Search Header Logo
 Materi Unggah-ungguh basa.

Materi Unggah-ungguh basa.

Assessment

Presentation

Other

12th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Teguh Wiyono

FREE Resource

8 Slides • 0 Questions

1

media

unggah-ungguh basa

2

unggah-ungguh basa

Unggah-Ungguh Basa Jawa yaitu aturan adat masyarakat Jawa perihal sopan santun, tatakrama, tatasusila menggunakan Bahasa Jawa. Macam-macam Bahasa Jawa menurut aturan penggunaannya dapat dikelompokkan menjadi 5, yaitu;

  1. Bahasa Ngoko, dibagi menjadi 2 jenis bahasa, yaitu Ngoko Lugu dan Ngoko Andhap (yang dibagi ke dalam 2 jenis bahasa, yaitu Antya Basa dan Basa Antya).

  2. Bahasa Madya, dibagi menjadi 3 jenis bahasa, yaitu Madya Ngoko, Madya Krama, dan Madyantara.

  3. Bahasa Krama, dibagi menjadi 5 jenis bahasa, yaitu Mudha Krama, Kramantara, Wredha Krama, Krama Inggil, dan Krama Desa.

  4. Bahasa Kedaton

  5. Bahasa Kasar

3

media

Bahasa Jawa Ngoko yaitu jenis bahasa jawa yang digunakan untuk berbicara dengan masyarakat umum/ masyarakat biasa.

Bahasa Jawa ngoko dibedakan menjadi dua golongan, yaitu: ngoko lugu dan ngoko andhap.


Basa Ngoko

4

media

Bahasa ngoko lugu fungsinya untuk berbicara atau dialog antara orang tua dengan anak cucunya, masyarakat umum pada umumnya atau seorang anak dengan temannya. Bangsawan dengan pelayannya, berbicara sendiri.

a. Orang tua dengan anak/ cucunya
Contoh:
Orang tua dengan anak/ cucunya
Bapak = 
Le, kapan anggonmu teka?(Ngoko lugu)
Anak = Pengestunipun Bapak, wilujeng. Kala wau enjang jam 10 anggen kulo dumugi ing ngriki.(Ngoko lugu)


Ngoko Lugu

5

media

Ngoko andhap atau ngoko halus dibedakan menjadi dua macam, yaitu: antya-basa dan basa-antya.

a. Antya-basa, merupakan bahasa yang digunakan dalam berbicara antara orang tua dengan anak muda yang lebih tinggi pangkatnya atau satu orang dengan orang lain yang sudah erat sekali pertemanannya. Kata "kowe" menjadi "sliramu". Berwujud perpaduan bahasa ngoko dan krama inggil, tidak mengkramakan ater-ater dan panambang.

Contoh:
Ngoko lugu = Kowe apa ora lunga menyang kantor?
Antya-basa = Sliramu apa ora tindak menyang kantor?

b. Basa-antya, yaitu bahasa yang digunakan untuk berbicara antara orang tua dengan anak muda yang lebih tinggi pangkatnya. Kata "kowe" menjadi "panjenengan". Berwujud perpaduan bahasaa ngoko, krama dan krama inggil, tidak mengkramakan ater-ater dan panambang.

Contoh:
Ngoko lugu = Yen kowe wis duwe wektu, mbok ya menehi layang.
Basa-antya = Yen panjenengan wis kagungan wekdal, mbok ya maringi, serat.


Ngoko Alus

6

Bahasa kramantara atau krama lugu yaitu bahasa percakapan antara orang tua dengan orang yang lebih muda, merasa menang status sosial atau pangkat yang lebih tinggi. Kata "aku", menjadi "kula", kata "kowe", menjadi "sampeyan".

Contoh bahasa Kramantara:
Ngoko lugu = Dhek wingi kowe rak wis dak ngerteni, awit aku ora bisa teka sadurunge jam sepuluh.
Kramantara = Kala wingi sampeyan rak sampun kula criyosi, bilih kula boten saged dhateng saderengipun jam sedasa.

Keterangan:
a) Ater-ater = dak diganti kula, koe diganti sampeyan, di diganti dipun
b) Panambang = ku diganti kula, mu diganti sampeyan, e diganti ipun, ake diganti aken


Krama Lugu

media

7

media

Bahasa krama inggil yaitu bahasa percapakan antara orang tua dengan kaum ningrat, atau orang biasa dengan pejabat/ petinggi, anak muda dengan orang tua. Kata "kula" menjadi "adalem", "abdi-dalem", "kawula", kata "panjenengan" menjadi "panjenengan-dalem". Bahasa krama inggil berwujud bahasa krama semua, seperti bahasa mudha krama.

Contoh bahasa Krama Inggil:
Mudha krama = Sowan kula ing ngarsa panjenengan, perlu nyadhong dhawuh panjenengan.
Krama inggil = Sowan adalem ing ngarsa panjenengan-dalem perlu nyadhong dhawuh panjenengan-dalem.


Krama Alus

8

media

unggah-ungguh basa

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE