Search Header Logo
D. MAKNA TARI DALAM ELEMEN MUSIK BAB 1

D. MAKNA TARI DALAM ELEMEN MUSIK BAB 1

Assessment

Presentation

Arts

10th Grade

Hard

Created by

Ika Syifaqih

FREE Resource

14 Slides • 0 Questions

1

​MAKNA TARI DALAM ELEMAN MUSIK

IKA ADITIA CANDRA BUANA, M.Pd
SENI BUDAYA (TARI)

media

2

Definisi Makna Tari dalam Eleman Musik

Makna tari dalam elemen musik merujuk pada bagaimana musik memberikan arti dan kedalaman pada gerak tari, sehingga tari bukan hanya sekadar gerakan fisik, melainkan ekspresi emosional, budaya, dan naratif yang terintegrasi dengan suara. Musik menjadi elemen yang tak terpisahkan karena ia membentuk ritme, tempo, dan suasana yang memperkaya makna tari. Misalnya, gerak tari yang cepat dan energik dengan iringan musik bertempo cepat dapat menyimbolkan kebebasan atau kegembiraan, sementara tempo lambat mungkin menggambarkan kesedihan atau keagungan. Dalam konteks budaya Indonesia, musik seperti gamelan sering kali membawa makna spiritual, menghubungkan penari dengan leluhur atau alam, sehingga tari menjadi medium komunikasi yang lebih dalam. Contohnya, dalam Tari Lenggang Nyai dari Betawi, musik dengan tempo sedang hingga cepat memberikan makna kebebasan Nyai Dasimah dari norma sosial, di mana gerak luas dan dinamis mencerminkan tema pembebasan. Elemen musik ini membuat tari lebih ekspresif, di mana tanpa musik, makna gerak bisa hilang atau kurang tergali.

3

  1. konsep Dasar Musik dan Tari

Konsep dasar musik dan tari melibatkan pemahaman bahwa tari adalah gerakan tubuh yang ritmis dan ekspresif, yang sering kali diiringi musik untuk mencapai harmoni. Tari didefinisikan sebagai ekspresi perasaan melalui gerak berirama yang mengikuti waktu, ruang, dan tenaga, sementara musik menyediakan irama (wirama) yang menjadi pondasi. Unsur utama tari mencakup wiraga (gerak tubuh), wirama (irama dari musik), dan wirasa (rasa atau emosi). Konsep ini menekankan bahwa musik bukan sekadar pelengkap, melainkan bagian integral yang menyatukan gerak dengan emosi penari dan penonton.
Dalam tari tradisional Indonesia, konsep ini terlihat pada pola gerak yang disesuaikan dengan irama musik, seperti hentakan kaki yang sinkron dengan pukulan gendang. Contoh dasar: Dalam Tari Saman dari Aceh, konsep dasar musik berupa tepukan tangan dan nyanyian penari menciptakan ritme cepat yang merepresentasikan kesatuan dan kekompakan masyarakat. Secara detail, konsep ini juga melibatkan elemen ruang (luas atau sempit) dan energi (kuat atau lemah), yang dipengaruhi oleh musik untuk menyampaikan pesan seperti heroik atau lembut.

4

Fungsi Musik dalam Tari

Fungsi musik dalam tari dapat dikelompokkan menjadi tiga utama, sesuai dengan pendapat Jazuli (1994). Pertama, sebagai pengiring tari, di mana musik memberikan ritme dan melodi yang mendukung gerak penari, memastikan sinkronisasi antara tubuh dan suara. Kedua, sebagai pemberi suasana tari, musik menciptakan mood atau emosi, seperti kegembiraan melalui tempo cepat atau ketenangan melalui melodi lambat. Ketiga, sebagai ilustrasi atau pengantar tari, musik bisa menggambarkan narasi atau tema, serta memperkenalkan tari sebelum gerak dimulai. Fungsi ini membuat tari lebih hidup dan bermakna, karena tanpa musik, gerak bisa terasa datar.

Fungsi musik dalam tari di antaranya adalah sebagai berikut :

5

Fungsi Musik dalam Tari

Penjelasan

Contoh

Musik sebagai pengiring gerak

Musik memberikan ritme dan tempo yang mengarahkan kecepatan serta pola gerakan penari, menciptakan sinkronisasi antara gerak tubuh dan irama agar tari terlihat harmonis.

Tari Saman (Aceh): Musik intrinsik berupa tepukan tangan dan nyanyian “salaamualaikum” oleh penari menciptakan ritme cepat yang memandu gerakan tangan dan badan secara sinkron, memastikan setiap hentakan sesuai dengan irama.

Memberikan ilustrasi atau gambar suasana

Musik menciptakan suasana atau mood yang mendukung tema tari, membantu penonton memahami konteks naratif atau emosional melalui melodi dan instrumen.

Tari Gending Sriwijaya (Sumatera Selatan): Musik gamelan dengan tempo lambat dan melodi megah menggambarkan suasana keagungan kerajaan Sriwijaya, mendukung gerakan anggun penari yang melambangkan kemuliaan.

Musik membantu mempertegas ekspresi gerak

Musik memperkuat emosi gerak dengan intensitas suara (kuat/lembut) yang menonjolkan ekspresi penari, membuat makna gerakan lebih jelas.

Tari Ngremo (Jawa Timur): Pukulan gendang yang kuat dan cepat dalam iringan gamelan mempertegas gerakan tangan dan kaki yang energik, menonjolkan ekspresi heroik dan maskulin penari.

Fungsi tambahan lain yakni sebagai rangsang bagi penari

Musik merangsang semangat dan energi penari, membantu mereka menghayati karakter atau emosi tari, sehingga penampilan lebih hidup dan ekspresif.

Tari Kecak (Bali): Nyanyian “cak-cak” yang ritmis dan intens oleh kelompok penari pria merangsang penari utama untuk melakukan gerakan dinamis, seperti saat memerankan adegan Ramayana, dengan penuh energi.

Membangkitkan emosional penonton

Musik memengaruhi emosi penonton melalui melodi, tempo, atau harmoni, menciptakan resonansi emosional yang membuat penonton terhubung dengan tari.

Tari Pendet (Bali): Musik gamelan yang lembut dan melodi yang mengalir membangkitkan rasa damai dan spiritual di hati penonton, selaras dengan gerakan anggun yang menyampaikan sambutan dan doa.

Pembuka dan penutup tampilan

Musik berfungsi sebagai penanda awal dan akhir pertunjukan, menciptakan antisipasi di pembukaan dan kesan mendalam di penutup.

Tari Jaipong (Jawa Barat): Musik pembuka dengan suara kendang yang khas dan ritmis mengundang perhatian penonton, sementara musik penutup dengan tempo cepat dan meriah memberikan kesan energik sebagai akhir pertunjukan.

6

Jenis Musik dalam Tari

Jenis Musik

Penjelasan

Contoh

Musik Internal (Intrinsik)

Musik internal adalah suara atau irama yang dihasilkan langsung dari tubuh penari atau properti tari yang digunakan, tanpa melibatkan alat musik eksternal. Ini mencakup tepukan tangan, hentakan kaki, nyanyian, atau suara dari kostum/properti seperti gelang kaki. Musik ini bersifat intim, sering digunakan dalam tari tradisional sederhana, dan berfungsi untuk menciptakan ritme serta memperkuat ekspresi gerak.

Tari Saman (Aceh): Penari menghasilkan musik melalui tepukan tangan, dada, dan paha, serta nyanyian “salaamualaikum” yang menciptakan ritme cepat, mendukung gerakan tangan dan badan yang sinkron untuk menggambarkan kekompakan dan semangat.

Musik Eksternal (Ekstrinsik)

Musik eksternal adalah suara atau irama yang berasal dari luar tubuh penari, dihasilkan oleh alat musik tradisional (seperti gamelan, gendang) atau modern (seperti rekaman digital, MP3). Musik ini lebih fleksibel, sering digunakan untuk tari yang kompleks, dan mendukung suasana, narasi, atau tema tari dengan melodi dan instrumen yang kaya.

Tari Gending Sriwijaya (Sumatera Selatan): Iringan musik gamelan dengan melodi lambat dan megah dari alat musik seperti gong dan saron menciptakan suasana keagungan, mendukung gerakan anggun penari yang melambangkan kemuliaan kerajaan Sriwijaya.

Jenis musik yang terdapat pada tarian, ada dua jenis musik , yaitu musik internal dan juga musik eksternal

kesimpulannya : Musik internal biasanya lebih terbatas pada ritme sederhana karena bergantung pada tubuh penari, sedangkan musik eksternal menawarkan variasi melodi dan harmoni yang lebih luas, memungkinkan penggambaran tema yang kompleks. Kedua jenis ini dapat dikombinasikan dalam satu tarian untuk memperkaya ekspresi, tergantung pada kebutuhan koreografi dan konteks budaya.

7

Keberadaan Musik dalam Proses Menata Tari

Keberadaan musik dalam proses menata tari (koreografi) merupakan elemen esensial yang tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi juga sebagai fondasi kreatif yang memengaruhi seluruh aspek pembentukan tarian. Musik memberikan struktur ritmis, emosional, dan naratif yang membantu koreografer dalam merancang gerakan yang harmonis dan bermakna. Berdasarkan berbagai sumber, musik dianggap sebagai kebutuhan mutlak bagi penata tari karena tanpa musik, proses kreativitas dan penyampaian pesan tari menjadi terhambat.

Keberadaan musik dalam proses menata tari (koreografi) merupakan elemen esensial yang tidak hanya berfungsi sebagai pengiring, tetapi juga sebagai fondasi kreatif yang memengaruhi seluruh aspek pembentukan tarian. Musik memberikan struktur ritmis, emosional, dan naratif yang membantu koreografer dalam merancang gerakan yang harmonis dan bermakna. Berdasarkan berbagai sumber, musik dianggap sebagai kebutuhan mutlak bagi penata tari karena tanpa musik, proses kreativitas dan penyampaian pesan tari menjadi terhambat.

8

Keberadaan Musik dalam Proses Menata Tari

​Keberadaan musik dalam proses menata tari memiliki peran yang sangat penting karena musik tidak hanya menjadi pengiring, tetapi juga elemen integral yang mendukung dan membentuk keseluruhan karya tari.
Dalam proses menata tari, musik bukan sekadar pelengkap, tetapi elemen esensial yang mendukung ritme, menciptakan suasana, menyusun struktur, menyatukan penari, dan menginspirasi gerakan. Musik dan tari saling melengkapi untuk menciptakan karya seni yang utuh dan bermakna.

Menata tari adalah suatu proses yang ditempuh oleh setiap penata tari. dalam proses menata tari, penata tari harus bisa menciptakan dan menguasai seluruh elemen-elemen dari komposisi tari.
melalui rangsangan dengar, penata tari dapat merangsang imajinasinya dalam penggarapan sebuah tarian.

9

keberadaan musik dalam tari

Penjelasan

Mendukung Ritme dan Tempo Gerakan

Musik memberikan pola ritme dan tempo yang menjadi panduan bagi penari untuk menyesuaikan kecepatan, ketepatan, dan dinamika gerakan tari.

Menentukan Mood dan Suasana

Musik menciptakan suasana emosional, seperti gembira, sedih, atau dramatis, yang mendukung ekspresi dan karakter tarian.

Membantu Struktur Koreografi

Musik memberikan kerangka waktu dan alur yang membantu koreografer menyusun urutan gerakan, transisi, dan klimaks dalam tarian.

Menyatukan Kelompok Penari

Musik menjadi acuan bersama yang membantu sinkronisasi gerakan antarpenari dalam kelompok, menciptakan harmoni visual.

Memberi Inspirasi dan Ide Gerak

Melodi, harmoni, atau nuansa musik dapat memicu imajinasi koreografer untuk menciptakan gerakan baru yang sesuai dengan tema tarian.

10

Membuat Musik Iringan

Musik iringan adalah elemen penting dalam tari yang berfungsi sebagai pengiring gerakan dan pembentuk suasana. Musik bukan sekadar latar, tetapi bagian integral dari makna tari, karena mendukung ekspresi, struktur, dan pesan yang ingin disampaikan penari atau koreografer.

Dalam konteks menciptakan musik iringan, ada tiga elemen utama yang perlu diperhatikan:

Elemen Musik

Penjelasan

Melodi

Rangkaian nada yang membentuk garis lagu. Melodi bisa menentukan suasana tarian (sedih, gembira, sakral, dll).

Ritme

Pola irama atau ketukan yang mengatur tempo dan keteraturan gerak penari. Ritme sangat berpengaruh terhadap energi gerak.

Harmoni / Dramatis

Perpaduan nada dan dinamika yang menambah kedalaman emosional dalam tari. Dapat menciptakan ketegangan, klimaks, atau kejutan dalam pertunjukan.

11

Contoh Memperagakan tari sesuai Iringan Musik

musik atau iringan selain sebagai pengiring dari tarian juga memiliki fungsi untuk memberikan suasana tari yang ingin di tampilkan . untuk iringan musik eksternal ada beberapa yang harus di perhatikan dalam memilih iringan tari :
1. iringan tari harus sesuai dengan tema tarian
2. iringan tari harus sesuai dengan usia penari
3. iringan tari harus sesuai dengan kemampuan dan kreasi tari
4. iringan tari harus disesuaikan dengan kemampuanbermusik dan alat musik ada

12

media

13

media

14

media

​MAKNA TARI DALAM ELEMAN MUSIK

IKA ADITIA CANDRA BUANA, M.Pd
SENI BUDAYA (TARI)

media

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 14

SLIDE