Search Header Logo
PPT Quizizz

PPT Quizizz

Assessment

Presentation

Other

8th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

DENI SEMUEL BULAN

FREE Resource

6 Slides • 0 Questions

1

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

2

media

Tugas 3.1.a.6. Demonstrasi Kontekstual - Modul 3.1

Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin

Fransiskus Dalin, S.Pd,Gr

(CGP Angkatan 10)

Berikut hasil wawancara pertama saya dengan Ibu Fransiska Safrina, Wakil Kepala SDI Bea

Denger.

Beliau menanggapi pertanyaan pertama saya tentang "bagaimana selama ini beliau

mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?". Beliau

memaparkan bahwa, "terkait istilah dilema etika atau bujukan moral, ibu kurang familiar dengan

istilah tersebut, namun ketika menghadapi masalah yang bermacam-macam di sekolah, ibu selalu

berusaha untuk memahami dulu akar permasalahannya. Supaya tidak salah dalam membuat

keputusan. Ibu harus bisa mengidentifikasi apakah ini masalah bisa diselesaikan secara

musyawarah secara kekeluargaan atau harus melibatkan ranah hukum".

Kemudian, terkait pertanyaan "Selama ini, bagaimana Anda menjalankan keputusan pengambilan

di sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar

atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?" Bu Inah, panggilan akrab beliau menjawab bahwa

"jika kepentingan sama-sama benar, maka ibu akan melihat apakah nilai kebenaran itu untuk pribadi

saja atau personal individu atau untuk orang banyak. Misalnya di sekolah, apakah untuk

kepentingan individu atau semua warga sekolah. Kemudian memiliki dampak bagaimana, baik

jangka panjang ataupun untuk masa depan sekolah.".

Pertanyaan ketiga yang saya tanyakan kepada beliau yaitu "Langkah-langkah atau prosedur seperti

apa yang biasa anda lakukan selama ini?". Beliau menjawab "bahwasanya sebelum mengambil

keputusan, saya akan konfirmasi dulu kepada yang terlibat dalam sebuah permasalahan, saya harus

mendengarkan tidak hanya dari satu orang saja, tetapi juga dari orang lain. Misalnya ketika saya

mendengarkan kasus murid di sekolah, saya tentu akan bertanya dengan siswa yang melihat ketika

terjadi masalah, bertanya kepada guru yang bersangkutan. Supaya saya mendengar kejelasan

permasalahan. Baru saya membuat keputusan.

3

media

Selanjutnya pertanyaan terkait "Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam

pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?". Beliau menjawab bahwa "setiap

permasalahan pasti ibu akan melihat dulu akar permasalahannya, kemudian bertanya kepada pihak-

pihak yang terkait, kemudian ibu juga berdiskusi dengan orang lain, untuk selanjutnya berfikir

objektif untuk membuat keputusan."

Pertanyaan selanjutnya yaitu "Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan tantangan dalam

pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?". Beliau menjawab bahwa "semua

keputusan yang menyangkut banyak pihak, pasti tidak akan membuat semua merasa puas. Pasti ada

saja yang tidak suka. Tapi kita jangan sampai kalah, selama keputusan yang kita buat sudah

mementingkan banyak pihak, benar dan dapat dipertanggung jawabkan, Jadi tantangannya justru

ada pihak-pihak yang tidak suka. Tapi namanya manusia, pasti ada saja yang tidak suka."

Pertanyaan selanjutnya tentang "Apakah anda memiliki sebuah tata kelola atau jadwal tertentu

dalam sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah anda langsung menyelesaikan di tempat,

atau memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang

dijalankan?". Beliau menjawab bahwa "Tidak ada jadwal khusus untuk penyelesaian kasus. Kalau

masalahnya kecil dan harus saat itu juga diputuskan, maka dibuatlah keputusan pada saat itu juga.

Kalau masalahnya berat, melibatkan banyak pihak, tentu tidak bisa diselesaikan hari ini juga, tetapi

bisa besoknya. Yang penting tidak membuat masalah berlarut-larut."

Kemudian terkait pertanyaan selanjutnya yaitu "Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang

selama ini mempermudah atau membantu anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus

dilema etika?". Beliau menjawab, "Biasanya ibu akan berdiskusi dengan pengawas sekolah jika

kaitannya kedinasan, kemudian pak Amin selaku komite sekolah, ibu juga sering berdiskusi

dengan suami ibu yang sama-sama kepala sekolah. Juga dengan teman-teman guru disini."

Pertanyaan terakhir yang saya lontarkan kepada beliau yaitu " Dari semua hal yang telah

disampaikan, pembelajaran apa yang dapat Anda petik dari pengalaman anda mengambil keputusan

dilema etika?" Beliau menjawab bahwa " Dalam mengambil sebuah keputusan, tidak perlu terburu-

buru, harus hati-hati, harus bisa berfikir ini masalahnya apa, kemudian baru mengambil keputusan.

4

media

Tentu kita bisa berkolaborasi dengan pihak lain yang bisa mengatasi permasalahan yang sedang

dihadapi."

Berikut hasil wawancara dengan kepala SDN Golo Mondo, yaitu Rofinus Apen, S.Pd

Pertanyaan pertama yang saya sampaikan yaitu "Selama ini, bagaimana Anda dapat

mengidentifikasi kasus-kasus yang merupakan dilema etika atau bujukan moral?" Beliau

menjawab, " saya akan mencari tahu nilai-nilai atau kebajikan apa yang terdapat dalam kasus

tersebut. lalu saya melihat dari sudut pandang moral dan hukum, apabila kasus tersebut melanggar

hukum, maka sudah tentu benar lawan salah. namun jika masih bisa dikatakan benar lawan benar,

masalah tersebut adalah dilema etika."

Pertanyaan selanjutnya, "Selama ini, bagaimana Anda menjalankan pengambilan keputusan di

sekolah Anda, terutama untuk kasus-kasus di mana ada dua kepentingan yang sama-sama benar

atau sama-sama mengandung nilai kebajikan?" Beliau menjawab bahwa, " Selama ini saya

melakukan identifikasi dan menganalisis kasus dari berbagai sudut pandang untuk mengetahui akar

atau pokok permasalahan, kemudian menimbang secara matang mana yang paling benar dan

keputusan tersebut menguntungkan banyak orang (tidak ada yang dirugikan)."

Pertanyaan berikutnya yaitu "Langkah-langkah atau prosedur seperti apa yang biasa Anda lakukan

selama ini?" Beliau menjawab bahwa "Langkah --langkah yang dilakukan terdiri dari mencari tahu

penyebab permasalahan, menentukan siapa saja yang terlibat, memanggil orang-orang yang terlibat

untuk mengonfirmasi permasalahan, menanyakan kepada orang-orang terdekatnya, berdiskusi

dengan warga sekolah, membuat beberapa solusi keputusan, menimbang lagi dari berbagai sudut

pandang sebelum memutuskan / mengambil solusi."

Kemudian terkait pertanyaan, "Hal-hal apa saja yang selama ini Anda anggap efektif dalam

pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?" Beliau menjawab, "saya melakukan

analisis kasus melalui diskusi dengan pihak yang terlibat dan menerima masukan atau pendapat dari

pihak lainnya sebagai pertimbangan, kemudian menentukan solusinya menyesuaikan dengan

5

media

peraturan dan norma yang berlaku, serta mengedepankan kepentingan umum (solusi tersebut

bermanfaat bagi banyak orang & baik secara jangka panjang)."

Pertanyaan berikutnya yang saya ajukan yaitu "Hal-hal apa saja yang selama ini merupakan

tantangan dalam pengambilan keputusan pada kasus-kasus dilema etika?" Beliau menjawab bahwa,

"Tantangan dalam mengambil keputusan adalah ketika permasalahan tersebut melibatkan diri

sendiri sehingga untuk mencari keputusan yang terbaik harus menguntungkan kedua belah pihak

dan tidak merugikan salah satunya, apalagi jika permasalahan tersebut keduanya sama-sama

benar."

Kemudian terkait pertanyaan, "Apakah Anda memiliki sebuah tatakala atau jadwal tertentu dalam

sebuah penyelesaian kasus dilema etika, apakah Anda langsung menyelesaikan di tempat, atau

memiliki sebuah jadwal untuk menyelesaikannya, bentuk atau prosedur seperti apa yang Anda

jalankan?" Beliau menjawab bahwa, "Untuk memutuskan masalah yang ringan biasanya saya bisa

langsung memutuskan. tetapi jika masalah itu rumit, saya melakukan sesuai langkah-langkah yang

disebutkan nomor 3 tadi. Mencari tahu penyebab permasalahan, menentukan siapa saja yang

terlibat, memanggil orang-orang yang terlibat untuk mengonfirmasi permasalahan, menanyakan

kepada orang-orang terdekatnya, berdiskusi dengan warga sekolah, membuat beberapa solusi

keputusan, menimbang lagi dari berbagai sudut pandang sebelum memutuskan / mengambil solusi."

Kemudian pertanyaan selanjutnya yaitu, "Adakah seseorang atau faktor-faktor apa yang selama ini

mempermudah atau membantu Anda dalam pengambilan keputusan dalam kasus-kasus dilema

etika?" Beliau menjawab bahwa "Dalam mengambil keputusan, saya akan melibatkan pihak yang

terlibat dan selalu mengajak warga sekolah/stakeholder/ wali murid/ orang-orang yang mempunyai

kedekatan personal dengan orang yang mengalami permasalahan, jadi banyak yang membantu

dalam mencari alternatif solusi."

Pertanyaan terkahir yang saya ajukan, "Dari semua hal yang telah disampaikan, pembelajaran apa

yang dapat Anda petik dari pengalaman Anda mengambil keputusan dilema etika?" Beliau

menjawab bahwa, "Hal yang menjadi pembelajaran dan dapat saya ambil yaitu dalam mengambil

keputusan saya harus menanggalkan keegoisan diri saya sendiri sehingga menjadi lebih bijaksana

6

media

dalam menganalisis sebuah permasalahan untuk dijadikan pertimbangan menentukan solusi yang

tepat dan terbaik. lalu jika permasalahan tersebut melibatkan diri sendiri, siap menerima

konsekuensi dari hasil keputusan yang diambil."

Discover new features in Lessons!
Finish all phases of “I-do ; We-do ; You-do” with Quizizz

media
media
media
media

​You can also create lessons directly on Google Slides using “Quizizz Extension”.
Read more about it here

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 6

SLIDE