

Asesmen Literasi Sains
Presentation
•
Mathematics
•
1st Grade
•
Practice Problem
•
Hard
joan jo
FREE Resource
4 Slides • 8 Questions
1
Asesmen Literasi Sains
2
“Efek Rumah Kaca di Sumatera Barat”
Efek rumah kaca merupakan fenomena alamiah yang terjadi ketika gas-gas tertentu di atmosfer—seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan uap air—menahan sebagian panas matahari yang dipantulkan kembali oleh permukaan bumi. Peran gas-gas tersebut menyerupai kaca pada rumah kaca, yaitu menjaga agar suhu bumi tetap stabil sehingga dapat mendukung kehidupan.
Namun, aktivitas manusia seperti pembakaran bahan bakar fosil, deforestasi, dan perubahan tata guna lahan telah meningkatkan konsentrasi gas rumah kaca di atmosfer. Akibatnya, jumlah panas yang terperangkap semakin besar, sehingga suhu rata-rata bumi terus naik. Peningkatan suhu ini dikenal dengan istilah pemanasan global, yang kemudian berdampak langsung terhadap kestabilan iklim, seperti perubahan pola hujan, cuaca ekstrem, serta peningkatan risiko bencana hidrometeorologi.
Di Sumatera Barat, dampak pemanasan global sudah mulai nyata terlihat. Konversi hutan menjadi perkebunan, terutama kelapa sawit di wilayah Dharmasraya dan Sijunjung, mengakibatkan berkurangnya luas tutupan hutan dalam dua dekade terakhir. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat bahwa suhu rata-rata di provinsi ini meningkat sekitar 0,9°C dalam 30 tahun terakhir. Kondisi ini juga memicu curah hujan yang tidak menentu, menimbulkan banjir bandang di daerah Agam dan Tanah Datar, serta longsor di Solok Selatan.
Meski demikian, sebagian masyarakat masih beranggapan bahwa perubahan iklim hanyalah siklus alami. Padahal, bukti ilmiah global maupun nasional menunjukkan adanya keterkaitan yang kuat antara aktivitas manusia dengan peningkatan emisi gas rumah kaca, yang kemudian memperparah fenomena pemanasan global.
3
Multiple Choice
1. Perhatikan pernyataan berikut yang terkait dengan teks Efek Rumah Kaca di Sumatera Barat
1. Efek rumah kaca merupakan proses alami yang penting untuk menjaga kestabilan suhu bumi.
2.Kenaikan suhu rata-rata 0,9°C di Sumatera Barat dalam 30 tahun terakhir tercatat oleh BMKG.
3.Perubahan iklim hanya merupakan fenomena siklus alamiah dan tidak terkait aktivitas manusia.
4.Alih fungsi hutan menjadi kebun kelapa sawit di Dharmasraya dan Sijunjung berkontribusi pada peningkatan emisi karbon.
5.Pemanasan global adalah isu buatan tanpa dasar ilmiah yang jelas.
Berdasarkan teks diatas, manakah pernyataan yang merupakan pendapat ilmiah yang valid...
a. 1, 2, dan 4
b. 1, 3, dan 5
c. 2, 3, dan 4
d. 3, 4, dan 5
e. 1, 2, 3, 4, dan 5
4
Open Ended
2. Anda ditugaskan membuat makalah tentang “Pengaruh Efek Rumah Kaca terhadap Bencana Hidrometeorologi di Sumatera Barat”. Anda menemukan empat sumber berikut:
1.Jurnal internasional bereputasi tentang perubahan iklim di Asia Tenggara.
2.Laporan resmi BMKG tentang tren curah hujan dan suhu di Sumatera Barat.
3.Blog pribadi yang menolak konsep pemanasan global.
4.Buku ajar Fisika SMA yang menjelaskan dasar teori efek rumah kaca.
Pertanyaan :
a. Pilihlah tiga sumber yang paling tepat untuk digunakan dalam makalah Anda, lalu jelaskan alasan pemilihannya!
b. Tentukan satu sumber yang sebaiknya tidak digunakan, dan berikan alasan ilmiah mengapa sumber tersebut tidak layak dijadikan referensi!
5
Open Ended
3. Efek rumah kaca (ERK) terjadi ketika gas-gas seperti CO₂, CH₄, dan uap air memerangkap panas matahari di atmosfer. Di Sumatera Barat, peningkatan suhu rata-rata sebesar 0,9°C dalam 30 tahun terakhir telah dilaporkan BMKG. Salah satu penyebabnya adalah alih fungsi hutan menjadi lahan perkebunan kelapa sawit, terutama di Dharmasraya dan Sijunjung.
Seorang peneliti ingin menguji apakah program penghijauan sekolah (menanam pohon di lingkungan sekolah) dapat membantu mengurangi suhu udara di sekitar sekolah. Ia menggunakan desain penelitian satu kelompok (one group pretest–posttest), dengan mengukur suhu udara sebelum dan sesudah program. Berdasarkan pernyataan diatas maka :
1. Jelaskan kelebihan dari desain penelitian yang digunakan peneliti untuk mengukur dampak program penghijauan sekolah terhadap suhu udara!
2. Apa kelemahan utama dari desain ini?
3. Bagaimana kelemahan tersebut dapat memengaruhi validitas kesimpulan penelitian?
6
4. Perhatikan tabel data suhu udara yang tercatat di beberapa stasiun BMKG Sumatera Barat tahun 2020 berikut:
Stasiun BMKG | Suhu Minimum (°C) | Suhu Maksimum (°C) | Suhu Rata-rata (°C) |
Stasiun Meteorologi Minangkabau (Kab. Padang Pariaman) | 21,50 | 34,70 | 26,90 |
Stasiun Klimatologi Sicincin (Kab. Padang Pariaman) | 18,10 | 35,80 | 27,60 |
Stasiun Pemantauan Atmosfer Global Bukit Koto Tabang (Kab. Agam) | 15,20 | 31,00 | 22,20 |
Stasiun Meteorologi Teluk Bayur | 22,00 | 35,90 | 27,40 |
Stasiun Geofisika Padang Panjang | 18,20 | 27,60 | 22,80 |
7
Draw
Berdasarkan data BMKG Sumatera Barat tahun 2020 maka:
1. Buatlah grafik batang suhu rata-rata dari kelima stasiun tersebut.
2. Analisislah perbedaan suhu rata-rata antar stasiun dengan mengaitkan faktor geografis (pantai vs dataran tinggi).
3. Jelaskan bagaimana data suhu ini dapat dijadikan bukti adanya dampak efek rumah kaca di Sumatera Barat
note : Jawablah pertanyan no 2 dan 3 di slide selanjutnya
8
Open Ended
Jawablah pertanyan no 2 dan 3 dari soal data BMKG 2020 di halaman ini
9
“Dampak Perubahan Iklim terhadap Kehidupan Sosial-Ekonomi dan Budaya Masyarakat Sumatera Barat
Perubahan iklim merupakan fenomena global yang ditandai dengan meningkatnya suhu rata-rata bumi akibat konsentrasi gas rumah kaca (GRK) seperti karbon dioksida (CO₂), metana (CH₄), dan nitrogen dioksida (NO₂). Secara fisika, gas-gas ini menyerap dan memantulkan kembali radiasi inframerah dari permukaan bumi sehingga lebih banyak energi panas terperangkap di atmosfer. Akibatnya, keseimbangan energi bumi terganggu dan memicu berbagai dampak seperti kenaikan suhu, pola hujan yang tidak menentu, naiknya permukaan laut, serta peningkatan intensitas bencana hidrometeorologi.
Di Sumatera Barat, dampak perubahan iklim semakin terasa dalam kehidupan masyarakat. Di wilayah pesisir Padang Pariaman dan Pesisir Selatan, abrasi pantai semakin parah akibat naiknya permukaan laut dan meningkatnya energi gelombang laut. Menurut data BMKG, dalam 15 tahun terakhir terjadi peningkatan frekuensi pasang naik ekstrem yang berdampak pada rusaknya tambak, hilangnya permukiman pesisir, serta berkurangnya hasil tangkapan nelayan. Kondisi ini memengaruhi stabilitas ekonomi keluarga pesisir yang bergantung pada sumber daya laut.
Sementara itu, di daerah pertanian seperti Solok, Tanah Datar, dan Agam, pola tanam tradisional yang mengandalkan kalender pertanian berbasis kearifan lokal tidak lagi akurat. Curah hujan yang tidak menentu dan musim kemarau yang lebih panjang menyebabkan gagal panen hingga 30%. Secara fisika, peningkatan suhu mempercepat penguapan air, menurunkan kelembapan tanah, dan meningkatkan risiko kekeringan mikro yang mengganggu produktivitas pertanian. Hal ini membuat petani kesulitan mempertahankan sistem tanam warisan budaya yang selama ini menjadi pedoman.
Selain aspek ekonomi, perubahan iklim juga memengaruhi aspek sosial dan budaya masyarakat. Keluarga miskin yang tinggal di rumah tidak permanen lebih rentan terhadap banjir dan longsor. Mereka sulit beradaptasi karena keterbatasan akses informasi dan sumber daya. Di sisi lain, pengetahuan tradisional seperti kalender musim atau tanda-tanda alam menjadi kurang relevan dalam kondisi iklim yang semakin tidak pasti. Dengan demikian, perubahan iklim tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga menggeser budaya lokal dan memperbesar kesenjangan sosial.
10
Open Ended
Data curah hujan di Solok menunjukkan penurunan rata-rata 30 %. Sebagian masyarakat berpendapat bahwa gagal panen hanya disebabkan oleh metode pertanian yang kurang tepat, bukan oleh perubahan iklim. Analisislah pernyataan tersebut dengan menggunakan data perubahan curah hujan dan jelaskan bagaimana hal itu memengaruhi kelembapan tanah dan produktivitas pertanian.
11
Open Ended
Data BMKG menunjukkan bahwa dalam 15 tahun terakhir, frekuensi pasang naik ekstrem di wilayah Pesisir Selatan terus meningkat. Perubahan iklim juga berdampak pada tingginya gelombang, meningkatnya kecepatan arus, serta intensitas badai laut. Berdasarkan informasi tersebut, buatlah analisis mengenai dampak ekonomi yang mungkin dialami oleh masyarakat pesisir, khususnya nelayan dan pelaku usaha tambak, serta berikan prediksi bagaimana kondisi ini dapat memengaruhi kesejahteraan mereka dalam jangka panjang.
12
Open Ended
7. Data BMKG mencatat bahwa rata-rata suhu udara di Sumatera Barat mengalami peningkatan sebesar 0,9°C dalam 30 tahun terakhir (1990–2020). Pada periode yang sama, curah hujan tahunan menunjukkan pola yang semakin tidak menentu: musim hujan cenderung lebih singkat namun dengan intensitas hujan tinggi, sedangkan musim kemarau menjadi lebih panjang dan kering. Di Kabupaten Solok, produksi padi yang biasanya rata-rata mencapai 6 ton per hektar mengalami penurunan menjadi 4,2 ton per hektar dalam 10 tahun terakhir. Petani setempat melaporkan bahwa kekeringan pada musim tanam dan banjir pada masa panen menjadi faktor utama.
Berdasarkan data kenaikan suhu rata-rata sebesar 0,9°C dan penurunan hasil panen padi dari 6 ton/ha menjadi 4,2 ton/ha dalam 10 tahun terakhir, maka:
1. Buat inferensi tentang hubungan antara perubahan iklim dan produktivitas pertanian di Kabupaten Solok.
2. Prediksikan bagaimana hasil panen padi dapat berubah dalam 10 tahun mendatang jika tren kenaikan suhu terus berlanjut.
3. Tarik kesimpulan mengenai dampak perubahan iklim terhadap ketahanan pangan di Sumatera Barat.
Asesmen Literasi Sains
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 12
SLIDE
Similar Resources on Wayground
8 questions
Materi Lingkaran (kenali unsur-unsurnya)
Presentation
•
1st Grade
8 questions
Tema 6 Kelas 1 SD (Fuji Kartika_Training SLCC)
Presentation
•
1st Grade
10 questions
UKURAN PANJANG
Presentation
•
1st Grade
9 questions
Macam Macam Buah
Presentation
•
KG
8 questions
Perpuluhan
Presentation
•
1st Grade
8 questions
Matematika
Presentation
•
1st Grade
8 questions
Matematika
Presentation
•
1st Grade
10 questions
MENYELESAIKAN SOAL CERITA
Presentation
•
1st Grade
Popular Resources on Wayground
25 questions
The Ultimate College Knowledge Quiz
Quiz
•
8th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
3rd Grade
15 questions
Fast food
Quiz
•
7th Grade
20 questions
Math Review
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Context Clues
Quiz
•
6th Grade
20 questions
Inferences
Quiz
•
4th Grade
19 questions
Classifying Quadrilaterals
Quiz
•
3rd Grade
20 questions
Figurative Language Review
Quiz
•
6th Grade
Discover more resources for Mathematics
20 questions
Telling Time to the Hour and Half hour
Quiz
•
1st Grade
12 questions
Summer Trivia
Quiz
•
1st - 5th Grade
3 questions
Math 8.3.3
Presentation
•
1st Grade
15 questions
Place Value tens and ones
Quiz
•
1st Grade
26 questions
End of Year Math Review
Quiz
•
1st - 2nd Grade
15 questions
Addition and Subtraction Facts
Quiz
•
1st - 2nd Grade
3 questions
Math 8.3.2
Presentation
•
1st Grade
22 questions
2D & 3D Shapes & Attributes
Quiz
•
1st Grade