Search Header Logo
PPT MULAI DARI DIRI

PPT MULAI DARI DIRI

Assessment

Presentation

Mathematics

7th Grade

Hard

Created by

Fany Bigo

FREE Resource

3 Slides • 1 Question

1

media

Nama

: Fany Isti Bigo, S.Pd

Asal Sekolah : SMP N 1 Hawu Mehara
1.2.a.3. Mulai dari diri - Modul 1.2

TRAPESIUM USIA

Tugas 1. Refleksi

1.Apa peristiwa positif dan negatif yang saya alami?

Peristiwa positif atau peristiwa yang menyenangkan yang saya alami sebagaimana tergambar

pada trapesium usia adalah pada saat saya berumur 15 tahun. Saat itu saya mengenyam pendidikan

dibangku kelas IX SMP. Sebelum usia itu dan saat usia itupun saya tidak menyukai belajar

matematika karena menurut saya matematika adalah pelajaran yang sulit untuk saya pahami.

Namun pada kelas IX SMP saya diajar oleh seorang guru matematika yang mengajar dengan lemah

lembut. Saya tidak pernah dihukum dengan kekerasan fisik oleh guru tersebut. Guru tersebut selalu

menyampaikan materi dengan perlahan, lembut dan ketika saya menjawab salah pun ditegur

dengan santun. Hal ini perlahan-lahan membuat saya menyadari bahwa materi matematika ternyata

menyenangkan dan tidak semenakutkan itu. Itu semua karena ada guru matematika yang mengajar

dengan metode yang selama ini tidak pernah saya alami.

Adapun peristiwa negatif yang saya alami yaitu ketika saya berada pada usia 11 tahun. Pada usia

tersebut saya sedang menempuh pendidikan dikelas V SD. Pada saat itu saya diajar oleh seorang

guru kelas yang dikenal sangat pemarah. Saya menjadi takut ke sekolah dan saya menjadi khawatir

jika saya melakukan kesalahan saat mengerjakan tugas atau PR. Guru kelas saya tersebut tidak

segan-segan untuk memarahi saya dan pada puncaknya saya pernah menerima kekerasan fisik

berupa tamparan diwajah saya. Sisi buruknya yaitu saya menjadi takut saat belajar dikelas. Namun

2

media

sisi baiknya adalah saya menjadi lebih teliti dan berusaha mempersiapkan diri dengan belajar pada

malam hari sehingga keesokan harinya saya tidak menerima perlakuan kasar atau amarah dari guru

kelas tersebut.

2.Selain saya, siapa lagi yang terlibat di dalam masing-masing peristiwa tersebut?

Yang terlibat pada peristiwa pertama dan kedua adalah guru dan teman.

3.Dampak emosi apa saja yang saya rasakan hingga sekarang?

Saat saya berada pada peristiwa positif tersebut saya merasa gembira berada dikelas, tertarik

dengan matematika serta kagum dengan pembawaan diri guru matematika tersebut. Ketika saya

mengingat peristiwa tersebut maka saya merasa itulah titik balik saya untuk memilih profesi guru

matematika sebagai cita-cita saya.

Saat saya berada pada peristiwa negatif tersebut emosi yang saya rasakan adalah takut belajar

dikelas, khawatir jika saya berbuat salah dan benci belajar matematika. Hal ini membuat saya tidak

menyukai pelajaran matematika.

4.Mengapa momen yang terjadi di masa sekolah masih dapat saya rasakan dan masih dapat

memengaruhi diri saya di masa sekarang?

Momen dimasa sekolah masih saya rasakan dan memengaruhi diri saya dimasa sekarang karena

karena momen tersebut sangat melekat dalam ingatan saya. Disatu sisi saya merasa takut belajar

dengan guru kelas dan disatu sisi saya merasa kagum dan senang belajar matematika dari seorang

guru matematika. Kedua hal inilah yang memotivasi saya untuk menjadi guru matematika yang

menyenangkan, ramah dan santun. Sehingga tidak ada lagi murid yang takut belajar matematika.

Kalaupun ada yang sebelumnya takut belajar dan menerima kekerasan fisik maka ketika belajar

dengan saya akan mendapatkan pengalaman belajar yang baru. Kemudian menjadi titik balik bagi

dirinya untuk menyukai matematika dan bahkan bercita-cita untuk menjadi pengajar matematika.

5.Pelajaran hidup apa yang saya peroleh dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi, terkait peran

saya sebagai guru terhadap peserta didik saya?

Dari kegiatan trapesium usia dan roda emosi saya belajar bahwa peristiwa negatif dan positif

membentuk saya untuk menjadi saya yang sekarang ini. Saya menjadi termotivasi untuk menjadi

guru dambaan siswa, menyenangkan, dan kreatif. Saya pun belajar bahwa karakter anak merupakan

dampak dari pengalamannya dimasa lalu. Sehingga sebagai guru saya tidak bisa serta merta

menghakimi anak. Tetapi sebagai guru saya harus bisa menuntun anak dan menjadi teladan bagi

perubahan anak didik saya tersebut.

6.Bagaimana saya menuliskan nilai-nilai yang saya yakini sebagai seorang Guru, dalam 1 atau 2

kalimat menggunakan kata-kata: "guru", "murid", "belajar", "makna", "peran"?

3

media

Peran seorang guru adalah untuk menuntun murid dengan memberikan keteladan dan

pembelajaran yang bermakna. Guru tidak hanya mentrasfer pengetahuan tapi juga melihat perasaan

murid sehingga terwujud suatu kondisi belajar yang merdeka dan berpihak pada murid.

Tugas 2. Nilai dan peran guru penggerak

1)Apa nilai-nilai dalam diri saya yang membantu saya menggerakkan murid, rekan guru, dan

komunitas sekolah saya?

Guru tidak hanya mengajar tapi juga mendidik peserta didiknya. Dalam menunaikan tugasnya

tersebut maka guru harus menegakkan nilai-nilai seorang guru penggerak. Nilai-nilai ini sesuai
dengan filosofi pendidikan Ki Hajar Dewantara seperti Ing Ngarsa Sung Tulada yang berarti di
depan memberi teladan, Ing Madya Mangun Karsa yang berarti di tengah memberi ilham (inspirasi)
dan arti Tut Wuri Handayani yang artinya di belakang memberi dorongan bagi murid. Nilai-nilai Ki
Hajar Dewantara tersebut sesuai dengan nilai guru penggerak yaitu berpihak pada murid. Selain itu
seorang guru juga harus bersikap reflektif terhadap pembelajaran didalam kelas sehingga terjadi
perubahan dan perbaikan dalam pembelajaran yang dilakukan. Guru pun dalam menunaikan
tugasnya tersebut selain bekerja secara mandiri. Guru juga harus dapat bekerja sama dengan guru
lain sehingga tercipta kolaborasi. Hasil kolaborasi tersebut nantinya akan berguna bagi perbaikan
dan pengembangan pendidikan disekolah tersebut. Kemudian guru juga dituntut agar dapat
berinovasi dalam mengembangkan berbagai perangkat pembelajaran. Inovasi itu nantinya akan
berguna bagi perubahan disekolah tersebut.

2)Apa peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas

sekolah saya?

Peran yang selama ini saya mainkan dalam menggerakkan murid, rekan guru, dan komunitas

disekolah yaitu saya memulai dari diri saya sendiri. Saya berusaha untuk datang kesekolah tepat
waktu dan saya berusaha menjalankan tugas serta kewajiban saya dengan sebaik-baiknya. Diwaktu
yang bisa saya manfaatkan, saya juga berusaha belajar atau mengikuti webinar untuk meningkatkan
kompetensi saya. Contohnya saya belajar bagaimana membuat media ajar yang baik dengan
menggunakan aplikasi. Saya juga mengajak rekan guru lain untuk ikut serta sehingga mereka pun
dapat termotivasi dan membuat perubahan disekolah. Pelatihan lain yang saya ikuti adalah
pendidikan guru penggerak. Saya juga memotivasi rekan lain untuk ikut serta dalam pendidikan
tersebut. Hal lain yang terpenting adalah selalu bekerja sama dengan seluruh pihak di dalam
ekosistem sekolah dan pihak lain sehingga tercipta perubahan yang menyeluruh bagi pendidikan di
Indonesia.

4

Fill in the Blanks

media

Nama

: Fany Isti Bigo, S.Pd

Asal Sekolah : SMP N 1 Hawu Mehara
1.2.a.3. Mulai dari diri - Modul 1.2

TRAPESIUM USIA

Tugas 1. Refleksi

1.Apa peristiwa positif dan negatif yang saya alami?

Peristiwa positif atau peristiwa yang menyenangkan yang saya alami sebagaimana tergambar

pada trapesium usia adalah pada saat saya berumur 15 tahun. Saat itu saya mengenyam pendidikan

dibangku kelas IX SMP. Sebelum usia itu dan saat usia itupun saya tidak menyukai belajar

matematika karena menurut saya matematika adalah pelajaran yang sulit untuk saya pahami.

Namun pada kelas IX SMP saya diajar oleh seorang guru matematika yang mengajar dengan lemah

lembut. Saya tidak pernah dihukum dengan kekerasan fisik oleh guru tersebut. Guru tersebut selalu

menyampaikan materi dengan perlahan, lembut dan ketika saya menjawab salah pun ditegur

dengan santun. Hal ini perlahan-lahan membuat saya menyadari bahwa materi matematika ternyata

menyenangkan dan tidak semenakutkan itu. Itu semua karena ada guru matematika yang mengajar

dengan metode yang selama ini tidak pernah saya alami.

Adapun peristiwa negatif yang saya alami yaitu ketika saya berada pada usia 11 tahun. Pada usia

tersebut saya sedang menempuh pendidikan dikelas V SD. Pada saat itu saya diajar oleh seorang

guru kelas yang dikenal sangat pemarah. Saya menjadi takut ke sekolah dan saya menjadi khawatir

jika saya melakukan kesalahan saat mengerjakan tugas atau PR. Guru kelas saya tersebut tidak

segan-segan untuk memarahi saya dan pada puncaknya saya pernah menerima kekerasan fisik

berupa tamparan diwajah saya. Sisi buruknya yaitu saya menjadi takut saat belajar dikelas. Namun

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 4

SLIDE