
REMIDI TEKS DRAMA KELAS VIII
Authored by Dhefit_ Ephe
World Languages
8th Grade
Used 11+ times

AI Actions
Add similar questions
Adjust reading levels
Convert to real-world scenario
Translate activity
More...
Content View
Student View
30 questions
Show all answers
1.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan drama berikut!
Dian Lestari : "Apakah tidak ada pekerjaan tambahan, selain bertani di daerah ini?" (Dian memperhatikan kakeknya yang sedang memperhatikan keindahan Danau Toba)
Kakek : "Paling-paling menjadi nelayan kecil. Ikan-ikan di Danau Toba ini tidak seperti dulu. Ikannya kecil-kecil dan kurus-kurus. Jumlahnya pun sedikit."
Dian Lestari : "Mengapa begitu, Kek?" (Dian tampak antusias dengan keterangan kakeknya)
Kakek : "Mungkin karena penangkapan ikan terlalu sering, sementara perkembangbiakannya terhambat. Pembibitan secara alami tentu tidak mencukupi. Mungkin juga ikan-ikan di danau ini mulai tercemar. Maklumlah, hampir setiap hari kapal-kapal bermotor berlalu lalang di perairan danau ini. Belum lagi pencemaran oleh limbah pertanian yang menggunakan pestisida."
Dian Lestari : "Wah, bisa berbahaya kalau begitu, Kek."
Kakek : "Ya, begitulah."
Latar tempat yang sesuai dengan kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Di Sebuah desa
Di pinggir Danau Toba
Di lautan lepas
Di rumah Kakek
2.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan drama berikut!
Munawardi : "Tolloooooong . . . . . Ada yang mau jahat kepada saya!" (Munawardi berlari tergopoh-gopoh)
Orang-orang : "Mana . . . . . Mana orangnya?" (Kata orang-orang silih berganti)
Dudi : "Ayo, kita tangkap dia!" (Tampak semangat)
Kurdi : "Jangan . . . . . Jangan! Kita tak boleh main hakim sendiri."
Orang-orang : "Yah . . . . .!!" (Terlihat kecewa)
Hasan : "Saya setuju dengan Kurdi. Kita tidak boleh sewenang-wenang kepada orang lain."
Bukti watak bijaksana Kurdi dalam kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Dia mau membantu orang yang berbuat jahat.
Dia memberitaahukan orang yang berbuat jahat.
Dia mengajak orang-orang untuk menghajar perampok.
Dia mengingatkan orang-orang untuk tidak main hakim sendiri.
3.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
30 sec • 1 pt
Bacalah kutipan drama berikut!
Munawardi : "Tolloooooong . . . . . Ada yang mau jahat kepada saya!" (Munawardi berlari tergopoh-gopoh)
Orang-orang : "Mana . . . . . Mana orangnya?" (Kata orang-orang silih berganti)
Dudi : "Ayo, kita tangkap dia!" (Tampak semangat)
Kurdi : "Jangan . . . . . Jangan! Kita tak boleh main hakim sendiri."
Orang-orang : "Yah . . . . .!!" (Terlihat kecewa)
Hasan : "Saya setuju dengan Kurdi. Kita tidak boleh sewenang-wenang kepada orang lain."
Kutipan drama tersebut menggambarkan suasana . . . . .
Takut
Cemas
Ricuh
Sepi
4.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
2 mins • 1 pt
Bacalah kutipan drama berikut!
Ibu : "Kau tidak apa-apa, Nak?" (Sambil mendekati Arif yang terduduk lemas di teras)
Arif : "Hanya kena pukul sedikit di pipi, Bu. Tetapi tak apa. Kemudian, ketika diperiksa polisi, ternyata dompetnya tidak hilang. Ia lupa membawa dari rumah."
Udin : (Marah) "Wah, . . . . . enak saja menyangka orang . . . . .
Ibu : "Sudahlah, Arif . . . . . Udin . . . . . Lain kali kalian jangan begitu . . . . .
Arif : "Habis bagaimana, Bu? Kita biarkan saja orang menghina dan menuduh yang bukan-bukan? Karena kita miskin, begitu saja disangka jahat."
Ibu : "Sudahlah, Nak. Yang benar tetap benar meskipun dalam pembungkus yang jelek. Memang banyak orang mengukur hanya dari kulit luar saja."
Amanat yang sesuai dengan kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Kita harus membalas jika diperlakukan kasar.
Kita tidak boleh berprasangka buruk kepada orang lain.
Kita harus sabar dalam menghadapi cobaan.
Kita perlu waspada terhadap sikap seseorang.
5.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
45 sec • 1 pt
Bacalah kutipan drama berikut!
Ibu : "Kau tidak apa-apa, Nak?" (Sambil mendekati Arif yang terduduk lemas di teras)
Arif : "Hanya kena pukul sedikit di pipi, Bu. Tetapi tak apa. Kemudian, ketika diperiksa polisi, ternyata dompetnya tidak hilang. Ia lupa membawa dari rumah."
Udin : (Marah) "Wah, . . . . . enak saja menyangka orang . . . . .
Ibu : "Sudahlah, Arif . . . . . Udin . . . . . Lain kali kalian jangan begitu . . . . .
Arif : "Habis bagaimana, Bu? Kita biarkan saja orang menghina dan menuduh yang bukan-bukan? Karena kita miskin, begitu saja disangka jahat."
Ibu : "Sudahlah, Nak. Yang benar tetap benar meskipun dalam pembungkus yang jelek. Memang banyak orang mengukur hanya dari kulit luar saja."
Tokoh Ibu dalam kutipan drama tersebut memiliki sifat . . . . .
Penyayang
Pemarah
Penyabar
Penakut
6.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
1) Bu Mastur : "Cepatlah, Nak! Panggilkan dokter untuk Bapakmu!"
2) Dedi : "Bu, saya nggak berani. Lagian saya kan baru bermain."
3) Maya : "Sudahlah, Bu. Biar aku saja yang memanggil dokter.
4) Bu Mastur : "Jangan, Maya! Kamu kan lagi kurang sehat, tidak bisa cepat."
5) Maya : "Habis kalau Mas Dedi tidak mau, siapa lagi? Biar Maya minta tolong Joko saja. Maya berangkat dulu, Bu."
Kalimat yang menggambarkan suasana kekhawatiran orang tua terhadap anaknya terdapat dalam dialog bernomor . . . . .
1)
2)
3)
4)
7.
MULTIPLE CHOICE QUESTION
1 min • 1 pt
Bacalah kutipan drama berikut!
Dudung : "Din, senang ya, jadi anak kepala desa?"
Udin : "Memangnya ada apa, Dung? Mengapa kamu bertanya seperti itu?"
Dudung : "Maksudku, sawah ayahmu luas, uangnya juga banyak, begitu kan?
Udin : "Dung, kamu jangan berpikir begitu! Seorang kepala desa tidak boleh hanya memikirkan kekayaan sendiri. Seorang kepala desa harus dapat membuat desanya maju, aman, dan sejahtera!"
Dudung : "Masak iya, sih . . . . .!!" (Udin terdiam mendengar ejekan Dudung)
Tema kutipan drama tersebut adalah . . . . .
Kewenangan kepala desa.
Kerukunan hidup bermasyarakat.
Kemewahan yang dimiliki kepala desa.
Kepemimpinan seorang kepala desa.
Access all questions and much more by creating a free account
Create resources
Host any resource
Get auto-graded reports

Continue with Google

Continue with Email

Continue with Classlink

Continue with Clever
or continue with

Microsoft
%20(1).png)
Apple
Others
Already have an account?