Search Header Logo
Arab pra Islam

Arab pra Islam

Assessment

Presentation

Religious Studies

University

Easy

Created by

Rifiyatul Fahimah

Used 2+ times

FREE Resource

11 Slides • 2 Questions

1

​ARAB (HIJAZ) PRA ISLAM

By Rifiyatul Fahimah

2

Leluhur Bangsa Arab

Dalam kitab Al-Rahiq al-Makhtum, Terdapat tiga komunitas utama bangsa Arab yaitu:

  • Arab Baidah dalah komunitas yang hidup jauh sebelum kedatangan Islam. Informasi tentang mereka sangat terbatas, mengingat rentang waktu yang panjang serta kurangnya bukti sejarah yang dapat diungkap. Jejak mereka hanya ditemukan dalam kitab-kitab samawi seperti Al-Qur'an, Injil, Taurat, serta syair-syair pra-Islam. Bangsa ini telah musnah dan mencakup kaum seperti 'Ad, Tsamud, Thasm, Jadis, dan penduduk Madyan.

  • Arab Aribah merupakan bangsa yang masih ada hingga sekarang, berasal dari garis keturunan Qahthan, yang menurut Taurat disebut Yaqzan. Disebut Arab Qahthaniyah. (Yaman)

  • Arab Musta'ribah merupakan bangsa yang masih ada hingga saat ini, merupakan keturunan Nabi Ismail. dikenal dengan nama Adnaniyah berasal dari nama nenek moyang mereka, Adnan (kakek ke 21 Rasulullah)

    ‏ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ ‏ ‏صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ‏ ‏يَقُولُ ‏ ‏إِنَّ اللَّهَ ‏ ‏اصْطَفَى ‏ ‏كِنَانَةَ ‏ ‏مِنْ وَلَدِ ‏ ‏إِسْمَعِيلَ ‏ ‏وَاصْطَفَى ‏ ‏قُرَيْشًا ‏ ‏مِنْ ‏ ‏كِنَانَةَ ‏ ‏وَاصْطَفَى مِنْ ‏ ‏قُرَيْشٍ ‏ ‏بَنِي هَاشِمٍ ‏ ‏وَاصْطَفَانِي مِنْ ‏ ‏بَنِي هَاشِمٍ ‏

3

Word Cloud

Apa yang terbesit di benakmu tentang Arab pra Islam?

4

Representasi term "Jahiliyah"


Istilah jahiliyah muncul setelah kedatangan Islam, merujuk pada tata sosial dan budaya yang dianggap bertentangan dengan ajaran Islam.
Masa ini ditandai oleh kebiasaan buruk seperti konsumsi minuman keras, perjudian, penipuan, perampokan, hingga praktik kejam seperti mengubur anak perempuan hidup-hidup. Wanita diperlakukan tidak manusiawi, bahkan dianggap sebagai barang yang dapat diwariskan, sementara makanan tertentu dikhususkan untuk laki-laki dan diharamkan bagi perempuan. Tidak ada batasan dalam jumlah istri bagi laki-laki. Selain itu, fanatisme kesukuan sangat kuat, dan peperangan sering kali terjadi hanya karena alasan sepele, menjadi semacam hiburan yang didorong oleh nafsu dan amarah. Praktik-praktik inilah yang melatarbelakangi munculnya istilah jahiliyah untuk menggambarkan kondisi masyarakat Arab pada masa tersebut.

5

Sistem Politik dan Sosial

  • Kepemimpinan politik bersifat terbatas pada kabilah, dengan seorang syaikh sebagai pemimpin.

  • Tidak ada sistem hukum formal; konflik diselesaikan melalui tradisi dan solidaritas suku yang dikenal sebagai ashabiyah.

  • Kekuasaan yang berlaku saat itu adalah system dictator. Banyak hak yang terabaikan. Rakyat bisa diumpamakan sebagai ladang yang harus mendatangkan hasil dan memberikan pendapatan bagi pemerintah.

  • Manusia dapat dibedakan antara budak dan tuan, penguasa dan rakyat.

  • Jika seorang ingin dipuji dan menjadi terpandang dimata bangsa Arab karena kemuliaan dan keberaniannya, maka dia harus banyak dibicarakan kaum wanita.

  • Di sisi lain, seorang laki-laki tetap dianggap sebagai pemimpin ditengah keluarga, yang tidak boleh dibantah dan setiap perkataannya harus dituruti.

  • Pada kalangan bangsawan, hubungan laki-laki dan wanita harus melalui persetujuan wali wanita.

  • Pada kalangan lain, Para wanita dan laki-laki begitu bebas bergaul, bahkan untuk berhubungan yang lebih jauhpun tidak ada batasan dan norma yang mengatur.

6

  • Pada masa itu, terdapat berbagai jenis pernikahan, seperti:

    a) Pernikahan Tradisional: Pria melamar perempuan melalui wali dan menikah setelah memberikan mahar.

    b) Pernikahan Istibdha': Suami mengizinkan istrinya berkumpul dengan pria lain demi mendapatkan keturunan.

    c) Poliandri: Seorang perempuan menikah dengan beberapa pria, dan ayah anak yang lahir ditentukan oleh perempuan tersebut.

    d) Pelacuran: Perempuan menerima banyak pasangan dengan tanda berupa bendera. Anak yang lahir ditentukan melalui undian.

    e) Poligami : Menikahi perempuan dengan jumlah tanpa batas.

  • Perceraian dan perzinaan tersebar luas, dan hanya sedikit individu dengan moralitas tinggi yang tidak terlibat. Perzinaan tidak dianggap mencemarkan kehormatan.

  • Hak perceraian ada ditangan kaum laki-laki tanpa ada batasannya.

  • Ada pula kebiasaan diantara mereka yang mengubur hidup-hidup anak perempuannya, karena takut aib dan karena kemunafikan. Atau ada juga yang membunuh anak laki-lakinya, karena takut miskin dan lapar.

7

Sistem Ekonomi

  • Perdagangan dan usaha bisnis menjadi sumber utama penghasilan masyarakat Arab pada masa Jahiliyah. Orang Arab, khususnya suku Quraisy, dikenal sangat piawai dalam bidang ini. (surat Quraisy)

  • Makkah, dengan letak geografisnya yang strategis, berkembang sebagai pusat perdagangan internasional. Komoditas mewah seperti emas, perak, sutra, rempah-rempah, minyak wangi, dan kemenyan menjadi barang dagangan utama.

  • Aktivitas perdagangan ini melibatkan ekspor-impor yang luas. Bahkan, 200 tahun sebelum Islam, pedagang Arab dari wilayah selatan dan Yaman telah menjalin hubungan dagang dengan India, Afrika, dan Persia. Mereka mengimpor kayu, logam, budak, gading, sutra, pakaian, dan pedang dari berbagai wilayah tersebut.

  • Memiliki pusat-pusat perdagangan terkenal seperti Ukazh, Mijannah, dan Zul Majaz. Pasar-pasar ini tidak hanya menjadi tempat transaksi dagang tetapi juga wadah pertemuan para ahli sastra, penyair, dan orator untuk menunjukkan kebolehan mereka. Dengan demikian, pasar pada masa itu berfungsi sebagai pusat peradaban,

    pengembangan bahasa, dan kegiatan budaya yang mendukung interaksi global.

8

Sistem Kepercayaan dan Agama

  • Pada awalnya, Mayoritas penduduk Arab beragama seperti Nabi Ibrahim (Hanif). Penyembahan berhala pertama kali diperkenalkan di Makkah oleh 'Amru bin Luhay dari Bani Khuza’ah, yang membawa praktik ini dari Syam. Sehingga, Ka’bah yang dibangun oleh Nabi Ibrahim dan Ismail sebagai pusat ibadah agama Hanif, kemudian berubah fungsi menjadi tempat penyembahan berhala. Jumlah berhala di Ka'bah mencapai 360.

  • Patung Hubal, berhala utama di Ka’bah, dianggap paling suci oleh orang Quraisy. Terbuat dari batu akik merah berbentuk manusia, Hubal menjadi simbol keagungan mereka. Selainitu, tiga berhala terkenal lainnya adalah Al-Lata di Thaif, Al-Uzza di Nakhlah, dan Al-Manat di Yatsrib.

  • Selain menyembah berhala, mereka juga percaya tahayul dan kekuatan roh atau objek tertentu.

  • Pada masa itu pula terdapat agama Yahudi (Yaman dan Madinah), Nasrani (Habasyah) dan Majusi (Persia).

  • Masyarakat Badui memiliki kepercayaan terhadap pohon, bulan, dan bintang, yang mereka yakini memengaruhi kehidupan mereka.

9

Sistem Kebudayaan

  • Tradisi sastra, terutama syair, berkembang pesat dan menjadi media ekspresi nilai-nilai suku.

  • Bagi masyarakat Arab, khususnya kaum laki-laki, terdapat tiga hal yang dianggap sebagai tolok ukur prestasi dan kebanggaan. Pertama, kemahiran dalam menggunakan pedang. Kedua, keahlian menunggang kuda. Ketiga, kefasihan berbicara yang tidak hanya mencakup kemampuan menyampaikan pendapat tetapi juga keindahan dalam merangkai kata.

  • Kesusastraan mereka bersifat lisan, yang secara alami menonjolkan kefasihan dan retorika di hadapan publik.

  • Di bidang arsitektur, wilayah Arab menunjukkan keberagaman gaya yang dipengaruhi oleh corak megalitikum dan mesolitikum.

  • Di bidang kerajinan dan industri, masyarakat Arab menunjukkan keterampilan tinggi. Produk-produk seperti hasil penyamakan kulit dan kerajinan tangan dari Yaman, Hirah, dan pinggiran Syam sangat terkenal.

10

Word Cloud

Bagaimana menurutmu tentang akhlaq bangsa Arab di masa jahiliyah?

11

Akhlaq Bangsa Arab

  • Dermawan dan loyal, gemar menghormati tamu dengan memberi jamuan terbaik. Namun saking loyalnya hingga terkadang berlebihan dan condong ke boros dalam menggunakan uang, untuk mabuk-mabukan, untuk berjudi yang hasilnya mereka berikan ke orang miskin.

  • Tepat janji, janji bagi mereka adalah agama yang harus dipegang teguh. Namun demi menjaga janji, anakpun rela mereka bunuh dan rumahpun siap dihancurkan.

  • Menjaga harga diri dan kehormatan, pantang menerima cela dan kedhaliman, hal inilah yang melahirkan sikap pemberani. Mereka rela berkorban hingga berperang untuk menjaga kehormatan diri, keluarga dan kabilahnya.

  • Memiliki tekad yang kuat, gigih dalam mencapai tujuan. Jika telah bertekad melakukan sesuatu yang mereka anggap mulia dan membanggakan, bahaya apapun siap diterjang.

  • Sabar, tidak mudah emosi dan waspada. Hanya saja terkadang terhalangi oleh sifat pemberani yang berlebihan dan ketergesaan dalam berperang.

  • Lugu, Teguh pendirian, tidak mudah terpengaruh pada budaya atau gaya hidup yang menyimpang. Hal ini melahirkan sifat jujur, amanah, no tipu-tipu.

12

​Al- Mubarakfuri

" Bangsa Arab memiliki akhlaq berharga yang bisa jadi karenanya risalah kenabian diturunkan di sana. Hanya butuh koreksi dan perbaikan dari agama Islam yang dibawa Rasulullah" 

13

media

Semoga Allah senantiasa meridhai langkah kaki kita dalam menapaki kehidupan

TERIMA KASIH

​ARAB (HIJAZ) PRA ISLAM

By Rifiyatul Fahimah

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 13

SLIDE