Search Header Logo
Bab 2.3 - Sistem Reproduksi

Bab 2.3 - Sistem Reproduksi

Assessment

Presentation

Science

9th Grade

Hard

Created by

Rosalina Sairo

FREE Resource

49 Slides • 2 Questions

1

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Sebutkan fungsi dari sistem reproduksi!

  2. Jelaskan apa yang terjadi jika sel telur tidak dibuahi!

2

  1. Lengkapi gambar diatas serta jelaskan fungsi dari masing-masing organ reproduksi diatas!

media

3

  1. Lengkapi gambar diatas serta jelaskan fungsi dari masing-masing organ reproduksi diatas!

media

4

​Sistem Reproduksi Pada Manusia

By Rosalina Sairo

media

5

Lengkapi gambar diatas serta jelaskan fungsi dari masing-masing organ reproduksi diatas!

media

6

Mengenal Organ Reproduksi Wanita, Struktur, dan Fungsinya

media

7

Open Ended

Question image

“Kamu sudah haid, bergaulnya hati-hati ya!” atau “Kamu harus bisa jaga diri, jangan mau diajak yang aneh-aneh.”

Mengapa orang tua bisa memberikan nasihat seperti itu?

8

Alat Reproduksi Wanita

A. Organ Reproduksi Wanita Bagian Dalam
B. Organ Reproduksi Wanita Bagian Luar

9

A. Organ Reproduksi Wanita Bagian Dalam

media

10

  • Ovarium berjumlah sepasang, yang terletak di kedua sisi rahim.

  • Ovarium berfungsi sebagai tempat untuk memproduksi sel telur (ovum) serta hormon estrogen dan progesteron.

1. Ovarium (Indung Telur)

media

11

  • Tuba fallopi atau oviduk berjumlah sepasang, merupakan saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus.

  • Sel telur yang dilepaskan dari ovarium diterima oleh ujung tuba fallopi yang berbentuk corong (disebut infundibulum).

  • Dari tuba fallopi, sel telur kemudian menuju rahim. Tuba fallopi juga berfungsi sebagai tempat pembuahan sel telur (fertilisasi).

2. Tuba Fallopi (Oviduk/Saluran Telur)

media

12

  • Uterus atau rahim adalah organ berongga dan berotot yang merupakan bagian penting dari sistem reproduksi perempuan.

  • Uterus terletak di panggul (antara kandung kemih dan rektum).

  • Uterus berfungsi sebagai tempat melekatnya sel telur yang telah dibuahi oleh sperma.

  • Organ ini mampu mengembang mengikuti perkembangan embrio.

3. Uterus (Rahim)

media

13

  • Vagina merupakan saluran berotot yang menghubungkan rahim (uterus) dengan bagian luar tubuh.

  • Vagina berfungsi sebagai alat reproduksi perempuan, tempat keluarnya darah menstruasi dari rahim ke luar tubuh, serta jalur keluarnya bayi.

  • Vagina mampu meregang secara signifikan untuk memungkinkan bayi melewatinya, berkat jaringan otot yang elastis.

4. Vagina

media

14

B. Organ Reproduksi Wanita Bagian Luar

media

15

  • Lubang vagina atau introitus vagina, adalah pembukaan eksternal dari saluran vagina yang terletak di bagian luar alat kelamin wanita.

  • Lubang vagina berfungsi sebagai alat kopulasi pada perempuan, jalan lahir bayi waktu melahirkan, dan saluran tempat keluarnya menstruasi.

1. Lubang Vagina

media

16

  • Labia mayora (bibir besar) adalah dua lipatan tebal yang membentuk sisi vulva (terdiri atas labia mayora, labia minora dan klitoris).

    Labia mayora berfungsi untuk :

  • melindungi struktur alat kelamin yang berada di dalam.

  • untuk mengatur kelembaban daerah vulva dan menjaga kesehatan organ-organ genital internal.

2. Labia Mayora

media

17

  • Labia minora (bibir kecil) adalah dua lipatan kecil dari kulit di antara bagian atas labia mayora.

  • Bisa dibilang labia minora merupakan lapisan kedua pelindung vagina.

  • Labia minora memiliki fungsi untuk melindungi dan menjaga sistem reproduksi wanita.

3. Labia Minora

media

18

  • Mons pubis merupakan bagian menonjol berisi lemak yang terletak di bagian depan tulang kemaluan pada wanita, di atas labia mayora.

  • Saat pubertas, kulit mons pubis ditutupi oleh rambut-rambut.

  • Mons pubis berfungsi sebagai bantalan pelindung untuk tulang kemaluan dan organ genital internal.

  • Lemak yang terkandung di mons pubis membantu mengurangi gesekan antara tulang kemaluan dan pakaian, serta menjaga suhu yang optimal untuk fungsi dan kesehatan reproduksi.

4. Mons Pubis

media

19

  • Klitoris terletak di ujung atas kedua labia minora.

  • Klitoris banyak dialiri pembuluh darah dan urat saraf, sehingga klitoris merupakan daerah yang sangat sensitif terhadap rangsangan seksual.

5. Klitoris

media

20

MENSTRUASI


Bagaimana Menstruasi bisa Terjadi?

media

21

  • Pada umumnya, setiap 28 hari sekali ovarium menghasilkan sebuah sel telur (ovum). Peristiwa ini disebut ovulasi.

  • Ketika terjadi ovulasi, dinding rahim mengalami penebalan sehingga menjadi tempat yang baik untuk pertumbuhan dan perkembangan zigot.

  • Namun, jika tidak terjadi pembuahan di tuba falopii, sel telur yang sudah matang akan menuju rahim. Setelah beberapa hari, jika sel telur di rahim tidak dibuahi oleh sperma, sel telur mati dan dikeluarkan dari uterus bersama dengan dinding rahim yang meluruh bersama darah dan dikeluarkan melalui vagina. Peristiwa ini disebut menstruasi.

22

Hubungan antara Menstruasi dengan Fertilisasi

media

23

  • Jika setelah ovulasi ada sperma yang masuk ke sel telur, maka akan terjadi pembuahan (fertilisasi) di tuba falopii.

  • Saat fertilisasi berlangsung, hanya kepala sperma yang mengandung inti sel yang masuk ke dalam dinding sel telur, sedangkan ekornya tertinggal di luar.

  • Sel telur yang telah dibuahi sperma disebut zigot.

  • Kemudian zigot berkembang menjadi embrio yang kemudian menempel pada dinding rahim.

  • Beberapa hari setelah zigot menempel di dinding rahim, akan terbentuk sekumpulan pembuluh-pembuluh darah di dinding rahim yang disebut plasenta.

  • Kebutuhan janin akan disalurkan ibu melalui plasenta dengan perantara tali pusat atau ari-ari. ]

  • Kemudian janin terus berkembang di dalam rahim sekitar 266 hari atau 9 bulan lebih 10 hari. Setelah kehamilan mencapai usia tersebut, tibalah saatnya untuk proses persalinan atau kelahiran bayi.

24

Mengenal Organ Reproduksi Pria, Struktur, dan Fungsinya

media

25

Open Ended

Question image

Pernahkah pas kalian bangun tidur dan taunya celanamu basah? Tapi bukan karena ngompol, ya.

Terus, kamu inget-inget lagi tadi malam kamu mimpi sesuatu...

26

Mimpi Basah

Apa itu Mimpi Basah?

  • Mimpi basah atau emisi nokturnal adalah pengeluaran cairan semen atau air mani (ejakulasi) saat tidur. Umumnya, pada saat mimpi basah seorang yang mengalaminya akan bermimpi sedang melakukan hubungan seksual, berfantasi seksual, atau bahkan hanya melihat orang yang sedang melakukan hubungan seksual.

  • Ejakulasi saat mimpi basah bisa terjadi tanpa rangsangan tertentu. Jadi bisa dibilang mimpi basah adalah sesuatu yang alamiah. Mimpi basah menandai seorang pria atau laki-laki telah memasuki masa pubertas.

  • Pubertas remaja laki-laki biasanya terjadi di antara usia 12 sampai 16,5 tahun.

27

Perubahan Fisik Laki-Laki di Masa Pubertas

Perubahan fisik laki-laki di masa pubertas yaitu :
A. Perubahan Sekunder (fisik)
B. Perubahan Primer (hormon).

28

A. Perubahan Sekunder (Fisik)

Akibat dari perubahan sekunder atau perubahan fisik, remaja putra akan mengalami perubahan bentuk dan postur tubuh karena mengalami growth spurt, berupa puncak kecepatan pertumbuhan tinggi badan atau Peak Height Velocity (PHV), serta puncak kecepatan penambahan berat badan atau Peak Weight Velocity (PWV).

media

29

B. Perubahan Primer (Hormon)

  • khususnya hormon seksual pada organ sistem reproduksi laki-laki, seperti testosteron, dan perkembangan fungsi alat reproduksi yang memungkinkannya untuk mampu bereproduksi.

media

30

Alat Reproduksi Pria

Alat reproduksi laki-laki itu terdiri atas :
A. Organ reproduksi bagian luar
B. Organ reproduksi bagian dalam

31

A. Organ reproduksi bagian luar

32

  • Penis adalah organ reproduksi laki-laki yang berfungsi untuk kopulasi, yaitu memasukkan sperma ke dalam saluran reproduksi wanita (vagina).

  • Penis terdiri atas jaringan seperti busa dan memanjang dari glans (kepala penis).

  • Jika terdapat rangsangan seksual, jaringan ini akan terisi penuh oleh darah, sehingga penis menegang yang disebut ereksi.

1. Penis

media

33

  • Skrotum merupakan organ reproduksi bagian luar yang memiliki struktur seperti kantung dan berisikan dua testis yang menggantung.

  • Fungsi utama skrotum adalah melindungi testis sebagai organ vital penghasil sperma dan menjaga suhu testis agar selalu berkisar 2 derajat dibawah suhu tubuh normal.

2. Skrotum

media

34

B. Organ reproduksi bagian dalam

media

35

  • Testis adalah alat reproduksi pria yang berfungsi menghasilkan sperma dan hormon testosteron.

  • Testis berjumlah sepasang, berbentuk bulat telur.

  • Pada testis terdapat saluran-saluran yang sangat kecil dan menggulung yang disebut tubulus seminiferus.

1. Testis

media

36

Saluran reproduksi pada laki-laki  terdiri atas :

  • Epididimis adalah organ kecil seperti tabung sempit yang sangat panjang dan berliku-liku, melekat di belakang testis. Epididimis berfungsi untuk mengangkut dan menyimpan sperma sementara yang diproduksi oleh testis.

  • Vas deferens adalah sebuah saluran lanjutan epididimis yang mengarah ke atas, kemudian melingkar dan salah satu ujungnya. Vas deferens berfungsi sebagai saluran tempat jalannya sperma dari epididimis menuju uretra.

  • Uretra merupakan saluran akhir reproduksi yang terdapat di dalam penis yang berfungsi sebagai saluran pengeluaran urin dan semen (air mani).

2. Saluran reproduksi

media

37

Laki-laki memiliki 3 buah kelenjar reproduksi, di antaranya :

  • Vesikula seminalis atau kantung sperma merupakan dua buah kelenjar tubulus yang mengeluarkan cairan lendir berwarna kuning jernih dan kental. Kelenjar ini berfungsi sebagai persediaan makanan bagi sperma untuk bergerak. Selain itu, seperti namanya, vesikula seminalis atau kantung sperma juga berperan sebagai tempat penyimpanan sperma.

  • Kelenjar prostat merupakan kelenjar penghasil cairan yang encer seperti susu.

  • Kelenjar cowper/bulbouretral menghasilkan cairan yang bening dan berlendir, serta berfungsi  menetralkan uretra dari sisa-sisa urine. Setelah uretra bersih, barulah sperma (semen) dikeluarkan.

3. Kelenjar reproduksi

media

38

media

39

Gangguan pada Sistem Reproduksi Wanita

media

40

1. Gangguan Menstruasi

Gangguan menstruasi biasanya disebabkan oleh ketidakseimbangan hormon reproduksi. Gangguan ini dibedakan menjadi 2 jenis, yaitu :

  • Amenorea primer adalah suatu keadaan/kondisi di mana seorang wanita belum pernah mengalami menstruasi saat berusia 16 tahun atau lebih, dengan atau tanpa perkembangan seksual sekunder.

  • Amenorea sekunder adalah suatu keadaan/kondisi di mana seorang wanita yang sebelumnya memiliki siklus menstruasi yang normal, kemudian tidak mengalami menstruasi selama 3-6 bulan atau lebih secara berurutan.

media

41

2. Kanker Serviks

  • Kanker serviks adalah keadaan di mana sel-sel yang tidak normal tumbuh di seluruh lapisan epitel serviks.

  • Serviks ini merupakan bagian rahim yang terhubung ke vagina, atau bisa disebut juga sebagai leher rahim.

  • Kanker serviks disebabkan oleh infeksi virus papiloma manusia (human papiloma virus).

  • Gejala kanker serviks lumayan sulit dideteksi, sehingga para penderita baru akan menyadari saat sudah masuk ke stadium akhir. Kanker ini biasanya diderita oleh wanita usia 30-45 tahun.

  • Penanganannya bisa dilakukan dengan mengangkat uterus, oviduk, ovarium, sepertiga bagian atas vagina, dan kelenjar limpa panggul.

media

42

3. Kanker Ovarium

  • Selain kanker serviks, ada juga yang namanya kanker ovarium.

  • Kanker ovarium adalah kanker yang tumbuh dan berkembang di ovarium (indung telur).

  • Gejala kanker ovarium dapat berupa rasa berat pada panggul, perubahan fungsi saluran pencernaan, atau mengalami pendarahan vagina abnormal.

  • Penanganan penyakit ini dapat dilakukan dengan pembedahan dan kemoterapi.

media

43

4. Endometriosis

  • Endometriosis terjadi ketika jaringan yang seharusnya melapisi rahim (jaringan endometrium), tumbuh di tempat yang tidak seharusnya, seperti di ovarium, usus, dan jaringan yang melapisi panggul.

  • Akibatnya, ketika siklus menstruasi terjadi, jaringan yang tumbuh di salah tempat tadi, akan menyebabkan nyeri, atau meradang dan membesar hingga menimbulkan kista.

  • Gejala endometriosis antara lain nyeri perut dan area sekitar pinggang, serta nyeri pada masa menstruasi yang amat sakit.

media

44

5. Infeksi Vagina

  • infeksi vagina atau vaginitis juga termasuk ke dalam contoh penyakit sistem reproduksi wanita. Infeksi vagina bisa disebabkan oleh parasit, jamur, atau bakteri.

  • Gejala yang ditimbulkan dari gangguan ini berupa keputihan dan timbul gatal-gatal.

media

45

6. Sindrom Ovarium Polikistik (PCOS)

  • Polycystic Ovary Syndrome (PCOS) adalah gangguan hormon pada wanita yang terjadi ketika tubuh menghasilkan hormon maskulin (hormon adrogen) yang berlebihan.

  • Hal ini menyebabkan ovarium memproduksi banyak kantong-kantong berisi cairan.

  • Akibatnya, sel-sel telur tidak berkembang sempurna dan gagal dilepaskan secara teratur.

  • Sehingga, penderita PCOS akan mengalami gangguan menstruasi.

    Selain itu, PCOS juga bisa menyebabkan ketidaksuburan bagi para penderitanya (mandul), serta lebih rentan terkena penyakit diabetes dan hipertensi.

media

46

Gangguan pada Sistem Reproduksi Pria

media

47

  • Gangguan pada sistem reproduksi pria yang pertama disebut hipogonadisme.

  • Hipogonadisme merupakan penurunan fungsi testis yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, seperti hormon androgen dan testosteron.

  • Gangguan ini menyebabkan infertilitas, impotensi, dan tidak adanya tanda-tanda kepriaan.

  • Penanganan penderita penyakit ini dapat dilakukan dengan cara terapi hormon.

1. Hipogonadisme

media

48

  • Kriptorkismus merupakan kegagalan dari satu atau kedua testis untuk turun dari dalam perut ke skrotum.

  • Kelainan ini biasanya terjadi saat masih di dalam kandungan.

  • Sekitar 3% bayi dilahirkan dengan kondisi testis yang tidak turun.

  • Namun, rata-rata, kondisi ini lebih sering terjadi pada bayi yang prematur.

  • Kelainan kriptorkismus dapat ditangani dengan pemberian hormon human chorionic gonadotropin untuk merangsang testosteron.

2. Kriptorkismus

media

49

  • uretritis merupakan peradangan atau infeksi uretra yang terjadi akibat masuknya bakteri ke saluran kandung kemih.

  • Penyakit ini ditandai dengan iritasi, pembengkakan, serta rasa nyeri seperti terbakar saat buang air kecil.

  • Uretritis disebabkan oleh organisme Chlamydia trachomatisUreplasma urealyticum, atau virus herpes.

3. Uretritis

media

50

  • prostatitis adalah peradangan pada bagian prostat.

  • Biasanya penyakit pada sistem reproduksi pria ini disebabkan oleh bakteri, seperti E.Coli, Neisseria gonorrhoeae, atau Chlamydia trachomatis.

  • Gejala yang umum terjadi pada penderita prostatitis adalah rasa nyeri dan susah buang air kecil.

  • Penyakit ini bisa diobati tergantung dari tingkat keparahannya. Jadi, ada yang cukup diberi obat-obatan, namun ada juga yang harus dioperasi.

     

4. Prostatitis

media

51

  • Epididimis adalah tabung yang menyambungkan antara testis dengan vas deferens.

  • Penyakit ini disebabkan oleh bakteri, seperti E. coli dan Chlamydia.

  • Gejala yang ditimbulkan dari epididimitis adalah pembengkakan buah zakar.

  • Epididimitis dapat menyerang laki-laki di segala rentang usia. Namun, kasus ini paling sering ditemukan pada kelompok usia 19-35 tahun. 

5. Epididimitis

media

Jawablah pertanyaan di bawah ini!

  1. Sebutkan fungsi dari sistem reproduksi!

  2. Jelaskan apa yang terjadi jika sel telur tidak dibuahi!

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 51

SLIDE