Search Header Logo

Cerpen

Authored by Nashrullah aroel

Fun

9th Grade

Used 3+ times

Cerpen
AI

AI Actions

Add similar questions

Adjust reading levels

Convert to real-world scenario

Translate activity

More...

    Content View

    Student View

6 questions

Show all answers

1.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Perhatikan cerpen berikut!

“Rumah kita kemasukan pencuri,” sahut Bu Shinta. Dia merasa sulit bernafas tatkala melihat isi lemari berantakan. Uang dan perhiasannya telah lenyap. Juga televisi dan beberapa perlengkapan elektronik yang ada di ruang tengah.


Bu Shinta terduduk lemas tatkala melihat catatan-catatan kecil di atas bantal, “Sekarang kalian tau siapa pengirim karcis itu.”


Tema kutipan cerpen di atas adalah ....

A. Kehilangan uang, perhiasan, dan peralatan elektronik

B. Pencurian

C. Catatan kecil

D. Pemberian karcis pertujukan

2.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Pilihlah jawaban yang tepat!

1. Bacalah kutipan cerpen berikut!

Nyonya notaris sudah kesal menunggu Salamah di dekat mobilnya.

“Lama sekali kau! Kami kesal menunggumu, Bik!” hardik nyonya itu.

“Maaf, Nya,” jawab Salamah dengan tersengal-sengal. Peluhnya bercucuran membasahi badan. Alangkah beratnya terigu ini. Terigu yang nanti akan diolah oleh ibu notaris itu jadi kue-kue lezat. Salamah yang menggendong terigunya, dengan tersengal-sengal nafasnya, tak akan ikut menikmatinya.

“Ayuh. Taruh di bagasi belakang. seperti keong jalanmu. Kau malas begitu tak usahlah kau bekerja. Pekerjaan apaan. Aku bisa pilih yang muda-muda.”

Watak tokoh nyonya notaris pada kutipan cerpen di atas adalah ...

A. lemah lembut

B. keras

C. penyabar

D. baik hati

3.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

3. Bacalah kutipan cerpen berikut!

Lalu dengan keberanian yang luar biasa, ditanyakannya berapa harga sandal jepit bekas itu.

“Dua ratus rupiah,” jawab tukang loak dengan acuh tak acuh.

Hatinya semakin teriris. Sedangkan Marni memandang sandal itu dengan mata berkilat-kilat. Alangkah sedihnya hati Salamah.

“Seratus rupiah, Bang,” tawarnya.

Tukang loak itu tak menjawab, cuma menggelengkan kepalanya. Congkaknya orang itu. Salamah tak segera beranjak dari tempatnya.


Watak tokoh tukang loak berdasarkan kutipan cerpen di atas adalah ...

A. acuh tak acuh

B. peduli

C. perhatian

D. penuh iba

4.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

1. Perhatikan penggalan cerpen berikut!

“Emak, berapa lama lagi bedug maghrib berbunyi?” tanya Marni sambil mendekat padanya dan kemudian duduk menyandarkan kepalanya di punggung Salamah. Angin sore itu bertiup kencang, menghempas-hempas rumbia gubuknya di bawah jembatan.


“Sebentar Nak, sebentar lagi. Lihat, langit sudah mulai memerah. Itu pertanda matahari mau tenggelam dan maghrib tiba. Kau sudah mulai lapar?”


Latar pada penggalan cerpen tersebut adalah ...

A. Siang hari di jembatan

B. Pagi hari di bawah jembatan

C. Sore hari pada gubuk di bawah jembatan

D. Magrib di bawah jembatan

5.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan cerpen berikut!

Ekspresi Nina pun begitu aneh. Ia seperti ketakutan. Nina benar-benar takut kalau ia akan gagal di ujiannya dua hari kemarin. Dapat nilai C untuk yang kedua kalinya, pasti akan lebih memalukan dari pada sebuah peristiwa memalukan yang menimpanya tiga hari silam.


Dengan tertunduk malu, Nina pun malu ke depan. Ia hanya bisa menundukkan mata sambil terus berzikir, “Jangan C lagi, please...jangan C lagi.”


Suasana yang tergambar pada kutipan cerpen tersebut adalah ....

A. gembira

B. gugup

C. tegang

D. sedih

6.

MULTIPLE CHOICE QUESTION

30 sec • 1 pt

Bacalah kutipan cerita berikut dengan seksama!

Suatu hari, karena begitu laparnya, ia makan semua makanan yang ada di meja, termasuk jatah makanan kedua orang tuanya. Sepulang dari ladang, bapaknya yang lapar mendapati meja yang kosong tak ada makanan. Marahlah hatinya, karena tidak bisa menguasai diri, keluarlah kata-katanya yang kasar. "Dasar anak keturunan ikan!" Seketika itu juga, isteri dan anaknya hilang dengan gaib. Ia menyesal atas perbuatannya. Karena ucapannya tersebut, ia telah melanggar janji pada isterinya.

Amanat kutipan cerita tersebut adalah ...

A. Karena nila setitik akan rusak susu sebelanga.

B. Jangan mudah marah agar tidak menyesal.

C. Selesaikan segala persoalan dengan bermusyawarah.

D. Biasakan hidup sederhana jangan foya-foya.

Access all questions and much more by creating a free account

Create resources

Host any resource

Get auto-graded reports

Google

Continue with Google

Email

Continue with Email

Classlink

Continue with Classlink

Clever

Continue with Clever

or continue with

Microsoft

Microsoft

Apple

Apple

Others

Others

Already have an account?