Search Header Logo
cerpen 2

cerpen 2

Assessment

Presentation

World Languages

2nd Grade

Practice Problem

Medium

Created by

Willi Pratama

Used 6+ times

FREE Resource

12 Slides • 8 Questions

1

Fungsi Cerpen

a. Fungsi rekreatif
Cerpen berfungsi untuk memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur bagi seluruh pembacanya.
b. Fungsi estetis
Cerpen memiliki fungsi untuk memberikan keindahan bagi pembaca karya sastra.
c. Fungsi moralitas
Cerpen dapat memberikan nilai-nilai moral kepada pembaca sehingga mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk.
d. Fungsi didaktif
Cerpen dapat mengarahkan dan mendidik para pembaca dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di dalam cerita.
e. Fungsi religiusitas
Cerpen mengandung nilai-nilai yang terdapat pada ajaran agama yang bisa di jadikan teladan bagi para pembacanya.

2

Multiple Choice

berfungsi untuk memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur adalah fungsi cerpen yaitu

1

Fungsi Moralitas

2

Fungsi Rekreatif

3

Fungsi Religius

4

Fungsi Estetis

3

Multiple Choice

Fungsi Didaktif pada cerpen berfungsi sebagai ?

1

Cerpen dapat mengarahkan dan mendidik para pembaca dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di dalam cerita.

2

Cerpen dapat memberikan nilai-nilai moral kepada pembaca sehingga mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk.

3

Cerpen memiliki fungsi untuk memberikan keindahan bagi pembaca karya sastra.

4

Cerpen mengandung nilai-nilai yang terdapat pada ajaran agama yang bisa di jadikan teladan bagi para pembacanya.

4

Unsur Intrinsik Cerpen

Tema
Tema adalah ide atau gagasan yang disampaikan pengarang dalam ceritanya. Tema ini akan diketahui setelah seluruh unsur prosa fiksi dikaji. Ada dua jenis tema yang harus kita ketahui.
a. Tema pokok adalah tema yang menjadi bahasan utama dari sebuah teks.
b. Tema tambahan (minor) adalah ide lain yang mengacu pada ide utama sebuah karya, ide ini dapat mengartikan tema minor lainnya.

Tokoh dan penokohan

a.Tokoh
Tokoh merupakan pelaku yang mengemban peristiwa dalam cerita fiksi sehingga peristiwa itu mampu menjalin cerita, atau tokoh ialah pelaku dalam karya sastra.
1) Tokoh utama
Tokoh utama merupakan sebutan bagi tokoh yang memiliki peran penting dalam sebuah cerita. Dengan kata lain tokoh utama ialah tokoh yang dikisahkan dalam cerita tersebut atau disebut sebagai pusat cerita. Ciri dari tokoh utama ialah dimana tokoh atau perannya sering ditampilkan dalam berbagai kejadian dan mendominasi sebuah cerita. Di samping itu, sebagai pusat cerita maka tokoh utama akan tampil dari awal dimulainya cerita.

5

Unsur Intrinsik Cerpen

2) Tokoh pendukung
Tokoh pendukung atau pembantu sebutan bagi tokoh yang berperan untuk menunjang kisah dari tokoh utama. Secara umum kehadirannya tidak sepenting tokoh utama namun mampu menunjang jalan cerita yang bersangkutan dengan pemeran utama agar semakin menarik.


b. Penokohan
Penokohan adalah cara pengarang menggambarkan atau melukiskan tokoh dalam cerita yang ditulisnya.
1) Tokoh protagonis
Tokoh protagonist berperan sebagai pemeran utama yang memiliki karakter baik dan diidolakan oleh para penonton. Tokoh utama tidak selalu berjumlah satu namun bisa dua atau lebih. Karakter yang dimunculkan selalu dari sisi yang positif sehingga tokoh protagonis menampilkan apa yang penonton atau pembaca harapkan.
2) Tokoh antagonis
Menurut Waluyo, tokoh antagonis adalah tokoh yang berperan sebagai penentang cerita. Biasanya tokoh dengan peran antagonis digambarkan dengan karakter yang jahat dan buruk. Kemunculan tokoh antagonis juga menjadi sumber permasalahan dari cerita. Maka dari itu tokoh antagonis memiliki kekuatan karakter di mana dapat memunculkan suatu masalah atau konflik yang tidak dapat dihadirkan oleh tokoh lain.

6

Unsur Intrinsik Cerpen

3) Tokoh campuran / tritagonis
Peran yang dijalanan tidak terlalu banyak dan menonjol seperti tokoh-tokoh yang lain. Meskipun demikian tokoh tritagonist masih sangat berperan dalam membantu peran antagonis maupun protagonist


Sudut pandang pencerita
Sudut pandang adalah pandangan dari si penulis untuk membawa cerpen yang akan dibuatnya. Sudut pandang ini dapat membuat cerita tidak terasa hambar dan memilih alur yang jelas.
a. Sudut pandang orang pertama atau akuan
Sudut pandang orang pertama biasanya menggunakan kata ganti “aku” atau “Saya” atau juga “kami” (jamak). Penggunaan sudut pandang ini seolah-olah menjadikan pembaca adalah tokoh dalam cerita dan akan melakoni setiap adegan yang ada di dalamnya. Sudut pandang orang pertama dibagi menjadi dua, yaitu sudut pandang orang pertama orang pertama – tokoh utama dan sudut pandang orang pertama-tokoh sampingan. Sudut pandang orang pertama -tokoh utama menjadikan penulis sebagai tokoh utama cerita. Sementara sudut pandang orang pertama-tokoh sampingan adalah teknik di mana tokoh “aku” hadir tidak dalam peran utama, melainkan hanya sebagai peran pendukung.

7

Unsur Intrinsik Cerpen

b. Sudut pandang orang ketiga
Pada sudut pandang orang ketiga, kata ganti yang digunakan adalah “dia” “ia” atau nama tokoh dan juga mereka (jamak). Selain penggunaan kata ganti antara sudut pandang orang pertama dan ketiga, perbedaan lainnya yaitu kebebasan peran di dalam cerita. Pada sudut pandang orang pertama, penulis dapat dengan bebas menunjukkan sosok dirinya di dalam cerita. Sementara hal ini tidak berlaku pada sudut pandang orang ketiga yang berada ‘di luar’ isi cerita dan hanya mengisahkan tokoh “dia”. Sudut pandang orang ketiga juga dibagi menjadi dua bagian, yaitu sudut pandang orang ketiga serba tahu atau maha tahu dan sudut pandang orang ketiga pengamat.

8

Unsur Intrinsik Cerpen

4. Alur
Alur cerita sering kali disebut plot. Alur cerita merupakan rangkaian-rangkaian peristiwa yang memperlihatkan sebuah hubungan sebab akibat.
a. Jenis alur
1) Alur maju Alur maju atau bisa disebut progresif adalah sebuah alur yang klimaksnya berada di akhir cerita. Rangkaian peristiwa dalam alur maju berawal dari masa awal hingga masa akhir dengan urutan waktu yang teratur dan beruntut. Tahap alur maju adalah sebagai berikut. Pengenalan – muncul konflik – klimaks – antiklimaks – penyelesaian
2) Alur mundur
Alur mundur atau bisa disebut regresi adalah sebuah alur yang menceritakan masa lampau yang menjadi klimaks di awal cerita. Rangkaian peristiwa dalam alur mundur berawal dari masa lampau ke masa kini dengan susunan waktu yang tidak sesuai dan tidak beruntut Tahapan pada alur mundur sebagai berikut. Penyelesaian – antiklimaks – klimaks – muncul konflik – pengenalan

9

Unsur Intrinsik Cerpen

3) Alur campuran
Alur campuran atau bisa disebut alur maju-mundur adalah alur yang diawali dengan klimaks, kemudian menceritakan masa lampau, dan dilanjutkan hingga tahap penyelesaian. Pada saat menceritakan masa lampau, tokoh dalam cerita dikenalkan sehingga saat cerita satu belum selesai, kembali ke awal cerita untuk memperkenalkan tokoh lainnya. Tahapan pada alur campuran adalah sebagai berikut. Klimaks – muncul konflik – pengenalan – antiklimaks – penyelesaian

10

Multiple Choice

Tema yang menjadi bahasan utama dari sebuah teks adalah pengertian dari ?

1

Tema minor

2

Tema campuran

3

Tema pokok

4

Tema tambahan

11

Multiple Choice

Ciri tokoh utama adalah ?

1

tokoh atau perannya sering ditampilkan dalam berbagai kejadian dan mendominasi sebuah cerita

2

tokohnya muncul diawal cerita

3

tokoh yang membantu tokoh lain

4

tokoh yang berperan untuk menunjang kisah dari tokoh lain

12

Multiple Choice

tokoh antagonis adalah tokoh yang berperan sebagai penentang cerita. Biasanya tokoh dengan peran antagonis digambarkan dengan karakter yang jahat dan buruk, adalah pernyataan dari ahli yang bernama ?

1

Burhan

2

Waluyo

3

Kosasih

4

Sapardi

13

Fill in the Blanks

Type answer...

14

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Latar Belakang Masyarakat

Latar belakang masyarakat adalah unsur ekstrinsik cerpen yang mengacu pada lingkungan sosial, budaya, ekonomi, politik, hingga ideologi suatu negara. Unsur ini sangat penting karena dapat mempengaruhi tema cerita, karakter tokoh, dan plot.

Contohnya, cerpen dengan latar belakang masyarakat yang hidup di tahun 1960-an, pasti akan memiliki perbedaan signifikan dalam hal budaya, nilai-nilai, dan peristiwa yang mempengaruhi cerita, dibandingkan dengan cerpen yang berlatar belakang masyarakat yang hidup di zaman sekarang.

Latar Belakang Pengarang

Selanjutnya, latar belakang pengarang adalah unsur ekstrinsik cerpen yang mengacu pada informasi seputar penulisnya. Biasanya meliputi latar belakang, aspek-aspek kehidupan, atau pengalaman pribadi penulis. Latar belakang pengarang juga menjadi unsur yang penting karena bisa membantu kita memahami pola tulisan dalam cerita tersebut.

Nilai-Nilai yang Terkandung dalam Cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen yang terakhir adalah nilai-nilai yang terkandung dalam cerita pendek. Nah, nilai-nilai tersebut meliputi nilai agama, nilai sosial, nilai moral, dan nilai budaya.

15

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Nilai Agama

Nilai agama adalah hal-hal yang berkaitan dengan ajaran agama. Nilai yang terkandung di dalam cerpen ini bisa dijadikan pelajaran dalam kehidupan nyata.
Contoh unsur ekstrinsik cerpen yang termasuk nilai agama bisa dilihat dalam potongan bacaan berikut:

Renata rajin mengikuti ibadahnya di hari Minggu bersama keluarganya. Setiap kali memiliki masalah, ia selalu mengunjungi gereja untuk bercerita kepada Tuhannya. Renata yakin bahwa Tuhan selalu memberi solusi yang baik untuk setiap masalah yang dialami oleh umatnya.

Nah, di dalam kutipan cerpen tersebut, kita diajak untuk yakin dan bersabar kalau Tuhan pasti akan membantu dari setiap masalah yang kita hadapi.

 

b. Nilai Sosial

Nilai sosial adalah nilai yang bisa dipetik dari interaksi-interaksi tokoh-tokoh yang ada di dalam cerpen. Misalnya, interaksi dengan tokoh lain, lingkungan, dan masyarakat sekitar.
Contohnya :

Rangga menjadi anak yang cukup terkenal karena sikapnya yang ramah. Banyak warga di sekitar rumah yang senang ketika bertemu dengan Rangga. Alasannya karena Rangga tak pernah absen menyapa warga sekitar ketika ia berangkat sekolah.

16

Unsur Ekstrinsik Cerpen

Nilai Moral

Nilai moral adalah nilai-nilai yang terkandung di dalam cerpen yang berkaitan dengan akhlak atau etika yang berlaku di dalam masyarakat. Di dalam suatu cerpen, nilai moral bisa menjadi suatu nilai yang baik maupun nilai yang buruk.
Contohnya :
Ia bersikap semena-mena terhadap teman-temannya. Mulai membentak, memukul, hingga mengambil barang-barang milik teman-temannya termasuk aku. Tiap hari Dito bersikap kasar. Herannya, tidak ada seorang pun yang melawan kelakuan Dito. Semua teman-teman hanya menuruti kemauan Dito saja.

Nilai Budaya

Unsur ekstrinsik cerpen yang terakhir adalah nilai budaya. Nilai budaya adalah nilai-nilai yang berkenaan dengan nilai-nilai kebiasaan, tradisi, dan adat istiadat yang berlaku di masyarakat yang diceritakan di dalam cerpen.
Contoh unsur ekstrinsik cerpen yang termasuk nilai budaya terdapat pada potongan cerita berikut ini:

Pagi ini suasana di rumah begitu ramai. Kakakku yang sedang mengandung akan mengadakan acara di rumah. Di desa tempatku tinggal, setiap ada wanita hamil yang usia kandungannya menginjak 7 bulan akan ada acara yang bernama “tingkepan 7 bulanan” atau “mitoni”.

17

18

Multiple Choice

Siapa tokoh utama dalam cerpen tersebut ?

1

Merpati

2

Kura-kura

3

Kancil

4

Buaya

19

Multiple Choice

Apa pesan merpati kepada kura-kura

1

Jangan tertidur saat terbang

2

Jangan banyak bergerak saat terbang

3

Jangan melepas gigitan dari sebatang kayu

4

Jangan lama lama terbang

20

"SELESAI"

Fungsi Cerpen

a. Fungsi rekreatif
Cerpen berfungsi untuk memberikan rasa senang, gembira, dan menghibur bagi seluruh pembacanya.
b. Fungsi estetis
Cerpen memiliki fungsi untuk memberikan keindahan bagi pembaca karya sastra.
c. Fungsi moralitas
Cerpen dapat memberikan nilai-nilai moral kepada pembaca sehingga mendapat pengetahuan tentang hal-hal yang baik dan hal-hal yang buruk.
d. Fungsi didaktif
Cerpen dapat mengarahkan dan mendidik para pembaca dengan nilai-nilai kebenaran dan kebaikan di dalam cerita.
e. Fungsi religiusitas
Cerpen mengandung nilai-nilai yang terdapat pada ajaran agama yang bisa di jadikan teladan bagi para pembacanya.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 20

SLIDE