

TAFSIR TARBAWAI
Presentation
•
Education
•
University
•
Practice Problem
•
Hard
Yayah Robiah
FREE Resource
16 Slides • 0 Questions
1
MATERI PENDIDIKAN
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Tafsir Tarbawi
Dosen Pengampu: Hj. Yayah Robiatul A, M. Pd
Disusun oleh:
1.Ahmad Rifaldi
23.01.00.001
2.Aliyah Humairoh Zahri 23.01.00.004
3.Maryani
23.01.00.028
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-HIKMAH JAKARTA
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-MAHBUBIYAH
JAKARTA
2024/1445H
2
i
KATA PENGANTAR
Assalaamu’alaikum Warahmatullahi Wabaraktuh.
Puji syukur ke hadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat, taufik, dan hidayah-
Nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul “Materi
Pendidikan.” Salawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada baginda Nabi besar
Muhammad SAW.
Kami ucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Dosen mata kuliah Tafsir
Tarbawi Ibu Hj. Yayah Robiatul A, M.Pd yang telah memberikan tugas kepada kami. Kami
juga ucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang turut membantu dalam pembuatan
makalah ini.
Kami menyadari meskipun telah berusaha menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-
baiknya, namun tidak luput dari kekurangan dan kesalahan yang masih perlu diperbaiki. Maka
kritik dan saran yang membangun dari semua pihak, kami harapkan untuk dapat
menyempurnakan makalah ini.
Akhir kata kami berharap, semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi diri pemakalah
khususnya dan bagi pembaca pada umumnya.
Jakarta, 11 November 2024
Pemakalah
3
ii
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR ..................................................................................... i
DAFTAR ISI .................................................................................................... ii
BAB I PENDAHULUAN ................................................................................ 1
A.Latar Belakang .................................................................................... 1
B.Rumusan Masalah ............................................................................... 1
C.Tujuan Masalah ................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN ................................................................................. 2
A.Materi Pendidikan ................................................................................ 2
B.Terjemah, Asbabun Nuzul dan Pendapat Para Mufassir ................ 2
a.Ayat dan Terjemah Q.S. Al-Ghasyiyah ayat 17-21 ............................2
b.Ayat, dan Terjemah Q.S. Ali-Imran Ayat 170-171 .............................6
c.Ayat, dan Terjemah Q.S. Az-Zariyyat Ayat 20-21 .............................8
BAB III PENUTUP ......................................................................................... 12
A.Kesimpulan .......................................................................................... 12
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................... 13
4
1
BAB I
PENDAHULUAN
A.Latar Belakang
Pendidikan merupakan suatu bimbingan atau usaha yang dilakukan oleh
seorang guru kepada peserta didik yang tidak hanya berfokus pada pemberian materi,
namun juga pengajaran budi pekerti agar peserta didik tersebut dapat mengembangkan
potensi dalam dirinya baik dari segi keagamaan, kepribadian, akhlak mulia, kecerdasan,
serta ketrampilannya. Pendidikan Agama Islam merupakan suatu pendidikan yang
bertujuan untuk menanamkan nilai-nilai agama agar bisa menjadikan peserta didik yang
beriman dan bertakwa kepada Allah SWT. Sebagian besar muslim merupakan orang
yang berpendidikan namun sedikit sekali dari mereka yang memiliki karakter Islam.
Hal ini menjadi suatu tantangan bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam
membangun karakter siswanya. Untuk mewujudkan hal tersebutdibutuhkan strategi
pembelajaran dan materi pendidikan yang sesuai dengan kondisi para peserta didik.
Materi pendidikan Islam yang paling sesuai diajarkan di sekolah adalah seperti yang
diajarkan oleh Rasulullah Saw yang tidak pernah terlepas dari tiga hal pokok yaitu
akidah, ibadah, dan akhlak. Dalam makalah ini akan dipaparkan materi-materi yang
diajarkan dalam pendidikan khususnya dalam pendidikan Islam yang dibersamai
dengan analisis terhadap ayat-ayat Al-Qur’an.1
B.Rumusan Masalah
1.Apa saja yang diajarkan dalam materi pendidikan?
2.Apa ayat, terjemah dan asbabun-nuzul Q.s Al-ghasyiyyah ayat 17-21, Az-
Zariyyat ayat 20-21, dan Al-Imran ayat 170-171, serta pendapat para mufassir?
C.Tujuan Masalah
1.Mengetahui apa itu pengertian materi pendidikan.
2.Mengetahui terjemah, asbabun Nuzul serta pendapat pata mufassir.
1Rizki, F.Pendidikan Berbasis Keterampilan: Membangun Generasi yang Siap Bersaing di Era Global.
Jurnal Ilmiah Pendidikan Islam, 9(2), (2020) 150-162.
5
2
BAB II
PEMBAHASAN
A.Materi Pendidikan
Materi merupakan tema-tema atau hal-hal pokok yang akan diajarkan kepada para
murid. Tujuan ataupun sasaran pendidikan akan tercapai apabila materi yang diberikan
kepada para murid diseleksi dengan baik dan tepat. Materi tersebut harus bersifat
edukatif dan tidak hanya berfokus pada pemberian ilmu saja namun juga kepada
pendidikan karakter. Intisari materi pendidikan Islam pada masa Nabi Muhammad
SAW dapat dikelompokkan menjadi 3 yaitu, akidah, ibadah, dan akhlak. Abdul Majid
Khon dalam bukunya menyebutkan materi-materi pendidikan agama Islam,
diantaranya; Akidah dan keimanan, Al-Qur’an, Ibadah dan Zikir, Fikih, dan
keterampilan.2
B.Terjemah, Asbabun Nuzul dan Pendapat Para Mufassir
a.Ayat dan Terjemah Q.S. Al-Ghasyiyah Ayat 17-21
اَلَفَا اَنْوُرُظْنَي ىَلِا اِلِبِْلْا اَفْيَك اْتَقِلُخ ١٧ ىَلِاَو اِءۤاَمَّسلا اَفْيَك اْتَعِفُر ١٨ اىَلِاَو اِلاَبِجْلا
اَفْيَك اْتَبِصُن ١٩ ىَلِاَو اِضْرَْلْا اَفْيَك اْتَحِطُس ٢٠ اْرِ كَذَف ا اَمَّنِا اَتْنَا ا رِ كَذُم ٢١
Artinya:
17. Maka apakah mereka tidak memperhatikan unta, bagaimana dia
diciptakan?
18. Dan langit, bagaimana ia ditinggikan?
19. Dan gunung-gunung, bagaimana ia ditegakkan?
20. Dan bumi, bagaimana ia dihamparkan?
21. Maka, berilah peringatan, sesungguhnya kamu hanyalah pemberi
peringatan.3
2 Abdul Majid Khon, Hadis Tarbawi: Hadis-Hadis Pendidikan, (Jakarta: Kencana PrenadaMedia Group,
2019), Cet. I, Hal
3 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran Dan Terjemahannya (Semarang: CV As-
Syifa,2001) Hal. 1601-1602
6
3
1)Pendapat Mufassir tentang Q.S. Al-Ghasyiyah Ayat 17-21:
a.Menurut Musthafa Al-Maraghi
Menurut Ahmad Musthafa Al-Maraghi, bahwa ayat tersebut
menggambarkan tentang keberadaan unta yang menakjubkan yang
selalu ada di sekitar manusia (kaum musyrik Mekkah ketika itu)
yang selalu mereka manfaatkan dalam berbagai kebutuhan, kalaulah
mereka memperhatikannya, nicaya mereka Menemukan beberapa
kelebihan unta dibanding dengan binatang lain. Unta adalah
binatang yang bertubuh besar dan kuat, tahan menanggung lapar dan
dahaga, memikul beban berat, berjalan di Padang sahara sekalipun
terik matahari tanpa berhenti, sehingga disebut perahu sahara.
Unta berjiwa penurut, baik terhadap anak kecil maupun dewasa,
ia tetap sabar sekali pun disakiti. Unta tidak memilih-milih makanan
sekalipun pahit atau berduri.4 “Unta tidak pernah “berbohong”. Ia
tidak akan duduk beristirahat menghindari beban berat. Sekalipun
binatang besar, tetapi ia tunduk dan siap diatur sekalipun anak kecil,
unta adalah binatang yang sangat bermanfaat, sekalipun biaya
pemeliharaannya sangat sedikit.
Sifat-sifat unta tersebut, memberi pencerahan bagi dunia
pendidikan bahwa dalam proses suatu pendidikan harus dimotivasi
dengan kerja keras, baik pendidik maupun peserta didik, tanpa kerja
keras dan kesungguhan, suatu proses pendidikan tidak akan dapat
berhasil dengan baik. Selain kerja keras, juga diperlukan kesabaran
dan kedisplinan, sehingga semua yang direncanakan akan selesai
dengan tuntas. Seorang pendidik akan berhasil mengajar ketika
mereka bersungguh-sungguh dan disiplin mengajar, dan seorang
anak didik akan berhasil kalau yang bersangkutan bersungguh-
sungguh dan disiplin belajar.
Itu semuanya tidak akan berarti bagi mereka, kalau tidak
didasari dengan rendah hati (tawadu’). Karena itu, setiap pendidik
4Ahmad Mushthafa Al-Maragy, Tafsir Al-Margy, jilid 30 (Mushthafa al-Bab al-Halabi:Mesir, t,th.) Hal.
136-137
7
4
ataupun anak didik hendaknya menjadikan falsafah padi sebagai
falsafah hidupnya “semakin berisi, semakin tunduk”. Sekalipun
falsafah padi menjadi falsafah hidup bagai pendidik maupun anak
didik, kalau mereka tidak amanah atau pembohong, maka mereka
juga akan jauh dari umat, dan ilmunya menjadi sia-sia. Karena itu,
amanah dan kejujuran (tidak pembohong) menjadi kunci
keberhasilan seorang ilmuan.5
b.Menurut Quraish Shihab
Bahwa Allah SWT. pemilik kerjaan langit dan bumi. Dia yang
yang menciptakan, memiliki dan mengaturnya serta mengetahui
seluruh rincian yang terjadi pada keduanya. Karena Allah SWT.
pemilik langit dan bumi dan segala isinya, maka seharusnya semua
makhluk-Nya tunduk kepada-Nya termasuk manusia. Itulah
sebabnya, kalau manusia tidak mau mengakui kebesaran Allah
dengan menjadikannya sebagai satu-satunya tempat menyembah,
meminta pertolongan, lalu menyembah dan meminta pertolongan
kepada makhluk-Nya dinamakan musyrik. Mereka inilah yang
dimaksud pada surah al-Ghasyiyah ayat 18 tersebut, agar mereka
merenungi dan mengambil pelajaran terhadap keajaiban apa yang
terdapat di langit, sehingga mereka tidak lagi mempersekutukan
Allah SWT.
Betapa banyak nilai-nilai pendidikan/pembelajaran yang
terdapat pada benda-benda yang ada di langit, misalnya matahari
setiap pagi mengeluarkan sinarnya untuk dimanfaatkan makhluk
Allah dan begitu malam tiba sinarnya pun hilang seketika. Demikian
halnya dengan bulan, Kedua benda langit tersebut melaksanakan
tugasnya terus menerus sesuai dengan garis yang telah ditentukan
oleh Allah sebagai wujud ketaatan dan kedisplinan sesuai dengan
ketentuan yang dibebankan oleh Allah kepadanya.
Ketaatan dan kedisplinan yang ditunjukkan kedua benda langit
tersebut, seharusnya menginspirasi dunia pendidikan kita dewasa
ini. Seorang pendidik wajib melaksanakan tugasnya sesuai dengan
5Ahmad Mushthafa Al-Maragy, Tafsir Al-Margy, jilid 30, h. 136
8
5
ketentuan yang telah ditetapkan, misalnya mengajar sesuai dengan
kurikulum, materi yang diajarkan sesuai dengan disiplin ilmunya,
mengajar sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan dll. Demikian
pula peserta didik harus taat kepada peraturan yang berlaku, disiplin
mengikuti pendidikan, datang pada waktu yang talah ditetapkan,
disiplin belajar tidak hanya disekolah tetapi juga di rumah.6
c.Tafsir kementrian agama
Allah SWT. memerintahkan kepada orang-orang musyrik agar
memperhatikan gunung-gunung yang ada di sekitar mereka yang
terpancang sedemikian kokohnya, sehingga bisa didaki oleh
manusia, baik untuk rekreasi atau mencari nafkah.
Dari uraian di atas, dapat dipahami bahwa gunung-gunung yang
ada di-sekitar umat manusia, ada yang beraneka ragam besar dan
tingginya, mempunyai manfaat yang sungguh amat besar bagi
kehidupan manusia dan makhluk lain.
Kalau secara akal tidak mungkin ditemukan air mengalir dari
gunung, yang lazimnya air selalu bersumber dari bawah atau
permukaan laut, demikian pula pohon-pohonan yang tumbuh di atas
batu dan berbagai hal yang menakjubkan. Pada akhirnya manusia
mengalami kebutuhan akal untuk memikirkannya, sehingga mereka
hanya bersikap pasrah dan mengembalikannya kepada Ke-Maha
Besar Allah SWT.7
Menyimpulkan bahwaayat 17-20 surah al-Gasyiyah, tercakup di-
dalamnya beberapa nilai pendidikan yang sangat berharga untuk dijadikan
sebagai dasar normatif pendidikan Islam, terutama dilihat dari pendidikan
lingkungan. Unta yang digambarkan oleh Allah pada ayat tersebut memiliki
karakter penurut, tawadu’, kreatif, bekerja keras, tidak mudah menyerah
menghadapi persoalan dan tidak membeda-bedakan. Karekter seperti ini
6M.Quraish Shihab, Tafsir Al-Misbah, Vol. 2, Hal. 305
7 Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran Dan Terjemahannya (Semarang: CV As-
Syifa,2001) Hal. 1601-1602
9
6
menjadi bagian yang tidak terpisahkan dalam pengembangan dunia
pendidikan.
Surah Al Gasyiyah ayat 21 tercakup didalamnya tidak ada paksaan
dalam (menganut) agama (Islam), sesungguhnya telah jelas (perbedaan)
antara jalan yang benar dengan jalan yang sesat.
2)Asbabun-Nuzul Q.S. Al-Ghasyiyah Ayat 17-21
Menurut beberapa riwayat, ayat-ayat ini diturunkan sebagai respons
terhadap sikap skeptis (ketidak percayaan atau keraguan)dan penolakan
kaum kafir Quraisy terhadap ajaran Nabi Muhammad SAW tentang
kehidupan setelah mati dan balasan di akhirat. Mereka meragukan adanya
kehidupan setelah kematian dan kenikmatan surga.8
b.Ayat, Terjemah, Dan Asbabun-Nuzul Q.S Ali-Imran 170-171
اَنْيِحِرَف ا اَمِب اُمُهىٰتٰا اُٰاللّ اْنِم ا هِلْضَف اَنْوُرِشْبَتْسَيَو اَنْيِذَّلاِب اْمَل اْوُقَحْلَي اْمِهِب اْنِ م اْمِهِفْلَخ اَّلَْا
ا فْوَخ اْمِهْيَلَع اَلَْو اْمُه اَنْوُنَزْحَي ١٧٠ اَنْوُرِشْبَتْسَي ا ةَمْعِنِب اَنِ م اِٰاللّ ا لْضَفَو اَّنَاَو اَٰاللّ اَلْ
اُعْيِضُي اَرْجَا اَنْيِنِمْؤُمْلااࣖ ١٧١
Artinya:
“Mereka bergembira dengan karunia yang Allah anugerahkan
kepadanya dan bergirang hati atas (keadaan) orang-orang yang berada di
belakang yang belum menyusul mereka, yaitu bahwa tidak ada rasa takut pada
mereka dan mereka tidak bersedih hati.” (170)
“Mereka bergirang hati dengan nikmat dan karunia dari Allah dan
bahwa sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang
mukmin,” (171)
1.Tafsir Al-Jalalain Jalaluddin
8 Ibnu Jarir, Ibnu Abi Hatim, dan ‘Abd bin Humaid meriwayatkan dari Qatadah
10
7
Dalam ayat pada surah ini, Al-Jalalain menjelaskan bahwa orang-orang
beriman merasakan kebahagiaan karena karunia yang diberikan oleh Allah,
baik dalam bentuk nikmat dunia maupun pahala di akhirat. Kegembiraan
mereka juga terkait dengan orang-orang yang akan mengikuti mereka dalam
iman, menunjukkan semangat untuk menyebarkan kebaikan dan mengajak
orang lain kepada Allah. Hal ini mencerminkan pentingnya komunitas
dalam Islam dan keinginan untuk berbagi nikmat iman dengan orang lain.9
2.Al-Suddi, Abu Malik Al-Suddi, Nama lengkapnya adalah Abu Malik Al-
Suddi Al-Kufi
Mengatakan bahwa seorang syahid diberitahu sebelumnya ketika salah
seorang teman dekatnya atau kerabatnya akan meninggal. Berita bahwa
seseorang akan datang kepada mereka membuat mereka bahagia seperti
biasanya ketika seorang teman lama, yang telah lama terpisah oleh waktu
dan jarak, datang menemuinya.
Keutamaan Surah Ali-Imran Ayat 170-171
a)Yang pertama, sebagaimana yang dijelaskan dalam ayat ini adalah
kehidupan abadi mereka yang unik
b)Yang kedua, adalah mereka memperoleh rezeki yang baik dari Allah
c)Yang ketiga, adalah mereka selalu bahagia dengan berkah dan karunia
Allah
d)Yang keempat, adalah kabar baik yang diberikan kepada mereka tentang
sanak keluarga dan lingkungan pertemanan yang mereka tinggalkan di
dunia fana sehingga mereka juga berhak mendapatkan hal yang sama
keberkahan dan derajat di Sisi Tuhannya jika mereka tetap baik amalnya
dan giat berjihad.10
3.Asbabun-Nuzul Surah Ali-Imran Ayat 170-171
9Sembiring, Irvan Mustofa. "DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STUDI ANALISIS AYAT-AYAT AL
QUR’AN."
10Rahman, Abdul. "Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Islam-Tinjauan Epistemologi dan Isi-
Materi." Jurnal Eksis 8.1 (2012): 2053-2059.
11
8
Sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Dawud dengan otoritas yang sah
dari Sayyidna Ibn 'Abbas adalah sebagai berikut. Nabi Suci berkata kepada
para Sahabat yang mulia: Ketika saudara-saudaramu seiman gugur sebagai
syahid di perang Uhud, Allah SWT menempatkan roh mereka di tubuh
burung hijau dan membebaskan mereka. Mereka mendapatkan rezeki dari
sungai-sungai dan pohon-pohon buah di Surga, setelah itu mereka kembali
ke kandil-kandil khusus yang digantung untuk mereka di bawah ‘arsy Allah
Yang Maha Penyayang.
Tak kala mereka menyadari betapa mewahnya kehidupan mereka di
sana, mereka berkata, "Adakah yang dapat memberi tahu mereka (saudara
dan sahabat mereka yang berduka di dunia) tentang bagaimana kami hidup
di sini, sehingga mereka berhenti bersedih atas kami dan melanjutkan
perjuangan Jihad sebagaimana yang kami lakukan?"
Dalam konteks pendidikan, ini menunjukkan pentingnya sikap syukur
dan apresiasi terhadap ilmu dan pengetahuan yang diterima. Pendidikan
tidak hanya tentang mengumpulkan informasi, tetapi juga tentang
memahami nilai dari apa yang kita pelajari dan berbagi pengetahuan
tersebut dengan orang lain. Sikap gembira mereka terhadap orang-orang
yang mengikuti menunjukkan pentingnya semangat berbagi ilmu. Dalam
pendidikan, mendidik orang lain 11 dan menyebarkan pengetahuan adalah
hal yang sangat berharga. Hal ini juga mengajarkan bahwa pendidikan
bersifat kolektif, di mana setiap individu memiliki tanggung jawab untuk
mengajak dan membimbing orang lain ke arah yang baik.
c.Ayat, Terjemah Dan Asbabun-Nuzul Q.S Az-Zariyyat Ayat 20-21
ىِفَو اِضْرَْلْا ا تٰيٰا اَنْيِنِقْوُمْلِل ٢٠ ا ْيِفَو اْمُكِسُفْنَا اَلَفَا اَنْوُرِصْبُت ٢١
Artinya:
11Jailani, Mohammad, Hendro Widodo, and Siti Fatimah. "Pengembangan Materi Pembelajaran
Pendidikan Agama Islam: Implikasinya Terhadap Pendidikan Islam." Al-Idarah: Jurnal Kependidikan Islam 11.1
(2021): 142-155.
12
9
“Di bumi terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang
yakin.” (20)
“(Begitu juga ada tanda-tanda kebesaran-Nya) pada dirimu sendiri.
Maka, apakah kamu tidak memperhatikan?” (21)
1.Pendapat Mufassir Tentang Q.S Az-Zariyyat Ayat 20-21
Tafsir Mazhari berpendapat bahwa ayat ini (20-21), juga
menggambarkan kualitas orang-orang yang beriman dan bertakwa. Kata
muqinin (orang-orang yang memiliki keyakinan iman) mengacu pada
orang-orang yang bertakwa yang disebutkan dalam ayat sebelumnya.
Maknanya adalah bahwa orang-orang ini terus merenungkan tanda-tanda
Illahi yang tersebar di bumi dan dalam diri mereka sendiri, dan itu
meningkatkan keimanan mereka.12
Ayat (20) ini dijelaskan mengenai tanda-tanda kebesaran Allah
yang ada di Bumi.
Jadi, ayat ini (20) menekankan bahwa alam semesta dan segala isinya
adalah bukti nyata dari kekuasaan Allah. Tanda-tanda ini bisa berupa
berbagai fenomena alam, keindahan alam, dan berbagaimakhluk hidup. Hal
ini mengajak kita untuk lebih peka terhadap lingkungan sekitar dan
menyadari bahwa segala sesuatu yang ada adalah ciptaan-Nya.
Contoh:
•Dalam pendidikan, siswa dapat diajak untuk melakukan pengamatan
terhadap ekosistem di sekitar mereka. Misalnya, mengamati
keberagaman tanaman dan hewan di suatu area, serta memahami
bagaimana setiap makhluk memiliki peran dalam menjaga
keseimbangan ekosistem.
•Siswa dapat melakukan proyek sains tentang siklus air atau proses
fotosintesis. Melalui eksperimen ini, mereka dapat melihat langsung
bagaimana Tuhan menciptakan sistem yang saling berhubungan.
12Syakhrani, Abdul Wahab, and MHD Qodari Ashidiqi. "PENGERTIAN TAFSIR ILMU AL-
QUR'AN." MUSHAF JOURNAL: Jurnal Ilmu Al Quran dan Hadis 3.2 (2023): 319-334.
13
10
Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menafsirkan ayat ini,
Pada diri kalian juga terdapat bukti-bukti akan keesaan Allah SWT dan
kebenaran apayang dibawa oleh para rasul. Apakah kalian tidak
memerhatikan merenungkan, dan mengambil pelajaran, lalu kalian bisa
menjadikan semua itu sebagai tanda bukti dan petunjuk yang membawa
kalian bisa mengenali Sang Khaliq Yang Maha Memberi rezeki lagi Yang
Maha Penyayang.13
Ayat ini (21) mengajak kita untuk merenungkan diri kita sendiri
sebagai tanda kebesaran Allah.
Dalam tubuh manusia terdapat berbagai sistem yang kompleks, seperti
sistem pernapasan, pencernaan, dan saraf, yang menunjukkan keteraturan
dan kesempurnaan penciptaan. Sekarang berbicara tentang manusia itu
sendiri.
Manusia dituntut untuk merenungkan tubuhnya sendiri, anggota badan
dan organ-organnya Setiap bagian tubuh bersaksi tentang Kebijaksanaan
Allah yang tak terbatas, dan itu akan membuatnya menyadari bahwa
keberadaannya yang kecil mewakili dan mencakup hampir semua tanda-
tanda Illahi yang tersebar di alam semesta yang luas. ltulah sebabnya
manusia disebut sebagai 'miniatur alam semesta, karena semua jenis ciptaan
hadir dalam keberadaannya. Jika seseorang memikirkan semua fase yang
telah dilaluinya sejak lahir hingga meninggal, dia dapat merasakan
kekuasaan Allah Ta’ala seolah-olah dia memahami-Nya dengan jelas.
Contoh:
•Siswa dapat belajar tentang anatomi dan fisiologi tubuh manusia.
Misalnya, mempelajari cara kerja jantung dan bagaimana darah
mengalir ke seluruh tubuh. Ini dapat meningkatkan rasa syukur atas
tubuh yang sehat dan berfungsi dengan baik.
13 Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili, Terjemahan Tafsir Al-Munir Jilid 14,(Indonesia: GemaInsani, 2016).
Hal. 4
14
11
•Dalam kegiatan bimbingan konseling atau kelas agama, siswa dapat
diajak untuk merenungkan potensi diri, bakat, dan tujuan hidup
mereka. Diskusi ini bisa memicu kesadaran akan peran mereka
dalam masyarakat dan tanggung jawab sebagai makhluk ciptaan
Allah.
2.Asbabun-Nuzul Q.S Az-Zariyyat Ayat 20-21
Pada masa Nabi Muhammad SAW, banyak orang yang meragukan
kenabian beliau dan keberadaan Tuhan. Mereka sering kali meminta bukti
yang nyata akan kekuasaan Allah. Dalam konteks ini, ayat-ayat tersebut di
wahyukan sebagai pengingat bahwa tanda-tanda kekuasaan Allah terlihat di
sekitar mereka, seperti fenomena alam, ciptaan manusia, dan segala sesuatu
yang ada di bumi.
Nabi Muhammad SAW mengajak para pengikutnya untuk melihat dan
merenungkan keindahan alam dan struktur tubuh manusia sebagai bukti
adanya Tuhan. Dengan demikian, ayat ini berfungsi sebagai ajakan untuk
berpikir dan merenung agar orang-orang bisa mengenali dan mengakui
kekuasaan Allah.
Ayat-ayat ini turun dalam konteks pemberian peringatan kepada umat
manusia tentang tanda-tanda kebesaran Allah yang dapat ditemukan di alam
semesta dan dalam diri mereka sendiri. Dalam ayat ini, Allah mengajak
manusia untuk merenungkan ciptaan-Nya, baik yang ada di bumi maupun
yang ada dalam diri mereka, sebagai bukti adanya pencipta yang Maha
Kuasa.14
14Chotimah, Chusnul, et al. "Analisis Qs. Az-Zariyat Ayat 19 dalam Pengimplementasian Hak dan
Kewajiban Warga Negara." Jurnal Diskursus Islam 12.2 (2024).
15
12
BAB III
PENUTUP
A.Kesimpulan
Pendidikan dalam konteks Islam sangat penting, dan Al-Qur'an memberikan
banyak petunjuk mengenai hal ini. Dalam Surah Al-Ghashiyah ayat 17-21, Allah
mengajak manusia untuk merenungkan ciptaan-Nya, seperti penciptaan langit dan
bumi, serta berbagai keajaiban di alam. Ayat-ayat ini mengajarkan kita untuk tidak
hanya menerima pengetahuan secara pasif, tetapi juga aktif mencari pemahaman
tentang hakikat kehidupan dan alam semesta. Proses ini merupakan bagian dari
pendidikan spiritual yang mendorong kita untuk berpikir kritis dan mengapresiasi
kebesaran Tuhan.
Selanjutnya, Surah Al-Imran ayat 171-172 menekankan pentingnya berbagi
ilmu dan pengalaman. Dalam ayat ini, Allah menggambarkan bagaimana para pengikut
Nabi Muhammad SAW mendapatkan kabar gembira setelah berjuang di jalan-Nya.
Pendidikan yang ditekankan di sini adalah tentang kebangkitan semangat dan
penguatan iman. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan tidak hanya berkaitan dengan
aspek akademis, tetapi juga mencakup pembinaan karakter dan motivasi untuk terus
berjuang dalam kebaikan.
Di dalam Surah Az-Zariyat ayat 20-21, Allah mengingatkan kita untuk
memperhatikan tanda-tanda kebesaran-Nya di alam. Ayat ini mendorong manusia
untuk berfikir dan mengenali tujuan penciptaan mereka. Pendidikan dalam konteks ini
berkaitan dengan pengembangan kesadaran akan keberadaan Allah dan peran kita
sebagai hamba-Nya. Melalui pengamatan dan refleksi, kita diajak untuk memahami
tanggung jawab kita di bumi dan hubungan kita dengan pencipta.
16
13
DAFTAR PUSTAKA
Al-Maragy, Ahmad Mushthafa. (n.d).Tafsir Al-Margy, jilid 30. Mesir: Mushthafa al-Babal-
Halabi
Az-Zuhaili, Wahbah. (2016).Terjemahan Tafsir Al-Munir, Jilid 14.Indonesia: Gema Insan.
Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Quran Dan Terjemahannya. 2001. Semarang: CV
As-Syifa.
Irfani, R. N. (2017). Konsep Teori Belajar Dalam Islam Perspektif Al-Quran Dan
Hadits. Tarbit: Jurnal Pendidikan Islam, 6(1), 214.
Khon, Abdul Majid. (2019). Hadis Tarbawi: Hadis-Hadis Pendidikan,Cet. I. Jakarta: Kencana
Prenada Media Group.
Rahman, A. (2012). Pendidikan Agama Islam dan Pendidikan Islam-Tinjauan Epistemologi
dan Isi-Materi. Jurnal Eksis, 8(1), 2053-2059.
Sembiring, I. M. DALAM PENDIDIKAN ISLAM: STUDI ANALISIS AYAT-AYAT AL
QUR’AN.
Shihab, M. Quraish. (2005).Tafsir Al-Misbah,Cet. III. Tangerang: Lentera Hati.
Tafsir Qur’an Per Kata. Jakarta: Maghfirah PustakaAladdiin, H. M. F., & Ps, A. M. B. K.
(2019).“Peran Materi Pendidikan AgamaIslam di Sekolah dalam Membentuk Karakter
Kebangsaan”
MATERI PENDIDIKAN
Disusun untuk memenuhi tugas Mata Kuliah Tafsir Tarbawi
Dosen Pengampu: Hj. Yayah Robiatul A, M. Pd
Disusun oleh:
1.Ahmad Rifaldi
23.01.00.001
2.Aliyah Humairoh Zahri 23.01.00.004
3.Maryani
23.01.00.028
PROGRAM STUDI PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM (STAI) AL-HIKMAH JAKARTA
YAYASAN PENDIDIKAN ISLAM AL-MAHBUBIYAH
JAKARTA
2024/1445H
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 16
SLIDE
Similar Resources on Wayground
12 questions
Gita Prima Putra
Presentation
•
University
14 questions
Dasar Mengajar
Presentation
•
University
9 questions
ESTETIKA PANTUN
Presentation
•
University
9 questions
Untitled Lesson
Presentation
•
University
10 questions
Pengantar Pendidikan: Permasalahan Pendidikan
Presentation
•
University
10 questions
PROSES PENYERAPAN KOSAKATA DI DALAM BAHASA INDONESIA
Presentation
•
University
10 questions
Petualang Rimba
Presentation
•
KG
10 questions
Membuat Akun di Quizizz
Presentation
•
University
Popular Resources on Wayground
11 questions
Hallway & Bathroom Expectations
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Assessment 2
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
12 questions
2026 TAP Technology in the Classroom
Presentation
•
Professional Development
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 2 Review
Quiz
•
5th Grade
15 questions
HCS SCI 04 Summer School Review 2
Quiz
•
4th Grade
59 questions
Geometry Unit 3 Review
Quiz
•
9th - 12th Grade
14 questions
FAST ELA READING SMAPLE TEST MATERIALS
Passage
•
3rd Grade