

Untitled Lesson
Presentation
•
Education
•
5th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Ere Z
FREE Resource
50 Slides • 0 Questions
1
LAPORAN BEST PRACTICE
PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN
TAHUN 2021/2022
PEMBELAJARAN TEKS FIKSI DAN NONFIKS MELALUI PENDEKATAN
SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
PADA SISWA KELAS VII SMP
NEGERI 6 LONG IKIS TAHUN AJARAN 2021/2022
NAMA PESERTA
: ERE YANA ZULFA, S.Pd.
NUPTK
: 2747758660210102
SEKOLAH /TEMPAT TUGAS
: SMP NEGERI 6 LONG IKIS
KABUPATEN/KOTA
: PASER
PROVINSI
: KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN
2
Pengembangan dalam bentuk Best Practice berjudul Fiksi dan Nonfiksi (Cerita Imajinasi) Melalui
Pendekatan Saintifik dengan Model Pembelajaran Discovery Learning pada Siswa Kelas VII SMP
Negeri 6 Long Ikis Tahun Ajaran 2021/2022
Nama
: Ere Yana Zulfa, S.Pd.
Asal Sekolah
: SMP Negeri 6 Long Ikis
Telah disetujui dan disahkan pada/oleh
Hari
: Senin
Tanggal
: 2 Desember 2021
Kepala SMP Negeri 6 Long Ikis
Misran, S.Pd., M,Pd
NIP 19661231 198803 1 022
3
BIODATA PENULIS
1. Nama
Ere Yana Zulfa, S.Pd.
2. NIP
-
3. NUPTK
2747758660210102
4. No UKG
201500423049
5. Jabatan
GURU
5. Pangkat / Gol.Ruang
-
6. Tempat / Tanggal Lahir
Barabai, 15 April 1980
7. Jenis Kelamin
PEREMPUAN
8. Agama
ISLAM
9. Pendidikan Terakhir
S-1
10. Unit Kerja
SMP NEGERI 6 Long Ikis
11. Alamat
Jalan Negara KM.82, RT/RW 02,
Kelurahan Long Ikis, Kecamatan
Long Ikis, Kabupaten Paser, Propinsi
Kaltim
Paser, 2 Desember 2021
Penulis
Ere Yana Zulfa, S.Pd.
4
KATA PENGANTAR
Assalammualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
Puji syukur penulis ucapkan kepada Allah SWT yang telah memberikan karunia-Nya sehingga penulis
dapat menyelesaikan laporan best practice ini pada 2 Desember 2021.
Dalam penyusunan best practice penulis banyak menerima bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak.
Oleh karena itu, penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.Kepala Dinas Pendidikan Kota Paser
2.Kepala SMP Negeri 6 Long Ikis yang telah memberi izin, kesempatan, dan kepercayaan kepada
penulis untuk mengadakan pelatihan ini seluas-luasnya,
3.Peserta guru sebagai Guru Sasaran (GS) yang telah memberi bantuan selama proses kegiatan
PKP ini berlangsung sampai dengan terwujudnya laporan best practice ini,
4.Rekan guru di SMP Negeri 6 Long Ikis yang telah memberi bantuan selama proses pelatihan
berlangsung,
5.Keluarga tercinta yang selalu memberi dukungan doa dan memberikan kekuatan dalam setiap
langkah,
6.Semua pihak yang tidak bisa penulis sebutkan satu persatu yang telah memberikan bantuan
berupaapapun dalam menyelesaikan best practice ini.
Penulis menyadari bahwa karya ini masih belum sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang
membangun sangat penulis harapkan demi perbaikan karya ini.
Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh
Langsa, 2 Desember 2021
Penulis
Ere Yana Zulfa, S.Pd.
5
DAFTAR ISI
LEMBAR JUDUL
HALAMAN PENGESAHAN............................................................... ...
i
BIODATA PENULIS ...............................................................................
ii
KATA PENGANTAR.................................................................. ............
iii
DAFTAR ISI...........................................................................................
iv
DAFTAR LAMPIRAN ............................................................................
v
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang Masalah ..........................................................
1
B. Jenis Kegiatan ............................................................. ............
2
C. Manfaat Kegiatan ....................................................................
2
BAB II PELAKSANAAN KEGIATAN
A. Tujuan dan Sasaran...................................................................
3
B. Bahan/Media Kegiatan .............................................................
3
C. Cara Pelaksanaan Kegiatan ......................................................
3
D. Media dan Instrumen ...............................................................
8
E. Waktu dan Tempat Kegiatan......................................................
8
BAB III HASIL KEGIATAN
A. Hasil ............................................................................ ............
9
B. Masalah yang Dihadapi ............................................................
10
C. Cara Mengatasi Masalah..........................................................
10
BAB IV SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A. Simpulan....................... ..........................................................
11
B. Rekomendasi ...........................................................................
11
DAFTAR PUSTAKA ................................................................................
12
LAMPIRAN
6
DAFTAR LAMPIRAN
Lampiran 1
: Foto-foto kegiatan
Lampiran 2
: RPP
Lampiran 3
: Bahan ajar
Lampiran 4
: LKPD
Lampiran 5
: Kisi-kisi soal uraian
Lampiran 6
: Soal, kunci, dan pedoman penyekoran
Lampiran 7
: Lembar observasi proses pembelajaran
7
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang Masalah
Peningkatan kualitas peserta didik salah satunya dilakukan guru yang berfokus pada
peningkatan kualitas pembelajaran di kelas dengan berorientasi pada keterampilan berpikir tingkat
tinggi. Desain peningkatan kualitas pembelajaran ini merupakan upaya peningkatan kualitas peserta
didik yang pada akhirnya meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.
Pengembangan pembelajaran HOTS dilakukan Kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran
(MGMP) SMP yang selama ini dilakukan dalam zonasinya dapat terintegrasi melalui zonasi
pengembangan dan pemberdayaan guru. Zonasi memperhatikan keseimbangan dan keragaman
mutu pendidikan di lingkungan terdekat seperti status akreditasi sekolah, nilai kompetensi guru,
capaian hasil kelulusan siswa atau pertimbangan lainnya.
Pemerintah berharap para peserta didik mencapai beberapa kompetensi dengan penerapan
HOTS atau Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi. Kompetensi tersebut yaitu berpikir kritis, kreatif
dan inovasi, kemampuan berkomunikasi, kemampuan bekerja sama, dan kepercayaan diri.
Salah satu model pembelajaran yang berorientasi HOTS dan disarankan dalam pembelajaran
kurikulum Merdeka adalah model Discovery Learning. Model pembelajaran ini adalah memahami
konsep, arti dan hubungan melalui proses intuitif,untuk akhirnya sampai pada suatu kesimpulan.
Discovery terjadi apabila individu terlibat, terutama dalam penggunaan proses mentalnya,untuk
menemukan beberapa konsep dan prinsip. Discovery dilakukan melalui obsevasi,klasifikasi,
pengukuran,prediksi,penentuan dan inferensi. Proses tersebut disebut cognitive process. Sedangkan
Discovery itu sendiri adalah the mental process of assimilating concepts and principles in the mind
(Robert B. Sun dalam Malik, 2001:219). Setelah melaksanakan pembelajaran dengan Model
Discovery Learning,penulis menemukan bahwa proses dan hasil belajar siswa meningkat. Lebih
bagus dibandingkan pembelajaran sebelumnya. Ketika Model Discovery/InquiryLearning ini
diterapkan pada kelas VII yang lain ternyata proses dan hasil belajar siswa sama baiknya. Oleh
karena itu penulis melaporkan perbaikan pembelajaran tersebut sebagai kegiatan best practice
berjudul “Pembelajaran Fiksi dan Nonfiksi melalui Pendekatan Saintifik dengan Model Discovery
Learning pada Siswa Kelas VII SMP Negeri 6 Long Ikis Tahun Ajaran 2021/2022”.
B.Jenis Kegiatan
Kegiatan yang dilaporkan dalam laporan best practise ini adalah kegiatan pembelajaran di kelas
VII dengan materi Fiksi dan Nonfiksi
C.Manfaat Kegiatan
Penulisanbest practice ini berguna untuk mengajak pendidk meningkatkan kompetensi peserta
didik yang berorientasi HOTS dengan menggunakan pendekatan dan model yang disarankan dalam
kurikulum merdeka.
Semoga kegiatan ini bisa menginspirasi pendidik untuk mengembangkan materi dan
melaksanakan pembelajaran dengan berorientasi pada kemampuan berpikir tingkat tinggi. Berikut
beberapa manfaat PKP bagi peserta didik, pendidik, dan sekolah
8
1.Bagi peserta didik
Peserta didik akan lebih bergairah dan kreatif dalam mengikuti pembelajaran.
Mempermudah peserta didik dalam mengikuti proses pembelajaran.
Terkontrolnya tingkah laku positif peserta didik.
Menciptakan suasana kelas yang kondusif dan dinamis pada proses pembelajaran
berlangsung.
Meningkatkan hasil belajar peserta didik.
2.Bagi pendidik
Memperluas wawasan.
Meningkatkan profesional kerja.
Meningkatkan peran pendidik sebagai fasilisator.
Memberikan motivasi untuk pendidik yang lainnya.
Memperbaiki kinerja pendidik dalarn proses pembelajaran Bahasa Indonesia.
3.Bagi Sekolah
Menerapkan metode yang dilaksanakan terhadap pelajaran yang lain.
Memanfaatkan metode dengan semaksimal mungkin.
Mengembangkan bakat untuk tercapainya visi dan misi sekolah.
9
BAB II
PELAKSANAAN KEGIATAN
A.Tujuan dan Sasaran
Tujuan penulisan best practise ini adalah untuk mendeskripsikan Best Practice penulis dalam
menerapkan pembelajaran berorientasi Higher Order Thiking Skills (HOTS).
Sasaran pelaksanaan best practice ini adalah peserta didik kelas VII-B semester ganjil di SMP
Negeri 6 Long Ikis sebanyak 20 orang.
B.Bahan/Materi Kegiatan
Bahan yang digunakan dalam Best Practice pembelajaran ini adalah materi kelas VII yaitu Fiksi
dan Nonfiksi dengan capaian umum dan capaian per eleman/ Menyimak berikut ini.
Capaian Umum
Pada akhir fase D,Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu
berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi
nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan.
Capaian
perElemen
Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi
dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari
topik aktual yang didengar.
C.Cara Melaksanakan Kegiatan
Cara yang digunakan dalam pelaksanaan Best Practice ini adalah menerapkan pembelajaran teks
narasi ceritaimajinasi melalui pendekatan saintifik dengan model DISCOVERY LEARNING Berikut ini
adalah langkah-langkah pelaksanaan best practice yang telah dilakukan penulis.
I. Analisis Target Capaian Umum dan Capaian Per elemen
Hasil analisis target capaian umum dan capaian per elemensebagai berikut.
Capaian Umum
10
Pada akhir fase D,Peserta didik mampu memahami, mengolah, dan menginterpretasi
informasi paparan tentang topik yang beragam dan karya sastra. Peserta didik mampu
berpartisipasi aktif dalam diskusi, mempresentasikan, dan menanggapi informasi
nonfiksi dan fiksi yang dipaparkan.
Capaian
per
Elemen Menyimak
Peserta didik mampu menganalisis dan memaknai informasi berupa gagasan, pikiran,
perasaan, pandangan, arahan atau pesan yang tepat dari berbagai jenis teks (nonfiksi
dan fiksi) audiovisual dan aural dalam bentuk monolog, dialog, dan gelar wicara.
Peserta didik mampu mengeksplorasi dan mengevaluasi berbagai informasi dari
topik aktual yang didengar.
II. Pemilihan Model Pembelajaran
Model pembelajaran yang dipilih adalah discovery learning
III. Penyusunan Perangkat Pembelajaran
Berdasarkan langkah kerja 1 hingga 2 di atas, kemudian disusun perangkat pembelajaran
meliputi RPP,bahan ajar, LKS, dan
instrumen penilaian. RPP disusun dengan
mengintegrasikan kegiatan literasi, penguatan pendidikan karakter (PPK), dan kecakapan abad
21.
KEGIATAN PEMBELAJARAN 1
Menemukan Ide Pokok dan Ide Penjelas Buku Nonfiksi
Kegiatan Pendahuluan (10 menit)
1.Guru menyampaikan salam kepada peserta didik.
2.Guru dan peserta didik berdoa bersama sebelum memulai pembelajaran.
3.Guru mengecek kehadiran peserta didik dan mulai mengondisikan suasana belajar.
4.Guru menyampaikan tujuan pembelajaran dan manfaat materi pembelajaran
untuk kehidupan sehari-hari.
Kegiatan Inti (65 menit)
Metode pembelajaran yang digunakan dalam pembelajaran ini adalah diskusi
kelompok (jigsaw).
1.Guru memberikan pertanyaan pemantik sebelum memulai pembelajaran
untuk mengetahui sejauh mana peserta didik mampu memahami materi
pembelajaran. Menurutmu apa perbedaan buku fiksi dengan buku nonfiksi?
Apakah buku fiksi atau nonfiksi memiliki ide pokok dan ide penjelas di dalamnya?
2.Guru membagi peserta didik menjadi empat kelompok heterogen dan setiap
kelompok harus menentukan ketua kelompok untuk memimpin jalannya diskusi
3.Guru menyediakan dua buku nonfiksi. Misalnya buku nonfiksi yang berjudul
“Solo Bercerita: Batik” karya Yuliyanti terbitan CV. Media Karya Putra yang
11
dapat diakses di https://ipusnas.id/ atau aplikasi IPusnas;
“Tak Kenal Maka Tak Semarang : Wisata Sejarah” karya Intan Novela Setya
Monikasari terbitan CV. Media Karya Putra yang dapat diakses di
https://ipusnas.id/ atau aplikasi Ipusnas;
3.Guru membagi dua buku nonfiksi tersebut ke empat kelompok yang sudah
dibentuk. Setiap dua kelompok mendapat dua judul buku yang sama.
4.Apabila setiap kelompok sudah mendapatkan buku nonfiksi, ketua kelompok
membacakan salah satu bab yang terdapat dalam buku. Sedangkan anggota yang
lain bertugas menyimak teks yang dibacakan oleh ketua kelompok.
5.Setelah ketua kelompok selesai membaca buku, peserta didik bersama
kelompoknya menganalisis ide pokok dan ide penjelas yang terdapat dalam buku
tersebut. Analisis dilakukan hingga mereka menemukan simpulan bacaan.
6.Setiap kelompok yang sudah menganalisis ide pokok dan ide penjelas dari
bacaan, kemudian bertukar pendapat (diskusi) dengan kelompok lain yang
mendapat judul buku sama.
7.Kelompok satu dengan kelompok yang lain berdiskusi tentang ide pokok dan ide
penjelas yang sudah dianalisis kelompoknya. Mereka saling menanggapi hasil
analisis kelompok lain.
8.Selesai berdiskusi dengan kelompok lain, setiap kelompok mempresentasikan
hasil diskusinya di depan kelas.
9.Guru menilai hasil presentasi setiap kelompok. (Rubrik penilaian ada di lampiran)
10.Apabila semua kelompok sudah presentasi, guru menyampaikan pembahasan dan
hasil analisis.
11.Peserta didik kembali ke bangku masing-masing.
Penutup (5 menit)
1.Guru mengajak peserta didik untuk menyimpulkan hasil pembelajaran
dengan menyebutkan poin-poin utama yang dipelajari.
2.Guru menanyakan kepada peserta didik, terkait hal-hal yang belum dipahami.
3.Guru menginformasikan kepada peserta didik bahwa pertemuan berikutnya
akan mempelajari tentang unsur-unsur dalam buku.
Guru menutup pertemuan dengan memberi motivasi belajar kepada peserta didik dan
Penilaian sikap, observasi selama mengikuti kegiatan pembelajaran
Penilaian pengetahuan (penugasan, teslisan dan tertulis)
Penilaian keterampilan (unjukkerja, diskusi, presentasi)
LAMPIRAN LEMBAR KERJA PESERTA
DIDIK ASESMEN FORMATIF KEGIATAN 1
Mempresentasikan hasil diskusi kelompok tentang ide pokok dan ide penjelas yang terdapat
dalam buku nonfiksi.
Nama kelompok
: ......................................
Nama sekolah
: ......................................
Kelas/semester
: ......................................
12
Materi
: Presentasi hasil diskusi kelompok
Materi
Bentuk tes
Indikator Pembelajaran
Ide pokok
dan ide
penjelas
dalam buku
nonfiksi.
Lisan
presentasi
kelompok
1.Mempresentasikan ide pokok yang
terdapat dalam bacaan buku nonfiksi.
2.Mempresentasikan ide penjelas
yang terdapat dalam bacaan buku
nonfiksi.
Pedoman Penskoran
Berikut adalah pedoman penskoran presentasi kelompok. Penskoran dilakukan dengan
memerhatikan penampilan kelompok secara keseluruhan dan kontribusi setiap anggotanya.
Aspek
Sangat baik
Bai
k
Cukup
Baik
Perlu
Bimbing
an
Skor
4
3
2
1
Anggota
Presentasi
sangat
Presentasi
cukup
Presentasi
tidak
Presentasi
terorganisasi
dan
terorganisasi
dan
diatur dengan sama sekali
sangat mudah
mudah diikuti.
jelas.
tidak
diikuti. Transisi Transisi
mungkin
Transisi antar terorganisasi.
antar anggota
sedikit terputus anggota
Transisi antar
kelompok
tetapi tidak
terlihat
anggaota
terencana
dengan
mengambil
canggung.
kelompok
baik dan
banyak waktu
tampak
buruk.
dilaksanakan
dari
keseluruhan
Presentasi
dengan rapi.
presentasi.
kurang teratur
dan sangat
sulit
diikuti.
Kerja sama
Kerja sama
Kerja sama
Komunikasi Kerja sama
kelompok
kelompok
kelompok
kelompok
tidak
berlangsung
berlangsung
relatif baikberlangsung
sangat baik satu baik satu sama
dengan baik.
sama lain dan
presentasi
lain dan
berkomunikasi
dengan
Ada
miskomunik
asi
dibagikan
secara
dengan baik.
beberapa
yang jelas dan
merata
Beberapa
penyimpanga
n
penyimpanga
n
di antara
anggota
anggota
dalam
dalam
kelompok.
berpartisipasi
presentasi;
presentasi.
sedikit lebih
beberapa
banyak
daripada
anggota
13
yang
mendominas
i
lain.
presentasi dan
yang lain
tidak
banyak
berpartisipas
i.
Pengetahuan Anggota
Sebagian besar Anggota
Anggota
kelompok
anggota
kelompok
kelompok
memiliki
kelompok
hanyamemili
ki
hanyamemili
ki
pengetahuan
memiliki
pemahaman sedikit atau
materi yang
pemahaman
yang sedikit
bahkan tidak
sangat
yang kuat
tentang
ada
kuat dan materi tentangmateri. materi.
pemahaman
tersebut
Sedikit elemen Beberapa
tentangmater
i
disampaikan
materi yang
kesalahan
yang
secara
hilang ataudibuat
dibahasdala
m
menyeluruh.
mengandung
selama
presentasi.
Tidak ada
kesalahan kecil. presentasi.
kesalahan yang
dilakukan
sehubungan
dengan
pengetahuan
materi.
Media
Media yangMediayang
Mediayang
Tidak
digunakan
efektif
digunakan agak digunakan
menggunaka
n
selama
efektif
tidak
media sama
presentasi.
tetapi tidak
mendukung
sekali.
Anggota
digunakan
secara
presentasi
kelompok
konsisten
selama
verbal. Media
menggunakan presentasi.
tersebut
media tersebut
kekurangan
sebagai
informasi,
atau
suplemen,
bukan
anggota
sebagai
kelompok
penopang.
hanya
membaca
media
tersebut.
NILAI AKHIR =
Skor yang diperoleh X 100 : 16
14
ASESMEN FORMATIF KEGIATAN 2
Menganalisis unsur-unsur yang terdapat dalam buku fiksi secara kelompok.
Nama kelompok
: ......................................
Kelas/semester
: ......................................
Nama sekolah
: ......................................
Materi
: Menganalisis unsur instrinsik dan
ekstrinsik Petunjuk Pengerjaan:
1.Simaklah bacaan yang berkaitan dengan Aji Batara Agung dengan Putri Karang Melenu,
cerita dari Kalimantan Timur.
2.Kemudian, telaahlah unsur instrinsik maupun ekstrinsik bacaan tersebut.
3.Tuliskan unsur tersebut dalam tabel di bawah ini
Unsur
Instrins
ik
Jawaban
Bukti Pendukung
tema
..............................
......
....................................
alur
..............................
......
....................................
sudut
pandang
..............................
......
....................................
latar
..............................
......
....................................
tokoh
..............................
......
....................................
amanat
..............................
......
....................................
Unsur
Ekstrins
ik
Jawaban
Bukti Pendukung
bahasa
..............................
......
..............................
......
latar
belakang
pengarang
..............................
......
..............................
......
nilai-nilai
yang
dipelajari
..............................
......
..............................
......
15
D.Media pembelajaran yang digunakan dalam best practiceini adalah video “tentang Fiksi” serta
video “Nonfiksi” serta lembar kerja peserta didk (LKPD).Instrumen yang digunakan dalam praktik
ini ada dua macam yaitu instrumen untuk mengamati proses pembelajaran berupa lembar observasi
dan instrumen untuk melihat hasil belajar peserta didik dengan menggunakan tes tulis uraian
singkat.
E.Waktu dan Tempat Kegiatan
Praktik ini dilaksanakan pada tanggal 23 Nopember 2021 bertempat di SMP Negeri 6 Long Ikis.
16
BAB III
HASIL KEGIATAN
A.Hasil
Hasil yang dapat diilaporkan dari praktik ini diuraikan sebagai berikut.
1.Proses pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran discovery
learning berlangsung aktif. Peserta didik menjadi lebih aktif merespon pertanyaan dari
pendidik, termasuk mengajukan pertanyaan pada pendidik maupun temannya. Aktivitas
pembelajaran yang dirancang sesuai sintak discovery learning mengharuskan peserta didik aktif
selama proses pembelajaran.
2.Pembelajaran yang dilakukan dengan menerapkan model pembelajaran meningkatkan
kemampuan peserta didik dalam melakukan transfer knowledge.
3.Penerapan model pembelajaran discovery learning meningkatkan kemampuan siswa untuk
berpikir kritis. Hal ini dapat dilihat dari tingkat partisipasi peserta didik untuk bertanya dan
menanggapi topik yang dibahas dalam pembelajaran.
Dalam pembelajaran sebelumnya yang dilakukan penulis tanpa berorientasi HOTS suasana kelas
cenderung sepi dan tidak aktif. Peserta didik cenderung bekerja sendiri-sendiri untuk berlomba
menyelesaikan tugas yang diberikan pendidik. Fokus pendidik adalah bagaimana peserta didik
dapat menyelesaikan soal yang disajikan, kurang peduli pada proses berpikir siswa. Tak hanya
itu, materi pembelajaran yang selama ini selalu disajikan dengan pola deduktif (diawali dengan
ceramah teori tentang materi yang dipelajari, pemberian tugas, dan pembahasan), membuat
peserta didik cenderung menghapalkan dan mengulang apa yang sudah dikatakan pendidik.
Pengetahuan yang diperoleh peserta didik adalah apa yang diajarkan oleh pendidik.Berbeda
kondisinya dengan praktik pembelajaran berorientasi HOTS dengan menerapkan discovery
learning ini.
4.Penerapan model pembelajaran discoveri learning juga meningkatkan kemampuan siswa dalam
memecahkan masalah (problem solving).
B.Masalah yang Dihadapi
Masalah yang dihadapi terutama adalah siswa belum terbiasa siswa belajar dengan model
discovery learningAgar siswa terbiasa dengan Cooperative learning maka guru akan menyajikan
17
pembelajaran dengan menggunakan discovery learning dan juga akan berusaha menggunakan
model pembelajaran lainnya yang disarankan dalam kurikulum Merdeka.
18
BAB IV
SIMPULAN DAN REKOMENDASI
A.Simpulan
Berdasarkan uraian di atas dapat ditarik kesimpulan sebagai berikut.
1.Pembelajaran bahasa Indonesia tentang teks narasi cerita imajinasidengan model pembelajaran
discovery learning layak dijadikan best practice pembelajaran berorientasi HOTS karena dapat
meningkatkan kemampuan siswa dalam melakukan transfer pengetahuan, berpikir kritis, dan
pemecahan masalah.
2.Dengan penyusunan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara sistematis dan cermat,
pembelajaran dengan model pembelajaran discovery learning yang dilaksanakan tidak sekadar
berorientasi HOTS, tetapi juga mengintegrasikan PPK, literasi, dan kecakapan abad 21.
B.Rekomendasi
Berdasarkan hasil best practice pembelajaran teks narasi cerita imajinasi dengan model
pembelajaran discovery learning, berikut disampaikan rekomendasi yang relevan.
1.Pendidik seharusnya tidak hanya mengajar dengan mengacu pada buku siswa dan buku guru
serta tema yang telah disediakan, tetapi berani melakukan inovasi pembelajaran yang
kontekstual sesuai dengan latar belakang peserta didik dan situasi dan kondisi sekolahnya. Hal
ini akan membuat pembelajaran lebih bermakna.
2.Peserta didik diharapkan untuk menerapkan kemampuan berpikir tingkat tinggi dalam belajar,
tidak terbatas pada hafalan teori. Kemampuan belajar dengan cara ini akan membantu peserta
didik menguasai materi secara lebih mendalam dan lebih tahan lama (tidak mudah lupa).
3.Sekolah, terutama kepala sekolah dapat mendorong guru lain untuk ikut melaksanakan
pembelajaran berorientasi HOTS. Dukungan positif sekolah, seperti penyediaan sarana dan
prasarana yang memadai dan kesempatan bagi penulis untuk mendesiminasikan best practice ini
akan menambah wawasan pendidk lain tentang pembelajaran HOTS.
19
DAFTAR PUSTAKA
Analisa Tempo, dan Pusat Data. 2021. Keragaman Hayati Papua. Jakarta : Tempo Publishing.
Belajar plus, tim. 2021. Bahasa Indonesia untuk SMP/Mts kelas VII Semester 2. Surakarta : PT.
Merdeka Belajar Plus.
20
21
22
23
24
Lampiran 1 : Foto Kegiatan
Foto Kegiatan Pendahuluan
25
Foto Kegiatan Inti
26
Foto Kegiatan Penutup
27
Lampiran 2 : RPP
Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP)
Satuan Pendidikan
: SMP Negeri 5 Langsa
Mata Pelajaran
: Bahasa Indonesia
Kelas/ Semester
: VII/Ganjil
Materi Pokok
: Menelaah SrukturCerita Imajinasi
Alokasi Waktu
: 2 x 40 menit
A.Kompetensi Inti (KI)
KI.1 Menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI.2 Menunjukkan perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi, gotong royong),
santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam
dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya.
KI. 3 Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya
tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak
mata.
KI. 4 Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang
sama dalam sudut pandang/teori.
B.Kompetensi Dasar (KD), Indikator Pencapaian Kompetensi
No
KOMPETENSI DASAR
INDIKATOR PENCAPAIAN KOMPETENSI
1.
Kompetensi Pengetahuan
3.4 Menelaah struktur dan
kebahasaan teks narasi
(cerita imajinasi) yang
dibaca dan didengar
3.4.1 Menentukan struktur teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca
dan didengar
3.4.2 Menentukan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi)
3.4.3 Menelaah struktur dan kebahasaan teks narasi(cerita
imajinasi) yang dibaca dan didengar
3.4.5 Membandingkan struktur teks narasi (cerita imajinasi)
yangdibaca dan didengar
3.4.6 Membandingkan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi)
yang dibaca dan didengar
2.
Kompetensi Keterampilan
4.4 Menyajikan gagasan
kreatif dalam bentuk cerita
imajinasi secara lisan dan
tulis denganmemperhatikan
struktur,
penggunaan bahasa, atau
aspek lisan.
4.4.1 Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi
secara lisan dan tulis denga memperhatikan struktur
4.4.2 Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi
secara lisan dan tulis dengan memperhatikan penggunaan
bahasa
4.4.3 Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi
secara lisan dan tulis dengan memperhatikan aspek lisan
4.4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita
imajinasisecara lisan dan tulis denganmemperhatikan
struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan
28
4.4.5Memproduksi gagasan kreatif dalam bentuk cerita
imajinasisecara lisan dan tulis dengan memperhatikan
struktur
4.9.6 Memproduksi gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi
ecara lisan dan tulis dengan memperhatikan penggunaan
bahasa
C.Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti serangkaian kegiatan pembelajaran peserta didik mampu
1.menentukan struktur dan kebahasaan teks narasi (cerita imajinasi);
2.menelaah struktur teks deskripsi objek tempat wisata yang didengar dan dibaca;
3.menelaah kebahasaan teks deskripsi objek tempat wisata yang didengar dan dibaca;
4.merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi secara lisan dan tulis denga
memperhatikan struktur dan kebahasaan;
5.menyajikan
gagasan
kreatif
dalam
bentuk
cerita
imajinasisecara
lisan
dan tulis
denganmemperhatikan struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan;
dengan tepat disertai rasa ingin tahu dan tanggung jawab.
D.Materi Pembelajaran
1.Struktur teks narasi cerita imajinasi
a.Orientasi
b.Komplikasi
c.Resolusi
2.Kebahasaan teks deskripsi
1)penggunaan kata ganti
2)penggunaan kata yang berhubungan dengan pancaindra untuk mendeskripsikan latar tempat,
waktu, dan suasana
3)penggunaan pilihan kata bermakna kias dan khusus
4)penggunaan kata sambung penanda urutan waktu
5)penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan
6)penggunaan dialog atau kalimat langsung dalam cerita.
E.Metode Pembelajaran
1.Model : Discovery Learning
2.Metode : diskusi, tanya jawab, presentasi
F.Media Pembelajaran
1.Media
a.Teks narasi cerita imajinasi
b.Lembar kerja siswa
c.Tayangan video
2.Alat/Bahan
a.Kertas plano
b.Kertas warna
c.Lem/perekat kertas
29
d. Spidol/pulpen
e.Laptop
G.Sumber belajar
1.Kemdikbud. 2014. Bahasa dan Sastra Indonesia Untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Pusat
Kurikulum dan Perbukuan, Balitbang, Kemdikbud.
2.Wahono, dkk. 2016. Marbi Mahir Berbahasa Indonesia untuk SMP/MTs Kelas VII. Jakarta:
Erlangga
3.Video Angsa Telur Emas dan Seorang Petani (https://www.youtube.com/watch?v=-udN3wh08Q8
4.Teks Elisa dan Tiga Butir Jagung Emas (https://thegorbalsla.com/contoh-cerita-fantasi/
5.Teks Jaka Gledek(Sumber:https://brainly.co.id/tugas/7446436)
H.Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran
TAHAP
PEMBELAJARAN
KEGIATAN PEMBELAJARAN
ALOKASI
WAKTU
A.Kegiatan Pendahuluan
Pendahuluan
(persiapan/orientasi)
1.Pendidik memberikan salam
2.Peserta didik bersiap dan berdoa dipimpin ketua kelas
3.Peserta didik dengan semangat menyanyikan lagu kebangsaan
Indonesia Raya (saat jam pertama)
4.Pendidik mengecek kehadiran peserta didik
10’
Apersepsi
1.Pendidikmengaitkan materi pembelajaran yang akan dipelajari dengan
pengalaman peserta didik dan materi sebelumnya.
Motivasi
1. Peserta didik mendapat informasi dari pendidik mengenai KD, tujuan
pembelajaran, dan teknik penilaian
2. Pendidik memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari
pelajaran yang akan dipelajari dalam kehidupan sehari-hari.
3. Pendidik membimbing siswa membentuk kelompok belajar.
4. Pendidik menjelaskan mekanisme pelaksanaan belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran
B.Kegiatan Inti
Sintak Model
Pembelajaran 1
Stimulation
(Pemberian
Rangsangan)
1.Peserta didik dengan santun menyaksikan video cerita imajinasi Angsa
Telur
Emas
dan
Seorang
Petani
(https://www.youtube.com/watch?v=-udN3wh08Q8)
ataumembaca teks cerita imajinasi yang berjudul Elisa dan Tiga
Butir
Jagung
Emas
(https://thegorbalsla.com/contoh-cerita-
fantasi/)
2. Peserta didik melakukan curah pendapat untuk menggali pengetahuan
mereka berkaitan dengan teks yang telah dibaca
3. Peserta didik merespons pertanyaan-pertanyaan membangun konteks
berkaitan dengan teks
a. Apa yang kalian lihat pada tayangan tersebut?
b. Hal ajaib apa yang terjadi dalam cerita?
60’
30
c. Bagaimana awal cerita, cerita tersebut?
d. Masalah apa yang dihadapi tokoh dalam cerita?
e. Bagaimana akhir cerita, cerita tersebut?
f. Apakah setiap teks memiliki struktur teks?
Sintak Model
Pembelajaran 2
Problem Statement
(Identifikasi Masalah)
1. Peserta didik membaca potongan-potongan cerita imajinasi yang
dibagikan pendidik dengan tekun.(Jaka Gledek, Sumber: -
https://brainly.co.id/tugas/7446436#readmore)
2. Peserta didik secara berkelompok menyusun pertanyaan terkait dengan
teks cerita imajinasi.
3. Secara berkelompok peserta didik menerima format susunan cerita dan
struktur cerita imajinasi.
4. Pendidik melakukan pengamatan terhadap aktivitas peserta didik
Sintak Model
Pembelajaran 3
Data collection
(Pengumpulan Data)
Secara berkelompok peserta didik:
1.Peserta didik menyusun potongan cerita imajinasi
2.Peserta didik menelaah struktur teks imajinasi
Sintak Model
Pembelajaran 4
Data processing
(Pengolahan Data)
1.Peserta didik dengan penuh tanggung jawab secara berkelompok
mendiskusikan hasil menyusun cerita imajinasi yang masih acak
2.Peserta didik secara berkelompok mendiskusikan hasil telaah struktur
cerita imajinasi
Sintak Model
Pembelajaran 5
Verification
(Pembuktian)
1.Dengan santun peserta didik bertukar hasil kerja kelompok dengan
kelompok lain.
2.Setiap kelompok memberikan hasil penilaian dengan memberikan
komentar di kertas post it.
3.Peserta didik dalam kelompok membaca hasil penilaian kelompok lain
yang tertera di kertas post it.
4.Perwakilan kelompok membacakan hasil kerja kelompoknya di depan
kelas.
5.Setiap kelompok menempelkan hasil diskusi pada tempat pajangan
yang disediakan dengan rapi.
Sintak Model
Pembelajaran 6
Generalization
(Menarik
Kesimpulan)
1.Dengan menggunakan bahasa yang santun, peserta didik dan pendidik
secara bersama-sama menyimpulkan pembelajaran tentang struktur
teks imajinasi.
2.Peserta didik mengerjakan soal evaluasi pembelajaran yang diberikan
oleh pendidik untuk mengukur ketercapaian tujuan pembelajaran.
C.Kegiatan Penutup
1. Peserta didik bersama pendidik menyimpulkan pembelajaran tentang menelaah struktur
cerita imajinasi dengan percaya diri.
2. Peserta didik dan pendidik melakukan refleksi terhadap pembelajaran yang telah dilakukan.
3. Pendidik menyampaikan tugas membaca materi untuk pertemuan selanjutnya yaitu
menyajikan cerita imajinasi.
4. Peserta didik dan pendidik mengakhiri kegiatan pelajaran dengan mengucapkan hamdallah
dan salam
10’
31
I.Penilaian
Aspek Kompetensi
Teknik
Penilaian
Bentuk
Penilaian
Sikap
Observasi
Format Jurnal
Pengetahuan
Tes
Uraian
Keterampilan
Kinerja
Rubrik Praktik
Mengetahui,
Langsa, Oktober 2019
Kepala SMP Negeri 5 Langsa
Guru Mata Pelajaran
Amiruddin, S.Pd.
Rukiah Hairani, S.Pd.
NIP 19661231 198803 1 022 NIP 19850313 201003 2 002
32
Lampiran 3 :Bahan Ajar
1. Pengertian Cerita Imajinasi
Teks cerita imajinasi adalah teks yang termasuk teks narasi. Teks narasidapat diartikan teks yang
mengisahkan suatu kejadian atau peristiwa. Teks imajinasi mengisahkan sebuah cerita tentang hasil
rekaan dan khayalan dari seorang penulis.
Cerita imajinasi bisa dikatakan juga sebagai cerita fantasi ialah bahan tertulis yang berbentuk
karangan atau tulisan untuk menuturkan, menggambarkan, atau membayangkan berbagai perbuatan,
pengalaman, dan kejadian berupa angan-angan, khayalan, imajinasi, atau rekaan belaka.
Oleh sebab itu, ceria imajinasi dapat mengisahkan tentang zaman dahulu dan zaman sekarang.
Cerita yang dikategorikan seperti fabel, dongeng, legenda, mitos, dan atau cerita rakyat termasuk ke
dalam teks cerita imajinasi. Namun, terdapat perbedaannya. Cerita rakyat, legenda, dan mitos termasuk
cerita imajinasi, nanum cerita imajinasi tidak selamanya termasuk cerita rakyat, legenda, dan mitos.
Misalnya cerita Sangkuriang dan cerita Berlibur ke Bulan Bersama Ibutentu ada perbedaan.Meskipun
keduanya melibatkan daya imajinasi namun cerita Sangkuriang melibatkanfakta yang terjadi dengan latar
tempat di daerah Jawa Barat. SedangkanBerlibur ke Bulan Bersama Ibu sepenuhnya dihasilkan melalui
rekaan,imajinasi, dan pembayangan penulis tentang aktivitasnya bersama ibudengan pergi ke bulan. Suatu
tempat yang mustahil untuk dicapai olehseorang anak. Ataupun cerita yang berhubungan dengan tokoh-
tokoh hewanyang bisa berbicara, benda-benda mati yang dapat terbang.
2. Unsur-unsur Cerita Imajinasi
Unsur-unsur cerita imajinasi meliputi
a.Adanya keajaiban, keanehan, atau kemisteriusan
Dalam hal ini, penulis menciptakan sesuatu yangberbeda dengan jenis cerita lain dengan
menghadirkan dunia imajinatifmisalnya dunia air untuk mendukung cerita dari Putri Duyung.
Ataumemunculkan keajaiban tokoh misalnya Fino si putri Belanda yang dapatmengubah dirinya
menjadi burung gagak.
b.Ide cerita
Ide cerita terbukaterhadap daya hayal penulis, tidak dibatasi olehrealitas atau kehidupannyata. Ide
juga berupa irisan dunia nyata dandunia khayali yang diciptakanpengarang. Ide cerita terkadang
bersifatsederhana tapi mampu menitipkanpesan yang menarik. Tema ceritafantasi adalah majic,
supernatural ataufuturistik.
Contoh pertempurankomodo dengan siluman serigala untukmempertahankan tanahleluhurnya,
petualangan di balik pohon kenari yangmelemparkan tokohke zaman Belanda, zaman Jepang,
kegelapan karenatumbukan meteor,kehidupan saling cuek dalam dunia teknologi canggih
pada100 tahun mendatang.
c.Menggunakan berbagai latar (lintas ruang dan waktu)
Peristiwa yang dialami oleh tokoh terjadi pada dua latar yaitu lataryang masih ada dalam
kehidupan nyata dan latar yang tidak ada dikehidupan nyata. Misalnya, tokoh Nono bisa
mengalami kejadian padabeberapa latar (latar waktu liburan di Wligi, latar zaman Belanda,
33
dansebagainya). Jalinan peristiwa pada cerita fantasi berpindah-pindah dariberbagai latar yang
melintasi ruang dan waktu.
d.Tokoh unik (memiliki kesaktian)
Tokoh dalam cerita fantasi bisa diberi watak dan ciri yang unikyang tidak ada dalam kehidupan
sehari-hari. Selain itu, tokohnya juga mengalami peristiwa misterius yangtidakterjadi pada
kehidupan sehari-hari. Tokoh mengalami kejadiandalamberbagai latar waktu. Tokoh dapat ada
pada setting waktu dantempatyang berbeda zaman (bisa waktu lampau atau waktu yang akan
datang/futuristik).
e.Bahasa
Penggunaan sinonim dengan emosi yangkuat dan variasi kata cukupmenonjol. Bahasa yang
digunakan variatif,ekspresif, dan menggunakanragam percakapan (bukan bahasa formal).
3. Struktur Cerita Imajinasi
Struktur teks cerita imajinasi memiliki struktur yang hampir samadengan struktur teks lain di
antaranya orientasi, komplikasi, dan resolusi.
1)Orientasi, dapat dipahami sebagai pengenalan bagian dalam cerita meliputi latar, tokoh, tema, dan
sedikit alur kepada pembaca.
Contoh: Tiga rumah bergaya kerucut menyambutmataku. Ketika aku memandanginya satu
persatu, ternyata rumahitu memilikimodel yang sama. Hanya satu hal yangmembedakan ketiga
rumah itu. Warnapintunya. Setiappintu mengikuti gradasi warna seperti yang kulihat
dicuctomcalor laptopku.
2)Komplikasi, dapat dipahami sebagai konflik ataupermasalahan yang dimulai dari awal hingga
puncak permasalahan.
Contoh: Laut yang tadinya tenang dan berwarna biru mudakehijauanbergelombang berbuih.
Gerakan air itumenandakan sedang ada yang terjadi didunia samudera. Aku harus memeriksa
apa yang terjadi. Aku tak inginmelihatwarga bumi terluka karena pertempuran samudera.
3)Resolusi, dapat dipahami sebagai penyelesaian suatu masalah dalamcerita. Resolusi merupakan
bagian penentu yang akan mengarah pada akhircerita apakah berakhir dengan kebahagiaan atau
kesedihan.
Contoh:Setelah saya menyebutkan semua perilaku baik yangpernah saya lakukan,pintu terbuka.
Dan tanpa kuduga sayasudah berada di depan meja belajarku. Akhirnya, Doni bisa kembali ke
dunia asalnya.
4. Kebahasaan Cerita Imajinasi
Teks cerita imajinasi memiliki ciri kebahasaan sebagai pembedadengan teks lainnya, yaitu sebagai
berikut.
1)Penggunaan kata ganti
Pergantian nama orang sebagai sudut pandang penceritaan misalnya aku,dia, mereka, Afiza, Delia.
2)Penggunaan kata yang berhubungan dengan pancaindra untukmendeskripsikan latar tempat,
waktu, dan suasana. Misalnya padakalimat berikut.
34
a)Tiga rumah bergaya kerucut menyambut mataku. Emas dan berlian bertaburan di dinding
rumah itu.
b)Laboratorium berantakan. Semua peralatan pecah. Aneh hanya laptopku yang masih
menyala.
c)Setetes air mata pun jatuh dari wajah Sang Ratu. Tak sepatah kata pun terdengar dari
bibirnya. Kamar yang megah ini terasa sunyi dan penuhkesedihan.
d)Tengah malam tak ada bintang di langit itu. Mendung hitam tampakmenggumpal. Lolongan
anjing bersahut-sahutan menyambut malamyang semakin larut.
3)Penggunaan pilihan kata bermakna kias dan khusus
Misalnya Alien itu berhidung mancung. Dengan hidungnya yang menjulang ia mengendus
sekeliling.
4)Penggunaan kata sambung penanda urutan waktu
Contoh:
a)Tiga tahun kemudian, Bani telah sampai di P ulau Mutiara dan bertemudengan Rani.
b)Akhirnya, ia saling bertemu di Kota Semarang
5)Penggunaan kata atau ungkapan keterkejutan
Contoh:
a)Tiba-tiba, burung gagak jatuh dari langit
b)Tanpa diduga bencana gempa bumi melanda benua Eropa
35
Teks cerita
JAKA GLEDEK
Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari rahim
seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga yang mengetahui
bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat pada tengah
malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar rumah perempuan itu dan menyebabkan
rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan
keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka
Gledek untuk mengenang peristiwa petir yang menyambar rumahnya.
Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar, membuat
teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal terhadap api. Karena
kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat membenci Jaka
Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama para warga
mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila
kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.
Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga ketakutan rumah mereka akan
disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT yang akhirnya
terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi ternyata, anak Pak RT
tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya terkunci. Ia tidak sempat
menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa anak Pak RT yang masih berada di rumah,
segera menuju ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah
yang terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya. Para warga merasa
lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.
Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka
bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek
mempunyai pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang
dengan kekuatan supernya itu.
36
Lampiran 4 : LKPD
Lembar Kerja Peserta Didik
Materi: Menelaah struktur teks narasi cerita imajinasi
Kompetensi Dasar
3.4Menelaah struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar
Indikator
1.Menentukan struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar
2.Menjelaskan struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar
3.Menelaah struktur dankebahasaan teks narasi (cerita imajinasi) yangdibaca dan didengar
Petunjuk Pengerjaan
1.Perhatikan LK yang diberikan dengan saksama!
2.Bukalah amplop pertama dan tuang isinya!
3.Perhatikan potongan-potongan cerita yang ada!
4.Susunlah cerita tersebut pada format yang sudah dibagikan!
5.Jika sudah selesai tempel di kertas plano!
6.Buka amplop kedua, lalu tuang kembali isinya!
7.Perhatikan kembali potongan-potongan cerita yang ada!
8.Telaahlah struktur teks potongan-potongan cerita tersebut, kerjakan pada format yang telah
dibagikan!
9.Jika sudah selesai tempel di kertas plano lagi!
10.Kerjakanlah LK dalam kelompokmu dengan santun dan penuh tanggung jawab!
37
Perhatikanpotongan-potongan cerita berikut ini!
Catatan: Potongan-potongan ini cerita dimasukkan ke dalam amplop
Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga ketakutan rumah mereka
akan disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT
yang akhirnya terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi
ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya terkunci.
Ia tidak sempat menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa anak Pak RT yang
masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT.
Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan
menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak
RT.
Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar,
membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal
terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga
yang sangat membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka
Gledek. Pak RT bersama para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka
sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.
Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka
bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek mempunyai
pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya seharusnya
tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang dengan
kekuatan supernya itu.
Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari
rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga
yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang
melanda. Tepat pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar
rumah perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara
ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan
diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang peristiwa petir
yang menyambar rumahnya.
Setelah memperhatikan potongan cerita tersebut, jawablah pertanyaan berikut ini!
1.Susunlah potongan cerita imajinasi yang masih acak tersebut agar menjadi cerita yang utuh dan
benar!
2.Telaah atau analislah struktur cerita imajinasi tersebut!
38
Kelompok
:
Kelas :
Nama Siswa
: 1.
Tanggal :
2.
3.
4.
Susunan Cerita
39
Telaah Struktur Cerita
No.
Struktur
Isi Teks
1.
2.
3.
40
Lembar Kerja Peserta Didik
Materi: Menyajikan gagasan kreatifdalam bentuk cerita imajinasi
Kompetensi Dasar
4. 4.4 Menyajikan gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi secara lisan dan tulis dengan
memperhatikan struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan.
Indikator
1.Merancang gagasan kreatif dalam bentuk cerita imajinasi secara lisan dan tulis denga
memperhatikan struktur, unsur kebahasaan, dan aspek lisan.
2.Menyajikan
gagasan
kreatifdalam
bentuk
cerita
imajinasisecara
lisan
dan
tulis
denganmemperhatikan struktur, penggunaan bahasa, atau aspek lisan.
Petunjuk Pengerjaan
1.Perhatikan LK yang diberikan!
2.Kerjakan secara mandiri dan penuh tanggung jawab!
3.Jika telah selesai tukarkanlah hasil kerjamu dengan teman yang ada didekatmu!
4.Perbaikilah tulisanmu sesuai dengan saran dan komentar yang tepat untuk tulisanmu!
5.Kumpul atau presentasikanlah tugasmu tersebut!
Pertanyaan
1.Bacalah teks cerita imajinasi yang terdapat di internet, buku, atau surat kabar. Kemudian, buatlah
rancangan dari teks tersebut denganmemperhatikan struktur dan penggunaan bahasanya.
2.Setelah kalian mampu merancang sebuah cerita imajinasi, sajikanlah di depan temanmu secara
berkelompok secara bergiliran dengan memperhatikan struktur, penggunaan bahasa, dan aspek lisan!
Setiap kelompok terdiri dari 4 orang.
41
Kelompok
:
Kelas :
Nama Siswa
: 1.
Tanggal :
2.
3.
4.
Rancangan Cerita
Judul
Cerita
...................................................................................
No.
Struktur teks
Isi Teks
1.
2.
3.
No.
Unsur
Kebahasaan
Isi Teks
1.
2.
3.
4.
dst.
42
Lampiran 5 : Kisi-kisi Soal Uraian
Kisi-Kisi Penulisan Soal
No.
Kompetensi
Dasar
IPK
Materi
Pokok
Indikator
Soal
Level
Bentuk
Soal
Nomor
Soal
1
2
3
4
5
6
7
1.
3.4 Menelaah
struktur dan
kebahasaan teks
narasi
(cerita
imajinasi) yang
dibaca dan
didengar
3.4 Menelaah
struktur dan
kebahasaan
teks narasi
(cerita
imajinasi)
yang
dibaca dan
didengar
Menelaah
struktur
cerita
imajinasi
Disajikan
potongan
cerita,
peserta
didik dapat
menelaah
struktur
teks dengan
tepat
L3/C4
Uraian
1
Kisi-kisi Penilaian Tes uraian dan Kinerja
No.
Kompetensi Dasar
Materi
Indikator
Teknik Penilaian
3.4 Menelaah struktur
dankebahasaan teks
narasi (cerita imajinasi)
yangdibaca dan
didengar
Struktur teks
laporan.
Unsur
kebahasaan
narasi
imajinasi
Merancang
cerita
imajinasi
Menyajikan
cerita
imjinasi
3.4.1 Mendata struktur cerita
imajinasi
3.4.2 Menjelaskan struktur
cerita imajinasi
3.4.3 Menelaah struktur cerita
imajinasi
3.4.4 Mendata unsur
kebahasaan cerita
imajinasi
3.4.5 Menelaah unsur
kebahasaan cerita
imajinasi
Tes uraian
Tes uraian
Tes uraian
Tes uraian
4.4 Menyajikan gagasan
kreatif dalam bentuk
ceritaimajinasi secara
lisan dantulis
denganmemperhatikan
struktur, penggunaan
bahasa, atau aspek lisan.
4.4.1Merancang cerita
imajinasi
4.4.2Menyajikan cerita
imajinasi
Kinerja
Kinerja
43
Lampiran 6 : Soal, kunci, dan Pedoman penyekoran
Teknik Penilaian
1)Sikap
Penilaian sikap pada pembelajaran ini dilakukan dengan menggunakan teknik penilaian
observasi
Instrumen Penilaian Sikap:
JURNAL PENILAIAN SIKAP
Nama sekolah
: SMP Negeri 5 Langsa
Kelas/semester
: VII/Ganjil
Tahun Pelajaran
: 2019/2020
NO
WAKTU
NAMA SISWA
CATATAN PERILAKU
SIKAP
1
2
3
4
2) Pengetahuan
Instrumen Uraian
Perhatikanpotongan-potongan cerita berikut ini!
Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga ketakutan rumah
mereka akan disambar petir. Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk rumah
Pak RT yang akhirnya terbakar. Para warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak
RT. Tapi ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan
pintunya terkunci. Ia tidak sempat menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa
anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak RT dan
menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan segera
mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan berterima
kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.
Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya. Tubuhnya besar,
membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan, yaitu kebal
terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga
yang sangat membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka
Gledek. Pak RT bersama para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka
sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.
Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka
bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar Jaka Gledek
mempunyai pendidikan budi pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat menolong banyak orang
dengan kekuatan supernya itu.
Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah seorang bayi dari
44
rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada warga
yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang
melanda. Tepat pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar
rumah perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara
ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh seorang pengemis tua dan
diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang peristiwa
petir yang menyambar rumahnya.
Setelah memperhatikan potongan cerita tersebut, kerjakanlah pertanyaan berikut ini!
1.Susunlah potongan cerita imajinasi yang masih acak tersebut agar menjadi cerita yang utuh dan
benar!
2.Telaah atau analislah struktur cerita imajinasi tersebut!
Kunci Jawaban
No.
Susunan cerita imajinasi
Skor
JAKA GLEDEK
Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu malam lahirlah
seorang bayi dari rahim seorang perempuan miskin. Perempuan miskin itu hidup
sendirian dan tidak ada warga yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika
bayi itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat pada tengah
malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir yang menyambar rumah
perempuan itu dan menyebabkan rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar
dan secara ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan harinya oleh
seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi tersebut. Bayi itu diberi nama
Jaka Gledek untuk mengenang peristiwa petir yang menyambar rumahnya.
Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka mengganggu temannya.
Tubuhnya besar, membuat teman-temannya takut padanya. Ia pun memiliki
sebuah kelebihan, yaitu kebal terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa
tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat membenci Jaka Gledek
karena anaknya sering menjadi korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama
para warga mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka sepakat
untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya tidak dapat dikendalikan lagi.
Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa. Para warga
ketakutan rumah mereka akan disambar petir. Petir ternyata menyambar
beberapa rumah warga, termasuk rumah Pak RT yang akhirnya terbakar. Para
warga mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi ternyata, anak
Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia sedang tidur dan pintunya
terkunci. Ia tidak sempat menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui
bahwa anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju ke rumah Pak
RT dan menyelamatkan anak Pak RT. Tanpa takut, ia menerobos rumah yang
terbakar dan segera mendobrak kamar anak Pak RT dan menyelamatkannya.
Para warga merasa lega dan berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.
Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap Jaka Gledek sebagai
anak nakal. Mereka bahu membahu membantu Jaka Gledek dengan
1
1
1
45
menyekolahkannya agar Jaka Gledek mempunyai pendidikan budi
pekerti. Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya. Justru ia dapat
menolong banyak orang dengan kekuatan supernya itu.
Jumlah Skor
4
No.
Isi atau Paragraf Cerita
Struktur Teks
Skor
1.
Alkisah, di sebuah desa di lereng lembah Gianti, pada suatu
malam lahirlah seorang bayi dari rahim seorang perempuan
miskin. Perempuan miskin itu hidup sendirian dan tidak ada
warga yang mengetahui bahwa ia sedang hamil. Ketika bayi
itu lahir, hujan lebat beserta petir sedang melanda. Tepat
pada tengah malam, sang bayi lahir bersamaan dengan petir
yang menyambar rumah perempuan itu dan menyebabkan
rumah terbakar. Perempuan itu mati terbakar dan secara
ajaib, sang bayi berhasil selamat. Ia ditemukan keesokan
harinya oleh seorang pengemis tua dan diasuhnya sang bayi
tersebut. Bayi itu diberi nama Jaka Gledek untuk mengenang
peristiwa petir yang menyambar rumahnya.
Orientasi
1
2.
Jaka Gledek tumbuh sebagai bayi yang nakal dan suka
mengganggu temannya. Tubuhnya besar, membuat teman-
temannya takut padanya. Ia pun memiliki sebuah kelebihan,
yaitu kebal terhadap api. Karena kenakalannya, warga desa
tidak menyukainya. Pak RT termasuk warga yang sangat
membenci Jaka Gledek karena anaknya sering menjadi
korban kenakalan Jaka Gledek. Pak RT bersama para warga
mengadakan rapat untuk membahas Jaka Gledek. Mereka
sepakat untuk mengusir Jaka Gledek apabila kenakalannya
tidak dapat dikendalikan lagi.
Pada suatu malam Jumat, hujan petir kembali melanda desa.
Para warga ketakutan rumah mereka akan disambar petir.
Petir ternyata menyambar beberapa rumah warga, termasuk
rumah Pak RT yang akhirnya terbakar. Para warga
mengungsi ke tempat yang aman, termasuk Pak RT. Tapi
ternyata, anak Pak RT tidak sempat ikut mengungsi karena ia
sedang tidur dan pintunya terkunci. Ia tidak sempat
menyelamatkan diri.Jaka Gledek yang mengetahui bahwa
anak Pak RT yang masih berada di rumah, segera menuju
ke rumah Pak RT dan menyelamatkan anak Pak RT.
Tanpa takut, ia menerobos rumah yang terbakar dan
segera
mendobrak
kamar
anak
Pak
RT dan
menyelamatkannya. Para warga merasa lega dan
berterima kasih pada Jaka Gledek, terutama Pak RT.
Komplikasi
2
46
3.
Setelah kejadian itu, mereka tidak lagi menganggap
Jaka Gledek sebagai anak nakal. Mereka bahu membahu
membantu Jaka Gledek dengan menyekolahkannya agar
Jaka Gledek mempunyai pendidikan budi pekerti.
Setelah sekolah, Jaka Gledek sadar bahwa kekuatannya
seharusnya tidak digunakan untuk nakal pada temannya.
Justru ia dapat menolong banyak orang dengan kekuatan
supernya itu.
Resolusi
1
Jumlah skor
4
3) Keterampilan
Instrumen Kinerja
(1)Bacalah teks cerita imajinasi yang terdapat di internet, buku, atau surat kabar. Kemudian,
buatlah rancangan dari teks tersebut denganmemperhatikan struktur dan penggunaan
bahasanya. Pengisiannyaseperti format di bawah ini!
Judul
Cerita
.........................................................
No.
Struktur teks
Isi Teks
1.
2.
3.
Penggunaan Bahasa
Isi Teks
1.
2.
3.
dst.
(2)Setelah Saudara mampu merancang sebuah cerita imajinasi, sajikanlah di depan temanmu
secara berkelompok secara bergiliran dengan memperhatikan struktur, penggunaan bahasa,
dan aspek lisan! Setiap kelompok terdiri dari 4 orang.
47
Kriteria Penilaian:
No.
Aspek yang Dinilai
Skor Penilaian
Perbaikan
1. Kesesuaian judul dengan isi
2. Ketepatan organisasi tulisan
3. Ketepatan diksi
4. Ketepatan kalimat
5. Ketepatan ejaan
Sangat Sesuai = 4
Sesuai = 3
Kurang = 2
Tidak Sesuai = 1
Penilaian :
Nilai Siswa =
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑠𝑖𝑠𝑤𝑎
𝑆𝑘𝑜𝑟 𝑀𝑎𝑘𝑠𝑖𝑚𝑢𝑚 𝑥100
48
b.Pembelajaran Remedial dan Pengayaan
1)Remedial
Bagi peserta didik yang belum memenuhi kriteria ketuntasan minimal (KKM) setelah melakukan
PH, maka akan diberikan pembelajaran tambahan (Remedial Teaching) terhadap IPK yang belum
tuntas kemudian diberikan Tes lagi dengan ketentuan:
-Soal yang diberikan berbeda dengan soal sebelumya namun setara
-Nilai akhir yang akan diambil adalah nilai hasil tes terakhir
-Siswa lain yang sudah tuntas (>KKM) dipersilahkan untuk ikut bagi yang berminat untuk
memberikan keadilan.
Remedial dilakukan dengan pembelajaran ulang dan bimbingan perorangan
1)Pembelajaran ulang
Ciri-ciri dan fungsi sosial cerita imajinasi
2)Bimbingan perorangan
Menelaah struktur teks narasi imajinasi
PROGRAM REMIDIAL
Kelas/Semester
:
Kompetensi Dasar
:
Indikator
: 1. …
2. …
3….
KKM :
No. Nama
Peserta
Didik
Nilai
Ulangan
Indikator
yang
Belum
Dikuasai
Bentuk
Tindakan
Remedial
Nilai
Setelah
Remedial
Ket
1.
2.
3.
4.
2) Pengayaan
Guru memberikan materi pengayaan berupa penajaman pemahaman dan keterampilan yang lebih
komplek.
Pembelajaran pengayaan dilakukan dengan memberikanbeberapa cerita imajinasi dan peserta
didik menyimpulkan struktur dan ciri-ciri struktur cerita imajinasi tersebut.
49
Lampiran 7 : Lembar Observasi ProsesPembelajaran
Lembar Observasi Penilaian Sikap
(Kelas 7.3)
No.
Waktu
Nama Siswa
Catatan Perilaku
Butir Sikap
Santun
Tanggung jawab
1.
Kamis,
31
Oktober
2019
AFI FEBRYANSYAH
positif
2.
AKBAR
positif
3.
AL-FATTAH
positif
4.
ARZA VALIKHA PUTRI
positif
5.
CUT RANNI ARDAS
positif
6.
CUT RAYYA ARDAS
positif
7.
DJAHIRA EFENDI
positif
8.
ELYANUR
positif
9.
ELYANUR
positif
10.
FARISHA DARA SAKINAH
positif
11.
FIGO FAHREZI
positif
12.
HUMAIRA ALIKA SAMARA
positif
13.
M.DAFFA
positif
14.
M.DIRGA PRATAMA
positif
15.
M.RADIT OFRIYANDA
positif
16.
MIRA AGUSTINA
positif
17.
MUAMMAR KHADAFI
positif
18.
MUHAMMAD BIMA SATRYA
positif
19.
MUHAMMAD RAFIF ABDILLAH
positif
20.
NAZRIL IRHAM
positif
21.
NURMASYITAH PUTRI
positif
22.
NURUL OKTARINA PUTRI
positif
23.
RAJA FAHLEVI
positif
24.
RASYA DINATA
positif
25.
RISKI MAYANG SARI
-
-
alpa
26.
RISQI RAMADHAN
positif
50
27.
SITI AISYAH
positif
28.
SUCI
positif
29.
TASYA CANTIKA MIRALDA
positif
30.
TIARA ZALWA
positif
31.
VITA PUTRI FEBRIYANTI
positif
32.
YURA ALMAY SAFIRA
positif
Langsa, 31Oktober 2019
Guru Mata Pelajaran
Rukiah Hairani, S.Pd.
LAPORAN BEST PRACTICE
PENINGKATAN KOMPETENSI PEMBELAJARAN
TAHUN 2021/2022
PEMBELAJARAN TEKS FIKSI DAN NONFIKS MELALUI PENDEKATAN
SAINTIFIK DENGAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING
PADA SISWA KELAS VII SMP
NEGERI 6 LONG IKIS TAHUN AJARAN 2021/2022
NAMA PESERTA
: ERE YANA ZULFA, S.Pd.
NUPTK
: 2747758660210102
SEKOLAH /TEMPAT TUGAS
: SMP NEGERI 6 LONG IKIS
KABUPATEN/KOTA
: PASER
PROVINSI
: KALIMANTAN TIMUR
TAHUN 2021
LEMBAR PENGESAHAN
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 50
SLIDE
Similar Resources on Wayground
45 questions
Pengertian Interaksi Sosial
Lesson
•
5th Grade
46 questions
GRAVITASI
Lesson
•
University
44 questions
Materi Tema 2 ST 2 | PB 3
Lesson
•
5th Grade
44 questions
PPKn, Sumpah Pemuda, Proklamasi
Lesson
•
5th Grade
44 questions
B.INA BAB 6 "HURUF KAPITAL & MENULIS ANGKA DAN BILANGAN
Lesson
•
5th Grade
47 questions
MTK BAB 6 SIFAT SEGIEMPAT DAN KARAKTERISTIK SDN 008 SAMKOT
Lesson
•
5th Grade
45 questions
PELAJARAN 10 : PERKARA YANG MEMBATALKAN IMAN T4 KBSM
Lesson
•
4th - 5th Grade
43 questions
Volume Bangun Ruang
Lesson
•
5th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade