Search Header Logo
kls xi bab 2 pert 2

kls xi bab 2 pert 2

Assessment

Presentation

Religious Studies

1st - 5th Grade

Practice Problem

Hard

Created by

DESI WULAN SARI

Used 2+ times

FREE Resource

9 Slides • 0 Questions

1

​BAB 2 (PERT 2)

By DESI WULAN SARI

2

*MEMELIHARA LISAN

-PENTINGNYA MENJAGA LISAN

Lidah atau lisan bisa dikatakan sebagai bagian anggota tubuh yang sangat berharga. Betapa tidak! Melalui lisan yang tidak tertata, muncul pertengkaran dan perselisihan. Lisan juga, bisa membuat malapetaka yang besar, bahkan pembunuhan yang tidak terkira akibatnya. Selanjutnya, penggunaan lisan yang tidak terjaga, menjadikan perang yang menimbulkan korban jiwa mulai dari hitungan yang kecil, sampai mencapai ribuan, bahkan jutaan.

3

​Ayat ini menjelaskan, saat orang-orang yang begelimang dosa akan diazab oleh Allah Swt. di akhirat nanti, mereka membantah dan mengingkari perbuatan buruk mereka, maka anggota tubuhnya menjadi saksi. Lidah, lisan, tangan dan kaki mereka menjadi saksi dan menceritakan dengan rinci apa saja yang mereka lakukan, sehingga tidak bisa berdalih lagi.

media

4

yakni merupakan komunikasi satu orang atau lebih yang bertujuan untuk memberikan stigma negatif atas suatu peristiwa yang dilakukan oleh pihak lain berdasarkan fakta palsu yang dapat mempengaruhi penghormatan, wibawa, atau reputasi seseorang.

1. FITNAH

​Penggunaan lisan yang tidak pada tempatnya, mengakibatkan 3 hal (fitnah, ghibah, dan buhtan) yang menjerumuskan diri sendiri, pihak lain, bahkan sampai level negara dan dunia.

b. Lisan: Antara Fitnah, Ghibah, dan Buhtan

5

Buhtan (بهتان) adalah istilah dalam Islam yang merujuk pada fitnah atau tuduhan palsu/kebohongan besar yang diarahkan kepada seseorang.

BUHTAN

Ghibah adalah membicarakan orang lain yang tidak hadir, sesuatu yang tidak disenanginya. Termasuk yang dibicarakan itu, sesuai dengan keadaan orang yang dibicarakan.

GIBAH

b. Lisan: Antara Fitnah, Ghibah, dan Buhtan

6

Petunjuk Menjaga Lisan Berikut ini, beberapa petunjuk Islam dalam penggunaan lisan, antara lain:

b. Lisan: Antara Fitnah, Ghibah, dan Buhtan

  1. Menjauhi kebiasaan berkata bohong dan tidak bermanfaat. Jangan pula berbicara yang berlebihan.

  2. Jauhi pembicaraan yang batil, kotor, dan jorok

  3. Jangan berbicara dusta atau palsu. Ingat! Tanda-tanda orang munafik, salah satunya, jika berbicara berdusta atau bohong.

  4. Jangan gunakan lisanmu untuk menggunjing (Q.S. al-Hujurāt/49: 12)

  5. Jangan berkata kasar (Q.S. Ali Imrān/3: 159).

  6. Jauhi pula melakukan celaan dan melaknat orang lain. Jangan mengadu domba, dan jangan pula mudah marah

  7. Jawablah panggilan orang tua dengan sopan dan santun (Q.S. al-Isrā’/17: 28), serta jauhi banyak berbantah-bantahan

7

*MENUTUP AIB ORANG LAIN

Aib adalah cela, cacat, nista, noda, perilaku hina, atau ada juga bermakna kiasan, yaitu: arang di muka. Biasanya digunakan dalam kalimat, bagaikan menaruh arang di muka. Melalui kalimat itu, yang bersangkutan sudah dibuka aibnya, sehingga sangat malunya, hancur lebur martabat dan nama baiknya, seakan-akan sudah runtuh hidupnya, disebabkan aibnya dibuka atau tersebar.

8

*MENUTUP AIB ORANG LAIN

Begitu beratnya keburukan akibat aib yang dibuka, maka siapa pun kita, jika mengetahui aib, maka hendaklah kita menutupi dan menyimpan rapat rapat aib tersebut, jangan sampai malah disebar ke khalayak ramai. Kenapa bisa begitu? Jawabannya jika kita sendiri mempunyai aib, inginnya aib itu disimpan rapat-rapat dan enggan jika aib itu tersiar.

9

yaitu aib yang tidak nampak, karena disembunyikan. Tidak terlihat, meski sudah diperhatikan betul-betul. Ambil contoh, beras yang sudah dicampur antara beras premium, super, dengan golongan yang biasa. Atau kacang-kacangan yang bagus atasnya, sementara yang bawah kondisinya kurang baik. Semuanya tidak kelihatan, jika tidak diurai atau dibuka semuanya.

AIB TERSEMBUNYI

yaitu: aib yang nampak dan dapat diketahui secara lahir, jika diperhatikan betul. Misalnya cacat pada barang-barang perdagangan, contohnya buah-buahan yang busuk, atau mebeler yang kelihatan cacatnya.

AIB DZAHIR

Macam-Macam Aib

​BAB 2 (PERT 2)

By DESI WULAN SARI

Show answer

Auto Play

Slide 1 / 9

SLIDE