Search Header Logo
modul ajar pendidikan pancasila

modul ajar pendidikan pancasila

Assessment

Presentation

Social Studies

6th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Retna Mayasari

FREE Resource

16 Slides • 0 Questions

1

media

Format Modul Ajar Versi Komponen Lengkap

MODUL AJAR

(PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VII*)

*isi dengan mata pelajaran

A.INFORMASI UMUM

1.Identitas Penulis Modul

Nama Penulis

: RETNA DEWI MAYASARI, S.Pd.,Gr

Satuan Pendidikan

: SMPN 4 Malinau Selatan Hilir

Jenjang/ Kelas

: SMP / VII

Fase

: D

Mata Pelajaran

: Pendidikan Pancasila

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit (2 Pertemuan)

2.Kompetensi Awal

a.Melakukan asesmen awal untuk mengetahui kompetensi awal peserta didik tentang

sejarah Kelahiran Pancasila dengan melakukan Asesmen Kognitif dan Nonkognitif

Asesmen nonkognitif : dengan memberikan pertanyaan pada Peserta didik “Apa yang
sedang kalian rasakan saat ini?” Peserta didik diminta menggambarkan perasaannya
pada selembar kertas dengan memilih gambar emotion yang ditunjukkan guru sesuai
perasaannya saat itu. Contoh :

Setelah menggambarkan emotion perasaannya pada selembar kertas Peserta didik diminta
menjelaskan alasannya?

Lalu guru menanyakan tentang kondisi dan perasaan Peserta didik saat belajar di rumah
dengan memberikan beberapa pertanyaan:

Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah?

Apa saja kegiatanmu selama belajar di rumah?

Apa hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan selama belajar di rumah? Apa
harapanmu? Sudah siapkah mengikuti pelajaran hari ini?

2

media

Asesmen kognitif:

Pertemuan 1

Memberikan pertanyaan sebagai pemahaman awal Peserta didik tentang sejarah

Kelahiran Pancasila yaitu tentang Apa itu Pancasila? Bagaimana bunyi Pancasila?

Bagaimana lambang sila-sila Pancasila? Bagaimana contoh penerapan sila Pancasila?

Pertemuan 2

“ Apakah kalian mengetahui bahwa rumusan Pancasila awalnya tidak seperti sekarang?

Seperti apa yang kalian ketahui tentang rumusan awal dasar negara tersebut? Taukah

kalian siapa saja tokoh yang merumuskannya?

3.Profil Pelajar Pancasila

a. Beriman bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta berakhlak mulia

b. Gotong royong

c. Bernalar kritis

d. Kreatif

4.Sarana dan Prasarana

Ruang kelas

Papan tulis

Laptop

LCD

Buku Peserta didik Pendidikan Pancasila

Internet

5.Target Peserta Didik

Peserta didik reguler/tipikal

6.Model Pembelajaran

Tatap Muka dengan menerapkan model pembelajaran Make and Match

B.KOMPONEN INTI

1.Tujuan Pembelajaran

Peserta didik m a m p u memahami sejarah kelahiran Pancasila

Pertemuan 1

1.Peserta didik dapat menjelaskan arti Pancasila dengan tepat

2.Peserta didik a dapat menyebutkan lambang-lambang sila Pancasila dengan benar

3.Peserta didik dapat memberikan contoh penerapan Sila-Sila Pancasila melalui

lambang-lambang silanya

4.Peserta didik dapat menjelaskan latar sejarah lahirnya Pancasila dengan benar

3

media

Pertemuan 2

Peserta didik mampu mendeskripsikan pembentukan BPUPK

Peserta didik mampu mengidentifikasi kelahiran Pancasila dalam sidang BPUPK

Peserta didik mampu mengidentifikasi perumusan Pancasila dari beberapa tokoh

Perancang

2.Asesmen

Diskusi, Tes Tertulis, Penugasan

a. Kompetensi yang dinilai

1) Kompetensi sikap yang menunjukkan bertakwa kepada Tuhan YME, menghargai,

bergotong royong, kreatif

2) Kompetensi pengetahuan untuk mengidentifikasi konsep rumusan dasar negara para

tokoh

3) Kompetensi keterampilan: Kemampuan kerja dalam kelompok serta kemampuan

menyampaikan gagasan dengan tepat

b. Bagaimana Asesmen dilakukan

1) Penilaian sikap dilakukan dengan teknik observasi/ mengamati sikap peserta didik

dalam kegiatan pembelajaran.

2) Penilaian pengetahuan melalui tes tertulis

3) Penilaian keterampilan melalui kinerja di dalam kegiatan kelompok

c.

Kriteria Penilaian

1.

Penilaian Sikap

Pedoman Penskoran:

4 = sangat baik

3 = baik

2 = cukup

1 = kurang

Peserta didik dinyatakan tuntas jika memiliki nilai sikap minimal Baik (3)

(*Kriteria ketuntasan ini silakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-

masing)

No.

Nama

Kriteria Sikap

Rerata Nilai

Bertakwa

Menghargai

Gotong
Royong

Kreatif

4

media

2. Penilaian Pengetahuan

Bila jawaban sangat sempurna diberi skor 4 Bila jawaban sempurna diberi skor 3

Bila jawaban kurang sempurna diberi skor 2 Bila jawaban tidak sempurna diberi skor 1

Jumlah perolehan skor

Nilai Akhir = Skor yang diperoleh x Nilai ideal (misalnya 100)

Jumlah skor maksimum

Peserta didik dinyatakan tuntas jika memiliki nilai pengetahuan minimal 75

(*Kriteria ketuntasan ini silakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-

masing)

3. Penilaian Keterampilan

Pedoman Penskoran:

4 = sangat baik 3 = baik

2 = cukup

1 = kurang

Peserta didik dinyatakan tuntas jika memiliki nilai keterampilan minimal Baik (3)

(*Kriteria ketuntasan ini silakan disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-

masing)

3.Pemahaman Bermakna

Pancasila sebagai dasar negara memiliki nilai-nilai dalam setiap lambang silanya yang perlu

kita pahami maknanya dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Pancasila adalah dasar negara bangsa Indonesia yang tidak muncul begitu saja tetapi

memiliki sejarah kelahiran yang dirumuskan oleh beberapa tokoh bangsa Indonesia (tokoh

perumus dasar negara), dan penyusunannya memiliki sejarah yang penting untuk diketahui

kita sebagai bangsa Indonesia.

4.Pertanyaan Pemantik

Pertemuan 1

Apa itu Pancasila? Bagaimana bunyi Pancasila? Bagaimana lambang sila-sila Pancasila?

Bagaimana contoh penerapan sila Pancasila?

Pertemuan 2

“ Apakah kalian mengetahui bahwa rumusan Pancasila awalnya tidak seperti sekarang?

Seperti apa yang kalian ketahui tentang rumusan awal dasar negara tersebut? Taukah kalian

siapa saja tokoh yang merumuskannya?

5

media

5.Kegiatan Pembelajaran

PERTEMUAN 1

Kegiatan Pendahuluan:

-Kegiatan pendahuluan dilakukan dengan salam, doa, presensi Peserta didik dan
mengecek kebersihan kelas, serta kesiapan belajar peserta didik dengan melakukan
asesmen non kognitif menanyakan kondisi perasaan Peserta didik saat itu.

-Apersepsi Peserta didik dan Pemberian Motivasi Peserta didik dengan mengajak Peserta
didik menyanyikan lagu Garuda Pancasila kemudian memberikan pertanyaan pemantik
terkait Apa itu Pancasila? Bagaimana bunyi sila-sila Pancasila? Bagaimana sejarah
lahirnya Pancasila sebagai dasar negara?

-Penyampaian Tujuan Pembelajaran
Tujuan Pembelajaran yang diharapkan pada pertemuan ini adalah :
Peserta didik dapat memahami latar sejarah lahirnya Pancasila
Dengan Cara :
5.Peserta didik dapat menjelaskan arti Pancasila dengan tepat
6.Peserta didik dapat menyebutkan lambang-lambang sila Pancasila dengan benar
7.Peserta didik dapat memberikan contoh penerapan Sila-Sila Pancasila melalui

lambang-lambang silanya

8.Peserta didik dapat menjelaskan latar sejarah lahirnya Pancasila dengan benar

Kegiatan Inti :

-Guru memaparkan materi yang akan dipelajari secara singkat dengan melakukan tanya

jawab dengan Peserta didik terkait lambang-lambang sila Pancasila.

-Guru menyampaikan aturan main atau langkah-langkah kerja pada kegiatan

pembelajaran yang akan dilaksanakan dengan model make and match kepada Peserta
didik yaitu :

1.Peserta didik diminta maju di depan kelas mengambil potongan kertas (kartu) yang

telah disediakan guru yaitu kartu pertama berisi kartu lambang-lambang sila
Pancasila, sedangkan kartu kedua berisi kartu contoh penerapan sila-sila Pancasila.

6

media

KARTU PERTAMA (LAMBANG SILA PANCASILA)

KARTU KEDUA (CONTOH PENERAPAN SILA PANCASILA)

TEBAK KATA

“BERDOA SEBELUM DAN SESUDAH

PELAJARAN”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

TEBAK KATA

“TIDAK MENGEJEK DAN MENGHINA

TEMAN DALAM BERGAUL”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

TEBAK KATA

“BERIBADAH SESUAI DENGAN AGAMA

DAN KEPERCAYAAN”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

TEBAK KATA

“TIDAK MEMBEDA-BEDAKAN SUKU DAN
AGAMA, MENJAGA PERSATUAN BANGSA,

MENJAGA KURUKUNAN”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

TEBAK KATA

“SUKA MENOLONG, MENGHARGAI

ORANG LAIN”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

TEBAK KATA

“IKUT BERPARTISIPASI DALAM

PEMILIHAN KETUA KELAS, KETUA

OSIS”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

TEBAK KATA

“SUKA BEKERJA KERAS, TIDAK

BERGAYA HIDUP MEWAH, TIDAK

BOROS”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

TEBAK KATA

“MENGIKUTI UPACARA BENDERA HARI

SENIN”

TERMASUK CONTOH PENERAPAN

PANCASILA SILA KE …….

7

media

2.Peserta didik diminta saling mencari pasangannya dari kedua potongan kertas (kartu)

yang berisi lambang sila pancasila dan contoh penerapan sila pancasila sesuai batas
waktu yang ditentukan guru.

3.Setelah menemukan pasangan dari potongan kertas (kartu) tersebut Peserta didik

menempel hasil potongan kertas (kartu) tersebut pada media dinding yang telah
disediakan yaitu di kertas karton /buffalo yang telah ditempel di dinding

4.Peserta didik saling memberi umpan balik mengoreksi jawaban temannya yang telah

ditempel dengan didampingi guru.

5.Peserta didik diminta saling mencari pasangannya dari kedua potongan kertas (kartu)

yang berisi lambang sila pancasila dan contoh penerapan sila pancasila sesuai batas
waktu yang ditentukan guru.

6.Setelah menemukan pasangan dari potongan kertas (kartu) tersebut Peserta didik

menempel hasil potongan kertas (kartu) tersebut pada media dinding yang telah
disediakan yaitu di kertas karton /buffalo yang telah ditempel di dinding

7.Peserta didik saling memberi umpan balik mengoreksi jawaban temannya yang telah

ditempel dengan didampingi guru.

8.Guru memberikan apresiasi nilai poin pada Peserta didik yang dengan cepat dan tepat

menemukan pasangannya sesuai batas waktu yang ditentukan dan memberikan
hukuman yang telah disepakati bersama Peserta didik pada Peserta didik yang tidak
menemukan pasangan secara tepat sesuai batas waktu yang ditentukan

9.Sebagai penguatan pemahaman materi yang disampaikan, Peserta didik diminta

mengisi LK yang telah disediakan dari kegiatan pembelajaran yang telah dilakukan

Penutup

-Kesimpulan materi pelajaran
-Guru mengajak Peserta didik untuk menyimpulkan materi yang telah dipelajari dan

Peserta didik memberikan kesimpulan dari pembelajaran yang telah dilaksanakan.
“Yaitu Pancasila berasal dari kata “Panca” dan “Sila”. Panca artinya lima, dan Sila
artinya dasar/asas/sendi. Pancasila berarti lima dasar/lima asas/lima sendi negara.
Pancasila berfungsi sebagai dasar dalam penyelenggaraan pemerintahan negara.
Pancasila memiliki lima sila dan setiap sila memiliki lambang masing-masing. Lambang
sila pertama Bintang, lambang sila kedua rantai, lambang sila ketiga pohon beringin,
lambang sila keempat kepala banteng, lambang sila kelima padi dan kapas. Dari setiap
lambang sila Pancasila memiliki makna dan nilai-nilai yang sangat penting untuk
diterapkan dalam kehidupan sehari-hari seperti yang telah dicontohkan dalam kartu
pada kegiatan make and match.

-Refleksi proses dan hasil pembelajaran

Guru dan Peserta didik melakukan refleksi terhadap kegiatan yang telah dilakukan, dan
menanyakan apabila ada yang belum jelas memahami terhadap materi yang telah
disampaikan

8

media



Dimensi profil pelajar Pancasila bisa terlihat dari kegiatan berikut ini:
a)Bernalar/Berpikir kritis : nampak pada kemampuan berpikir Peserta didik mencari

jawaban/soal dari potongan kartu yang diberikan dengan pasangannya secara cepat

b)Bergotong royong : nampak pada kegiatan Peserta didik untuk terlibat aktif

bekerjasama dengan teman mencari jawaban pasangan dari kartu soal/jawaban yang
dimiliki dengan teman dengan saling bertanya untuk mendapatkan jawaban yang
tepat

c)Kreatif

Secara kreatif nampak pada kegiatan menempel kartu jawaban/soal yang sudah tepat
di papan media yang telah disediakan di depan kelas

-Umpan balik guru

Guru memberikan umpan balik kepada Peserta didik dan memberikan penguatan
kembali terhadap materi yang disampaikan

-Tindak lanjut

Kegiatan tindak lanjut dilakukan guru dengan meminta Peserta didik mempelajari
materi berikutnya dan membagikan LK tentang perumusan dasar negara oleh beberapa
tokoh dalam bentuk tabel untuk diisi di rumah sebagai tugas individu untuk dibahas
pada pertemuan berikutnya.

-Guru mengakhiri pembelajaran dengan doa dan salam

PERTEMUAN 2
Pendahuluan/Kegiatan Awal (20 Menit)

a.Salam pembuka, dan berdoa.
b.Memeriksa kebersihan kelas, memeriksa kebersihan dan kerapian peserta didik,

memeriksa kehadiran peserta didik.

c.Menyanyikan salah satu lagu wajib nasional. (Garuda Pancasila)
d.Melakukan asesmen awal nonkognitif dengan menanyakan kondisi emosional peserta

didik pada hari ini dengan meminta mereka memilih dan menggambarkan suasana yang
dialami dalam bentuk gambar emotion pada selembar kertas.

e.Apersepsi dengan menanyakan materi dan tugas pada pertemuan sebelumnya, selanjutnya

guru memberikan pertanyaan apakah kalian mengetahui bahwa rumusan Pancasila
awalnya tidak seperti sekarang? Seperti apa yang kalian ketahui tentang rumusan awal
dasar negara tersebut? Taukah kalian siapa saja tokoh yang merumuskannya?

f.Menyampaikan tujuan pembelajaran dan langkah kegiatan pembelajaran.

Kegiatan Inti (70 Menit)
Peserta didik duduk berkelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibentuk.
Peserta didik membaca materi berkaitan dengan rumusan dasar negara dari para tokoh

pendiri negara dari berbagai sumber referensi

Peserta didik menandai materi bacaan yang dianggap penting.
Peserta didik mengajukan pertanyaan berdasarkan materi yang dibacanya.
Guru atau peserta didik lain menjawab pertanyaan yang diajukan.
Guru menjelaskan materi pelajaran secara singkat sebagai stimulus bagi peserta didik.

(disertai menampilkan video/gambar apabila kondisi memungkinkan)

Peserta didik secara kelompok menerima pembagian puzzle gambar dan potongan rumusan

dasar negara dari guru.

Secara berkelompok peserta didik diminta untuk menyusun kalimat rumusan dasar negara

dan puzzle gambar tokoh pendiri negara.

9

media

Peserta didik mencocokan antara kalimat rumusan dasar negara yang berhasil disusun

dengan potongan puzzle gambar yang berhasil disusun, apakah memiliki keterkaitan atau
tidak?

Jika gambar tokoh dengan rumusan dasar negara tidak memiliki keterkaitan, maka peserta

didik harus mencari ke kelompok lain agar menemukan gambar tokoh yang sesuai dengan
rumusan dasar negaranya.

Kalimat rumusan dasar negara dan puzzle gambar tokoh pendiri negara yang telah berhasil

disusun, ditempel pada kertas manila.

Peserta didik menuangkan penjelasan pada kertas manila, dan menghiasnya agar lebih

menarik.

Peserta didik mempresentasikan hasil kerja kelompoknya, peserta didik lain menyimak,

bertanya, menjawab, memberi saran dan mengkritik atas presentasi kelompok

Guru mengapresiasi peserta didik yang aktif selama pembelajaran, dan mengapresiasi

kelompok dengan kinerja terbaik

Guru memberikan penguatan terhadap materi yang telah dipelajari
Peserta didik diberi kesempatan untuk mengajukan pertanyaan jika ada materi

pembelajaran yang belum dipahami.

Kegiatan Penutup

(30 Menit)

Peserta didik duduk berkelompok sesuai dengan kelompok yang sudah dibentuk.
Peserta didik membaca materi berkaitan dengan rumusan dasar negara dari para tokoh

pendiri negara dari berbagai sumber referensi

Peserta didik menandai materi bacaan yang dianggap penting.
Peserta didik mengajukan pertanyaan berdasarkan materi yang dibacanya.
Guru atau peserta didik lain menjawab pertanyaan yang diajukan.

6.Refleksi Peserta Didik dan Pendidik

Refleksi Pendidik

1)Apakah kegiatan pembelajaran terlaksana sesuai rencana?

2)Apakah peserta didik dapat mengikuti kegiatan pembelajaran ini dengan baik?

3)Apa kelebihan yang dimiliki dari kegiatan pembelajaran ini?

4)Apa yang harus diperbaiki dari kegiatan pembelajaran?

Refleksi Peserta Didik
Pertanyaan refleksi untuk peserta didik
1)Apakah pengalaman baru yang kalian dapatkan dari pembelajaran ini?

2)Sebutkan bagian kegiatan pembelajaran yang paling kalian senangi? Mengapa?

3)Sebutkan bagian kegiatan pembelajaran tidak kalian senangi? Mengapa?

10

media


C.LAMPIRAN

Lembar Kerja Peserta Didik (Tugas Individu)

LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK

(Rumusan Dasar Negara)

Nama

:

Kelas

:

Materi Pokok

:

Tanggal

:

1.Tuliskan rumusan dasar negara yang disampaikan oleh para tokoh pendiri negara dalam

bentuk tabel!

2.Bagimana suasana kebatinan pada saat pengusulan rumusan dasar negara tersebut!

KUNCI JAWABAN

(Rumusan Dasar Negara)

1. Rumusan dasar negara dari para tokoh pendiri negara adalah sebagai berikut:
No.

Mr. Moh. Yamin

Mr. Soepomo

Ir. Soekarno

1. Ketuhanan Yang Maha Esa

Persatuan

Kebangsaan Indonesia

2. Kebangsaan persatuan

Indonesia

Kekeluargaan

Internasionalisme atau

perikemanusiaan

3. Rasa kemanusiaan yang adil

dan beradab

Keseimbangan lahir

batin

Mufakat atau demokrasi

11

media

4.

Kerakyatan yang dipimpin

oleh hikmat kebijaksanaan

dalam permusyawaratan/

perwakilan

Musyawarah

Kesejahteraan sosial

5. Keadilan sosial bagi seluruh

rakyat Indonesia

Keadilan rakyat

Ketuhanan yang

berkebudayaan

2. Suasana kebatinan perumusan dasar negara yakni bahwa suasana kebatinan diartikan sebagai

sebuah situasi atau kondisi yang dihadapi ketika perumusan dasar negara dan hukum dasar

negara di susun. Hal ini menyangkut konteks filosofis yakni nilai dasar bernegara maupun

sosiologis yaitu nilai-nilai dan norma dasar yang hidup dalam masyarakat Indonesia. Selain

itu konteks sosio-politis berhubungan dengan cita-cita dan harapan pendirian negara serta

historis yakni perjalanan bangsa tentu turut mempengaruhi para pendiri bangsa dalam

menyusun dasar negara dan hukum dasar negara.

Pada saat perumusan dasar negara suasana kebatinan tersebut tercermin dari semangat pada

pendiri negara yang mengusulkan rumusan dasar dengan mengedepankan nilai-nilai persatuan,

kesatuan, dan nasionalisme. Para pendiri negara dalam merumuskan dasar negara dilandasi

oleh rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia. Oleh karena itu nilai-nilai yang lahir dalam

dasar negara berasal dari bangsa Indonesia sendiri. Nilai ketuhanan, nilai kemanusiaan,

persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial adalah nilai-nilai yang berasal dan digali dari jati

diri bangsa Indonesia. (*Jawaban bisa bervariasi, namun tetap memiliki substansi yang sama)



RUBRIK PENILAIAN PRODUK RUMUSAN DASAR NEGARA DAN TOKOH (HASIL
DISKUSI)

Mulai Berkembang

Berkembang

Mahir

Susunan isi
Laporan

Mampu menyusun
potongan kalimat
rumusan dasar negara
dan gambar tokoh
dengan kurang benar,
kurang rapi dan
kurang kreatif

Mampu menyusun
potongan kalimat
rumusan dasar negara
dan gambar tokoh
dengan benar namun
kurang rapi, dan kurang
kreatif

Mampu menyusun
potongan kalimat
rumusan dasar negara
dan gambar tokoh
dengan benar. Disajikan
dengan rapi dan kreatif
serta menarik


Hubungan
keterkaitan
antara tokoh dan
rumusan dasar
negara

Mampu
menghubungkan
rumusan dasar negara
namun tidak tepat
sesuai tokoh

Mampu
menghubungkan
keterkaitan rumusan
dasar negara namun
kurang tepat sesuai
tokoh

Mampu
menghubungkan
keterkaitan rumusan
dasar negara dengan
tepat sesuai tokoh

12

media

1.Pengayaan dan Remedial

Alternatif bentuk pengayaan adalah sebagai berikut :

a.Peserta didik membantu peserta didik lain yang belum tuntas dengan pembelajaran

tutor sebaya.

b.Guru memberikan tugas untuk mempelajari lebih lanjut tentang materi kunci dari

berbagai sumber dan mencatat hal-hal penting. Dan menyajikan dalam bentuk

laporan tertulis atau membacakan di depan kelas.

Alternatif program remedial antara lain:

a.Mengulang materi kunci di luar jam tatap muka bagi peserta didik yang belum

tuntas

b.Memberikan penugasan kepada peserta didik yang belum tuntas

c.Memberikan kesempatan untuk tes perbaikan

2.Bahan Bacaan Pendidik dan Peserta Didik

a.Bahan Bacaan Peserta Didik

Pancasila sebagai dasar negara Indonesia sudah final. Final artinya, Pancasila telah

menjadi kesepakatan nasional (konsensus) yang diterima secara luas oleh seluruh

rakyat Indonesia. Konsensus Pancasila sebagai dasar negara, telah diperkuat dengan

Ketetapan MPR Nomor XVIII/ MPR/1998 tentang Pencabutan Ketetapan MPR RI

Nomor II/MPR/1978 tentang Pedoman Penghayatan dan Pengamalan Pancasila dan

Penetapan tentang Penegasan Pancasila sebagai Dasar Negara. Pada pasal 1 isi

ketetapan MPR tersebut yaitu ”Pancasila sebagaimana dimaksud dalam Pembukaan

UUD 1945 adalah dasar negara dari Negara Kesatuan Republik Indonesia harus

dilaksanakan secara konsisten dalam kehidupan bernegara”.

Dasar negara Pancasila merupakan hasil kesepakatan bersama para pendiri bangsa

yang dikenal dengan perjanjian luhur bangsa Indonesia. Pengertian Pancasila sebagai

dasar negara terdapat dalam alinea keempat Pembukaan UUD Negara Republik

Indonesia Tahun 1945. Pengertian kata ”…dengan berdasar kepada…” secara yuridis

memiliki makna sebagai dasar negara. Walaupun dalam kalimat terakhir Pembukaan

UUD 1945 tidak tercantum kata ”Pancasila” secara eksplisit namun anak kalimat ”…

dengan berdasar kepada …” ini memiliki makna dasar negara adalah Pancasila. Hal

13

media

ini didasarkan atas penafsiran historis sebagaimana ditentukan oleh BPUPKI bahwa

dasar ne ara Indonesia itu disebut dengan istilah Pancasila.

Penetapan Pancasila sebagai dasar negara oleh PPKI, dianggap sebagai penjelmaan

kehendak seluruh rakyat Indonesia yang merdeka. Penetapan Pancasila dalam sidang

PPKI pada dasarnya merupakan konsensus nasional semua golongan masyarakat

Indonesia yang tergabung dalam keanggotaan PPKI. Hal itu karena anggota-anggota

PPKI, berasal dari wakil-wakil masyarakat Indonesia yang telah bersepakat untuk

membentuk sebuah bangsa dengan dasar Pancasila.

Dasar negara Pancasila adalah ikatan yang membentuk negara Indonesia yang

berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia. Hal itu dilakukan juga melalui

proses pengambilan keputusan bersama secara demokratris berdasarkan kerakyatan

yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan per wakilan,

dengan menjunjung komitmen persatuan Indonesia, dengan berperilaku yang

berkemanusiaan yang adil dan beradab.

Menerima Pancasila sebagai dasar negara yang dibentuk oleh semangat konsensus

para pendiri negara merupakan bagian dari tanggung jawab setiap warga negara

Indoenesia. Setiap warga negara harus memiliki kesetiaan kepada dasar negara

Pancasila dalam bentuk sikap dan perilaku nyata di kehidupan sehari-hari sebagai

wujud tanggung jawab menghayati dan mengamalkan Pancasila. Menerima tanggung

jawab untuk mempertahankan dasar negara Pancasila adalah tanda kesadaran dan

rasa cinta tanah kita kepada bangsa dan negara Indonesia.

Perumusan Pancasila sebagai dasar dalam prosesnya diliputi oleh suasana kebatinan

yang menunjukkan keluhuran jiwa para pendiri negara. Suasana kebatinan tersebut

tercermin dari sikap sebagai berikut:

a. Mengutamakan semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme. Pendiri negara

memiliki semangat persatuan, kesatuan, dan nasionalisme yang tinggi. Hal ini

diwujudkan dalam bentuk mencintai tanah air dan mendahulukan kepentingan

bangsa dan negara di atas

kepentingan pribadi dan golongan.

b. Adanya rasa memiliki terhadap bangsa Indonesia. Para pendiri negara dalam me

rumus kan dasar negara Pancasila dilandasi oleh rasa memiliki terhadap bangsa

Indonesia. Oleh karena itu, nilai-nilai yang lahir dalam Pancasila berasal dari bangsa

Indonesia sendiri. Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musya warah, dan

keadilan sosial adalah nilainilai yang berasal dan digali dari bangsa Indonesia.

14

media

Sumber bacaan:

Saputra, Lukman Surya, dkk. 2016. Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaaraan,

SMP Kelas VII halaman 21-23 ,Balitbang Kemdikbud, Jakarta.

b.Sumber Bacaan Guru

Guru dapat menambah bahan materi untuk disampaikan kepada peserta didik dengan

membaca buku dengan link sebagai berikut ini:

https://drive.google.com/file/d/1Y0_Ur2j3sDmV7nfXxQhHA95n9GFfBiF-

/view?usp=sharing

3.Glosarium

Pancasila = Panca artinya lima, Sila artinya asas, dasar

4.Daftar Pustaka

Suryatna, yayat, dkk. Panduan Guru Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas
VII Edisi Revisi. 2023. Jakarta:Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan
Teknologi Republik Indonesia.
Suryatna, yayat, dkk. Pendidikan Pancasila untuk SMP/MTs Kelas VII Edisi Revisi.
2023. Jakarta:Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik
Indonesia.

















15

media

LAMPIRAN MEDIA PEMBELAJARAN PERTEMUAN 2

1.GAMBAR PARA TOKOH PERUMUS DASAR NEGARA

SOEPOMO

MUH. YAMIN

SOEKARNO

16

media

2.RUMUSAN DASAR NEGARA DARI KETIGA TOKOH

Ketuhanan Yang Maha Esa

Kebangsaan persatuan Indonesia

Rasa kemanusiaan yang adil dan beradab

Kerakyatan yang dipimpin oleh
hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/ perwakilan

Keadilan sosial bagi seluruh rakyat

Indonesia

Persatuan

Kekeluargaan

Keseimbangan lahir batin

Musyawarah

Keadilan rakyat

Ketuhanan yang berkebudayaan

Kebangsaan Indonesia

Internasionalisme atau perikemanusiaan

Mufakat atau demokrasi

Kesejahteraan sosial

media

Format Modul Ajar Versi Komponen Lengkap

MODUL AJAR

(PENDIDIKAN PANCASILA KELAS VII*)

*isi dengan mata pelajaran

A.INFORMASI UMUM

1.Identitas Penulis Modul

Nama Penulis

: RETNA DEWI MAYASARI, S.Pd.,Gr

Satuan Pendidikan

: SMPN 4 Malinau Selatan Hilir

Jenjang/ Kelas

: SMP / VII

Fase

: D

Mata Pelajaran

: Pendidikan Pancasila

Alokasi Waktu

: 2 x 40 menit (2 Pertemuan)

2.Kompetensi Awal

a.Melakukan asesmen awal untuk mengetahui kompetensi awal peserta didik tentang

sejarah Kelahiran Pancasila dengan melakukan Asesmen Kognitif dan Nonkognitif

Asesmen nonkognitif : dengan memberikan pertanyaan pada Peserta didik “Apa yang
sedang kalian rasakan saat ini?” Peserta didik diminta menggambarkan perasaannya
pada selembar kertas dengan memilih gambar emotion yang ditunjukkan guru sesuai
perasaannya saat itu. Contoh :

Setelah menggambarkan emotion perasaannya pada selembar kertas Peserta didik diminta
menjelaskan alasannya?

Lalu guru menanyakan tentang kondisi dan perasaan Peserta didik saat belajar di rumah
dengan memberikan beberapa pertanyaan:

Bagaimana perasaanmu saat belajar di rumah?

Apa saja kegiatanmu selama belajar di rumah?

Apa hal yang menyenangkan dan tidak menyenangkan selama belajar di rumah? Apa
harapanmu? Sudah siapkah mengikuti pelajaran hari ini?

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 16

SLIDE