

percobaan 1
Presentation
•
Professional Development
•
Vocational training
•
Practice Problem
•
Hard
Oswaldus Romanus Wale Liko
FREE Resource
11 Slides • 0 Questions
1
MODUL 2.1 - 2.5MODUL 2.1 - 2.5
PEMBELAJARAN TATAP MUKAPEMBELAJARAN TATAP MUKA
OSWALDUS R. WALE LIKO, S.PdOSWALDUS R. WALE LIKO, S.Pd
PESERTA PKG PJOK KELAS 6 NTTPESERTA PKG PJOK KELAS 6 NTT
Refleksi
Refleksi
Bapak/ Ibu guru Peserta PKG PJOK didorong untuk merenungkan
secara mendalam pembelajaran di modul-modul tersebut dan
mengaitkan dengan metode mengajar, pengalaman mengajar, dan
dampaknya terhadap pembelajaran peserta didik.
Refleksi ini dengan menggunakan refleksi 3 tahap yaitu What?, So
what?, dan Now what? (yang sudah dipelajari sebelumnya di modul
1.1) untuk membantu saya dalam menyentuh tiga tahap refleksi.
Mari menuju ke pertanyaan-pertanyaan refleksi berikut ini!
2
Pembelajaran tatap muka Program Pengembangan Kompetensi Guru PKG PJOK NTT Tahun 2024
merupakan moment berharga yang tidak akan pernah saya lupakan begitu saja. Perjalanan
mengikuti kegiatan tatap muka dengan kakak Fasilitator bersama rekan guru - guru hebat lainnya
yang ada dikelas 6 PKG PJOK sejak dari tanggal 8 - 15 Juli 2024 merupakan awal dari pertemuan
kami secara langsung dimana sebelumnya kami hanya bertemu di ruang virtual zoom meeting.
Jujur pada awalnya saya sedikit gugup mungkin karena keberadaan saya yang bukan merupakan
guru penggerak seperti rekan - rekan lainnya namun karena adanya tekad dan motivasi yang
kuat, perlahan - lahan saya mulai menyesuaikan diri. Saya merasa bersyukur dan bahagia dapat
diterima dengan baik walaupun dalam proses tatap muka mungkin saya lah orang yang tidak
terlalu banyak bicara namun dibalik itu semua saya orangnya tekun dan fokus untuk mengikuti
setiap sesi pembelajaran dengan berusaha dan terus berusaha untuk bisa belajar banyak hal dan
mulai membuka diri untuk selalu mencermati setiap materi yang diberikan oleh kakak fasil dan
rekan guru - guru hebat lainnya pada saat melakukan elaborasi, pemahaman konsep dan
menganalisis materi dan presentasi pada setiap modul pembelajaran mulai dari modul 2.1
sampai modul 2.5
Penilaian Kebermaknaan Refleksi Keterampilan Mengajar PJOK yang
Berpusat Pada Peserta Didik
3
Pada saat sebelum mengikuti kegiatan tatap muka langsung, saya berkeyakinanPada saat sebelum mengikuti kegiatan tatap muka langsung, saya berkeyakinan
bahwa pengalaman mengajar yang telah saya lakukan disekolah didalam prosesbahwa pengalaman mengajar yang telah saya lakukan disekolah didalam proses
pembelajaran sebelumnya telah sesuai dengan kompetensi guru PJOK. Tetapipembelajaran sebelumnya telah sesuai dengan kompetensi guru PJOK. Tetapi
saya mulai disadarkan dengan materi keterampilan mengajar yang efektifsaya mulai disadarkan dengan materi keterampilan mengajar yang efektif
dengan belajar menganalisis waktu belajar akademis dalam video pembelajarandengan belajar menganalisis waktu belajar akademis dalam video pembelajaran
yang sudah saya dokumentasikan sebelumnya. Ternyata saya lebih banyakyang sudah saya dokumentasikan sebelumnya. Ternyata saya lebih banyak
melakukan instruksi dan siswa sedikit melakukan aktivitas termasuk denganmelakukan instruksi dan siswa sedikit melakukan aktivitas termasuk dengan
memberikan umpan balik kepada siswa. Didalam proses pembelajaran memangmemberikan umpan balik kepada siswa. Didalam proses pembelajaran memang
ada beberapa hal yang sudah saya lakukan dimana saya selalu memberikanada beberapa hal yang sudah saya lakukan dimana saya selalu memberikan
motivasi kepada peserta didik agar terus semangat dalam belajar.motivasi kepada peserta didik agar terus semangat dalam belajar.
Tahap Pertama Tentang "What"Tahap Pertama Tentang "What"
Menggali informasi apa yang menggambarkan tindakan pengajaranMenggali informasi apa yang menggambarkan tindakan pengajaran
yang telah dilakukan oleh saya sebagai guru PJOK sebelumnyayang telah dilakukan oleh saya sebagai guru PJOK sebelumnya
dikaitkan dengan pembelajaran Modul 2.1 s/d 2.5.dikaitkan dengan pembelajaran Modul 2.1 s/d 2.5.
4
Ada beberapa variabel yang menurut saya penting untuk melihat sejauh mana efektivitas
mengajar dari perspektif pengembangan konten (ekstensi, penghalusan, penerapan dan
pengulangan) dan juga umpan balik, dan waktu belajar akademik. mempelajari, memahami, dan
menerapkan ketiganya diharapkan dapat membantu saya dalam meningkatkan efektivitas
mengajar yang nantinya dapat berdampak bagi peserta didik.
1.
Pada materi tentang pentingnya strategi mengajar saya mulai memahami perbedaan konsep dari
metode, pendekatan, strategi, model dan gaya mengajar. Pada akhir sesi pembelajaran ini saya
mulai memahami bahwa gaya mengajar dalam setiap pembelajaran bisa bervariasi tergantung
situasi dan kondisi yang ada disekolah. Ketika saya mereflesikan diri dengan materi yang saya
pelajari ternyata bahwa pembelajaran yang saya lakukan selama ini masih dominan pada gaya
komando, gaya latihan dan penugasan.
2.
Pada materi berikutnya tentang model pendidikan gerak disitu banyak diuraikan dengan jelas
tahapan perkembangan gerak anak dari fase mengembangkan fondasi, mengeksplorasi
kemungkinan dan mengembangkan keahlian. Hal ini yang sering saya abaikan dalam proses
pembelajaran di jenjang SMP termasuk konsep gerak baik konsep tubuh, konsep ruang, konsep
usaha dan konsep keterhubungan.
3.
5
Pada modul 2.2 disini saya mulai memahami tentang gaya mengajar
yang efektif. Pada prinsipnya ternyata ada 11 gaya mengajar proses
pembelajaran namun bila dihubungkan dengan apa yang sudah saya
lakukan selama ini, saya sangat menyadari ternyata masih sangat
sedikit gaya belajar yang saya terapkan yakni pada gaya mengajar
komando, gaya latihan dan penugasan, karena saya meyakini bahwa
untuk mengajar siswa disekolah menengah pertama saya sering
menggunakan gaya belajar tersebut diatas namun ternyata gaya
mengajar dalam setiap materi pembelajaran bisa bervariasi
tergantung situasi dan kondisi sekolah.
6
Pada materi pembelajaran 2.3 saya dikejutkan dengan model pendidikan gerak
karena dalam modul tersebut diuraikan dengan jelas tahapan perkembangan
gerak
anak
mulai
dari
fase
mengembangkan
fondasi,
mengeksplorasi
kemungkinan dan mengembangkan keahlian. Hal ini yang sering saya abaikan
dalam proses pembelajaran di jenjang SMP termasuk konsep gerak baik konsep
tubuh, konsep ruang, konsep usaha dan konsep keterhubungan. Dalam
pembelajaran materi Sport Education Model (SEM) saya mulai terinspirasi dengan
konsep ini. Dalam proses pembelajaran di kelas khususnya materi permainan dan
materi pembelajaran atletik saya sudah pernah menerapkan model ini tetapi
belum sepenuhnya baik yang bisa mengakomodir berbagai peran yang harus
dijalankan oleh siswa. Di mana dalam tahapan permainan maupun cabang
olahraga atletik saya membagi peran siswa baik sebagai pemain, pelari, wasit
atau pencatat skor maupun juri baik sebagai juri pelepasan pada garis star
maupun sebagai juri kedatangan digaris finish. Hal lain yang tentunya sangat
berkesan bagi saya adalah memanfaatkan aset yang ada. Hal ini yang sering saya
lupakan dalam proses pembelajaran maupun pada pelaksanaan kegiatan
pengembangan minat siswa menuju olahraga kompetitif.
7
Pada materi pembelajaran modul 2.4 saya mempelajari tentang Model Pendidikan
Kebugaran yang mana Pendidikan kebugaran itu adalah kemampuan tubuh untuk
bekerja bersama secara efisien untuk memungkinkan kita menjadi sehat dan
secara efektif melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari atau dengan kata lain
kebugaran jasmani adalah seperangkat atribut yang dimiliki atau dicapai
seseorang berkaitan dengan kemampuannya dalam melakukan aktivitas fisik. Jika
aktivitas fisik merupakan hasil yang berorientasi pada proses terkait dengan
perilaku dan gaya hidup, maka kebugaran jasmani merupakan hasil produk
dengan penekanan pada pencapaian keadaan yang lebih tinggi. Namun bila
dikaitkan dengan apa yang saya terapkan di sekolah selama ini adalah saya belum
sepenuhnya membangun kesadaran peserta didik dan mengarahkan mereka agar
memiliki perilaku hidup aktif sepanjang hayat, dan saya juga belum menerapkan
hal ini sepenuhnya secara baik kepada peserta didik.
8
Pada modul 2.5 saya tertarik untuk mempelajari Materi Model Pembelajaran Sport
Education (SEM). Di dalam modul ini saya belajar bagaimana cara menerapkan
pembelajaran SEM yang menekankan pentingnya memberikan pengalaman
bermain peran sebagai pemain, pelatih, dan penonton dan peran lainnya. Dalam
konteks ini, peserta didik dihadapkan pada situasi yang mencerminkan kehidupan
nyata di dunia olahraga, yang membantu mereka mengembangkan pemahaman
yang lebih mendalam tentang peran dan tanggung jawab masing-masing terutama
dalam meningkatkan partisipasi setiap individu. Dalam penerapan yang saya
lakukan selama ini, secara tidak sadar saya sudah menerapkan pembelajaran SEM
ini kepada peserta didik tetapi belum maksimal karena yang saya lakukan selama
ini penerapannya tidak melibatkan semua siswa untuk berbagi peran, tetapi saya
hanya melibatkan siswa dalam kegiatan olahraga dilapangan yaitu sebagai wasit
saja dan saya juga belum memanfaatkan semua asset yang ada disekolah secara
maksimal untuk kebutuhan siswa. Secara keseluruhan dari modul ini ada bagian-
bagian tertentu yang belum saya terapkan secara efektif untuk pengembangan
minat siswa menuju olahraga kompetitif.
9
Tahap kedua adalah pertanyaan "so what" yang menjadi tempat untuk
menjelaskan secara rasional keputusan yang diambil dalam tindakan
pengajaran yang telah dilakukan oleh saya sebagai guru PJOK sebelumnya
dikaitkan dengan pembelajaran Modul 2.1 s/d 2.5.
Dalam mengikuti pembelajaran tatap muka ini saya merasa bersyukur karena materi ini adalah materi
yang baru bagi saya. Dalam pembelajaran tatap muka ini saya berjumpa dengan teman-teman yang
begitu hebat dan luar biasa, dimana saya kami saling berkolaborasi dan berbagi pengalaman baik melalui
diskusi kelompok atau pun menjawab pertanyaan dari fasilitator secara perorangan dan kami juga
mempelajari semua modul yang dimulai dari modul 2.1 s/d 2.5. Dalam proses ini juga saya mendapatkan
banyak ilmu dan pengalaman baru serta saya mendapatkan banyak inspirasi dari bapak fasilitator dan
teman-teman hebat semua. Lima modul yang saya pelajari ini sangat penting dan berkaitan dengan
kapasitas saya sebagai seorang guru PJOK. Pada praktiknya bahwa hal - hal yang telah saya lakukan
disekolah ternyata belum menerapkan sepenuhnya berdasarkan 5 modul yang saya pelajari pada
pertemuan tatap muka ini. Untuk itu saya patut menyampaikan terimakasih banyak yang setinggi-
tingginya kepada kakak fasilitator dan rekan - rekan hebat semuanya yang ada dikelas 6 PKG PJOK NTT
yang telah berbagi praktik baik dalam pembelajaran maupun dalam diskusi diluar jam pelajaran bersama
kakak fasilitator yang begitu luar biasa terus memotivasi saya untuk belajar banyak hal terkait penerapan
pembelajaran PJOK yang berpihak dan berdampak bagi peserta didik saya.
10
Tahap refleksi terakhir adalah pertanyaan "now what" yang terkait
dengan proses mengevaluasi dan merencanakan perbaikan dan
tindakan pengajaran PJOK di masa yang akan datang.
Seperti yang saya sampaikan pada refleksi akhir pada pertemuan dikelas bahwa saya akan
berkomitmen untuk terus belajar dan menerapkan semua yang saya dapatkan ini dalam proses
pembelajaran di kelas dan bisa berbagi ilmu serta pengalaman ini kepada rekan - rekan guru
disekolah maupun yang ada di berbagai komunitas guru lainnya. Saya akan merencanakan
penerapan model Sport Education Model dalam program pengembangan profil pelajar
pancasila di sekolah. Tentu yang pertama adalah saya membangun komunikasi semua
stakeholder yang ada disekolah, sehingga konsep SEM ini menjadi referensi dalam membuat
modul kegiatan, serta memanfaatkan semua aset yang ada di sekolah sebagai kekuatan utama
untuk mengimplementasikan SEM. Dalam proses pembelajaran di kelas, saya akan
menerapkan pembuatan rencana latihan dengan prinsip FITT(Frekuensi, Intensity, Time, Type)
sehingga itu bisa berdampak pada kebugaran siswa yang mendukung program sekolah sehat.
saya akan terus berkomitmen untuk terus melakukan perubahan - perubahan agar
kedepannya menjadi lebih baik lagi. Terimakasih
11
MODUL 2.1 - 2.5MODUL 2.1 - 2.5
PEMBELAJARAN TATAP MUKAPEMBELAJARAN TATAP MUKA
OSWALDUS R. WALE LIKO, S.PdOSWALDUS R. WALE LIKO, S.Pd
PESERTA PKG PJOK KELAS 6 NTTPESERTA PKG PJOK KELAS 6 NTT
Refleksi
Refleksi
Bapak/ Ibu guru Peserta PKG PJOK didorong untuk merenungkan
secara mendalam pembelajaran di modul-modul tersebut dan
mengaitkan dengan metode mengajar, pengalaman mengajar, dan
dampaknya terhadap pembelajaran peserta didik.
Refleksi ini dengan menggunakan refleksi 3 tahap yaitu What?, So
what?, dan Now what? (yang sudah dipelajari sebelumnya di modul
1.1) untuk membantu saya dalam menyentuh tiga tahap refleksi.
Mari menuju ke pertanyaan-pertanyaan refleksi berikut ini!
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 11
SLIDE
Similar Resources on Wayground
10 questions
KPS SAINS TAHUN 4: MENTAFSIR DATA
Lesson
•
1st - 4th Grade
8 questions
Teacher Training
Lesson
•
Professional Development
8 questions
seminar kombel quizizz
Lesson
•
7th Grade
9 questions
Menulis Respons Buku Aktiviti jilid Muka Surat 32 Tahun 2
Lesson
•
2nd Grade
7 questions
SEJARAH BENDERA MERAH PUTIH
Lesson
•
Professional Development
8 questions
Risk W16 2024
Lesson
•
Professional Development
10 questions
TALLER DE LECTURA Y REDACCIÓN II
Lesson
•
2nd Grade
10 questions
Menggunakan Tanda Baca
Lesson
•
1st - 3rd Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
14 questions
Boundaries & Healthy Relationships
Lesson
•
6th - 8th Grade
13 questions
SMS Cafeteria Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
12 questions
SMS Restroom Expectations Quiz
Quiz
•
6th - 8th Grade
20 questions
Main Idea and Details
Quiz
•
5th Grade
10 questions
Pi Day Trivia!
Quiz
•
6th - 9th Grade