Search Header Logo
Untitled Lesson

Untitled Lesson

Assessment

Presentation

Education

5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Ere Z

FREE Resource

50 Slides • 0 Questions

1

media

LAPORAN BEST PRACTICE

PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN

TAHUN 2021/2022

PEMBELAJARAN TEKS FIKSI DAN NONFIKS MELALUI PENDEKATAN
SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

PADA SISWA KELAS VII SMP

NEGERI 6 LONG IKIS TAHUN AJARAN 2021/2022

NAMA PESERTA

: ERE YANA ZULFA, S.Pd.

NUPTK

: 2747758660210102

SEKOLAH /TEMPAT TUGAS

: SMP NEGERI 6 LONG IKIS

KABUPATEN/KOTA

: PASER

PROVINSI

: KALIMANTAN TIMUR

TAHUN 2021

LEMBAR PENGESAHAN

2

media

Pengembangan dalam bentuk Best Practice berjudul Fiksi dan Nonfiksi (Cerita Imajinasi) Melalui

Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Kelas VII SMP

Negeri 6 Long Ikis Tahun Ajaran 2021/2022

Nama

: Ere Yana Zulfa, S.Pd.

Asal Sekolah

: SMP Negeri 6 Long Ikis

Telah disetujui dan disahkan pada/oleh

Hari

: Senin

Tanggal

: 2 Desember 2021

Kepala SMP Negeri 6 Long Ikis

Misran, S.Pd., M,Pd
NIP 19661231 198803 1 022

3

media

BIODATA PENULIS

1. Nama

Ere Yana Zulfa, S.Pd.

2. NIP

-

3. NUPTK

2747758660210102

4. No UKG

201500423049

5. Jabatan

GURU

5. Pangkat / Gol.Ruang

-

6. Tempat / Tanggal Lahir

Barabai, 15 April 1980

7. Jenis Kelamin

PEREMPUAN

8. Agama

ISLAM

9. Pendidikan Terakhir

S-1

10. Unit Kerja

SMP NEGERI 6 Long Ikis

11. Alamat

Jalan Negara KM.82, RT/RW 02,

Kelurahan Long Ikis, Kecamatan

Long Ikis, Kabupaten Paser, Propinsi

Kaltim

Paser, 2 Desember 2021

Penulis

Ere Yana Zulfa, S.Pd.

4

media

KATA PENGANTAR



Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan laporan best practice ini pada 2 Desember 2021.

Dalam penyusunan best practice penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:

1.Kepala Dinas Pendidikan Kota Paser
2.Kepala SMP Negeri 6 Long Ikis yang telah memberi izin, kesempatan, dan kepercayaan kepada

penulis untuk mengadakan pelatihan ini seluas-luasnya,

3.Peserta guru sebagai Guru Sasaran (GS) yang telah memberi bantuan selama proses kegiatan

PKP ini berlangsung sampai dengan terwujudnya laporan best practice ini,

4.Rekan guru di SMP Negeri 6 Long Ikis yang telah memberi bantuan selama proses pelatihan

berlangsung,

5.Keluarga tercinta yang selalu memberi dukungan doa dan memberikan kekuatan dalam setiap

langkah,

6.Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan

berupaapapun dalam menyelesaikan best practice ini.


Penulis menyadari bahwa karya ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan karya ini.

Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh



Langsa, 2 Desember 2021

Penulis

Ere Yana Zulfa, S.Pd.

5

media

DAFTAR ISI

LEMBAR JUDUL

HALAMAN PENGESAHAN............................................................... ...

i

BIODATA PENULIS ...............................................................................

ii

KATA PENGANTAR.................................................................. ............

iii

DAFTAR ISI...........................................................................................

iv

DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................

v

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Masalah ..........................................................

1

B. Jenis Kegiatan ............................................................. ............

2

C. Manfaat Kegiatan ....................................................................

2

BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN

A. Tujuan dan Sasaran...................................................................

3

B. Bahan/Media Kegiatan .............................................................

3

C. Cara Pelaksanaan Kegiatan ......................................................

3

D. Media dan Instrumen ...............................................................

8

E. Waktu dan Tempat Kegiatan......................................................

8

BAB III HASIL KEGIATAN

A. Hasil ............................................................................ ............

9

B. Masalah yang Dihadapi ............................................................

10

C. Cara Mengatasi Masalah..........................................................

10

BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A. Simpulan....................... ..........................................................

11

B. Rekomendasi ...........................................................................

11

DAFTAR PUSTAKA ................................................................................

12

LAMPIRAN

6

media

DAFTAR LAMPIRAN


Lampiran 1

: Foto-foto kegiatan

Lampiran 2

: RPP

Lampiran 3

: Bahan ajar

Lampiran 4

: LKPD

Lampiran 5

: Kisi-kisi soal uraian

Lampiran 6

: Soal, kunci, dan pedoman penyekoran

Lampiran 7

: Lembar observasi proses pembelajaran

7

media

BAB I

PENDAHULUAN


A.Latar Belakang Masalah

Peningkatan kualitas peserta didik salah satunya dilakukan guru yang berfokus pada

peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dengan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat
tinggi. Desain peningkatan kualitas pembelajaran ini merupakan upaya peningkatan kualitas peserta
didik yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Pengembangan pembelajaran HOTS dilakukan Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran

(MGMP) SMP yang selama ini dilakukan dalam zonasinya dapat terintegrasi melalui zonasi
pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman
mutu pendidikan di lingkungan terdekat seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru,
capaian hasil kelulusan siswa atau pertimbangan lainnya.

Pemerintah berharap para peserta didik mencapai beberapa kompetensi dengan penerapan

HOTS atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis, kreatif
dan inovasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri.

Salah satu model pembelajaran yang berorientasi HOTS dan disarankan dalam pembelajaran

kurikulum Merdeka adalah model Discovery Learning. Model pembelajaran ini adalah memahami
konsep, arti dan hubungan melalui proses intuitif,untuk akhirnya sampai pada suatu kesimpulan.
Discovery terjadi apabila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya,untuk
menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui obsevasi,klasifikasi,
pengukuran,prediksi,penentuan dan inferensi. Proses tersebut disebut cognitive process. Sedangkan
Discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind
(Robert B. Sun dalam Malik, 2001:219). Setelah melaksanakan pembelajaran dengan Model
Discovery Learning,penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih
bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Ketika Model Discovery/InquiryLearning ini
diterapkan pada kelas VII yang lain ternyata proses dan hasil belajar siswa sama baiknya. Oleh
karena itu penulis melaporkan perbaikan pembelajaran tersebut sebagai kegiatan best practice
berjudul “Pembelajaran Fiksi dan Nonfiksi melalui Pendekatan Saintifik dengan Model Discovery
Learning pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Long Ikis Tahun Ajaran 2021/2022”.

B.Jenis Kegiatan

Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan best practise ini adalah kegiatan pembelajaran di kelas

VII dengan materi Fiksi dan Nonfiksi

C.Manfaat Kegiatan

Penulisanbest practice ini berguna untuk mengajak pendidk meningkatkan kompetensi peserta

didik yang berorientasi HOTS dengan menggunakan pendekatan dan model yang disarankan dalam
kurikulum merdeka.

Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi pendidik untuk mengembangkan materi dan

melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berikut
beberapa manfaat PKP bagi peserta didik, pendidik, dan sekolah

8

media

1.Bagi peserta didik

Peserta didik akan lebih bergairah dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran.
Mempermudah peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.
Terkontrolnya tingkah laku positif peserta didik.
Menciptakan suasana kelas yang kondusif dan dinamis pada proses pembelajaran

berlangsung.

Meningkatkan hasil belajar peserta didik.

2.Bagi pendidik

Memperluas wawasan.
Meningkatkan profesional kerja.
Meningkatkan peran pendidik sebagai fasilisator.
Memberikan motivasi untuk pendidik yang lainnya.
Memperbaiki kinerja pendidik dalarn proses pembelajaran Bahasa Indonesia.

3.Bagi Sekolah

Menerapkan metode yang dilaksanakan terhadap pelajaran yang lain.
Memanfaatkan metode dengan semaksimal mungkin.
Mengembangkan bakat untuk tercapainya visi dan misi sekolah.

9

media

BAB II

PELAKSANAAN KEGIATAN

A.Tujuan dan Sasaran

Tujuan penulisan best practise ini adalah untuk mendeskripsikan Best Practice penulis dalam

menerapkan pembelajaran berorientasi Higher Order Thiking Skills (HOTS).

Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah peserta didik kelas VII-B semester ganjil di SMP

Negeri 6 Long Ikis sebanyak 20 orang.

B.Bahan/Materi Kegiatan

Bahan yang digunakan dalam Best Practice pembelajaran ini adalah materi kelas VII yaitu Fiksi

dan Nonfiksi dengan capaian umum dan capaian per eleman/ Menyimak berikut ini.

Capaian Umum

Pada akhir fase D,Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu
berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi
nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan.

Capaian

perElemen

Menyimak

Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi
dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari
topik aktual yang didengar.


C.Cara Melaksanakan Kegiatan

Cara yang digunakan dalam pelaksanaan Best Practice ini adalah menerapkan pembelajaran teks

narasi ceritaimajinasi melalui pendekatan saintifik dengan model DISCOVERY LEARNING Berikut ini
adalah langkah-langkah pelaksanaan best practice yang telah dilakukan penulis.

I. Analisis Target Capaian Umum dan Capaian Per elemen

Hasil analisis target capaian umum dan capaian per elemensebagai berikut.

Capaian Umum

10

media

Pada akhir fase D,Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu
berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi
nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan.

Capaian

per

Elemen Menyimak

Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi
dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari
topik aktual yang didengar.

II. Pemilihan Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang dipilih adalah discovery learning

III. Penyusunan Perangkat Pembelajaran

Berdasarkan langkah kerja 1 hingga 2 di atas, kemudian disusun perangkat pembelajaran
meliputi RPP,bahan ajar, LKS, dan

instrumen penilaian. RPP disusun dengan

mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad
21.

KEGIATAN PEMBELAJARAN 1

Menemukan Ide Pokok dan Ide Penjelas Buku Nonfiksi

Kegiatan Pendahuluan (10 menit)

1.Guru menyampaikan salam kepada peserta didik.

2.Guru dan peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.

3.Guru mengecek kehadiran peserta didik dan mulai mengondisikan suasana belajar.

4.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat materi pembelajaran
untuk kehidupan sehari-hari.

Kegiatan Inti (65 menit)

Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah diskusi
kelompok (jigsaw).
1.Guru memberikan pertanyaan pemantik sebelum memulai pembelajaran
untuk mengetahui sejauh mana peserta didik mampu memahami materi
pembelajaran. Menurutmu apa perbedaan buku fiksi dengan buku nonfiksi?
Apakah buku fiksi atau nonfiksi memiliki ide pokok dan ide penjelas di dalamnya?

2.Guru membagi peserta didik menjadi empat kelompok heterogen dan setiap
kelompok harus menentukan ketua kelompok untuk memimpin jalannya diskusi

3.Guru menyediakan dua buku nonfiksi. Misalnya buku nonfiksi yang berjudul
“Solo Bercerita: Batik” karya Yuliyanti terbitan CV. Media Karya Putra yang

11

media

dapat diakses di https://ipusnas.id/ atau aplikasi IPusnas;
“Tak Kenal Maka Tak Semarang : Wisata Sejarah” karya Intan Novela Setya
Monikasari terbitan CV. Media Karya Putra yang dapat diakses di
https://ipusnas.id/ atau aplikasi Ipusnas;

3.Guru membagi dua buku nonfiksi tersebut ke empat kelompok yang sudah
dibentuk. Setiap dua kelompok mendapat dua judul buku yang sama.

4.Apabila setiap kelompok sudah mendapatkan buku nonfiksi, ketua kelompok
membacakan salah satu bab yang terdapat dalam buku. Sedangkan anggota yang
lain bertugas menyimak teks yang dibacakan oleh ketua kelompok.

5.Setelah ketua kelompok selesai membaca buku, peserta didik bersama
kelompoknya menganalisis ide pokok dan ide penjelas yang terdapat dalam buku
tersebut. Analisis dilakukan hingga mereka menemukan simpulan bacaan.

6.Setiap kelompok yang sudah menganalisis ide pokok dan ide penjelas dari
bacaan, kemudian bertukar pendapat (diskusi) dengan kelompok lain yang
mendapat judul buku sama.

7.Kelompok satu dengan kelompok yang lain berdiskusi tentang ide pokok dan ide
penjelas yang sudah dianalisis kelompoknya. Mereka saling menanggapi hasil
analisis kelompok lain.

8.Selesai berdiskusi dengan kelompok lain, setiap kelompok mempresentasikan
hasil diskusinya di depan kelas.

9.Guru menilai hasil presentasi setiap kelompok. (Rubrik penilaian ada di lampiran)

10.Apabila semua kelompok sudah presentasi, guru menyampaikan pembahasan dan

hasil analisis.

11.Peserta didik kembali ke bangku masing-masing.

Penutup (5 menit)

1.Guru mengajak peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran
dengan menyebutkan poin-poin utama yang dipelajari.

2.Guru menanyakan kepada peserta didik, terkait hal-hal yang belum dipahami.

3.Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya
akan mempelajari tentang unsur-unsur dalam buku.

Guru menutup pertemuan dengan memberi motivasi belajar kepada peserta didik dan

Penilaian sikap, observasi selama mengikuti kegiatan pembelajaran

Penilaian pengetahuan (penugasan, teslisan dan tertulis)
Penilaian keterampilan (unjukkerja, diskusi, presentasi)

LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK ASESMEN FORMATIF KEGIATAN 1

Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang ide pokok dan ide penjelas yang terdapat
dalam buku nonfiksi.

Nama kelompok

: ......................................

Nama sekolah

: ......................................

Kelas/semester

: ......................................

12

media

Materi

: Presentasi hasil diskusi kelompok

Materi

Bentuk tes

Indikator Pembelajaran

Ide pokok
dan ide
penjelas
dalam buku
nonfiksi.

Lisan

presentasi
kelompok

1.Mempresentasikan ide pokok yang
terdapat dalam bacaan buku nonfiksi.

2.Mempresentasikan ide penjelas
yang terdapat dalam bacaan buku
nonfiksi.

Pedoman Penskoran

Berikut adalah pedoman penskoran presentasi kelompok. Penskoran dilakukan dengan
memerhatikan penampilan kelompok secara keseluruhan dan kontribusi setiap anggotanya.

Aspek

Sangat baik

Bai
k

Cukup
Baik

Perlu

Bimbing
an

Skor

4

3

2

1

Anggota

Presentasi
sangat

Presentasi
cukup

Presentasi

tidak

Presentasi

terorganisasi
dan

terorganisasi
dan

diatur dengan sama sekali

sangat mudah

mudah diikuti.

jelas.

tidak

diikuti. Transisi Transisi

mungkin

Transisi antar terorganisasi.

antar anggota

sedikit terputus anggota

Transisi antar

kelompok

tetapi tidak

terlihat

anggaota

terencana
dengan

mengambil

canggung.

kelompok

baik dan

banyak waktu

tampak
buruk.

dilaksanakan

dari
keseluruhan

Presentasi

dengan rapi.

presentasi.

kurang teratur

dan sangat
sulit

diikuti.

Kerja sama

Kerja sama

Kerja sama

Komunikasi Kerja sama

kelompok

kelompok

kelompok

kelompok
tidak

berlangsung

berlangsung

relatif baikberlangsung

sangat baik satu baik satu sama

dengan baik.

sama lain dan
presentasi

lain dan
berkomunikasi

dengan

Ada
miskomunik
asi

dibagikan
secara

dengan baik.

beberapa

yang jelas dan

merata

Beberapa

penyimpanga

n

penyimpanga
n

di antara
anggota

anggota

dalam

dalam

kelompok.

berpartisipasi

presentasi;

presentasi.

sedikit lebih

beberapa

banyak
daripada

anggota

13

media

yang

mendominas
i

lain.

presentasi dan

yang lain
tidak

banyak


berpartisipas
i.

Pengetahuan Anggota

Sebagian besar Anggota

Anggota

kelompok

anggota

kelompok

kelompok

memiliki

kelompok

hanyamemili
ki

hanyamemili
ki

pengetahuan

memiliki

pemahaman sedikit atau

materi yang

pemahaman

yang sedikit

bahkan tidak

sangat

yang kuat

tentang

ada

kuat dan materi tentangmateri. materi.

pemahaman

tersebut

Sedikit elemen Beberapa

tentangmater
i

disampaikan

materi yang

kesalahan

yang

secara

hilang ataudibuat

dibahasdala
m

menyeluruh.

mengandung

selama

presentasi.

Tidak ada

kesalahan kecil. presentasi.

kesalahan yang

dilakukan

sehubungan

dengan

pengetahuan

materi.

Media

Media yangMediayang

Mediayang

Tidak

digunakan
efektif

digunakan agak digunakan

menggunaka
n

selama

efektif

tidak

media sama

presentasi.

tetapi tidak

mendukung

sekali.

Anggota

digunakan
secara

presentasi

kelompok

konsisten
selama

verbal. Media

menggunakan presentasi.

tersebut

media tersebut

kekurangan

sebagai

informasi,
atau

suplemen,
bukan

anggota

sebagai

kelompok

penopang.

hanya

membaca

media
tersebut.


NILAI AKHIR =

Skor yang diperoleh X 100 : 16

14

media

ASESMEN FORMATIF KEGIATAN 2

Menganalisis unsur-unsur yang terdapat dalam buku fiksi secara kelompok.

Nama kelompok

: ......................................

Kelas/semester

: ......................................

Nama sekolah

: ......................................

Materi

: Menganalisis unsur instrinsik dan

ekstrinsik Petunjuk Pengerjaan:

1.Simaklah bacaan yang berkaitan dengan Aji Batara Agung dengan Putri Karang Melenu,
cerita dari Kalimantan Timur.

2.Kemudian, telaahlah unsur instrinsik maupun ekstrinsik bacaan tersebut.

3.Tuliskan unsur tersebut dalam tabel di bawah ini

Unsur

Instrins
ik

Jawaban

Bukti Pendukung

tema

..............................

......

....................................

alur

..............................

......

....................................

sudut

pandang

..............................

......

....................................

latar

..............................

......

....................................

tokoh

..............................

......

....................................

amanat

..............................

......

....................................

Unsur

Ekstrins
ik

Jawaban

Bukti Pendukung

bahasa

..............................

......

..............................

......

latar

belakang
pengarang

..............................

......

..............................

......

nilai-nilai

yang
dipelajari

..............................

......

..............................

......

15

media

D.Media pembelajaran yang digunakan dalam best practiceini adalah video “tentang Fiksi” serta

video “Nonfiksi” serta lembar kerja peserta didk (LKPD).Instrumen yang digunakan dalam praktik

ini ada dua macam yaitu instrumen untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi

dan instrumen untuk melihat hasil belajar peserta didik dengan menggunakan tes tulis uraian

singkat.

E.Waktu dan Tempat Kegiatan

Praktik ini dilaksanakan pada tanggal 23 Nopember 2021 bertempat di SMP Negeri 6 Long Ikis.

16

media

BAB III

HASIL KEGIATAN


A.Hasil

Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik ini diuraikan sebagai berikut.

1.Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran discovery

learning berlangsung aktif. Peserta didik menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari

pendidik, termasuk mengajukan pertanyaan pada pendidik maupun temannya. Aktivitas

pembelajaran yang dirancang sesuai sintak discovery learning mengharuskan peserta didik aktif

selama proses pembelajaran.

2.Pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran meningkatkan

kemampuan peserta didik dalam melakukan transfer knowledge.

3.Penerapan model pembelajaran discovery learning meningkatkan kemampuan siswa untuk

berpikir kritis. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi peserta didik untuk bertanya dan

menanggapi topik yang dibahas dalam pembelajaran.

Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana kelas

cenderung sepi dan tidak aktif. Peserta didik cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk berlomba

menyelesaikan tugas yang diberikan pendidik. Fokus pendidik adalah bagaimana peserta didik

dapat menyelesaikan soal yang disajikan, kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya

itu, materi pembelajaran yang selama ini selalu disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan

ceramah teori tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasan), membuat

peserta didik cenderung menghapalkan dan mengulang apa yang sudah dikatakan pendidik.

Pengetahuan yang diperoleh peserta didik adalah apa yang diajarkan oleh pendidik.Berbeda

kondisinya dengan praktik pembelajaran berorientasi HOTS dengan menerapkan discovery

learning ini.

4.Penerapan model pembelajaran discoveri learning juga meningkatkan kemampuan siswa dalam

memecahkan masalah (problem solving).

B.Masalah yang Dihadapi

Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan model

discovery learningAgar siswa terbiasa dengan Cooperative learning maka guru akan menyajikan

17

media

pembelajaran dengan menggunakan discovery learning dan juga akan berusaha menggunakan

model pembelajaran lainnya yang disarankan dalam kurikulum Merdeka.

18

media

BAB IV

SIMPULAN DAN REKOMENDASI

A.Simpulan

Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1.Pembelajaran bahasa Indonesia tentang teks narasi cerita imajinasidengan model pembelajaran

discovery learning layak dijadikan best practice pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat

meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan

pemecahan masalah.

2.Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat,

pembelajaran dengan model pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar

berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.


B.Rekomendasi

Berdasarkan hasil best practice pembelajaran teks narasi cerita imajinasi dengan model

pembelajaran discovery learning, berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.

1.Pendidik seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru

serta tema yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran yang

kontekstual sesuai dengan latar belakang peserta didik dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal

ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.

2.Peserta didik diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar,

tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu peserta

didik menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).

3.Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan

pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan

prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis untuk mendesiminasikan best practice ini

akan menambah wawasan pendidk lain tentang pembelajaran HOTS.

19

media

DAFTAR PUSTAKA

Analisa Tempo, dan Pusat Data. 2021. Keragaman Hayati Papua. Jakarta : Tempo Publishing.

Belajar plus, tim. 2021. Bahasa Indonesia untuk SMP/Mts kelas VII Semester 2. Surakarta : PT.

Merdeka Belajar Plus.

20

media

21

media

22

media

23

media

24

media

Lampiran 1 : Foto Kegiatan

Foto Kegiatan Pendahuluan

25

media

Foto Kegiatan Inti

26

media

Foto Kegiatan Penutup

27

media

Lampiran 2 : RPP

Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)

Satuan Pendidikan

: SMP Negeri 5 Langsa

Mata Pelajaran

: Bahasa Indonesia

Kelas/ Semester

: VII/Ganjil

Materi Pokok

: Menelaah SrukturCerita Imajinasi

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit

A.Kompetensi Inti (KI)

KI.1 Menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong),

santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.

KI. 3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya

tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.

KI. 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,

memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori.

B.Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi

No

KOMPETENSI DASAR

INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI

1.

Kompetensi Pengetahuan
3.4 Menelaah struktur dan
kebahasaan teks narasi
(cerita imajinasi) yang
dibaca dan didengar

3.4.1 Menentukan struktur teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca

dan didengar

3.4.2 Menentukan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi)
3.4.3 Menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi(cerita

imajinasi) yang dibaca dan didengar

3.4.5 Membandingkan struktur teks narasi (cerita imajinasi)

yangdibaca dan didengar

3.4.6 Membandingkan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi)

yang dibaca dan didengar

2.

Kompetensi Keterampilan
4.4 Menyajikan gagasan
kreatif dalam bentuk cerita
imajinasi secara lisan dan
tulis denganmemperhatikan
struktur,
penggunaan bahasa, atau
aspek lisan.

4.4.1 Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi

secara lisan dan tulis denga memperhatikan struktur

4.4.2 Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi

secara lisan dan tulis dengan memperhatikan penggunaan
bahasa

4.4.3 Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi

secara lisan dan tulis dengan memperhatikan aspek lisan

4.4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita

imajinasisecara lisan dan tulis denganmemperhatikan
struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan

28

media

4.4.5Memproduksi gagasan kreatif dalam bentuk cerita

imajinasisecara lisan dan tulis dengan memperhatikan
struktur

4.9.6 Memproduksi gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi

ecara lisan dan tulis dengan memperhatikan penggunaan
bahasa


C.Tujuan Pembelajaran

Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik mampu
1.menentukan struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi);
2.menelaah struktur teks deskripsi objek tempat wisata yang didengar dan dibaca;
3.menelaah kebahasaan teks deskripsi objek tempat wisata yang didengar dan dibaca;
4.merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi secara lisan dan tulis denga

memperhatikan struktur dan kebahasaan;

5.menyajikan

gagasan

kreatif

dalam

bentuk

cerita

imajinasisecara

lisan

dan tulis

denganmemperhatikan struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan;

dengan tepat disertai rasa ingin tahu dan tanggung jawab.

D.Materi Pembelajaran

1.Struktur teks narasi cerita imajinasi

a.Orientasi

b.Komplikasi

c.Resolusi

2.Kebahasaan teks deskripsi

1)penggunaan kata ganti

2)penggunaan kata yang berhubungan dengan pancaindra untuk mendeskripsikan latar tempat,
waktu, dan suasana

3)penggunaan pilihan kata bermakna kias dan khusus

4)penggunaan kata sambung penanda urutan waktu

5)penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan

6)penggunaan dialog atau kalimat langsung dalam cerita.

E.Metode Pembelajaran

1.Model : Discovery Learning
2.Metode : diskusi, tanya jawab, presentasi

F.Media Pembelajaran

1.Media

a.Teks narasi cerita imajinasi
b.Lembar kerja siswa
c.Tayangan video

2.Alat/Bahan

a.Kertas plano
b.Kertas warna
c.Lem/perekat kertas

29

media

d. Spidol/pulpen
e.Laptop

G.Sumber belajar

1.Kemdikbud. 2014. Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat

Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.

2.Wahono, dkk. 2016. Marbi Mahir Berbahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta:

Erlangga

3.Video Angsa Telur Emas dan Seorang Petani (https://www.youtube.com/watch?v=-udN3wh08Q8
4.Teks Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas (https://thegorbalsla.com/contoh-cerita-fantasi/
5.Teks Jaka Gledek(Sumber:https://brainly.co.id/tugas/7446436)

H.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran

TAHAP

PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
ALOKASI
WAKTU

A.Kegiatan Pendahuluan

Pendahuluan
(persiapan/orientasi)

1.Pendidik memberikan salam
2.Peserta didik bersiap dan berdoa dipimpin ketua kelas
3.Peserta didik dengan semangat menyanyikan lagu kebangsaan

Indonesia Raya (saat jam pertama)

4.Pendidik mengecek kehadiran peserta didik

10’

Apersepsi

1.Pendidikmengaitkan materi pembelajaran yang akan dipelajari dengan

pengalaman peserta didik dan materi sebelumnya.

Motivasi



1. Peserta didik mendapat informasi dari pendidik mengenai KD, tujuan

pembelajaran, dan teknik penilaian

2. Pendidik memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari

pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.

3. Pendidik membimbing siswa membentuk kelompok belajar.
4. Pendidik menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar sesuai dengan

langkah-langkah pembelajaran

B.Kegiatan Inti

Sintak Model
Pembelajaran 1

Stimulation
(Pemberian
Rangsangan)

1.Peserta didik dengan santun menyaksikan video cerita imajinasi Angsa

Telur

Emas

dan

Seorang

Petani

(https://www.youtube.com/watch?v=-udN3wh08Q8)
ataumembaca teks cerita imajinasi yang berjudul Elisa dan Tiga
Butir

Jagung

Emas

(https://thegorbalsla.com/contoh-cerita-

fantasi/)

2. Peserta didik melakukan curah pendapat untuk menggali pengetahuan

mereka berkaitan dengan teks yang telah dibaca

3. Peserta didik merespons pertanyaan-pertanyaan membangun konteks

berkaitan dengan teks
a. Apa yang kalian lihat pada tayangan tersebut?
b. Hal ajaib apa yang terjadi dalam cerita?

60’

30

media

c. Bagaimana awal cerita, cerita tersebut?
d. Masalah apa yang dihadapi tokoh dalam cerita?
e. Bagaimana akhir cerita, cerita tersebut?
f. Apakah setiap teks memiliki struktur teks?

Sintak Model
Pembelajaran 2

Problem Statement
(Identifikasi Masalah)

1. Peserta didik membaca potongan-potongan cerita imajinasi yang

dibagikan pendidik dengan tekun.(Jaka Gledek, Sumber: -
https://brainly.co.id/tugas/7446436#readmore)

2. Peserta didik secara berkelompok menyusun pertanyaan terkait dengan

teks cerita imajinasi.

3. Secara berkelompok peserta didik menerima format susunan cerita dan

struktur cerita imajinasi.

4. Pendidik melakukan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik

Sintak Model
Pembelajaran 3

Data collection
(Pengumpulan Data)

Secara berkelompok peserta didik:
1.Peserta didik menyusun potongan cerita imajinasi
2.Peserta didik menelaah struktur teks imajinasi

Sintak Model
Pembelajaran 4
Data processing
(Pengolahan Data)

1.Peserta didik dengan penuh tanggung jawab secara berkelompok

mendiskusikan hasil menyusun cerita imajinasi yang masih acak

2.Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan hasil telaah struktur

cerita imajinasi

Sintak Model
Pembelajaran 5
Verification
(Pembuktian)

1.Dengan santun peserta didik bertukar hasil kerja kelompok dengan

kelompok lain.

2.Setiap kelompok memberikan hasil penilaian dengan memberikan

komentar di kertas post it.

3.Peserta didik dalam kelompok membaca hasil penilaian kelompok lain

yang tertera di kertas post it.

4.Perwakilan kelompok membacakan hasil kerja kelompoknya di depan

kelas.

5.Setiap kelompok menempelkan hasil diskusi pada tempat pajangan

yang disediakan dengan rapi.

Sintak Model
Pembelajaran 6
Generalization
(Menarik
Kesimpulan)

1.Dengan menggunakan bahasa yang santun, peserta didik dan pendidik

secara bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang struktur
teks imajinasi.

2.Peserta didik mengerjakan soal evaluasi pembelajaran yang diberikan

oleh pendidik untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.

C.Kegiatan Penutup

1. Peserta didik bersama pendidik menyimpulkan pembelajaran tentang menelaah struktur

cerita imajinasi dengan percaya diri.

2. Peserta didik dan pendidik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Pendidik menyampaikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya yaitu

menyajikan cerita imajinasi.

4. Peserta didik dan pendidik mengakhiri kegiatan pelajaran dengan mengucapkan hamdallah

dan salam

10’

31

media



I.Penilaian

Aspek Kompetensi

Teknik
Penilaian

Bentuk
Penilaian

Sikap

Observasi

Format Jurnal

Pengetahuan

Tes

Uraian

Keterampilan

Kinerja

Rubrik Praktik

Mengetahui,

Langsa, Oktober 2019

Kepala SMP Negeri 5 Langsa

Guru Mata Pelajaran




Amiruddin, S.Pd.

Rukiah Hairani, S.Pd.

NIP 19661231 198803 1 022 NIP 19850313 201003 2 002

32

media

Lampiran 3 :Bahan Ajar

1. Pengertian Cerita Imajinasi

Teks cerita imajinasi adalah teks yang termasuk teks narasi. Teks narasidapat diartikan teks yang

mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa. Teks imajinasi mengisahkan sebuah cerita tentang hasil
rekaan dan khayalan dari seorang penulis.

Cerita imajinasi bisa dikatakan juga sebagai cerita fantasi ialah bahan tertulis yang berbentuk

karangan atau tulisan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan,
pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka.

Oleh sebab itu, ceria imajinasi dapat mengisahkan tentang zaman dahulu dan zaman sekarang.

Cerita yang dikategorikan seperti fabel, dongeng, legenda, mitos, dan atau cerita rakyat termasuk ke
dalam teks cerita imajinasi. Namun, terdapat perbedaannya. Cerita rakyat, legenda, dan mitos termasuk
cerita imajinasi, nanum cerita imajinasi tidak selamanya termasuk cerita rakyat, legenda, dan mitos.
Misalnya cerita Sangkuriang dan cerita Berlibur ke Bulan Bersama Ibutentu ada perbedaan.Meskipun
keduanya melibatkan daya imajinasi namun cerita Sangkuriang melibatkanfakta yang terjadi dengan latar
tempat di daerah Jawa Barat. SedangkanBerlibur ke Bulan Bersama Ibu sepenuhnya dihasilkan melalui
rekaan,imajinasi, dan pembayangan penulis tentang aktivitasnya bersama ibudengan pergi ke bulan. Suatu
tempat yang mustahil untuk dicapai olehseorang anak. Ataupun cerita yang berhubungan dengan tokoh-
tokoh hewanyang bisa berbicara, benda-benda mati yang dapat terbang.

2. Unsur-unsur Cerita Imajinasi

Unsur-unsur cerita imajinasi meliputi
a.Adanya keajaiban, keanehan, atau kemisteriusan

Dalam hal ini, penulis menciptakan sesuatu yangberbeda dengan jenis cerita lain dengan
menghadirkan dunia imajinatifmisalnya dunia air untuk mendukung cerita dari Putri Duyung.
Ataumemunculkan keajaiban tokoh misalnya Fino si putri Belanda yang dapatmengubah dirinya
menjadi burung gagak.

b.Ide cerita

Ide cerita terbukaterhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi olehrealitas atau kehidupannyata. Ide
juga berupa irisan dunia nyata dandunia khayali yang diciptakanpengarang. Ide cerita terkadang
bersifatsederhana tapi mampu menitipkanpesan yang menarik. Tema ceritafantasi adalah majic,
supernatural ataufuturistik.
Contoh pertempurankomodo dengan siluman serigala untukmempertahankan tanahleluhurnya,
petualangan di balik pohon kenari yangmelemparkan tokohke zaman Belanda, zaman Jepang,
kegelapan karenatumbukan meteor,kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih
pada100 tahun mendatang.

c.Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)

Peristiwa yang dialami oleh tokoh terjadi pada dua latar yaitu lataryang masih ada dalam
kehidupan nyata dan latar yang tidak ada dikehidupan nyata. Misalnya, tokoh Nono bisa
mengalami kejadian padabeberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda,

33

media

dansebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dariberbagai latar yang
melintasi ruang dan waktu.

d.Tokoh unik (memiliki kesaktian)

Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unikyang tidak ada dalam kehidupan
sehari-hari. Selain itu, tokohnya juga mengalami peristiwa misterius yangtidakterjadi pada
kehidupan sehari-hari. Tokoh mengalami kejadiandalamberbagai latar waktu. Tokoh dapat ada
pada setting waktu dantempatyang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan
datang/futuristik).

e.Bahasa

Penggunaan sinonim dengan emosi yangkuat dan variasi kata cukupmenonjol. Bahasa yang
digunakan variatif,ekspresif, dan menggunakanragam percakapan (bukan bahasa formal).


3. Struktur Cerita Imajinasi

Struktur teks cerita imajinasi memiliki struktur yang hampir samadengan struktur teks lain di
antaranya orientasi, komplikasi, dan resolusi.
1)Orientasi, dapat dipahami sebagai pengenalan bagian dalam cerita meliputi latar, tokoh, tema, dan

sedikit alur kepada pembaca.

Contoh: Tiga rumah bergaya kerucut menyambutmataku. Ketika aku memandanginya satu
persatu, ternyata rumahitu memilikimodel yang sama. Hanya satu hal yangmembedakan ketiga
rumah itu. Warnapintunya. Setiappintu mengikuti gradasi warna seperti yang kulihat
dicuctomcalor laptopku.

2)Komplikasi, dapat dipahami sebagai konflik ataupermasalahan yang dimulai dari awal hingga

puncak permasalahan.

Contoh: Laut yang tadinya tenang dan berwarna biru mudakehijauanbergelombang berbuih.
Gerakan air itumenandakan sedang ada yang terjadi didunia samudera. Aku harus memeriksa
apa yang terjadi. Aku tak inginmelihatwarga bumi terluka karena pertempuran samudera.

3)Resolusi, dapat dipahami sebagai penyelesaian suatu masalah dalamcerita. Resolusi merupakan

bagian penentu yang akan mengarah pada akhircerita apakah berakhir dengan kebahagiaan atau

kesedihan.

Contoh:Setelah saya menyebutkan semua perilaku baik yangpernah saya lakukan,pintu terbuka.
Dan tanpa kuduga sayasudah berada di depan meja belajarku. Akhirnya, Doni bisa kembali ke
dunia asalnya.

4. Kebahasaan Cerita Imajinasi

Teks cerita imajinasi memiliki ciri kebahasaan sebagai pembedadengan teks lainnya, yaitu sebagai
berikut.
1)Penggunaan kata ganti

Pergantian nama orang sebagai sudut pandang penceritaan misalnya aku,dia, mereka, Afiza, Delia.

2)Penggunaan kata yang berhubungan dengan pancaindra untukmendeskripsikan latar tempat,

waktu, dan suasana. Misalnya padakalimat berikut.

34

media

a)Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding
rumah itu.

b)Laboratorium berantakan. Semua peralatan pecah. Aneh hanya laptopku yang masih
menyala.

c)Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. Tak sepatah kata pun terdengar dari
bibirnya. Kamar yang megah ini terasa sunyi dan penuhkesedihan.

d)Tengah malam tak ada bintang di langit itu. Mendung hitam tampakmenggumpal. Lolongan
anjing bersahut-sahutan menyambut malamyang semakin larut.

3)Penggunaan pilihan kata bermakna kias dan khusus

Misalnya Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus
sekeliling.

4)Penggunaan kata sambung penanda urutan waktu

Contoh:
a)Tiga tahun kemudian, Bani telah sampai di P ulau Mutiara dan bertemudengan Rani.
b)Akhirnya, ia saling bertemu di Kota Semarang

5)Penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan

Contoh:
a)Tiba-tiba, burung gagak jatuh dari langit
b)Tanpa diduga bencana gempa bumi melanda benua Eropa

35

media

Teks cerita

JAKA GLEDEK

Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari rahim
seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga yang mengetahui
bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat pada tengah
malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar rumah perempuan itu dan menyebabkan
rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan
keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka
Gledek untuk mengenang peristiwa petir yang menyambar rumahnya.

Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar, membuat
teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal terhadap api. Karena
kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat membenci Jaka
Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama para warga
mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila
kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.

Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga ketakutan rumah mereka akan
disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT yang akhirnya
terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi ternyata, anak Pak RT
tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya terkunci. Ia tidak sempat
menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa anak Pak RT yang masih berada di rumah,
segera menuju ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah
yang terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya. Para warga merasa
lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.

Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka
bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek
mempunyai pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang
dengan kekuatan supernya itu.


36

media

Lampiran 4 : LKPD

Lembar Kerja Peserta Didik

Materi: Menelaah struktur teks narasi cerita imajinasi

Kompetensi Dasar
3.4Menelaah struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar

Indikator
1.Menentukan struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar
2.Menjelaskan struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar
3.Menelaah struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar

Petunjuk Pengerjaan

1.Perhatikan LK yang diberikan dengan saksama!

2.Bukalah amplop pertama dan tuang isinya!

3.Perhatikan potongan-potongan cerita yang ada!

4.Susunlah cerita tersebut pada format yang sudah dibagikan!

5.Jika sudah selesai tempel di kertas plano!

6.Buka amplop kedua, lalu tuang kembali isinya!

7.Perhatikan kembali potongan-potongan cerita yang ada!

8.Telaahlah struktur teks potongan-potongan cerita tersebut, kerjakan pada format yang telah
dibagikan!

9.Jika sudah selesai tempel di kertas plano lagi!

10.Kerjakanlah LK dalam kelompokmu dengan santun dan penuh tanggung jawab!

37

media

Perhatikanpotongan-potongan cerita berikut ini!

Catatan: Potongan-potongan ini cerita dimasukkan ke dalam amplop


Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga ketakutan rumah mereka
akan disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT
yang akhirnya terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi
ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya terkunci.
Ia tidak sempat menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa anak Pak RT yang
masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT.
Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan
menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak
RT.


Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar,
membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal
terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga
yang sangat membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka
Gledek. Pak RT bersama para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka
sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.


Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka
bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek mempunyai
pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya seharusnya
tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang dengan
kekuatan supernya itu.


Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari
rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga
yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang
melanda. Tepat pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar
rumah perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara
ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan
diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang peristiwa petir
yang menyambar rumahnya.


Setelah memperhatikan potongan cerita tersebut, jawablah pertanyaan berikut ini!

1.Susunlah potongan cerita imajinasi yang masih acak tersebut agar menjadi cerita yang utuh dan

benar!

2.Telaah atau analislah struktur cerita imajinasi tersebut!

38

media

Kelompok

:

Kelas :


Nama Siswa

: 1.

Tanggal :

2.

3.

4.

Susunan Cerita

39

media

Telaah Struktur Cerita

No.

Struktur

Isi Teks


1.






2.












3.










40

media

Lembar Kerja Peserta Didik

Materi: Menyajikan gagasan kreatifdalam bentuk cerita imajinasi

Kompetensi Dasar

4. 4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi secara lisan dan tulis dengan
memperhatikan struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan.

Indikator
1.Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi secara lisan dan tulis denga

memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan aspek lisan.

2.Menyajikan

gagasan

kreatifdalam

bentuk

cerita

imajinasisecara

lisan

dan

tulis

denganmemperhatikan struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan.

Petunjuk Pengerjaan

1.Perhatikan LK yang diberikan!
2.Kerjakan secara mandiri dan penuh tanggung jawab!
3.Jika telah selesai tukarkanlah hasil kerjamu dengan teman yang ada didekatmu!
4.Perbaikilah tulisanmu sesuai dengan saran dan komentar yang tepat untuk tulisanmu!
5.Kumpul atau presentasikanlah tugasmu tersebut!

Pertanyaan

1.Bacalah teks cerita imajinasi yang terdapat di internet, buku, atau surat kabar. Kemudian, buatlah

rancangan dari teks tersebut denganmemperhatikan struktur dan penggunaan bahasanya.

2.Setelah kalian mampu merancang sebuah cerita imajinasi, sajikanlah di depan temanmu secara

berkelompok secara bergiliran dengan memperhatikan struktur, penggunaan bahasa, dan aspek lisan!
Setiap kelompok terdiri dari 4 orang.

41

media

Kelompok

:

Kelas :


Nama Siswa

: 1.

Tanggal :

2.

3.

4.

Rancangan Cerita

Judul
Cerita

...................................................................................

No.

Struktur teks

Isi Teks

1.

2.

3.

No.

Unsur

Kebahasaan

Isi Teks

1.

2.

3.

4.

dst.

42

media

Lampiran 5 : Kisi-kisi Soal Uraian

Kisi-Kisi Penulisan Soal

No.
Kompetensi

Dasar
IPK

Materi

Pokok

Indikator

Soal

Level
Bentuk

Soal

Nomor

Soal

1

2

3

4

5

6

7

1.


3.4 Menelaah
struktur dan
kebahasaan teks
narasi
(cerita
imajinasi) yang
dibaca dan
didengar

3.4 Menelaah

struktur dan
kebahasaan
teks narasi
(cerita
imajinasi)
yang

dibaca dan

didengar

Menelaah
struktur
cerita
imajinasi

Disajikan
potongan
cerita,
peserta
didik dapat
menelaah
struktur
teks dengan
tepat

L3/C4

Uraian

1

Kisi-kisi Penilaian Tes uraian dan Kinerja

No.

Kompetensi Dasar

Materi

Indikator

Teknik Penilaian

3.4 Menelaah struktur
dankebahasaan teks
narasi (cerita imajinasi)
yangdibaca dan
didengar

Struktur teks

laporan.

Unsur

kebahasaan
narasi
imajinasi

Merancang

cerita
imajinasi

Menyajikan

cerita
imjinasi

3.4.1 Mendata struktur cerita

imajinasi

3.4.2 Menjelaskan struktur

cerita imajinasi

3.4.3 Menelaah struktur cerita

imajinasi

3.4.4 Mendata unsur

kebahasaan cerita
imajinasi

3.4.5 Menelaah unsur

kebahasaan cerita
imajinasi

Tes uraian

Tes uraian

Tes uraian

Tes uraian

4.4 Menyajikan gagasan
kreatif dalam bentuk
ceritaimajinasi secara
lisan dantulis
denganmemperhatikan
struktur, penggunaan
bahasa, atau aspek lisan.

4.4.1Merancang cerita

imajinasi

4.4.2Menyajikan cerita

imajinasi

Kinerja

Kinerja

43

media

Lampiran 6 : Soal, kunci, dan Pedoman penyekoran

Teknik Penilaian

1)Sikap

Penilaian sikap pada pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan teknik penilaian
observasi

Instrumen Penilaian Sikap:

JURNAL PENILAIAN SIKAP

Nama sekolah

: SMP Negeri 5 Langsa

Kelas/semester

: VII/Ganjil

Tahun Pelajaran

: 2019/2020

NO

WAKTU

NAMA SISWA

CATATAN PERILAKU

SIKAP

1

2

3

4

2) Pengetahuan

Instrumen Uraian

Perhatikanpotongan-potongan cerita berikut ini!


Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga ketakutan rumah
mereka akan disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah
Pak RT yang akhirnya terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak
RT. Tapi ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan
pintunya terkunci. Ia tidak sempat menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa
anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak RT dan
menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan segera
mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan berterima
kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.


Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar,
membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal
terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga
yang sangat membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka
Gledek. Pak RT bersama para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka
sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.

Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka
bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek
mempunyai pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang
dengan kekuatan supernya itu.

Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari

44

media

rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga
yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang
melanda. Tepat pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar
rumah perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara
ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan
diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang peristiwa
petir yang menyambar rumahnya.

Setelah memperhatikan potongan cerita tersebut, kerjakanlah pertanyaan berikut ini!

1.Susunlah potongan cerita imajinasi yang masih acak tersebut agar menjadi cerita yang utuh dan

benar!

2.Telaah atau analislah struktur cerita imajinasi tersebut!

Kunci Jawaban
No.

Susunan cerita imajinasi

Skor

JAKA GLEDEK

Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah
seorang bayi dari rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup
sendirian dan tidak ada warga yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika
bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat pada tengah
malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar rumah
perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar
dan secara ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh
seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama
Jaka Gledek untuk mengenang peristiwa petir yang menyambar rumahnya.

Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya.
Tubuhnya besar, membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki
sebuah kelebihan, yaitu kebal terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa
tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat membenci Jaka Gledek
karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama
para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka sepakat
untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.

Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga
ketakutan rumah mereka akan disambar petir. Petir ternyata menyambar
beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT yang akhirnya terbakar. Para
warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi ternyata, anak
Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya
terkunci. Ia tidak sempat menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui
bahwa anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak
RT dan menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah yang
terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya.
Para warga merasa lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.

Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai
anak nakal. Mereka bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan



1









1



















1

45

media

menyekolahkannya agar Jaka Gledek mempunyai pendidikan budi
pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat
menolong banyak orang dengan kekuatan supernya itu.

Jumlah Skor

4


No.

Isi atau Paragraf Cerita

Struktur Teks

Skor



1.

Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu
malam lahirlah seorang bayi dari rahim seorang perempuan
miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada
warga yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi
itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat
pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir
yang menyambar rumah perempuan itu dan menyebabkan
rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara
ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan
harinya oleh seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi
tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang
peristiwa petir yang menyambar rumahnya.

Orientasi




1










2.

Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka
mengganggu temannya. Tubuhnya besar, membuat teman-
temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan,
yaitu kebal terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa
tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat
membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi
korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama para warga
mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka
sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya
tidak dapat dikendalikan lagi.

Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa.
Para warga ketakutan rumah mereka akan disambar petir.
Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk
rumah Pak RT yang akhirnya terbakar. Para warga
mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi
ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia
sedang tidur dan pintunya terkunci. Ia tidak sempat
menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa
anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju
ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT.
Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan
segera

mendobrak

kamar

anak

Pak

RT dan

menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan
berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.

Komplikasi











2

46

media



3.

Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap
Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka bahu membahu
membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar
Jaka Gledek mempunyai pendidikan budi pekerti.
Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya.
Justru ia dapat menolong banyak orang dengan kekuatan
supernya itu.

Resolusi

1

Jumlah skor
4

3) Keterampilan

Instrumen Kinerja

(1)Bacalah teks cerita imajinasi yang terdapat di internet, buku, atau surat kabar. Kemudian,

buatlah rancangan dari teks tersebut denganmemperhatikan struktur dan penggunaan
bahasanya. Pengisiannyaseperti format di bawah ini!

Judul
Cerita


.........................................................

No.

Struktur teks

Isi Teks

1.

2.

3.

Penggunaan Bahasa

Isi Teks

1.

2.

3.

dst.

(2)Setelah Saudara mampu merancang sebuah cerita imajinasi, sajikanlah di depan temanmu

secara berkelompok secara bergiliran dengan memperhatikan struktur, penggunaan bahasa,
dan aspek lisan! Setiap kelompok terdiri dari 4 orang.

47

media

Kriteria Penilaian:

No.

Aspek yang Dinilai

Skor Penilaian

Perbaikan

1. Kesesuaian judul dengan isi

2. Ketepatan organisasi tulisan

3. Ketepatan diksi

4. Ketepatan kalimat

5. Ketepatan ejaan

Sangat Sesuai = 4
Sesuai = 3
Kurang = 2
Tidak Sesuai = 1

Penilaian :

Nilai Siswa =
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎

𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑥100

48

media

b.Pembelajaran Remedial dan Pengayaan


1)Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) setelah melakukan
PH, maka akan diberikan pembelajaran tambahan (Remedial Teaching) terhadap IPK yang belum
tuntas kemudian diberikan Tes lagi dengan ketentuan:
-Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumya namun setara
-Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir
-Siswa lain yang sudah tuntas (>KKM) dipersilahkan untuk ikut bagi yang berminat untuk

memberikan keadilan.

Remedial dilakukan dengan pembelajaran ulang dan bimbingan perorangan
1)Pembelajaran ulang

Ciri-ciri dan fungsi sosial cerita imajinasi

2)Bimbingan perorangan

Menelaah struktur teks narasi imajinasi

PROGRAM REMIDIAL

Kelas/Semester

:

Kompetensi Dasar

:

Indikator

: 1. …
2. …

3….

KKM :

No. Nama

Peserta
Didik

Nilai
Ulangan

Indikator
yang
Belum
Dikuasai

Bentuk
Tindakan
Remedial

Nilai
Setelah
Remedial

Ket

1.

2.

3.

4.

2) Pengayaan
Guru memberikan materi pengayaan berupa penajaman pemahaman dan keterampilan yang lebih
komplek.
Pembelajaran pengayaan dilakukan dengan memberikanbeberapa cerita imajinasi dan peserta
didik menyimpulkan struktur dan ciri-ciri struktur cerita imajinasi tersebut.

49

media

Lampiran 7 : Lembar Observasi ProsesPembelajaran

Lembar Observasi Penilaian Sikap

(Kelas 7.3)

No.

Waktu

Nama Siswa

Catatan Perilaku

Butir Sikap

Santun

Tanggung jawab

1.

Kamis,

31

Oktober

2019

AFI FEBRYANSYAH

positif

2.
AKBAR

positif

3.
AL-FATTAH

positif

4.
ARZA VALIKHA PUTRI

positif

5.
CUT RANNI ARDAS

positif

6.
CUT RAYYA ARDAS

positif

7.
DJAHIRA EFENDI

positif

8.
ELYANUR

positif

9.
ELYANUR

positif

10.
FARISHA DARA SAKINAH

positif

11.
FIGO FAHREZI

positif

12.
HUMAIRA ALIKA SAMARA

positif

13.
M.DAFFA

positif

14.
M.DIRGA PRATAMA

positif

15.
M.RADIT OFRIYANDA

positif

16.
MIRA AGUSTINA

positif

17.
MUAMMAR KHADAFI

positif

18.
MUHAMMAD BIMA SATRYA

positif

19.
MUHAMMAD RAFIF ABDILLAH

positif

20.
NAZRIL IRHAM

positif

21.
NURMASYITAH PUTRI

positif

22.
NURUL OKTARINA PUTRI

positif

23.
RAJA FAHLEVI

positif

24.
RASYA DINATA

positif

25.
RISKI MAYANG SARI
-

-

alpa

26.
RISQI RAMADHAN

positif

50

media

27.
SITI AISYAH

positif

28.
SUCI

positif

29.
TASYA CANTIKA MIRALDA

positif

30.
TIARA ZALWA

positif

31.
VITA PUTRI FEBRIYANTI

positif

32.
YURA ALMAY SAFIRA

positif

Langsa, 31Oktober 2019

Guru Mata Pelajaran

Rukiah Hairani, S.Pd.

media

LAPORAN BEST PRACTICE

PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN

TAHUN 2021/2022

PEMBELAJARAN TEKS FIKSI DAN NONFIKS MELALUI PENDEKATAN
SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING

PADA SISWA KELAS VII SMP

NEGERI 6 LONG IKIS TAHUN AJARAN 2021/2022

NAMA PESERTA

: ERE YANA ZULFA, S.Pd.

NUPTK

: 2747758660210102

SEKOLAH /TEMPAT TUGAS

: SMP NEGERI 6 LONG IKIS

KABUPATEN/KOTA

: PASER

PROVINSI

: KALIMANTAN TIMUR

TAHUN 2021

LEMBAR PENGESAHAN

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 50

SLIDE