
Cerpen
Authored by Intan Mahallena
World Languages
9th Grade
Used 8+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
26 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan cerita berikut!
Tanpa firasat apa-apa, orang miskin itu mendadak mati. Anak-anaknya hanya bengong memandangi mayatnya yang terbujur menyedihkan di ranjang. Sementara istrinya terus menangis, bukan karena sedih, tetapi karena bingung harus membeli kain kafan, nisan, sampai harus membayar lunas kuburan. Seharian, perempuan itu pontang-panting cari utangan, tetapi tetap saja uangnya tak cukup untuk biaya pemakaman.
Alasan kutipan di atas merupakan bagian konflik dari sebuah cerita adalah....
Karena tokoh pada cerita menemukan solusi dari permasalahan yang terjadi
Karena tokoh pada cerita bertemu dengan suatu permasalahan
Karena masalah dalam cerita tersebut telah mencapai puncaknya
Karena tokoh pada cerita di atas menemukan masalah yang kompleks
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Perhatikan kutipan teks cerpen berikut!
Siang itu di proyek yang kurasakan adalah tusukan sepi yang luar biasa. Di kantin, ketika makan siang, mataku tertuju pada televisi yang menyiarkan peristiwa. Ah, ini membuatku kian merasa terpuruk menjadi manusia; apa sebetulnya yang ingin kucari? Protes, demo, penembakan oleh aparat, korupsi, ... coba sebut satu saja yang mampu memberikan harapan hidup lebih baik.
Latar tempat pada penggalan cerpen di atas, yaitu ....
Proyek dan kantin
Rumah
Jalan raya
Warung kopi
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Perhatikan kutipan berikut!
Pagi yang cerah, Nisa terbangun lalu bersiap membantu ibunya. “Bu nanti waktu masuk SMA aku sekolah di mana?” Nisa begitu semangat bercerita kalau dia ingin sekali masuk SMA. Ibunya tak tega menghilangkan wajah gembira anak tunggalnya. Nisa adalah anak satu-satunya. Bapak Nisa sudah meninggal waktu dia kelas empat. Ibunya ingin mengatakan bahwa Nisa tidak bisa melanjutkan sekolah. Ibu Nisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga. Jadi, wajar saja ibunya hanya bisa menyekolahkan Nisa sampai SMP.
Liburan tinggal dua minggu lagi, tetapi tabungan ibu belum cukup. “Ibu, kapan kita beli peralatan sekolahku?” tanya Nisa pada ibunya. Ibu lalu mengajak Nisa ke kamar. “Nisa, maaf ya, ibu belum bisa menyekolahkan kamu ke SMA,” ucap Ibu Nisa sambil memeluk putrinya. Nisa hanya bisa diam mendengar jawaban ibunya.
Penyebab konflik kutipan cerpen tersebut adalah ….
Ibunya tak tega menghilangkan wajah gembira anak tunggalnya
Tabungan ibu Nisa belum cukup untuk menyekolahkan ke SMA
Ibu Nisa berusaha menabung untuk menyekolahkan Nisa
Ibu Nisa bekerja sebagai pembantu rumah tangga
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Perhatikan kutipan cerpen berikut!
Seperti hari-hari yang lalu, setiap pulang sekolah aku menunggu bus yang biasa kutumpangi. Hari hampir gelap, sedangkan bus yang kutunggu-tunggu tidak terlihat seperti biasanya. Aku sudah berusaha menghubungi mama tetapi pulsaku kali ini habis, sial pikirku. Hanya saja ketika guruku tiba-tiba menyapaku,
“Joni, kenapa kamu belum pulang juga?” dengan sigap Aku menjawab.
“Bu, saya menunggu bus daritadi tetapi belum lewat juga” lalu bu guru menanyaiku lagi,
“Loh kok nggak kamu telepon aja orangtuamu?” lalu dengan lugas aku menjawab,“saya tidak punya pulsa Bu, uang saya habis.”
Dengan muka yang sedikit kasihan, Bu Leni mengajakku pulang berboncengan dengannya.
Latar tempat dan waktu yang terdapat pada kutipan cerpen tersebut adalah .…
Di sekolah, sore hari
Di halte, siang hari
Di halte, malam hari
Di halte, sore hari
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Cermatilah cerpen berikut ini!
"lya, Ibu mau bikin tumpeng kecil, untuk Nek Sumirah!" kata Ibu.
"Kok, Nek Sumirah dibuatkan tumpeng? Memangnya ulang tahunnya sama dengan HUT Proklamasi?" tanya Nina heran. Nek Sumirah adalah tetangga Nina. Usianya sudah 70 tahunan.
la tinggal dengan anaknya yang sudah menjanda dan tiga orang cucunya. Anaknya berjualan nasi uduk di depan rumah dan sehari-hari Nek Suminten membantunya. Terkadang ada orang yang bertanya tentang kesehatan kepada Nek Sumirah karena Nek Sumirah adalah mantan perawat.
"Bukan ulang tahun, tapi diam-diam Nek Sumirah itu rupanya seorang pejuang kemerdekaan. Sudahlah, mandi dulu. Nanti Ibu ceritakan!" kata Ibu.
(Cerpen Tumpeng untuk Nenek Sumirah)
Nilai sosial yang ada dalam cerpen tersebut adalah ….
Menghargai perjuangan pahlawan
Membuat nasi tumpeng yang banyak
Bercakap-cakap dengan keluarga
Membantu orang yang kesusahan
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Cermatilah cerpen berikut ini!
"Ongkos... ongkos...!!" Wulan kaget. Dia merogoh-rogoh tasnya.
"Aduuuh, di mana, sih, uangku?" batin Wulan.
Astaga! Tadi ia telah memberikan semua uangnya kepada Nina untuk membeli kado ulang tahun Dody. Wulan lupa kalau ia harus naik bus. Keringat dingin mulai keluar di tubuh Wulan, sementara Pak Kondektur sudah mulai tak sabar.
"U...uang saya ke...ting...galan," kata Wulan terbata-bata.
"Ketinggalan gimana?" Kondektur itu mulai marah. "Enak saja, kamu! Nggak mau bayar, ya!"
(Cerpen Lelaki Berkacamata)
Penyebab konflik dalam cerpen tersebut adalah ….
Wulan tidak membawa uang sepeser pun
Wulan tidak bisa membayar ongkos bus
Wulan akhirnya dimarahi kondektur bus
Wulan lupa kalau dia harus naik bus
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Unsur pembangun cerpen yang meliputi tempat, waktu, dan suasana yang tergambar dalam cerita disebut ....
tokoh
latar
alur
sudut pandang
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?