

Multiple Intelegence
Presentation
•
Social Studies
•
Vocational training
•
Practice Problem
•
Hard
Novi Gandhi
FREE Resource
20 Slides • 0 Questions
1
HALAMAN PENGESAHAN
Materi oleh
: Novi RusmaNoverta Gandhi
Judul
:Multiple Intelegensi ini telah diseminarkan di SD National
Immersion Primary School pada tanggal 20 Januari 2021
Mengesahkan
2
Multiple Intelegensi
Oleh Novi RusmaNoverta Gandhi
A.Pengertian Multiple Intelegensi/Kecerdasan Ganda
Istilah intelegensi atau kecerdasan bukanlah sesuatu yang baru bagi kita sebagai
pendidik. Namun sejalan dengan perkembangun ilmu pengetahuan, ilmu tentang
intelegensi pun berkembang. Banyak ahli dari berbagai bidang disiplin ilmu
melakukan penelitian tentang otak manusia secara fisik maupun potensi nya.Seorang
filsuf, Prof. Robert Ornstein dari Universitas California, meneliti tentang potensi otak
dan sifat-sifat fisiknya. Otak merupakan sekumpulan jaringan saraf yang terdiri dari
dua bagian, yaitu otak besar dan otak kecil. Otak besar terdiri dari 2 belahan, yaitu
belahan kiri dan belahan kanan, kedua belahan tersebut dihubungkan oleh serabut
saraf. la menemukan bahwa otak rnanusia memiliki kemampuan yang jauh lebih besar
daripada yang kita bayangkan. Kedua belahan, yaitu belahan otak kanan dan belahan
otak kiri mempunyai fungsi masing-masing. Belahan otak kiri mengendalikan
aktivitas-aktivitas mental yang mencakup matematika, bahasa, logika, analisis,
menulis, dan aktivitas-aktivitas lain yang sejenis. Sedangkan otak sebelah kanan
menangani aktivitas-aktivitas yang mencakup imajinasi, warna, musik, irama, ritme,
melamun dan aktivitas – aktivitas lain yang sejenis. la mengatakan bahwa semua
manusia memiliki semua kemampuan tersebut karena setiap manusia memiliki satu
otak yang utuh. Proses berpikir, menurut Ornstein, adalah menyajikan dan menangkap
kombinasi informasi yang kompleks antara kata – kata, gambar, warna, suara, dan
lain-lain mendekati operasi alamiah dan berpikir.
Prof. Howard Gardner, seorang ahli psikologi kognitif dari Universitas Harvard,
meneliti tentang intelegensi/kecerdasan manusia. la mengatakan bahwa IQ tidak boleh
dianggap sebagai tinggi atau rendah seperti tekanan darah manusia, dan kecerdasan
seseorang tidak dapat diukur secara mutlak dengan tes-tes IQ. la mengatakan bahwa
tes IQ hanya mampu mengukur kemampuan seseorang dalam mengerjakan tes IQ
tersebut saja. Selanjutnya, ia menemukan bahwa setiap orang memiliki beberapa
kecerdasan, tidak hanya satu kecerdasan. la menyebutnya dengan inteligensi ganda.
Yang dimaksud dengan multipel intelegensi/inteligensi majemuk adalah kemampuan
untuk memecahkan masalah atau menciptakan suatu produk yang efektif atau bernilai
dalam satu Iatar belakang budaya tertentu. Artinya, setiap orang jika dihadapkan pada
3
satu masalah, ia memiliki sejumlah kemampuan untuk memecahkan masalah yang
berbeda sesuai dengan konteksnya. Sama seperti Ornstein, Gardner Imenyebutkan
bahwa intelegensi seseorang terdiri dari intelegensi linguistik, logis ma ematis, visual
spasial, kinestetik, interpersonal, intrapersonal, musikal, dan naturalis. Perbedaan
pendapat antara Ornstein dan Gardner adalah Gardner tidak memisahkan letak jenis-
jenis intelegensi di belahan otak. la lebih mengutamakan bahwa jenis-jenis intelegensi
tersebut harus dikembangkan secara berimbang, agar setiap individu dapat
mengembangkan seluruh kemampuannya secara maksimal.
Pada dasarnya setiap anak memiliki kedelapan intelegensi tersebut. Hanya saja, sering
tidak semuanya terasah dengan baik oleh orang tua, pendidik di sekolah, atau sistem
pendidikan (kurikulum) nasional, sehingga kurang berkembang. Padahal dengan
mengembangkan seluruh potensi intelegensi anak sejak dini, berarti kita memberi
anak jalan untuk lebih mudah mencapai puncak sukses kelak di kemudian hari.
Kebanyakan anak memiliki sejumlah intelegensi yang dominan dengan gaya belajar
yang berbeda yang diekspresikan dengan cara yang berbeda. Jika kita melihat anak
tidak tertarik pada satu bidang tertentu, dimungkinkan anak tersebut mempunyai lebih
dari satu intelegensi primer. Namun, dapat juga berarti sebaliknya, anak tersebut
belum cukup matang untuk mengembangkan satu minat yang kuat. Ormstein dan
Gardner sependapat bahwa seluruh potensi otak tersebut harus diberdayakan untuk
mencapai kompetensi tertentu baik untuk kegiatan pembelajalran di sekolah atau
pendidikan di rumah. Seluruh potensi otak diberi kesempatan yang sama melalui
berbagai aktivitas dan stimulus yang diberikan dan disesuaikan dengan kebutuhan
masing-masing individu. Guru perlu mengembangkan suatu program pembelajaran
yang dapat memberdayakan dan mengembangkan intelegensi-intelegensi tersebut
yang dimiliki setiap anak didik untuk mencapai kompetensi tertentu dalam
suatu kurikulum.Dan pada akhirnya anak didik menjadi cerdas karena seluruh
intelegensinya berkembang secara berimbang. Hal ini sejalan dengan Undang-undang
Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem pendidikan Nasional
pasal 1 ayat 1 yang menjelaskan bahwa Pendidikan adalah usaha adil dan terencana
untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara
aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, sertaketerampilan yang
diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan Negara.
4
B.Karakteristik Intelegensi/Kecerdasan
Ada delapan karakteristik intelegensi/kecerdasan yang dikemukakan oleh Howard
Gardner, yaitu intelegensi berbahasa/linguistik, intelegensi logis-matematis,
intelegensi visual-spasial, intelegensi kinestetis, intelegensi musikal, intelegensi
naturalis, dan intelegensi interpersonal, serta intelegensi intrapersonal. Mari kira
bahas kecerdasan tersebut satu per satu.
1. Intelegensi Berbahasa (Linguistik)
Intelegensi berbahasa mencakup kemampuan-kemampuan berpikir dengan kata-kata,
seperti kemampuan untuk memahami dan merangkai kata dan kalimat baik lisan
maupun tertulis. Anak dengan intelegensi/kecerdasan ini memiliki kepekaan terhadap
makna dan susunan kata-kata dan mereka sering menggunakan perbendaharaan kata
yang luas. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam
intelegensi berbahasa.
a. Senang membaca buku atau apa saja, bercerita atau mendongeng.
b. Senang berkomunikasi, berbicara, berdialog, berdiskusi, dan senang berbahasa
asing.
c. Pandai merighubungkan atau merangkai kata-kata atau kalimat baik lisan maupun
tertulis. Pandai menafsirkan kata-kata atau paragraf baik secara lisan maupun tertulis.
Senang mendengarkan musik dan sebagainya dengan baik.
d. Pandai mengingat dan menghafal.
e. Mudah mengungkapkan perasaan baik lisan maupun tulisan
2. Intelegensi Logis-Matematis
Intelegensi Logis-Matematis adalah kemampuan berpikir dalam penalaran atau
menghitung, sepertikemampuan menelaah masalah secara logis, ilmiah dan
matematis. Intelegensi/kecenderungan ini membuat anak memiliki kemampuan
mengenali pola-pola suatu kejadian dan susunannya, mereka senang bekerja dengan
angka, ingin mengetahui sejauh mana cara kerja suatu benda. Berikut ini karakteristik
individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi logis-matematis.
Senang bereksperimen, bertanya, menyusun atau merangkai teka-teki.
a. Senang dan pandai berhitung dan bermain angka.
b. enang mengorganisasikan sesuatu, menyusun skenario.
c. Mampu berpikir logis, baik induktif maupun deduktif.
d. Senangsilogisme.
5
e. Senang berpikir abstraksi dan simbolis.
f. mengoleksi benda-benda dan mencatat koleksinya.
3. Intelegensi Visual Spasial
Intelegensi visual spasial, yaitu kemampuan berpikir dalam citra dan gambar. Seperti
kemampuan untuk membayangkan bentuk suatu objek. Anak dengan
Intelegensi/kecerdasan ini memiliki kemampuan memahami alam secara akurat dan
menciptakan ulang aspek-aspek alam seperti menggambar pemandangan. Berikut ini
karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi visual
spasial.
a. Senang merancang sketsa, gambar, desain grafik, tabel.
b. Peka terhadap citra, warna, dan seba`;ainya.
c. Pandai memvisualisasikan ide.
d. Imajinasinya aktif.
e. Mudah menemukan jalan dalam ruang.
f. Mempunyai persepsi yang tepat dari berbagai sudut.
g. Senang membuat rumah-rumahan dari balok.
h. Mengenal relasi benda-benda dalam ruang.
4. Intelegensi Musikal
Intelegensi musikal adolah kemampuan berpikir dengan nada, ritme, irama, dan
melodi juga pada suara alam. Anak dengan Intelegensi ini memiliki kepekaan
terhadap pola titik nada, melodi, dan ritme.. Berikut ini karakteristik individu yang
menunjukkan kemampuan dalam Intelegensi musikal.
a. Pandai mengubah atau mencipta musik.
b. Gemar mendengar dan atau memainkan alat musik.
c. Senang dan pandai bernyanyi, bersenandung.
d. Pandai menooperasikan musik serta menjag,i ritme.
e. Mudah menangkap musik.
f. Peka terhadap suara dan musik.
g. Dapat membedakan bunyi berbagai alat musik.
h. Bergerak sesuai irama, seperti mengetukkan jari sesuai irama.
5. Intelegensi Kinestetik Tubuh
Intelegensi kinestetik tubuh, yaitu kemampuan yang berhubungan dengan gerakan
tubuh termasuk gerakan motorik otak yang mengendalikan tubuh seperti kemampuan
untuk mengendalikan dan menggunakan badan dengan mudah dan cekatan. Anak
6
dengan intelegensi ini mampu menggunakan tubuh secara terampil dan menangani
benda-benda dengan tangkas, umumnya mereka lebih mudah mengingat Sesuatu
dengan melakukan gerakan daripada melihat atau mendengar. Berikut ini karakteristik
individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi kinestetik.
a. Senang menari, akting.
b. Pandai dan aktif dalam olah raga tertentu.
c. Mudah berekspresi dengan tubuh.
d. Mampu memainkan mimik.
e. Cenderung menggunakan bahasa tubuh.
f. Koordinasi dan fleksibilitas tubuh tinggi.
g. Senang dan efektif berpikir sambil beijalan, berlari, dan berolah raga.
h. Pandai merakit sesuatu menjadi suatu produk.
i. Senang bergerak atau tidak bisa diam dalam waktu yang lama.
j. Senang kegiatan di luar rumah.
6. Intelegensi Intrapersonal
lntelegensi intrapersonal adalah kemampuan berpikir untuk memahami diri sendiri,
melakukan retleksi diri dan bermetakognisi. Intelegensi ini menjadikan anak memiliki
kemampuan menggunakan kehidupan emosional untuk memahami dirinya sendiri dan
orang lainnya. Anak dengan kecerdasan ini biasanya suka mencatat apapun yang
dipikirkan dan dirasakan, mampu menentukan dan memutuskan sendiri langkah yang
akan dipilih, menyadari kelebihan dan keterbatasannya, gemar menikmati rekreasi
sendirian seperti menyendiri di kamar sambil mendencarkan musik. Berikut ini
karakteristik individu yang menunjukkan kemampuan dalam intelegensi intrapersonal.
a. Mampu menilai diri sendiri/introspeksi diri, bermeditasi.
b. Mudah mencelola dan menguasai perasaannya.
c. Sering mengamati dan mendengarkan.
d. Bisa bekerja sendirian dengan baik.
e. Mampu mencanakan tujuan, menyusun cita-cita dan rencana hidup yang jelas.
f. Berjiwa independen/bebas.
g. Mudah berkonsentrasi.
h. Keseimbangan diri.
i. Senang mengekspresikan perasaan-perasaan yang berbeda.
j. Sadar akan realitas spiritual.
7. Intelegensi Interpersonal (Sosial)
7
Intelegensi interpersonal adalah kemampuan berkomunikasi dan berinteraksi dengan
orang lain. Anak yang mudah memahami orang lain dan mementingkan relasi,
memiliki kecerdasan interpersonal yang baik. Anak denban kecerdasan ini biasanya
memiliki banyak teman, menyukai permainan yang memiliki banyak teman,
cenderung jadi penengah di antara teman-temannya, menjadi pemain tim yang
istimewa karena mampu bekerjasama dengan baik dengan kata lain terampil
berhubungan dengan orang lain. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan
kemampuan dalam inteleaensi interpersonal.
a. Mampu berorganisasi, menjadi pemimpin dalam suatu organisasi.
b. Mampu bersosialisasi, menjadi mediator, bermain dalam kelompok/klub, bekerja
sama dalam tim.
c. Senang permainan berkelompok daripada individual.
d. Biasanya menjadi tempat mengadu orang lain.
e. Senang berkomunikasi verbal dan non-verbal.
f. Peka terhadap teman.
g. Suka memberi feedback.
h. Mudah mengenal dan membedakan perasaan dan pribadi orang lain.
8. Intelegensi Naturalis
Intelegensi Naturalis adalah kemampuan untuk memahami gejala alam. Anak dengan
kecerdasan ini mampu mengenali dan mcngelompokkan sejumlah binatang atau
tanaman, ini biasanya banyak berada di luar ruangan, suka mengumpulkan batu-
batuan dan menangkap serangga, senang berhubungan dengan alam seperti merawat
tanaman atau binatang. Berikut ini karakteristik individu yang menunjukkan
kemampuan dalam intelegensi naturalis.
a. Senang terhadap flora dan fauna, bertani, berkebun, memelihara binatang,
berinteraksi dengan binatang, berburu.
b. Pandai melihat perubahan alam, meramal cuaca, meneliti tanaman.
c. Senang kegiatan di alam terbuka.
C.Bukti Teori Kecerdasan
Teori kecerdasan ganda bukanlah teori pertama yang menyatakan ada cara lain agar
menjadi cerdas. Teori kecerdasan ganda memasukkan lingkup luas kemampuan
manusia kedalam sistem tujuh lapis yang dapat membuat setiap orang menjadi
pemenang dalam hidupnya.
8
Gardner menetapkan syarat khusus yang harus dipenuhi oleh setiap kecerdasan
diantaranya adalah :
a. Setiap kecerdasan dapat dilambangkan.
b. Setiap kecerdasan mempunyai riwayat perkembangan.
c. Setiap kecerdasan rawan terhadap cacat akibat kerusakan atau cidera pada wilayah
otak tertentu.
d. Setiap kecerdasan mempunyai keadaan akhir berdasarkan nilai budaya.
D.Meluruskan Makna Kecerdasan dalam Multiple Intelligence
(Muh Tahir, 2011), Kecerdasan seseorang tidak dipengaruhi oleh tes-tes formal.
Kecerdasan seseorang bersifat dinamis dan tidak statis. Tes yang dilakukan untuk
menilai kecerdasan seseorang, praktis hanya menilai pada saat itu, bukan untuk 1
bulan ke depan, atau 20 tahun ke depan. Menurut Gardner, kecerdasan dapat dilihat
dari kebiasaan seseorang. Padahal kebiasaan adalah perilaku yang selalu diulang-
ulang.
Pada tahun 1970-an, tak sedikit ahli psikologi dunia menyatakan bahwa tes IQ yang
diterapkan di dunia pendidikan tidak valid. Dalam bukunya “Frame of Mind”,
Gardner mengungkapkan ketidak-valid-an tes IQ.Alferd Binet, seorang psikolog
pembuat tes IQ yang mengandung konsep eugenic (keturunan). Teorinya menegaskan
bahwa faktor keturunan sangat mempengaruhi IQ seorang anak. Anak yang lahir dari
keturunan bangsawan akan lebih cerdas, sebab bangsawan adalah kelompok
masyarakat yang sangat cerdas menurutnya. Permintaan teori ini ternyata didasari
fakta sejarah ketika kaum buruh mengancam kekuasaan dengan tajam pada saat itu.
Kecerdasan seseorang dapat dilihat dari berbagai dimensi, tidak hanya kecerdasan
verbal (berbahasa) atau kecerdasan logika. Gardner menyatakan bahwa kecerdasan
ganda itu memungkinkan ranah kecerdasan itu berkembang luas.Dengan mengetahui
multiple intelligence sedini mungkin, kita dapat menemukan ranah akhir dengan lebih
baik, membuat seorang tidak terpaku dengan apa yang didapatkan sekarang dari hasil
tes sementara yang mungkin jauh dari target kecerdasan sesungguhnya.
Pada saat multiple intelligence ditarik ke dalam ranah pendidikan khususnya di
Indonesia. Paradigma pendidikan akan mengalami banyak koreksi. Ada yang
mengatakan Indonesia akan siap dengan teori ini 20 tahun lagi.
9
E.Faktor-faktor yang Mempengaruhi Inteligensi
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pembentukan atau perkembangan
inteligensi seseorang, yaitu:
1. Faktor Pembawaan
Ialah kesanggupan/potensi yang dibawa sejak lahir yang merupakan bahan dasar
untuk perkembangan. Setiap anak lahir dengan membawa potensi inteligensinya
masing-masing, dan perkembangan inteligensi si anak akan dipengaruhi oleh kondisi
inteligensi bawaannya masing-masing.
2. Faktor Kematangan
Ialah kesiapan suatu fungsi atau potensi untuk dikembangkan. Perkembangan
inteligensi akan berlangsung dengan baik apabila fungsi/potensi inteligensi secara
fisik atau psikologis sudah ada kematangan. Tanpa adanya faktor kematangan tersebut
perkembangan inteligensi tidak akan terjadi.
3. Faktor Pembentukan
Ialah segala faktor luar yang akan mempengaruhi perkembangan Inteligensi. Faktor
luar yang bersifat lebih efisien dan efektif pengaruhnya dalam
pembentukan/perkembangan inteligensi ialah faktor pendidikan yang dilaksanakan
disekolah. faktor luar lainnya yang dapat mempengaruhi secara tidak sengaja dan
kurang efisien ialah pengaruh lingkungan/alam sekitar.
4. Faktor Minat
Ialah sikap senang kepada sesuatu hal Minat ini akan berfungsi sebagai pendorong
orang untuk berbuat/berusaha dalam mencapai sesuatu tujuan. Minat ini sebagai
faktor psikologis akan mempengaruhi proses pembentukan atau perkembangan.
5. Faktor Kebebasan
Ialah kondisi psikologis yang akan mempengaruhi sikap, performance atau aktifitas
seseorang dalam berbuat atau mencapai tujuan atau dalam mewujudkan dirinya.
Orang yang mempunyai kebebasan tidak merasa ada beban/tekanan untuk
berbuat/mencapai sesuatu, ia dapat dengan bebas memilih/menentukan kebutuhan,
cara atau tujuan yang sesuai dengan apa yang diminatinya.
Semua faktor tersebut diatas bersangkut paut satu sama lain. Untuk menentukan
Inteligensi atau tidaknya seorang anak, kita tidak dapat hanya berpedoman kepada
salah satu faktor tersebut diatas. Inteligensi adalah faktor total. Keseluruhan pribadi
turut serta menentukan dalam perbuatan inteligensi seseorang.
10
F.Cara Meningkatkan Kecerdasan Ganda
Gambaran umum dalam pembelajaran saat guru menjelaskan adalah ada anak
yangsenang menerima pelajaran dan berbagai macam sifat siswa di dalam
tingkatkecerdasannya. Menurut Thomas Amstrong, kita tidak dapat memberi label
mereka sebagai “pebelajar verbal”, “pebelajar visual” atau “pebelajar kinestesis” atau
seterusnya karena tujuan dari suatu kegiatan pembelajaran adalah untuk memperluas
dan mengembangkan intelegensi/ kecerdasan anak didik. Tugas guru dan pendidik
adalah bagaimana menciptakan suasana belajar yang dapat mengembangkan semua
kecerdasan yang ada pada setiap individu anak didik. Ada beberapa cara yang dapat
dilakukan untuk menciptakan suasana belajar yang mengembangkan semua
kecerdasan yaitu sebagai berikut:
1. Mengaktifkan seluruh indra anak didik.
Ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk mengaktifkan seluruh indra anak didik yaitu
sebagai berikut :
a. Melatih cara mendengar yang efektif. Telinga bagi manusia adalah instrument yang
luar biasa. Melalui telinga otak menerima bunyi dan membuat duplikat bunyi tersebut
dan mengulang seluruh bunyi tersebut seperti suatu simponi. Selain itu, pendengaran
juga merupakan salah satu unsur pokok dalam pembentukan imajinasi dan kreativitas.
b. Melatih mata untuk membaca cepat dan efektif. Mata merupakan bukti keajaiban
mekanisme biologis. Melaui mata otak dapat menerima fakta – fakta yang
menakjubkan yang dapat memberikan rangsangan yang lebih kaya, sehingga mata
dapat melihat dengan jeli, analitis, dan akurat. Mata sangat erat dengan kemampuan
membaca. Kecepatan membaca orang normal rata – rata 300 kata per menit dengan
kemampuan mengingat 40 – 70 persen dari seluruh isi bacaan. Bagi seseorang yang
terampil kecepatan membacanya dapat mencapai 600 kata per menit dengan
kemampuan mengingat isi bacaan secara utuh.
c. Melatih keterampilan menulis atau membuat catatan yang cepat dan tepat.
Mengenai keterampilan ini, penelitian menunjukkan hasil sebagai berikut :
1) Ada siswa yang tidak mencatat sama sekali.
2) Ada siswa yang diberikan catatan lengkap yang dibuatkan oleh guru.
3) Ada siswa yang membuat catatan lengkap sendiri.
4) Ada siswa yang diberikan catatan berupa rangkuman oleh guru.
5) Ada siswa yang membuat catatan berupa rangkuman sendiri.
6) Ada siswa yang diberikan catatan berupa kata-kata kunci.
11
7) Ada siswa yang membuat catatan berupa kata – kata kunci sendiri.
Siswa yang terakhir inilah yang paling bagus hasil belajarnya.Hal ini karena pikiran
hanya dapat mengingat kata – kata bukan kalimat.Kata – kata kunci merupakan kata –
kata inti yang menghubungkan satu pengertian denganpengertian berikutnya dalam
suatu bacaan.Begitu besarnya potensi yang dimiliki oleh indera manusia sehingga
harus dimanfaatkan seoptimal mungkin.
2. Melatih intelegensi/ kecerdasan yang berimbang.
Dengan teknik – teknik pembelajaran yang tradisional kita sebagai guru pasti sulit
melatih kecerdasan berimbang. Yang dimaksud dengan “berimbang” bukanlah
melatih semua kecerdasan secara bersamaan karena hal ini akan membuat pekerjaan
yang sia – sia.Langkah – langkah yang harus dilakukan untuk melatih kecerdasan
yang berimbang adalah sebagai berikut:
a. Mengidentifikasi inteligensi anak didik. Caranya adalah sebelum memulai pelajaran
guru dapat memberikan test atau angket kepada siswanya untuk menjajagi inteligensi
mereka. Pertanyaan – pertanyaan itu dibaca dan diisi sendiri oleh siswa kemudian
guru mengolahnya. Dengan cara ini, guru dapat melihat inteligensi mana yang paling
menonjol pada siswa.
Selain dengan test, mengidentifikasi inteligensi juga dapat dilakukan dengan cara
observasi. Observasi dapat dilakukan terhadap apa yang dilakukan anak didik dikelas
dan kegiatan di luar kelas. Observasi di dalam kelas yaitu dengan melihat/mengamati
apa yang dilakukan anak didik selama belajar, selama mengerjakan tugas, kesukaan
terhadap mata pelajaran tertentu, cara mereka bertanya dan menjawab pertanyaan.
Observasi kegiatan anak didik di luar kelas dapat dilakukan dengan cara mengamati
mereka di sela waktu istirahat.
Menyusun rencana pelajaran yang dapat mengembangkan beberapa kecerdasan,
seperti: :
1) Mengorganisasikan isi atau materi pelajaran sedemikian rupa sehingga menjadi
menarik dan dapat merangsang indera semaksimal mungkin.
2) Memilih strategi pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh inteligensi /
kecerdasan.
3) Merancang dan membuat tugas atau penilaian yang dapat menggali seluruh
kecerdasan.
b. Melaksanakan pembelajaran yang dapat mengembangkan seluruh inteligensi atau
kecerdasan anak didik. Kegiatan yang dilakukan guru melalui cara ini, diantaranya
12
adalah:
1) Menerapkan rencana pelajaran yang telah dirancang untuk mengembangkan
beberapa kecerdasan, atau
2) Menerapkan keterampilan dasar mengajar yang dapat mengembangkan inteligensi/
kecerdasan anak didik.
Setiap individu memiliki derajat jenis inteligensi/kecerdasan
yang bervariasi.Tugas guru adalah mengkombinasikan dan memadukan inteligensi –
inteligensi tersebut sebanyak mungkin dan membuat mereka senang belajar sehingga
mereka mampu menggunakan inteligensi.Sehingga mereka menemukan bahwa belajar
itu mudah dan menyenangkan.Anak didik seperti inilah yang disebut anak yang
cerdas karena seluruh kecerdasannya berkembang secara berimbang.
3. Melatih silang intelegensi/ kecerdasan yang bebeda.
Yang dimaksud dengan “silang”di sini adalah setiap inteligensi / kecerdasan anak
didik tidak dikembangkan secara bersamaan, tetapi dikembangkan satu persatu secara
terpisah.Tujuannya adalah agar anak didik mengasah setiap bagian kecerdasannya
selama waktu tertentu. Ini dapat dilakukan secara individu dan kelompok dan bisa
juga di dalam atau diluar jam pelajaran. Melatih silang inteligensi atau kecerdasan
dapa dilakukan dengan membangun stasiun – stasiun kecerdasan untuk setiap jenis
kecerdasan yang berbeda. Yang dimaksud denga “stasiun” disini bukanlah stasiun
pemancar tetapi semacam display dengan memanfaatkan sudut – sudut / ruang –
ruang yang mudah terlihat oleh anak didik dari segala arah.
Hal – hal yang harus diperhatikan dalam membangun stasiun kecerdasan adalah
sebagai berikut:
a. Pilih materi atau isi pelajaran yang khusus berdasarkan tingkat kesulitannya.
b. Identifikasi semua kemampuan yang ada dalam setiap jenis kecerdasan.
c. Klasifikasikan isi atau bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan – kemampuan
yang ada disetiap jenis kecerdasan, sampai menghasilkan satu – satu stasiun
kecerdasan.
d. Tempatkanlah setiap stasiun kecerdasan ini di tempat – tempat yang sering
dikunjungi anak didik atau yang mudah terlihat dari berbagai arah.
Dengan melatih silang kecerdasan anak yang berbeda ini berarti guru memberi
kesempatan kepada anak didik untuk melatih setiap bagian kecerdasannya sesuai
dengan kebutuhannya.
Dalam meningkatkan kecerdasan ganda sejumlah cara atau metode dapat dilakukan
13
untuk meningkatkan kemampuan – kemampuan individu. Setiap metode digunakan
untuk meningkatkan jenis kecerdasan yang spesifik yaitu:
a. Meningkatkan kecerdasan bahasa dapat dilakukana dengan cara mengadakan
permainan merangkai kata, buatlah buku harian atau usahakan untuk menulis tentang
apa saja yang ada dalam pikiran setiap harinya sebanyak 250 kata, dan sediakan
waktu untuk bercerita secara teratur dengan keluarga atau sahabat.
b. Cara untuk meningkatkan kecerdasan spasial yaitu seringlah berlatih permainan
gambar tiga dimensi, puzzle, kubus, dan teka-teki visual lainnya, dekorasi ulang
interior dan taman rumah, buatlah struktur benda dengan logo, atau bahan mainan tiga
dimensi lainnya.
c. Meningkatkan kecerdasan matematis logis dapat dilakukan dengan cara berlatih
menghitung soal-soal matematika sederhana di kepala ( berapa 21 X 40 dalam 5
detik), pelajari cara menggunakan sempoa, sering-seringlah mengisi teka-teki
silang/asah otak lainnya.
d. Kecerdasan musikal dapat dilatih dengan cara mengunjungi konser atau
pertunjukan musik, bernyanyilah di kamar mandi atau di manapun yang
memungkinkan untuk bersenandung, luangkan waktu selama satu jam setiap minggu
untuk mendengarkan gaya musik yang tidak dikenal akrab (western, jazz, country,
world music ,dll).
e. Meningkatkan kecerdasan kinestetik dapat dilakukan dengan carai bergabung dan
berlatih berdsama dengan klub olahraga di lingkungan, pelajarilah kegiatan dansa,
kumpulkanlah berbagai macam benda yang memiliki beragam tekstur dan bentuknya
khas, cobalah kenali benda-benda tersebut dengan mata tertutup.
f. Cara atau metode yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kecerdasan
interpersonal yaitu: belilah kotak kartu nama, penuhi dengan nama kontak bisnis,
teman, kenalan, kerabat, dan orang lain, serta tetaplah menjalin hubungan dengan
mereka; luangkan waktu selama 15 menit setiap hari untuk mempraktekkan
mendengarkan secara aktif dengan pasangan hidup atau sahabat dekat;
bekerjasamalah dengan satu orang atau lebih dalam sebuah proyek yang berdasarkan
pada kesamaan minat (seni kain perca, pemain bass, penulisan artikel tentang pantai).
g. Meningkatkan kecerdasan intrapersonal dapat dilakukan dengan cara sebagai
berikut : pilihlah tokoh favorit yang positif, dan baca serta jadikan mereka sebagai
kawan imajinasi dalam memecahkan suatu permasalahan yang membutuhkan waktu
pemahaman yang dalam, lakukanlah sesuatu yang menyenangkan diri sekurang-
14
kurangnya sekali sehari, luangkan waktu sekitar sepuluh menit setiap sore hari untuk
meninjau kembali secara mental berbagai macam perasaan dan gagasan yang dialami.
h. Metode yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan naturalis antara lain
peliharalah hewan favorit, tingkatkan frekuensi melihat acara-acara mengenai
program flora dan fauna, cobalah untuk menahan dari untuk tidak merusak
lingkungan, seperti mencorat-coret meja, menginjak rumput kantor, memetik bunga
yang sedang tumbuh.
G.Faktor – Faktor Penting dalam Meningkatkan Kecerdasan Ganda
Implementasi teori kecerdasan ganda dalam aktivitas pembelajaran memerlukan
dukungan komponen-komponen sistem persekolahan sebagai berikut :
1. Orang tua murid
2. Guru
3. Kurikulum dan fasilitas
4. Sistem penilaian
Komponen masyarakat, dalam hal ini orang tua murid perlu memberikan dukungan
yang optimal agar implementasi teori kecerdasan ganda di sekolah
dapat berhasil.Orang tua, dalam konteks pengembangan kecerdasan ganda perlu
memeberikan sedikit kebebasan pada anak mereka untuk dapat memilih kompetensi
yang ingin dikembangkan sesuai dengan kecerdasan dan bakat yang mereka miliki.
Guru memegang peran yang sangat penting dalam implementasi teori kecerdasan
ganda. Agar implementasi teori kecerdasan ganda dapat mencapai hasil seperti yang
diinginkan ada dua hal yang perlu diperhatikan yaitu:
1. Kemampuan guru dalam mengenali kecerdasan individu siswa
Kemampuan guru dalam mengenali kecerdasan ganda yang dimiliki oleh siswa
merupakan hal yang sangat penting. Faktor ini akan sangat menentukan dalam
merencanakan proses belajar yang harus ditempuh oleh siswa. Ada banyak cara yang
dapat dilakukan oleh guru untuk mengenali kecerdasan spesifik yang dimiliki oleh
siswa. Semakin dekat hubungan antara guru dengan siswa, maka akan semakin mudah
bagi para guru untuk mengenali karakteristik dan tingkat kecerdasan siswa.
2. Kemampuan mengajar dan memanfaatkan waktu mengajar secara proporsional.
Setelah mengetahui kecerdasan setiap individu siswa, maka langkah – langkah
berikutnya adalah merancang kegiatan pembelajaran. Armstrong (2004)
mengemukakan proporsi waktu yang dapat digunakan oleh guru dalam
15
mengimplementasikan teori kecerdasan ganda yaitu :
30 % pembelajaran langsung
30 % belajar kooperatif
30% belajar independent
Implementasi teori kecerdasan ganda membawa implikasi bahwa guru bukan lagi
berperan sebagai sumber (resources), tapi harus lebih berperan sebagai manajer
kegiatan pembelajaran.Dalam menerapkan teori kecerdasan ganda, sistem sekolah
perlu menyediakan guru-guru yang kompeten dan mampu membawa anak
mengembangkan potensi-potensi kecerdasan yang mereka miliki. Guru musik
misalnya, selain mampu memainkan instrumen musik, ia juga harus mampu
mengajarkannya sehimgga dapat menjadi panutan yang baik bagi siswa yang
memiliki kecerdasan musikal.
Sekolah yang menerapkan teori kecerdasan ganda juga perlu menyediakan fasilitas
pendukung selain guru yang berkualitas.Fasilitas tersebut dapat digunakan oleh guru
dan siswa dalam meningkatkan kecerdasan-kecerdasan yang spesifik.
Fasilitas dapat berbentuk media pembelajaran dan peralatan serta perlengkapan
pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan ganda. Contoh
fasilitas pembelajaran yang dapat digunakan untuk meningkatkan kecerdasan ganda
antara lain : peralatan musik, peralatan olah raga dan media pembelajaran yang dapat
digunakan untuk melatih kecerdasan spesifik.
Sistem penilaian yang diperlukan oleh sekolah yang menerapkan teori kecerdasan
ganda berbeda dengan sistem penilaian yang digunkan pada sekolah
konvensional.Sekolah yang menerapkan teori kecerdasan ganda pada dasarnya
berasumsi bahwa semua individu itu cerdas. Penilaian yang digunakan tidak
berorientasi pada input dari proses pembelajaran tapi lebih berorientasi pada proses
dan kemajuan (progress) yang diperlihatkan oleh siswa dalam mempelajari suatu
keterampilan yang spesifik. Metode penilaian yang cocok dengan sistem seperti ini
adalah metode penilaian portofolio.Sistem penilaian portofolio menekankan pada
perkembangan bertahap yang harus dilalui oleh siswa dalam mempelajari sebuah
keterampilan atau pengetahuan.
16
H.Pendidikan tanpa Multiple Intelligence
(Rohmani, 2012) Kualitas sumber daya manusia Indonesia dewasa ini adalah
cerminan dari sistem pendidikan yang saat ini berlaku. Kualitas sumber daya manusia
adalah hasil dari penerepan sebuah sistem pendidikan. Bila banyak di antara kita tidak
puas dengan sumber daya manusia Indonesia saat ini maka pada saat bersamaan
secara tidak langsung kita sedang menggugat sistem pendidikan nasional.Kualitas
(karakter) sumber daya manusia suatu bangsa tidak ditentukan oleh hakim, polisi dan
jaksa. Sumber daya manusia tidak pula ditentukan oleh berapa banyak aturan atau
undang yang dibuat oleh negara. Pendidikanlah yang memiliki andil besar dalam
menentukan kualitas sumber daya manusia. Pendidikan yang menjadikan sumber daya
manusia lebih mampu bersaing dalam era global.
Kemajuan bangsa-bangsa di dunia ini tidak ada yang diperoleh melalui banyaknya
undang-undang, kuatnya militer atau berlimpah-ruahnya sumber daya alam. Semua
negara-negara maju yang ada saat ini memulainya dari perbaikan sistem pendidikan.
Kalau pun ada negara yang maju akibat invasi militer itu tidak akan bertahan lama
kecuali ditopang oleh mutu pendidikan.Ada persoalan krusial yang hingga kini belum
teratasi dengan baik, penyebabnya kualitas sumber daya manusia kita belum bisa
bersaing dengan negara-negara maju lainnya. Persoalan tersebut adalah pendidikan
kita belum mengakomodir konsep kecerdasan majemuk (multiple Intelligence) dalam
dua konteks: metode pembelajaran dan pendekatan kejiwaan peserta didik.
Dalam metode pembelajaran yang ada saat ini cenderung monoton dan
membosankan. Hasilnya, anak didik sulit menerima atau memahami pembelajaran
dari guru. Pendidik hanya mengetahui satu pola pembelajaran menerangkan kemudian
latihan soal. Pola seperti ini sangat membosankan bagi anak-anak di usia sekolah
dasar (SD dan SMP). Dengan pendekatan kecerdasan majemuk guru dituntut
memahami keunggulan kecerdasan setiap anak. Teori kecerdasan majemuk ini
menjelaskan bahwa setiap manusia memiliki kecerdasan yang berbeda.
Dengan memahami kecerdasan manusia maka pendidikan bisa melakukan pendekatan
pembelajaran sesuai dengan kecerdasan yang dimiliki pesera didik. Pendidik bisa
mengemas metode pembelajaran sesuai dengan kecerdasan seorang anak. Bila
pendekatan pembelajaran sesuai dengan kecerdasan anak maka peserta didik lebih
tertarik mengikuti peroses pembelajaran. Dengan demikian materi pembelajaran akan
lebih mudah ditangkap oleh anak didik.
Pendekatan teori kecerdasan majemuk ini bisa digunakan untuk memahami peserta
17
didik. Selama ini pendidikan kita hanya mengakomodir anak-anak yang memiliki
kecerdasan logika-matematika. Sehingga proses pembelajaran pun diarahkan untuk
mengasah kecerdasan logika-matematika ini. Anak didik yang tidak unggul dalam
kecerdasan logika-matematika akan tersingkir dari dunia pendidikan kita. Anak-anak
tersebut tidak memiliki tempat dalam pendidikan kita. Ironisnya, mereka mendapat
stempel anak gagal.
Padahal, kecerdasan logika-matematika bukan faktor tunggal dalam menentukan
kesuksesan seseorang. Seseorang akan sukses bila ia mampu mengoptimalkan
kecerdasan spesifik yang dimilikinya. Kita bisa belajar dari kesuksesan ratu talk show
Oprah Winfrey. Ia berhasil menjadi seorang presenter terkaya karena mengasah
kecerdasan linguistik yang ia miliki.
Sudah saatnya pendidikan kita mengakomodir kecerdasan majemuk. Pendidikan
(sekolah) jangan lagi mematikan kecerdasan tertentu yang dimiliki seorang anak.
Pendidikan kita harus diarahkan bisa mengoptimalkan kecerdasan yang dimiliki
seorang peserta didik. Penulis yakin bila metode ini diterapkan maka anak-anak didik
akan tumbuh sesuai dengan potensinya. Sekolah bukan lagi tempat mematikan potensi
seorang anak.
I.Pendekatan Multiple Intelligence dalam Pembelajaran
(Atep T Hadiwa, 2008) Untuk menunjang keberhasilan pembelajaran, pada dasarnya
adalah menentukan pendekatan pembelajaran yang sejalan dengan kurikulum
tersebut. Membahas pendekatan pembelajaran, banyak sekali jenis pendekatan yang
dapat diterapkan. Di antaranya pendekatan pembelajaran yang dikembangkan dari
suatu teori yang dikenal dengan teori Multiple Intelligence. Teori tersebut digunakan
sebagai pendekatan pembelajaran, karena di dalamnya membicarakan tentang
keberagaman yang bertautan dengan kompetensi peserta didik.
Pada dasarnya setiap kurikulum menitikberatkan pada pencapaian suatu kompetensi
tertentu peserta didik. Pendekatan Multiple Intelligence pun memandang bahwa
seseorang atau manusia memiliki beberapa potensi kecerdasan. Salah satu dari
kecerdasan setiap peserta didik itulah yang harus dikembangkan, sehingga pada
akhirnya menjadi suatu kompetensi yang sangat dominan penguasaanya.
Jika kita tautkan ketujuh kecerdasan yang dimiliki manusia dalam pembelajaran,
maka dapat disimpulkan bahwa “Sebaiknya Multiple Intelligence (kecerdasan ganda)
digunakan dan diterapkan sebagai pendekatan pelaksanaan kegiatan pembelajaran.”
18
Setiap manusia (peserta didik) tentu akan memiliki potensi yang sesuai dengan salah
satu kecerdasan di atas. Dengan demikian, diharapkan salah satu potensi kompetensi
dari peserta didik dapat muncul dan dapat dikembangkan.
Salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam Multiple Intelligence adalah adanya
tanggung jawab lembaga-lembaga pendidikan, dan kecerdikan seorang guru dalam
memperhatikan bakat masing-masing siswa (peserta didik). Di dalam maupun di luar
sekolah, setiap siswa harus berhasil menemukan paling tidak satu wilayah
kemampuan yang sesuai dengan potensi kecerdasannya. Jika hal itu berhasil
ditemukan oleh siswa dengan bimbingan guru, maka akan menimbulkan kegembiraan
dalam proses pembelajaran, bahkan akan membangkitkan ketekunan dalam upaya-
upaya penguasaan disiplin keilmuan tertentu.
Penerapkan pendekatan Multiple Intelligence dalam pembelajaran, harus
memerhatikan beberapa langkah, meliputi:
a. Mengidentifikasi elemen-elemen Multiple Intelligence dalam program kurikuler
dan ektrakurikuler.
b. Meninjau kembali sistem teknologi dan program piranti lunak untuk melihat
kecerdasan-kecerdasan apa yang terabaikan.
c. Para guru merenungkan kemampuan peserta didik, kemudian memutuskan untuk
secara sukarela bekerjasama dengan rekan-rekan yang lain.
d. Proses pembelajaran dengan tanggung jawab tertentu, bisa dipilih sebagai metode
pembelajaran.
e. Diskusi dengan orang tua siswa dan anggota masyarakat sehingga dapat membuka
kesempatan-kesempatan magang bagi para siswa.
Di samping langkah-langkah di atas, sebagai upaya untuk memadukan pendekatan
Multiple Intelligence dalam pembelajaran, perlu juga memperhatikan hal-hal berikut:
a. Persepsi tentang siswa harus diubah
Sebaiknya para pendidik memberikan perhatian kepada berbagai macam cara yang
dilakukan siswa untuk memecahkan masalah-masalah mereka dan mengaplikasikan
apa yang telah mereka pelajari. Kita harus menerima bahwa siswa memiliki profil-
profil kognitif dengan tingkat kemampuan yang berbeda-beda. Guru harus
menyediakan kesempatan-kesempatan belajar yang kaya, mempertajam kemampuan-
kemampuan observasi siswa, mengumpulkan informasi tentang bakat dan kegemaran
siswa, serta mempelajari kecerdasan-kecerdasan yang tidak biasa.
b. Guru membutuhkan dukungan dan waktu untuk memperluas daftar pengajaran
19
mereka.
Jika proses pembelajaran ingin mencapai tujuan bahwa siswa harus memiliki
pengetahuan, nilai dan sikap, serta keterampilan yang seimbang, maka jam belajar
yang selama ini hanya cukup untuk menguasai pengetahuan saja harus diubah dengan
memperluas jam belajar. Hal ini perlu dilakukan untuk:
1) Memberi dukungan dan melakukan praktek.
2) Meminta guru tertentu yang memiliki kemampuan tinggi dalam sebuah kecerdasan
untuk memberikan pelatihan.
3) Mengintegrasikan para spesialis yang memiliki keahlian dalam bidang tertentu.
4) Mengunjungi lokasi-lokasi lain sebagai bahan perbandingan proses pembelajaran.
c. Pendekatan Multiple Intelligence dan pembelajaran
Kurikulum pada dasarnya berfokus pada pengetahuan yang mendalam dan
pengembangan kemampuan. Dalam hal ini, pembelajaran tidak harus menekankan
pengajaran melalui kecerdasan, tetapi yang harus mendapat penekanan adalah bahwa
pembelajaran itu untuk kecerdasan atau penguasaan kompetensi tertentu sesuai
dengan minat dan bakat siswa.
d. Diperlukan pendekatan baru terhadap proses penilaian
Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam aktivitas penilaian, yaitu:
1) Bagaimana menilai kecerdasan siswa.
2) Bagaimana meningkatkan penilaian secara umum dalam hal kognitif, afektif, dan
psikomotorik.
3) Bagaimana melibatkan siswa dalam proses penilaian.
4) Praktik profesional menuju ke arah perkembangan
Tingkat profesionalisme para pendidik perlu dimiliki setiap guru, sehingga tantangan
yang dihadapi terutama dalam menentukan model program yang akan dilakukan di
kelas, tepat dan sesuai dengan kompetensi siswa.
KESIMPULAN
Dari uraian diatas maka dapat kita pahami bahwa kecerdasan adalah merupakan
kemampuan untuk mengungkapkan situasi baru serta kemampuan untuk belajar dari
pengalaman masa lalu seseorang. Disamping itu, setiap manusia memiliki berbagai
kecerdasan. Yang mana Gardner memiliki teori tentang multiple intellegence yang
kemudian membaginya menjadi 7 macam kecerdasan yang ada dalam diri manusia.
20
Karena pada dasarnya manusia itu sudah memiliki 7 macam kecerdasan tersebut
kemudian diimplementasikan kedalam proses pembelajaran yang ada dalam dunia
pendidikan. Tanpa adanya multiple intellegence, sumber daya manusia tidak akan bisa
memanfaatkan berbagai kecerdasan yang telah dimilikinya untuk dapat dikembangkan
agar potensi-potensi itu mampu menciptakan sesuatu yang baru dalam menjawab
tantangan zaman yang semakin mendunia.
DAFTAR PUSTAKA
Armstrong, T., 2002. Sekolah Para Juara : Menerapkan Multiple Intelegences di
Dunia Pendidikan. Bandung : Kaifa
Atep T Hadiwa. (2008). Pendekatan Multiple Intelligence dalam Pembelajaran.
[Online]. Tersedia:http://atepjs.wordpress.com/2008/09/04/pendekatan-
multiple-intelligence-dalam-pembelajaran/. [11 November 2021]
Fandy’s. (2010). Teori Multiple Intelligence Howard Gardner. [Online].
Tersedia:http://fandi4tarakan.wordpress.com/2010/01/03/teori-multiple-
intelligence/.. [11 November 2021]
Muh. Tahir . (2009). Multiple Intelligences; Meluruskan Makna Kecerdasan.
[Online]. Tersedia:http://www.surgamakalah.com/2011/12/multiple-
intelligences-meluruskan-makna.html. [11November 2021]
Rohmani, MA. (2012). Ketika Pendidikan tanpa Multiple Intelligences. [Online].
Tersedia:http://www.webrohmani.com/index.php?option=com_content&view
=article&id=135:ketika-pendidikan-tanpa-multiple-
intelligences&catid=36:opini&Itemid=60. [11 November 2021]
HALAMAN PENGESAHAN
Materi oleh
: Novi RusmaNoverta Gandhi
Judul
:Multiple Intelegensi ini telah diseminarkan di SD National
Immersion Primary School pada tanggal 20 Januari 2021
Mengesahkan
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 20
SLIDE
Similar Resources on Wayground
15 questions
Diagram Pencar (Scatter Plot)
Lesson
•
11th Grade
15 questions
LINGKARAN
Lesson
•
8th Grade
13 questions
Permasalahan Sosial
Lesson
•
1st - 10th Grade
16 questions
Teks eksplanasi
Lesson
•
1st Grade
14 questions
Sosiologi Dakwah
Lesson
•
1st Grade
15 questions
Latihan Soal PAS Gasal PPKn X
Lesson
•
1st Grade
15 questions
Mengenal Pecahan
Lesson
•
1st - 2nd Grade
15 questions
Taller Formativo - Mensual 1 - 7mo. 2023
Lesson
•
7th Grade
Popular Resources on Wayground
15 questions
Fractions on a Number Line
Quiz
•
3rd Grade
10 questions
Probability Practice
Quiz
•
4th Grade
15 questions
Probability on Number LIne
Quiz
•
4th Grade
20 questions
Equivalent Fractions
Quiz
•
3rd Grade
25 questions
Multiplication Facts
Quiz
•
5th Grade
22 questions
fractions
Quiz
•
3rd Grade
6 questions
Appropriate Chromebook Usage
Lesson
•
7th Grade
10 questions
Greek Bases tele and phon
Quiz
•
6th - 8th Grade