

Belum Berjudul
Presentation
•
Geography
•
10th Grade
•
Practice Problem
•
Hard
Samanudin Samanudin
FREE Resource
25 Slides • 0 Questions
1
2
MODUL AJAR GEOGRAFI
Fase Alokasi
Waktu
Kelas
Jenjang
Tahun
Institusi
Penyusun
E
90
Menit
X
SMA
2022
SMAN 1
Pangkep
Mukarrama Ismail, M.Pd.
Domain Capaian Pembelajaran
Konsep Dasar Ilmu Geografi
Tujuan Pembelajaran
Melalui discovery learning peserta didik dapat mengidentifikasi dan memahami
sejarah ilmu geografi, mendeskripsikan objek studi geografi sebagai kajian ilmu
geografi, mendeskripsikan karakteristik wilayah Indonesia secara fisik dan sosial
serta manfaatnya bagi kehidupan, mampu memanfaatkan peta, dan terampil dalam
membuat tulisan karya ilmiah secara kritis dan kreatif
Kata Kunci
1. Konsep ilmu geografi
2. Objek materi dan objek formal geografi
3. Keterampilan geografi
4. Peta
Pengetahuan dan Keterampilan Yang Harus Dimiliki Peserta Didik
10.1.
10.1.1. Mampu mendeskripsikan sejarah lahirnya ilmu geografi
10.1.2. Mampu menjelaskan ruang lingkup ilmu geografi
10.1.3. Mampu mendeskripsikan konsep dasar geografi
10.1.4. Terampil membuat tulisan tentang sejarah konsep ilmu geografi dan arti
penting ‘spatial thinking’ dalam emandang permasalahan fisik dan sosial
3
Profil Pelajar Pancasila Yang Relevan
1. Pelajar menjadi pribadi yang beriman, bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa
(berempati pada orang lain)
2. Mandiri (memiliki inisiatif dan bekerja secara mandiri dalam melaksanakan
keterampilan proses, percaya diri, mengembangkan kendali dan disiplin diri)
gotong royong
3. Bernalar kritis (mampu memproses informasi dan gagasan, melakukan evaluasi
terhadap prosedur yang dilakukan , mengevaluasi dan merefleksi pemikiran)
kreatif
4. Kreatif (menghasilkan karya atau gagasan atau tindakan yang orisinil)
5. Bergotong royong (berkolaborasi dalam menyelesaikan projek sederhana,
melakukan komunikasi untuk mencapai tujuan bersama)
Sarana dan Prasarana
1. Sarana : Komputer, Laptop, LCD, Papan tulis, Spidol, Pointer
2. Prasarana : Buku paket guru, Buku paket siswa,Video pembelajaran, Jaringan
internet, Gambar, Kutipan berita koran/majalah/media digital,
Aplikasi canva
Target Peserta Didik
Peserta didik reguler
Jumlah Peserta Didik
Jumlah 36 peserta didik
Model Pembelajaran Yang Digunakan
Pembelajaran : Tatap Muka
Model Pembelajaran : Discovery Learning
Metode : Ceramah dan Diskusi Interaktif
4
Kegiatan Pembelajaran Utama
Pengaturan Siswa
Individu
Berpasangan
Berkelompok 5-6 orang
Metode
Presentasi
Diskusi
Projek
Permainan
Asesmen
Asesmen Formatif
1. Penilaian Pengetahuan
a. Teknik : Tes
b. Instrumen : Tes Tertulis
2. Penilaian Sikap
a. Teknik : Obsevasi
b. Instrumen : Lembar Obserbvasi
Pertanyaan Pemantik
1. Bagaimana awal mula lahirnya ilmu geografi?
2. Bagaimana perkembangan ilmu geografi dari masa ke masa?
3. Apa ruang lingkup ilmu geografi?
4. Bagaimana konsep dasar geografi dalam kehidupan sehari-hari?
5. Apa arti penting spasial thinking dalam memandang permasalahan fisik dan
sosial?
6. Apakah objek materi geografi dalam kehidupan sehari-hari?
7. Bagaimana objek formal ilmu geografi sebagai ciri khas ilmu geografi?
8. Apakah keterampilan geografi yang perlu dimiliki dalam mengkaji ilmu
geografi?
5
Kegiatan Pembelajaran (90 menit)
Pendahuluan (15 menit)
1. Melakukan pembukaan dengan salam pembuka dan berdoa untuk memulai
pembelajaran
2. Memeriksa kehadiran peserta didik sebagai sikap disiplin
3. Menyiapkan fisik dan psikis peserta didik dalam mengawali kegiatan
pembelajaran
4. Mengaitkan materi/tema/kegiatan pembelajaran yang akan dilakukan dengan
pengalaman peserta didik dengan materi/tema/kegiatan sebelumnya, seperti
halnya menampilkan gambar banjir yang pernah terjadi di kabupaten pangkep
Sumber : rakyatku.com Sumber : makassar.tribunnews.com
5. Mengajukan pertanyaan yang ada keterkaitannya dengan pelajaran yang akan
dilakukan, seperti :
a. Apakah kaitan antara banjir dengan geografi?
b. Salah satu konsep geografi adalah konsep morfologi, jelaskan kaitan antara
morfologi dengan banjir?
c. Uraikan yang termasuk objek geografi?
6. Memberikan gambaran tentang manfaat mempelajari pelajaran yang akan
dipelajari
7. Apabila materi/tema/projek ini kerjakan dengan baik dan sungguh-sungguh ini
dikuasai dengan baik, maka peserta didik diharapkan dapat menjelaskan tentang:
a. Definisi Geografi
b. Ruang lingkup pengetahuan geografi
c. Objek studi dan aspek geografi
8. Menyampaikan tujuan pembelajaran pada pertemuan yang berlangsung
6
9. Memberitahukan tentang kompetensi inti, kompetensi dasar, indikator, dan KKM
pada pertemuan yang berlangsung
10. Pembagian kelompok belajar
11. Menjelaskan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengan
langkah-langkah pembelajaran.
Kegiatan Inti (65 menit)
1. Peserta didik diberi motivasi atau rangsangan untuk memusatkan perhatian pada
topik : definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi dan objek studi dan
aspek geografi dengan cara menayangkan gambar/foto/tabel berikut ini
Sumber : news.okezone.com Sumber : rdk.fidkom.uinjkt.ac.id
2. Mengamati lembar kerja, pemberian contoh-contoh materi/soal untuk dapat
dikembangkan peserta didik, dari media interaktif, dsb yang berhubungan dengan
7
definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi, objek studi dan aspek
geografi
3. Membaca (dilakukan di rumah sebelum kegiatan pembelajaran berlangsung),
materi dari buku paket atau buku-buku penunjang lain, dari internet/materi yang
berhubungan dengan definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi, objek
studi dan aspek geografi
4. Pemberian materi oleh guru yang berkaitan dengan definisi geografi, ruang lingkup
pengetahuan geografi, objek studi dan aspek geografi
5. Penjelasan pengantar kegiatan/materi secara garis besar/global tentang materi
pelajaran mengenai definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi, objek
studi dan aspek geografi untuk melatih kesungguhan, ketelitian, mencari informasi.
6. Guru memberikan kesempatan pada peserta didik untuk mengidentifikasi
sebanyak mungkin pertanyaan yang berkaitan dengan gambar yang disajikan dan
akan dijawab melalui kegiatan belajar, contohnya mengajukan pertanyaan tentang
definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi, objek studi dan aspek
geografi yang tidak dipahami dariapa yang diamati atau pertanyaan untuk
mendapatkan informasi tambahan tentang apa yang diamati (dimulai dari
pertanyaan faktual sampai ke pertanyaan ya,ng bersifat hipotetik) untuk
mengembangkan kreativitas, rasa ingin tahu, kemampuan merumuskan
pertanyaan untuk membentuk pikiran kritis yang perlu untuk hidup cerdas dan
belajar sepanjang hayat, misalnya : objek material geografi adalah sasaran atau isi
kajian geografi. Objek material yang umum dan luas adalah geosfer (lapisan bumi.
Dalam objek formal ada tiga hal pokok dalam sudut pandang keruangan
7. Peserta didik mengumpulkan informasi yang relevan untuk menjawab pertanyan
yang telah diidentifikasi melalui kegiatan:
a. Mengamati obyek/kejadian yang bwrkaitn dengan defenisi geografi, ruang
lingkup pengetahuan geografi dan objek studi serta aspek geografi
b. Membaca sumber lain selain buku teks, seperti mengunjungi laboratorium
komputer dan perpustakaan sekolah untuk mencari dan membaca artikel
tentang defenisi geografi, ruanglingkup pengetahuan geografi dan objek studi
geografi
8
8. Mengumpulkan data/informasi melalui diskusi kelompok atau kegiatan lain guna
menemukan solusi masalah terkait materi pokok yaitu : definisi geografi, ruang
lingkup pengetahuan geografi, objek studi dan aspek geografi
9. Peserta didik diminta mencari permasalahan geosfer yang ada di tempat tinggal
Anda! Coba Anda telaah dengan cara pendekatan geografi untuk menjawab
pertanyaanpertanyaan: apa, di mana, berapa, mengapa, bagaimana, kapan,
siapa. Serahkan hasil kajian tersebut kepada bapak atau ibu guru untuk dinilai!
10. Peserta didik diminta membuat kelompok diskusi 4 – 5 orang.coba diskusikan
persamaan dan perbedaan definisi geografi dari beberapa ahli geografi dengan
mengisi tabel seperti di bawah ini.dan buatlah tabel di buku tugas Anda.
Diskusikan dengan teman sebangku Anda tentang skema ruang lingkup studi
ilmu
geografi dan jelaskan dengan kata-kata Anda sendiri!
11. Saling tukar informasi tentang : definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan
geografi, objek studi dan aspek geografi dengan ditanggapi aktif oleh peserta didik
dari kelompok lainnya sehingga diperoleh sebuah pengetahuan baru yang dapat
dijadikan sebagai bahan diskusi kelompok kemudian, dengan menggunakan
metode ilmiah yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau pada lembar
kerja yang disediakan dengan cermat untuk mengembangkan sikap teliti, jujur,
sopan, menghargai pendapat orang lain, kemampuan berkomunikasi,
menerapkan kemampuan mengumpulkan informasi melalui berbagai cara yang
dipelajari, mengembangkan kebiasaan belajar dan belajar sepanjang hayat.
12. Peserta didik berdiskusi untuk menyimpulkan :
a. Menyampaikan hasil diskusi berupa kesimpulan berdasarkan hasil analisis
secara lisan, tertulis, atau media lainnya untuk mengembangkan sikap jujur,
9
teliti, toleransi, kemampuan berpikir sistematis, mengungkapkan pendapat
dengan sopan
b. Mempresentasikan hasil diskusi kelompok secara klasikal tentang : definisi
geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi, objek studi dan aspek geografi
c. Mengemukakan pendapat atas presentasi yang dilakukan dan ditanggapi
oleh kelompok yang mempresentasikan
d. Bertanya atas presentasi yang dilakukan dan peserta didik lain diberi
kesempatan untuk menjawabnya
e. Menyimpulkan tentang point-point penting yang muncul dalam kegiatan
pembelajaran yang baru dilakukan berupa : Laporan hasil pengamatan secara
tertulis tentang definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi, objek
studi dan aspek geografi
f. Menjawab pertanyaan yang terdapat pada buku pegangan peserta didik atau
lembar kerja yang telah disediakan
g. Bertanya tentang hal yang belum dipahami, atau guru melemparkan beberapa
pertanyaan kepada siswa
h. Menyelesaikan uji kompetensi yang terdapat pada buku pegangan peserta
didik atau pada lembar lerja yang telah disediakan secara individu untuk
mengecek penguasaan siswa terhadap materi pelajaran
13. Peserta didik menganalisa masukan, tanggapan dan koreksi dari guru terkait
pembelajaran tentang:
a. Mengolah informasi yang sudah dikumpulkan dari hasil kegiatan/pertemuan
sebelumnya maupun hasil dari kegiatan mengamati dan kegiatan
mengumpulkan informasi yang sedang berlangsung dengan bantuan
pertanyaan-pertanyaan pada lembar kerja.
b. Peserta didik mengerjakan beberapa soal mengenai definisi geografi, ruang
lingkup pengetahuan geografi, objek studi dan aspek geografi
c. Menambah keluasan dan kedalaman sampai kepada pengolahan informasi
yang bersifat mencari solusi dari berbagai sumber yang memiliki pendapat
yang berbeda sampai kepada yang bertentangan untuk mengembangkan
sikap jujur, teliti, disiplin, taat aturan, kerja keras, kemampuan menerapkan
10
prosedur dan kemampuan berpikir induktif serta deduktif dalam membuktikan
definisi geografi, ruang lingkup pengetahuan geografi, objek studi dan aspek
geografi
3. Penutup
Peserta didik :
a. Membuat rangkuman/simpulan pelajaran. tentang point-point penting yang
muncul dalam kegiatan pembelajaran yang baru dilakukan.
b. Melakukan refleksi terhadap kegiatan yang sudah dilaksanakan.
Guru :
a. Memeriksa pekerjaan siswa yang selesai langsung diperiksa. Peserta didik
yang selesai mengerjakan projek dengan benar diberi paraf serta diberi nomor
urut peringkat, untuk penilaian projek.
b. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja dan
kerjasama yang baik
c. Merencanakan kegiatan tindak lanjut dalam bentuk tugas kelompok/
perseorangan (jika diperlukan).
d. Mengagendakan pekerjaan rumah.
e. Menyampaikan rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya
Refleksi Pendidik dan Peserta Didik
1. Refleksi Pendidik
Informasi yang ingin digali
Pertanyaan
Pemahaman Materi
Bagaimana capaian tujuan
pembelajaran pada pertemuan ini?
Kegiatan Pembelajaran
Bagaimana situasi dan kondisi kegiatan
pembelajaran pada pertemuan ini?
Rencana Tindak Lanjut
Bagaimana rencana tindak lanjut dari
hasil refleksi pada pertemuan ini?
2. Refleksi Peserta Didik
Informasi yang ingin digali
Pertanyaan
Pemahaman Materi
Tuliskan 3 hal baru yang anda
ketahui setelah pertemuan ini!
11
Kesulitan Belajar
Tuliskan kendala dalam mengikuti
kegiatan hari ini!
Lampiran
Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD)
Nama :
NIS :
Kelas :
1. Pasangkanlah tahap perkembangan ilmu geografi beserta tokohnya pada
tabel di bawah ini dengan tepat!
Jawaban
Tahap
Tokoh
Perkembangan
1
Geografi Klasik
A. Wrigley
Peter Hagget.
2.
Geografi abad pertengahan B. Immanuel KanT
Alexander Von
Humbolt
Karl Ritter
Charles Darwin
3.
Geografi modern
C. Anaximander
Thales
Herodotus
Erastothenes
dan
Dikaiarchos
4.
Geografi akhir abad ke-
19
D. Friedrich Ratzel
s/d abad 20
Ferdinan Von
Ritchoften Vidal De la
Blache
5.
Geografi mutakhir
E. Marcopolo
Bartholomeus Diaz
Vasco Da Gama
Nicolas Copernicus
Ibnu Kaldun
12
2. Jelaskan masing-masing peta bumi menurut beberapa tokoh di bawah ini!
NO
PETA BUMI
TOKOH
PENJELASAN
3. Kemukakanlah bentuk-bentuk aspek geografi yang kamu ketahui beserta
contohnya!
No
Aspek Geografi Fenomena Geosfer
1.
Aspek fisik
1. Letusan gunung api di Sinabung
2.............
3.….........
4.……….
5………….
6………….
7………….
13
8………
9………
10……………….
2
Aspek sosial 1. Konflik antar suku di Maluku
2. ………
3. ………
4. ………
5. ………
6. ………
7. ………
8. ………
9. ……
Pengayaan dan Remedial
a. Pengayaan :
Carilah berita tentang bencana alam di kabupaten pangkep atau yang pernah
terjadi di Sulawesi Selatan. Kemudian analisislah untuk memberikan solusi dari
masalah tersebut!
b. Remedial :
Program remedial disesuaikan dengan capaian tujuan pembelajaran individu yang
belum tercapai melalui tes lisan
Bahan Bacaan Guru dan Peserta Didik
Materi Geografi Video Materi
SCAN ME
SCAN ME
14
https://drive.google.com/drive/folders/1-GAtJYuAGP_VqJPxcSEj7UAF788UR-
bH
https://youtube.com/channel/UCKnkl97Gn6Jj5OTa2K-kAMQ
Glosarium
Ilmu Geografi : Ilmu yang mempelajari segala aktifitas manusia dan alam serta
interaksi diantara keduanya melalui perspektif ruang hingga terbentuk
pola ruang tertentu
Objek Material : Sasaran atau “hal” yang dikaji dalam studi geografi yaitu lapisan
bumi
dan lebih luasnya adalah fenomena geosfer yang meliputi :
Atmosfer,
Litosfer, Hidrosfer, Biosfer, Antroposfer,
Objek Formal : Metode atau pendekatan yang digunakan untuk mengkaji suatu
masalah dalam geografi. Pendekatan geografi dapat diartikan
sebagai
suatu metode, cara pandang, atau analisis untuk memahami
berbagai
gejala dan fenomena geosfer, khususnya interaksi antara manusia
terhadap lingkungannya.
Aspek Geografi : Aspek-aspek geografi terdiri atas dua kelompok, yaitu aspek yang
berkaitan dengan lingkungan fisik dan aspek yang berkaitan
dengan
lingkungan nonfisik. Aspek fisik terdiri dari : aspek topologi, aspek
biotik, aspek abiotik. Sedangkan aspek sosial terdiri dari : aspek
sosial, aspek ekonomi, aspek budaya, aspek politik.
15
Daftar Pustaka
Danang Endarto, Sarwono, Singgih Prihadi. 2009. Geografi 1 Untuk SMA/MA Kelas
X. Jakarta : Pusat Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Eni Anjayani, Tri Haryanto. 2009. Geografi Untuk Kelas X SMA/MA. Jakarta : Pusat
Perbukuan, Departemen Pendidikan Nasional
Materi
MATERI
A. Definisi Geografi
Istilah Geografi berasal dari bahasa Yunani geo yang artinya bumi dan graphien yang
artinya pencitraan. Geografi adalah ilmu pengetahuan yang menggambarkan segala
sesuatu yang ada di permukaan bumi. Beberapa definisi Geografi yang dikemukakan
para ahli geografi, antara lain sebagai beriku :
1.Bintarto (1977)
Geografi adalah ilmu pengetahuan yang mencitrakan, menerangkan sifat-sifat bumi,
menganalisis gejala-gejala alam, dan penduduk, serta mempelajari corak yang khas
mengenai kehidupan dan berusaha mencari fungsi dari unsur-unsur bumi dalam
ruang dan waktu. Di sini dijelaskan bahwa geografi tidak hanya mempelajari alam
(bumi) beserta gejala-gejalanya, tetapi geografi juga mempelajari manusia beserta
semua kebudayaan yang dihasilkannya.
2. Vernor E. Finch dan Glen Trewartha (1980)
Geografi adalah deskripsi dan penjelasan yang menganalisis permukaan bumi dan
pandangannya tentang hal yang selalu berubah dan dinamis, tidak statis dan tetap.
Dari pengertian di atas Vernor & Glen menitikberatkan pada aspek fisik yang ada di
bumi yang selalu berubah dari masa ke masa.
Contoh:
a. Perubahan cuaca maupun iklim pada suatu tempat atau wilayah.
b. Perubahan kesuburan tanah akibat dari proses erosi dan pelapukan yang sangat
tinggi.
3. Hartshorne (1960)
Geografi adalah ilmu yang berkepentingan untuk memberikan deskripsi yang teliti,
beraturan, dan rasional tentang sifat variabel permukaan bumi. Dalam pandangan
Hartshorne, geografi adalah suatu ilmu yang mampu menjelaskan tentang sifat-sifat
variabel permukaan bumi secara teliti, beraturan, dan rasional.
Contoh, seorang ahli geografi setelah melakukan analisis kewilayahan mampu
membagi suatu wilayah menjadi beberapa satuan lahan yang potensial maupun
lahan yang tidak potensial. Pembagian ini didasarkan pada beberapa parameter
kebumian yang sesuai dengan syarat-syarat peruntukannya.
16
4. Yeates (1963)
Geografi adalah ilmu yang memerhatikan perkembangan rasional dan lokasi dari
berbagai sifat yang beraneka ragam di permukaan bumi. Dalam pandangan Yeates,
geografi adalah ilmu yang berperanan dalam perkembangan suatu lokasi yang
dipengaruhi oleh sifat-sifat yang ada di permukaan bumi dengan tidak
mengensampingkan alasan-alasan yang rasional.
5. Alexander (1958)
Geografi adalah studi tentang pengaruh lingkungan alam pada aktivitas manusia.
Dalam pandangan Alexander inilah mulai dibahas tentang hubungan timbal balik
antara aktivitas manusia serta pengaruhnya terhadap lingkungan alam.
Contoh : Penebangan hutan yang tidak terkendali oleh manusia mengakibatkan
terjadinya kerusakan lahan dan penggundulan hutan, yang dapat menyebabkan
terjadinya bencana banjir dan tanah longsor.
6. Karl Ritther (1859)
Geografi adalah suatu telaah mengenai bumi sebagai tempat hidup manusia. Dalam
kajiannya, studi geografi mencakup semua fenomena yang terdapat di permukaan
bumi, baik alam organik maupun alam anorganik yang terkait dengan kehidupan
manusia, termasuk aktivitas manusia juga turut dibahas.
Contoh : Sungai adalah bagian dari alam anorganik yang mempunyai kaitan
langsung dengan kehidupan
7. Von Ricthoffen (1905)
Geografi adalah studi tentang gejala dan sifat-sifat permukaan bumi serta
penduduknya yang disusun berdasarkan letaknya, dan mencoba menjelaskan
hubungan timbal balik antara gejala-gejala dan sifat tersebut.
8. Paul Vidal de La Blace (1915)
Geografi adalah studi tentang kualitas negara-negara, di mana penentuan suatu
kehidupan tergantung bagaimana manusia mengelola alam ini.
B. Objek Studi Geografi
Objek studi geografi dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu objek material dan
objek formal. 1. Objek Material
Objek material geografi adalah sasaran atau isi kajian geografi. Objek material
yang umum
dan luas adalah geosfer (lapisan bumi), yang meliputi:
a. Litoster (lapisan keras), merupakan lapisan luar dari bumi kita. Lapisan ini
disebut kerak bumi dalam ilmu geologi.
b. Atmosfer (lapisan udara), terutama adalah lapisan atmosfer bawah yang
dikenal sebagai troposfer.
c. Hidrosfer (lapisan air), baik yang berupa lautan, danau, sungai dan air tanah.
d. Bioster (lapisan tempat hidup), yang terdiri atas hewan, tumbuhan, dan
manusia sebagai suatu komunitas bukan sebagai individu.
e. Pedosfer (lapisan tanah), merupakan lapisan batuan yang telah mengalami
17
pelapukan, baik pelapukan fisik, organik, maupun kimia.
Jadi secara nyata objek material geografi meliputi gejala-gejala yang terdapat dan
terjadi di muka bumi, seperti aspek batuan, tanah, gempa bumi, cuaca, iklim, gunung
api, udara, air serta flora dan fauna yang terkait dengan kehidupan manusia.
2. Objek Formal
Objek formal adalah sudut pandang dan cara berpikir terhadap suatu gejala
di muka bumi, baik yang sifatnya fisik maupun sosial yang dilihat dari sudut
pandang keruangan /spasia/), Dalam geografi selalu ditanyakan mengenai di
C. Ruang Lingkup Ilmu Geografi
Ruang lingkup ilmu geografi secara umum adalah sama luasnya dengan objek studi
yang menjadi kajian dari ilmu geografi, yaitu meliputi semua gejala geoster, baik
gejala alam maupun gejala sosial, serta interaksi antara manusia dengan
lingkungannya. Ruang lingkup studi ilmu geografi yaitu:
1. Kajian terhadap wilayah (region)
2. Interaksi antara manusia dengan lingkungan fisik yang merupakan salah satu
bagian dari
keanekaragaman wilayah
3. Persebaran dan kaitan antara penduduk (manusia) dengan aspek-aspek
keruangan dan
usaha manusia untuk memanfaatkannya.
D. Pendekatan Penelitian Geografi
Dalam geografi terpadu, para ahli geografi tidak hanya memfokuskan kajiannya pada
objek material, tetapi lebih menekankan pada sudut pandang keilmuannya. Menurut
Peter Hagget untuk menemukan masalah geografi, maka digunakan tiga bentuk
pendekatan, yaitu pendekatan keruangan, pendekatan ekologi, dan pendekatan
kompleks wilayah.
1. Pendekatan Keruangan
Fenomena geografi berbeda dari wilayah yang satu dengan wilayah yang lain dan
mem-punyai pola keruangan/spasial tertentu (/spatial structure). Tugas para ahli
geografi adalah menjawab pertanyaan mengapa pola keruangan dari fenomena
geografi tersebut terstruktur seperti itu, dan bagaimana terjadinya (spatial process).
Berdasarkan perbedaan ini timbul interaksi antarwilayah dalam bentuk adanya
pergerakan manusia, barang. Pada saat ini, data keruangan tersedia dalam format
SIG atau format-format yang kompatibel dengan SIG. Untuk bidang/disiplin ilmu lain
yang berbeda dan menghasilkan berbagai data spasial, dapat dipresentasikan hasil-
hasil kerjanya (output) dalam bentuk SIG.
Analisis keruangan dapat dijadikan alat komunikasi antar berbagai disiplin ilmu,
sekaligus merupakan sarana pertukaran data dan jasa. Tema analisis keruangan
yang efektifkan ciri utama dari geografi, selain itu, analisis keruangan juga paling kuat
kemampuannya untuk melakukan perumusan (generalisasi) dalam rangka menyusun
18
teori. Misal, konkret penggunaan pendekatan keruangan untuk mengkaji antara
tingkat kemiringan lereng, jenis tanah, dan vegetasi dengan terjadinya erosi.
2 Pendekatan Ekologi
Analisis ekologi memandang rangkaian fenomena dalam satu kesatuan ruang.
Fenomena geografi membentuk suatu rangkaian yang saling berkaitan di dalam
sebuah sistem, dengan manusia sebagai unsur utamanya. Memang benar bahwa
tanpa manusia pun proses alam tetap berlangsung dalam keseimbangan yang
serasi. Justru dengan campur tangan manusia maka keseimbangan kadang-kadang
menjadi terganggu dan bahkan sampai ke tingkat yang mengkhawatirkan.
Tidak mengherankan bahwa banyak di antara para ahli geografi memasukkan
analisis ekologi sebagai salah satu analisis geografi yang penting disamping analisis
geografi lainnya. Analisis ekologi ini banyak digunakan dalam kehidupan manusia,
antara lain untuk mengkaji siklus hidrologi, siklus erosi, pengelolaan DAS, serta
pengelolaan lingkungan dan sumber daya. Kelemahan analisis ekologi terletak pada
kekuatan perumusan yang lebih kecil dibanding dengan analisis keruangan. Sebagai
akibatnya, kekuatan untuk membuahkan
teori pun lebih kecil pula dan keunggulannya terletak pada fokus yang lebih besar
terhadap masalah lingkungan.
3. Pendekatan Kompleks Wilayah
Analisis kompleks wilayah merupakan perpaduan antara analisis keruangan dan
analisis ekologi. Kelemahan analisis kompleks wilayah adalah kurang jelasnya
struktur serta fokus yang berorientasi pada masalah. Keunggulannya terletak pada
fungsinya sebagai sintesis yang memungkinkan pemahaman secara holistik dan
komprehensif atas wilayah. Hal ini sangat diperlukan di dalam pengelolaan
lingkungan dan sumber daya.
E. Konsep Esensial Geografi
Konsep esensial ilmu geografi mencakup konsep lokasi, jarak, keterjangkauan,
morfologi, aglomerasi, nilai kegunaan, pola, deferensiasi areal, interaksi, dan
keterkaitan keruangan.
1. Konsep Lokasi
Konsep lokasi menjadi ciri khusus ilmu pengetahuan geografi. Secara pokok, konsep
lokasi dibedakan menjadi dua, sebagai berikut :
a. Lokasi Absolut
Lokasi ini menunjukkan letak yang tetap terhadap sistem grid atau koordinat.
Untuk menentukan lokasi ini, harus menggunakan letak secara astronomis,
yaitu berdasarkan garis lintang dan garis bujur. Letak absolut bersifat tetap dan
tidak berubah. Contohnya adalah suatu titik berlokasi pada 3 “LS dan 130 “BT
terdapat di Papua. Selama standar penghitungan astronomis masih digunakan,
maka titik lokasi tersebut tidak akan berubah.
19
b. Lokasi Relatif
Lokasi relatif sering disebut dengan letak geografis. Lokasi relatif sifatnya berubah-
ubah dan sangat berkaitan dengan keadaan sekitarnya. Contohnya adalah suatu
daerah yang terpencil dan sangat jarang penduduknya, tetapi setelah bertahun-tahun
ternyata di daerah itu kaya akan tambang, sehingga menyebabkan daerah tersebut
menjadi ramai penduduk.
2. Konsep Jarak
Jarak berkaitan erat dengan lokasi, dan dinyatakan dengan ukuran jarak lurus di
udara yang mudah diukur pada peta. Jarak dapat juga dinyatakan sebagai jarak
tempuh, baik yang berkaitan dengan waktu perjalanan yang diperlukan maupun
dengan satuan biaya angkutan. Jarak sebagai pemisah antara dua tempat bisa
berubah sesuai dengan perkembangan zaman. Jarak pada hakikatnya adalah
pemisah antarwilayah atau tempat, tetapi pengertian pemisah sekarang ini berubah
sejalan dengan kemajuan-kemajuan antara lain di bidang teknologi (khususnya
sarana transportasi) dan komunikasi.
3. Konsep Keterjangkauan
Keterjangkauan tidak selalu berhubungan dengan jarak. Keterjangkauan lebih
berhubungan dengan kondisi medan yang berkaitan dengan sarana angkutan dan
transportasi yang digunakan. Suatu tempat yang tidak memiliki jaringan transportasi
dan komunikasi yang memadai maka dapat dikatakan daerah tersebut terisolasi atau
terpencil. Ada beberapa penyebab suatu daerah mempunyai aksesibilitas atau
keterjangkauan yang rendah, di antaranya kondisi topografi daerah tersebut yang
bergunung, berhutan lebat, rawa-rawa, atau berupa gurun pasir.
4. Konsep Morfologi
Morfologi merupakan perwujudan bentuk daratan muka bumi sebagai hasil
pengangkatan atau penurunan wilayah seperti erosi dan pengendapan atau
sedimentasi. Melihat peristiwa tersebut ada wilayah yang berbentuk pulau,
pegunungan, dataran, lereng, lembah, dan dataran aluvial. Morfologi dataran adalah
perwujudan wilayah yang biasanya digunakan manusia sebagai tempat bermukim,
untuk usaha pertanian, dan perekonomian. Pada umumnya, penduduk terpusat pada
daerah-daerah lembah sungai besar dan tanah datar yang subur. Wilayah
pegunungan dengan lereng terjal sangat jarang digunakan sebagai permukiman.
5. Konsep Aglomerasi
Aglomerasi atau pemusatan adalah kecenderungan persebaran penduduk yang
bersifat mengelompok pada suatu wilayah yang relatif sempit dan bersifat
menguntungkan, karena kesamaan gejala ataupun faktor-faktor umum yang
menguntungkan. Penduduk di perkotaan cenderung tinggal secara mengelompok
pada tingkat sosial yang sejenis seperti permukiman elit atau mewah, permukiman
Salah satu keuntungan yang didapat dengan adanya aglomerasi (pemusatan)
penduduk dengan tingkat kepadatan yang tinggi adalah dimungkinkannya suatu
sistem ekonomi yang memanfaatkan jumlah penduduk yang besar sebagai daerah
20
pemasaran atau pelayanan, namun meliputi wilayah yang sempit. Dari sini
dimungkinkan suatu efisiensi yang tinggi dalam produksi
6. Nilai Kegunaan
Nilai kegunaan suatu fenomena di muka bumi bersifat relatif, artinya nilai kegunaan
itu tidak sama, tergantung dari kebutuhan penduduk yang bersangkutan. Misalnya,
penduduk yang tinggal di daerah pegunungan, mereka menganggap daerah
pegunungan tidak memiliki nilai kegunaan karena mereka berorientasi pada sumber-
sumber pertanian di daerah dataran subur di bagian bawah (kaki gunung),
menganggap pegunungan memiliki nilai kegunaan yang tinggi untuk rekreasi, karena
suasana alami pegunungan dapat menghilangkan penat akan hiruk pikuk suasana
perkotaan.
7. Konsep Pola
Geografi mempelajari pola-pola, bentuk, dan persebaran fenomena di permukaan
bumi. Geografi juga berusaha memahami makna dari pola-pola tersebut serta
berusaha untuk memanfaatkannya. Pola berkaitan dengan susunan, bentuk, dan
persebaran fenomena dalam ruang muka bumi. Fenomena yang dipelajari adalah
fenomena alami dan fenomena sosial. Fenomena alami seperti aliran sungai,
persebaran vegetasi, jenis tanah, dan curah hujan. Fenomena sosial misalnya,
persebaran penduduk, mata pencaharian, permukiman, dan lain-lain. Contoh
Penerapan konsep pola di kawasan perkotaan yaitu, manusia membangun kawasan
permukiman dengan pola sedemikain rupa agar memudahkan masyarakat mencapai
tempat kerja, sekolah, pasar, sehingga mudah menciptakan kehidupan sehari-hari
yang nyaman dan sejahtera.
8. Konsep Deferensiasi Areal
Wilayah pada hakikatnya adalah suatu perpaduan antara berbagai unsur, baik unsur
lingkungan alam ataupun kehidupan. Hasil perpaduan ini akan menghasilkan ciri
khas bagi suatu wilayah (region). Misalnya, wilayah pedesaan dengan corak khas
area persawahan sangat berbeda dengan wilayah perkotaan yang terdiri atas area
permukiman, pusat-pusat perdagangan dan terkonsentrasinya berbagai utilitas
kehidupan.
Wilayah pedesaan dan perkotaan ini secara bersama-sama dan terus-menerus
mengalami perubahan dari waktu ke waktu (bersifat dinamis). Deferensiasai areal
juga berakibat terjadinya interaksi penduduk antarwilayah, misalnya mobilisasi
penduduk (transmigrasi, urbanisasi, imigrasi dan emigrasi), dan pertukaran barang
dan jasa.
9. Konsep Interaksi/ Interdependensi
Interaksi adalah kegiatan saling mempengaruhi daya, objek, atau tempat yang satu
dengan tempat lainnya. Setiap tempat mengembangkan potensi sumber daya
alamnya dan kebutuhan yang tidak selalu sama dengan tempat lain. Perbedaan
tersebut mengakibatkan terjadinya interaksi dan interdependensi antar wilayah.
Interaksi antara daerah pedesaan dan perkotaan sangat penting peranannya untuk
21
pemenuhan kebutuhan hidup diantara keduanya. Bentuk interaksi tersebut misalnya
proses pengangkutan hasil pertanian dari desa ke kota, dan proses pengangkutan
mesin pertanian dari kota ke desa. Interaksi juga terjadi antara kota yang satu
dengan kota yang lain baik dalam bentuk pertukaran barang dan jasa, maupun
perpindahan penduduk. Interaksi keruangan terjadi antara unsur atau fenomena
setempat dengan fenomena alam ataupun kehidupan.
10. Konsep Keterkaitan Keruangan
Keterkaitan keruangan atau asosiasi keruangan adalah derajat keterkaitan
persebaran suatu fenomena dengan fenomena lain di suatu tempat atau ruang.
Fenomena yang dimaksud adalah fenomena alam dan fenomena kehidupan sosial.
Contohnya adalah keterkaitan antara tingkat erosi dengan kesuburan tanah. Semakin
besar tingkat erosi maka kesuburan tanah semakin berkurang.
F. Prinsip-Prinsip Geografi
Secara teoritis dalam mempelajari geografi perlu dijiwai oleh prinsip-prinsip geografi
yang meliputi prinsip distribusi, prinsip interrelasi, prinsip deskripsi dan prinsip
korologi.
1. Prinsip Distribusi
Prinsip ini pada hakikatnya adalah terjadi persebaran gejala-gejala geosfer yang ada
di permukaan bumi, di mana distribusi (penyebarannya) berbeda antara satu tempat
dengan tempat lainnya. Gejala geografi baik yang menyangkut kondisi fisik maupun
sosial tersebar luas di permukaan bumi, tetapi penyebarannya tidaklah merata antara
wilayah satu dengan wilayah lainnya.
Dengan jalan menggambarkan dan memerhatikan persebaran gejala-gejala geografi
di permukaan bumi maka dapat diungkapkan masalah-masalah yang berkaitan
dengan gejala dan fakta tersebut, bahkan selanjutnya dapat digunakan untuk
meramalkan keadaan pada masa yang akan datang. Prinsip distribusi dalam ruang
ini menjadi kunci pertama dalam studi geografi. Berdasarkan pada prinsip distribusi
ini, selanjutnya dapat ditetapkan prinsip-prinsip yang lain. Sebagai contoh
persebaran kandungan minyak bumi dan gas di wilayah Indonesia tidaklah merata,
lebih banyak terkonsentrasi di wilayah Indonesia bagian barat, sedangkan di wilayah
Indonesia bagian timur lebih banyak mengandung bahan mineral.
Prinsip ini menyatakan bahwa terdapat hubungan antara gejala geografi yang satu
dengan gejala geografi yang lain di muka bumi. Oleh karena itu setelah dilihat
persebaran gejala geografi dalam satu ruang atau wilayah tertentu maka dapat pula
diungkapkan hubungan antara gejala geografi satu dengan gejala geografi lainnya.
Selain itu dapat pula diungkapkan
hubungan antara gejala-gejala yang ada di permukaan bumi. Misalnya hubungan
antara gejala fisik dengan gejala fisik, antara gejala fisik dengan gejala sosial dan
antara gejala sosial dengan gejala sosial.
22
3. Prinsip Deskripsi
Prinsip ini pada intinya memberikan penjelasan yang lebih mendalam tentang
karakteristik yang spesifik pada gejala geografi. Gejala geografi berdimensi titik,
garis, bidang, dan ruang. Prinsip deskripsi ini tidak saja dilaksanakan dengan
menggunakan
uraian
dan
peta
melainkan
juga
dapat
dilakukan
dengan
menggunakan diagram, grafik, maupun tabel.
Bentuk-bentuk deskripsi harus dapat memberikan penjelasan kepada para pembaca
agar dapat memahami tentang makna yang dibahas. Prinsip deskripsi digunakan
untuk menjelaskan karakteristik gejala geografi yang dipelajari, hubungan
antargejala, dan distribusi
keruangannya. Dalam geografi urutan kegiatannya antara lain pengumpulan data,
klasifikasi data, pemetaan, deskripsi tiap satuan pemetaan. Jadi deskripsi baru dapat
dibuat setelah dilakukan pemetaantentang kajian geografi yang dimaksud.
4. Prinsip Korologi
Prinsip ini melihat permasalahan geografi dari sudut pandang persebaran, interelasi
dan interaksinya dalam suatu wilayah (region) dan ruang tertentu. Ruang ini
menunjukkan karakteristik kesatuan gejala geografi, kesatuan fungsi, dan kesatuan
bentuk. Misal kita melihat definisi bumi, tidak hanya meliputi bagian luar dari kerak
bumi tetapi mencakup pula lapisan atmosfer yang mengelilinginya, termasuk air yang
ada di bumi, baik air yang ada di permukaan bumi maupun air
G. Ilmu Penunjang Geografi
Dalam mempelajari ilmu geografi diperlukan ilmu-ilmu lain, sebagai berikut :
1. Geomorfologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bentuk muka
bumi dan
proses terjadinya.
2. Hidrologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang air baik di
permukaan
maupun di bawah permukaan tanah.
3. Geologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang bumi, meliputi asal
terjadinya,
struktur, komposisi sejarah, serta proses alamiahnya.
4. Botani adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang dunia tumbuhan dan
persebarannya.
5. OceanografI adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang laut, beserta
isinya.
6. Meteorologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keadaan cuaca.
7. Klimatologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang keadaan iklim.
8. Biologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang makhluk hidup di
permukaan
bumi.
9. Demografi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang aspek-aspek
kependudukan.
23
10. Zoologi adalah ilmu yang mempelajari tentang hewan dan persebarannya di
muka bumi.
11. Antropologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang manusia dan
kebudayaannya.
12. Sosiologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang pola pergaulan
manusia
dalam masyarakat.
13. Ekologi adalah cabang dari ilmu biologi yang mempelajari tentang hubungan
antar
organisme dan antara organisme dengan lingkungan.
14. Ekonomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang usaha-usaha
manusia untuk memenuhi kebutuhan hidup dalam mencapai kemakmuran.
15. Astronomi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang antariksa, proses-
proses
pembentukannya, dan benda-benda antariksa.
16. Geografi politik adalah cabang ilmu geogarfi yang khusus mempelajari tentang
kondisi-
kondisi geografis ditinjau dari sudut pandang politik dan kepentingan negara.
17. Geografi fisik adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang bentuk dan
struktur
permukaan bumi, yang mencakup aspek geomorfologi dan hidrologi.
18. Geografi manusia adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang aspek
sosial,
ekonomi dan budaya penduduk.
19. Geografi regional adalah cabang ilmu geografi yang mempelajari tentang suatu
kawasan
tertentu secara khusus, misalnya geografi Asia tenggara dan geografi Timur
Tengah.
H. Aspek-Aspek Geografi dan Gejala-Gejalanya dalam Kehidupan
1. Aspek-aspek Geografi
Secara garis besar, dalam menelaah dan mengkaji geografi dapat diklasifikasikan
menjadi geografi fisik, geografi manusia, dan geografi regional.
a. Geografi Fisik
Geografi fisik adalah cabang dari ilmu geografi yang mempelajari gejala fisik dari
permukaan bumi yang meliputi tanah, air, dan udara dengan segala prosesnya.
Selain itu, geografi fisik juga mengkaji gejala-gejala alamiah permukaan bumi yang
menjadi lingkungan hidup manusia. Sesuai dengan pembagian geografi ortodok,
geografi fisik terdiri atas geomorfologi, hidrologi, klimatologi, pedologi, dan lain-lain.
b. Geografi Manusia
Geografi manusia adalah cabang dari ilmu geografi yang mempelajari semua aspek
gejala di permukaan bumi yang mengambil manusia sebagai objek utamanya. Sesuai
dengan pembagian geografi ortodok, geografi manusia dapat dibagi menjadi geografi
ekonomi, geografi penduduk, geografi perkotaan, dan geografi pedesaan.
24
c. Geografi Regional
Geografi regional merupakan perpaduan dari geografi fisik dan geografi manusia.
Geografi regional merupakan studi tentang variasi persebaran gejala dalam ruang
pada waktu tertentu baik lokal, nasional, maupun kontinental. Melalui analisis
geografi regional, karakteristik yang khas dari suatu wilayah dapat ditonjolkan,
sehingga perbedaan wilayah dapat terlihat jelas. Dalam studi geografi regional,
semua gejala geografi ditinjau dan dideskripsikan secara berkaitan dalam hubungan
integrasi dan interrelasi keruangan.
2. Gejala Geografi dalam Kehidupan Sehari-Hari
Beberapa gejala geografi yang sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari antara lain
cuaca, iklim, gempa bumi, vulkanisme, angin, dan lain-lain.
a. Cuaca
Cuaca adalah keadaan rata-rata pada suatu tempat, meliputi daerah yang sempit,
dan waktunya relatif singkat. Cuaca sangat memengaruhi kehidupan manusia di
muka bumi. Keadaan cuaca dapat diperkirakan dengan cara pengamatan.
Pengamatan dilakukan terhadap unsur-unsur cuaca misalnya suhu udara, tekanan
udara, kelembapan, angin, keadaan awan, dan curah hujan.
b. Iklim
Iklim merupakan rata-rata keadaan cuaca pada suatu wilayah yang luas dan dalam
waktu yang lebih lama. Iklim sangat berpengaruh pada pergantian musim yang ada
di Indonesia. Keberadaan musim penghujan dan musim kemarau di Indonesia sangat
berpengaruh pada kehidupan petani khususnya untuk kelangsungan hidup tanaman-
tanaman semusim, di mana pada musim kemarau petani akan menanam palawija
dan pada musim penghujan petani akan menanam padi. Keadaan iklim di permukaan
bumi sangat bervariasi tergantung pada
letak lintang dan bentuk daerah. Unsur-unsur iklim antara lain, pola suhu atau
temperatur udara, pola tekanan udara, dan pola kelembapan udara.
c. Gempa Bumi
Gempa bumi adalah gejala alam yang memengaruhi kehidupan manusia. Gempa
bumi dapat dibedakan menjadi tiga yaitu gempa bumi runtuhan (terban), gempa bumi
tektonik, dan gempa bumi vulkanik. Contoh, gempa bumi tektonik adalah gempa
yang terjadi di Yogyakarta dan sebagian Jawa Tengah yang banyak menimbulkan
korban jiwa dan rusaknya bangunan yang ada di wilayah tersebut. Manusia sampai
saat ini hanya bisa meramalkan akan adanya
gempa bumi, tetapi belum bisa memastikan kapan terjadinya gempa bumi, sehingga
hal yang terpenting adalah kewaspadaan penyelamatan diri ketika terjadi bencana
tersebut.
d. Vulkanisme
Vulkanisme adalah peristiwa naiknya magma dari dalam perut bumi menuju
permukaan bumi. Magma merupakan campuran batu-batuan dalam keadaan cair,
liat, dan sangat panas. Aktivitas magma sangat dipengaruhi oleh tingginya suhu
magma dan banyaknya gas yang terkandung di dalamnya. Magma dapat berbentuk
25
gas, padat, dan cair. Aktivitas gunung api tidak hanya menimbulkan kerugian tetapi
juga dapat memberikan keuntungan di antaranya daerah di sekitar gunung api
sangat subur sehingga hasil pertaniannya sangat besar.
Perbedaan tekanan udara di beberapa tempat menimbulkan aliran udara dari tempat
yang bertekanan tinggi ke tempat bertekanan rendah yang disebut dengan angin.
Untuk mengetahui arah angin dapat digunakan bendera angin dan untuk mengetahui
kecepatan angin di gunakan alat yang di sebut dengan anemometer. Angin terjadi
sepanjang tahun atau setiap musim dengan intensitas yang berbeda-beda. Angin
sangat diperlukan manusia, khususnya bagi para nelayan yang menggantungkan
pada arah dan kecepatan angin dalam aktivitasnya mencari ikan di laut.
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 25
SLIDE
Similar Resources on Wayground
18 questions
Teks Anekdot
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Masa Praaksara Indonesia
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Keruangan dan Konektivitas antar Ruang dan Waktu
Presentation
•
10th Grade
20 questions
KEMEROSOTAN KUALITI AIR SUNGAI
Presentation
•
10th Grade
18 questions
Tektonisme
Presentation
•
10th Grade
20 questions
ULANGAN TENGAH SEMESTER MATWA
Presentation
•
10th Grade
21 questions
Lapisan Bumi
Presentation
•
10th Grade
20 questions
SURAT LAMARAN PEKERJAAN
Presentation
•
10th Grade
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade