Search Header Logo
Peran Walisanga Dalam Penyebaran Islam Di Indonesia

Peran Walisanga Dalam Penyebaran Islam Di Indonesia

Assessment

Presentation

History

12th Grade

Medium

Created by

DIAH RIF'ATUL HUSNA

Used 7+ times

FREE Resource

18 Slides • 10 Questions

1

media

Diah Rif'atul Husna, S.S

Peran dan Metode Wali Songo

dalam Menyebarkan Ajaran Islam

di Indonesia

MAN 1 Jembrana

2

media

1.Peserta didik diharapkan dapat menjelaskan peran Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam.

2.Peserta didik mampu menganalisis peran Wali Songo dalam menyebarkan ajaran Islam.

3.Peserta didik dapat mempresentasikan
mengenai sejarah dan perjuangan dan metode dakwah Wali Songo di Indonesia.

4.Peserta didik mampu menyatakan metode dakwah para Wali Songo sesuai dengan tuntunan agama

5.Peserta didik dapat sikap sederhana, tekun, damai, dan bersungguh-sungguh dalam mencari ilmu, menghargai adat istiadsat dan pembedaan keyakinan.

3

media

b. Kata songo/sanga berasal dari
kata tsana yang dalam bahasa Arab
berarti mulia. Artinya ada Sembilan
tokoh bersifat mulia.

a. Dinamakan Wali Songo karena jumlahnya walinya ada sembilan dan songo dalam bahasa Jawa berarti Sembilan

c. Sebuah majelis dakwah yang pertama kali didirikan oleh Sunan Gresik pada tahun 1404 M.

d. Wali Songo dapat diartikan sebagai Sembilan wali Allah Swt. yang menyebarkan agama Islam di Indonesia, khususnya pulau Jawa.

4

media

Sejarah dan Peran
WaliSongo dalam

Menyebarkan Agama Islam

5

media

Nama aslinya Maulana Malik Ibrahim. Lahir di Samarkand,
Asia Tengah pada awal abad ke-14 M.
Pertama kali menyebarkan agama Islam di Leran, Manyar, Gresik.
Melakukan dakwah Ketika berdagang di dekat pelabuhan dan menjadi tabib.
Cara dakwahnya adalah dengan menjalin silaturrahmi dan bergaul dengan
semua kalangan masyarakat.
Berhasil membangun pesantren di Leran, Gresik dan membangun masjid.
Wafat pada tahun 1419 dan dimakamkan di Desa Gapura Wetan, Gresik.

6

media

Nama aslinya Raden Rahmat. Lahir pada tahun 1401 M.
Berdakwah di wilayah Ampeldenta, Surabaya.
Memulai dakwahnya dengan membangun pesantren Ampeldenta dan
mengkader santrinya untuk menyebarkan Islam.
Sunan Giri,, Sunan Bonang, Sunan Drajat adalah muridnya.
Mengenalkan prinsip Moh Limo dalam dakwahnya.
Metode dakwahnya juga dengan menjalin kekerabatan melalui pernikahan
dengan penguasa Majapahit.
Meninggal pada tahun 1481 M di Demak .

7

media

Nama aslinya Raden Maulana Makdum Ibrahim. Lahir tahun 1456
merupakan putra dari Sunan Ampel.
Menguasai ilmu fikih, ushuluddin, tasawuf, seni, sastra, arsitektur..
Menyebarkan agama Islam dengan menyesuaikan corak kebudayaan
masyarakat Jawa, yaitu wayang dan gamelan.
Menciptakan gending-gending bernilai keislaman, penggubah Suluk Wiji dan
Tombok Ati.
Diperkirakan wafat tahun 1525 M dan dimakamkan di daerah Tuban, Jawa Timur.

8

media

Nama aslinya Raden Paku. Lahir tahun 1442 dan putra dari pasangan
Maulana Ishak dan Dewi Sekardadu. Merupakan murid Sunan Ampel.
Memulai dakwahnya di daerah Giri dengan membangun pesantren.
Dikenal dengan nama Raden ‘Ainul Yaqin, karena ketajaman bashirah-
nya dan ilmu laduni-nya.
Dalam pembelajaran, beliau menggunakan metode lagu dan permainan
yang menyenangkan. Contonya, permainan Cublak Suweng.
Sangat berpengaruh dalam pemerintahan Kesultanan Bintoro-Demak
sebagai ahli Tata Negara.

9

media



Nama aslinya Raden Qasim atau Syarifuddin. Lahir lahun 1470 M dan
merupakan putra bungsu Sunan Ampel dan Nyai Ageng Manila.
Dikenal karena kegiatan sosialnya. Pelopor penyantunan anak yatim dan
orang sakit.
Pesantrennya bersifat mandiri sebagai wilayah pendidikan di Desa Drajat ,
Kecamatan Paciran, Lamongan, Jawa Timur.
Menciptakan tembang macatan dan Pangkur. Gamelan Singomengkok
merupakan peninggalannya.
Diperkirakan wawat pada tahun 1522 M.

10

media

Nama aslinya Raden Said. Lahir tahun 1450 M di Tuban.
Ayahnya Bernama Tumenggung Wilatikta, adipati Tuban.
Ia murid Sunan Bonang.

Dikenal sebagai sosok yang berjiwa besar, berpikiran tajam,
intelek asli suku Jawa

Berdakwah melalui kesenian dan kebudayaan, antara lain
kesenian wayang kulit dan tembang suluk.

11

media

Nama aslinya Ja’far Shadiq. Lahir tahun 1400 M.
Putra dari Sunan Ngudung. Memiliki gelar Al-Ilmi
(orang yang berilmu luas).

Strategi dakwah yang digunakan dengan mendekati masyarakat
melalui kebutuhan mereka

Dalam pemerintahan Kesultanan Demak, beliau dipercaya
sebagai panglima perang, penasihat Sultan, Mursyid Thariqah,
dan hakim peradilan negara

Peninggalannya yang terkenal adalah masjid dan Menara Kudus.
Diperkirakan wafat tahun 1550 M di dekak masjid kauman Kudus.

12

media

Nama aslinya Raden Umar Said atau Raden Said. Lahir tahun 1450 M. merupakan
anak dari Sunan Kalijaga.
Wilayah dakwahnya disebitar pegunungan Muria dan mengutamakan dakwah di
daerah pedesaan.
Dakwahnya yang menyesuaikan dengan adat sekitar dan jiwa sosialnya yang
tinggi, membuat Islam mudah diterima.
Ia juga berdakwah melalui kesenian. Salah satu karyanya adalah Kinanti dan
Sinom.
Waktu wafatnya tidak diketahui dengan pasti akan tetapi masyarakat
menetapkan setiap tanggal 15 syura (Muharram). Makamnya terletak di belakang
masjid peninggalan Sunan Muria.

13

media

Nama aslinya Syarif hidayatullah. Lahir tahun 1448 M. dikenal sebagai sosok
yang cerdas dan tekun menuntut Ilmu.
Berguru dengan Syekh Maulana Ishak di Aceh dan Sunan Ampel.
Sunan Gunung Jati diminta menyebarkan agama Islam di Cirebon dan kemudian
melanjutkan peyebaran ke wilayah Banten.
Mendirikan pesantren di Cirebon dan melakukan pendekatan politik dengan
para tokoh berpengaruh di Cirebon, Banten dan Demak.
Wafat tahun 1568 M dan dimakamkan di bukit Gunung Jati.

14

Multiple Choice

Lembaga yang digunakan oleh Wali Songo untuk mentransfer ilmu dan nilai-nilai Islam kepada para santri adalah:

1

Pesantren

2

Sekolah

3

pendidikan

4

keteladanan

15

Multiple Choice

Salah satu wali sembilan yang memiliki pesan Moh Limo adalah

1

Sunan Gresik

2

Sunan Ampel

3

Sunan Muria

4

Sunan Kudus

16

Multiple Choice

Mengapa Walisanga sering menggunakan pendekatan damai dalam menyebarkan agama Islam?

1

Untuk memperkuat kekuasaan politik mereka

2

Karena mereka tidak memiliki kemampuan untuk menggunakan kekerasan

3

Untuk menarik minat masyarakat yang lebih luas dan mengurangi potensi konflik dengan pihak lain.

4

Agar dapat memperoleh keuntungan finansial yang lebih besar

17

Multiple Choice

Apakah ada nilai-nilai yang dapat dipetik dari peran Walisanga dalam penyebaran agama Islam?

1

Ketidaksabaran dan ketakutan

2

Keberanian dan keegoisan

3

Kesabaran, ketekunan, keberanian, keikhlasan, dan semangat dakwah yang tinggi

4

Ketekunan dan keangkuhan

18

Multiple Choice

Apa yang membedakan metode penyebaran agama Islam oleh Walisanga dengan penyebaran agama lain?

1

Metode penyebaran agama Islam oleh Walisanga melalui jalur perdagangan dan pendidikan, sedangkan penyebaran agama lain seringkali melalui penaklukan militer.

2

Penyebaran agama lain melalui jalur perdagangan dan pendidikan

3

Walisanga menggunakan kekerasan dalam penyebaran agama Islam

4

Metode penyebaran agama Islam oleh Walisanga melalui penaklukan militer

19

Multiple Choice

Dalam konteks dakwah, apa yang seharusnya menjadi tujuan utama dari interaksi antara pemeluk agama yang berbeda?

1

Menegakkan dominasi satu agama atas yang lain

2

Membangun dialog yang penuh pengertian

3

Mencapai keseragaman budaya

4

Memenangkan perdebatan

20

Multiple Choice

Bagaimana dampak dari peran Walisanga dalam penyebaran agama Islam terhadap budaya dan masyarakat di Indonesia?

1

Peran Walisanga dalam penyebaran agama Islam di Indonesia mempengaruhi budaya dan masyarakat dengan mengintegrasikan ajaran Islam dengan adat dan tradisi lokal, serta mendirikan sekolah Islam, masjid, dan tarekat Sufi.

2

Walisanga justru memperburuk hubungan antara agama Islam dengan adat dan tradisi lokal di Indonesia

3

Peran Walisanga dalam penyebaran agama Islam di Indonesia tidak memiliki dampak signifikan terhadap budaya dan masyarakat

4

Dampak dari peran Walisanga dalam penyebaran agama Islam di Indonesia hanya terjadi secara sementara dan tidak berkelanjutan

21

Multiple Choice

Bagaimana Walisanga membangun hubungan dengan masyarakat lokal dalam proses penyebaran agama Islam?

1

Melalui pendekatan yang bersahaja, memberikan bantuan sosial, dan menunjukkan contoh kehidupan yang islami.

2

Dengan mengucilkan masyarakat lokal yang tidak menerima Islam

3

Dengan memaksakan kehendak agama Islam

4

Melalui kekerasan dan ancaman

22

Multiple Choice

Sunan Bonang berdakwah dengan cara menarik simpati masyarakat melalui

1

Bercocok tanam

2

Pencak silat

3

Kesenian

4

Pemerintah

23

Multiple Choice

Apakah ada konflik yang terjadi selama proses penyebaran agama Islam oleh Walisanga?

1

Ya, terdapat konflik yang terjadi selama proses penyebaran agama Islam oleh Walisanga.

2

Konflik terjadi setelah penyebaran agama Islam

3

Konflik terjadi sebelum penyebaran agama Islam

4

Tidak, tidak ada konflik yang terjadi

24

media

25

media

1.Melakukan dakwah Islam secara ikhlas.
2.Mengajarkan semangat dalam menyebarkan agama Islam
dengan jaminan keberuntungan akhirat.
3.Selalu berdakwah dengan cara yang bijak dan tawaduk.
4.Mengajarkan Islam sebagai ajaran kebenaran yang dikemas
menjadi slogan atau pepatah tertentu.
5.Selalu memberikan keteladan terhadap sikap-sikap terpuji
dalam mendakwahkan Islam.

26

media

27

media

1. Semangat dalam berdakwah.

Ikhlas dalam Berdakwah.

2.

Mencari ilmu untuk bekal berdakwah.

3.

Mengetahui kultur dan kesukaan masyarakat.

4.

Dilakukan dengan bijak, sehingga tidak terkesan memaksa
dan mempersulit.

5.

28

media

Wali Songo adalah sembilan wali Allah Swt. yang terpilih menyebarkan
agama Islam di Pulau Jawa. Dalam menyebarkan agama Islam, para
Wali Songo menggunakan berbagai metode seperti pendekat melalui
kesenian. Adapun nama-nama Wali Songo, yakni Sunan Gresik, Sunan
Ampel, Sunan Bonang, Sunan Giri, Sunan Drajat, Sunan Kudus, Sunan
Muria, Sunan Kalijaga, dan Sunan Gunung Jati.

media

Diah Rif'atul Husna, S.S

Peran dan Metode Wali Songo

dalam Menyebarkan Ajaran Islam

di Indonesia

MAN 1 Jembrana

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 28

SLIDE