Search Header Logo

Nilai Cerpen

Authored by Sri Maryani

Other

11th Grade

Used 6+ times

Nilai Cerpen
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

5 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Cermati kutipan cerpen berikut!

(1) “Apa kau bilang? Jodoh? Saya tidak rela kau berjodoh dengan Azrial. Akan saya carikan kau jodoh yang lebih bermartabat!” (2) “Apa dia salah kalau ayahnya hanya juru masak?” (3) “Jatuh martabat keluarga kita bila laki-laki itu jadi suamimu. Paham kau?” (4) “Derajat keluarga Azrial memang seumpama lurah tak berbatu, seperti sawah tak berpematang, tak ada yang bisa diandalkan.” (5) Tetapi, tidak patut rasanya, Mangkudun memandang Azrial dengan sebelah mata. (6) Maka, dengan berat hati Azrial melupakan Renggogeni. (7) Ia hengkang dari kampung, pergi membawa luka hati.

Nilai budaya yang terdapat pada kutipan tersebut adalah ....

orang tua mencarikan jodoh untuk pasangan anaknya yang sesuai

seorang kekasih meninggalkan pasangannya karena miskin

keturunan harus dipertimbangkan untuk mencari pasangan agar sepadan

laki-laki harus berhasil dalam hidupnya sebelum mencari pasangan

orang tua berhak menolak jodoh yang dipilih anaknya

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Hanafi, mudah-mudahan Tuhan mengampuni dosamu. Sebagai ibu yang engkau durhakai dengan lillaahitaala sudh rela mengampuni akan dikau.” Hanafi tergeletak tertawa seolah mencemooh pula,” Hai ibu, mengucap ibu dengan tulusnya barangkali ibu akan mendapatkan ilham, lalu dapat berkata dengan benar. Pada hematku ibulah juga yang banyak bersalah atas diriku.”


Nilai moral yang sesuai teks tersebut adalah ….

anak durhaka yang tidak perlu dicontoh

anak baik dan sopan santun

ibu yang durhaka

anak buruk hati

anak yang pamer

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

“Ramai sekali Yah?” Tanya Wahyu saat kami memasuki halaman rumah Datu. Tak ada yang menyadari kedatanganku, semuanya serius memandang ke arah seorang penari. Oh… hatiku ciut. Tanganku tiba-tiba dingin. Desiran darahku semakin kencang. Acara mabbissu, acara ritual yang diperankan oleh para bissu.

Orang kebanyakan mengatakan kalau bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi” (Laki-laki yang berjiwa perempuan, tapi bukan laki-laki juga bukan perempuan). Para bissu berperan sebagai penasihat raja. Pada masa pra-Islam mereka bisa dikatakan sebagai pendeta agama Bugis kuno. Sebagai pelaksana dalam ritual kerajaan, bissulah yang menentukan hari baik untuk memulai sesuatu, seperti turun ke sawah atau membangun rumah.

Nilai budaya yang terdapat dalam kutipan cerpen tersebut adalah ….

ritual mabbisu bagi suku Bugis untuk menentukan hari baik untuk memulai sesuatu .

Para bissu berperan sebagai penasihat raja

Pada masa praislam bissu sebagai pendeta agama Bugis kuno.

Bissu menentukan hari baik untuk memulai sesuatu

bissu itu “Urane majjiwa makkunrai, tengurane toi temmakunraitoi”

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Najma dan Afif tertawa. Tatapan mata mereka antusias mendengar keberhasilan Kancil. Tapi itu tak lama. Setelah dongeng berakhir, mereka segera membaca doa: bismika allahumma ahya, wabismika amuut. Lalu selimut ditarik menutup sampai sebatas dada, karena dingin AC dalam kamar mulai terasa. Perlahan mata mereka terkatup. Dan seperti biasa, ibu jari dan telunjuk Afif mengusap-usap daun telinga sampai terlelap. Sementara jemari tangan kanan Najma menggulung-gulung rambutnya hingga tertidur.


Nilai yang terkandung dalam cuplikan cerpen di atas adalah nilai ….

sosial

budaya

agama

ketuhanan

moral

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Haji soleh yang jadi pemimpin dan juru bicara tampil ke depan. Dan dengan suara yang menggeletar dan berirama indah, Ia memulai pidatonya: “O, Tuhan kami yang Mahabesar, kami yang menghadap-Mu ini adalah umat-Mu yang paling taat beribadat, yang paling taat menyembah-Mu. Kamilah orang-orang yang selalu menyebut nama-Mu, memuji-muji kebesaran-Mu, mempropagandakan keadilan-Mu, dan lain-lainnya…”


Nilai yang menonjol dalam cuplikan cerpen tersebut adalah ….

agama

pendidikan

sosial

budaya

moral

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Microsoft

Continue with Microsoft

or continue with

Facebook

Facebook

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?