Search Header Logo
Data and Communication Network

Data and Communication Network

Assessment

Presentation

Science

University

Practice Problem

Hard

Created by

Adithya Whardana

Used 1+ times

FREE Resource

32 Slides • 0 Questions

1

media

DATA COMMUNICATION AND NETWORKING

2

media

THE OSI MODEL

Pada awal tahun 1980, ISO membuat sebuah model
yang

sangat

berguna

untuk

pemahaman

dan
pengembangan komunikasi komputer ke komputer.
Model tersebut disebut sebagai OSI model, Open
Systems

Interconnection.

Model

ini

membagi
arsitektur

jaringan

kedalam

7

layer(lapisan):
Physical, Data Link, Network, Transport, session,
presentation and Application. Masing masing layer
memliki fungsinya masing masing dan memiliki
hubungan langsung dengan layer yang di atas dan
dibawahnya.

3

media

Application

Presentation

Session

Transport

Network

Data Link

Physical

T
H
E

O
S
I

L
A
Y
E
R
S

4

media

Source : http://www.escotal.com/osilayer.html

5

media

Application Layer: Menyediakan jasa untuk aplikasi pengguna.
Layer ini bertanggungjawab atas pertukaran informasi antara
program komputer, seperti program e-mail, dan service lain yang
jalan di jaringan, seperti server printer atau aplikasi komputer
lainnya.

Presentation Layer: Bertanggung jawab bagaimana data dikonversi
dan diformat untuk transfer data. Contoh konversi format text ASCII
untuk dokumen, .gif dan JPG untuk gambar. Layer ini membentuk
kode konversi, translasi data, enkripsi dan konversi.

Session Layer: Menentukan bagaimana dua terminal menjaga,
memelihara dan mengatur koneksi,- bagaimana mereka saling
berhubungan satu sama lain. Koneksi di layer ini disebut “session”.

Transport Layer: Bertanggung jawab membagi data menjadi
segmen, menjaga koneksi logika “end-to-end” antar terminal, dan
menyediakan penanganan error (error handling).

6

media

Network

Layer:

Bertanggung

jawab

menentukan
alamat jaringan, menentukan rute yang harus diambil
selama perjalanan, dan

menjaga

antrian trafik di
jaringan. Data pada layer ini berbentuk paket.

Data Link Layer: Menyediakan link untuk data,
memaketkannya

menjadi frame

yang berhubungan
dengan “hardware” kemudian diangkut melalui media.
komunikasinya

dengan

kartu

jaringan,

mengatur
komunikasi layer physical antara sistem koneksi dan
penanganan error.

Physical Layer: Bertanggung jawab atas proses data
menjadi bit dan mentransfernya melalui media, seperti
kabel, dan menjaga koneksi fisik antar sistem.

7

media

Physical layer

Layer ini mendefinisikan beberapa karakteristik
dari jaringan secara fisik, termasuk:
Struktur fisik jaringan
Spesifikasi secara mekanik atau elektrik dari
pengguna media itu sendiri
Bit pengiriman, encoding, dan pewaktuan.
Perangkat yang beroprasi di level physical adalah
REPEATER yang merupakan hanya sebagai
pengulang sinyal dari port ke port yang lain
yang saling terhubung.

8

media

Data Link Control

Data

Link

adalah

media

transmisi

antar
stasiun-stasiun ketika suatu prosedur data Link
Control dipakai.

Pengiriman data melalui link komunikasi data
yang terlaksana dengan penambahan kontrol
layer

dalam

setiap

perangkat

komunikasi
dinyatakan sebagai alat link control atau data
link protocol.

9

media

Kebutuhan bagi Data Link Control

Terdapat beberapa point untuk keperluan dan
tujuan komunikasi data secara efektif antara dua
koneksi stasiun transmisi – Penerima secara
langsung bagi data link kontrol:
Frame Synchronization.
Flow Control.
Error Control.
Addressing(pengalamatan).
Kontrol dan data pada link yang sama.
Link Management.

10

media

Frame Synchronization: Data dikirim dalam blok-blok yang disebut frame. Awal
dan akhir tiap frame harus dapat diidentifikasi memakai variasi konfigurasi jalur.

Flow control: Statsiun pengirim harus tidak mengirim frame-frame pada kecepatan
yang melebihi kemampuan penyerapan dari stasiun penerima.

Error control: Bit-bit kesalahan yang dihasilkan oleh sistem transmisi harus
diperbaiki.

Addressing(pengalamatan): Pada line multipoint, identitas dari dua stasiun yang
berbeda dalam suatu transmisi harus diketahui.

Kontrol dan data pada link yang sama: biasanya tidak diinginkan mempunyai
jalus komunikasi yang terpisah untuk sinyal-sinyal kontrol. Karena itu pesawat
penerima harus mampu membedakan kontrol informasi dari data yang sedang di
transmisikan.

Link Management: Pemulaian, Pemeliharaan dan penghentian dari pertukaran data
memerlukan

koordinasi

dan

kerjasama

diantara

stasiun-stasiun.

Diperlukan
prosedur untuk manajemen pertukaran ini.

11

media

Konfigurasi Jalur

Konfigurasi data link di bedakan dalam 3 karakteristik.
Topologi :

Point to Point (Jika hanya ada dua stasiun)

Multi Point (Jika ada lebih dari dua stasiun)
Duplexity:

Simplex Transmission

Half – duplex link
Full-duplex link
Line Discipline ( Rancangan tata tertib)

12

media

Simplex
Tiap piranti (transmitter) hanya dapat mengirim data hanya
satu arah pada penerima (receiver);(radio)

HalfDuplex
Dalam mode half-duplex tiap piranti dapat mengirim dan
menerima data, tapi tidak pada waktu yang sama. Saat
suatu piranti mengirim, piranti yang lain dapata menerima
dan begitu pula sebaliknya. Mode half-duplex adalah
seperti suatu jalan sempit 2 arah. Saat suatu mobil sedang
melewatinya, mobil dari arah yang berlawanan harus
menunggu. Pada half-duplex semua kapasitas saluran
digunakan

oleh

salah

satu

piranti

yang

sedang
mengirimkan data. Contoh sistem half-duplex misalnya
(walkie-talkie).

Tipe Transmisi atau Tipe Dialoge

13

media

Full Duplex

Pada full-duplex setiap piranti dapat mengirim dan
menerima data secara bersamaan. Analoginya
adalah jalan lebar 2 arah. Kendaraan dari 2 arah
yang berlawanan dapat lewat pada saat yang sama.
Pada mode ini, sinyal menuju arah yang berlawanan
saling berbagi kapasitas jalur. Contoh sistem full-
duplex adalah jalur telepon. Saat menggunakan
telepon kita dapat berbicara dan mendengarkan pada
saat yang bersamaan .(telephone)

14

media

Transmitter

Transmitter

Transmitter

Transmitter

Transmitter
Simplex

Half Duplex

Full Duplex

Receiver

Receiver

Receiver

Receiver

Receiver

15

media

Client

server

merupakan

model

jaringan

atau

network
architecture yang menggunakan satu beberapa komputer sebagai
server yang memberikan sumber dayanya kepada komputer lain
(client) dalam jaringan. Server mengatur mekanisme akses
sumber daya yang boleh digunakan serta mekanisme komunikasi
antarnode dalam jaringan.
Jenis layanan Client Server antara lain:
a. File server: memberikan layanan fungsi pengolahan
file.
b. Print Server: memberikan layanan fungsi pencetakan.
c.

Database Server: Proses-proses fungsional mengenai
database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain
dapat meminta pelayanan darinya.
d. DIP

(

Document

Information

Processing

):
memberikan layanan fungsi penyimpanan, manajemen
dan pengambilan data.

16

media

Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Client-Server

Advantages:
A. Mendukung Keamanan jaringan dengan lebih baik
B. Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
C. Manajemen jaringan terpusat
D. Semua data bisa disimpan dan di back-up terpusat di satu lokasi

Disadvantages:

A. Membutuhkan administrator jaringan yang profesional.
B. Membutuhkan perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server.
C. Membutuhkan software tool operational untuk mempermudah manajemen
jaringan.
D. Anggaran untuk management jaringan cukup besar.
E. Bila server mati, semua data dan sumber daya yang ada diserver tidak bisa
di akses.

17

media

Kelebihan dan Kekurangan Jaringan Peer to Peer

Kelebihan Peer to peer
Implementasinya murah dan mudah
Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang
khusus
Tidak memerlukan administrator jaringan

Kekurangan Peer to Peer
Jaringan tidak terlalu besar (tidak bisa memperbesar
jaringan)
Tingkat keamanan rendah
Tidak ada yang memanajemen jaringan
Pengguna komputer jaringan harus terlatih dalam
mengamankan komputer masing-masing
Semakin banyak mesin yang dibagi-pakai, hal itu akan
mempengaruhi kinerja komputer.

18

media

Model Client-Server dengan sebuah Server
yang berfungsi umum

Mail
Server
Program

Print
Server
Program

File
Server
Program

File
Client
Program

Print
Client
Program

General
Server

To Internet

Client

Client

Client

Client

19

media

Model Client-Server dengan Dedicated Server

Mail
Server
Program

File
Server
Program
File
Client
Program

Print
Client
Program

To Internet

Client

Client

Client

Client

Print
Server
Program

Printer
Server

Mail Server

File Server

20

media

Network Topology

Star network

Bus network

Ring network

21

media

Topology Tree

Topology Mesh

22

media

Hub

Topology Hybrid : Star Backbone dengan jaringan tiga Bus

23

media

Bus, merupakan bentangan satu kabel yang kedua ujungnya
ditutup, dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Sinyal
dalam kabel pada topologi ini dilewatkan satu arah sehingga
memungkinkan sebuah tubrukan terjadi.
Keuntungan :
Murah, karena tidak memakai banyak media,
Penggunaan kabel yang lebih sedikit
Tidak menggunakan special perlengkapan jaringan.
Kerugian:
Kemungkinan jaringan akan mengalami kerusakan bila ada
penambahan atau pengurangan terminal.
Karena terhubung dengan single backbone jika terjadi
kesalahan pada kabel akan menahan system akses pada
system.
Sulit untuk mencari kesalahan.

24

media

Star, topologi ini adalah node(station)berkomunikasi langsung
dengan station lainnya melalui pusat node (hub/Switch). Data
mengalir dari node ke pusat node dan diteruskan ke node tujuan.
Keuntungan :
Akses ke stasiun lain(client ataupun server) berlangsung cepat.
Dapat menerima stasiun kerja baru selama port di pusat
node(hub/switch) tersedia.
Hub/Switch bertindak sebagai konsentrator
Hub/switch dapat disusun seri(bertingkat) untuk menambah
jumlah stasiun yang terkoneksi ke jaringan.
Pengguna dapat lebih banyak dibanding topologi bus maupun
ring.
Kerugian :
Bila lalu lintas data cukup tinggi dan terjadi tabrakan maka semua
komunikasi akan ditunda dan koneksi akan dilanjutkan dengan
cara random apabila hub/switch mendeteksi tidak ada jalur yang
sedang di gunakan oleh node lain.

Keuntungan dan kerugian dari tiap2 topology

25

media

Ring topologi berupa lingkaran tertutup yang berisi banyak node.
Semua komputer saling tersambung membentuk lingkaran. Data
yang dikirim diberi alamat tujuan sehingga dapat langsung
menuju komputer yang dituju. Tiap stasiun(komputer) dapat
diberi repeater(transceiver) yang berfungsi sebagai berikut:
Listen State: Tiap bit dikirim kembali dengan mengalami
penundaan waktu.
Transmitter Sate: Bila bit yang berasal dari paket lebih besar
dari ring maka repeater akan mengembalikan ke pengirim. Bila
terdapat beberapa paket dalam ring, repeate yang tengah
memancarkan, menerima bit dari paket yang tidak dikirimnya
harus menampung dan memancarkan kembali.
Bypass state: Berfungsi untuk menghilangkan penundaan
waktu dari stasiun yang tidak efektive.

26

media

Keuntungan :
Kesalahan kabel dengan mudah di ketahui dan
troubleshooting lebih mudah.
Mudah untuk di install.
Kerugian:
Pengembangan

jaringan

dapat

mengakibatkan
kerusakan jaringan.
Sebuah kesalahan dalam kabel dapat merusak seluruh
jaringan.

27

media

Mesh, topologi ini menerapkan hubungan atarasentral
secara penuh. Jumlah saluran yang harus disediakan untuk
membentuk jaringan Mesh adalah jumlah sentral
dikurangi 1 (n-1, n=jumlah sentral). Tingkat kerumitan
jaringan sebanding dengan meningkatnya jumlah sentral
yang terpasang.
Keuntungan:
Menyediakan jalur yang lebih banyak antara devices
Jaringan dapat di tambah tanpa ada kerusakan saat pada
sedang digunakan.
Kerugian :
Penggunaan kabel yang berlebihan dari topology lainnya.
Sulit dalam mengimplementasikannya.

28

media

Devices yang digunakan dalam jaringan
dan level layer dalam OSI model
HUB
Hub tegolong layer 1(phisical layer) dalam OSI model,
berperan sebagai titik sentral untuk koneksi node dalam
segmen LAN, mengubungkan multistasiun user melalui
kebel jaringan, dan perangkat hub dapat memiliki port
sebagai titik koneksi untuk node. Data masuk dari salah
satu port dan dikirim ke semua port lain sehingga dapat
sampai kesmua node yang terhubung. Hub bekerja cukup
sederhana.

Hub

hanya

menerima

data

lalu
menyebarkannya kesemua port dan tidak membentuk
fungsi-fungsi

yang

lebih

spesifik

seperti

filtering,
redireksi, atau routing. Oleh karena itu jika benyak stasiun
yang terhubung performance jaringan akan menurun.

29

media

Bridge
Sebuah media jaringan yang digunakan untuk memperluas
jaringan atau membuat sebuah segmen jaringan. Bridge
jaringan beroprasi di dalam lapisan data-link pada OSI
model. Bridge juga dapat menggabungkan dua buah media
jaringan yang berbeda, spt UTP dengan kabel serat optik atau
dua buah arsitekur jaringan yang berbeda.

Ada 3 jenis bridge jaringan yang umum dipakai:

Bridge lokal ; sebuah bridge yang dapat menghubungkan
segmen segment jaringan lokal.
Bridge remote; Dapat digunakan untuk membuat sebuah
sambungan (link) antara LAN untuk membuat sebuah WAN
Bridge Nirkabel; sebuah bridge yang dapat menggabungkan
jaringan LAN berkabel dan jaringan LAN nirkabel.

30

media

Switch

Merupakan perangkat layer 2 (data link layer).
Hampir sama dengan bridge namun umumnya
memiliki multiport dengan layer koneksi yang
sama. Pada umumnya swith digunakan dalam
jaringan yang sibuk untuk mengisolasi lalulintas
data dan meningkatkan performasinya. Switch
sebenarnya

pengganti

bridge

kerena

alasan
performasinya yang superior, lebih cerdas dan
harga per portnya lebih rendah dari bridge.

31

media

Router
Merupakan perangkat layar 3, yang merupakan
perangkat lebih rumit dan cerdas. Router befungsi
meneruskan paket data dari satu ke tempat lain,
tegantung

nilai

alamat

jaringan,

bukan alamat
hardware(MAC)

seperti

bridge.

Hal

yang
membedakan router dengan bridge adalah router
dapat menghubungkan dua topologi jaringan yang
berbeda jenisnya, seperti jaringan ethernet ke token
ring. Router bekerja dengan membaca protokol
sperti IP, untuk membuat keputusan ke mana harus
mengirim atau meneruskan data yang diterima.
Seperti halnya bridge, router memberikan kendali
terhadap konsumsi bandwidth dengan menjaga data
diantara subnet.

32

media

ROUTER

BRIDGE

HUB
SWITCH

media

DATA COMMUNICATION AND NETWORKING

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 32

SLIDE