Search Header Logo
Ilmu Kalam

Ilmu Kalam

Assessment

Presentation

Religious Studies

12th Grade

Practice Problem

Easy

Created by

Ahmad Muqoddar

Used 1+ times

FREE Resource

24 Slides • 5 Questions

1

ILMU KALAM

media

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP)
Kelas XII SMK Negeri 1 Cerme

2

Latar Belakang Ilmu Kalam

Ilmu kalam dalam agama mempunyai kedudukan yang sama dengan logika dalam filsafat. Dalam mengkaji agama (al-Qur’an), baik ayat-ayat yang muhkam maupun yang mutasyabihat sebagai otoritas teks yang bersumber dari Tuhan, diperlukan sebuah metode untuk menangkap pesan-pesan-Nya. Ulama-ulama klasik menggunakan ilmu kalam sebagai metode untuk memantapkan hati dan membela kepercayaan-kepercayaan agama dengan menghilangkan berbagai macam keraguan. Ilmu kalam pada akhirnya menjadi sebuah keniscayaan untuk dipelajari.

3

Ilmu kalam di masa nabi

Sebenarnya jika kita telisik lebih dalam, keberadaan ilmu kalam telah ada sejak zaman Nabi dan Rasul, tetapi kala itu belum dikenal dengan istilah demikian.
Jika kita perhatikan dialog antara:
1. Nabi Ibrahim dan umatnya (al Anbiya' : 58 - 67)
2. Nabi Musa dan Fir'aun (asy-Syu'araa' : 23 - 29)
3. Nabi Muhammad dan penduduk Qurays (QS. Ath-Thur: 35-37)

4

Maka dia (Ibrahim) menghancurkan (berhala-berhala itu) berkeping-keping, kecuali yang terbesar (induknya); agar mereka kembali (untuk bertanya) kepadanya. # Mereka berkata, “Siapakah yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami? Sungguh, dia termasuk orang yang zalim.” # Mereka (yang lain) berkata, “Kami mendengar ada seorang pemuda yang mencela (berhala-berhala ini), namanya Ibrahim.” # Mereka berkata, “(Kalau demikian) bawalah dia dengan diperlihatkan kepada orang banyak, agar mereka menyaksikan.” # Mereka bertanya, “Apakah engkau yang melakukan (perbuatan) ini terhadap tuhan-tuhan kami, wahai Ibrahim?”

5

# Dia (Ibrahim) menjawab, “Sebenarnya (patung) besar itu yang melakukannya, maka tanyakanlah kepada mereka, jika mereka dapat berbicara.” # Maka mereka kembali kepada kesadaran mereka dan berkata, “Sesungguhnya kamulah yang menzalimi (diri sendiri).” # Kemudian mereka menundukkan kepala (lalu berkata), “Engkau (Ibrahim) pasti tahu bahwa (berhala-berhala) itu tidak dapat berbicara.” # Dia (Ibrahim) berkata, “Mengapa kamu menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi manfaat sedikit pun, dan tidak (pula) mendatangkan mudarat kepada kamu? # Celakalah kamu dan apa yang kamu sembah selain Allah! Tidakkah kamu mengerti?” (al Anbiya' : 58 - 67)

6

"Fir'aun bertanya: "Siapa Tuhan semesta alam itu?" Musa menjawab: "Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu), jika kamu sekalian (orang-orang) mempercayai-Nya". Berkata Fir'aun kepada orang-orang sekelilingnya: "Apakah kamu tidak mendengarkan?" Musa berkata (pula): "Tuhan kamu dan Tuhan nenek-nenek moyang kamu yang dahulu". Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Rasulmu yang diutus kepada kamu sekalian benar-benar orang gila". Musa berkata: "Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal". Fir'aun berkata: "Sungguh jika kamu menyembah Tuhan selain aku, benar-benar aku akan menjadikan kamu salah seorang yang dipenjarakan". (QS asy-Syu'araa' : 23-29)

7

Akal mereka akan mengatakan bahwa segala yang ada ini pasti ada yang menciptakan, sebagaimana Allāh katakan di dalam surat At Tur ayat 35. Ayat ini mengkisahkan seorang sahabat yang bernama Zubair bin Mut’im radhiyallāhu ‘anhu, ketika Rasūlullāh shallallāhu ‘alayhi wa sallam membaca ayat tersebut sampai pada ayat,

أَمۡ خُلِقُواْ مِنۡ غَيۡرِ شَيۡءٍ أَمۡ هُمُ ٱلۡخَٰلِقُونَ ۞ أَمۡ خَلَقُواْ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَۚ بَل لَّا يُوقِنُونَ ۞ أَمۡ عِندَهُمۡ خَزَآئِنُ رَبِّكَ أَمۡ هُمُ ٱلۡمُصَۜيۡطِرُونَ

”Apakah mereka ini tercipta tanpa ada yang menciptakan? Apakah mereka itu (bahkan) merasa meyakini sebagai sang pencipta? Apakah mereka menciptakan langit dan bumi?”

(QS. Ath-Thur: 35-37)

8

Ibnu Khaldun

" ilmu kalam adalah ilmu yang mengandung argumen-argumen rasional untuk membela aqidah-aqidah iman dan mengandung penolakan terhadap golongan bid’ah (perbuatan-perbuatan baru tanpa contoh) yang di dalam aqidah menyimpang dari mazhab salaf dan ahli sunnah.

9

Hasbi al-Shiddieqy

" ilmu yang membicarakan tentang cara-cara menetapkan akidah agama dengan mempergunakan dalil-dalil yang meyakinkan, baik dalil naqli, aqli ataupun dalil wijdani (perasaan halus)

10

Musthafa Abd ar-Raziq

" ilmu ushuluddin, ilmu tauhid, fiqh al-Akbar, dan teologi Islam. Disebut ilmu ushuluddin karena ilmu ini membahas tentang pokok-pokok agama. Sementara itu, ilmu tauhid adalah suatu ilmu yang di dalamnya dikaji tentang asma' (nama-nama) dan sifat yang wajib, mustahil dan ja'iz bagi Allah, juga sifat yang wajib, mustahil dan ja'iz bagi Rasul-Nya

11

Open Ended

Kenapa kita sebagai Islam (meskipun setiap negara memiliki bahasa yang berbeda), kita menamakan tuhan kita dengan nama Allah? Jelaskan pendapatmu!

12

Open Ended

Banyak orang yang menuduh umat Islam menyembah Ka'bah karena mereka semua beribadah menghadap kepadanya. Jelaskan alasan anda dengan jelas!

13

Open Ended

Allah memiliki sifat Qadiran dan Qudrah yang berarti Maha Berkuasa. akan tetapi banyak yang menuduh sebenarnya Allah tidak maha berkuasa karena Allah membutuhkan bantuan malaikat-malaikat dalam menjalankan tugas. jelaskan pendapatmu dengan alasan yang tepat!

14

Ruang Lingkup

Qismul Ilahiyat, yakni esensi keberadaan Tuhan beserta sifat-sifat-Nya. Hal-hal yang dibicarakan adalah tentang:

  • Sifat-sifat Tuhan. Apakah memang ada Sifat Tuhan atau tidak. Masalah ini diperdebatkan oleh aliran Mu’tazilah dan Asy’ariyah.

  • Qudrat dan Iradat tuhan. Persoalan diperdebatkan pada aliran Qadariyah dan Jabariyah.

  • Persoalan akan kemauan bebas manusia. Masalah ini berkaitan erat dengan Qudrat dan Iradat Tuhan.

  • Masalah  Al-Quran. Apakah makhluk atau tidak, serta apakah Al-Quran azali atau baharu.

15

Ruang Lingkup

Qismul Nububiyah, yakni hubungan yang memperhatikan antara Tuhan dengan makhluk-Nya. Hal-hal yang dibicarakan adalah tentang:

  • Utusan-utusan Tuhan yang telah ditetapkan untuk melakukan pekerjaan tertentu, yaitu Malaikat.

  • Wahyu yang disampaikan oleh Tuhan kepada Rasul-Nya baik secara langsung maupun melalui perantara Malaikat.

  • Para Rasul itu sendiri yang menerima perintah dari Tuhan untuk menyampaikan ajaran kepada umat manusia.

16

Ruang Lingkup

Qismul Al-Sami’yat, yakni persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sesudah mati. Hal-hal yang dibicarakan adalah tentang:

  • Hari kebangkitan manusia kembali di akhirat.

  • Hari perhitungan.

  • Shiratal Mustaqim (jembatan).

  • Persoalan yang berhubungan akan tempat pembalasan, baik itu surga atau neraka.

17

Nama-nama lain

Ilmu Tauhid

Dinamakan sebagai Ilmu Tauhid sebab membicarakan mengenai keesaan Allah SWT. Menurut ulama-ulama Ahl al-Sunnah, Tauhid adalah bahwa Allah SWT itu Esa dan dzat-Nya, tidak terbagi-bagi, Esa dalam sifat-sifat-Nya, yang azali, tiada tara bandingan bagi-Nya, Esa dalam perbuatan-perbuatan-Nya, dan tidak ada sekutu bagi-Nya.

18

Nama-nama lain

Ilmu Ushuluddin

Dinamakan sebagai Ilmu Ushuluddin karena membahas mengenai prinsip-prinsip agama Islam. Tidak hanya prinsip-prinsip agama saja, tetapi juga pada prinsip kepercayaan agama dengan dalil-dalil yang qat’i (Al-Quran dan hadis Mutawatir) serta dalil-dalil fikiran.

19

Nama-nama lain

Ilmu Aqidah / Aqa'id

Dinamakan sebagai Ilmu Aqidah atau Aqa’id karena membicarakan mengenai kepercayaan Islam. Syekh Thahir al-Jazairi (1851-1919) juga menerangkan bahwa akidah Islam ialah hal-hal yang diyakini oleh umat muslim, artinya mereka menetapkan atas kebenaran yang ada.

20

Sumber-sumber Ilmu Kalam

Alquran

Dalam kitab suci ini, banyak sekali ayat yang membicarakan mengenai masalah ketuhanan. Misalnya pada Q.S Al-Ikhlas ayat 3-4 yang berarti “(Allah) tidak beranak dan tidak pula diperanakan”“dan tidak ada sesuatu pun yang setara dengan-Nya” 

21

Sumber-sumber Ilmu Kalam

Hadits

Dalam hadits Nabi Muhammad SAW, banyak membicarakan mengenai masalah-masalah yang juga dibahas dalam Ilmu Kalam. Diantaranya adalah hadits Nabi yang menjelaskan mengenai hakikat keimanan dan terpecahnya golongan.

22

Sumber-sumber Ilmu Kalam

Akal/Pemikiran Manusia

berupa pemikiran yang memang dikeluarkan oleh umat Islam maupun non-muslim. Mengingat bahwa Islam telah menggunakan pemikiran-pemikiran rasional untuk menjelaskan hal-hal yang berkaitan dengan ayat-ayat dalam Al-Quran, terutama yang belum jelas maksudnya bahkan sebelum filsafat Yunani masuk.

23

Tujuan Ilmu Kalam

Untuk menolak aqidah yang sesat

dengan berusaha menghindari tantangan-tantangan dengan cara memberikan penjelasan duduk perkaranya selanjutnya membuat suatu garis kritik yang sehat berdasarkan logika.

24

Tujuan Ilmu Kalam

Memberikan landasan penguatan keimanan

melalui pendekatan filosofis dan logis sehingga kebenaran islam tidak saja dipahami secara dogmatis (diterima apa adanya karena disebutkan dalam wahyu) tetapi bisa juga dipaparkan secara rasional

25

Tujuan Ilmu Kalam

Menguatkan sistem nilai ajaran islam

Nilai ajaran islam terdiiri atas tiga pokok: yaitu, Iman sebagai landasan aqidah, Islam sebagai manivestasi syari'at, ibadah dan muamalat, serta ihsan sebagai aktualisasi akhlaq

26

Tujuan Ilmu Kalam

Menjawab Problematika penyimpangan teologi agama lain

Penyimpangan teologi agama lain dapat merusak aqidah umat Islam. khususnya ketika islam bersinggungan dengan teologi agama lain dalam masyarakat yang heterogen (berbeda-beda)

27

Manfaat Ilmu Kalam

  1. Memperkuat dasar pengetahuan tentang Islam

  2. Tidak mudah melenceng dari ajaran agama

  3. dapat menerapkan secara konsisten amalan Islam

28

Poll

Apakah anda memehami bab Ilmu Kalam?

Tidak paham

Mungkin paham

Paham

Sangat paham

29

Word Cloud

Apa yang ingin anda lebih dalami dalam bab Ilmu Kalam

ILMU KALAM

media

Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti (PAIBP)
Kelas XII SMK Negeri 1 Cerme

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 29

SLIDE