
Frieren: Beyond Journey's End dalam Perspektif Psikologi
Presentation
•
Education
•
University
•
Practice Problem
•
Hard
Arum Puspa
FREE Resource
10 Slides • 6 Questions
1
Eksplorasi Psikologi dalam Narasi Frieren: Beyond Journey's End: Analisis Penyesalan, Waktu, dan Hubungan Antarmanusia
Tugas Terstruktur Mata Kuliah Media Pembelajaran
Oleh: Arum Puspa Sopandi (2402070055)
2
Frieren: Beyond Journey's End memulai musim keduanya pada 16 Januari 2026 dan berhasil menempati peringkat 2 dengan rate 3.15 di situs MyAnimeList.
Di samping fans sejati yang tidak pernah berisik, terdapat pula fans karbit yang masih awam terkait pesan moral dari anime ini—kamu mungkin salah satunya.
Melalui teori psikologi, mari membedah Frieren: Beyond the Journey's End agar kamu menjadi karbit yang bermutu!
Bukan Sembarang Anime
3
Teori psikologi yang dikembangkan oleh psikiater Swiss-Amerika, Elisabeth Kübler-Ross, pada 1969. Menjelaskan kelima tahap penyesalan yang dialami manusia setelah kehilangan orang terdekat. Dimulai dari Denial atau penyangkalan hingga tahap Acceptance atau penerimaan. Lebih lengkapnya kamu bisa baca di slide selanjutnya!
The Five Stages of Grief
Elisabeth Kübler-Ross
4
5
Delayed Grief
Di dalam anime, Frieren menunjukkan paling tidak tiga tahap dalam Stages of Grief.
Tahap pertama adalah Denial, yaitu ketika Frieren menganggap 10 tahun perjalanan Party of Heroes adalah pengalaman yang sebentar. Setelah itu masuk
ke Depression yang ditunjukkan adegan saat Frieren menangis di pemakaman Himmel. Waktu terus berjalan hingga akhirnya Frieren mencapai Acceptane, menerima akhir cerita Party of Heroes dan memulai perjalanan dengan party baru.
6
Subjective Time Perception
Teori ini menyatakan bahwa waktu tidak selalu dirasakan konstan oleh setiap individu, meskipun durasi yang dirasakan sama. Perbedaan persepsi waktu ini dipengaruhi oleh faktor biologis dan faktor psikologis dan situasional.
Dalam konteks sosial, perbedaan persepsi waktu ini seringkali menciptakan jurang pemisah dalam cara individu membangun koneksi dengan orang lain. Bagaimana seseorang menghargai satu jam atau satu dekade sangat bergantung pada titik acuan hidupnya masing-masing.
7
Cara Elf dan Manusia Memandang Waktu
Bagi elf yang memiliki rentang hidup panjang, 10 tahun perjalanan hanyalah 0,01% dari hidupnya. Hal ini menjelaskan kebiasaan Frieren yang sering meremehkan rentang waktu tertentu, sikapnya yang selalu flat, maupun dukanya yang tertunda.
Sementara bagi manusia, 10 tahun yang sama berarti
'masa muda terbaiknya'. Perbedaan persepsi ini membuat manusia jauh lebih emosional serta menghargai setiap momen yang terjadi dalam hidupnya, dalam hal ini adalah setiap tindakan sederhana yang selalu dilakukan oleh karakter Himmel.
8
物の哀れ -
Kepekaan terhadap Ketidakkekalan
Salah satu filosofi Jepang yang menganggap bahwa keindahan justru akan muncul karena sesuatu itu akan berakhir. Dengan waktu yang singkat ini, manusia dituntut untuk menghargai setiap momen sederhana dalam hidup.
Hal ini menjelaskan mengapa Frieren berusaha mengumpulkan memori-memori berharga bersama party barunya
9
Open Ended
Jika manusia memiliki waktu hidup ribuan tahun seperti Frieren, apakah momen perpisahan tetap akan terasa menyakitkan, atau kita justru menjadi mati rasa?
10
Open Ended
Dalam konsep 'Mono no Aware [物の哀れ]', keindahan muncul dari ketidakkekalan. Apakah menurut kalian hubungan Himmel dan Frieren tetap akan seindah ini jika keduanya sama-sama abadi?
11
Multiple Choice
Siapa leader Party of Heroes?
Heiter
Frieren
Himmel
Eisen
12
Open Ended
Frieren baru menyesal setelah Himmel tiada. Mengapa manusia cenderung baru menghargai sesuatu justru setelah kehilangan, dan bagaimana cara memutus siklus penyesalan tersebut?
13
Open Ended
Kalau kamu jadi Frieren, apa sihir 'tidak berguna' (seperti sihir membuat bunga atau melelehkan baju) yang paling ingin kamu punya buat bertahan hidup di kosan/asrama?
14
Multiple Choice
Kejadian apa yang mengawali perjalanan Party of Heroes?
Frieren memberikan permen saat Himmel tersesat
Frieren menunjukkan sihir ladang bunga ke Himmel
Frieren menyelamatkan Himmel saat desanya terbakar
Himmel bertemu Frieren di pasar loak
15
What Can We Learn?
Waktu tidak diukur dari seberapa lama kita hidup, melainkan dari seberapa banyak makna yang kita ciptakan dalam durasi tersebut.
The Value of Time
Human Connection
Seperti Frieren yang terus berproses, memahami orang lain adalah sebuah bentuk perjuangan yang layak dilakukan.
16
Terima Kasih :)
Instagram: @kryvander
Eksplorasi Psikologi dalam Narasi Frieren: Beyond Journey's End: Analisis Penyesalan, Waktu, dan Hubungan Antarmanusia
Tugas Terstruktur Mata Kuliah Media Pembelajaran
Oleh: Arum Puspa Sopandi (2402070055)
Show answer
Auto Play
Slide 1 / 16
SLIDE
Popular Resources on Wayground
24 questions
PBIS-HGMS Day 10
Quiz
•
6th - 8th Grade
10 questions
HCS SCI 03 Summer School Review 3
Quiz
•
3rd Grade
11 questions
Home Scope
Quiz
•
7th - 8th Grade
15 questions
HCS SCI 05 Summer School Assessment 3 Review
Quiz
•
5th Grade
35 questions
Lufkin Road Middle School Student Handbook & Policies Assessment
Quiz
•
7th Grade
18 questions
Geo 11.3 Area of Circles and Sectors
Quiz
•
9th - 11th Grade