPKn

55

media

KOMPETENSI

1. mengidentifikasi
2. memahami dan mengkaji makna
3. memahami nilai dan manfaat

KONTEN (kata kunci)

1. keanggotaan kelompok lokal,
nasional, regional, dan global
2. pengaruh keanggotaan
terhadap pembentukan identitas
3. pertukaran budaya, kolaborasi,
kebhinekaan
4. kearifan lokal, identitas, produk
dalam negri

56

media

Alur pembelajaran dari pengembangan TP :

1. peserta didik mengidentifikasi karakteristik keanggotaan di setiap level
2. peserta didik mengidentifikasi hal-hal yang memengaruhi pembentukan
sebuah identitas
3. peserta didik menganalisis dan mengevaluasi kaitan antara karakteristik
keanggotaan dengan proses pembentukan sebuah identitas

dst

57

media

Kalimat CP

Materi Inti (konten)

Kompetensi (keterampilan)

1.
2.
3.
dst

1.
2.
3.
dst

Nama Anggota Kelompok :

Bidang studi / fase yang dianalisis :

Rumusan Kalimat TP dari hasil analisa CP :

58

media

Sekolah : …………………………………………………
Bidang studi : …………………………………………………
Fase

: …………………………………………………
Kelas

: …………………………………………………

Kalimat Tujuan
Pembelajaran
(urutan boleh
disesuaikan)

Topik
(sudah disusun beralur)
Perkiraan
jumlah JP
Dimensi Profil Pelajar
Pancasila
Karakteristik/potensi
sekolah yang terkait topik
Inti materi
(konten)
Keterampilan
(kompetensi)

1.
2.
3.
dst

1.
2.
3.
dst

1.
2.
3.
dst

1.
2.
3.
dst

59

media

MENDESAIN
MODUL AJAR

07

60

media

Apa yang dimaksud dengan Modul Ajar?

Modul Ajar merupakan salah satu perangkat ajar yang digunakan untuk
merencanakan pembelajaran. Modul ajar sama seperti RPP, namun modul ajar
memiliki komponen yang lebih lengkap.

Modul ajar adalah sebuah dokumen yang berisi tujuan, langkah, dan media
pembelajaran serta asesmen yang dibutuhkan dalam satu unit atau topik
berdasarkan alur tujuan pembelajaran.

Pendidik memiliki keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih dan memodifikasi
modul ajar yang tersedia sesuai dengan konteks, kebutuhan dan karakteristik
peserta didik.

61

media

KOMPONEN MODUL AJAR

Guru dalam satuan pendidikan diberi kebebasan

untuk mengembangkan modul ajar sesuai

dengan konteks lingkungan dan kebutuhan

belajar peserta didik.

Modul ajar dilengkapi dengan komponen yang
menjadi dasar dalam proses penyusunan.

Komponen modul ajar dalam panduan
dibutuhkan untuk kelengkapan persiapan
pembelajaran.

Komponen modul ajar bisa ditambahkan sesuai

dengan mata pelajaran dan kebutuhan

62

media

Komponen Modul Ajar Wajib

Alur tujuan pembelajaran menjadi dasar bagi pendidik untuk menyusun
perencanaan

pembelajaran

atau

modul

ajar.

Pendidik

memiliki
keleluasaan untuk mengembangkan modul ajar sendiri, memilih dan
memodifikasi

modul

ajar

yang

tersedia

sesuai

dengan

konteks,
kebutuhan dan karakteristik peserta didik.

Secara umum modul ajar memiliki tiga komponen utama yaitu:
1. Tujuan Pembelajaran
2. Langkah-langkah Pembelajaran atau Kegiatan Pembelajaran
3. Asesmen Pembelajaran.

Pendidik diperbolehkan apabila ingin mengembangkan modul ajar
dengan komponen-komponen tambahan di luar komponen wajib.

63

media

PROJEK PENGUATAN PROFIL
PELAJAR PANCASILA (P5)

08

64

media

Ada di nomor berapakah
posisi Anda sekarang di
tengah rangkaian
pelatihan ini?

65

media

A. Profil Pelajar Pancasila

Profil Pelajar Pancasila merupakan pelajar sepanjang hayat yang
kompeten

dan

memiliki

karakter

sesuai

nilai-nilai

Pancasila.”
Pernyataan ini memuat tiga kata kunci: pelajar sepanjang hayat,
kompeten, dan nilai-nilai Pancasila. Hal ini menunjukkan adanya
paduan antara penguatan identitas khas bangsa Indonesia, yaitu
Pancasila,

sebagai

rujukan

karakter

pelajar

Indonesia;

dengan
kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan pengembangan sumber
daya manusia Indonesia dalam konteks perkembangan Abad 21.

Profil pelajar Pancasila merupakan bentuk penerjemahan tujuan
pendidikan nasional. Profil pelajar Pancasila berperan sebagai referensi
utama yang mengarahkan kebijakan-kebijakan pendidikan termasuk
menjadi acuan untuk para pendidik dalam membangun karakter serta
kompetensi peserta didik.

Sumber: Naskah Akademik Profil Pelajar Pancasila,
Kemendikbud 2020

66

media

Profil Pelajar Pancasila terdiri dari enam dimensi, yaitu:

1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia

2. Mandiri

3. Bergotong-royong

4. Berkebinekaan global

5. Bernalar kritis

6. Kreatif

Keenam dimensi tersebut perlu dilihat secara utuh sebagai satu kesatuan agar setiap
individu dapat menjadi pelajar sepanjang hayat yang kompeten, berkarakter, dan
berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.

Sumber: Naskah Akademik Profil Pelajar Pancasila,
Kemendikbud 2020

67

media

B.Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila adalah pembelajaran lintas disiplin ilmu
untuk

mengamati dan memikirkan solusi terhadap permasalahan di lingkungan
sekitarnya. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila menggunakan pendekatan
pembelajaran

berbasis

projek(project

based

learning)

yang

berbeda

dengan
pembelajaran berbasis projek dalam program intrakurikuler di dalam kelas. Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila memberikan kesempatan bagi peserta didik untuk
belajar dalam situasi tidak formal, struktur belajar yang fleksibel, kegiatan belajar yang
lebih interaktif, dan juga terlibat langsung dengan lingkungan sekitar untuk menguatkan
berbagai kompetensi dalam Profil Pelajar Pancasila.

Mengapa projek penguatan Profil Pelajar Pancasila perlu dilakukan?
Jawaban-jawaban yang relevan seperti:

Untuk membangun keterampilan dalam menghadapi abad ke-21

Untuk melahirkan pelajar Indonesia yang kompeten

Untuk memberikan kesempatan bagi murid mengeksplorasi pembelajaran di luar
struktur formal intrakurikuler

Untuk menguatkan pencapaian peserta didik terhadap kompetensi Profil Pelajar
Pancasila

68

media

Tahapan Pelaksanaan Projek | Setidaknya terdapat 6 tahapan pelaksanaan projek yang bisa dimodifikasi dan

disesuaikan dengan kondisi sekolah (Terutama untuk jenjang PAUD).

69

media

Hal-hal yang perlu diketahui mengenai projek penguatan Profil Pelajar Pancasila

1. Dilaksanakan setiap tahun di semua tingkatan kelas.
2. Total alokasi waktu projek di jenjang dasar, menengah, diksus, dan kejuruan
adalah 20-30% dari keseluruhan total JP dalam satu tahun, sementara di
PAUD alokasi kegiatan projek dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan. (Projek di
PAUD dilakukan dalam konteks perayaan tradisi lokal, hari besar nasional, dan
internasional.)
3. Tema-tema projek sudah ditentukan oleh pemerintah. Berangkat dari tema
tersebut, sekolah dapat mengembangkan topik spesifik yang sesuai dengan
konteks kebutuhan.
4. Sekolah berwenang untuk merancang alokasi waktu kegiatan projek dan
menyusun tim kepanitiaan yang akan memfasilitasi kegiatan projek.
5. Pemerintah menyediakan beragam contoh modul projek. Pada tahap awal guru
diharapkan dapat mengadaptasi modul tersebut sesuai dengan kondisi dan
kebutuhan sekolah, sementara pada tahap lanjutan guru diharapkan dapat
merancangnya secara mandiri.

Sumber: Panduan Pengembangan Projek Penguatan
Profil Pelajar Pancasila, Kemendikbud 2021.

70

media

Dalam 1 tahun ajaran, projek penguatan profil pelajar Pancasila
dilakukan sekurang-kurangnya:
PAUD
2 projek dengan 2 tema berbeda di jenjang PAUD

Umum & Diksus
2 projek dengan 2 tema berbeda di SD/MI
3 projek dengan 3 tema berbeda di SMP/MTs dan SMA/MA kelas X
2 projek dengan 2 tema berbeda di kelas XI dan XII SMA/MA

SMK
3 projek dengan 2 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan di kelas X
2 projek dengan 1 tema pilihan dan 1 tema Kebekerjaan di kelas XI
1 projek dengan tema Kebekerjaan di kelas XII SMK/MAK. (Kelas XIII pada SMK
program 4 tahun tidak mengambil projek penguatan profil pelajar Pancasila.)

71

media

Tema-Tema Projek PAUD

Aku Sayang Bumi

Tema ini bertujuan untuk
mengenalkan peserta
didik pada isu
lingkungan, eksplorasi
dalam mencari solusi
kreatif
yang dapat dilakukan
oleh peserta didik, serta
memupuk kepedulian
terhadap alam sebagai
perwujudan rasa sayang
terhadap ciptaan Tuhan
YME.

Aku Cinta Indonesia

Tema ini bertujuan agar
peserta didik mengenal
identitas dan
karakteristik negara,
keberagaman budaya
dan ciri khas lainnya
tentang Indonesia
sehingga mereka
memahami identitas
dirinya sebagai anak
Indonesia, serta bangga
menjadi anak Indonesia.

Bermain dan Bekerja
sama/Kita Semua
Bersaudara

Tema ini bertujuan untuk
mengajak peserta didik
untuk mampu
berinteraksi dengan
teman sebaya,
menghargai perbedaan,
mau
berbagi, dan mampu
bekerja sama.

Imajinasiku/ Imajinasi
dan Kreativitasku

Tema ini bertujuan untuk
mengajak peserta didik
belajar mengenali
dunianya melalui
imajinasi, eksplorasi, dan
eksperimen. Pada tema
Imajinasiku ini peserta
didik distimulasi dengan
serangkaian kegiatan
yang dapat
membangkitkan rasa
ingin tahu, memperkaya
pengalamannya dan
menguatkan
kreativitasnya.

72

media

Tema-Tema Projek Dasmen, Diksus & Kejuruan.

Kearifan Lokal

(SD/SDLB-
SMA/SMALB/SMK)

Membangun rasa ingin tahu
dan kemampuan inkuiri
melalui eksplorasi tentang
budaya dan kearifan lokal
masyarakat sekitar atau
daerah tersebut, serta
perkembangannya.

Rekayasa dan Teknologi

(SD-SMA/SMK)

Berkolaborasi dalam melatih
daya pikir kritis, kreatif,
inovatif, sekaligus
kemampuan berempati untuk
berekayasa membangun
produk berteknologi yang
memudahkan kegiatan
dirinya dan juga sekitarnya.

Kewirausahaan

(SD-SMA/SMK)

Mengidentifikasi potensi
ekonomi di tingkat lokal dan
masalah yang ada dalam
pengembangan potensi
tersebut, serta kaitannya
dengan aspek lingkungan,
sosial dan kesejahteraan
masyarakat.

Bhinneka Tunggal Ika (SD-
SMA/SMK)

Mengenal belajar membangun
dialog penuh hormat tentang
keberagaman kelompok
agama dan kepercayaan yang
dianut oleh masyarakat
sekitar dan di Indonesia serta
nilai-nilai ajaran yang
dianutnya.

Gaya Hidup Berkelanjutan

(SD-SMA/SMK)

Memahami dampak dari
aktivitas manusia, baik jangka
pendek maupun panjang,
terhadap kelangsungan
kehidupan di dunia maupun
lingkungan sekitarnya.

Bangunlah Jiwa dan Raganya

(SD- SMA/SMK)

Membangun kesadaran dan
keterampilan untuk
memelihara kesehatan fisik
dan mental, baik untuk dirinya
maupun orang sekitarnya.

Suara Demokrasi

(SMP-SMA/SMK)

Merefleksikan makna
demokrasi dan memahami
implementasi demokrasi serta
tantangannya dalam konteks
yang
berbeda, termasuk dalam
organisasi sekolah dan/atau
dalam
dunia kerja.

Kebekerjaan

(Tema wajib di SMK)

Membangun pemahaman
terhadap ketenagakerjaan,
peluang kerja, serta kesiapan
kerja untuk meningkatkan
kapabilitas yang sesuai
dengan keahliannya, mengacu
pada
kebutuhan dunia kerja terkini.

73

media

C. Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5)

Mengadaptasi Modul yang
Sudah Ada

Mengadaptasi modul yang sudah
tersedia dapat dilakukan untuk
mengawali persiapan projek
penguatan Profil Pelajar
Pancasila pada kesempatan
pertama pelaksanaannya di
sekolah.

Membuat Modul secara
Mandiri

Setelah terampil mengadaptasi
modul projek, harapannya
sekolah dapat membuat
rancangan modulnya secara
mandiri sebagai hasil kolaborasi
tim pengembang projek di
sekolah.

Mengembangkan
Modul Projek

74

media

Komponen Modul/Rencana Projek

JENJANG

INFORMASI UMUM

KOMPONEN INTI

LAMPIRAN

Dasar, Menengah,
Diksus, & Kejuruan


Identitas penulis modul


Sarana dan prasarana


Target peserta didik


Relevansi tema dan topik
projek untuk sekolah


Deskripsi singkat projek


Dimensi dan sub elemen
dari Profil Pelajar
Pancasila yang berkaitan


Tujuan spesifik untuk fase
tersebut


Alur kegiatan projek
secara umum


Asesmen


Pertanyaan pemantik


Pengayaan dan remedial


Refleksi peserta didik dan
pendidik


Lembar kerja peserta
didik


Bahan bacaan
pendidik dan peserta
didik


Glossarium


Daftar pustaka

PAUD


Tujuan Kegiatan


Durasi kegiatan


Alat dan bahan


Tahap Permulaan


Tahap Pengembangan


Tahap Penyimpulan


Kelanjutan Projek


Kegiatan Selingan
Projek

75

media

Contoh Alur Aktivitas Modul Projek

Sub-elemen yang disasar

Memahami Keterhubungan
Ekosistem Bumi

Menjaga Lingkungan Alam
Sekitar

Kerja sama

Koordinasi Sosial

Mengajukan pertanyaan

Mengidentifikasi,
mengklarifikasi, dan
mengolah informasi dan
gagasan

Modul Projek Fase D
Tema: Gaya Hidup
Berkelanjutan
Topik: Sampahku,
Tanggungjawabku
Total waktu: 57 JP

Dimensi Profil Pelajar Pancasila:

Beriman dan bertakwa
kepada Tuhan Yang Maha
Esa

Gotong royong

Bernalar kritis

Tahap Pengenalan. Mengenali dan membangun kesadaran siswa terhadap isu pengelolaan sampah dan implikasinya terhadap perubahan
iklim

1.
Perkenalan: Perubahan
Iklim dan Masalah
Pengelolaan Sampah

2.
Eksplorasi Isu
3.
Refleksi awal
4.
Kunjungan ke TPA/
Komunitas Peduli
Sampah

5.
Diskusi Kritis Masalah
Sampah

Tahap Kontekstualisasi. mengkontekstualisasi masalah di lingkungan terdekat

6.
Pengumpulan,
Pengorganisasian, dan
Penyajian Data

7.
Trash Talk:
Sampah di Sekolahku

8.
Pengorganisasian Data
Secara Mandiri

9.
Asesmen Formatif
Presentasi: Sampah di
Sekolahku

Tahap aksi. bersama-sama mewujudkan pelajaran yang mereka dapat melalui aksi nyata

10.
Poster Aksi Nyata
Sayangi Sekolahku:
Eksplorasi program
pengelolaan sampah
yang ada

11.
Poster Aksi Nyata
Sayangi Sekolahku:
Peranku dan Solusiku

12.
Poster Aksi Nyata
Sayangi Sekolahku:
Menentukan
Karakteristik Poster
yang Baik

13.
Poster Aksi Nyata
Sayangi Sekolahku:
Membuat Poster

14.
Asesmen Formatif
Simulasi Pameran
Poster Aksi Nyata
Sayangi Sekolahku

Tahap Refleksi dan Tindak Lanjut. Menggenapi proses dengan berbagi karya, evaluasi dan refleksi, serta menyusun langkah strategis

15.
Asesmen Sumatif
Pameran Poster Aksi
Nyata Sayangi
Sekolahku

16.
Asesmen Sumatif
Evaluasi Solusi Yang
Ditawarkan

17.
Mari Beraksi Sambil
Refleksi
Mengelola Sampah di
Sekolah

76

media

Asesmen Projek

Hal-hal yang perlu diketahui mengenai asesmen projek penguatan Profil Pelajar
Pancasila

1. Memiliki variasi bentuk asesmen (formatif dan sumatif) serta instrumen
asesmen (lembar ceklis, rubrik, catatan pengamatan, tes, dan sebagainya).
2. Penekanan pada asesmen performa/kinerja.
3. Asesmen

akhir

berupa

rubrik

dengan4

kriteria:

Mulai

Berkembang,
Berkembang, Berkembang sesuai Harapan, Sangat Berkembang
4. Rumusan kompetensi yang menjadi tujuan ditempatkan dalam kriteria
“Berkembang Sesuai Harapan”.
5. Perlu diperhatikan keselarasan antara tujuan, aktivitas, dan asesmen projek.
6. Pada jenjang PAUD, pelaporan hasil belajar tidak terpisah dengan rapor
kelas. Sementara pada jenjang lainnya pelaporan hasil belajar terpisah
dengan rapor intrakurikuler.

77

media

Tujuan Projek

Capaian fase dari dimensi
Berkebinekaan Global, elemen
Mengenal dan Menghargai
Budaya, sub elemen Mendalami
Budaya dan Identitas Budaya

Rumusan kompetensi tersebut
yang menjadi tujuan kegiatan
projek penguatan Profil Pelajar
Pancasila. Dalam setiap modul,
guru dapat memilih 3-7 subelemen
untuk menjadi sasaran kegiatan.

78

media

Contoh Rubrik Utama

Sumber: Modul Projek Kandi Sekarwulan

79

media

Komponen Modul Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila
1. Profil Modul, Terdiri dar :
Tema dan topik atau judul modul
Fase dan jenjang sasaran
Durasi/ waktu kegiatan

2. Tujuan, terdiri dari :
Pemetaan dimensi, elemen, sub elemen Profil Pelajar Pancasila yang menjadi tujuan projek profil
Rubrik pencapaian yang berisi rumusan yang sesuai dengan fase peserta didik

3. Aktivitas, terdiri dari :
Alur aktivitas projek secara umum
Penjelasan detail tahapan kegiatan dan asesmenya

4. Asesmen
Instrumen pengolahan hasil asesmen untuk menyimpulkan pencapaian projek profil, yang disesuaikan
dengan tema projek masing-masing kelas atau fase yaitu :
Jenjang SD/ Fase A, B dan C : Wajib memilih dan menentukan 2 tema dalam 1 tahun
Jenjang SMP/ Fase D : Sekolah Wajib memilih dan menentukan 3 tema dalam 1 tahun
Jenjang SMA/ E dan F : Wajib memilih dan menentukan 3 tema dalam 1 tahun

80

media

Dalam penyusunan jadwal, terdapat 3 opsi pembagian waktu untuk Projek penguatan profil
pelajar Pancasila atau P5, yaitu :

1. Per Jam
Guru dapat mengalokasikan waktu 1 sampai 2 jam pelajaran di akhir hari dalam
pembelajaran. Opsi pertama diterapkan pada proyek yang dapat digunakan untuk
eksporasi di sekitar satuan pendidikan sebelu sisiwa pulang.

2. Per Hari
Guru dapat mengalokasikan waktu dan menentukan satu hari dalam seminggu untuk
melaksanakan proyek. Pada opsi ini guru kelas harus berkoordinasi dengan guru mapel
untuk menentukan jenis proyek yang sesuai dan relevan dengan mata ajar.

3. Per Periode
Guru dapat mengalokasikan dan mengumpulkan serta memadatkan pelaksanaan tema
dalam satu periode waktu, misalkan dalam setengah semester digunakan 1 minggu
untuk pelaksanaan pembelajaran proyek. Pelaksanaan pada opsi ini, semua pendidik
dan beberapa kelas dapat berkoordinasi untuk melaksanakan proyek.

81

media

Pendidik memiliki kemerdekaan/keleluasaan untuk membuat sendiri, memilih,
dan memodifikasi modul projek yang tersedia sesuai dengan konteks,
karakteristik,

serta

kebutuhan

peserta

didiknya.

Pemerintah

juga
menyediakan beragam contoh modul projek dari berbagai fase dan tema
yang berbeda untuk membantu pendidik yang membutuhkan referensi atau
inspirasi dalam pengelolaan projek.
Modul

projek

bersifat

fleksibel.

Pendidik

atau

gurudi

sekolah

diberi
kebebasan untuk mengembangkan komponen dalam modul projek sesuai
dengan

konteks

lingkungan,

visi

satuan

pendidikan,

kesiapan

satuan
pendidikan dan kebutuhan belajar peserta didik.
Satuan pendidikan dan pendidik dapat mengembangkan modul projek profil
sesuai dengan kebutuhan belajar peserta didik, memodifikasi, dan/ atau
menggunakan modul projek profil yang disediakan Pemerintah sesuai dengan
karakteristik daerah, satuan pendidik, dan peserta didik.
Oleh karena itu, pendidik yang menggunakan modul projek profil yang
disediakan Pemerintah tidak perlu lagi menyusun modul projek profil.

82

media

Gambaran Rapor Projek

Dasmen, Diksus, & Kejuruan

Sumber: Panduan Pengembangan Projek

Penguatan Profil Pelajar Pancasila,

Kemendikbud 2021.

Catatan: Slide terkait rapor ini
hanya untuk gambaran bagi
perancang modul projek.
Bagaimana mekanisme
penyusunan rapor sendiri tidak
perlu terdapat di dalam modul
projek. Rapor akan diolah oleh tim
fasilitasi projek di sekolah.

83

media

KRITERIA KETUNTASAN MINIMAL (KKM) &
KRITERIA KETERCAPAIAN TUJUAN
PEMBELAJARAN (KKTP)

09

84

media

Pada K2013, ketercapaian belajar peserta didik diukur dengan pemenuhan
suatu kriteria yang berdasarkan Intake, Kompleksitas, dan Sumber Daya
yang disebut kriteria ketuntasan minimal (KKM). Praktiknya guru-guru lebih
mementingkan ketercapaian KKM melalui asesmen akhir (Sumatif) namun
terkadang melupakan asesmen proses pembelajaran (Formatif). Melalui
Kurikulum Merdeka ketuntasan hasil belajar tidak lagi diukur dengan Kriteria
Ketuntasan Minimal (KKM) yang berupa nilai kuantitatif

KKM dirumuskan setidaknya dengan memperhatikan 3 (tiga) aspek: karakteristik peserta
didik (intake), karakteristik mata pelajaran (kompleksitas materi/kompetensi), dan kondisi
satuan pendidikan (daya dukung) pada proses pencapaian kompetensi.

KKM
(Kriteria Ketuntasan Minimal)

85

media

KKTP
(KRITERIA KETERCAPAIM ~ TP)

86

media

Contoh:

87

media

Contoh:

88

media

89

media

Contoh:

90

media

91

media

IMPLEMENTASI KURIKULUM
MERDEKA (JALUR MANDIRI)

10

92

media

93

media

94

media

95

media

ASESMEN
11

96

media

DIAGNOSTIK

FORMATIF

SUMATIF

ASESMEN

97

media

98

media

99

media

Paradigma Asesmen

Yang Harus
Diperhatikan
Dalam
Menentukan
Asesmen

Penerapan Pola Pikir
Bertumbuh (Growth
Mindset

Terpadu dimana Asesmen
mencakup kompetensi pada
ranah sikap, pengetahuan, dan
keterampilan yang saling
terkait.

Sekolah diberikan
keleluasaan untuk
menentukan teknik dan
jenis asesmen.

Khusus SMK, terdapat juga bentuk
asesmen khas yang membedakan
dengan jenjang yang lain, yaitu
Asesmen Praktek Kerja Lapangan,
Uji Kompetensi Kejuruan dan uji
unit kompetensi
Keleluasaan dalam
menentukan kriteria
ketercapaian tujuan
pembelajaran.

100

media

Asesmen Awal Pembelajaran

Asesmen awal
pembelajaran dapat
dilakukan untuk
mengidentifikasi
kebutuhan belajar
peserta didik, dan
hasilnya digunakan
untuk merancang
pembelajaran yang
sesuai dengan tahap
capaian peserta didik.

Pendidik dapat melaksanakan
asesmen awal pembelajaran sesuai
kebutuhan, misalnya pada awal
tahun pelajaran, pada awal
semester, sebelum memulai satu
lingkup materi (dapat berupa 1
atau beberapa TP), atau sebelum
menyusun modul ajar secara
mandiri. Dengan demikian,
asesmen awal pembelajaran tidak
perlu dilakukan setiap mengawali
tatap muka.

Asesmen pada awal pembelajaran
diharapkan tidak memberatkan
pendidik atau satuan
pendidikan. Namun demikian jika
pendidik atau satuan pendidikan
memiliki kemampuan, dapat
melengkapi data tambahan dengan
melakukan asesmen non kognitif
yang mencakup, kesiapan belajar,
minat, profil belajar, latar belakang
keluarga, riwayat tumbuh kembang,
dll.

101

media

Contoh Bentuk Asesmen Formatif dan Sumatif

Bentuk
Asesmen
Formatif dan
Sumatif

DISKUSI KELAS
- Mengembangkan kemampuan
berkomunikasi dan berinteraksi antar
siswa.
- Belajar berdemokrasi, menghargai
pendapat orang lain serta berani
berpendapat.

DRAMA

PRODUK

TES LISAN

PRESENTASI

- Melatih kepercayaan diri dan
jiwa seni.
- Belajar bekerjasama,
komunikasi serta berfikiri kritis.

- Mengembangkan kemampuan
berkomunikasi.
- Belajar memahami topik secara
mendalam, berfikir dan bernalar

kritis.

- Mengembangkan kkreatifitas
- Meningkatkan ketelitian dan jiwa
seni.

- Meningkatkan kemampuan
berbicara
- mengkonfirmasi pemahaman.
- Menerapkan umpan balik

102

media

PEMBELAJARAN
BERDIFERENSIASI

12

103

media

PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI

Pembelajaran berdiferensiasi adalah pembelajaran yang mengakomodir
kebutuhan belajar murid. Guru memfasilitasi murid sesuai dengan
kebutuhannya,

karena setiap

murid mempunyai karakteristik yang
berbeda-beda, sehingga tidak bisa diberi perlakuan yang sama.

Dalam menerapkan pembelajaran berdiferensiasi guru perlu memikirkan
tindakan

yang

masuk

akal

yang

nantinya

akan

diambil,

karena
pembelajaran

berdiferensiasi

tidak

berarti

pembelajaran

dengan
memberikan perlakuan atau tindakan yang berbeda untuk setiap murid,
maupun pembelajaran yang membedakan antara murid yang pintar
dengan yang kurang pintar.

104

media

Untuk dapat menerapkan pembelajaran berdiferensiasi di kelas, hal yang harus dilakukan oleh guru antara
lain:

1. Melakukan pemetaan kebutuhan belajar berdasarkan tiga aspek, yaitu: kesiapan belajar, minat belajar,
dan profil belajar murid (bisa dilakukan melalui wawancara, observasi, atau survey menggunakan angket,
dll)

2. Merencanakan pembelajaran berdiferensiasi berdasarkan hasil pemetaan (memberikan berbagai pilihan
baik dari strategi, materi, maupun cara belajar)

3. Mengevaluasi dan erefleksi pembelajaran yang sudah berlangsung.

105

media

TEACHING AT THE
RIGHT LEVEL (TaRL)

13

106

media

TEACHING AT THE RIGHT LEVEL (TaRL)

Kurikulum Merdeka memberikan fleksibilitas dalammengajar sesuai dengan kapasitas muridnya atau biasa
dikenal dengan istilah Teaching at The Right Lever (TaRL). Pendidikan di Indonesia sejauh ini dikelompokkan
berdasarkan usia peserta didik. Padahal pertambahan usia tak sejajar dengan perkembangan Belajar. Setiap
perkembanganpesertadidikmemiliki pendekatanyangberbeda.
Pendekatan dibuat dengan menyesuaikan capaian Siswa, tingkat kemampuan, serta kebutuhan peserta didik.
Peserta didik tidak terikat pada tingkatan kelas, namun disesuaikan berdasarkan kemampuan peserta didik
sama.
APAYANGHARUSDIPERSIAPKANGURU?
Pahami PesertaDidik
Pahami peserta didik dengan apa yang mereka sukai, type gaya Belajar apa yang mereka nyaman, serta
bagaimana karakteristik peserta didik. Dan yang perlu diingat setiap peserta didik itu unik dan memiliki
kemampuanyangberagam
RancangPerencanaanPembelajaran
Rancangperencanaanpembelajaranyangsesuai denganhasil identifikasi pesertadidiksertapengelompokanPD
dalamtingkatyangsama

107

media

TaRLdalamKurikulumMerdeka

Di dalam kelas tentu saja Bp/Ibu Guru kerap menemui berbagai karakteristik Siswa, tidak
terkecuali karakteristik perkembangan akademiknya. Ada peserta didik yang cepat Belajar dan
adajugayanglambatdalammenerimapelajaranyangdisampaikanolehguru.

Teaching at The Right Level (TaRL), merupakan pendekatan Belajar yang tidak mengacu pada
tingkat kelas, melainkanmengacupadatingkat kemampuanSiswa. InilahyangmrnjadikanTaRL
berbeda dengan pendekatan lainnya. TaRLdapat menjadi jawaban dari persoalan kesenjangan
pemahamanyangselamaini terjadi dalamkelas.

108

media

KURIKULUM
OPERASIONAL SATUAN
PENDIDIK (KOSP)

04

109

media

110

media

111

media

TERIMA KASIH

media
media
media

Di sebuah sekolah dasar yang asri dan penuh
warna, ada empat sahabat karib yang selalu
bermain dan belajar bersama. Mereka adalah
Toni, Eka, Lukman, dan Danu. Meskipun mereka

berbeda dalam banyak hal, persahabatan

mereka tetap erat.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 111

SLIDE