Search Header Logo
LATIHAN BUAT PRESENTASI

LATIHAN BUAT PRESENTASI

Assessment

Presentation

Social Studies

7th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

Syumardi Syumardi

FREE Resource

18 Slides • 0 Questions

1

media

2

teks atau cerita. Para ahli mengatakan bahwa literasi terdiri dari dua komponen utama,
yaitu bahasa dan komunikasi.

Bahasa merupakan alat utama dalam proses literasi, dimana individu menggunakan
bahasa untuk menggambarkan ide dan pemikiran mereka. Hal ini memerlukan
kemampuan memahami struktur bahasa, penggunaan kalimat yang benar, dan
pemahaman aksara (huruf, simbol, dan tanda) yang digunakan dalam bahasa tersebut.

Komunikasi, kedua komponen utama literasi, melibatkan proses pengembangan dan
penggunaan kemampuan baca dan tulis. Bacaan memungkinkan individu untuk
memahami dan memperdalam pemahaman akan teks yang ditulis oleh orang lain,
sementara tulisan menjadi cara untuk mengubah ide dan pemikiran individu menjadi
bentuk teks yang dapat dimengerti dan dikongihkan oleh pihak lain.

Literasi juga memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan kemampuan kritis,
seperti pemahaman, pengambilan keputusan, dan kreativitas. Para ahli menyebutkan
bahwa literasi membantu individu untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam
menganalisis dan mengkomunikasikan ide secara efektif dan akurat.
Kosep dasar literasi menurut para ahli adalah konsep atau prinsip yang mendasarinya
dalam pemahaman, pengembangan, dan penggunaan bahasa yang efektif dalam
berbahasa dan berkomunikasi. Ini merupakan dasar penting untuk memahami cara baca,
tulis, dan berbicara dengan keberhasilan dan akurasi. Para ahli literasi sering mencoba
untuk mengembangkan kosep dasar literasi yang lebih baik di masyarakat dan institusi
pendidikan.
Kosep dasar literasi menurut ahli adalah konsep atau prinsip yang diangkat oleh para ahli
literasi dalam menganalisis dan mengembangkan bidang ini. Beberapa dari mereka
mengatakan bahwa kosep dasar literasi terdiri dari beberapa aspek penting, seperti:

1. Fungsi literasi: Para ahli literasi melihat literasi sebagai alat yang membantu mengubah

dan mengarahkan pendiri, perasaan, dan pemotivan individu atau masyarakat.

2. Kreativitas: Literasi dianggap sebagai sumber kreativitas yang membawa inovasi

budaya dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

3. Kritisisme: Kritisisme adalah bagian dari kosep dasar literasi yang memperkenalkan

pemahaman yang lebih dalam tentang tekst literasi dan meningkatkan kualitas
pembacaan.

4. Pengaruh sosial: Literasi memiliki dampak sosial yang signifikan pada individu,

masyarakat, dan budaya. Para ahli literasi mengeksplorasi bagaimana literasi
berpengaruh terhadap perilaku, pendirian, dan perasaan individu dan masyarakat.

5. Eksplorasi budaya: Literasi membantu mengeksplorasi budaya dan mengubah

pemahaman individu dan masyarakat terkait dengan budaya lainnya.

6. Pembelajaran: Literasi membantu memperluas pemahaman individu dan masyarakat

tentang berbagai topik dan meningkatkan kemampuan komunikasi.

7. Sifat subjektif: Para ahli literasi mengatakan bahwa literasi adalah efek subjektif yang

berasal dari interaksi antara pengarang, teks, dan pembaca.

2

media

4

kondisi sosial, kelas ekonomi, pendidikan, kesehatan mental, dan kualitas pendidikan
yang diterima.

Untuk membantu mengatasi masalah rendah minat baca siswa, program literasi dibuat.
Hal ini dapat melibatkan upaya seperti memperkenalkan siswa dengan banyak macam
budaya, membuat acara baca bersama yang menarik, dan memberikan kemudahan
untuk membaca dan mempelajari di luar ruang kelas. Dengan program literasi yang baik,
siswa dapat diberikan kesempatan untuk membangun minat baca yang kuat dan
memperkuat kemampuan mereka dalam memahami dan mengambil manfaat dari
berbagai sumber informasi.


Dengan mengintegrasikan suara, pilihan, dan kepemilikan siswa, program literasi ini
memiliki beberapa manfaat penting.

1. Suara: Memperkenalkan suara dalam program literasi membantu siswa untuk

mengembangkan keterampilan baca dan tulis dengan lebih baik. Siswa dapat
mempraktekkan pembacaan dengan membaca teks dengan suara yang jelas dan tepat.
Hal ini membantu mereka memahami isi teks lebih baik dan memperkenalkan
kemampuan bacaan yang lebih baik.


2. Pilihan: Mengizinkan siswa untuk memilih teks atau bahan pembelajaran yang mereka

minati membuat belajar literasi jadi lebih menarik dan berguna. Siswa akan lebih senang
untuk belajar dan memahami materi lebih dalam karena mereka memilih topik yang
mereka minati. Ini juga membantu mengembangkan kritis dan kreatif siswa dalam
memahami dan menganalisis teks.


3. Kepemilikan: Memperkenalkan konsep kepemilikan siswa dalam program literasi

membantu siswa merasakan tanggung jawab atas pembelajaran mereka. Siswa akan
lebih berpersaingan dan bermotivasi untuk memahami dan mengaplikasikan
kemampuan literasi yang mereka pelajari. Kepemilikan siswa juga membantu
memperkuat percaya diri dankesadaran siswa akan pentingnya pembelajaran literasi.

3.Konteks Program


a.Rencana Program

Rencana Program Literasi merupakan strategi pembelajaran yang diharapkan
dapat memperbaiki kemampuan siswa dalam memahami, mengembangkan, dan
menerapkan ketrampilan baca dan tulis. Berikut adalah beberapa komponen
penting yang harus dipertimbangkan dalam pembuatan Rencana Program Literasi:

1. Tujuan Pembelajaran: Sebelum membuat Rencana Program Literasi, penting

untuk menentukan tujuan pembelajaran yang akan dicapai oleh siswa. Tujuan
ini dapat mencakup kemampuan baca dan tulis serta keterampilan komunikasi
lainnya.

3

media

5

2. Standar Pembelajaran: Gunakan standar pembelajaran yang telah ditetapkan

oleh pemerintah atau lembaga pendidikan untuk membuat Rencana Program
Literasi yang sesuai dengan standar internasional.

3. Analisis Kapasitas Siswa: Sebelum membuat Rencana Program Literasi,

sebaiknya melakukan analisis kapasitas siswa untuk mengetahui kemampuan
dan kebutuhan mereka dalam baca dan tulis.


4. Metode Pembelajaran: Pilih metode pembelajaran yang akan digunakan dalam

Rencana Program Literasi, seperti pembelajaran berbasis proyek, pembelajaran
berbasis kelompok, atau pembelajaran individual. Pastikan metode tersebut
dapat memperbaiki kemampuan siswa dalam baca dan tulis.


5. Bahan Ajar: Pilih bahan ajar yang berkualitas tinggi dan relevan dengan tujuan

pembelajaran dan standar pembelajaran yang telah ditetapkan. Pastikan bahan
ajar tersebut dapat membantu siswa untuk mencapai tujuan pembelajaran.


6. Evaluasi: Rencana Program Literasi harus mencakup evaluasi yang akurat dan

rutin untuk mengetahui kemampuan siswa dalam baca dan tulis. Evaluasi ini
dapat melalui tes, tugas siswa, atau observasi guru.

7. Pengembangan Kemampuan: Rencana Program Literasi harus memfokuskan

pada pengembangan kemampuan siswa dalam baca dan tulis secara bertahap.
Ini dapat dilakukan melalui pembelajaran yang terstruktur, pertanyaan yang
sesuai, dan feedback yang konstruktif dari guru.


8. Kesinambungan

Pembelajaran:

Pastikan

Rencana

Program

Literasi

memperhatikan kesinambungan pembelajaran dari tahap sebelumnya dan
menyediakan pengalaman belajar yang terkait dengan tujuan pembelajaran
yang akan dicapai.

b.Indicator keberhasilan program literasi

Indikator keberhasilan program literasi adalah sejumlah faktor yang menunjukkan
kesuksesan suatu program pendidikan literasi. Beberapa indikator ini meliputi:

1.Nilai akhir siswa yang semakin baik bahkan tinggi: Kesempatan untuk

membandingkan kemampuan literasi siswa sebelum dan setelah mengikuti
program literasi.

2.Kemampuan baca dan tulis murid semakin baik : Mengetahui apakah siswa

berhasil mengembangkan kemampuan baca dan tulis secara signifikan setelah
mempelajari program literasi.

3.Pertumbuhan minat membaca meningkat : Menilai peningkatan minat siswa

dalam membaca sebagai akibat dari program literasi.

4

media

program yang mempengaruhi siswa positif, yang bertujuan untuk memperbaiki kualitas
pendidikan dan memperkenalkan program yang lebih efektif bagi pembelajaran siswa.

2. Peran guru sebagai pengembang dan pengharga siswa: Dalam melaksanakan coaching dalam
supervisi akademik, guru di Modul 2.3 diharuskan untuk memahami dan menghargai potensi
setiap siswa. Hal ini juga berlaku dalam pengelolaan program yang berfokus pada siswa pada
Modul 3.3, dimana guru harus memperhatikan kebutuhan dan kemampuan setiap siswa dalam
mengembangkan program yang efektif.

3. Pengembangan kompetensi guru: Kedua modul ini membantu guru untuk mengembangkan
kompetensi yang diperlukan dalam melaksanakan tugas sebagai pengajar. Dalam Modul 2.3,
guru diajarkan teknik coaching yang dapat digunakan dalam supervisi akademik, sementara
dalam Modul 3.3, guru diberikan wawasan tentang pengelolaan program yang efektif dan
memiliki dampak positif terhadap siswa.

4. Pengembangan kesinergian antar guru: Koneksi antara kedua modul ini dapat membantu
memperkuat kesinergian antara guru dalam mencapai tujuan pendidikan yang sama. Guru yang
mengikuti Modul 2.3 dan Modul 3.3 dapat saling berkongsi pengalaman dan ide dalam
melaksanakan tugas sebagai guru yang efektif dan memiliki dampak positif terhadap siswa.

Dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan dan membantu siswa mencapai hasil belajar
yang lebih baik, koneksi antara Modul 2.3 dan Modul 3.3 dapat menjadi pondasi untuk guru
untuk melakukan pengembangan program pendidikan yang terkait dengan kebutuhan dan
potensi setiap siswa.

H.Modul 3.1 (Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai Pemimpin)

dengan Modul 3.3 (Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid )

Koneksi antara Modul 3.1 (Pengambilan Keputusan Berbasis Nilai-Nilai Kebajikan Sebagai
Pemimpin) dan Modul 3.3 (Pengelolaan Program yang Berdampak Positif pada Murid) dapat
dilihat dari beberapa aspek penting dalam pengembangan dan pengelolaan program
pendidikan. Berikut adalah beberapa poin yang menghubungkan kedua modul ini:

1. Tujuan pendidikan: Modul 3.1 memfokuskan pada pengambilan keputusan berdasarkan nilai-
nilai kebajikan dalam mengarahkan siswa sebagai pemimpin, sementara Modul 3.3 membahas
pengelolaan program yang memiliki dampak positif terhadap murid. Dalam koneksi antar

5

media

6

4.Prestasi dalam kompetisi literasi siswa semakin meningkat : Mengetahui

apakah siswa berhasil mendapatkan hasil yang baik dalam kompetisi literasi
setelah mengikuti program literasi.

5.Memiliki sikap positif terhadap bacaan: Menilai apakah siswa memiliki sikap

lebih positif terhadap aktivitas bacaan setelah mengikuti program literasi.

Program literasi ini mempunyai beberapa komponen penting, diantaranya
adalah:

1. Peningkatan akses ke bahan bacaan: Memastikan bahwa bahan bacaan seperti

buku, magazin, dan sumber informasi online tersebar di seluruh masyarakat,
khususnya di sekitar kampung-kampung dan kawasan terpencil.

2. Pengembangan program pembelajaran membaca dan menulis: Menyediakan

program pembelajaran yang efektif dan berkelanjutan untuk memperbaiki
kemampuan membaca dan menulis di sekolah dan masyarakat.

3. Pengembangan kemampuan bahasa: Menumbuhkan minat dan kemampuan

masyarakat dalam penggunaan bahasa yang benar, baik dalam bahasa
Indonesia maupun bahasa asing.

4. Program pembaca massa: Menyusun acara dan kegiatan yang

mempromosikan budaya membaca dan penggemaran bacaan, seperti karnival
buku, diskusi literasi, dan upacara pembukaan perpustakaan.

5. Pengembangan sosok pembaca: Mengajarkan masyarakat tentang pentingnya

membaca buku yang bermanfaat dan memperkenalkan berbagai jenis sosok
pembaca, seperti pembaca novel, cerpen, esei, dan sebagainya.

6. Pengembangan kemampuan informasi dan komunikasi: Mendorong

masyarakat untuk lebih memahami dan menggunakan informasi yang benar
dan memperkenalkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk
memperluas akses informasi.

4.Kesenjangan

Kondisi kesenjangan atau kebutuhan di lapangan dan minat siswa terhadap program
literasi

1. Akses kepada sumber daya pendidikan: Jika sekolah atau komunitas memiliki fasilitas

dan sumber daya yang cukup baik, maka kondisi literasi akan lebih baik dan minat
siswa akan lebih tinggi. Namun, jika fasilitas dan sumber daya tersebut kurang, maka
kesenjangan dan kebutuhan yang lebih besar akan timbul.

2. Kualitas pengajaran: Jika guru memiliki kemampuan dan keterampilan yang baik dalam

mengajarkan literasi, maka minat siswa akan lebih tinggi. Namun, jika kualitas

6

media

7

pengajaran kurang baik, maka kesenjangan dan kebutuhan yang lebih besar akan
timbul.

3. Minat siswa: Minat siswa terhadap literasi juga dapat berpengaruh pada kondisi di

lapangan. Jika siswa memiliki minat yang tinggi, maka kondisi dan kebutuhan akan
lebih baik. Namun, jika minat siswa rendah, maka kesenjangan dan kebutuhan yang
lebih besar akan timbul.

4. Pengembangan program literasi: Program literasi yang dikembangkan oleh sekolah

atau komunitas dapat mempengaruhi kondisi dan minat siswa. Jika program ini
dikembangkan dengan baik dan memperhatikan kebutuhan siswa, maka kondisi dan
minat akan lebih baik. Namun, jika program tersebut tidak dikembangkan atau tidak
memperhatikan kebutuhan siswa, maka kesenjangan dan kebutuhan yang lebih besar
akan timbul.

Untuk memperbaiki kondisi kesenjangan atau kebutuhan di lapangan dan
mempertinggi minat siswa terhadap program literasi, diperlukan upaya yang
dilakukan secara bersama oleh guru, siswa, dan komunitas. Hal ini dapat dilakukan
dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang telah disebutkan sebelumnya, seperti
meningkatkan kualitas pengajaran, memperbarui fasilitas dan sumber daya, dan
memperbaiki program literasi sesuai dengan kebutuhan siswa.

5.Pelaksanaan Program


Pelaksanaan program literasi adalah tahap yang sangat penting dalam membangun
kemampuan baca dan tulis serta memperkuat kemampuan komunikasi dalam masyarakat.
Berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk menjalankan program literasi
dengan efektif:

1. Tata Tertib: Pastikan ada tata tertib yang jelas dalam mengorganisir program literasi,

termasuk tahap pemilihan bahan ajar, penentuan waktu dan tempat pelaksanaan, serta
pengawasan dan evaluasi hasil belajar.


2. Pemilihan Guru dan Siswa: Pilih guru dan siswa yang berpengalaman dan berminat dalam

program literasi. Sesuai dengan kebutuhan, pilih siswa dengan berbagai tingkat
pemahaman dan bakat.


3. Metode Belajar Interaktif: Gunakan metode belajar yang interaktif dan menarik untuk

memperkenalkan bahasa dan konsep baru kepada siswa. Menggunakan bermain, tanya
jawab, dan diskusi dapat membuat belajar lebih menyenangkan dan memperkenalkan bagi
siswa.


4. Penggunaan Media dan Alat Belajar: Gunakan berbagai media dan alat belajar yang

modern, seperti buku, video, aplikasi ponsel, dan perangkat keras untuk memperluas
pemahaman siswa dan membuat belajar lebih menarik.

7

media

8

5. Pengawasan dan Evaluasi: Sesudah program literasi selesai, lakukan pengawasan dan

evaluasi untuk mengetahui hasil belajar yang diperoleh oleh siswa. Informasi ini dapat
digunakan untuk memperbaiki program literasi pada masa mendatang dan memastikan
bahwa siswa memperoleh pemahaman yang lebih dalam dan kemampuan yang lebih baik.


6. Kerjasama dan Bimbingan: Kerjakan program literasi dengan bantuan pihak lain, seperti

guru dan staf sekolah, organisasi komunitas, dan pembangunan sosial. Bimbingan dari para
ahli dalam bidang pendidikan juga dapat memberi dampak positif pada program literasi.


7. Pemetaan dan Pengembangan: Setelah program literasi selesai, pemetaan dan

pengembangan yang terus menerus adalah langkah penting untuk memastikan bahwa
program tersebut tetap relevan dan efektif dalam mengembangkan kemampuan baca dan
tulis di masyarakat.


Pelaksanaan program Literasi Bahasa (LIBAS) dilaksanakan kan yaitu setiap hari ( senin sampai
Sabtu )pada jam Pertama selama 5 sampai 10 menit .

6.Sasaran Program

Sasaran program literasi adalah untuk mendorong dan memperkenalkan budaya membaca
dan pemahaman akan bahasa dalam masyarakat. Dengan ini, masyarakat akan lebih berdaya
saing dalam bidang pendidikan, kerja, dan komunikasi serta memperkuat kualitas hidup
mereka.

7.Jenjang program


Program Literas Bahasa ( LIBAS ) di peruntukkan bagi murid kelas X, Xi dan XII di SMAN 4
Kota Bima

8.POINT/KOMPONEN

PROFIL

PELAJAR

PANCASILA

YANG

DIKEMBANGKAN.

8

media

9

Yang dikembangkan profil pelajar Pancasila adalah

1.Beriman Bertqwa kepada Tuahan yang Maha Esa, dan berakhlak mulia.
Menumbuhkembangkan kepemimpinan

murid

akan

mendorong

murid

mengembangkan berbagai sikap-sikap positif yang merupakan pengejawantahan
dari iman, ketakwaan dan akhtak mulia.

2.Mandiri. Menumbuhkembangkan kepemimpinan murid mendorong murid untuk
mengambil kontrol dan bertanggung jawab pada proses Program Libasqur-sejus nya
sendiri.

9.KARAKTERISTIK

LINGKUNGAN

YANG

MENDUKUNG

TUMBUH

KEMBANGNYA KEPEMIMPINAN MURID
1.Lingkungan yang melatih murid untuk menerima dan memahami kekuatan diri, sesama,
serta masyarakat dan lingkungan di sekitarnya.

2.Lingkungan yang membuka wawasan murid agar dapat

menentukan dan

menindaklanjuti tujuan, harapan atau mimpi yang manfaat dan kebaikannya melampaui
pemenuhan kepentingan individu, kelompok, maupun golongan.

10.PRAKARSA PERUBAHAN

Dalam hal ini kemandirian yang ingin dicapai adalah menggali kemandirian siswa untuk

literasi membaca dan literasi Al Qur’an untuk mewujudkan kelas yang literat dari hari
senin sampai hari sabtu.

11. ALUR BAGJA


1.BUAT PERTAYAAN

Pertanyaan :

Bagaimana cara guru untuk mewujudkan Program Libasqur-sejus yang dapat
meningkatakan kemandirian pada murid ?

Tindakan Yag dilakukan

Melakukan literasi dari berbagai sumber

Mencermati

dan memperhatikan

kegiatan

belajar

mengajar

kegiatan

intrakurikuler/kookurikuler dan ekstrakulrikeluer.

Membuat angket untuk mengetahui model Program Libasqur-sejus yang disukai/
diinginkan siswa.

Sharing informasi dan pengalaman positif dengan guru maupun pihak lain

RENCANA UNTUK MELIBATKAN SUARA, PILIHAN/KEPEMILIKAN MURID

9

media

10

Melakukan Curah pendapat dengan murid dikelas mengenai ide yang akan
dikembangkan, memberi keleluasaan dan kesempatan untuk menentukan keputusan
dan tanggungjawabnya.

ASET/MODAL YANG DIBERDAYAKAN

Asset manusia :

KePala Sekolah, Guru, Murid Wali Kelas.

Asset Fisik :

Ruang Kelas, Pojok Literasi,

WAKTU YANG DIPERLUKAN

3 HARI

Penanggung jawab.

CGP, Guru Bahasa, Guru Agama, Wali Kelas, Kepala Sekolah.

2.AMBIL PELAJARAN

Pertanyaan
Siapa pihak yang telah mengkondisikan Program Libasqur-sejus yang dapat

meningkatkan kemandirian pada murid ?

Apa aktivitas/Pengalaman yang dilakukan untuk mendukung Program Libasqur-sejus

yang dapat meningkatakan kemandirian pada murid ?

Apa aktivitas/ pengalaman yang dilakukannya untuk mendukung Program Libasqur-

sejus yang dapat meningkatkan kemandirian pada murid disekolah. ?

situasi yang bagaimana yang membuat murid merasa bahwa Program Libasqur-sejus

yang dilakukan guru membuat murid lebih mandiri ?

Ketrampilan apa yang sudah saya miliki untuk mendukung upaya mewujudkan

Program Libasqur-sejus yang dapat meningkatkan kemandirian pada murid ?


Tindakan yang dilakukan
Mencari contoh nyata yang memiliki budaya Literasi Bahasa dan literasi Al qur’an

yang dilakukan setiap hari senin sampai sabtu

Meminta pendapat kepala Sekolah, guru guru dan orang tua untuk menumbuhkan

miat literasi baca dan Literasi Al Qur’an pada murid.

Mencari tahu dan mencatat hal hal positif dan penting yang dilakakukannya dalam

mewujudkan Program Libasqur-sejus yang dapat meningkatakan kemandirian pada
siswa.

mencatat dan mencari tahu situasi Program Libasqur-sejus yang diinginkan murid

dengan membuat angket.

10

media

11

Memperhatikan dan mencatat saat murid melakukan kegiatan belajar pada situasi

seperti apa murid belajar dengan senang dan nyaman, aktif, antusias, mandiri,
reflektif, kolaborasi, kritis, sehingga murid dapat lebih mandiri selama Program
Libasqur-sejus atau program berjalan.

Siapa pihak yang telah mengkondisikan Program Libasqur-sejus yang dapat

meningkatkan kemandirian pada murid


RENCANA UNTUK MELIBATKAN SUARA, PILIHAN/KEPEMILIKAN MURID
Menyebarkan angket tetang minat baca, melakukan curah pendapat engan murid dikelas
tantang manfaat literas Bahasa , Literasi Al Qur’an, melakukan tanya jawab terkait
program yang akan dijalankan, dan memberi kesempatan untuk menentukan keputusan
dan tanggungjawabnya.

ASET/MODAL YANG DIBERDAYAKAN

Asset manusia :

KePala Sekolah, Guru, Murid Wali Kelas.

Asset Fisik :

Ruang Kelas, Pojok Literasi, pepustakaan

WAKTU YANG DIPERLUKAN

3 HARI

Penanggung jawab.

CGP, Guru Bahasa, Guru Agama, Wali Kelas, Kepala Sekolah.

3.GALI MIMPI

Pertanyaan

Apa yang dilakukan guru untuk mempertahankan Program Libasqur-sejus yang
dapat meningkatkan kemandirian pada murid ?

Bagaimana perasaan siswa jika melaksanakan Program Libasqur-sejus yang dapat
meningkatakan kemandirian pada murid?

Apa hal hal yang mendukung/ sumber daya yang kita bayangkan akan tersedia untuk
mempertahankan pelaksanaan Program LIBAS yang Meningkatkan kemandirian
pada murid. ?

Tindakan yang dilakukan

11

media

12

Membuat gambaran/narasi diri saat mampu menggali murid dalam mewujudkan
sekolah yang literat.

Membuat komintmen dalam diri agar konsisten melakukan Program LIBAS yang
dapat meningkatakan kemandirian pada murid.

Memberi kesempatan murid untuk dapat mengembangkan potensi dirinya.

Melatih murid untuk mandiri dan berani tampil.

Memotivasi diri untuk menemukan hal baru yang dapat mendukung Program
LIBASsejus yang dapat meningkatakan kemandirian pada murid.

Membuat angket untuk mengetahui apa yang dirasa siswa setelah mengalami
Program LIBAS yang dapat meningkatkan kemandirian pada murid.

Meminta siswa untuk melakukan refleksi setelah Program LIBAS berjalan seama
satu bulan dan sterusnya.

Mencatat dan mengidentifikasi sumber daya yang dapat mempertahankan
pelaksanaan Program LIBAS yang dapat meningkatkan kemandirian pada murid

Memdokumentasikannya dalam bentuk digital bersemangat dalam menjalankan
langkah langkah selajutnya.

Mempublikasikan kepada rekan sejawat untuk berbagi kebajikan.

Menambah literatur untuk meningkatkan kemajuan membaca.

RENCANA UNTUK MELIBATKAN SUARAIPILIHAN/KEPEMILIKAN MURID
Melakukan curah pedapat dengan murid di kelas tentang perlengkapa buku dan kondisi
untuk tempat membaca yang ada diruang kelas.

ASET/MODAL YANG DIBERDAYAKAN

Asset manusia :

KePala Sekolah, Guru, Murid Wali Kelas.

Asset Fisik :

Ruang Kelas, Pojok Literasi, buku.

WAKTU YANG DIPERLUKAN

3 HARI

Penanggung jawab.

CGP, Guru Bahasa, Guru Agama, Wali Kelas, Kepala Sekolah.

12

media

13

4.JABAR RENCANA

Pertanyaan

Apa Tindakan-tindakan yang bisa mendukung usaha mencapai Program Libasqur-
sejus yang dapat meningkatkan kemandirian pada murid?

Bagaimana cara untuk mengukur memajukan langkah?

Bagaimana cara untuk menyemangati usaha bersama mencapai Program Libasqur-
sejus yang dapat meningkatkan kemandirian pada murid ?

Apa langkah paling sederhana / langkah pertama yang bisa dilakukan?

Tindakan yang dilakukan

menyampaikan tujuan yang akan dicapai.

Membuat capaian yang realisitis untuk setiap minggunya.

Membuat catatan beasr target yag akan dicapai permimnggu dan memajangnya di
whiteboard ruang rapat atau yemapat terlihat / terbaca.

Menggunakan metode belajar yang bervariasi.

Kerjasama antar semua pihak untuk melaksanakan kegiatan program yang dapat
meningkatkan kemandirian pada murid.

refleksi dan evaluasi kegiatan.

berbagi cerita dan sharing pengalaman tentang kegiatan Program Libasqur-sejus
yang sudah dilaksanakan.

Membuat format progress kemajuan pencapaian.

RENCANA UNTUK MELIBATKAN SUARA, PILIHAN/KEPEMILIKAN MURID

Memberi kesempatan bagi murid utuk menyampaikan ide, gagasan, keinginan dan
harapan terkait program yang akan dijalankan, memberikan kesempatan kepada murid
untuk mempromosikan kegiatan ini kepada teman.

ASET/MODAL YANG DIBERDAYAKAN

Asset manusia :

KePala Sekolah, Guru, Murid Wali Kelas.

Asset Fisik :

Ruang Kelas, Pojok Literasi, buku perpustakaan

13

media

14

WAKTU YANG DIPERLUKAN

2 HARI

Penanggung jawab.

CGP, Guru Bahasa, Guru Agama, Wali Kelas,

5.ATUR EKSEKUSI

Pertanyaan

Apa langkah yang diambil untuk melaksanakan rencana?

siapa yang terlibat dalam mewujudkan rencana?

Apa strategi yang dilakukan ?

Tindakan yag dilakukan

Melakukan sosialisasi kegiatan Program Libas yang dapat meningkatkan
kemandirian pada murid.

melakukan koordinasi dengan pimpinan

Melakukan pengimbasan pada pada guru lain.

menyiapkan rencana Program Libas

Melaksanakan rancangan kegiatan belajar/pelaksanaan program

Guru, Murid, Kepala sekolah, rekan kerja, komite sekolah, lembaga pemerhati
pendidikan, dinas dan pengawas, masyarakat secara

bersama sama ikut berperan terlibat dalam kegiatan yang mendorong situasi
pembelajaran yang dapat meningkatkan kemandirian murid

Belajar sepanjang hayat

Berkolaborasi dengan berbagai pihak .

melakukan koordinasi

sharing pengalaman dengan guru lain.

konsisten dalam melaksanakan tugas mengajar dengan hati dan penuh cinta.

RENCANA UNTUK MELIBATKAN SUARA, PILIHAN/KEPEMILIKAN MURID
Meminta kesediaa murid agar masuk kedalam kepanitiaan,
meminta murid agar kosisten dan secara sukarela unntuk menjalankan kegiata agar bisa
terus berjalan dan mampu menginspirasi dan mampu menginspirasi banyak pihak.

ASET/MODAL YANG DIBERDAYAKAN

Asset manusia :

KePala Sekolah, Guru, Murid, Wali Kelas.

14

media

15

Asset Fisik :

Ruang Kelas, Pojok Literasi,

Asset Politik :

Kebijakan Kepala sekolah.

WAKTU YANG DIPERLUKAN

1 HARI

Penanggung jawab.

CGP, Guru Bahasa, Guru Agama, Wali Kelas, Kepala Sekolah.

15

media

16

Lampiran .

DOKUMENTASI

PENGELOLAAN PROGRAM YANG BERDAMPAK POSITIF

PADA MURID



Buat Pertanyaan.

16

media

17

Ambil Pelajaran

17

media

18




Sosialisasi dan Diskusi Program LIBAS dengan Kepala sekolah


Sosialisasi dan Diskusi Program Libas dengan Warga sekolah

18

media

19

media

2

teks atau cerita. Para ahli mengatakan bahwa literasi terdiri dari dua komponen utama,
yaitu bahasa dan komunikasi.

Bahasa merupakan alat utama dalam proses literasi, dimana individu menggunakan
bahasa untuk menggambarkan ide dan pemikiran mereka. Hal ini memerlukan
kemampuan memahami struktur bahasa, penggunaan kalimat yang benar, dan
pemahaman aksara (huruf, simbol, dan tanda) yang digunakan dalam bahasa tersebut.

Komunikasi, kedua komponen utama literasi, melibatkan proses pengembangan dan
penggunaan kemampuan baca dan tulis. Bacaan memungkinkan individu untuk
memahami dan memperdalam pemahaman akan teks yang ditulis oleh orang lain,
sementara tulisan menjadi cara untuk mengubah ide dan pemikiran individu menjadi
bentuk teks yang dapat dimengerti dan dikongihkan oleh pihak lain.

Literasi juga memiliki dampak signifikan terhadap pengembangan kemampuan kritis,
seperti pemahaman, pengambilan keputusan, dan kreativitas. Para ahli menyebutkan
bahwa literasi membantu individu untuk mengembangkan kemampuan mereka dalam
menganalisis dan mengkomunikasikan ide secara efektif dan akurat.
Kosep dasar literasi menurut para ahli adalah konsep atau prinsip yang mendasarinya
dalam pemahaman, pengembangan, dan penggunaan bahasa yang efektif dalam
berbahasa dan berkomunikasi. Ini merupakan dasar penting untuk memahami cara baca,
tulis, dan berbicara dengan keberhasilan dan akurasi. Para ahli literasi sering mencoba
untuk mengembangkan kosep dasar literasi yang lebih baik di masyarakat dan institusi
pendidikan.
Kosep dasar literasi menurut ahli adalah konsep atau prinsip yang diangkat oleh para ahli
literasi dalam menganalisis dan mengembangkan bidang ini. Beberapa dari mereka
mengatakan bahwa kosep dasar literasi terdiri dari beberapa aspek penting, seperti:

1. Fungsi literasi: Para ahli literasi melihat literasi sebagai alat yang membantu mengubah

dan mengarahkan pendiri, perasaan, dan pemotivan individu atau masyarakat.

2. Kreativitas: Literasi dianggap sebagai sumber kreativitas yang membawa inovasi

budaya dan meningkatkan kualitas hidup manusia.

3. Kritisisme: Kritisisme adalah bagian dari kosep dasar literasi yang memperkenalkan

pemahaman yang lebih dalam tentang tekst literasi dan meningkatkan kualitas
pembacaan.

4. Pengaruh sosial: Literasi memiliki dampak sosial yang signifikan pada individu,

masyarakat, dan budaya. Para ahli literasi mengeksplorasi bagaimana literasi
berpengaruh terhadap perilaku, pendirian, dan perasaan individu dan masyarakat.

5. Eksplorasi budaya: Literasi membantu mengeksplorasi budaya dan mengubah

pemahaman individu dan masyarakat terkait dengan budaya lainnya.

6. Pembelajaran: Literasi membantu memperluas pemahaman individu dan masyarakat

tentang berbagai topik dan meningkatkan kemampuan komunikasi.

7. Sifat subjektif: Para ahli literasi mengatakan bahwa literasi adalah efek subjektif yang

berasal dari interaksi antara pengarang, teks, dan pembaca.

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 18

SLIDE