Search Header Logo
Struktur Bangunan Candi

Struktur Bangunan Candi

Assessment

Presentation

•

History

•

University

•

Practice Problem

•

Medium

Created by

brigida intan

Used 1+ times

FREE Resource

5 Slides • 3 Questions

1

media
Material, Bahan dan Struktur Bangunan Candi

2

Fungsi Candi

Bangunan candi sering kali dihubungkan dengan monumen sebagai tempat pendharmaan untuk memuliakan raja yang telah wafat. Namun demikian, candi bukanlah makam, melainkan bangunan kuil (Soekmono, 1973: 241)

3

Di India, bangunan kuil untuk menyelenggarakan upacara agama Hindu disebut vimanna (rumah dewa) atau ratha (kendaraan dewa), sedangkan untuk ibadah agama Budha disebut stupa. Sebutan candi di Indonesia merujuk pada bangunan dengan bermacam-macam fungsi, yaitu kuil Hindu, stupa dan wihara Budha, pemandian, pintu gerbang (gapura), ataupun candi sebagai bale kambang, pusat pengajaran agama, tempat menyimpan abu jenazah raja, tempat pemujaan atau bersemayam dewa. Walaupun fungsinya bermacam-macam (Dumarcay) candi diartikan juga sebagai replika rumah tinggal para dewa yang sebenarnya, yaitu Gunung Mahameru (Supriatna, 2006).

4

Multiple Choice

Bangunan Kuil atau Candi di India dengan istilah kendaraan dewa ...

1

Vihara

2

Vimanna

3

Ratha

4

Ratna

5

Bangunan candi banyak mendapat pengaruh dari India, misalnya dalam aspek teknik bangunan, gaya arsitektur, dan ornamen atau hiasan. Walaupun demikian, arsitektur candi di Indonesia mempunyai karakter tersendiri, baik dalam penggunaan bahan, teknik konstruksi, maupun corak dekorasinya.
Aturan pembuatan bangunan gapura atau candi yang dipegang teguh oleh para seniman bangunan di India dimuat dalam sejumlah kitab keagamaan, antara lain Manasara dan Sipa Prakasa. Para seniman candi pada masa itu percaya bahwa ketentuan. Ketentuan di dalam kitab-kitab keagamaan tersebut bersifat suci dan magis, suatu kebudayaan, termasuk seni bangunan, akan selalu dipengaruhi oleh keadaan alam dan budaya setempat, serta pengaruh waktu

6

Pada awal proses pembangunan candi, seseorang yang menjadi pelaksana pembangunan (Yajamana), bersama para pekerjanya (Silpin), harus menghubungi Maha Brahma. Selanjutnya, berdasarkan arahan Maha Brahma, mereka akan mencari lokasi yang tepat untuk membangun candi. Lokasi pembangunan candi yang paling baik adalah dekat sungai, terutama pertemuan dua aliran sungai yang disebut sebagai tempuran. Pada umumnya, candi terbuat dari batu hitam yang disebut batu candi, yang sebenarnya adalah batu andesit. Andesit adalah suatu jenis batuan beku vulkanik ekstrusif. Batuan jenis ini sering dipergunakan pada bangunan-bangunan megalitik, candi dan piramida. Batuan ini terbentuk dari magma dengan temperatur antara 900– 1.100o Celcius. Mineral-mineral yang terkandung di dalamnya bersifat mikroskopis, antara lain silika (SiO2) sejumlah kisaran 52-63%, kuarsa sejumlah kisaran 20%, biotite, basalt, feltise, plagiocase feldspar, pyroxene (clinopyroxene dan orthopyroxene), serta hornblende dengan persentase sangat kecil (Hannigan).

7

Multiple Choice

Suatu jenis batuan beku vulkanik ekstrusif

1

Metamorf

2

Andesit

3

Sedimen

4

Beku

8

Multiple Choice

seseorang yang menjadi pelaksana pembangunan

1

Dewa

2

Yajamana

3

Silpin

4

Empu

pattern-tertiary
media
Material, Bahan dan Struktur Bangunan Candi

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 8

SLIDE